Chapter 2 : Voice of The Death!
Disclaimer: I don't own vocaloid but this story is mine.
Rate: T
Genre: Friendship, Romance, Mistery (?)
Warning: AU, OOC, gaje, abal, garing, typo bertebaran, judul gak nyambung ama cerita, dkk.
Don't Like? Don't Read!
~Len POV~
Deg... deg... deg...
Jantungku berdetak tak menentu, tubuhku bergetar hebat, aku langsung pergi sebelum Kagene menyadari keberadaanku, berlari secepat yang aku bisa, keluar dari sekolah ini, tubuhku bergerak dengan sendirinya.
Setelah aku berhasil keluar dari sekolah, aku menghentikan lariku, dan mulai berjalan menuju rumahku yang tak terlalu jauh dari sekolah.
DEG!
Tiba-tiba kepalaku terasa sakit sekali. Ukkh... benar-benar sakit!
TIIIIIN!
Hah? Suara apa itu? Suara klakson mobil?
BRUUKK!
Ke-kenapa semuanya jadi gelap?
~Rin POV~
Aku Kagene Rin, saat ini aku sedang melangkah masuk ke kelasku, yang disambut dengan tatapan sinis semua orang. Aku hanya menatap lurus ke depan tanpa mempedulikan tatapan 'orang-orang' di kelasku. Kenapa aku memanggil mereka 'orang-orang'? Yeah, mereka bukan temanku, aku tidak memiliki teman sama sekali dan aku sama sekali tak ingin memiliki teman. Aku berjalan lurus menuju kursiku. Aku melirik sekilas ke arah 'nya' yang ternyata sedang menatapku juga. Perasaan apa ini... kenapa aku seperti merindukan 'nya', memangnya... 'dia' siapa?
Skip time.
Hari sudah larut dan aku masih di sekolah. Kenapa aku masih di sekolah? Itu semua karena di sekolah saat ini sudah tidak ada orang lagi, aku bisa bebas bernyanyi disini. Lagipula di rumahku pun tak ada apa-apa. Yup, sekarang aku sedang memainkan biolaku sambil bernyanyi sepuasnya. Tiba-tiba aku mendengar langkah kaki orang yang sedang berlari. Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Tapi, kalau benar ada yang mendengar suaraku...
Akh gawat!
Aku jadi ingat saat Hatsune Miku mengajakku ke kantin bersamanya, saat itu aku benar-benar merasa senang, tapi aku tak boleh egois... Hatsune Miku adalah gadis yang populer di sekolah, tapi walaupun begitu dia sangat ramah pada semua orang, aku sangat mengaguminya, dan entah kenapa aku tak ingin dia dalam bahaya, makanya aku mengacuhkannya. Karena kalau sampai dia atau orang lain mendengar suaraku maka...
Orang itu...
Akan...
Mati.
-Keesokan harinya-
Pagi ini aku benar-benar tidak semangat ke sekolah, hoamh~ aku ngantuk sekali. Saat ini aku sudah sampai di depan kelas dan berhenti sejenak. 'Semangat Rin!' batinku. Aku menarik nafas dan mulai memasuki kelas. Aneh. Tidak biasanya mereka mengacuhkanku, padahal biasanya mereka menghentikan kegiatannya dan menatap sinis padaku. Tapi, sekarang semua orang di kelasku sedang berkumpul, seperti membicarakan sesuatu. Aku ingin sekali bertanya pada mereka 'apa yang terjadi?' tapi itu mustahil. Aku memilih duduk tenang seperti biasanya.
Kriiiingg…
Bel masuk sudah berbunyi, orang-orang yang tadi berkumpulpun kembali ke tempat mereka masing-masing.
Tak lama kemudian Luka-sensei datang, dia guru bahasa Inggris sekaligus wali kelasku. "Ohayo anak-anak, ada berita duka dari teman kalian, Kagamine Len, dia... sedang dalam keadaan kritis karena sebuah kecelakaan, mari kita berdoa agar dia bisa kembali sehat seperti biasa," jelas Luka-sensei.
