God and Devil
By : Natsu D. Luffy
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Genre : Fantasy, Horror, Supernatural, Crime
Main Pair : Naruto x Hinata
Rated : T+
Warning : Abal-abal, EYD berantakan, OOC, OC, (miss) Typos, GaJe, AU
.
.
.
A/N : Yo, minna~! I'm back! With a new chapter and a new trouble -!-. Waduh, maaf kalo para readers kurang paham dengan iblis ekor 13 sama demogid. Ya, tentang istilah-istilah Yunani yang kiranya membingungkan akan saya jelaskan nanti di akhir chapter. OK, untuk menghemat waktu dan karakter, mari kita langsung ke cerita.
.
.
.
Chapter 3 : Meet
.
.
.
"Hooaahhhmmm… sudah malam begini kenapa Kaa-san malah menyuruhku pergi mencari gulali sih!" gumam Naruto dengan nada kesal sambil terus berjalan menyusuri jalanan kota Konoha yang mulai sepi karena memang malam sudah larut.
"Memangnya ini sudah jam berapa ya?" gumam Naruto dengan nada malas sambil melihat jam tangan yang tersemat di pergelangan tangan kirinya. "APA… ! Sudah jam 12 malam… !" jerit Naruto frustasi sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. "Mana ada penjual gulali jam segini… !" lanjut Naruto sambil menangis frustasi.
Bagai mimpi di dicium Hinata-?-, tiba-tiba saja wajah Naruto yang tadinya terlihat frustasi dan tidak memiliki semangat hidup, langsung tergantikan wajah berseri-seri dan penuh dengan semangat masa muda. Kenapa? Ya, ternyata, tepat di sebuah persimpangan jalan, tiba-tiba saja Naruto melihat seorang pedagang gulali yang tengah berjalan dengan santainya. Aneh? Ah, persetan dengan semua itu. Yang penting bagi Naruto sekarang, bisa mendapatkan gulali dan langsung pulang ke rumah tercintanya.
"Woy! Jii-san… ! Aku beli gulalinya… !" seru Naruto sambil berlari ke arah penjual gulali yang memang berada cukup jauh di depannya. Tapi seakan tak mendengar panggilan super keras Naruto, penjual it uterus saja berjalan hingga akhirnya berbelok ke arah hutan kota.
Melihat penjual itu berbelok dan masuk ke hutan kota, tanpa pikir panjang lagi Naruto pun langsung berlari mengikuti kemana arah penjual itu menghilang.
"Eh? Kemana orangnya?" ujar Naruto entah pada siapa sembari menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seperti orang hilang. Tanpa Naruto sadari, sekarang ia tengah berada di tengah hutan kota Konoha yang luasnya mungkin sebanding dengan wilayah kota itu sendiri. "Akh! Kuso! Aku kehilangan dia!" seru Naruto sembari berbalik dan berjalan ke arah dimana ia datang tadi.
"Hey nak, kau mau beli gulali?" Tanya penjual gulali tadi yang tiba-tiba saja muncul di belakang Naruto dengan muka menunduk.
"Eh? Ah, iya! Aku beli gulali yang besar satu!" Seru Naruto sembari memamerkan cengiran lebarnya saat ia telah berbalik kembali dan menghadap penjual itu.
Bukannya memberikan Naruto gulali, penjual tadi malah menjatuhkan gulali yang sedari tadi ia bawa di belakang punggungnya. Tiba-tiba saja, tubuh penjual gulali tadi langsung di selimuti api biru dan asap hitam pekat yang tebal.
"Eh? Ada apa ini?" seru Naruto bingung dan takut saat melihat hal itu di depannya. Kumpulan asap hitam pekat dan api biru itu terus membesar dan terus membesar, membuat Naruto semakin yakin untuk menjauh dari tempat itu.
"Waaa… ! Kabur… !" seru Naruto sembari berbalik badan dan langsung berlari sekuat tenaga. Tapi naas bagi Naruto, baru beberapa langkah ia berlari ia langsung jatuh dengan luka cakaran besar di punggungnya.
"Arrrgggghhhhh… !" jerit Naruto kesakitan saat merasakan punggungnya yang bagai tersayat pisau yang sangat besar. Karena merasa serangan itu berasal dari belakangnya, refleks, Naruto pun menoleh ke belakang. Dan seketika itu pula, mata Naruto terbelalak sempurna karena pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
Di hadapan Naruto saat ini, terpampang dengan jelas sesosok anjing raksasa dengan dua kepala dan dua ekor yang tengah menatap tajam ke arah Naruto. Setiap anjing itu menghela nafas, terlihat api biru yang keluar dari dua lubang hidungnya. Geraman yang dikeluarkan anjing itupun sukses membuat Naruto –ehm- kencing di celana.
