Title : Engagement
Rated : T
Disclaimer : Super Junior and SHINee belong to SMent, ELFs, Shawols, and GOD ^^ and the story belongs to me.. :D
Author : Iino Sayuri / Celi Sayuri
Warning : Genderswitch, bisa menyebabkan konflik dalam hati.. :p Alur agak nggak aturan..
Keterangan : semua uke jadi yeoja, smentara seme2 tetep namja :) Pairing : 2Min, dan banyak slight-nya..
.
Ne, setelah lama ngg apdet, akhirnya apdet juga :3 kkk ~ yah, silahkan dibaca aja :p
Happy Reading and Enjoy! ^^
.
.
"Kecuali apa, ahjumma?" Onew ikutan dalam pembicaraan itu. Jungsoo menghela nafasnya sebentar, kemudian menutup kedua matanya.
"Kecuali kau gugurkan bayi itu dulu, Key.."
Mata Key membulat shock menatap Jungsoo dan Youngwoon bergantian. Kemudian, menatap mata Onew dengan ragu.
"Ha-Haruskah itu, eomma?" tanya Key dengan lemas. Jungsoo mengangguk. "Ye, chagi. Tapi, eomma sama sekali tak melihat perubahan fisikmu ya? Juga, kau nggak muntah-muntah atau mengalami morning sick seperti yeoja pada umumnya?" selidik Jungsoo sambil memegang bahu putrinya.
Key mengangkat bahu, "Molla yo, eomma.. Aku hanya kadang merasa aneh sampai Jinki memberiku surat itu.." jawab Key.
"Mungkin sama denganmu, yeobo.. Bukankah dulu dua kehamilanmu itu juga sangat tenang?" kali ini Youngwoon yang menjawab. Jungsoo meraih wajah Youngwoon dan mengelus pipinya, membuat Key menggembungkan pipinya sebal.
"Ya! Eomma.. Appa.. Aku dicuekin, ya?" Key memanyunkan bibirnya sebal. Jungsoo dan Youngwoon kembali memfokuskan pandangannya pada anak yeoja semata wayangnya. "Ya! Pokoknya eomma nggak mau tahu, pokoknya kau harus gugurkan kandunganmu dulu.." Key sweatdrop dalam hati, 'Dasar.. Kalo diingetin aja jadi judes lagi.. Coba kalo nggak, bakal mesra-mesraan terus sama Appa..' batin Key.
"Ani, eomma.. Aku sudah bilang, aku nggak akan menggugurkan bayiku.." bantah Key tegas. Youngwoon berdiri, "Lalu, kau mau nama keluarga kita tercoreng, hah?" tanya Youngwoon tajam sambil membantu Jungsoo berdiri. "Ani.." jawab Key pendek. Onew menepuk bahu Key menyemangati kekasihnya itu.
"Lalu? Kalau kau memang tak mau itu terjadi, gugurkan bayi itu!" perintah Jungsoo mutlak, kemudian berlalu pergi begitu saja. Youngwoon memandang Key sebentar, "Lebih baik kau pikirkan dulu keputusan eomma-mu itu.." pesannya, kemudian berlari menyusul istrinya. Key menatap nanar pada lantai marmer putih tersebut.
Onew menepuk bahu Key dengan lembut, "Sudahlah, chagiya.. Pikirkan dulu keputusanmu.. Apapun keputusanmu…" Onew menghela nafas sebentar, "Akan kudukung.." kata Onew, kemudian ikut berjalan meninggalkan Key yang masih termenung sendirian.
'Benarkah aku hamil?' Key membatin tak percaya sambil mengelus perutnya yang masih rata.
.
"Ya! Apa yang kau lakukan tadi pagi?" Heechul menyentak yeodongsaengnya itu sambil berkacak pinggang. Di belakangnya, Hangeng hanya menahan pinggang istrinya itu dengan lembut, "Sabarlah dulu, chagi.." bujuk Hangeng sambil mengajak Heechul duduk yang langsung ditepis dengan kasar oleh Heechul. Sementara Onew mengkeret melihat Heechul yang marah berapi-api.
Heechul mendekati Key dengan mata menyala-nyala. "Kenapa kau mendadak kabur, Keeeey-ah?" Heechul mengguncang-guncang bahu yeodongsaengnya itu dengan kuat. Key hanya diam, tapi kali ini Onew bertindak. "Ya! Noona, jangan begitu! Kasihan anakku nanti.." kata Onew santai sambil melepaskan Key dari cengkeraman Heechul dan membawanya menjauh.
