Chapter One
A/N : Saya langsung update begitu ada kesempatan. Makasih banget ya, yang udah bersedia mereview! Ya sudah, tanpa berlama – lama, mari kita mulai saja!
ViVa Warrior!
Disclaimer : Level 5
"Pembagian kelompok selesai! Jam ini silahkan kalian gunakan untuk berdiskusi dengan anggota kelompok kalian!Terima Kasih!" kata Natsumi, kepala sekolah Raimon Academy. Semua apprentice langsung berlari kesana kemari untuk mencari anggota kelompoknya.
"Yo! Kita sekelompok, Mamoru!" kata seorang cowok –sekali lagi, pemirsa, COWOK- dengan rambut turquoise panjang yang diikat ponytail. Satu matanya tertutup poni. "Hey, Ichirouta!" sapa Mamoru. "Jadi kamu, ya, wizard yang sekelompok denganku?" lanjutnya.
"Begitulah." Kata Ichirouta sambil menunjukkan sebuah kertas bertuliskan III (tiga). "Ayo, kita cari sisanya." Ajak Ichirouta. Tiba – tiba seseorang menepuk pundaknya.
"Kelompok tiga, ya?" kata seorang pemuda yang memakai google dan jubah berwarna merah. Mamoru mengangguk. "Kau anggota kelompok ini?" Tanya Mamoru
"Namaku Kidou Yuuto, dari divisi archer." Jawab orang itu sambil menunjukkan kertas seperti yang ditunjukkan Ichirouta.
"Aku Mamoru Endou, dari divisi monk. Salam kenal!"
"Aku Ichirouta Kazemaru, divisi wizard."
"Mana knight-nya?" Tanya Endou sambil melihat sekeliling, lalu melihat seseorang berjalan kearahnya dan berdiri disebelahnya.
"Shuuya Gouenji, dari divisi knight." Kata seorang pemuda dengan rambut putih yang entah kenapa bisa berdiri begitu. Saya sendiri heran, kok bisa sih rambutnya begitu padahal dia habis pake tudung jaket? Oke, abaikan yang tadi.
"Jadi kelompok kita sudah lengkap ya?" kata Mamoru. Merekapun mengakrabkan diri sambil menunggu perintah selanjutnya.
xxxxxx
"Mohon perhatian," kata kepala sekolah. Semua langsung memperhatikan. "Selama ujian kalian akan diawasi oleh seorang pengawas ujian. Mereka yang akan menilai kalian, dan jika keadaan sudah mulai bahaya, mereka baru mulai bergerak. Jadi jangan bergantung pada mereka." Natsumi menjelaskan. Tak lama kemudian, masuklah beberapa orang ke ruang pertemuan. "Pengawas lagsung saja ke kelompok masing – masing" kata Natsumi.
Setelah mendengar perintah dari Natsumi, seorang pria dengan eyepatch di mata kanannya berjalan kearah kelompok 33, kelompok Mamoru dkk. Sebuah pedang tersampir di pinggang sebelah kirinya. Sumpah, kalo saya bayangin Sakuma bawa pedang saya jadi inget sama Jiyu Nanohana*…
"Aku Sakuma Jirou, pengawas kalian. Ini peta kelompok kalian." katanya. Shuuya mengambil petanya dan mengamatinya.
"Maaf. Anda Master Knight, 'kan?" Tanya Kidou. Sakuma memandangi wajah Kidou lalu tersenyum. "Iya, kau benar." katanya. "Wah, hebat! Pengawas kita adalah seorang Master Knight!" seru Mamoru.
"Teman – teman," kata Gouenji tiba – tiba. "Ada apa?" Tanya Ichirouta sambil menghampiri Shuuya.
"Di satu – satunya kota yang kita lewati ini, ada trade center." Kata Shuuya sambil menunjukkan sebuah kota di peta.
"Itu bagus!" kata Mamoru semangat.
"Apprentice, uijan akan dimulai besok, dan waktu yang diberikan hanya 5 hari. Jadi siapkan diri kalian!"
xxxxxx
Matahari bersinar. Waktu menunjukkan pukal 9 pagi Semua apprentice berkumpul di halaman untuk memulai ujian kelulusan. Akhirnya, gerbang akademi dibuka. Semua apprentice bersiap.
