Title : Engagement
Rated : T
Disclaimer : Super Junior and SHINee belong to SMent, ELFs, Shawols, and GOD ^^ and the story belongs to me.. :D
Author : Iino Sayuri / Celi Sayuri
Warning : Genderswitch, bisa menyebabkan konflik dalam hati.. :p Alur agak nggak aturan..
Keterangan : semua uke jadi yeoja, smentara seme2 tetep namja :) Pairing : 2Min, dan banyak slight-nya..
.
Haaah ~~ *regangin jari* aish ~ setelah menghadapi UTS, akhirnya ni ff apdet juga :3 ada yg nunggu nggak? *readers : nggaaaaak#pundung
Aish ~ buat yg nunggu chap 3-nya You, jeongmal mianhae, aku blm smpet publish sekarang T.T ide udah ada, tpi giliran Ms. Word yang mesti nunggu sekitar setengah jam buat ngebukanya T.T hiks.. hiks.. minta doa biar Ms. Word ku cepet sembuh, ne? :)
YESUNGdahlah, selamat mnikmati :D
Happy Reading and Enjoy! ^^
.
.
"Key! Chagiya! Jangan lakukan ini! Aku mencintaimu, Key! Dan juga calon anak kita, Key! Key! Jebal!" Sontak, semua mata diruangan itu menatap kaget pada sesosok namja yang masih memakai piyama, dengan rambut acak-acakkan dan wajah yang masih berantakan.
Onew.
Key melotot. "Onew?" serunya panik sambil berlari menghampiri Onew. Youngwoon dan Jungsoo melotot melihat Key menghampiri dan mengecup bibir Onew lembut. Jungsoo terhuyung melihat pemandangan itu.
"Oh, Tuhanku.." gumam Jungsoo untuk yang terakhir sebelum akhirnya jatuh pingsan dipelukan Youngwoon. Youngwoon meraup tubuh mungil Jungsoo dalam gendongannya sambil memandang tajam pada Key. "Ikut Appa.. Appa mau bicara sebentar denganmu.." kata Youngwoon dengan dingin. Key menelan ludah takut. Pasalnya, baru kali ini dirinya melihat Youngwoon semarah itu. Biasanya yang terlihat hanya wajah Youngwoon yang tersenyum hangat atau malah kadang tersenyum mesum kalau sedang menatap Jungsoo.
"Dan bawa juga namja itu.." tambah Youngwoon sambil berjalan dengan hati-hati kearah kamar tamu. Key menggigit bibirnya, kemudian menggandeng Onew masuk melewati tamu-tamu serta Minho dan pasangan Choi yang dari raut wajahnya sangat jelas terlihat kaget. Key hanya nyengir dan mengangguk sesekali pada tamu yang memandangnya dengan aneh. Tangannya masih menggenggam erat tangan Onew yang kini raut wajahnya berubah serius. Onew mempercepat jalannya, dan sekarang keduanya berganti posisi. Sekarang Onew yang menggenggam tangan mungil itu erat-erat, seolah meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keduanya berhenti sejenak didepan pintu kamar tamu yang ditempati Youngwoon dan Jungsoo. Onew menghela nafas kuat, kemudian, tangan kanannya mulai memutar kenop pintu sementara tangan kirinya masih menggenggam tangan Key erat.
"Permi—"
BUAKH!
Youngwoon memukul wajah Onew hingga namja itu jatuh tersungkur dibuatnya. Key refleks menjerit. Wajah Youngwoon memerah menahan marah. Youngwoon mendekati Key, lalu—
PLAK!
Key terkejut. Untuk pertama kalinya sepanjang hidupnya, Youngwoon menamparnya. Ya, Appa-nya sendiri menamparnya. Kening Key mulai berkerut menahan tangis. Key mundur selangkah. "Appa.."
