The Only Hope For Me Is You
Characters :
Skipper McGrath, Kowalski Bennett, Rico DiMaggio, James Private, Marlene Sullivan, Kitka Greyvander, Alfred Blowhole, Officer X, and Blowhole's Army
OC :
Flora McGrath as Skipper's sister
Disclaimer :
I'm not own The Penguins of Madagascar, it's belong to Dreamworks & Nickelodeon
Gelap...
...dan sesak...
Seakan beban yang begitu berat menimpa tubuhnya, membuatnya tidak dapat bergerak. Pikirannya kini melayang tak menentu. Kegelapan itu membuatnya tak dapat berpikir jernih, juga tidak memberinya kesempatan untuk menghirup udara.
"Somebody please... help me..." batinnya mengeluh.
Kini ia terperangkap di suatu tempat, yang bahkan ia tidak tahu dimana. Suatu tempat dimana bahaya terus mengikutinya. Dikelilingi orang jahat yang tidak ia kenal besama kroninya. Ia merasa tidak aman. Yang kini ia butuhkan adalah seseorang yang dapat menolongnya, yang menjadi satu-satunya harapan baginya.
Chapter 7 : Unintended
Flora dapat merasakan pusing di kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas dan tidak enak, luka di tangannya masih terasa perih. Ia terbaring lemas di lantai yang dingin, di sebuah ruangan suatu gedung tempat ia disembunyikan. ia terkunci di dalam ruangan ini sendirian. Rasa takut terus membuntutinya. Flora terus berharap Skipper, Kowalski, dan yang lain akan datang menolongnya, meskipun sebenarnya ia tidak dapat membantah kalau hal itu mustahil. Ia ingat saat Blowhole memberi perintah kepada anak buahnya untuk mencelakai Skipper dan yang lain, juga saat mobil Skipper terlempar ke dalam laut. Mungkinkah mereka selamat?
Flora mulai meneteskan air mata.
"Skipper... Kowalski... please help me," gumamnya sambil terisak.
Kemudian, ia mendengar seseorang membuka kunci pintu ruangan tempat ia berada. Flora pun berhenti terisak dan mulai berusaha untuk duduk, meskipun ia sulit bergerak karena diikat. Ketika pintu itu terbuka, seorang lelaki berkepala botak hendak masuk ke dalam ruangan. Blowhole, menutup kembali pintu itu ketika ia berangsur melangkah masuk.
Flora menatapnya dengan penuh kebencian dan rasa jijik. Blowhole hanya tersenyum licik melihat hal itu. raut wajah kemenangan terukir jelas di wajahnya yang mengerikan dan membuat muak.
"Kelihatannya bidadari kecil ini sedang bersedih, bukan begitu?" kata Blowhole ketika berjongkok dengan sebelah kaki berlutut di hadapan Flora.
"Apa maumu?" tanya Flora dengan suara gemetar karena marah,
Blowhole terkekeh dan menatap Flora dengan tajam, "aku hanya ingin melihat keadaanmu nona. Dan seperti perkiraanku, kau pasti sedang menagisi Kakakmu itu kan? Dan... oh, pacarmu. Sayangnya kau tidak bisa bertemu lagi dengan mereka."
"Dari mana kau tahu Skipper itu kakakku? Dari mana kau tahu tentang hubunganku dengan Kowalski?" tanya Flora dengan tegas.
Lagi-lagi Blowhole terkekeh mendengar kata-kata Flora. Kini ia beranjak berdiri dan kembali mengucapkan kata-kata menyebalkan dari mulutnya, "Hmmh, aku tahu semua tentang mereka, hanya saja mereka belum mengetahui kalau aku memata-matai mereka selama ini, nona."
"Kau jahat!"
"Bukan Blowhole namanya kalau tidak jahat, dan... sebaiknya kau berdo'a atas kematian orang-orang yang kau sayangi itu, nona."
"Mereka belum mati! Aku yakin mereka belum mati!"
"Oh ya? Tau dari mana?"
"Argh! Kau menyebalkan! Kalau memang kau yakin mereka sudah mati dan tidak akan kemari, mengapa kau masih menyekapku di sini? Kau tidak butuh aku kan? Yang kau inginkan sudah terwujud, lalu apa lagi yang kau mau, hah?"
