Last Present 2
Author : Nodame aka Yeonri
Pairing : YunJae
Other Cast : Changmin, Yoochun, Junsu, Jinwoon (2AM), Jihyun, Kim Heechul (SJ), Choi Siwon (SJ),
Disclaimer : DBSK, 2AM, SJ punya mereka sendiri.
Last Present © Kim Yeong-joon
Warning : Abal, PG, INCEST! TYPO, EYD Gagal, Males ngedit. #plak
Note : ini terinspirasi dari film last present, banjir airmata saia ntnya hiksuhiksu yuk mari dibaca~~ udah pernah di post di YSP. Thanks buat yg udah ngefave ni FF abal, hehehehe trus yg ngefave tp gag komen.. kayak ada de satu tp lupa namanya, makasih… SR yg udah nyempetin baca.. moga di chapter ini mau komen ya SR nya.. heheheh lebih baik terlambat drpd ga sama sekali, kekekekeke makasih banyaaaakkkkkkkkk #bow
.
.
Penjelasan umur == Yunho (33), JJ (15), Jinwoon (29), Jihyun (33), Siwon (31)
"ada apa?" Yunho merasa curiga pada Jinwoon. Pagi-pagi sekali Jinwoon datang ke rumahnya hanya untuk mengajak mereka berjalan-jalan ke taman bermain, namun sesampainya di sini mereka sama sekali tidak mencoba salah satu wahana apapun, Yunho yang memang tidak menyukai taman bermain dan Jinwoon yang hanya berniat mengajak temannya menghabiskan waktu bersama.
"sungguh tak ada apa-apa hyung.. aku hanya ingin mengajak kalian jalan-jalan, itu saja.." Yunho memicingkan matanya, bisa dilihat kalau dia merasa sangat tidak puas dengan jawaban yang dia dapatkan.
"jongmal? Kau tidak meyukaiku kan?"
"MWO? Hy-hyung.. aku ma-masih normal…" Jinwoon gugup. Yunho hanya tersenyum, matanya mencari sosok Jaejoong.
"eh, dimana Jaejoong? Atau jangan-jangan kau menyukai Jaejoongku?"
"sudahlah hyung, aku masih normal.. ingat itu.." Jinwoon menghentakan kakinya kesal yang di balas gelak tawa dari Yunho, dia senang sekali mengerjai Jinwoon.
Di sudut lain, Jaejoong hanya berjalan-jalan tanpa berminat memainkan salah satu wahana. Jantungnya masih berdebar saat bersama Yunho, ada baiknya dia berjalan-jalan sebentar dan berpikir.
"Jaejoong?"
"Appa?" Jaejoong terkejut bisa bertemu dengan pria ini sekarang.
"ah, akhirnya ketemu juga, kemana saja kau selama ini Jae.." tiba-tiba saja orang itu memeluk Jaejoong dengan erat melepas rindu yang teramat sangat.
"Si-Siwon Appa.." gumam Jaejoong memanggil nama pria itu.
"kau baik-baik saja bukan?" Siwon menyentuh seluruh tubuh Jaejoong, memastikan ia dalam keadaan baik. "kita pulang ne?" bujuk Siwon, Jaejoong menggeleng. "wae? Apa.. kau sudah bertemu dengannya?" raut wajah Siwon berubah sedih.
"ne Appa.. aku sudah bertemu dengan Jung Yunho.."
"kurae.." ujar Siwon lesu, airmatanya jatuh tapi segera ia hapus.
"bianhe.. Appa.."
"kenalkan pada Appa, kau mau bukan? Appa janji tidak akan menyuruhmu pulang, kau boleh tinggal bersama dia, Appa janji.." senyum Jaejoong mengembang, dia memeluk Siwon dan berterima kasih, dia sangat mengenal Siwon, dia adalah orang yang tidak pernah mengingkari janji yang dia buat, orang ini terlalu baik untuk terluka, tapi Jaejoong sudah terlalu sering melukai orang ini.
"gomawo Appa…. gomawo…"
"ahahahahaha…." Tawa Yunho, dia mengerjai Jinwoon lagi kali ini. Jaejoong berhenti sebentar melihat Yunho dari jauh, hatinya sakit, Yunho sama sekali tidak pernah tertawa begitu bahagia jika didepannya, Jaejoong cemburu.
"Jae.." Siwon khawatir melihat wajah Jaejoong yang berubah muram.
"Appa… jangan kali ini, aku mohon.." Jaejoong memalingkan wajahnya.
