Disclaimer : Naruto just Masashi Kishimoto's kalau ini punya aku mungkin akan berganti judul jadi Sasuke Sakura /plakk
Warning : OOC, typos, dan mungkin masih banyak lagi.
Main Pair : SasuSaku~~
Chapter 4 : Detected
Sebelumnya maaf kalau update nya lama (‾ʃƪ‾) sekolahku parah, hari pertama aja udah dikasih pr, terus hari berikutnya dan berikutnya juga. Terus aku juga harus ke toko buku, jadi pulangnya pasti jam 7 an -_- jadilah pr nya aku tunda dan numpuk. Makanya kemarin seharian aku ngerjain pr -_- #edisicurhat ehehehe..
Enjoy~~
3 days later~~
Sakura's POV
Penolakan itu mulai berdatangan. Semua mata kini menatapku sinis. Aku hanya bisa tertunduk diam. Aku hanyalah actor. Tidak bisa bertindak melawan sang sutradara. Tidak bisa menyanggah apa yang mereka bicarakan kalau itu tidak benar.
"Itu dia orang yang di kabarkan pacarnya Sasuke-kun."
"Iya, bahkan cowok itu juga tidak akan terlihat menarik jika di dandani seperti perempuan."
"Iya kasihan Sasuke-kun, pasti dia telah menyihir Sasuke-kun."
Bruk!
Aku menabrak seseorang.
"Sa..suke? Go..gomen.. aku tidak melihatmu."
"Bagaimana kau bisa melihatku kalau kau berjalan menunduk seperti itu?" Dari nadanya dia terlihat kesal.
"Gomen."
Sasuke terdiam. Dia terlihat menatap lekat ke arah siswi-siswi yang tadi sedang bergosip tentang aku dan Sasuke. Lalu perlahan dia menghampiri mereka.
"Kalian! Jangan pernah campuri urusanku dan Ken! Kalian tidak tahu apa-pun!" ucap Sasuke yang lebih terdengar seperti suatu bentakkan.
Dia pun segera menarikku menjauh dari siswi-siswi itu.
'deg'
Lagi-lagi debaran jantung ini berdetak tidak normal.
'Aku sebenarnya kenapa?'
Saat sampai di kelas suasana tak jauh berbeda. Karin lah yang paling mencolok. Dia menatapku sinis. Tanpa sadar aku berhenti melangkah. Membuat Sasuke kembali menengok kebelakang dan akhirnya tau apa penyebabnya. Lalu dia berbisik di telingaku.
"Anggap saja dia itu nenek yang sedang marah karena kita mengambil buah dari pekarangan rumahnya," bisik Sasuke. Membuatku tak bisa menahan senyum ini.
XxxxxX
Saat sepulang sekolah Sasuke mengajakku ke halte bus. Kenapa? Karena hari ini dia tidak membawa mobilnya. Kami pun berjalan ke halte yang terletak tidak jauh dari sekolah. Diluar dugaanku, disitu juga ada Karin dan Tayuya.
'Kenapa mereka ada di sini? Bukankah Karin membawa mobil sendiri?'
Sasuke nampak tenang dengan kedua headset di kedua telinganya.
"Hei kau!" Karin terlihat sedikit berteriak ke arahku.
"Aku?"
"Tentu saja kau bodoh!" Kali ini Tayuya.
"Bagaimana Sasuke-kun bisa menyukai mu? Dengan cowok sepertimu?" Karin.
"Ya, bahkan kau bukanlah cowok yang menarik" Tayuya.
"Aku rasa ada yang aneh dengan semua ini" Karin.
Aku hanya tertunduk diam. Hingga Sasuke menarikku menjauh dari wanita-wanita ini. Dia pun memberiku headset di telinga kirinya.
"Untuk apa?"
"Pakailah!" ucapnya.
Aku pun menurutinya. Memakai headset itu.
'Ini telingaku yang bermasalah atau memang dia tidak mendengarkan lagu apapun?'
"Emm kau sedang mendengarkan lagu apa? Aku tidak mendengar apapun."
"Memang!" ucapnya sembari menunjukkan ujung dari headset itu yang memang tidak tersambung pada apapun. Ipod maupun handphone nya.
"Lalu untuk apa?"
