Disclaimer : Naruto just Masashi Kishimoto's kalau ini punya aku mungkin akan berganti judul jadi Sasuke Sakura /plakk

Warning : OOC, typos, dan mungkin masih banyak lagi.

Main Pair : SasuSaku~~

Chapter 3 : New Identity.

Semenjak kejadian tempo hari di Timezone, Sakura tak lagi menganggap sosok Sasuke adalah pribadi yang dingin dan menakutkan. Tapi Sakura lebih merasa simpati. Bukan, ini lebih cocok disebut empati. Dari caranya menghalau siswi-siswi yang berniat mendekatinya, menyiratkan bahwa dia sangat menyesal atas apa yang dilakukannya di masa lalu.

Hari ini mungkin hari terakhir Sakura di sekolah ini. Karena dia harus memulai pertunjukkan yang sudah di sutradarai oleh teman sebangkunya sendiri, Sasuke.

Sakura's POV

"Sakura-chan serius mau pindah ke Suna?" Deidara tampak sedikit kecewa mendengar pernyataanku baru saja. Aku mengangguk. Sebenarnya tidak tega juga membohongi mereka seperti ini. Dan si sutradara ini hanya menatap datar teman-temanku yang menuntut penjelasanku ini. Aku memberinya tatapan 'seharusnya-kau-yang-menjelaskan-ini-pada-mereka! Tanggung-jawab!' Tapi si pemilik mata onyx itu hanya acuh seakan tak ada apapun.

"Aku mungkin akan pindah ke Suna selama beberapa bulan. Atau bahkan hingga aku lulus. Tapi…sepupuku dari Suna pun akan pindah kesini"

"Mengapa kau harus pindah Sakura-chan? Aku sedih mendengarnya" Naruto pun sama kecewanya dengan Deidara.

"Hmm..aku tidak bisa menceritakan alasanku. Mungkin nanti kalian akan tahu"

"Jadi kapan kau akan pindah?" Kini Sasori yang bertanya.

"Hari ini juga aku akan berangkat ke Suna"

End of Sakura's POV

XxxxxX

"Dan setelah Sasuke, kini ada lagi murid baru di kelas kita. Pindahan dari Suna. Silahkan perkenalkan dirimu"

Kakashi kini lagi-lagi membawa seorang murid baru. Rambut merah dan sebuah kacamata full frame membuat cowok ini terlihat manis. Meskipun dengan postur tubuhnya yang kecil seperti err-perempuan.

"Perkenalkan namaku Saitou Kentaro. Kalian bisa memanggilku Ken atau Kentaro" Siswa baru itu tersenyum ramah. Tanpa diminta dia segera mencari kursi kosong. Dan dia segera menempati kursi yang di tinggalkan Sakura.

"Hey bahkan aku belum menyuruhmu untuk duduk Ken" Kakashi bermaksud menggoda. Kontan membuat kelas ini tertawa karena perilaku anak baru ini. Tak terkecuali Sasuke. Dia menampakkan sedikit senyumnya saat gadis..eh lelaki disebelahnya ini melakukan hal bodoh.

'Bodoh. Aku lupa kalau aku ini anak baru. Harusnya tadi aku menunggu Kakashi-sensei memintaku untuk duduk' rutuk Sakura dalam hati menyadari perilaku bodohnya kini di tertawakan seisi pun hanya tersenyum lebar ke anak kelas yang masih menertawainya.

Sasuke's POV

'Hn. Bahkan sifat bodohnya tidak hilang' Aku menatap diam-diam lelaki di sebelahku.

'Dia pandai juga menyamar. Aku memang tak salah memilih orang'

Tiba-tiba aku menerima sebuah sms.

Drrt… Drrt…

Kenapa kau melihatku seperti itu? Benar-benar terjerat eh? Cepat ganti namaku di kontakmu. :D

Ken.

Sender :

Sakura

Aku tertawa kecil saat membaca sms darinya.'Benar-benar terjerat? Yang benar saja'

Kini aku menatapnya yang sedang tersenyum lebar. 'Aku-ini-masih-100%-normal!' Aku hanya menatap tajam ke arah emeraldnya. Seakan onyxku mampu berkomunikasi dengan emeraldnya.

Seakan mengerti maksudku dia pun terkekeh geli. Aku pun segera membalas pesannya.

Baiklah aku akan mengganti namamu di kontakku menjadi Ken tercinta.

'Tidak…tidak.. ini bukanlah Uchiha'

Aku pun menghapus kata tercinta yang tadi sudah aku ketik.

Baiklah aku akan mengganti namamu di kontakku menjadi Ken. Dan hei! Siapa yang menyarankanmu menggunakan wig berwarna merah seperti itu? Aneh! Kau terlihat seperti alien.

Send.

Drrt… Drrt…

Dan kulihat ponselnya bergetar. Setelah membaca pesanku, dia melirik tajam ke arahku.