"huh? Ayolah Jae… sekarang saja, aku tidak akan mengaku sebagai Appamu ne?" Jaejoong menatap Siwon, terkejut. Bukankah ini akan melukai Siwon lagi?
"Yunho hyung…" panggil Jaejoong kaku. Yunho yang tidak terbiasa dipanggil hyung oleh Jaejoong tidak menyahut. "Yunho hyung!" teriak Jaejoong lagi, akhirnya Yunho mencari sumber suara itu, Yunho berlari mendekati sosok Jaejoong dan meninggalkan Jinwoon.
"Jae.. kemana saja kau? Kau bersama siapa?" Yunho memandang Siwon penuh selidik.
"a-aku hanya berjalan-jalan Appa.." Jaejoong memelankan kata terakhirnya.
"choneun Choi Siwon imnida.. Yunho-ssi bangapsumnida.." Siwon sedikit menunduk "kau benar Jae, Yunho-ssi begitu tampan hahahha" canda Siwon yang bagi Yunho sangat tidak lucu, darimana dia tau namanya?
"siapa kau?" tanya Yunho ketus.
"aku? Aku Choi Siwon…"
"di-dia pamanku Appa.. saat di.. panti asuhan.." jawab Jaejoong asal.
Saat makan siang, Yunho memasuki sebuah restoran cepat saji, awalnya Siwon melarang tapi Jaejoong tidak perduli, dia mengikuti kemanapun Yunho pergi. Pesanan mereka sudah datang, empat hamburger, pepsi, eskrim dan kentang goreng. Saat Jaejoong ingin mengambil makanannya, Siwon memarahi Jaejoong agar tidak boleh mengambilnya, Siwon akan membelikan makanan yang lebih sehat untuk Jaejoong nanti. Yunhopun tak senang saat choi Siwon melarang Jaejoong untuk makan makanan yang sudah dia belikan.
"yah, a-aku App- eh, aku hyungnya.. terserah mau ku kasih makan apa.." ketus Yunho. Siwon dan Jaejoong merasa terkejut. Siwon tidak memperdulikan amarah Yunho, dia malah berbisik pada Jaejoong.
"apa kau belum mengatakannya huh?"
"lebih baik.. jika dia tidak mengetahuinya.." balas Jaejoong pelan.
"yah!" kini Yunho ragu, dia marah karena Jaejoong tidak mau makan atau karena melihat kedekatan mereka berdua yang menyiksa matanya.
"hyung, sudahlah.." Jinwoon menenangkan Yunho.
"Yunho-ssi, aku akan mengajak Jaejoong membeli makanan yang sehat, saia meminta maaf, tapi selama di ru- eh, panti asuhan dia tidak pernah mengkonsumsi junkfood, permisi.." Siwon menarik tangan Jaejoong, awalnya Jaejoong menolak tapi, perutnya juga lapar dan dia memang tidak mungkin makan makanan itu, ia pun mengikuti Siwon dengan sangat terpaksa.
"hyung, apa kau menyukai adikmu?"
"BWO?" Yunho meneriaki Jinwoon, beberapa masang mata memandang mereka dengan takut "aiisshh, aku hanya khawatir pria itu akan menculik Jaejoongku" Yunho mendengus kesal.
"Jaejoongku?" gumam Jinwoon yang diikuti seringaiannya.
"huh ! menyebalkan!" Yunho memakan hamburgernya kasar. Dia merasa sangat marah! Bahkan jatah Jaejoong dan Siwon pun di makan Yunho dengan lahap, Jinwoon hanya bisa tersenyum melihat sikap kekanakan Yunho, dia sedikit ragu kalau pria didepannya ini seorang mantan anggota polisi intel berusia 33 tahun, Jinwoon merasa umur Yunho lebih pantas 17 tahun, ck, wajahnya yang tak tampak berumur itu juga sedikit mengusik perhatian Jinwoon, tidak terlalu tua tapi matang. Apa mungkin pria ini punya obat awet muda?
Dua jam berlalu tapi Jaejoong belum juga kembali,
Yunho menyalakan rokoknya yang kelima, dia sangat khawatir, dia berjanji saat dia melihat Jaejoong kembali, dia akan segera membawa anak itu pulang.
"akhirnya.. anak ini.." Yunho mematikan rokoknya di asbak, dia berjalan dengan cepat mendekati Jaejoong yang ada di pintu masuk bersama Siwon. Yunho mencengkram tangan Jaejoong.
"ah, apoo.." Yunho tak perduli.
"ayo pulang.."
