"A-ano Sasuke-kun kalau boleh tau kenapa da-darahku bisa menarik perhatianmu?"

"Aku juga tak tau pasti tapi saat pertama bertemu denganmu, aromamu langsung menarikku begitu saja."

"Apa semua vampire begitu?" aku tak tau kalau ternyata darahku ada efek begitu.

"Tidak. Ada 4 jenis darah yang diinginkan para vampire. Pertama, darah vampire kelas bangsawan karena darah juga daging kelas bangsawan dapat membuat para vampire atau pun manusia bertambah kuat. Kedua, darah vampire yang lebih kuat dari vampire itu sendiri. Ketiga, darah manusia yang masih murni walau telah dewasa. Keempat, darah orang yang kita cintai."

"L-lalu aku termasuk yang mana Sasuke-kun?"

"Ketiga mungkin."

"T-tapi waktu Kaa-sanku meninggal, aku mengkosumsi banyak obat tidur hingga tak mungkin darahku masih bersih."

Sasuke menyeringai. Terkadang aku tak begitu suka saat Sasuke menyeringai seperti ini. "Kalau begitu yang keempat dan kau milikku selamanya. Kau tak diperbolehkan menolak."

Eeehh...?

.

.

Disclaimer:

Naruto Created By Masashi Kisimoto.

Moonlight Eclipse Created By Tsubasa XasllitaDioz.

Warning: AU, OOC-maybe-, Typo's and Vamfic.

Pairing: Sasuke x Hinata, slight NaruSaku, SaiIno.

Summary: Kedatangan siswa baru bernama Sasuke Uchiha begitu menarik perhatian Hinata. Bukan karena Sasuke tampan bagai jelmaan dewa. Karena ada sesuatu yang terselubung di balik matanya yang pekat bagai lubang hitam itu menariknya. Dan ketika Hinata mengetahui kalau dia telah terjebak dalam dunia vampire, dia tahu tak akan ada jalan kembali.

.

.

.

-Chapter 3-

Tell Me the Truth.

.

.

Hinata tampak sibuk mondar-mandir di dalam apartementnya, membersihkan ruangan yang sebenarnya sudah bersih tetapi sangat kotor baginya. Entah karena sekarang matanya yang terlalu sensitif sehingga debu-debu yang terselip di tempat-tempat kecil pun terlihat olehnya. Serta hidungnya yang bertambah tajam hingga dapat mencium wangi sampah yang telah penuh di dapur. Hinata pun tak tau. Sementara Hinata tampak sibuk berbersihan, Sasuke tampak duduk santai menonton televisi dengan remote di tangannya. Mengganti chanel yang ada dengan cepat, sepertinya Sasuke memang tidak niat untuk menonoton acara yang di tayangkan chanel TV itu.

Setelah membersihkan seluruh apartementnya, Hinata melirik ragu Sasuke yang sedang bersantai sambil memejamkan matanya setelah bosan menekan remote TV di tangannya."Umm.. S-Sasuke-kun, b-boleh aku bertanya sesuatu?"

"Hn."

Hinata duduk di salah satu sofa di sisi Sasuke."Kenapa tubuhku tidak penuh dengan luka sekarang? Bukankah seharusnya luka yang di torehkan oleh Karin-san cukup parah?"

Sasuke menatap Hinata sesaat."Bukankah aku pernah katakan kalau itu karena darahku."

"Ya?" Hinata menatap Sasuke tak mengerti.

"Darah vampire mempunyai khasiat tersendiri bagi manusia dan vampire itu sendiri. Baik itu menyembuhkan luka, penyakit atau pun untuk penambah nafsu seks." Wajah Hinata memerah mendengar kalimat terakhir Sasuke."Apalagi kalau darah tersebut berasal dari vampire darah murni atau kelas bangsawan. Kau mungkin akan merasakan sedikit keanehan Hinata. Seperti pendengaran, penglihatan, penciumanmu dan indera lainnya akan bertambah tajam."

"Ya. Mungkin aku telah merasakannya. L-lalu apakah benar kalau manusia yang di gigit vampire akan berubah menjadi vampire. A-apa Sasuke-kun dulu manusia?"

Sasuke mengalihkan pandangannya kearah TV."Tidak. aku memang terlahir sebagai vampire kelas bangsawan klan Uchiha."

"T-tapi bukankah vampire tidak bisa melahirkan?"

