Chapter 4 : I will never forget it!

Disclaimer: I don't own Vocaloid

Rate: T

Genre: Friendship,Romance,Mistery (?)

Warning: AU, OOC, gaje, abal,typo bertebaran, alur kecepetan, dll

Don't Like? Don't Read!

Normal POV a.k.a Author POV

Anak-anak di kelas hanya menatap Rin yang pingsan, lalu melenggang pergi, tanpa mempedulikan Rin.

Kaito, Miku, dan Miki bergegas membawa Rin ke UKS, sementara Len... ia masih shock dan terpaku di tempatnya.

"Oi Len! Kau tak apa? "tanya Piko yang berusaha menyadarkan Len.

"Piko... bisa kau tinggalkan aku sendiri?" pinta Len dengan lemas.

"Len, a-apa kau sudah ingat semua?" tanya Piko yang memang sudah lama tahu tentang Len yang hilang ingatan dari Kaito―meski ia tak tahu banyak tentang Rin.

Len hanya menunduk.

"Baiklah, aku akan menemui yang lainnya,kau tenangkan dirimu dulu!" seru Piko sambil bergegas menemui yang lainnya.

-Di UKS-

"Minna-san sepertinya Len sudah ingat semuanya," kata Piko yang baru sampai di UKS.

"Be-benarkah? Lalu dimana dia sekarang?" tanya Miku.

"Di kelas, dia bilang dia ingin sendiri," jawab Piko.

"Eh? Ingat apa? Memangnya apa yang terjadi sejak aku pergi? Tolong ceritakan padaku!" pinta Miki yang dari tadi kebingungan.

"Ng.. baiklah, Miku-chan ceritakan padanya!"

"A-ano... Piko, kau saja yang cerita!"

"E-eh! Kok aku?" tanya Piko yang grogi diliatin Miki.

"Piko-kun cepat ceritakan!" pinta Miki dengan puppy eyes andalannya yang terlihat sangat imut di mata Piko.

'Piko... -kun?' batin Piko yang PERTAMA KALINYA dipanggil pakai embel-embel 'kun'

PESSH!

Spontan muka Piko memanas.

"Lho? Piko-kun kenapa? Sakit ya?" tanya Miki dengan polosnya sambil memegang pipi Piko.

BRUK!

Yak, akhirnya Piko pingsan di tempat. Miki kebingungan. Kaito dan Miku-pun sweatdrop berjamaah.

Setelah 'meletakkan' Piko pada tempatnya, akhirnya Kaito yang menceritakan semuanya pada Miki.

Cklek.

Pintu UKS terbuka dan munculah sosok Len dengan tampang kusutnya.

"Len?" gumam Miki.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Miku.

"Kau masih hidup?" sambung Kaito dan langsung mendapat 'bonus' pukulan cinta dari Miku.

Len hanya diam sambil menatap Rin.

"Gomen Len, kami tidak bisa menceritakannya padamu, itu perintah dokter," jelas Kaito.

Len hanya mengangguk tanpa mengubah posisinya. Tiba-tiba Rin terbangun, ia memperhatikan keadaan sekitarnya.

"RIN!" seru Kaito, Miku, Miki, dan Piko-yang entah kapan sudah terbangun dari pingsannya kompak.

Rin hanya terdiam sambil menatap Len yang juga diam. 'Aku... sudah ingat semuanya,' batin mereka berdua.

"Rin... bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" pinta Miku sambil memberikan buku dan pulpen pada Rin.

Rin menerimanya dan mulai menulis, semua menatapnya dengan wajah tegang. Tak lama kemudian Kaito memecah keheningan,

Brot!

"Ups! Gomen, gak tahan sih, hehe,"

Semua mendeathglare Kaito.

Rin yang telah selesai menulis memberikan bukunya pada Miku.

"Biar aku saja yang baca," kata Miki yang langsung menyambar buku itu dari tangan Miku.

