Malam dingin di langit yang berawan. Sesosok manusia bersayap hitam membentangkan sayapnya lebar dan melesat maju ke sebuah goa yang entah dimana.
Di waktu yang sama, dua orang bersayap putih tengah berdiri memandangi kota dari atas. Tiba-tiba, muncul sebuah pintu besar dan mereka memasuki pintu tersebut.
Angel and Devil
By: Riiku Hikari
Disclaimer: Masashi Kishimoto
.
5: Akasuna no Sasori VS Uchiha Sasuke
.
Hinata dari tadi hanya melamun menatap bulan. Di Angel Land benar-benar berbeda dengan di bumi. Di bumi, bulan terlihat kecil, sedangkan di Angel Land, bulan terlihat cukup besar.
"Sejak tadi kau melamun terus," kata Sasori tiba-tiba.
"Tidak apa-apa," kata Hinata singkat, namun pandangannya masih tertuju pada bulan.
"Cih, kau masih saja bersikap dingin padaku ya. Sadarlah bahwa aku ini tunanganmu tau, sedikitlah lebih lembut," protes Sasori.
"Hn," kali ini Hinata meminjam kata-kata singkat, padat, dan tidak jelas milik Sasuke.
"Hah, sebaiknya kau istirahat sekarang. Besok jangan kecewakan aku ketika bertarung melawan Devil. Aku tidak sudi punya tunangan yang lemah," kata Sasori sambil meninggalkan Hinata.
"Kalau begitu besok aku akan kabur dan terus menghindari pertempuran," kata Hinata pelan.
Jujur saja, Hinata tidak mencintai Sasori sama sekali, begitu pula sebaliknya. Sasori hanya menganggap dirinya sebagai tunangannya saja, tidak lebih dan tidak kurang.
...
Sasuke terduduk di tepi jendela kamarnya, mengamati bulan yang nampak lebih besar di Devil Land. Sesekali ia menghembuskan nafasnya. Sasuke masih mengingat kelas saat-saat terakhirnya sebelum meninggalkan bumi.
Tiba-tiba, terlintas di kepalanya Angel berambut merah yang membunuh kedua orang tuanya serta kakaknya.
"Akan kubunuh dia," kata Sasuke geram.
Kemudian ia pun turun dari tempat duduknya tadi dan beranjak menuju sebuah lemari besar berlambang kipas merah, yang tak lain adalah lambang keluarga Sasuke. Dibukanya lemari tersebut dan Sasuke ambil isinya.
Sebuah sabit besar bertangkai hiatm keluar dari lemari tersebut. Jika dilihat-lihat, Sasuke menjadi mirip seorang dewa kematian.
"Dengan ini tidak akan kubiarkan dia dalam keadaan hidup," kata Sasuke sambil meneringai.
...
Pagi yang seharusnya cerah menjadi suram. Tidak ada cahaya matahari yang terang benderang, hanya ada awan hitam yang menghiasi langit. Di sebelah Timur, telah berkumpul pasukan Angel yang dikomandani oleh Tsunade, sedangkan dii sebelah Barat, ribuan pasukan Devil yang dikomandani Orochimaru siap untuk menyerang.
"Ini perang ke empat kita, Tsunade," ucap Orochimaru.
"Kupastikan perang ini akan selesai di tangan kami," kata Tsunade.
"Kita lihat saja nanti,"
Angin berhembus kencang, menambah suasana menjadi semakin tegang.
"MAJU!"
Kini hitam dan putih saling menyerbu. Satu sama lain saling mengadu senjata. Tak jarang juga mereka mengadu kemampuan khusus mereka.
Hinata terbang melesat melewati teman-temannya, juga musuh-musuhnya. Tak jarang ia menggunakan busur panahnya untuk membuka jalan. Sesuai perkataan Hinata tempo hari, ia lebih memilih menghindari pertempuran.
Lain cerita dengan Sasuke. Dia malah semangat menghabisi siapa saja yang menghalangi langkahnya, baik teman ataupun musuh. Yang ia tuju hanyalah Angel berambut merah waktu itu. Angel yang telah membunuh seluruh keluarganya.