"Baiklah, ujian kelulusan kita mulai… SEKARANG!" kata sang kepala sekolah. Apprentice pun keluar dari gerbang, memulai perjalanan survival mereka.
xxxxxx
"Setelah melewati hutan ini, kita akan tiba di dataran utara." Kata Ichirouta sambil membaca peta. Saat ini mereka hampir melewati hutan utara.
Sraak!
"Apa itu?" Tanya Yuuto. Yang lain langsung menoleh.
Sraak!
Semua ambil posisi bertarung. Hanya Sakuma yang masih diam. Akhirnya sesuatu itu menampakkan diri.
"Baru mulai saja kita sudah bertemu Serpentarius…" gumam Shuuya sambil menarik pedangnya. Yuuto bersiap membidik makhluk bertaring tajam dan bertanduk satu itu.
"Katanya di hutan utara memang banyak makhluk ini sih." Kata Mamoru. Ichirouta menoleh. 'Eh, kalau begitu jangan – jangan…"
Dan kekhawatiran Ichirouta menjadi kenyataan. 2 Serpentarius lain muncul di balik yang pertama.
"Hati- hati, racunnya bahaya." Kata Ichirouta sambil mengeluarkan staff-nya. Yuuto langsung menebakkan anak panahnya kearah salah satu Serpentarius, dan dengan sukses menancap di antara kedua matanya. Makhluk itu memekik, lalu bergerak dengan cepat kearah Yuuto dan hendak menyerang Yuuto dengan taringnya, tapi Yuto bia menghindar. Dengan cepat dia menembakkan anak panah yang lain.
"Menyingkir, Kidou!" terdengar suara Mamoru yang tengah berlari sambil mengumpulkan energi di tangan kanannya. Yuuto segera menyingkir, menyerang Serpentarius yang lain.
"Thunder Punch!" teriak Mamoru sambil meninju Serpentarius yang sudah diserang Yuuto tadi. Bisa terlihat aliran listrik di tubh makhlk itu karena serangan elemen petir.
"Hyper Kick!" Mamoru meyerang Serpentarius itu dengan sangat keras hingga makhluk itu tumbang. "Satu selesai!" kata Mamoru.
Di sisi lain, sementara Shuuya sibuk mengayunkan pedang ke Serpentarius, Ichirouta berdiri agak jauh dari situ, merapal mantra. "Wind Blade!" teriaknya. Saat itu juga Serpentarius di hadapan Shuuya mendapat serangan angina dari tiga arah. Namun meskipun tubuhnya terkoyak, dia tetap berusaha menyerang Shuuya.
"Sial, tidak ada celah untuk menyerang!" keluh Shuuya sambil menghindari serangan – serangan Serpentarius. Tiba – tiba Serpentarius itu memekik dan tumbang dengan 3 anak panah menancap di bagian belakang kepalanya. Shuuya mengedarkan pandangan dan mendapati Yuuto melamnaikan tangan kearahnya, mengajaknya menyerang Srepentarius yang tersisa. Shuuya tersenyum kecil lalu berlari mengikuti Yuuto.
xxxxxx
"Fuh, selesai!" kata Mamoru sambil menyeka keringat di dahinya. Seekor Serpentarius tumbang di belakang Mamoru. Kelompok 3 pun melanjutkan perjalanan.
Tapi tidak ada yang sadar kalau Serpentariu yang tadi terbaring di belakang Mamoru, kini mengikuti mereka.
"Eh, apa sebaiknya kita membawa Srepentarius tadi ke trade center?" kata Ichirouta yang dari tadi berjalan di depan sambil menoleh kearah Mamoru di belakangnya. Saat itulah dia melihat Serpentarius yang hendak menyerang Mamoru dengan taringnya.
"Minggir, Mamoru!" refleks, Ichirouta mendorong Mamoru dan akibatnya, dialah yang terkena serangan taring itu. Sakuma segera menarik pedangnya dan menghunuskannya ke tubuh Serpentarius itu hingga makhluk itu benar – benar tewas.
"ICHIROUTA!"
To Be Continued
*Jiyu Nanohana adalah karakter utama anme Jubei-chan
A/N : Haa… selesai sudah chapter ini…. Oh, iya, disini Natsumi, Genda, dan Sakuma itu lebih tua dari Mamoru dkk. ya… Baiklah.. Review, please?