"Cih, tak ku sangka bocah penakut sepertimu pernah membuat para Dewa Olympus angkat tangan." Desis anjing itu sembari bersiap mencabik Naruto dengan cakar raksasanya. "Matilah kau disini, bocah!" seru anjing itu sembari mengayunkan cakarannya kea rah Naruto yang tengah menundukkan kepalanya dalam.
'Ukh, sial! Kenapa aku? Aku tidak bisa bergerak! Tubuhku seperti… ingin mencabiknya.' Batin Naruto yang mulai kehilangan kesadarannya.
1 meter lagi sebelum cakar Orthus –anjing kepala dua- mencabik tubuh Naruto dengan sempurna. Tapi sebelum itu terjadi, tiba-tiba saja… *DDUUAARR* terjadi ledakan besar yang sepertinya berasal dari tubuh Naruto. Kontan saja, tangan kanan Orthus yang tadinya akan digunakan untuk mencabik Naruto, langsung hancur tak bersisa.
"Grrroaaahhhhhhhhhh" lenguhan penuh derita milik Orthus pun langsung menggema di seluruh hutan kota Konoha. Salah satu tangan kebanggaannya hancur sudah, tanpa menyisakan apapun. Bahkan serpihan tangannya pun hancur menjadi abu. 'Sialan bocah itu!' batin Orthus sambil menatap penuh kebencian tempat Naruto yang kini tengah di selimuti kabut hitam pekat.
Perlahan, dari dalam kabut hitam pekat itu, muncul sosok Naruto, tapi dengan penampilan lain. Matanya kini berubah menjadi hitam pekat yang memancarkan kebencian yang sangat mendalam di dalamnya. Kuku di tangannya pun telah bertransformasi menjadi cakar tajam yang seakan haus darah, dan gigi taringnya pun turut memanjang, menambah kesan mengerikan pada Naruto.
Tubuh Naruto kini di selimuti api hitam yang lumayan transparan, sehingga masih bisa terlihat sosok Naruto di dalamnya. Beberapa dari api hitam itu ada yang membentuk sebuah ekor besar di belakang tubuh Naruto, dan sisanya membentuk sayap di punggung Naruto.
*BLARRR* baru satu langkah Naruto maju, ia sudah di serang dengan telak oleh api biru dari Orthus. Api biru itu tidak hanya menelan sosok Naruto, tapi juga menghanguskan pepohonan di sekitarnya.
*DDUUAARRRR* tiba-tiba saja, dari dalam api biru itu, terjadi ledakan besar yang ternyata tak lain dan tak bukan disebabkan oleh sosok Naruto. Naruto menyingkirkan api biru itu dengan menghempaskannya menggunakan api hitam miliknya. Sontak, api biru itu langsung menyingkir dari tubuh Naruto. Tapi dengan itu pula, seluruh tumbuhan di taman kota langsung hangus tak tersisa, sedangkan Orthus, langsung terkapar dengan hanya tulang belulang yang tersisa.
"Arrrrrggghhhhh… !" tiba-tiba saja sosok Naruto barusan langsung mengerang penuh kesakitan sembari memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sangat pusing. Perlahan, api hitam yang tadinya menyelimuti tubuh Naruto masuk kembali ke dalam tubuh Naruto. Dan setelah itu, sosok Naruto yang kini telah kembali seperti semula itupun terkapar di tengah hutan kota yang mungkini kini telah berubah menjadi padang abu.
.
.
.
Natsu D. Luffy
.
.
.
Sasuke yang sedari tadi memejamkan matanya, kini kembali membuka matanya. 'Jadi dia, orangnya.' Batin Sasuke sambil tersenyum sinis. Perlahan, Sasuke bangkit dari singgahsana miliknya dan berjalan menuju pintu pembatas dunia bawah dan dunia arwah.
'Aku harus menemui seseorang.' Batin Sasuke sembari berjalan memasuki dunia arwah. Saat melihat sosok Sasuke memasuki dunia mereka, entah kenapa para arwah langsung berterbangan tak beraturan seperti sedang menghindari sesuatu yang berbahaya. Ah ya, tentu saja. Maklum saja, bukankah Sasuke adalah Demigod Hades?