Heechul dan Hangeng melongo shock. "S-Shen me?" tanya Hangeng terbata tak percaya diikuti Heechul. "A-Anak? Apa maksudmu dengan anak?" tanya Heechul sambil mengguncang bahu Onew. Onew mulai nyengir gelisah. Bagaimanapun, dirinya belum siap untuk menjadi bahan utama hidangan pembuka bernama Sup Onew hasil karya Kim Heechul—Tan Xi Che.
"Jawab aku, Lee Jinki!" Heechul menoleh kearah Key dengan tega, "Kalau kau tidak menjawab, akan kucekik kekasihmu sampai mati!" Key berdiri, mau protes, "Ya! Hee-eonni! Kenapa aku yang—"
"DIAM, KIM KEYBUM!" Heechul membentak Key sambil tangannya mencengkeram kerah piyama Onew, membuat Onew sedikit terangkat ke udara. Onew menelan ludah kecut, tak disangkanya yeoja cantik dihadapannya ini punya kekuatan yang sebegitu mengerikannya. Key berdiri dan mengguncang lengan eonni-nya, "Eonni ~ Turunkan dia ~ Turunkaaan ~ Jebaal ~" Key memohon sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Heechul pada kerah piyama Onew. "Hee-eonni ~ Tolong turunkan diaa.." Key memohon.
Heechul menoleh kearah Key dan melemparkan tatapan sadis, "Jelaskan padaku apa yang terjadi dan akan kulepaskan namja bodoh ini!" kata Heechul dengan dingin, dan diiyakan oleh Key.
"Ne, jelaskan padaku.." kata Heechul setelah menurunkan—lebih tepatnya membanting—Onew ke lantai, sementara Onew hanya meringis-ringis menahan sakit di pantatnya yang berciuman dengan lantai. Hangeng membantu Onew berdiri.
"Ya! Ayo, jelaskan padaku!" perintah Heechul dengan galak sambil mengguncang kecil bahu Key, sementara Key hanya menunduk takut. Hangeng beranjak mendekati mereka berdua, "Yeobo, kukira adikmu takkan bicara kalau kau bentak begitu.." Hangeng menepuk bahu Key, "Bagaimana kalau kalian berdua keluar dulu sambil minum kopi atau jus atau jalan-jalan? Kukira itu akan membuatmu nyaman dan berani bicara.." saran namja China tersebut, kemudian kembali menghampiri Onew yng masih saja ngedumel tidak jelas.
Heechul dan Key terdiam selama beberapa saat, "Hmm.. Boleh juga.." Heechul menggumam sambil tersenyum kecil, kemudian menoleh kearah Key. "Key-ah.. Bagaimana kalau kita keluar? Sudah lama kita nggak keluar bareng.." Heechul menggandeng tangan adiknya seperti saat masih kecil dulu, "Ne, kajja, Key-ah.." sementara Key yang dari tadi hanya menunduk kini mengangkat wajahnya dan mengangguk riang.
"Ne, kajja.."
.
"Mwooo? Jadi begitu ya?" Heechul meminum jus jeruknya, kemudian mendesah tertahan, "Tak kusangka adikku akan mendahuluiku dalam urusan anak.." Heechul tertawa kecil, sementara Key hanya mengaduk-aduk jus strawberry-nya dengan gundah. Key meletakkan kepalanya keatas meja café.
"Akh.. Itu kan berarti eonni saja yang kurang berusaha.." Key terkikik pelan, "Lain kali lebih rutin, eonni.." saran Key sambil mengangkat kepalanya dan menatap Heechul yang bersemu merah. Heechul mengacak rambut panjang Key pelan. "Ne, sekarang aku ingin bertanya sesuatu padamu.." Heechul menggeser kursinya mendekat kearah Key.
Heechul mengelus perut Key pelan, "Kau benar-benar hamil?" pertanyaan pertama, dan Key mengangguk. Heechul menatap mata Key, "Kau mencintai Jinki?" pertanyaan kedua dan Key kembali mengangguk dengan cepat. Heechul menghela nafas, "Kau… Mencintai bayi ini?" pertanyaan ketiga dan Key terdiam. Ragu-ragu antara harus menjawab 'ya' atau 'tidak'.
"Eonni.." Key menggumam, "Aku… Aku tidak tahu.." Key mengelus perutnya, "Di satu sisi, aku menginginkannya.. Sebagai separuh nyawaku, tentu aku sejujurnya tidak tega membunuhnya.." Key menengadah, "Tapi, eomma dan appa…" perkataan Key terputus oleh setitik airmata yang mengalir turun dari mata kucingnya.