"eh.."
"Yunho-ssi…" Yunho membawa Jaejoong pulang dengan brutal, ia menarik Jaejoong yang terseret-seret karena langkah mereka berdua yang tidak imbang.
Jinwoon mendekati Siwon yang termenung melihat ayah dan anak itu berjalan menjauhi dirinya, entah kapan dia akan bertemu dengan Jaejoong lagi.
"bagaimana Siwon ssi? Kau puas?" Siwon menyadari kehadiran Jinwoon di belakangnya.
"ehmm, gomawo Jinwoon-ssi, kau memang polisi yang hebat.. terima kasih sudah mempertemukan kami berdua"
"heun,ne. Aku sedikit terkejut kalau Jaejoong adalah anak kandung Jung Yunho" ujar Jinwoon.
Tempat tinggal Yun-Jae
"masuk!.." Yunho mendorong Jaejoong masuk ke dalam rumah, Jaejoong hampir saja membentur meja kalau saja dia tidak menahan berat tubuhnya.
"Appa…"
"JANGAN TEMUI DIA LAGI! ARRASEO!"
"Appa.. kau marah?"
"AKU YANG AKAN MENJAGAMU SEKARANG, BUKAN DIA!"
Jaejoong hanya diam, airmatanya ingin sekali mendobrak keluar membasahi pipinya tapi Jaejoong dengan sekuat tenaga agar mereka tidak jatuh, dia laki-laki, dia tidak ingin menangis. Apalagi hanya di bentak, Jaejoong tidak ingin terlihat lemah.
"aku mengerti Appa, aku tidak akan bertemu dengan dia lagi" Jaejoong melenggang meninggalkan Yunho menuju kamar mandi, ingin menangis? Tidak, Jaejoong hanya merasa perutnya sakit setelah makan terlalu banyak.
"mau berangkat?" Jaejoong melihat Yunho sedang bersiap-siap.
"heum, jangan lupa kunci semua pintu dan jendela.." Yunho mengikat rambutnya yang sudah panjang "dan jangan lupa minum susu.."
"aish, aku tahu Appa, kenapa si kau senang sekali menyuruhku minum susu.." Jaejoong berdecak, dia merasa sedikit di perlakukan seperti anak kecil.
"agar kau kuat, arraseo!" Yunho mengacak rambut halus berwarna hitam pekat itu, darahnya kembali berdesir, aneh. Yunho menatap wajah Jaejoong yang juga menatapnya tanpa ekspresi berarti.
"Appa.. gwenchana?"
Keduanya terdiam beberapa saat,
"hn, aku pergi.."
Jaejoong baru selesai meminum susunya saat terdengar ketukan pintu.
"hyung~~"
"eh, joongie.. apa Yunho ada?" tanya Jinwoon to the point, Jaejoong sedikit salah tingkah.
"ah, emm.. Ap-eh Yunho hyung sedang bekerja.."
"begitu ya?"
"Jinwoon-ah…" panggil seorang wanita berpakaian rapi, berambut lurus dan panjang tergerai sampai pinggang, helaian rambutnya jatuh teratur saat dia menunduk menutup tas miliknya. Cantik sekali. Jaejoong menatapnya tanpa berkedip, dia seperti melihat seorang dewi yang turun dari langit dan nyasar ke rumah hantunya.
"ah Nuuna…" Jinwoon mendekati wanita itu, membelai rambut wanita itu dengan sayang "Yunho hyung sudah berangkat kerja.." wanita itu terdiam sejenak lalu mengalihkan pandangannya pada sosok Jaejoong yang masih terdiam di depan pintu. Anak yang cantik, diam-diam Jihyun merasa iri dengan kecantikan alami Jaejoong, dia mendekati Jaejoong dan jongkok didepan Jaejoong.
"namamu siapa cantik?" ujarnya sambil menyentuh lembut pipi Jaejoong.
"eeggh… Jae.. Jung Jaejoong…" jawab Jaejoong gugup. Padahal biasanya dia langsung lari, benci jika ada orang yang memujinya cantik. "dan… aku.. laki-laki.."
"eh? Jongmal..?" Jihyun tidak percaya kalau anak ini laki-laki, tapi dia hanya tersenyum menyadari kebodohannya. "lalu.. apa kau-"
"dia adik Yunho hyung" serobot Jinwoon.
