Chapter 3: New Classmate!
Disclaimer: I don't own Vocaloid
Rate: T
Genre: Friendship, Romance, Mistery (?)
Warning: AU, OOC, gaje, abal, typo bertebaran, dll
Don't Like? Don't Read!
~LEN POV~
"Len! Len! Coba dengar lagu baruku! Aku menciptakannya sendiri loh!" hah? suara siapa itu? ah! aku melihat dua orang anak yang berumur sekitar delapan tahun yang sedang bermain di taman yang sama seperti waktu itu.
"Wah,indah sekali! Kau memang yang paling jenius soal musik!" puji seorang anak laki-laki yang sepertinya adalah aku.
"Tentu saja! Aku ingin sekali jadi penyanyi yang terkenal!" kata seseorang yang tidak bisa ku lihat dengan jelas, ah aku penasaran siapa orang itu?
"Kau pasti bisa, RIN-CHAN!"
DEG!
Hah.. hah.. Aku mimpi lagi, dan sekarang Rin? Ah, Aku ingat! Beberapa saat sebelum aku kecelakaan, aku mendengar Kagene Rin bernyanyi! Ukh, ini semakin rumit! Bukankah semua orang bilang kalau dia tidak bisa bicara?
Lalu mimpi itu...
Apa hubunganku dengannya di masa lalu? Apa itu hanya mimpi saja? Dan siapa gadis yang satu lagi? Seingatku sahabat kecilku hanya Kaito dan Miku, ya aku yakin sekali sahabatku cuma mereka, pasti hanya mimpi, ya hanya mimpi!
Tok! Tok!
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. "Leeen~ kami dataaang~" teriak Miku dan Kaito bersamaan,yang masuk tanpa izin dariku.
"Len bagaimana kabarmu?" tanya Kaito sambil menjilat es krimnya, dasar maniak es krim!
"Hm, lumayan, kata dokter mulai besok aku boleh pulang," jawabku.
"Ah ya Len! Kau sudah makan belum? Ini aku bawakan steak, makanan di rumah sakit pasti tak enak!" kata Miku dengan semangat.
"Mm, terima kasih," yah makanan rumah sakit memang tak enak.
"Sini biar ku suapi!" tawar Miku dengan senyum manisnya.
"Err…" aku berniat meminta izin pada Kaito karena merasa tak enak, tapi aku tak menemukan Kaito di ruangan ini.
"Loh? Dimana si BAKAito?" tanyaku pada Miku.
"Tuh!" Miku menunjuk ke kamar mandi, disana terlihat Kaito yang sedang menguras bak mandi sambil bernyanyi lagu 'Cemburu menguras bak mandi' yang ia karang sendiri, huh dasar BAKAito!
Setelah selesai makan, Miku meminjamkan catatannya untukku karena sudah sekitar seminggu lebih aku tidak sekolah. Ah ya! Aku harus menanyakan mimpi itu pada mereka,"Hey memangnya dulu aku punya dua sahabat lagi selain kalian?" ekspresi mereka terlihat kaget sesaat dan kemudian Kaito menjawab,"Ahaha ada-ada saja kau Shota! Lagipula kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Aku bermimpi kita sedang bermain bersama di sebuah taman, kita termasuk dua orang yang tak ku kenali itu..." jawabku.
"Itu kan hanya mimpi Lenny, tak usah dipikirkan!" kata Miku.
Beberapa jam kemudian Miku dan Kaito pamit pulang padaku.
~KAITO POV~
Aku dan Miku sedang menaiki mobilku menuju rumah Miku. Kami cukup-ah tidak! Kami sangat kaget mendengar pertanyaan Len tadi, yah aku tau suatu saat hal ini akan terjadi, hanya saja aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku menatap Miku yang sedang melamun.
"Apa tidak apa-apa kita membohonginya?" tanya Miku.
"Yah, ini juga demi kebaikannya, kita harus membiarkan Len mengingatnya sendiri," jawabku.