Sasuke mendengus lalu menatap Hinata."Kau terlalu banyak menonton film. Kami vampire, hampir sama dengan manusia. Jadi kalau manusia bisa melahirkan kenapa vampire tidak bisa? Tetapi kebanyakan vampire hanya bisa melahirkan satu atau dua anak saja. Itu pun kalau kedua pasangan telah bersama hampir 50 tahun, minimal."

"T-terus Sasuke-kun anak ke berapa?"

"Ke-2."

"Lalu orang tuamu?"Sasuke menjawabnya dengan manatap Hinata kosong. Membuat Hinata langsung tersentak mengetahui kalau Sasuke tak ingin menjawab pertanyaan yang mungkin memiliki luka tersendiri di hatinya."Go-gomenasai, Sasuke-kun."

"Hn. Tak apa."

"Sasuke-kun, apakah benar rumor tentang gigitan vampire itu?" tanya Hinata berusaha mengalihkan topik.

"Benar. Tapi itu hanya berlaku bagi vampire kelas bangsawan saja. Hanya vampire kelas bangsawan yang bisa menginfeksi manusia menjadi vampire. Sedangkan vampire infeksi gigitannya tak berpengaruh apa-apa."

"Apa vampire awet muda?"

"Hn."

"Lalu umur Sasuke-kun berapa?"

Sasuke tersenyum."Kau tak perlu tau."

Hinata mengembungkan pipinya tak puas akan jawaban Sasuke. Membuatnya terliahat begitu menggemaskan di mata Sasuke."Bagaimana dengan perak? Apa itu bisa membunuh vampire?"

"Mitos. Manusia hanya mencari benda-benda yang mungkin dapat di jadikan senjata untuk melawan vampire."

"J-jadi kalau Sasuke-kun menggigitku aku mungkin berubah menjadi vampire?" tanya Hinata ragu-ragu. Seakan teringat sesuatu Sasuke merogoh kantung celana jeans hitamnya lalu mengeluarkan sebuah kalung perak yang sangat indah. Sasuke melingkarkan kalung putih dengan manik-manik bunga mawar disekelilingnya di hiasi bandul kalung berbentuk kipas lambang klan Uchiha di leher Hinata.

"Kalau dengan perak di tubuhmu itu dapat mencegah vampire kelas bangsawan sepertiku, untuk mengubahmu menjadi vampire."

Hinata tersenyum kecil melihat kalung yang begitu indah melingkar di lehernya. Selama ini Hinata tak pernah mendapatkan hadiah berupa perhiasan dari siapa pun. Hinata bukan tipe seorang gadis matrealistis yang menyukai benda-benda berkilau melekat di tubuhnya. Dia malah merasa risih. Tetapi kalung yang di berikan Sasuke berkesan kalau kalung itu memang di buat khusus untuknya. Hanya untuk Hinata.

"Arigatou Sasuke-kun. Ini sangat indah."

"Hn. Aku memang membuatkannya khusus untukmu. Hanya satu-satunya di dunia." Perhiasan khas Sasuke. Yang hanya ingin membuat Hinata hanya untuknya. egois? Memang. Sikap itu telah mendarah daging sebagai keluarga Uchiha.

"K-kalau begitu Sasuke-kun bisa meminum darahku dan tak perlu menahan diri lagi."

"Hn. Tapi hari ini aku telah kenyang," jawab Sasuke dengan tatapan menggoda ditambah seringai di bibirnya.

"Ke-kenapa?" entah kenapa tiba-tiba Hinata merasa gugup. Apalagi saat wajah Sasuke semakin mendekat kearahnya, membuat rona merah di wajah Hinata semakin ketara.

"Apa kau tidak penasaran kenapa tubuhmu tak bersisa darah sedikit pun padahal kau terluka begitu banyak?" ujar Sasuke berbisik di telinga Hinata."Itu karena aku yang membersihkannya. Dan ternyata aku cukup punya pengendalian diri walau darahmu hampir membuatku gila. Senang mengetahuinya."

Hinata tak dapat berkata apa-apa. Wajahnya yang memerah seperti buah tomat-salah satu makanan manusia yang cukup Sasuke sukai walau dia lebih menyukai darah yang mengalir dalam tubuh Hinata- membuat Sasuke merasa gemas. Tiba-tiba saja Sasuke menarik wajah Hinata mendekat dan mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Hinata. Hinata tampak terkejut awalnya, dapat dia rasakan bibir Sasuke yang dingin mulai bergerak di atas bibirnya. Melumat bibirnya perlahan ke dalam ciuman yang tak pernah dia bayangkanbahkan dalam imajinasi terliarnya sekali pun, membuat Hinata merasa ribuan kupu-kupu berterbangan didalam perutnya.

