The Only Hope For Me Is you

Characters :

Skipper McGrath, Kowalski Bennett, Rico DiMaggio, James Private, Marlene Sullivan, Alfred Blowhole, Alice Victor, and Officer X

OC :

Flora McGrath as Skipper's sister

Disclaimer :

I'm not own The Penguins of Madagascar, it's belong to Dreamworks & Nickelodeon


...Kowalski menjabat tangan gadis itu, "hai, namaku Kowalski."

Kemudian Skipper berkata lagi, "And Kowalski, i present to you, Flora. She's my sister."

"Hai, aku Flora," kata gadis itu sambil tersenyum. 'Jadi gadis ini adiknya Skipper? Ia tidak pernah bilang padaku ia punya adik'... gumam Kowalski di dalam hati. Ia menatap gadis itu, mulai merasakan sesuatu yang berbeda di dalam dirinya. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Chapter 2 : Central Laboratory of Scientist Community

Pada pukul 11.15, Skipper dan Kowalski ditambah Flora, berangkat dari Grand Central Station. Mobil yang dikemudikan Skipper itu, sekarang menuju Central Laboratory of Scientist Community atau Laboratorium Pusat. Kowalski duduk di samping Skipper, sedangkan Flora duduk di kursi belakang.

Di samping Skipper, Kowalski dengan tenang tak bersuara, membaca sebuah buku besar super tebal. Kowalski membaca dengan serius. Kepalanya tertunduk karena sedang membaca dan hal itu membuatnya harus membenahi letak kacamatanya yang terus merosot dari batang hidungnya. Flora yang duduk di kursi belakang, memperhatikan Kowalski dalam diam. Sebenarnya, membaca buku hanya dijadikan 'alibi' oleh Kowalski. Ia berkali-kali melirik ke kaca spion dalam untuk menatapi sejenak bayangan gadis itu yang terpantul di kaca. Sampai akhirnya, Kowalski mendapati gadis itu yang juga memperhatikan dirinya. Flora langsung pura-pura tidak melihat, segera ia memandang ke luar jendela mobil. Begitupula Kowalski, dengan spontan ia mengalihkan pandangannya kembali ke buku. Ia dapat merasakan kehangatan berkumpul di pipinya dan ia tahu pipinya mulai merona merah.


Tanpa terasa, tak lama kemudian mobil mereka berhenti di depan gerbang sebuah gedung. Meskipun gedung bercat putih itu tidak tinggi, tetapi tanahnya sangatlah luas. Ketika mereka berhenti, seorang petugas keamanan mendekati jendela Skipper. Petugas keamanan itu berkulit hitam, sangar, berkepala botak, bertubuh besar, dan berkacamata hitam. Di atas saku kanan pakaiannya, tersemat tanda pengenal bertuliskan 'Officer X'. Nama yang cukup singkat. Petugas keamanan itu mengangkat alisnya tanpa berkata apa-apa. Skipper juga mengangkat alisnya, mengerti apa yang dimaksudkan petugas keamanan itu. Ia mengeluarkan ID Card tanda wali dari salah satu anggota Scientist Community. Officer X membenahi letak kacamatanya selagi mengamati ID Card milik Skipper. Setelah ia merasa yakin, ia mempersilahkan Skipper untuk mengendarai mobilnya memasuki halaman gedung Laboratorium Pusat.

Kowalski menutup bukunya. Ia mengeluarkan sebuah map dari tas yang ia bawa dan memeriksa isinya. Setelah ia merasa yakin semua yang ia perlukan ada di dalam map, ia pun membuka sabuk pengamannya dan menoleh kepada Skipper. Skipper mengangguk dan ikut membuka sabuk pengamannya.

"Tempat apa ini Skipper?" tanya Flora saat Skipper membuka sabuk pengamannya.

"Ini Central Laboratory of Scientist Community. Kami harus menyerahkan surat pengajuan atas eksperimen Kowalski yang baru," kata Skipper. Ia pun membuka pintu mobil untuk keluar, "kau tunggu di sini saja, Flo. Kami tidak akan lama.. eer.. kurasa."

"Okay, Skipper."

Skipper dan Kowalski keluar dari mobil. Mereka berjalan meninggalkan mobil menuju pintu masuk Laboratorium Pusat. Pintu otomatis terbuka ketika mereka melangkah masuk ke ruang pertama Laboratorium itu. Kowalski segera mendekati meja penerimaan tamu dan anggota. Ia menyerahkan sebuah kartu kepada seorang petugas yang kemudian memeriksa kartu milik Kowalski,

"Selamat datang, Mr. Bennett." Kata petugas itu dengan ramah seraya memberikan kembali kartu kepada Kowalski,

"Terimakasih," kata Kowalski yang kemudian mengambil kartu itu.

Laboratorium itu dipenuhi para ilmuwan, baik mereka yang sedang melakukan penelitian bersama, pengajuan eksperimen dan pengambilan tugas percobaan. Kowalski dan Skipper berjalan menuju lift. Mereka hendak menuju lantai atas untuk menyerahkan surat pengajuan eksperimen.