Heechul dengan sigap memeluk adiknya itu, "Sabarlah dulu, Key-ah.." Heechul mengelus rambut coklat Key, "Kalau kau benar-benar menginginkannya...pertahankanlah bayi ini, Key.. Bagaimanapun, kalau kau menggugurkannya... sama saja kau sudah membunuh satu nyawa.." jelas Heechul, membuat Key menelungkupkan kepalanya diatas meja.
Ragu dan bingung bercampur menjadi satu dalam benak Key. Key benar-benap pusing sekarang. Ya, benar kata Heechul. Jika ia membunuh bayi ini, tentu saja ia akan menjadi pembunuh—apalagi ini adalah anaknya sendiri, darah dagingnya.
Tapi...kalau ia mempertahankannya...
Key membayangkan kembali raut wajah Youngwoon yang benar-benar terlihat marah serta raut kecewa umma-nya.
"Eonni..." panggil Key pelan, membuat Heechul menghentikan kegiatannya mengutak-atik ponselnya.
"Ne, Key-ah?"
"Aku...akan mempertahankannya.."
.
.
Seorang namja mirip keroro kini sedang berdiri sambil meremas-remas tangannya dengan gelisah. Matanya melihat kearah bel kecil yang berada didepannya, dan kemudian memencetnya, masih dengan ragu-ragu. Setelah beberapa saat, mendapati tak ada tanggapan, Minho kembali memencet bel kecil itu, berharap Taemin—dirinya berada di depan rumah Taemin sekarang—akan mendengarnya.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian, terlihat bayangan Taemin yang dengan segera berlari kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Ne, nugu—"
GREP!
Perkataan Taemin langsung dipotong oleh Minho yang dengan sigap segera memeluk tubuh mungil Taemin tanpa aba-aba. Minho langsung menyurukkan wajahnya ke perpotongan leher dan bahu yeoja itu, membuat Taemin mendelik kaget.
"Ya! Minho-ya! Untuk apa kau disini? Bukankah kau seharusnya—"
"Tolong diam sebentar, chagiya.." Minho menghirup aroma tubuh yang sangat dirindukannya itu dalam-dalam, "Biarkan saja seperti ini.." pinta Minho sambil mengeratkan pelukannya. Taemin yang awalnya hanya diam, kini mulai beranjak membalas pelukan kekasihnya, lupa bahwa tadi pagi dia menangis hebat karena Minho.
Tiba-tiba Minho melepaskan pelukannya dan bergerak berlutut dihadapan Taemin yang menatapnya dengan mata makin membulat. "O-Omo! Minho-ya! Apa yang kau—"
"Jebal, Taeminnie.. Mianhamnida.." Minho dapat merasakan matanya memanas lagi, "Jebal, tolong maafkan aku ~ Tolong.. Aku sadar.. Aku... Aku—" kalimat Minho terpotong ketika dirinya merasakan Taemin memeluknya dengan lembut. Bahkan Minho dapat merasakan nafas yeoja itu yang berhembus pelan di lehernya.
"Gwaenchana, Minho-ya.. Gwaenchana.." Taemin mengusap punggung Minho dengan lembut, "Gwaenchana.. Aku sudah memaafkanmu, Minho-ya.. Tenanglah.." Taemin masih mengusap punggung namja itu saat tiba-tiba Minho memeluknya erat, membawa Taemin ikut terduduk bersamanya di teras rumah Taemin. Beruntung Sungmin belum pulang, Minho tak dapat membayangkan bagaimana reaksi Sungmin seandainya yeoja kelinci itu melihatnya dalam posisi begini.
Minho mengumpulkan nafasnya, memberanikan diri. "Taemin, ayo kita menikah!"
.
.
=TBC=
Yak, ini masih tbc (lagi) ==' #ngek
Yasudahlah, bales review dulu deh :3
.
Ilia funtimes : ne, seperti yg diatas, Key beneran hamil :p kkk ~ ne, gomawo ^^ review lagi ya? :p #plak
.
yani : dilanjut kok : ;) ini chap 6-nya udah ada :p
.
random person : kkk ~ dimana ada Onew, disana selalu ada Onew Condition :p #dilempar tofu
mian apdetnya lama, dulu2 lagi ngg ada feel bwt ngerjain ni ff :3 apdet-pun hasilnya pendek ==' jeosonghamnidaaa ~~ #180 degree bow
.
.
Ne, akhir kata, boleh minta review? :3
