Title : Engagement

Rated : T

Disclaimer : Super Junior and SHINee belong to SMent, ELFs, Shawols, and GOD ^^ and the story belongs to me.. :D

Author : Iino Sayuri / Celi Sayuri

Warning : Genderswitch, judul nggak terlalu sesuai sama cerita, and suck at summary. Don't like don't read, and click the 'back' bottom on the left.


Annyeong, semuanyaaa ~ yakk, Celi dtg dengan chap 2! Haiss, sebelumnyaaa … aku bingung harus bilang apa, tapi ..

AKU PENGEN NONTON KIMCHI! T.T hiks hiks hiks.. tapi sayangnya, jarak yang memisahkan Surabaya dengan Jakarta sungguh begitu jauuuuuuuh sekali.. jadi hanya bisa gigit jari dirumah sambil bikin fict.. seenggaknya meredakan kesedihan lah, walopun hanya sekelumit.. sama seperti di chap lalu, vote-nya masih berlaku, dan aku masih berharap banyak yang review..

Nah, yasudahlah, author nggak banyak ngomong, SILAKAN DINIKMATI!

HAPPY READING! ^^

.

.


"Apa yang kau masukkan dalam kopinya, Minho?"

Minho tersentak. Jantungnya seakan melompat mendengar pertanyaan itu. 'Masa itu Eomma?' batin Minho bertanya. Ingin rasa penasarannya segera terjawab, Minho memutar tubuh perlahan ke arah suara. Mata Minho membulat sempurna begitu tahu siapa itu.

"Jongwoon! Jonghyun!" seru Minho sambil memeluk kedua adik kembarnya itu. "Harusnya kalian memanggilku 'hyung' tadi, pabbo!" lanjutnya sambil menjitak kepala Jongwoon atau biasa dipanggil Yesung. Yang dijitak hanya meringis. "Kok aku yang dijitak sih, hyung? Yang manggil tadi kan Jonghyun!" protesnya. Sebaliknya, Minho malah memeluk Jonghyun yang makin kekar, membuat Yesung memanyunkan bibirnya.

"Kapan kalian pulang, dongsaengdeul? Kenapa nggak memberitahu?" tanya Minho. "Baru tadi pagi, hyung.. Kami sengaja nggak memberitahu Appa dan Eomma karena-" ucapan Jonghyun terpotong teriakan histeris Kibum.

"Jongwoon! Jonghyun!" seru Kibum sambil menyongsong mereka berdua. Yesung dan Jonghyun segera memeluk Kibum manja. "Eomma ~ Jeongmal boggoshippo ~" rengek Yesung. Kibum mengusap kepala besar Yesung lembut. "Nado, chagi.. Nado boggoshippoyo.. My angels of voice!" kata Kibum sambil memeluk mereka lagi setelah melepas pelukannya sebentar tadi.

"Appa mana?" tanya Yesung penasaran, sekaligus kangen pada Siwon yang dianggapnya Appa paling tampan sedunia itu. Kibum tersenyum manis. "Entah kenapa Appa kalian mendadak ngantuk lagi pagi ini. Jadi ya, Eomma bawa kekamar.. Jangan dibangunkan ya? Tidurnya pulas sekali.." kata Kibum lembut pada Yesung yang mengangguk. Pandangan Kibum beralih pada Minho yang sejak tadi setia dengan kegiatannya iseng membuka-buka baju Jonghyun dibagian perutnya.

"Mau kemana, chagi? Tumben rapi?" tegur Kibum sambil menepuk pundak Minho. Minho spontan menghentikan kegiatannya. Matanya terbelalak saat melihat angka di arlojinya. Jam sepuluh.

"OMONA! AKU TELAT! Aku pergi dulu, Eomma, Yesung, Hyun! Saranghae!" Minho berlari menuju garasi, lalu melarikan mobilnya dengan kecepatan penuh ke jalanan, meninggalkan Kibum, Yesung dan Jonghyun yang kebingungan.