"Hei! Sampai kapan kalian akan terus ber-sms-ria kemudian saling tatap seperti itu?" Suara Kakashi.

'oh shit, bahkan aku sampai melupakan sekitar'

"!"

End of Sasuke's POV

XxxxxX

Saat bel istirahat siswa-siswa kelas 11 A langsung menghampiri meja Sasuke dan Ken. Dan yang paling bersemangat adalah Naruto. Lelaki berambut blonde itu terlihat tersenyum lebar ke arah Ken. Ken pun membalas senyum itu. Sasuke dan Ken pun berdiri hendak ingin ke kantin bersama.

"Hey Ken! Kenalkan namaku Uzumaki Naruto. Kau bisa memanggilku Naruto" Naruto merangkul Ken.

"Hn. Namaku Ha-" Sasuke membekap mulut Ken.

"Saitou Kentaro" Sasuke kini menggantikan Ken menjawab pertanyaan Naruto.

Kali ini Deidara yang mendekat.

"Namaku Deidara, jika kau perlu sesuatu untuk membunuh musuhmu kau bisa hunbungi aku. Aku akan merakit sebuah bom untukmu hahahaha…" Deidara bergurau. Lelaki yang juga blonde ini memang sangat mengagumi benda berbahaya itu.

"Namaku Sasori"

"Hei Shikamaru! Perkenalkan dirimu pada siswa baru ini!" Naruto meneriaki Shikamaru yang sejak sebelum istirahat sudah damai di 'dunia' nya.

"Merepotkan!" Dia pun kembali melanjutkan 'kegiatan'nya.

Shikamaru memang tidak cocok menjadi pemeran 'putri tidur' dalam dongeng snow white. Bisa-bisa sang Pangeran mundur sebelum berniat membangunkannya.

"Jadi kau ini sepupu Sakura-chan dari Suna?" tanya Sasori.

"Ya, aku sepupunya Sakura. Aku pun sekarang tinggal di rumahnya" balas Sakura yang membuat suaranya lebih berat.

XxxxxX

Keesokan harinya Sasuke memulai sandiwaranya. Seperti biasa dia adalah orang pertama yang datang di kelas. Dan tak lama siswa-siswi pun silih berdatangan. Saat baru sampai di pintu kelas, mata Karin sudah berbinar ke arah Sasuke.

'cih, kau akan mundur setelah ini Karin' batin Sasuke. Memang dari awal Karin berniat menghampiri Sasuke ke mejanya.

"Selamat pagi Sasuke-kun" ucapnya manja.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

4 detik…

5 detik…

'krik' Sasuke tak juga membalas.

"Sasuke-kun sepulang sekolah kita nonton yuuk?"

Sasuke tetap mengacuhkan.

"Bagaimana kalau ke toko buku?"

Tak ada tanggapan.

"Taman kota?"

"Pantai?"

"Atau kau mau mengajakku ke hotel yaaa?"

Perkataannya kali ini sudah tidak bisa di tolerir.

PLAKK

Sasuke memang memegang prinsip 'Berlaku kasar kepada perempuan adalah pecundang' tapi ada pengecualian untuk wanita satu ini. Karin memang sudah keterlaluan. Dia terlihat memegang pipi yang baru saja di 'daratkan' tangan Sasuke.

"Sasuke-kun sakit tauuuu"

"KAU ITU KETERLALUAN! Mungkin kemarin-kemarin aku masih bisa menahan kesabaranku ini. Tapi kali ini tidak! Aku sudah muak denganmu. Jangan dekati aku lagi!" Kesabaran Sasuke runtuh sudah. Wanita ini menghancurkannya.

"Aku tidak akan berhenti mendekatimu Sasuke-kun!"

Tiba-tiba Ken datang. Dengan wajah polosnya dia mendekat ke arah Sasuke yang sedang kalap itu. Dia tidak menghiraukan pandangan kaget dari teman sekitarnya ke arah Sasuke.

"Ada apa sih Sas—"

'CUP'

Emerald itu membesar. Kaget. Dengan perlakuan bocah Uchiha satu ini.

'what are you doin' hey?' batik Ken.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

Berpisah. Sasuke melepaskan bibirnya itu.

"Sasuke-kun dan Ken-kun-?" Karin menatap Sasuke dan Ken tidak percaya.

"Ya! Kami pacaran!"

Semua mata menatap tak iya seorang Sasuke Uchiha yang tampan nya tak kalah dengan Dani Pedrosa si pembalap Honda juga Ricardo Kaka sang pemain sepak bola HOMO? Tidak mungkin. Ini pasti hanya mimpi Shikamaru atau halusinasi bodohnya Lee.

"Kalian serius? Oh god sepertinya dunia akan kiamat. Kaum adam memang hebat. Bahkan lelaki tampan sepertimu saja menyukai kaum adam juga" ujar Deidara.