"eh? Begitu ya.. ehum.. Jinwoon-ah.. aku harus ke kantor… ada meeting.." Jihyun mengacak rambut Jaejoong, dia berjalan dengan anggun ke arah Jinwoon. "kau juga harus bekerja kan?" CUP. Jaejoong melotot, Jihyun baru saja mengecup bibir Jinwoon tetapi Jinwoon tidak mau begitu saja, hanya sebuah kecupan tidak akan cukup mengisi tenaganya hari ini.
"eummhhh" Jinwoon mencium atau mungkin bisa dibilang melumat bibir Jihyun, Jihyun yang awalnya menolak malah terbawa, yah dia memang selalu kalah kita mencium Jinwoon. Mereka memang cukup sering melakukannya.
Jaejoong mengigit bibirnya, dia ingin tahu bagaimana rasanya di cium seperti itu, panas. Tapi, bukankah mereka kakak-adik? Apa ini caranya meluapkan kasih sayang pada orang yang mereka cintai? Jaejoong menunduk, berpikir. Apa jika melakukannya dengan Yunho itu berarti… hal yang wajar?, Jaejoong menghela nafas berat. Dilihatnya Jihyun yang melambai pergi dan Jinwoon yang begitu sedih di tinggal nuunanya.
'wajar kalau Jinwoon hyung mencintai nuunanya, dia sangat cantik… begitu pula dengan Appa, dia sangat tampan' gumam Jaejoong tak jelas.
"ah, Jaejoong.. kalau begitu.. aku pulang dulu ya.. annyeong.. ^^" Jinwoon tersenyum membuat matanya menyipit (?) sempurna, Jaejoong memang suka dengan pria bermata kecil karena matanya sendiri begitu besar, dia sampai bosan.
"ne, annyeong hyung ^^"
Jinwoon berlari menuruni tangga, pulang.
DUAK!
"ah! Maaf!" Jaejoong memegang kepalanya, sakit. Sebuah bola baru saja menabrak jidat mulusnya.
"aaahhh.. ne gwencana" Jaejoong meletakan kantong sampah di depan apartement tapi sial malah dia kena bola yang entah datang dari mana, kepalanya terasa sakit tapi entah kenapa hidungnya mimisan.
"omo, tunggu sebentar, akan ku bawakan obat" anak itu begitu khawatir melihat Jaejoong dengan hidung yang berdarah.
"gwen- ahhh…" belum sempat Jaejoong melarang anak itu sudah pergi, mungkin mengambil sesuatu. Jaejoong duduk di uJung tangga, menyeka darahnya dengan baju yang dia pakai.
"sini…" anak itu menarik tangan Jaejoong, dan mulai membersihkan darah Jaejoong.
"apa kau anak baru?" Jaejoong mengangguk, dia tersenyum senang.
"akhirnya aku punya teman main, eheheeh ku pikir usiamu tidak jauh dariku, aku choikang Changmin, 13 tahun kau?"
"Jung.. Jaejoong.. 15 tahun.."
"eoh.. hyung.. boleh aku memanggilmu begitu?" Jaejoong hanya mengangguk, kepalanya pusing.
"keluarlah dari apartementmu sekali-kali hyung dan kita bermain bersama, otte? Kau mau kan menemaniku bermain hari ini?"
"tentu.." senyum Jaejoong mengembang, akhirnya dia dapat teman.
Yunho membuka bekal yang dibuat oleh Jaejoong, masakannya sangat enak tetapi tidak jarang juga terasa kurang asin atau kurang banyak hahahahaha, dan Yunho sama sekali tidak pernah menjelekkan masakan Jaejoong. Dia juga paham bagaimana perasaan Jaejoong saat dia sedih, dia tidak tega melihat mata besar nan indah itu berairmata karena kesalahannya yang tak penting. Hanya masakan, dan saat dia menghabiskannya enak tidak enak toh dia tetap akan kenyang.
"yah.. itu yang bernama Jung Yunho..?"
"sstt jangan keras-keras.. gawat kalau dia dengar.." pendengaran Yunho memang tajam, tapi berapa kalipun dia mengalami kejadian seperti ini, dia tidak perduli tentang apa yang orang lain katakan padanya.
"seorang pahlawan yang terlupakan.."
"YAH! Kau mau mati huh? Diam dan jangan berkomentar lagi.."
Yunho menelan makananya berat. 'seorang pahlawan yang terlupakan..' menggelikan, bahkan dia sendiri merasa kalau dirinya adalah pembunuh. Beruntung polisi –teman-temannya- tidak menjebloskannya ke penjara, dia hanya di beri sanksi pemecatan, tetapi tetap berakibat fatal bagi kehidupannya.