Yesung nyengir. "Minho-hyung nggak berubah ya, hyung? Masih saja suka mengucapkan kata 'saranghae' pada siapapun." Katanya pada kakak kembarnya, Jonghyun. Jonghyun hanya mengangguk sambil nyengir, kemudian mengambil kopernya.

Yesung yang lupa dimana meletakkan kopernya celingukan. "Nah lho, koperku mana?" gumamnya sambil matanya menelusuri tiap inchi ruangan. Matanya yang sipit sibuk mencari benda besar itu ketika bertemu dengan sepasang bola mata coklat terang milik salah satu maid di rumah itu.

Sejenak Yesung terpesona. Matanya melebar. Sangat pas dengan background lagu 'Hello' yang dinyanyikan Jonghyun dengan penuh penghayatan.

"Wookie," panggil Kibum lembut, namun cukup untuk membuat maid itu tersentak kaget. "Ne, Nyonya?" tanyanya. Kbum tersenyum sambil beranjak naik kelantai dua. "Tolong bawakan koper mereka,ya? Aku ke atas dulu.." Maid itu hanya membungkukkan badan tanda mengerti.

'Jadi namanya Wookie?' batin Yesung riang. Jonghyun menyanyi makin keras, membuat Yesung tak sadar mengucapkan kata 'hello' tanpa suara pada Wookie. Jonghyun menyudahi nyanyiannya, namun Yesung dan Wookie masih saja bertatapan, saling mengunci pandangan dalam pesona masing-masing. Jonghyun yang melihat mereka mulai risih sendiri. 'Tahu begini aku akan mengajak Jino ikut kesini.' Batinnya sebal.

.

Di tempat Minho dan Taemin

.

"Oppa! Kau lama sekali!" bibir Taemin mengerucut saat Minho membuka pintu mobilnya sambil nyengir merasa bersalah. "Ne, mian chagiya ~ Tadi duo angels of voice itu pulang nggak bilang-bilang.. Mian ya, chagii ~" rayu Minho. Tapi, mata Taemin keburu membulat saat mendengar nama 'angels of voice disebut'

"Jinjja, Oppa? Gimana kabar mereka? Baik-baik?" tanya Taemin semangat membuat Minho merengut. "Tadi kau bertemu denganku saja kau merengut. Giliranku menyebut mereka, kau yang gembira.." sahut Minho sedikit cemburu. Tahu Minho cemburu, Taemin cepat-cepat menggamit lengan Minho.

"Ne, Oppa.. Bagaimana kalau kutraktir es krim? Hitung-hitung, balasan karena membuatmu cemburu.." kata Taemin. Minho cepat-cepat menggeleng. "Aniyo! Aku yang akan mentraktirmu nanti, Taetem!" katanya membuat bibir Taemin makin mengerucut. "Lalu, kau mau apa sebagai balasan?" tanyanya. Minho tersenyum setan. "Cium." Seringai Minho makin lebar sementara Taemin mendadak pucat. "Yadong!" seru Taemin sambil menghempaskan Minho.

"Siapa yang yadong?" tanya suara halus. Minho dan Taemin spontan menoleh dan dilihatnya Key dan Onew berjalan berdua. "Ya! Sedang apa kau disini? Kukira tadi kau kekamar?" tanya Minho yang dibalas senyum setan Key.

"Aniyo! Bukan Key namanya kalau nggak bisa kabur dengan memanjat jendela.." jawab Key santai membuat Minho makin cengo. 'Memang kau dasar yeoja monyet..' batin Minho.

"Oppa ~ Ayo, main ke Lotte.." rengek Taemin sambil menarik kerah baju Minho, membuat namja tinggi itu sedikit sesak. Mata Key berbinar. "Jadi mau ke Lotte? Ikut, dong!" jerit Key sambil menarik-narik lengan baju Minho. Membuat Minho jadi terlihat seperti seorang kakak yang dipaksa adik-adiknya. Barusan Onew mau ikutan, Minho langsung melepaskan tarikan Key dan Taemin pada bajunya dengan sedikit frustasi.

"Ne, ne! Ayo semuanya saja sekalian ikut! Masuk ke mobil!" kata Minho membuat Key dan Taemin menjadi dua orang pertama yang sudah ada dibangku belakang mobil Minho. Onew nyengir lalu bersama Minho masuk ke mobil.