"Ya, kami memang pacaran!" tukas Sasuke singkat. Membuat semua mata kini makin dibuat tercengang. Saat Naruto ingin turut andil menanyakan kebenaran ini. Kakashi datang dan membuat semuanya duduk di tempat masing-masing. Ken masih membeku di tempat. Bahkan dia belum duduk di kursinya.

"Kentaro, kau kenapa?" Pasti Kakashi bingung melihat muridnya masih tetap mematung tak bergeming bahkan saat dia selesai mengucapkan salam.

Ken pun tersadar. "Tak apa sensei. Aku baik-baik saja" Ia pun segera duduk di kursinya.

Jam istirahat, Ken langsung menarik Sasuke keluar kelas. Mencari tempat yang cocok untuk berbicara hanya berdua. Akhirnya mereka pergi ke atap sekolah. Yang sangatlah jarang dikunjungi murid manapun.

Ken menghempaskan tangan Sasuke cukup kasar.

"Apa yang kau lakukan Sasuke?" ucapnya kesal. Meminta penjelasan pada Uchiha di depannya.

Tapi Uchiha itu tak berkata apapun. Ia hanya menatap emerald itu dalam seakan lagi-lagi ia bisa berkomunikasi dengan emerald yang ada di depannya. Lama seperti itu, menunggu lelaki yang bukan 'lelaki sungguhan' di depannya mulai tenang.

"Maaf…"

"Maaf jika aku keterlaluan"

"Maaf jika hal yang aku lakukan tadi membuatmu terluka atau tersinggung"

"Itu aku lakukan agar mereka benar-benar percaya" tuturnya. Bahkan seorang Uchiha ini mampu menurunkan gengsinya di depan 'cowok jadi-jadian' di hadapannya. Sasuke membawa Ken yang tak lain dan tak bukan adalah Sakura kedalam pelukannya. Merengkuhnya lembut. Hingga gadis di hadapannya benar-benar tenang.

'deg…deg…deg' Jantung Sakura tak dapat terkontrol. Mereka berdetak tidak normal. Tentunya ini bukan kemauan yang punya.

Pelukan itu pun terlepas.

"Ya, aku mengerti" tukas Sakura singkat. Bahkan efek yang di timbulkan perlakuan tadi adalah emeraldnya kini hanya memandang ke lantai. Tak berani menatap lurus apalagi menatap onyx milik Uchiha di sebelahnya. Sementara itu, ada pihak ketiga yang mendengar percakapan mereka tanpa di ketahui keduanya.

"Jadi seperti itu"

TBC

Gimana? Aneh ya? == chapter ini aku merasa buntu banget -_- Ohiya maaf kalau chapter ini lama banget updatenya (ʃƪ˘˘.) (‾ʃƪ‾) (.˘˘ʃƪ)

Quota modemku habis -_- jadi aku harus pergi ke warnet terdekat (?)

Dan berhubung liburan sudah berakhir, mungkin aku nge-update nya agak lama.. Tapi aku usahain secepatnya kok~

Mind to review?

aya uchiharuno pinkyblue : ehehe terima kasih sudah baca ff ini~~ (̯┌┐)

Salam kenal juga.. emm panggil aku nisa aja.. HAH? Mau kamu fav? Serius? Woow makasih (˘⌣˘)ε˘`)

Akane Fukuyama : hehehe terimakasih udah baca chapter ini dan me review lagi~~ (̯┌┐)

Thia Nokoru : sebelumnya terimakasih udah baca ff ini~(̯┌┐)

Deidei Rinnepero13 : ehehehe makasih~ emm shipper sebenernya lebih tepat buat couple sih… masih ada typo yah? Gomen (‾ʃƪ‾) . semoga chapter ini enggak ada typo ~ ohiya terimakasih udah baca chapter ini~~

Miki Hyuga : emm sebelumnya terimakasih udah mau baca ff ini (̯┌┐) Salam kenal juga~~

Yusei'Uzumaki'Fudo : oooh gitu.. tapi aku masih bingung ini AU atau enggak *kicked sebenarnya ini setting nya di konoha.. tapi rada modern gitu.. dan bukan ninja-ninja an lagi -_- jadi menurut kamu di warning aku tambah au atau enggak? Maaf yah aku tanya-tanya terus (ʃƪ˘˘.) (‾ʃƪ‾) (.˘˘ʃƪ)

Dan terimakasih udah baca chapter ini~~

Hoshizuki Akari : wih sama~~ aku juga gak begitu suka sasuhina (‾⌣‾)

*maaf buat sasuhina shipper* #nooffense

Kok sama lagi sih? Aku juga anti yaoi wkwkwk…

Oke… Gaaranya aku simpen dulu(?) wkwkwk

Ohiya.. terimakasih sudah baca chapter ini~