Gerakan Sasuke yang cepat membuatnya lebih mudah untuk menghabisi lawannya. Kali ini dia sudah menghabisi sekitar tiga puluh Angel. Walau sudah sebanyak itu, tetapi Sasuke belum juga puas. Ia terus maju dan menerobos pertahanan para Angel.
Darah para Angel sudah membasahi sabit milik Sasuke. Tak jarang baju dan wajahnya terkena cipratan darah korbannya.
Di lain tempat, Orochimaru dan Tsunade masih betah mengadu senjatanya satu sama lain. Orochimaru dengan Pedang Kusanaginya dan Tsunade dengan tonfanya.
"Heh, sepertinya kau masih sama saja seperti dulu," ejek Orochimaru.
"Begitu pula kau!" Tsunade membalas ejekan Orochimaru.
"Aku yakin Devil kebanggaanku tengah mengamuk dan menghabisi pasukanmu," tambah Orochimaru.
Tsunade terdiam. Bukannya ia tidak bisa membalas perkataan Orochimaru. Pikirannya melayang ke sebuah perjanjian. Perjanjian yang dilakukan oleh Keluarga Hyuuga dengan Keluarga Akasuna.
'Seandainya tidak ada perjanjian itu,' batin Tsunade.
"Kenapa heh? Kau takut?" ledek Orochimaru lagi.
"Tidak sama sekali," balas Tsunade.
...
Sasuke terus menerobos pertahanan para Angel, hingga...
TRAANG!
"Devil yang menyusahkan,"
Sasuke mundur beberapa langkah, mengamati Angel yang tengah menyeringai ke arahnya.
DEG!
'Seringai itu,'
Sasuke semakin menelusuri Angel di depannya. Tudung putih dengan rambut merah.
"Kau,"
"Tak kusangka kita bertemu di sini, teman sekelas,"
"Akasuna,"
"Hahaha, yang lebih mengejutkan lagi, kau seorang Devil dari keluarga yang kubantai pada perang lalu. Kupikir aku sudah menghabisi semua Devil klan Uchiha," ucap Sasori sinis.
"Cih, akan kubunuh kau," kata Sasuke geram.
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku?" kata Sasori sambil mengeluarkan ribuan tombak yang entah muncul dari mana.
"Memanipulasi senjata rupanya," kata Sasuke.
"Yap, dan kita lihat, sejauh mana kau bisa menahan seranganku," kata Sasori sambil meluncurkan beberapa tombak miliknya.
Dengan cekatan, Sasuke menghindari serangan-serangan dari Sasori.
"Cih, kemampuanmu lebih merepotkan daripada si sulung Uchiha itu," ucap Sasori.
"Berisik," kata Sasuke sambil mengarahkan sabitnya ke arah Sasori.
TRAANG!
Beberapa tombak membuat dinding pertahanan yang membuat serangan Sasuke terhenti.
"Cih,"
"Hahahaha, masih terlalu cepat seribu tahun bagimu untuk bisa mengalahkanku, Uchiha," kata Sasori.
"Apa yang membuatmu membantai klanku, heh?" ujar Sasuke kesal.
"Heh, jika kau bisa melukaiku, akan kuberitahu kau," balas Sasori.
Sasuke langsung mengayunkan sabit miliknya dengan cepat, membuat tombak-tombak yang melindungi Sasori patah. Sasori dengan sigap mundur beberapa langkah agar tidak terkena serangan Sasuke.
Sasuke semakin menaikkan irama serangannya yang membuat Sasori sedikit kewalahan.
"Boleh juga kau, Uchiha. Tapi tetap saja kau adalah makhluk yang lemah di mataku," ucap Sasori sombong.
BRAAK!
Sasori tercengang. Sasuke tidak melukainya dengan sabitnya melainkan dengan tangannya yang dikepal.
"Kekuatan Devil berasal dari kebencian, aku berterima kasih padamu yang membuat kekuatanku menjadi berkali lipat," ujar Sasuke dingin.
Sasori hanya memegangi perutnya yang ditonjok Sasuke tadi. Menatap Sasuke dengan kesal.
"Sekarang, cerita!" perintah Sasuke.