"Sejak kapan aku mengajarimu untuk menjadi yeoja seperti itu, hah?" bentak Youngwoon penuh emosi. "Sejak kapan aku dan eomma-mu mengajarimu untuk bertindak seperti itu, hah? Hah?" bentak Youngwoon lagi. Kali ini pertahanan Key roboh. Sepasang mata kucing itu mulai meneteskan airmatanya. "Appa.."
Onew tiba-tiba maju dan merentangkan tangannya didepan tubuh Key yang terguncang ketakutan. "Mianhae, ahjussi.. Aku.. Aku…" Onew menggigit bibirnya, kemudian berlutut dihadapan Youngwoon. "IZINKAN AKU MENIKAHI KEY!" Onew berseru sambil menundukkan kepalanya. Memang, sungguh tidak pas untuk melamar kekasihmu saat dia ada pada detik-detik pertunangannya. Apalagi jika kau melamar dengan wajah kusut, dan masih memakai piyama lagi. Key memandang Onew kalut.
"Aku serius.." Onew membuka suara, memandang tepat pada manik mata Youngwoon, "Key… Key… memang hamil.." aku Onew terus terang. Onew merogoh kantongnya dan menunjukkan selembar kertas yang berlambang rumah sakit.
"Ingat saat kau check-up di rumah sakit dua minggu lalu, chagi? Aku mengambilkan hasilnya untukmu.. Dan aku benar-benar kaget saat melihat kertas itu.." Onew menunduk, "Ternyata perbuatan kita sebulan lalu membuahkan hasil.." Key benar-benar memerah saat Onew mengatakan kalimat terakhirnya. Youngwoon mengambil kertas itu dan melotot kaget. Youngwoon berusaha mengatasi rasa keterkejutannya dengan sedikit emosi.
"Itu hanya bercanda, kan! Tapi jelas aku masih tidak percaya! Aku ingin tahu, apa tujuanmu meneriakkan itu, hah? Dan kau, Key! Kau tahu kan eomma-mu sangat lemah! Dengan perkataan namja babbo satu ini, eomma-mu bisa saja sampai koma karena mendengar teriakan seorang namja yang mengatakan anak yeoja-nya hamil diluar nikah!" Youngwoon mengomel panjang lebar dihadapan pasangan itu. Sementara Onew dan Key hanya bisa menunduk dalam sampai sebuah suara kecil terdengar.
"Kangin.. Kangin-ah.." suara kecil yang terdengar lemah itu terus memanggil nama yang diberikan Jungsoo pada Youngwoon. Youngwoon cepat-cepat berbalik dan memeluk istrinya yang masih setengah sadar dan berusaha mendudukkan istrinya di ranjang. Tangan Youngwoon mengelus-elus pipi putih Jungsoo hendak menenangkannya. Kepala Youngwoon ditumpukan ke kepala Jungsoo walau tidak seluruhnya.
"Ne, yeobo.. Aku disini.. Aku disini.." Youngwoon menggenggam erat tangan istrinya, kemudian mengecup pipi Jungsoo lembut. Jungsoo sendiri hanya menerima perlakuan suaminya dengan pasrah. Namun, kedua matanya melirik pada Key dan Onew yang masih berdiri terpaku memperhatikan Jungsoo. Jungsoo menghela nafas pelan.
"Key-ah.. Dan kau, kemarilah.." panggil Jungsoo sambil melambaikan tangannya pelan. Key menggenggam tangan Onew dan menariknya mendekat pada Jungsoo.
"Ne, eomma.." Key berlutut, menyamakan tinggi eomma-nya diranjang dengan tingginya. Jungsoo memandangnya lemah. "Jelaskan padaku bagaimana bisa itu terjadi.." pintanya lemah. Key dan Onew berpandangan.
.
o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o
.
Siwon dan Minho masih melongo shock memandang pintu kamar tamu dan teriakan marah Youngwoon yang terdengar. Kibum—seperti biasa—berusaha menenangkan suaminya.