Tak lama setelah itu, Sasuke pun sampai di depan sebuah penjara besar yang besarnya mungkin menyamai sebuah gunung. Aneh memang, di dunia arwah ada sebuah penjara raksasa yang bagian dalamnya terlihat sangat gelap.
"Stheno, aku butuh bantuanmu." Ucap Sasuke saat telah berada di depan penjara raksasa itu.
"Ssshhhh… Apa untungnya bagiku?" balas sosok yang tiba-tiba saja muncul dari balik gelapnya penjara itu sembari mendesis panjang.
"Aku ingin kau membuat semua makhluk yang ada di dunia ini menjadi batu. Atur skala kekuatanmu sekecil mungkin, hingga hanya makhluk biasa yang berubah menjadi batu. Jika kau berhasil, aku akan menghidupkan kembali saudarimu, Medusa." Jawab Sasuke tenang dan dingin, seolah tak merasa takut sedikitpun dengan sosok Gorgon yang kini berada tepat di hadapannya.
Mendengar perkataan Sasuke, sang Gorgon yang bernama Stheno itupun langsung menyeringai. "Jadi, kapan kita mulai ini, tuan?" Tanya Stheno dengan nada menggoda.
"Besok malam." Jawab Sasuke dingin tanpa mempedulikan nada menggoda dari sang Gorgon seraya berbalik dan menghilang dibalik kepulan asap hitam dan api birunya.
.
.
.
Natsu D. Luffy
.
.
.
"Naruto! Bangun… !" teriak seorang wanita paruh baya pada 'anak'nya yang kini masih terlelap dalam alam mimpinya.
"Akh! Anjing kepala dua!" jerit Naruto kaget saat pertama membuka matanya.
*DUAK*
"I-Ittai…" keluh Naruto sambil memegangi kepalanya yang saat ini telah bersarang sebuah benjolan besar berasap di atasnya.
"Rasakan itu, Baka! Ibu sendiri kau bilang anjing kepala dua!" seru wanita yang ternyata adalah Tsunade sembari berbalik keluar dari kamar Naruto menuju ke lantai bawah.
'Eh? Aku ada di rumah? Bukannya tadi malam aku… akh, sudahlah! Mungkin itu hanya mimpi. Ya, hanya mimpi…' batin Naruto sembari melangkah menuju kamar mandi.
.
.
.
"Ohayou, Kaa-san… !" sapa Naruto pada Tsunade sembari menuruni tangga menuju meja makan.
dan seperti biasa, bukannya menjawab, Tsunade malah menyuruh Naruto agar cepat-cepat menghabiskan makanannya dan segera berangkat ke sekolah. Salah? Mungkin agak. Ya, salahkan saja Naruto yang selalu bangun kesiangan sehingga harus buru-buru jika tidak ingin terlambat.
Setelah menghabiskan sarapannya, Naruto pun menyempatkan diri untuk bertanya sesuatu pada Tsunade. "Kaa-san… Tadi malam aku pulang jam berapa ya?" Tanya Naruto pada Tsunade yang saat ini tengah bersiap berangkat ke kantor.
"Ah ya, aku lupa mengatakan ini! Jangan mabuk-mabukkan lagi! Sejak kapan kau menjadi seorang pemabuk hah?" bukannya menjawab, Tsunade malah membentak Naruto. Naruto yang sedang malas membantah, hanya bisa mendengarkan ceramah panjang dari Tsunade sambil menggumamkan kata 'maaf'.
"Kaa-san belum menjawab pertanyaanku." Ucap Naruto saat melihat Tsunade akan berangkat ke kantor sebelum sempat menjawab pertanyaan utamanya tadi.
Mendengar perkataan Naruto, Tsunade pun langsung membalikkan badan dengan perempatan siku-siku di dahinya. "Kau tadi malam pulang jam satu dini hari sambil di bopong oleh seorang wanita yang mengaku temanmu gara-gara katanya kau mabuk-mabukkan! Puas?" seru Tsunade pada Naruto dengan nada luar biasa mengerikan, membuat Naruto langsung ngacir ke sekolah, melupakan sepedanya –lari-.
.
.
.
Natsu D. Luffy
.
.
.
"Hosh… Hosh… Hosh…" setelah berlari marathon sejauh 5 km menuju sekolah, akhirnya Naruto pun sampai di gerbang Konoha Senior High School dengan nafas yang terengah-engah dan keringat yang bercucuran di dahinya.