"Jung Yunho…" jihoon duduk di samping Yunho.
"maaf, mereka memang tidak sopan.." nada bicaranya penuh dengan rasa penyesalan.
"eh? Aniyo.. gwenchana adjushi.. aku tidak apa-apa.." Yunho tersenyum kecut.
"benarkah kau Jung Yunho? Pahlawan-"
"heumm.." Yunho mengangguk mantap, bahkan sebelum jihoon menuntaskan kalimatnya.
"oh, kurae… aku senang.. kau baik-baik saja.. Jihyun pasti sangat senang jika bertemu denganmu.."
Eh?
"aku sudah memberitahunya kalau kau disini, mianhe Yunho.. tetapi.. aku hanya seorang paman yang tidak tega melihatnya selalu mencarimu tanpa tujuan.. mianhe.."
"gwenchana adjushi.. gomawo" padahal dia baru saja berpikir untuk meminta Jinwoon menghubungi nuunanya agar mereka berdua bisa bertemu. Ternyata keberntungan masih belum pergi darinya, kalau begitu dia ingin segera bertemu dengan Jihyun.
"yang benar hyung?"
"ne, kau yang atur… kalau bisa secepatnya.. eheheehehe"
"ah, ne.. nanti aku kabari kalau Jihyun nuuna ada waktu luang, ah.. tapi pasti akan ada secepatnya hahahaha.."
"ne.. aku tunggu woonie.." klik, Yunho menutup handphonenya.
Mata Yunho berpendar mencari sosok Jaejoong yang sejak ia pulang tidak terlihat dimanapun.. apa jangan-jangan dia bersama?
BRAK!
"joongie.. bertahanlah…" beberapa orang anak masuk ke apartementnya tanpa permisi. Yunhopun mendekati segerombolan anak-anak itu.
"yah, apa yang kalian lakukan?" bentak Yunho membuat anak-anak itu takut.
"jo-joongie.. pingsan saat main bola… maaf.. adjushi…" kata Changmin takut.
Pingsan?
"sudahlah, biar aku yang merawatnya, kalian sekarang pulang, sudah malam" usir Yunho, merekapun hanya menurut. Changmin terlihat sangat merasa bersalah, apalagi dia lah yang mengajak Jaejoong bermain seharian ini dan bertemu anak-anak lain di lapangan, mereka bermain sampai lupa waktu.
Yunho membawa tubuh ringan Jaejoong ke tempat yang lebih nyaman. Yunho ingin memanggil dokter, tapi merasa tidak perlu lagi saat mendegar suara perut Jaejoong,
"kau pasti belum makan ya…" Yunho mengusap rambut Jaejoong lembut lalu ke dapur untuk memasak seadanya.
Satu jam kemudian, Jaejoong tersadar dari pingsannya atau terbangun dari tidurnya? Yunho tersenyum melihat Jaejoong sudah membuka matanya kembali.
"Appa…"
"kau sudah bangun? Lama sekali.. buburnya sampai dingin tahu.." Yunho mengambil semangkuk bubur. "buka mulutmu…" Yunho menyuapi Jaejoong.
"gomawo Appa.." ujar Jaejoong sambil mengunyah (?) buburnya, asin.
"Repot sekali mengurusmu Jae… ehehehe, Appa akan carikan umma untukmu arrachi?"
Umma?
Jaejoong hanya mengangguk asal, sampai dia menyadari mungkin karena Yunho sangat menyayanginya makanya dia ingin membuat Jaejoong bahagia, umma yang bisa merawatnya. Hati Jaejoong sedikit nyeri mendengarnya, cemburu? Itu artinya mereka akan melakukan hubungan suami istrikan? Kenapa Jaejoong merasa tidak rela…
Suapan terakhir, bibir Jaejoong berantakan (?) ada beberapa sisa bubur yang menempel dibibirnya, dengan lembut dan tatapan yang bisa dibilang aneh, Yunho menyentuh lembutnya bibir Jaejoong, sebelum dia sadari mata Jaejoong sudah menenggelamkan kesadarannya, kecantikan Jaejoong membuat Yunho lupa kalau sosok yang ada di depannya adalah anaknya,
"eeuummmpph.." tubuh lemah Jaejoong terdorong ke belakang kepalanya membentur bantal yang nyaman, dan bibir Yunho yang membasahi bibirnya yang tebal. Yunho mencium Jaejoong dengan lembut tetapi juga kasar, kedua tangannya mencengkram bahu Jaejoong agar tidak berontak walaupun sebenarnya Jaejoong memang sama sekali tidak berpikir untuk berontak. Keduanya menikmati ciuman yang entah akan berakhir kapan, bibir jajeoong yang begitu manis, lenguhan di sela-sela ciuman mereka membuat Yunho semakin ingin dan ingin lagi menikmati sekujur tubuh..