Hah? Kagamine Len? Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelas, sebagian orang ada yang menangis dan sebagian terlihat murung. Hatsune Miku dan Shion Kaito-pun tidak ada di kelas ini.
Jadi... benar kalau Kagamine kecelakaan... Jangan-jangan dia orang yang kemarin mendengar suaraku saat aku bernyanyi, bagaimana kalau... dia sampai... mati?
Ah! Apa peduliku dengannya,
Tapi kenapa aku merasa cemas?
Kenapa aku takut kehilangannya?
Dan kenapa aku...
Menangis?
~End of Rin POV~
-Satu minggu kemudian-
~Len POV~
Aku melihat ada lima orang anak kecil yang sedang bermain di sebuah taman yang sepertinya aku kenali. Hei bukankah itu aku, Miku, Kaito dan... siapa dua orang lagi? Yang satu berambut panjang berwarna merah, dan yang satu... ugh, aku tak bisa melihatnya dengan jelas, silau sekali! Tiba-tiba seseorang berteriak kepadaku,
"LEN!"
Hah... hah... hah... nafasku tersengal-sengal, yang tadi itu, hanya mimpi?
"LEN KAU SUDAH SADAR!" sebuah suara berisik nan histeris yang sangat ku kenali, mengagetkanku.
"Berisik BAKAito! Aku ada dimana?" tanyaku pada Kaito, ugh kepalaku sakit sekali, pandanganku pun masih buram.
"Kau ada di rumah sakit Len! Kau tak sadarkan diri selama satu minggu, bayangkan saja, SATU MINGGU!" jelas Kaito dengan lebaynya.
Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh sudut ruangan, dan aku melihat Miku disamping Kaito yang berada di sebelah kanan tempat tidurku.
"Hiks... hiks... kau membuat kami sangat cemas Len!"kata Miku sambil menangis.
"Tenang saja Miku, kau lihat, Len baik-baik saja," hibur Kaito sambil memeluk Miku, DAN KALI INI MEREKA BENAR-BENAR ROMANTIS! Tapi kenapa mereka malah mesra-mesraan di kamar (rumah sakit) ku? Cari kamar lain kek! Err... back to the topic.
"Kenapa aku ada disini?" tanyaku yang merasa dikacangin sama mereka berdua.
"Seminggu yang lalu kau tertabrak mobil di dekat sekolah dan koma selama tiga hari di rumah sakit, orang yang menabrakmu membiayai perawatanmu, oh ya, orangtua mu tidak bisa datang karena sedang banyak pekerjaan di Amerika, mereka memintaku menjagamu, lagian kenapa kau bisa tertabrak begitu sih?" jelas Kaito panjang lebar.
Kenapa aku bisa tertabrak? Ukh semakin aku mengingatnya kepalaku semakin sakit!
"Argh!" rintihku sambil meremas kepalaku.
"Su-sudahlah Len! Jangan terlalu banyak berpikir, hiks... istirahatlah dulu, " perintah Miku yang masih sesegukan.
"Yah baiklah," jawabku sambil menidurkan diri di tempat tidur, hah aku lelah sekali.
"Len, kami pulang dulu, ini sudah malam, besok pulang sekolah kami kesini lagi, jangan memaksakan diri ya!" kata Kaito sambil melangkah ke luar kamarku.
"Ya, hati-hati!" jawabku.
Ah ya, aku lupa menanyakan tentang mimpiku tadi pada Kaito dan Miku! Hh.. Yasudahlah besok saja,
Kira-kira...
Siapa dua orang yang ada dimimpiku itu?
-To be continued-
Huwaaa~ hontou ni gomenasai Miki apdetnya lama! Soalnya waktu itu pas pengen apdet komputernya koslet :( Makasih banyak buat para senpai yang udah mau baca dan ngereview fic ini ^^
Akhir kata, boleh minta review seikhlasnya? :D