Ini semua berawal dari 'peristiwa' beberapa tahun lalu, 'peristiwa' yang nyaris membuat kami kehilangan Len untuk selamanya, 'peristiwa' yang membuat Len kehilangan sebagian ingatannya, dan keanehan yang membuat 'Nya' berubah drastis.
Dia..
Sahabat kami..
Orang yang paling dekat dengan Len..
Kagene Rin.
Keesokan harinya..
~RIN POV~
Aku sedang melangkahkan kakiku di koridor sekolah, ku dengar hari ini Kagamine akan masuk sekolah. Aneh... kenapa dia tidak mati padahal semua orang yang mendengar suaraku akan mati, ah mungkin bukan dia orangnya, soalnya tidak akan ada yang bisa selamat setelah mendengar suaraku.
Itu pasti.
Yah PASTI!
Aku melangkahkan kakiku memasuki kelas dan seperti biasa, mereka menatapku dengan sinis. Aku tak menemukan Kagamine di bangkunya, pasti dia belum datang.
Kriiinggg…
Bel pertanda masuk sekolah telah berbunyi dan Kagamine belum datang juga. Mungkin dia masih butuh istirahat, ah sudahlah itu bukan urusanku.
Tak lama kemudian Gakupo-sensei dating,"Ohayo anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk nak!" kata Gakupo-sensei.
Semua mata tertuju pada seorang gadis cantik berambut merah panjang.
"Ohayo teman-teman perkenalkan namaku Furukawa Miki, mohon bantuannya" kata gadis-yang bernama Miki itu.
Kelas menjadi ramai dan anak-anak mulai bertanya yang aneh-aneh pada Furukawa, bahkan aku melihat wajah Utatane sudah merah padam dan makin terlihat 'Shota'.
"Ekhem, tenang anak-anak lanjutkan perkenalannya saat istirahat saja, sekarang Furukawa-san kau akan duduk dengan Kagene-san," kata Gakupo-sensei yang sedari tadi dikacangin sambil menunjuk kearahku. Yah memang satu-satunya kursi kosong ada disampingku, mau apa lagi. Furukawa-san melangkah kearahku sambil menunjukan ekspresi yang err… gembira?
Ia lalu duduk disampingku sambil tersenyum menatapku, yang pura-pura tak ku lihat. Tiba-tiba...
BRAAKK!
"Hah... hah... gomen sensei saya terlambat!" kata Kagamine dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Hah, jangan diulangi lagi Kagamine, sekarang kau boleh duduk!" kata Gakupo-sensei dan langsung memulai pelajaran.
Kriiiingg…
Tak terasa sekarang sudah waktunya istirahat, tìba-tiba Furukawa langsung berkata setengah teriak dengan bersemangat,"KYAAAA RINRIN, LENNY, KAI-KUN, MIKU-CHII LAMA TAK BERTEMU~"
DEGGH!
Badanku bergetar, aku sangat kaget mendengar kata-kata Furukawa.
BRUK!
Semua menjadi gelap.
"Hiks...hiks..."
Aku melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis sambil memeluk lututnya. Lalu, seseorang berjubah merah berjalan kearah gadis itu,"Hey, mau ku beritahu cara menyelamatkan nyawa temanmu itu?" tawar seseorang berjubah merah itu.
"Hiks...bagaimana cara menyelamatkan Len?"
A-apa kata gadis itu? Len? Kagamine kah maksudnya?
"Hihi, gampang kok! Kamu tinggal berkata 'ya' padaku, tapi ada syaratnya lho! Syaratnya kau akan terkena kutukan dan kehilangan ingatan tentang teman-temanmu, hmm? Bagaimana?"
To Be Continued.
Haaaayy minna-san~ Miki dataaaang~ Maaf kalo ceritanya mengecewakan, hehe… Makasih yah buat para senpai yang udah ngereview! Maaf gak bias bales satu-satu :)
Akhir kata, boleh minta review seikhlasnya? :D