.

o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o

.

"Key-chagiii ~ Tungguin ~~" suara kelelahan seorang Lee Jinki terdengar. Langkahnya terseok-seok berusaha mengimbangi langkah sang kekasih, the Almighty Key. Keadaan Minho tak beda jauh. Hanya saja, jabatannya sebagai the Flaming Charisma melarangnya untuk ikut bersikap seperti Onew. Mau ditaruh dimana wajah Minho? Minho lebih memilih langsung duduk di salah satu bangku yang terletak nggak jauh dari tempatnya berdiri. Onew masih berjalan, berusaha menyusul Key yang masih melenggang bersama Taemin.

"Keeeeeeey~" panggil Onew untuk yang terakhir kalinya sebelum berbalik dan ikut duduk disebelah Minho. "Pabbo, sudah tahu Key jalannya cepat, masih dikejar!" Minho menegur Onew yang sedang mengatur nafasnya yang terengah.

Sementara, tanpa Minho dan Onew tahu, sejak tadi Taemin dan Key terjebak dalam pembicaraan yang rumit.

"Sudah kubilang, aku sebenarnya juga nggak mau bertunangan dengan Minho!" seru Key setengah membentak pada Taemin. Key sebal. Sudah berulangkali Key mengatakan bahwa dia nggak mencintai Minho SAMA SEKALI dan Taemin masih nggak percaya?

Taemin habis makan apa sih?

Pikiran Key melayang pada beberapa menit lalu.

.

=flashback=

Key sedang berjalan berdua bersama Taemin ketika ponsel Key berbunyi menyanyikan lagu 'Ring Ding Dong'. Key cepat-cepat mengambil ponsel hitam itu dan mengangkat panggilan masuk.

"Yeobseyo?"

"Yeobseyo, Key-chagi!" suara Kibum terdengar, membuat wajah Key dan Taemin yang kebetulan mendengarnya pucat seketika. Key menarik nafas sebelum membalas sapaan Kibum. "Nae, ahjumma?"

"Kau dimana, Key? Pulanglah, kita harus mengukur gaunmu, chagi.." kata Kibum. Key mendapati Taemin sudah menunduk dalam-dalam.

"A-Ano, aku sedang bersama hobae-ku, ahjumma. Mwo? Gaun apa?" tanya Key sambil mengerutkan kening bingung. Kibum tertawa diseberang sana. "Tentu saja gaun pertunanganmu, chagi." Jawab Kibum santai. Tapi cukup untuk mengingatkan Taemin tentang pertunangan namjachingu-nya.

Tes! Mata Taemin meneteskan airmatanya, membuat Key merangkulnya pelan. "A-Ano, ahjumma. Bisa kita bicarakan nanti saja? Aku sedang sibuk.." Key menutup panggilannya dan memeluk Taemin yang mulai menangis.

=flashback off=

.

Taemin masih menangis walaupun nggak bersuara. "Sudah kubilang, Tameminnie-chagi.. Aku nggak menyayangi Minho dan hanya mencintai Onew.. Kau ngerti, kan?" bujuk Key sambil mengelus rambut panjang Taemin. Tangisan Taemin terhenti, hanya menyisakan isakan kecil sekarang. Perlahan Taemin mengangkat wajahnya dan menghapus airmatanya.

"Benar kan, Key-eonni.. Eonni nggak mencintai Minho-oppa, kan?" tanya Taemin masih berusaha memastikan. Key memeluk Taemin. "Nae.. Eonni nggak mencintai Minho-oppa mu kok." Key tersenyum, lalu berbalik.

"Kajja, lebih baik sekarang kita balik. Aku jadi ingin lihat bagaimana tampang Onew dan Minho setelah tadi kita tinggalin begitu aja." ajak Key riang. Tangannya menggamit tangan Taemin dan wajahnya memasang senyum geli, membuat Taemin mau tak mau juga tertawa. Dihapusnya jejak airmata diwajahnya.