Sasuke menyukai sensasi saat bibirnya menyentuh bibir hangat Hinata, membuatnya menarik Hinata semakin dalam ke dalam pelukannya hingga tak ada lagi jarak di antara keduanya. Sasuke menggigit pelan bibir bawah Hinata membuat Hinata mengerang membuka mulutnya. Kesempatan bagi Sasuke untuk memasukan lidahnya untuk menjamah lebih jauh, mengabsen setiap gigi Hinata dengan lidahnya. Sensasi yang sangat berbeda tak pernah Sasuke rasakan sebelumnya dan entah kenapa Sasuke begitu terlatih berciuman padahal selama masa hidupnya ini dia tak pernah mencium seorang perempuan pun-kecuali Kaa-sannya, itu pun di pipi-.

Hinata mulai kehabisan napasnya bernia ingin menarik diri tapi tampaknya Sasuke belum juga berniat mengakhiri ciuman panas mereka. Sasuke lupa kalau Hinata manusia yang membutuhkan napas untuk hidup berlainan dengan vampire yang bernapas hanya untuk formalitas. Segalanya begitu membaur saat bersama Hinata bagi Sasuke. Akhirnya hanya satu cara yang terpikirkan Hinata untuk mengakhiri ciuman yang membuatnya sesak napas ini, yaitu dengan menggigit bibir Sasuke dan cara itu berhasil. Sasuke segera menghentikan ciumannya.

"Kenapa kau lakukan itu?" kata Sasuke dengan merengut lucu.

Wajah Hinata yang telah merah stadium akhir tampak mengatur napasnya putus-putus."I.. itu karena Sasuke-kun membuatku sesak napas karena ci.. ci.."

Sasuke menyeringai."Ciumanku begitu panas?"

Hinata hanya terdiam dengan wajah memerah dan menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang Sasuke. Dapat di dengarnya detak jantungnya yang sayup-sayup dia dengar dari jantung Sasuke. Membuatnya merasa nyaman seperti berada dalam pelukan Sasuke merupakan tempat yang tepat dan tercipta untuk Hinata.

"A-ano Sasuke-kun, setelah kejadian malam itu bagaimana keadaan Karin-san?" tanya Hinata khawatir.

Sasuke mendengus mendengarnya."Aku tak tau. Mungkin saja sudah musnah karena sewaktu aku menyuruh Sai dan yang lain untuk memeriksa tempat kemarin jasad Karin sudah tak ada. Padahal aku masih membiarkan jantungnya,"

"Memang apa saja yang dapat membunuh vampire?"

"Tidak banyak. Karena kami begitu kuat, cepat dan kemampuan memulihkan diri kami pun berbeda dengan manusia. Hanya dengan meminum darah vampire sampai habis atau menghancurkan jantungnya yang dapat membunuh vampire."

"Apa Sai-kun, Ino-chan, Naruto-kun dan Sakura-chan juga vampire?"

"Ya, kecuali Sakura. Naruto tak ingin Sakura berubah menjadi vampire sepertinya."

Hinata tertegun sesaat. Pantas saja Naruto sangat luar biasa di olahraga, kalau dia mempunyai kemampuan sebagai vampire sudah pasti fisiknya sangat kuat."A-apa mereka juga vampire kelas bangsawan sepertimu? Yang bisa menginfeksi manusia?"

"Hanya Ino. Yang merubah Sai menjadi vampire adalah Ino sendiri, membuat Sai mempunyai kemampuan khusus. Kalau kau ingin tau dia bisa membuat lukisan yang di buatnya bergerak keluar dari kanvas kalau dia ingin. Sedangkan Naruto salah satu vampire unik yang berdarah campuran. Ayahnya seorang vampire tetapi Ibunya manusia biasa, membuatnya mempunyai umur manusia standar tetapi meminum darah seperti vampire kebanyakan. Kehebatan lainnya lagi Naruto mempunyai kemampuan menyembuhkan diri paling cepat di antara kami dan mempunyai cakra yang luar biasa dalam tubuhnya," jawab Sasuke panjang lebar.