"Lebih baik kau berpura-pura tidak mendengar mereka dan membiarkan mereka berbicara sendiri seperti orang gila," ucapnya.
'Hm, betul juga' Aku pun memakai kembali headset yang tadi sempat aku lepas. Tak lama bus itu pun datang. Sasuke menarik tanganku untuk segera masuk kedalam bus yang cukup ramai itu. Dan memang hanya 2 kursi di belakang itu yang tersisa. Saat aku hendak duduk, Sasuke menahanku.
"Kenapa?"
"Kau duduk di sebelah sini saja! Kursi ini kotor," ucapnya sembari menunjuk kea rah kursi yang satunya. Aku melihat sekilas ke arah kursi yang hendak aku duduki tadi. Memang ada sisa es krim disitu. Aku pun memberikannya sebuah tisu untuk membersihkan kursi itu.
"Pakai ini!"
"Hn"
End of Sakura's POV
XxxxX
Mereka pun sampai di depan rumah Sakura. Sakura pun menarik Sasuke ke bangunan kosong yang berada tepat disebelah rumah Sakura. Sasuke menatap Sakura bingung.
"Kau mau apa?" Sasuke mundur tiga langkah.
"Kau fikir aku mau apa hah? Memperkosa mu? I-tu-ti-dak-mung-kin!" Sakura kesal.
"Akan sangat berbahaya jika aku pulang sebagai Ken. Bisa-bisa Kenzo Kenzi memukuliku karena mereka fikir aku ini penyusup," lanjut Sakura.
"Jadi?"
"Ya, aku akan selalu berganti seragam disini. Dan kau harus menemaniku!" jelas Sakura. Membuat rona merah sedikit menghiasi pipi Sasuke.
"Hmm..maksudku..itu karena aku takut berada sendirian disini! Kau tetap harus tutup mata saat aku berganti pakaian!" perintah Sakura.
"Hn. Terserah"
'Lagi-lagi seperti ini. Sasuke ini memang sulit di tebak. Kadang kau bisa bersikap sangat manis kepadaku. Tapi lebih sering bersikap dingin dan acuh'
Sasuke pun berbalik dan menutup matanya. Setelah selesai Sasuke pun segera meninggalkan Sakura.
XxxxxX
1 week Later~~
Sudah seminggu ini Sakura mengikuti saran Sasuke. Dia selalu menggunakan headset. Dan mulai bisa bersikap tidak perduli dengan omongan orang tentang dirinya. Saat sampai di kelas, suasana tidak berubah. Naruto tetap berisik. Sasuke? Jangan di tanya. As usual, berkutat dengan buku super tebalnya dan tidak perduli sekitar. Sakura pun segera duduk di kursinya.
"HEY! 2 JAM INI KAKASHI TIDAK MASUK! JADI KELAS KITA KOSONG SELAMA 2 JAM KEDEPAN! KITA BEBAS!" teriaknya dari depan kelas.
"DAN UNTUK PARA LELAKI, AKU PUNYA HAL YANG HARUS KALIAN LIHAT!" tambahnya.
'Harus kita lihat? Apa?' batin Sakura. Sakura dengan tampilan Ken itu sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Naruto. Sejujurnya dia ingin sekali melihat. Tapi satu-satunya akses untuk keluar adalah jika Sasuke juga turut melihat ke mejanya Naruto. Tapi kenyataannya? Sasuke tak bergeming.
"HEY SASUKE! KEN! KALIAN TIDAK INGIN MELIHAT?" teriak Naruto dari kursinya. Dia pun bangkit untuk menghampiri Sakura dan Sasuke. Lalu menarik tangan Sakura juga Sasuke.
"Aku tidak mau" tukas Sasuke sembari menghempaskan begitu saja tangan Naruto.
"Tapi..aku penasaran Sasuke" ucap Sakura.
"Kau akan menyesal melihat itu" Sasuke tak bisa menolak. Terpaksa ia pun ikut ke mejanya Naruto. Siswa-siswa itu nampak tidak sabar menunggu Naruto mengeluarkan Iphone nya. Lalu Naruto mengeluarkan Iphonenya dan segera memutar satu video. Dan rasa penasaran Sakura pun sirna. Dia lemas. Sasuke pun segera menangkapnya dan membawanya ke kursi kosong.