"Sudah, yeobo.. Tenanglah dulu.." bujuknya sambil memeluk pinggang kekar Siwon. Tapi Siwon tetap melongo, kemudian memandang Minho tajam.
"Eottokhae?" gumam Siwon kecil. Kibum mengernyitkan keningnya bingung. "Mwo?"
"Bagaimana bisa yeoja itu hamil sementara dirinya tahu dia mau bertunangan dengan anakku?" Siwon meledak. Kibum refleks melepaskan pelukannya takut. Minho mundur selangkah mendengar bentakan Siwon.
Hening beberapa saat..
Minho memberanikan diri maju menghampiri Siwon. "Appa, aku nggak tahu sama sekali Key hamil atau nggak.. Aku cuma tahu kalau Key memang sudah punya namjachingu.." Minho melirik Siwon dengan takut. Siwon melotot.
"Mwo? Jadi kau selama ini sudah tahu kalau Key punya namjachingu? Dan kau tidak bilang pada Appa-mu?" bentak Siwon sadis. Kibum maju menenangkan Siwon yang sudah terbakar amarahnya.
PLAK!
Ditamparnya pipi Minho membuat wajah Minho terlempar ke samping. Kibum menjerit kaget dan mengelus pipi Minho yang kini memerah karena tamparan Siwon.
"Siwon-ah! Apa-apaan kau? Menampar putramu sendiri!" seru Kibum sambil memeluk Minho. Kini sudah tak diperdulikannya panggilan khusus untuk suaminya itu. Siwon hanya memandang mereka berdua dengan tatapan tajam khasnya, kemudian berlalu begitu saja sambil melempar jas-nya ke lantai. Kibum memeluk Minho.
"Chagiya, gwaenchanayo?" Kibum menempelkan pelipisnya di pelipis Minho, menenangkan namja yang shock tersebut. Minho masih mematung ditempatnya.
"Eomma.." panggil Minho pelan. Kibum mengusap rambut Minho pelan.
"Ne, chagiya?" tanyanya. Minho memeluk Kibum erat. Menghirup aroma khas eomma-nya dalam-dalam.
"Aku mau pergi dulu.." kata Minho setelah beberapa lama.
.
o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o
.
Taemin lagi-lagi mengusap airmatanya. Sudah berapa kali dia menangis hari ini, Taemin tidak tahu. Kamarnya sudah penuh tisu dan foto Minho dalam pigura yang biasanya dipajang dikamarnya sekarang dipeluknya erat. Lagi-lagi airmatanya menetes. Dipeluknya pigura itu makin erat.
"Minho-oppa.. Minho-oppa.. Hiks.." Taemin lagi-lagi menangis. Taemin bisa mendengar Sungmin mengetuk pintu kamarnya lembut.
"Minnie.. Taeminnie.." panggil Sungmin sambil tetap mengetuk pintu kamar dongsaengnya itu. Hati Sungmin trenyuh mendengar isak tangis adiknya dari dalam kamar. "Taeminnie.."
TING TONG!
Bel pintu berbunyi. Sungmin menoleh sebentar, kemudian berjalan dengan gontai menuju arah pintu. Matanya membelalak kaget begitu mengetahui siapa dibalik pintu itu.
"Sungmin noo—"
BUAGH!
Sungmin dengan murka langsung menghajar sosok dibalik pintu itu yang ternyata adalah Minho. Yang menjadi sasaran amukan hanya bisa melongo antara heran dan kesakitan. Sial sekali Minho hari ini! Di rumah ditampar Appa-nya sendiri, sekarang dihajar Sungmin. Minho meringis menahan nyeri yang melanda rahangnya.
"Sungmin noo—"
"KAU! DASAR NAMJA JAHAT!" jeritan yeoja imut itu memotong kalimat Minho yang masih mengusap-usap rahangnya. Sungmin mulai menyatukan kelima jarinya lagi membentuk tinju, sambil menarik kerah baju yang dipakai Minho.