"ONEW! MINHOOO!" jerit Key keras diantara kerumunan orang-orang. Taemin menutup telinga rapat-rapat. "EONNI, BERISIIIIK!" Taemin balas menjerit. Key dan Taemin nggak tahu kalau Onew dan Minho memandang cengo kearah mereka.

"Itu beneran yeojachingu-mu?" bisik Minho pada Onew yang disambut anggukan. "Dan itu yeojachingu-mu? Nggak nyangka.." Onew balas berbisik. Minho mengangguk. "Ne.." Onew nyengir. "Nggak nyangka kalau udah gabung bisa kayak gitu."

"Minho-oppa, Onew-oppa, pulang yuk?" ajak Taemin, tetap sambil menggandeng Key. Mereka mengangguk, lalu berjalan ke mobil. Key dan Taemin berjalan dibelakang mereka. Taemin menarik Key lebih dekat dan berbisik. "Eonni, jebal. Bagaimanapun caranya, tolong batalkan pertunanganmu dengan Minho-oppa. Aku akan bantu, bagaimanapun caranya. Jebal.." pinta Taemin memelas. Key tersenyum maklum. "Nae, aku janji aku akan memikirkan caranya nanti malam. Jangan khawatir, Taemin.. Kita harus berhasil, HWAITING!" Key terlalu semangat membuat Onew dan Minho menoleh lagi.

"Apanya yang 'hwaiting', chagiya?" tanya Onew bingung. Key menggeleng cepat-cepat. "Aniyo, Onew.. Hehehe.." balas Key.

Tak berapa lama, Taemin dan Onew sudah diantarkan pulang ke rumah masing-masing. Hanya tinggal Minho dan Key yang tersisa. Keduanya terdiam selama perjalanan, menimbulkan suasana canggung yang asing.

"Key," panggil Minho yang cukup mengangetkan Key. "Nae, Minho-ah?" tanya Key. Minho menghela nafasnya.

"Kira-kira, bagaimana kita membatalkan pertunangan kita? Pertunangannya tinggal minggu depan.." keluh Minho sambil setengah menumpukan setir pada lengan bawahnya. Key menggigit bibir, mengingat janjinya tadi pada Taemin. "Molla yo ~ Masa kita harus mengacaukan semua pesanan yang sudah dipesan Kibum-ahjumma?" usul Key, setengah bercanda. Minho tampak menimbang-nimbang.

"Bukan ide yang buruk, kurasa. Nanti saja kita pikirkan cara yang lebih baik. Untuk sekarang, lebih baik kita langsung tidur. Aku capek." keluh Minho sambil melajukan mobilnya masuk ke pekarangan Choi Mansion. Minho dan Key bergegas keluar dari mobil.

"Annyeonghaseo ~ Aku pulang.. Ya! Choi Jongwoon! Apa yang kau lakukan disini?" dua kalimat terakhir Minho ditujukan untuk Yesung yang bersembunyi disemak-semak depan mansion sambil memeluk Wookie. Minho menarik paksa kerah baju Yesung. "Apa yang kau lakukan, pabbo dongsaeng? Sampai Appa tahu, kau bakal mati, tahu!" tegur Minho keras pada dongsaeng berkepala besarnya. Yesung hanya nyengir merasa bersalah.

"Aku tidak melakukan apa-apa! Tadi kami sama-sama terpeleset dan-"

"Ada masalah?" tanya Key yang mendekat ke arah mereka. Minho melepaskan cengkramannya pada kerah baju Yesung sementara Key menenangkan Wookie yang sedikit shock. "Nae, ayo masuk, Wookie."

Kibum menanti di ruang tengah bersama Siwon yang sepertinya baru bangun dari 'hibernasi'nya hari ini. Siwon melipat tangannya ke dada sambil sesekali bergumam 'Ada apa denganku hari ini?'. Kibum mengelus-elus pundak Siwon dan Wookie dengan sigap mengambilkan segelas air untuk Siwon. Jonghyun masuk sambil bermain PSP dan segera duduk disamping Siwon.