"Apa aku bilang. Kau akan menyesal melihat itu," ucap Sasuke. Tanpa ba-bi-bu lagi Sakura meminta Sasuke membawanya ke UKS.
"Antar aku ke UKS sekarang!"
Sasuke pun membawanya ke UKS. Sesampainya di UKS Sakura meminum segelas air yang baru saja di tuangkan oleh Sasuke dengan terburu-buru.
"Aku tidak menyangka kalian para lelaki menyukai video ' lelaki yang sedang menciumi leher wanitanya dengan sangat liar' yaks itu menjijikan" ucap Sakura yang lalu kembali meminum air di gelasnya.
"Itu Naruto dan lelaki lain! Aku tidak seperti itu!" tukas Sasuke. Seakan menyanggah ucapan Sakura baru saja.
'Bagaimana dia bisa begitu bodoh?' batin Sasuke.
"Umurmu berapa?" tanya Sasuke.
"16 tahun…tahun depan"
"Pantas saja"
"Pantas saja apa?"
"Lupakan! Ayo kita kembali ke kelas! Sebentar lagi bel!" ucap Sasuke yang meninggalkan Sakura.
"HEY TUNGGU AKU!"
XxxxxX
Hari ini seperti biasa Sasuke mengantar Sakura pulang. Seperti biasa juga ia harus menunggui Sakura kembali 'menjadi Sakura'. Namun betapa terkejutnya mereka saat hendak keluar dari bangunan itu. Seperti baru saja melihat hantu atau pembunuhan sadis. Namun sayangnya ini adalah fanfiction bergenre romance, bukan crime atau horror ck.
"Shi..shikamaru?"
"Ya, ini aku"
"Ahn itu.. a..aku..aku.."
"Tenang saja. Aku tidak punya waktu untuk memberitahukan teman-teman tentang hal ini" ucapnya tenang dengan kedua tangan di dalam saku celananya dan berjalan meninggalkan Sakura dan Sasuke yang masih shock. Tapi ia berhenti tiba-tiba, membuat aura buruk kembali menyelimuti Sasuke juga Sakura.
"Dan sebetulnya aku sudah mengetahui ini sejak seminggu yang lalu di atap sekolah." Dia berbalik badan dan kembali melanjutkan perjalanannya.
"Ahn..itu.. Dia memang tetanggaku. Rumahnya 1 blok dari sini. Tapi aku tidak menyangka kalau dia akan lewat jalan ini. Biasanya dia akan lewat jalan satu lagi," jelas Sakura.
"Hn. Aku rasa dia bisa dipercaya."
Sasuke pun melangkah ke arah mobil sportnya yang terparkir agak jauh dari rumah Sakura.
TBC
Aneh ya? Berasa enggak ada konfliknya di chapter ini -_-v
Mind to review? *wink
Karena aku lama update, aku kasih cuplikan chapter depan deh~
"Ibuku sudah meninggal.."
'Dia menceritakan masalah pribadinya lagi?'
Aku pun menyimak dengan serius.
"Serangan jantung karena waktu itu keluarga Hinata datang ke rumahku dan berniat untuk… membunuhku," lanjutnya.
"Saat di bawa ke rumah sakit, ia sudah tidak dapat di selamatkan…"
"Karena kejadian itu, aku sudah membunuh 2 orang," tambahnya. Ia menunduk dalam-dalam.
"Semenjak itu, ayahku menganggap akulah pembunuh ibuku…"
Kinomoto Riko : Kurang apa ? O.o
Fa-chan hime sasusaku : horee aku sudah update~ maaf ya aku lama updatenya (‾ʃƪ‾)
Hoshizuka Akari : Iya, Gaaranya aku masukin ke tabung pasirnya wkwkwk…
Hahaha yang ngintip bukan Gaara :p itu Shika wkwkwk abis aku rencananya mau buat sasusaku jadi lebih ada feel gitu. Chapter depan semoga si Gaara mau muncul XD
Deidei Rinnepero13 : ehehe iya itu udah ada yang aku edit. Tapi kalau yang belum ada (.) atau (,) nya berarti aku enggak tau itu harus di tambah apa -_- tapi Thank you ya sarannya~~
Miki Hyuga : Ehehe ini aku udah update~~ maaf ya lama *bow