"Hmmh, kau menanyakan alasan mengapa aku masih menahanmu di sini?"
"YA!"
"Berhubung tidak akan ada yang menyelamatkanmu kemari, aku tidak akan membebaskanmu begitu saja karena kau pasti akan melakukan hal yang nantinya malah menghancurkan rencanaku. Maka dari itu, aku akan menahanmu di sini." Kata Blowhole dengan suara yang memuakkan, "mungkin selamanya."
Flora terkejut mendengar jawaban itu, ia menatap Blowhole dengan tajam.
"Then you will be mine, baby." Lanjut Blowhole, yang kemudian berjalan menuju pintu.
"Wha-? Tidak! Tunggu, aku belum selesai bicara!" bentak Flora ketika Blowhole berangsur pergi. Namun, lelaki tua keladi botak super jahat + menyebalkan itu tidak mendengarkan. Blowhole mengunci kembali pintu ruangan itu dan meninggalkan Flora sendirian... lagi. Tetapi jika Flora diberi pilihan untuk diam di ruangan ini sendirian atau "ditemani" Blowhole, tentu sudah teramat jelas ia akan memilih sendirian di ruangan itu ketimbang berdua dengan manusia terkutuk seperti Blowhole.
"Damn!" keluh Flora. Ia benar-benar kesal dan tidak dapat berbuat apa-apa. Flora pun mulai merasa bahwa ucapan Blowhole benar. Skipper dan Kowalski tidak mungkin selamat dari kecelakaan itu. Mungkin mereka memang hebat, tetapi sangat kecil kemungkinan mereka dapat meloloskan diri.
Yang bisa dilakukan Flora sekarang, hanyalah tetap berharap...
'Where are you, Kowalski?' Gadis itu kembali meneteskan air mata, berkata di dalam hatinya, yang kini tengah gelisah, 'I need you now. I need you here, just to let me know you're still alive. But.. will you come to me? Will you save me and get me out of here? Will i meet you again? Will i...
Please... you are the only hope for me
.
.
.
.
.
Meanwhile...
"Angkat sekarang!" perintah seorang komandan kepada anak buahnya di atas sebuah kapal pengangkut. Anak buahnya itu segera menekan tombol dan menggerakkan alat penarik. Awak kapal itu, sedang berusaha mengeluarkan mobil yang terlempar ke dalam laut dalam kecelakaan beberapa saat yang lalu. Kini langit menjingga berangsur menuju senja, menunjukkan pergantian antara siang dan malam telah tiba. Meskipun begitu, tim penyelamat dan kepolisian baru berhasil mengevakuasi mobil yang terlempar masuk ke laut itu.
Marlene dan Kitka ada di sana, terus berdo'a akan keselamatan Skipper dan yang lain. Walaupun mobil itu sudah dapat dievakuasi, tapi tidak terlepas kemungkinan kalau penumpang di dalamnya tidak selamat.
"Tetaplah berdo'a Ms. Sullivan," kata Kitka berusaha membuat Marlene tetap tenang,
"Terimakasih Sherif," jawab Marlene dengan suara agak gemetar.
"Yap! Terus! Naikkan mobil itu!" teriak lagi sang komandan ketika alat pengangkut itu berhasil menarik mobil keluar dari air.
Marlene menutup wajahnya dengan tangan, tidak berani melihat keadaan di hadapannya. Sedangkan Kitka, mempersiapkan diri dan mendekat ketika mobil itu sudah dievakuasi ke atas kapal pengangkut.
"Phil, laporkan keadaan." perintah Kitka dengan suara lantang kepada anak buahnya yang baru saja melihat keadaan mobil yang setengah hancur itu.
"Sherif, kurasa kita bisa menyatakan penumpang hilang," ujar anak buahnya itu.
"Apa maksudmu?"
"tidak ada siapa-siapa di dalam mobil itu, Sherif. Kita hanya menemukan mobilnya."
"Tidak... itu.. itu tidak mungkin!" Kitka terkejut mendengar laporan anak buahnya itu. Ia segera mendekati mobil itu dan sedikit tidak percaya ketika melihat mobil itu kosong. Seorang petugas pengevakuasi hanya menggelengkan kepala ketika Kitka menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya.