"A-apa benar vampire akan mati kalau terkena sinar matahari?"

Sasuke menatap wajah serius Hinata yang membuatnya kontan tertawa kemudian Sasuke berjalan keluar beranda apartement Hinata. Hinata pun ikut bangkit mengekori Sasuke dari belakang lalu mengambil tempat di sisi Sasuke yang bersandari di pagar beranda."Hanya mitos, tetapi memang kebanyakan vampire malas keluar saat matahari terik-teriknya. Membuat kami merasa silau dan tubuh terasa panas. Kecuali Naruto yang suka sekali berjemur itulah kenapa kulitnya berwarna coklat bukannya pucat seperti vampire standar."

Sasuke mengeluarkan sebuah gelang dari saku kemejanya-Sasuke kayak Dor*em*n aja. Banyak ngeluarin barang dari kantong-. "Pakai ini." Sasuke melingkarkan sebuah gelang di tangan kiri Hinata yang berbentuk bulatan rantai yang saling menjalin satu sama lain di hiasi mainan-mainan kecil berbentuk bulan dan sebuah kipas berwarna merah.

"Ini berguna saat kau dalam keadaan berbahaya seperti kemarin. Kalau gelang ini tersentuh darahmu sedikit saja aku pasti akan merasakannya dimana pun kau berada melalui ini." Sasuke menunjukan anting perak yang berukiran indah di daun telinga kirinya. Memanjang dari pangkal daun telinganya sampai ke bawah di hiasi rantai-rantai tipis.

Hinata menatap gelang yang ada di tangannya. Lagi-lagi perhiasan berkilau yang berharga mahal yang di berikan Sasuke. Apa vampire begitu boros ya? Atau memang suka pada perhiasan yang berkilauan."Arigatou Sasuke-kun. Tapi kalau boleh tau kenapa selalu ada kipas ini di kalung dan gelangku?"

"Itu lambang keluargaku."

"Umm.. A-ano apa dulu kau pernah tertarik dengan darah yang lain sebelum darahku?" tanya Hinata gugup.

"Tidak pernah selama aku hidup."

"Lalu k-kau meminum darah siapa?"

"Tergantung apa yang ada. Terkadang darah vampire, manusia yang sudah tak berguna atau kantung darah donor."

Hinata menatap Sasuke ragu."Apa dengan Karin-san juga pernah?"

"Pernah." Jawaban Sasuke membuat Hinata menunduk. Sasuke menyeringai saat melihatnya."Kenapa? kau cemburu Hinata-chan?" Sasuke berbisik lirih di telinga Hinata.

Wajah Hinata kontan memerah lagi. Apalagi mendengar Sasuke memanggilnya dengan sunfiks –chan dibelakang namanya."Ti-Ti..tidak ko...k a..a-aku ha-hanya.."

Sasuke terenyum lalu mengecup pelan Hinata tepat di bibirnya, membuat Hinata kontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya."I-ini ciuman keduaku Sasuke-kun."

"Bukan. Itu ciuman keenam."

"Ko..k? K-kapan?"

"Semalam saat kau tak sadarkan diri."Sasuke menarik Hinata kedalam pelukannya lalu menundukkan kepalanya agar sejajar dengan tinggi Hinata."Dan ini yang ke tujuh."

Hinata tak dapat berkata apa-apa lagi karena bibirnya telah terkunci dengan bibir Sasuke."Dan sekarang jangan menghitung lagi karena nanti dan seterusnya akan ada yang lebih banyak."

"Hn, asalkan Sasuke-kun i-ingat k-kalau aku perlu bernapas," ujar Hinata yang mengundang senyum Sasuke.

"Aku tak berjanji." Dan Hinata hanya bisa terbelalak mendengarnya.

.


.

Hinata mematut dirinya di depan cermin besar di kamarnya. Sambil bersenandung pelan Hinata memakai blazer serta dasinya.

"Kau lama sekali Hinata," bisik Sasuke lirih di telinga Hinata yang kontan saja membuat Hinata terkejut.

"S-Sasuke-kun bagaimana k-kau bisa masuk?"

Sasuke mengeratkan pelukannya di tubuh Hinata."Bisa dari mana saja. Jendela, pintu, beranda bahkan kamarmu ini pun bisa."

"A-apa kau berubah jadi kelelawar Sasuke-kun?" tanya Hinata tak percaya. Tentu saja karena kamar apartementnya ini ada di lantai 2.