"Key, coba lihat kekamarmu." suruh Siwon setelah itu menenggak bulat-bulat air dalam gelas. Key menurut dan pergi kekamar tamu. Mata Key membulat begitu masuk kekamarnya.

"Appa! Eomma!" jerit Key yang luar biasa keras menggema didalam kamar besar itu. Jungsoo, eomma Key, langsung memeluk Key lembut. "Jeongmal boggoshippo, chagiya.." kata Jungsoo sambil melepaskan pelukannya pada Key. "Youngwoon? Tak mau memeluk putri kecilmu?" tawar Jungsoo. Key langsung berlari memeluk Appa-nya yang berwajah rakun. Setidaknya, begitu kata Jungsoo bila ditanya soal Youngwoon.

"Appa! Boggoshippo!" seru Key sambil memeluk Youngwoon erat-erat. Youngwoon balas memeluk putrinya. "Nado boggoshippo, chagi. Bagaimana kabarmu disini? Baik-baik saja, kan? Bersama Kibum-ahjumma dan Siwon-ahjussi?" tanyanya. Key mengangguk dalam pelukan Youngwoon.

"EHEM!" Jungsoo berdehem keras membuat Key dan Youngwoon melepaskan pelukannya. "Sepertinya kita harus beritahu dia, Youngwoon." kata Jungsoo. Youngwoon mengangguk.

"Chagi, pertunanganmu dilaksanakan sekitar dua minggu lagi, kan?" tanya Youngwoon. Key mengangguk. Instingnya menangkap sesuatu yang harus dikhawatirkan disini.

"Heechul-eonni, kau ingat eonni-mu, kan?" tanya Jungsoo. Key mengangguk lagi. "Tiga hari lagi, dia akan datang ke Seoul. Bagaimana kalau pesta pertunanganmu kita majukan jadi tiga hari lagi? Sekalian bertepatan dengan kedatangan Heechul dan suaminya, Hangeng. Bagaimana pendapatmu, chagi?" tanya Jungsoo sambil tersenyum, sementara Key membatu ditempat.

"MWORAGO?"

=TBC=


Huweeeee! Mian kalo Key aku bikin ceria terus disiniiiii ~ Mian lagi kalo alurnya agak kecepetan.. ~ mian lagi untuk semua ketidaksempurnaan fict iniii ~ bagaimanapun, manusia kan nggak sempurna.. *apa hubungannya coba?

.

bales review dulu deh..

.

Iid : hehehehe.. ini di chappie ini ada jawabannya, chingu.. ^^ ini juga udah lanjut kok, chingu.. minta reviewnya lagi ya, chinguu ~ ^^ lanjut lagi nggak nih enaknya? :D mohon pendapatnya, yaah ~ dibaca dong, kalo belum baca :P hehehe..

.

Kim TaeNa : eonni! :D ini yeppa tersayang-nya eonni udah muncul, jadi dongsaeng kembarnya jonghyun :D wkwkwk.. kayaknya terlalu maksa ya? ==' ah ya gapapa deh :D kkk ~ di fanfiction, segalanya mungkin..

Hehehehehe ~

Gimana, eonn? Lanjut lagi nggak nih enaknya? Mohon ripiuw-na lagiii ~ gomawoo ! *^^

.

Sana Uchimaki : hehehee.. gomawo atas pendapatnya, chingu ^^ ini udah ada chap 2 nya.. dibaca yaa? Gomawo ^^ tiap hari apdet? Ntar kalo udah liburan, author usahain deh, Sana-sshi.. ^^ iya sih kalo 2Min jarang ada.. yg banyak suju fict.. :p hehehe.. Ini aja idenya dapet waktu tidur2an dikamar.. Mian kalo nggak bagus ya, chingu..

Huweeee ~ Jeongmal gomawoyo buat readers yang sudah sudi meninggalkan jejak review di fict ini.. bila berkenan, Celi mau minta review lagi boleh? sama vote-nya masih berlaku.. soal sekuel itu ada yang mau minta nggak? Masih butuh banyak vote.. author lagi galau dan bimbang soalnya.. gomawo :)

.

.

A bucket of love,

Iino Sayuri_Celi Sayuri