Lantai paling atas ini memang bagian gedung tempat penyerahan surat pengajuan eksperimen. Di sini terbagi ke beberapa ruangan. Setiap ruangan adalah milik para ketua kelompok ilmuwan. Ketika sampai ke lantai atas, Skipper dan Kowalski segera berjalan ke salah satu pintu. Di pintu itu tertulis nama 'ALICE VICTOR'. Ia adalah ketua dari kelompok ilmuwan dengan kode P394. Di samping pintu ada panel sidik jari pelacak identitas dan pengirim pesan suara ke dalam ruangan untuk memberitahu keberadaan seseorang yang hendak menemui Alice. Tak lama setelah Skipper mengurus panel sidik jari itu, secara otomatis pintu ruangan Alice terbuka, memberi mereka jalan untuk masuk.

Skipper dan Kowalski melangkah memasuki ruangan. Ruangan itu cukup luas dengan lantai kayu mengkilat. Pada rak-rak yang berdiri di tembok samping terdapat banyak berkas dan beberapa hasil eksperimen. Banyak juga berbagai jenis penghargaan yang terpajang di tembok ruangan itu. Alice sedang duduk di kursinya ketika mereka masuk. Di samping Alice, berdiri seorang ilmuwan lain. Ilmuwan itu, seorang pria berkepala botak. Sebelah matanya digantikan oleh sebuah alat yang membuatnya terlihat mengerikan. Sebelah matanya memperhatikan Kowalski dengan tatapan dingin.

Alice menyalami mereka dan mempersilahkan mereka untuk duduk, "kalian pasti membawa surat pengajuan eksperimen itu, bukan?" kata Alice sambil mengulurkan tangannya meminta surat tersebut,

"Ya, kami membawanya, " jawab Skipper. Kemudian, Kowalski segera menyerahkan mapnya kepada Alice. Sambil berdiri, Blowhole memperhatikan.

Alfred Blowhole, adalah salah satu ilmuwan terbaik Scientist Community. Ia bersaing berat dengan Kowalski dan mereka memiliki tingkat kegeniusan yang hampir sama. Mereka sering berselisih demi memperebutkan penghargaan atas eksperimen mereka. Sering kali penemuan milik salah satu dari mereka dijadikan terobosan baru oleh Laboratorium pusat. Meskipun memiliki tingkat kegeniusan yang sama, tetap saja Blowhole adalah seorang senior di Laboratorium itu. Sedangkan Kowalski, ia masih dalam tingkat junior karena ia belum lama bergabung dengan Scientist Community dan usianya yang masih dibawah 23 tahun.

Alice membaca surat pengajuan eksperimen milik Kowalski. Dengan seksama, ia mencermati penjelasan mengenai eksperimen yang diajukan. Dari raut wajah Alice, Kowalski tahu eksperimennya akan diterima, "baiklah Mr. Bennett, aku akan memberikan surat pengajuan ini kepada kepala pusat. Anda tunggu di sini saja," kata Alice yang kemudian berdiri, "Mr. McGrath, ikutlah denganku. Kau tahu tugasmu sebagai wali, bukan begitu?"

"Tentu, Mrs. Victor."

Kowalski menunjukkan wajah gembiranya. Ia berterimakasih kepada Alice yang kemudian tersenyum kepadanya. Skipper dan Alice keluar dari ruangan, meninggalkan Kowalski dan Blowhole di dalam ruangan. Kowalski bangkit dari kursi, berjalan mendekati jendela besar ruangan itu yang berhiaskan sebuah tirai tipis, mengamati Kota New York dari balik jendela itu. Sementara Blowhole, ia berjalan mendekati kursi Ketua Kelompok Ilmuwan yang kini diduduki Alice. Ia menyentuh kursi itu, kemudian dengan santainya ia duduk di sana.

"Bagaimana menurutmu, Kowalski, jika papan nama yang terpajang di pintu ruangan ini diganti menjadi 'ALFRED BLOWHOLE'? tanya Blowhole dengan nada angkuh.

Kowalski terbatuk dan berdeham, kemudian ia tertawa kecil, "heheh.. itu horror, Blowhole." Katanya sambil sedikit terkekeh,

"Begitukah?", Blowhole memutar kursinya menghadap Kowalski yang sedang berdiri membelakanginya, "menyerahlah anak muda, eksperimenmu kali ini tidak akan mengalahkan eksperimenku yang sudah kuserahkan lebih dulu. Lagipula penghargaan itu akan menjadi milikku lagi." kata Blowhole dengan nada melecehkan.

Kowalski mulai merasa kesal, ia pun berbalik. Kali ini menghadap Blowhole yang duduk tenang di kursi Alice, "kita lihat saja nanti, hanya karena pangkatmu senior, bukan berarti kau bisa dengan mudah mengalahkan seorang junior."

"Tentu aku bisa," Blowhole bangkit dari kursi itu, berjalan mendekati Kowalski dan menatapnya rendah, "karena aku lebih hebat darimu. Dan setelah penghargaan itu, ruangan ini akan kutempati dan menjadi milikku, dan kursi kepala pusat akan berada dalam genggamanku setelah kurebut ruangan ini dari wanita tua bangka itu."

"Hmmh.. kau tidak akan melakukan itu, dan kau tidak bisa melakukan itu."

Blowhole tersenyum licik. Kemudian, ia berjalan menuju pintu dan membukanya, "Aku akan melakukannya," ia berhenti berjalan dan menoleh kepada Kowalski, "meskipun nantinya aku harus mengambil jalan pintas."


A/N : di chapter 2 ini, aku pakai latar tempat buatan aku sendiri karena aku tidak begitu tau secara spesifik seluk beluk New York City. Chapter selanjutnya segera menyusul. RnR, Okay? ~