"Cih. Menurut ramalan keluarga Akasuna yang akurat 100%, dikatakan bahwa salah satu anggota dari Klan Uchiha akan menghancurkan salah satu perjanjian yang amat menguntungkan bagi kami, Keluarga Akasuna. Karena itu, aku akan menghabisimu!" kata Sasori sambil kembali menyerang Sasuke.
"Siapa juga yang mau mencampuri urusan perjanjian keluargamu," protes Sasuke.
"Berisik kau, Uchiha," teriak Sasori.
Sasuke menghindari serangan Sasori yang semakin mengganas. Sesekali ia terkena goresan akibat serangan dari Sasori.
Merasa ada celah, Sasuke mencoba membalas serangannya. Lagi-lagi, tombak-tombak Sasori melindungi masternya. Walau begitu, Sasuke dengan liarnya menyerang tombak-tombak milik Sasori.
...
Hinata terus berlari tanpa arah. Entah kenapa ia merasa suatu perasaan yang aneh. Gelisah.
TRAK!
Gelang yang ia kenakan tiba-tiba retak. Tentu saja itu membuat Hinata kaget. Seumur-umur, Hinata belum pernah mendengar gelang turun-temurun yang –menurutnya- membawa sial itu rusak.
"Sebenarnya aa yang sedang terjadi?"
"Lihat, itu ada Angel!" teriak salah satu Devil.
Dengan cekatan Hinata langsung menarik busur panahnya dan memanah Devil yang menemukannya.
Setelah mengalahkan si Devil, Hinata segera pergi dari tempat tersebut. Ia benar-benar ingin menghindari pertempuran ini.
Tanpa disadari Hinata, ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia akan bertarung setelah belenggu yang mengekangnya hancur.
...
Sasori dan Sasuke kini sama-sama lelah. Mereka sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk saling bertarung satu sama lain.
"Heh, sudah menyerah, Uchiha?"
"Tidak akan,"
Mereka kembali mengadu senjata satu sama lain. Tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Bahkan serangan mereka semakin mengganas.
Sasori kini kehabisan tenaga untuk memperbanyak tombaknya. Melihat situasi yang menguntungkan, Sasuke langsung memanfaatkannya dengan bergerak cepat mendekati Sasori.
"Aku yang menang, Akasuna," kata Sasuke.
JLEB!
Sasuke menusuk Sasori tepat di jantungnya. Sasori memuntahkan darah dari mulutnya. Sasori benar-benar tidak menyangka ia akan kalah di tangan Sasuke.
"Ramalannya... Benar," kata Sasori lirih dan akhirnya berubah menjadi sayap-sayap putih yang terbang berhamburan.
Entah kenapa Sasuke teringat sesuatu. Jika ada Sasori berarti...
PRANG!
Sasuke kaget mendengar bunyi benda yang hancur. Ia angkat kepalanya dan ia dapati gadis berambut indigo panjang dengan sayap putih di belakangnya tengah memegangi tangan kirinya. Sasuke sangat mengenal Angel tersebut. Bagaimana tidak, ia mirip dengan...
Mata Sasuke terbelalak lebar mengingat siapa Angel di depannya tersebut.
"Sasuke-kun?"
"Hinata?"
To be Continue
Tralala... Chapter selanjutnya adalah chapter terakhir. Akhirnya kedua makhluk itu ketemu juga ya. Sebelumnya aku mau minta maaf karena chapter sebelumnya banyak banget salah ketiknya. Ada yang kehilangan huruf 'L' lah, judulnya yang seharusnya 'Angel and Devil' malah kebalik lah, ada beberapa kata yang hurufnya dobel lah. Maaf banget. Padahal itu udah kuedit-edit, ternyata masih ada yang miss TT_TT
Thanks banget buat keiKo-buu89, finestabc, Lollytha-chan, kumiko lavender haruna, dan uchihyuu nagisa yang sudah memberikan reviewnya. Aku akan berusaha meng-update chapter terakhir sebelum UTS sekolahku yang kira-kira mulai di minggu ke dua bulan Oktober ini.
Yap, cukup sudah. Sekian dan terima kasih serta mohon reviewnya...