Kitka berbalik, berusaha melihat Marlene yang berdiri diantara para petugas. Dan ketika Kitka melihat Marlene yang menatapnya dengan khawatir, ia pun hanya bisa menatapnya balik. Kitka hanya bisa terdiam membisu. 'Apa yang terjadi kepada Skipper dan yang lain? Bagaimana mereka bisa tidak ada di dalam mobil?' Kitka mulai dibuat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan di kepalanya itu.
Karena ada dua kemungkinan besar,
Skipper dan yang lain berhasil meloloskan diri dan sekarang ada di suatu tempat, atau...
Hilang ditelan air laut yang bergejolak.
.
.
.
.
.
Angin malam berhembus kencang, menambah nuansa dinginnya malam yang menusuk sampai ke tulang. Suasana di tengah kota itu kini sudah tidak seramai sore tadi, meskipun kota ini memang kota yang "tidak pernah tidur". Beberapa kendaraan lalu lalang melintasi jalanan di Midtown Manhattan, dan masih ada beberapa orang yang berjalan kaki di malam hari begini.
"Midtown Manhattan..." gumam seseorang bertopi lebar dan berpakaian formal. Ia berjalan cukup cepat dengan gaya sedikit misterius. Di belakang pria itu, berjalan pula beberapa orang lainnya.
"Cukup dingin…" keluh seorang lelaki muda berkacamata, mengenakan kupluk kemerahan dan mantel dengan warna senada kepada lelaki di sebelahnya. Lelaki yang berjalan di sebelahnya, bergaya rambut mohawk dan mengenakan jaket berwarna hijau, tersenyum dan mengangguk.
Mereka berjalan dengan terburu-buru, sesaat dalam keheningan. Suara deru kendaraan yang melintaslah satu-satunya sumber suara yang kali ini terdengar. Tetapi, tidak sampai seseorang berbicara menyeletuk, "Oh! Sampai mana kita harus berjalan?"
Pria yang berjalan paling depan kemudian berhenti dan menoleh sedikit kepada lelaki berkacamata di belakangnya. Lalu, lelaki berkacamata itu pun mengangguk dan berbalik, menarik sedikit lengan mantelnya dan melihat jam tangan, "sedikit lagi, Private." Jawab lelaki itu.
"Kenapa kita tidak naik taksi saja?"
"Kalau naik taksi kita harus berputar, aku sudah dapatkan tempat dimana Blowhole memarkir mobilnya, yang berarti disitulah kini ia berada. Bersyukur kita sudah dapat tumpangan dari truk tadi sampai sini."
"Kowalski benar, Private." Kata Pria bertopi lebar itu alias Skipper, "kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu."
"Baiklah."
"Ayolah, kita harus cepat." desak Kowalski yang kemudian berbalik dan mulai berjalan, "sebaiknya kita jangan terlalu terlihat mencolok.. penyamaran kita bias terlacak."
"Kupikir kita sudah cukup mencolok.." ujar Rico sambil merapikan jaket,
"Setidaknya kita tidak terlacak oleh para polisi. Jika mereka menemukan kita, mereka akan memperlambat misi kita." balas Kowalski.
"Kalau begitu, sampai mana kita jalan?"
Kowalski pun mengalihkan perhatiannya ke jam digital yang tepasang di tangan kirinya. layar jam digital itu menunjukkan lokasi di mana mereka berada. Dan, ada sebuah titik yang berkedip-kedip, yang menunjukkan lokasi di mana mobil Bentley yang dikendarai Blowhole itu diparkir. Titik berkedip itu, menunjuk ke sebuah gedung tepatdi samping mereka kini berdiri...
"Sampai sini, ini tempatnya." Jawab Kowalski dengan pandangan tertuju ke gedung itu...
TO BE CONTINUE..
A/N : Akhirnya berhasil juga update chapter 7. Maaf terlalu lama dan isi chapter ini kurang bagus dan tidak seperti yang diharapkan. Thanks to Lianda Alshiraz, udah kasih semangat dan minta aku untuk update ^^v
well, Review please...