"PERGI KAU! KAU TAK TAHU KAN BETAPA MENDERITANYA TAEMIN HARI INI, HAH?" bentak Sungmin sambil kembali melayangkan tinjunya ke rahang Minho. Sedangkan Minho hanya diam saja menerima semua serangan dari yeoja itu. Minho merasa pantas menerima ini semua.
BUAGH!
"Ini karena membuat Taeminnie-ku menangis!" sekarang yeoja itu meneteskan airmatanya juga. Minho lagi-lagi hanya meringis menahan sakit yang makin mendera. Bisa dirasakannya bibirnya berdarah.
BUAGH!
"Ini karena kau tak menepati janjimu untuk menjaga Taemin!" Sungmin benar-benar dikuasai amarahnya sekarang. Tak dipedulikannya beberapa tetangga yang melihat perkelahian yang tak wajar ini. Seorang yeoja memukuli seorang namja dan bahkan namja itu tak membalas pukulan yeoja yang jelas-jelas terlihat lebih lemah darinya.
Sungmin bersiap memukul Minho lagi. Nyaris saja kepalan tangan Sungmin menyentuh rahang Minho lagi kalau saja Taemin tidak berteriak menghentikan kegiatan brutal Sungmin.
"Eonni!" Sungmin menoleh.
"Eonni!" Taemin berlari kearah pintu dan segera memeluk Sungmin dari belakang untuk menghentikan eonni-nya berbuat lebih jauh pada Minho.
"Jebal.. Stop, eonni.. Tolong hentikan ini.. Jebal.." Taemin memohon sambil memandang Sungmin dengan pandangan memelas. Sungmin masih tidak terima. Ditatapnya adiknya tajam.
"Aniya, Taeminnie! Namja ini sudah menyakitimu dan kau masih menghalangiku memberinya pelajaran? Hah! Jangan harap aku berhenti, Lee Taemin!" bentak Sungmin sadis, kemudian kembali melayangkan satu tinjunya ke pipi Minho yang sudah terlihat memar. Minho sendiri mulai terlihat kewalahan menghadapi tinjuan Sungmin.
"Eonni! Eonni! Hentikan!" airmata Taemin kembali meluncur tanpa dikehendaki. Sungmin sedikit terhenyak melihat airmata Taemin. Sungmin memandang nanar pada Minho sebentar, kemudian melepaskan cengkeramannya pada kerah Minho dengan kasar, membuat tubuh tinggi itu terbanting ke teras rumah kedua yeoja itu. Minho mengerang sedikit.
Sungmin memandang tidak suka pada Minho yang terbaring mengenaskan, kemudian berlalu masuk begitu saja.
Taemin menghampiri Minho yang sekarang berusaha berdiri. Airmatanya kembali menetes.
"Minho-oppa.. Oppa.. Hiks.. Wae? Kenapa kau datang? Bukannya kau—"
"Boleh aku menikahimu, Taeminnie?"tanya Minho sambil mengelap darah yang mengalir dari bibirnya, seraya berlutut didepan Taemin. Taemin melotot.
"Oppa… Bukannya kau—"
"Bertunangan? Kh. Aniya.. Itu hanya paksaan Appa.. Aku tidak peduli lagi sekarang. Yang kuinginkan hanyalah bersamamu. Sudah pernah kubilang kan dulu bahwa aku akan terus bersamamu dan menjagamu.." Minho meraih tangan Taemin yang masih kaget dengan lembut, "Saranghae.." Minho mengecup punggung tangan Taemin dengan mesra. "Jadi, eottokhae?"
"ANIYA!" belum sempat Taemin menjawab, sebuah kata keramat sudah meluncur duluan dari bibir tipis Sungmin. Sungmin berjalan pelan menuruni tangga beranda membuat Minho bersembunyi ketakutan di belakang Taemin. Sungmin makin mendekat sambil melipat tangannya.