Sasuke tertawa mendengarnya."Kau terlalu banyak nonton film Hinata. Kalau vampire bisa berubah jadi kelelawar saat itu aku perlu jubah untuk berubah."

"Benarkah?" tanya Hinata polos.

"Kau jangan terlalu mudah percaya Hinata." Sasuke menepuk pelan kepala Hinata.

"A-ano ada perlu apa Sasuke-kun kesini pagi-pagi sekali?"

"Aku mau menjemputmu. Kita berangkat sekolah bersama."

"Eh! M-memangnya tak masalah k-kalau kita pergi bersama?"

"Hn, memangnya kenapa?"

"T-tidak apa-apa hanya saja aku tak percaya kalau Sasuke-kun mau mengajakku pergi bersama padahal kemarin kau masih bersikap dingin padaku," ujar Hinata sambil tersenyum kecil dengan pipi merona. Melihat itu Sasuke tentu saja tak bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah Hinata. Ugh, sesuatu yang tak mampu Sasuke tahan lagi.

Kontan saja Sasuke menarik wajah Hinata mendekat padanya dan mendaratkan kecupan ringan di atas bibirnya. Hinata awalnya terkejut ketika Sasuke menciumnya tapi itu hanya sesaat baru kemudian Hinata memejamkan matanya, menikmati sensasi dari bibir dingin Sasuke. Hanya Hinata berharap kalau morning kiss ini jangan sampai membuat Hinata juga Sasuke terlambat masuk sekolah. Karena Sasuke sering lupa waktu kalau menciumnnya tetapi harapan hanya sekedar harapan karena Sasuke sepertinya tak cukup hanya dengan kecupan ringan di atas bibir Hinata kemudian Sasuke menarik Hinata ke dalam pelukannya.

.

.


.

.

"Ouji-sama, menurut laporan yang kami terima bahwa Karin-sama berhasil di selamatkan. Dan kami mendapat informasi kalau Sasuke-sama telah menemukan Matenya yang bernama Yukino Hinata dan ciri-ciri Hinata sama persis dengan Tuan putri yang di buang oleh Hiashi-sama. Apa tindakan selanjutnya Hizashi-sama?" ujar seorang shinobi bermata perak dengan duduk berlutut.

"Tidak ada. Kalian urus saja bagian Karin buat agar dia sehat secepatnya dan dapatkan informasi lebih darinya. Untuk menyelidiki tentang siapa sebenarnya Hinata itu, biar Neji saja yang akan mengurusnya," ujar Hizashi penuh wibawa.

"Baik Ouji-sama," sang shinobi itu menunduk hormat lalu pergi dari ruangan tuannya.

"Neji kurasa kau tau apa yang harus kau lakukan. Kalau Hinata yang itu benar seorang Heiress Hyuuga pastikan kalau dia dapat kau bawa kesini. Dan kalau bukan, bunuh dia tepat di depan mata Uchiha itu. Buat dia merasa mati berkali-kali," kata Hizashi dengan tetap melihat kearah luar jendela. Tanpa melihat pun dia tau kalau Neji berada di dekatnya, dalam bayang-bayang gelap ruangan yang tanpa pencahayaan sedikit pun.

"Baik Tou-san."

"Sudah saatnya kita menggusur kekuasaan Hiashi sebagai golongan atas. Kalau anak itu benar Hinata, putri yang diselamatkan Hiashi maka rencana kita akan segera sempurna. Dan tahta raja vampire akan jatuh di tangunmu Neji dan saat itu pastikan manusia hanya menjadi budak kita." Hizashi menatap Neji dengan yakin.

.

.

To Be Continue..

A/N: Chap 4 ME akhirnya update juga. Saat menyelesaikan ide terakhir chap ini saya sedang di kampus. Mumpung internet gratis jadi saya update sekarang, jadi maklum kalau ada typo atau EYDnya gak sempurna. Gomen juga gak bisa balas review yang kemarin. Dan buat yang nunggu That Autumn sekuel harap sabar ya. Idenya pada mampet nig, padahal endingnya udah di tentuin gimana.T^T

Dan jawaban tentang 'Dia' itu.. Jawabannya antara Hizashi dan Hiashi. Coba reader tebak siapa Dia yang di maksud Sasuke dkk. Yang bener dapat hugh dari HInata-chan dan juga Sai-kun deh..^_^

Mind to Review? Thank you and see you in next chapter...^_^W