"Hoy, Naruto!" tiba-tiba saja seseorang menepuk pundak Naruto dari belakang, membuat Naruto langsung terlonjak kaget karenanya.
"Eh? Kiba… ! Kau mengagetanku, bodoh!" seru Naruto pada Kiba, yang hanya dibalas dengan cengiran tanpa dosa milik Kiba.
"Hey, kenapa kau terlihat seperti habis dikejar-kejar hantu, Naruto?" Tanya Kiba dengan nada heran saat melihat penampilan Naruto yang semrawut.
"Bukan urusanmu!" balas Naruto ketus sembari melangkah memasuki KSHS, meninggalkan Kiba yang terus memanggil-manggil namanya di belakangnya.
.
.
.
Natsu D. Luffy
.
.
.
"Woy, Naruto! Ikut ke kantin tidak?" ajak Kiba pada Naruto yang saat ini tengah membereskan buku-bukunya. Ya, ini adalah waktu istirahat bagi siswa-siswi di Konoha Senior High School.
"Tidak! Aku lupa minta uang saku!" seru Naruto menanggapi ajakan Kiba.
"Oh, kalau begitu aku ke kantin duluan ya!" dan dengan itu, Kiba pun langsung melesat menuju kantin sekolah.
.
.
.
Karena merasa bosan di kelas, akhirnya Naruto memutuskan untuk berjalan-jalan berkeliling sekolah barunya ini. Dan, akhirnya ia pun menemukan tempat ini. Sebuah taman yang berada di bagian belakang KSHS. Taman ini tidak terlalu rapi, karena mungkin jarang di urus. Keadaan disinipun sepi, tak ada siswa-siswi KSHS yang terlihat di taman ini.
Dan disinilah Naruto sekarang, duduk santai di bawah salah satu pohon yang berada di taman belakang KSHS. Udara yang sejuk di tambah suasana yang tenang, membuat Naruto dapat melupakan masalah rumit yang dihadapinya sejenak.
"N-Naruto-kun…" tiba-tiba saja, sebuah suara lembut khas seorang gadis, terdengar di gendang telinga Naruto. Refleks, Naruto menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
"Eh? Kau yang waktu itu aku tabrak di koridor ya?" Tanya Naruto saat menyadari sosok yang kini berdiri di hadapannya. Mendengar perkataan dari Naruto, gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sambil terus menundukkan kepalanya. 'Aneh' batin Naruto.
"Eh? Bagaimana kau tahu namaku?" Tanya Naruto agak kaget saat menyadari gadis di hadapannya ini mengetahui namanya, padahal ia belum pernah memberitahukan namanya pada gadis ini sebelumnya.
"N-Naruto-kun lupa d-dengan a-aku?" balas gadis itu sembari mengangkat wajahnya, memperlihatkan wajah cantik nan anggun dengan rona merah di sekitar pipinya, menambahkan kesan imut pada dirinya.
Sejenak, Naruto memperhatikan sosok gadis di hadapannya ini dengan seksama. Rambut indigo, mata lavender, pipi merona… 'sepertinya aku pernah melihatnya.' Batin Naruto sambil terus memperhatikan Hinata.
Melihat gelagat Naruto yang tak kunjung menunjukkan perkembangan, gadis yang ternyata adalah Hinata itupun mengulurkan jemari tangannya ke arah Naruto, berharap Naruto melihat dengan seksama apa yang tersemat di salah satu jarinya itu.
"C-Cintin dari N-Naruto-kun s-sudah muat." Lanjut Hinata sembari menundukkan kepalanya, menyembunyikan raut kekecewaan karena orang yang selama ini ia rindukan tidak mengingatnya.
Setelah melihat cincin rumput yang tersemat di jari manis sang gadis, sontak Naruto langsung membulatkan kedua matanya tidak percaya. "H-Hinata-chan…?" ucap Naruto tak percaya.
Sedangkab gadis yang ada di depannya hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan Naruto barusan.
*Greb*
Refleks, Naruto langsung memeluk Hinata erat, yang juga dibalas dengan pelukan oleh Hinata.
"Akhirnya kita bisa bertemu denganmu lagi, Hinata-chan. Aku kira aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan teman pertamaku ini…" ucap Naruto sambil terus memeluk erat Hinata.