"eh?" keduanya terengah-engah, tanpa disadari tubuh Yunho sedang duduk diatas Jaejoong, mata mereka beradu.
'pesona anak ini… mengerikan… Tuhan.. apa salah jika aku-' batin Yunho, dia masih belum bergerak dari posisinya.
'umma.. ciuman Appa.. sangat hebat.. bianhe.. umma.. sepertinya.. aku-' Jaejoong menatap Yunho kagum.
Kedua dada mereka naik turun, sama-sama merasakan debaran yang tidak biasa,
'mecintainya?'
Te Be Ce
Wakakakakakak,,,,, sori kalo ada typo /non EYD dan kesalahan manusiawi yang lain yah… moga gag kecewa ma part yang kedua, eheheheh
Ke'mungkin'an part 3 nc, heumm ga janji si nc pa ga hahahah tapi melihat posisi mereka sekarang, mungkin saja toh? Wahahahah *author autis*
Yups. Yg baca tolong komen ya ^^
Balesan ripiuw :
WidiwMin : wkwkwk disini juga incest abis… maaf br update skrg.. #bow
Yolyol : beneran kokkk… kekekekek… dia dulu playboy #eh.. lihat saja nanti, ne? #plak
Saya-asty : yah.. saya nyoba hal yg lmyn beda dg alur maju mundur ga jelas gitu, eheheh maaf jd bgg yah..
Jung hana cassie : thanks…
JongieJungJung : hehehe soalnya bukan itu malasah inti dr cerita ini.. jd g tll dipersulit di bagian itu #kekekeke
Missyoohee : aku udah keluar dari YSP udah ku usahain ya chingu.. walo mungkin masih ada beberapa yg terlewat, kekekek daya ga bgitu peka ma EYD, gomen. Amin.. semoga,, saya pun pgn ngelarin FF ini
Guru Besar Innocent : bukan… beda lagi..
Kucing liar : udah di jelasin di chapt 2 ini ya chingu ^^
Rose : udah ku tulis di part ini ne… ^^, knp ya… ku jelasin lebih lengkap kapan2 #plak
Princess yunjae : eheheheh maaf.. *bowini.. pure incest, jd mereka bener2 ayah dan anak di FF ini ehehehe
Auliya : soalnya dia ngerasa lebih beruntung stlh bertemu ma jeje kekeek alasan aneh.. mgkin relflek kali ya.. yunho kan lg seneng tu abis ditawarin kerjaan ma jinwoon, jd dia ga perlu susah nyari duit.. dia emang ga mau di panggil appa di luar rumah .. tp kl di dalem rumah sbnernya dia ga keberatan,, mau gmn lagi.. jeje bandel sih… #plak semoga di ff ini dpt penjelasannya ya.. eheheh
Meong : iya.. serem abis masa lalunya yunho #bocoran #plak
Keekeuk : soalnya.. Yunho belum tll ngakuin si sebenrnya, tp dgn adanya jeje dia jd sedikit terurus.. ya itu hanya pengorbanan kecil saja.. soalnya yunho jg rada trauma sama masa lalunya jd ga heran kalau dia kehilangan beberpa memorinya.. kapan2 ku jelasin de masa lalunya, OK? ^^ dari korea kok.. rillis tahun 2007. Tp aku cuman ngambil dr cerita itu cuman 30% an jd jgn kaget kalo ga sama ya.. ^^
Clein cassie : wkwkwkwk gomawo… ^^
Ndapaw : iya… eheheh udah mulai fallin love #plak
Enno KimLee : sp si yg ga mau punya anak seimut jeje? Wkwkkwwkw #ganyam
OktavLuvJejeTooMuch : aku juga ga relaaaaa #hiks tp jeje masih bocaaahh kekekek amin.. doain aja #lho, gomawo…
Park Ri Byul : annyeong… yeonri imnida…. Moga di chapter ini keliatan ya perbaikannya walo masih berantakan.. alnya yah… begitulah.. #ga jelas Ne gpp kan salin mengingatkan gomawoo… ^^
Ryu : jincha? Eheheh iya.. makasih…
Diitactorlove : ok…
putryboO : belooommm…
Ripiuw lagi dooonnnggg :3 :3