"Waktu itu... tepatnya enam tahun yang lalu,Len dirawat di rumah sakit karena menderita kanker otak... mendengar hal itu aku nyaris kehabisan nafas... dokter bilang sudah tak ada harapan lagi... saat itu saat aku benar-benar terpuruk,aku bertemu dengan seseorang dan membuat perjanjian dengannya,dia bisa menyembuhkan penyakit Len asalkan aku akan terkena kutukan... orang yang mendengar suaraku akan mati... dan aku akan kehilangan ingatanku tentang teman-teman... tapi anehnya sekarang aku bisa mengingatnya lagi... aku juga tak tahu kenapa... tapi aku sama sekali tak menyesal! Aku senang sekarang Len-ah tidak kalian semua bisa bahagia, hehehe,"

Semua tak bisa menahan tangisnya, bahkan Kaito dan Piko-pun berpelukan. Suasana itu terjadi hingga Len memecahnya,"DASAR BODOH! BUAT APA KAU MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU? HAH!"

Rin hanya menunduk, kemudian ia beranjak dari tempatnya, keluar dari UKS, semua hanya bisa menatapnya dalam diam. Tak lama kemudian Rin kembali masuk ke UKS dan menuliskan sesuatu di buku Miku : "Arah ke kelas lewat mana ya?"

GUBRAK!

Semua bergubrak ria karena penyakit buta arah Rin kumat. Akhirnya mereka semua pergi ke kelas bersama-sama dan bergegas pulang karena sedari tadi jam sekolah telah usai.

Mereka pulang bersama diselingi dengan canda tawa. "Rin! Sekarang kita masih berteman kan?" tanya Miku tiba-tiba, yang lainnya menatap Rin dengan penuh harap.

Mendengar pertanyaan Miku, Rin terlihat kaget. Ia menatap semuanya satu per satu, lalu menangguk sambil tersenyum... senyum yang selama ini mereka rindukan. Mereka semua tertawa bersama-sama.

~Death Melody~

Saat ini Rin dan Len jalan berdua karena rumah mereka searah. Tiba-tiba Len menarik tangan Rin dan membawanya ke taman tempat mereka biasa bermain. Rin sedikit kaget, namun ia tetap mengikuti langkah Len. Len menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Rin,

"Rin! Ada hal yang seharusnya tak boleh aku lupakan dan aku berjanji tak akan melupakannya lagi..."

Rin hanya menatap Len dengan tatapan 'Apa-maksud-mu?'

Len hanya terdiam dan...

CUP!

"RIN AKU MENCINTAIMU!" seru Len yang wajahnya sudah semerah tomat.

Tiba-tiba seseorang berjubah merah muncul di belakang Len, Len langsung berbalik dengan posisi melindungi Rin.

"Mau apa kau!" seru Len.

Orang itu menunjuk Rin dan berkata,"Kau sudah banyak belajar nak! Mulai sekarang, hiduplah dengan normal dan pertahankanlah ketulusan hatimu!"

Len yang lola hanya bisa cengo.

"A-apa itu artinya kau mencabut kutukanku?" tanya Rin.

Orang itu hanya mengangguk dan menghilang begitu saja.

Wajah Rin dan Len langsung sumingrah.

"YEE~" seru mereka sambil berpelukan.

Tiba-tiba Rin melepas pelukannya karena teringat akan pernyataan Len tadi,

"Len, aku juga mencintaimu!" gumam Rin namun bisa terdengar oleh Len. Mereka kembali berpelukan.

~Death Melody~

Beberapa bulan telah berlalu, banyak hal yang telah terjadi, mereka telah lulus SMP dan memasuki SMA yang sama, saat ini mereka sedang menikmati liburan musim panas di sebuah restoran mewah yang terletak di dekat pantai.

"Tak terasa yah sebentar lagi kita masuk SMA~" gumam Miki.

"Untung saja kita masuk SMA yang sama," timpal Piko yang sekarang sudah resmi menjadi kekasih Miki.

"Ng... ngomong-ngomong Len pergi kemana? Bukankah tadi dia duduk di samping Rin?" tanya Kaito yang menyadari 'hilangnya' Len.

Semua jadi ikut bingung.

"Ah, itu dia!" seru Miku sambil menunjuk ke arah Len yang sedang berjalan ke arah mereka.

Tiba-tiba Len berlutut di hadapan Rin dan berkata,

"Rin will you marry me?"

"EH?"

The End?

Huwaaaaa~ Sumpah gak jelas banget :'( Maaf yah endingnya mengecewakan, abisnya gak ada ide lain sih~ Makasih banyak buat para senpai yang udah mau baca dan ngereview fic ini

Akhir kata, boleh minta review seikhlasnya? :D