Sedangkan Hinata, ia hanya bisa terisak kecil sambil bersandar di dada bidang Naruto dan terus memeluk erat Naruto. Tanpa di sadari keduanya, seorang wanita terus memandangi mereka dari kejauhan. Ya, seorang wanita. Wanita yang sama dengan wanita yang tadi malam membawa Naruto pulang ke rumahnya.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Glosarium :
1. Stheno
Dalam mitologi Yunani, Stheno adalah yang tertua sekaligus yang terganas dan terkuat di antara 3 Gorgon bersaudara. Stheno adalah makhluk dengan kuku dari kuningan, bertaring, dan berambut ular. Stheno termasuk kedalam Gorgon abadi bersama dengan adiknya, Euriale. Dikisahkan, Stheno bisa mengubah apapun menjadi batu hanya dengan tatapan matanya, bahkan jika itu Zeus sekalipun.
2. Gorgon
Gorgon adalah makhluk setengah manusia dan setengah ular yang mempunyai kemampuan untuk mengubah sesuatu menjadi batu hanya dengan tatapan matanya. Dalam mitologi Yunani kuno, Gorgon terdiri dari tiga bersaudara, yaitu : Stheno, Euriale, dan Medusa. Stheno dan Euriale adalah Gorgon abadi. Sedangkan Medusa bukanlah Gorgon abadi, tetapi awet muda. Karena tak bersifat abadi, Medusa berhasil di penggal lehernya oleh Perseus, dan dari darah yang mengalir dari leher Medusa itu lahirlah hewan mitologi Yunani lainnya, yaitu Pegasus.
.
.
Nah, ini penjelasan atau gambaran bagi pembaca yang belum jelas :
Uchiha Sasuke
Uchiha Sasuke adalah Demigod Hades. Artinya, ia memiliki semua kemampuan dan ingatan dari Hades. Di Chapter satu dijelaskan bahwa para Demigod Olympus kehilangan ingatan mereka. Tapi karena Hades tidak termasuk dalam 12 dewa Olympus, maka Demigod Hades pun tetap memiliki ingatan Hades. Dan karena ingatan dan kemampuan Hades semuanya terdapat pada Uchiha Sasuke, maka ia pun menjadi penguasa dunia bawah, walau dengan wujud manusianya.
.
Iblis ekor 13
Iblis ekor 13. Makhluk dengan wujud seperti manusia. Bedanya, ia memiliki ekor sebanyak 13 di balik badannya serta memiliki cakar dan taring yang tajamnya melebihi petir milik Zeus. Sekujur tubuhnya ditutupi api hitam abadi yang bisa membakar apapun di sekitarnya. Ia juga memiliki sepasang sayap yang lebar yang terbentuk dari api hitam di punggungnya. Kematian, kesengsaraan, dendam, dan kebencian senantiasa datang di setiap langkah kakinya.
.
12 Dewa Olympus
12 Dewa Olympus adalah dewa-dewa utama dalam mitologi Yunani Kuno yang tinggal di puncak gunung Olympus. Mereka terdiri dari : Zeus, Hera, Poseidon, Ares, Hermes, Hefaistos, Afrodit, Athena, Apollo, dan Artemis.
.
.
.
A/N : Nah… Gimana? Masih pendek ya? Gomen, belum bisa ngetik panjang-panjang. Soalnya saya masih agak asing dengan cara penulisan kayak gini. Tapi saya akan berusaha belajar cara penulisan kayak gini dan memperpanjang cerita. Saya sangat sangat sangat berterimakasih pada para pembaca yang sudah repot-repot menyempatkan diri untuk member feedback pada saya.
Special Thanks For :
Ilham S'EyeShield AKATSUKI
isimaru yamato
Wulan-chan
Dn
Aria
Megu-Megu-Chan
suka snsd
orangLewat
Shyoul lavaen
Rani iyura-chan ghetoh
Haru glory
A/N : Gimana? Masih kurang panjang ya? Akh, gomen… ToT
Saya masih belum terbiasa sama gaya penulisan baru ini, jadi gk bisa buat panjang-panjang, Gomen… T_T
Chapter depan saya akan usahakan supaya lebih panjang.
Dan itu tadi adalah nama-nama yang mendukung dan member semangat bagi saya untuk melanjutkan fict ini. Sekali lagi terimakasih banyak. Terimakasih juga untuk para silent readers yang mau meluangkan waktu untuk membaca fict saya. Jangan lupa mampir lagi!
Akhir kata, Keep Read and Review! SEE YA!
Author,
Natsu D. Luffy