"Tunggu sampai Taeminnie selesai SMA baru boleh.." sambung Sungmin dingin, kemudian berbalik dan mulai melangkah masuk lagi.
Minho melongo. Cengo. Taemin apalagi.
"Eon-Eonni… Serius?" tanya Taemin terbata. Taemin masih belum bisa mempercayai pendengarannya. Sungmin menoleh sedikit.
"Kau mau atau tidak? Kalau memang tidak mau, ya tidak usah!" balas Sungmin tajam. Taemin membelalakkan matanya gembira, kemudian berlari memeluk Sungmin erat-erat.
Sungmin sendiri hanya tersenyum kecil sambil membalas pelukan Taemin lembut. Tangannya mengelus rambut lembut adiknya. Minho yang melihatnya tersenyum lebar.
.
"Mwo? Jadi ceritanya seperti itu?" tanya Jungsoo dengan kaget saat Key dan Onew selesai bercerita. Youngwoon merangkul Jungsoo yang masih terbaring lemah.
"Sudahlah.. Jangan bangun dulu, chagi.. Kau masih lemah.." Youngwoon mengingatkan yeoja cantik dalam pelukannya itu. Jungsoo memilih menuruti perkataan suaminya.
Key menunduk takut. "Ne, kami memang berpacaran sudah lama, eomma.." Key meraih tangan Onew dengan gugup, "Aku mencintainya, eomma.." kata Key sambil menunduk makin dalam. Sementara Onew sendiri berusaha santai walaupun tak bisa dipungkiri, hatinya benar-benar gugup karena dipelototi oleh Youngwoon dan Jungsoo secara bergantian.
"Tapi… Kau sudah bertunangan, chagi.." kata Jungsoo lirih. Key mendongakkan kepalanya, "Aniyo, eomma.. Shireo! Aku hanya mencintai Jinki.. Eomma, kumohon mengertilah.. Aku mencintainya, eomma.."
"Tapi menikah tak cukup hanya dengan cinta, Key-ah.."
"Jinki punya pekerjaan.."
"Ani! Eomma nggak setuju.. Kecuali…"
"Kecuali apa, ahjumma?" Onew ikutan dalam pembicaraan itu. Jungsoo menghela nafasnya sebentar, kemudian menutup kedua matanya.
"Kecuali kau gugurkan bayi itu dulu, Key.."
-TBC-
Eottokhae? Jelek ya? jelek kan? ==' ngetiknya pas tepat setelah selesai UTS sih, jadi masih kebayang2 sama sosiologi dan kawan2nya itu -_- UTS PKn saya hancuuuur! *frustasi#numpang curcol ngg penting
Ne, mau bales2 review dulu boleh kan? :D boleh doong :p kkk ~
.
dewkaem : annyeong chingu :) gomawo sudah menunggu ^^ mian apdetnya luama buanget ==' authornya baru selesai UTS :D hehehe ~
.
Ilia funtimes : ne, kok bisa ya? O.o siapa sih authornya? *readers : kamu, babboooo!#tunjuk Celi* annyeong, chingu :D *lupa nyapa* ini udah apdet :D mian yah, lama banget ==' huks.. tuntutan sekolah.. T.T
.
Chilla : annyeong chingu :) gomawo udah mau baca :D ne, emang bener Key hamil :p kkk ~ yang ngehamilin? Si Onew dong :p *pletak* ini uda apdet, chingu :) mian yah, updatenya lama banget T.T sebenernya mau pake paket kilat sih, tapi ngg sempet ke kantor pos *duagh#ditendang ke kamar HaeHyuk
.
elfishy : annyeong chingu :) mian apdetnya lama banget soalnya seminggu lalu lagi UTS T.T huks.. sedih banget? jinjjayo? Padahal ini konsepnya humor lho sebenernya.. O.O nyasar ke sedih yah? Gomawo udah mw baca ya chingu :D
.
Ne, sekarang boleh giliran saya yang minta review? :)
