Fic ini berisi cerita bebas dalam bentuk drabble.
Di setiap chapter pasti ada L^^
Disclaimer: Tsugumi Ooba - Takeshi Obata
Genre: Family
"Kau sudah lelah, Near?" Ryuzaki menghampiri Near yang masih setia dengan puzzle-nya walaupun malam sudah begitu larut.
Bukannya menyuruh tidur, Ryuzaki malah menanyakan apa Near sudah lelah atau belum.
"Apa Ryuzaki akan pergi lagi ke Jepang?" tanya Near. Tidak menjawab pertanyaan Ryuzaki. Tangannya masih menyusun kepingan-kepingan puzzle.
"Ya. Saya akan kembali ke Jepang. Kasus Kira belum selesai." Ryuzaki melewati Near. Ia menuju meja panjang di sudut ruangan, tempat di mana minuman dibuat.
Near hanya mengangguk sebagai respon.
Hening kembali menyelimuti mereka.
"Kenapa Ryuzaki tidak tidur lagi?" Near membuka suara ketika Ryuzaki berada di hadapannya.
Mereka sekarang berhadapan dan hanya dipisahkan oleh puzzle yang saat ini masih setengah jadi.
"Aku tidak tidur." Ryuzaki mengambil satu kepingan puzzle dengan ujung ibu jari dan telunjuknya. Diamatinya kepingan itu, lalu kepingan itu ditaruh di atas papan puzzle.
"Kenapa?"
"Aku tidak bisa tidur dengan tenang jika kasusku belum selesai," jawab Ryuzaki.
Ryuzaki bangkit dari posisi nyamannya.
Mata Near mengikuti setiap langkah Ryuzaki. Sosok itu memang terlihat aneh jika orang lain hanya sekilas melihatnya.
Tidak. Dia tidak aneh.
Hanya...
Misterius.
Pastilah ada sesuatu dibalik punggungnya yang bungkuk.
Ada yang tersembunyi dibalik caranya duduk.
Ada maksud tertentu disetiap ucapan datarnya.
Ada rahasia besar di balik nama L yang disandangnya.
Bahkan...
Pastilah ada sesuatu yang penting dibalik toples penuh gula-gula kotak yang dibawanya.
Near masih menatap Ryuzaki saat ia kembali di hadapannya.
Merasa diperhatikan, Ryuzaki tersenyum pada Near.
Near terkejut. Tapi ia balas tersenyum pada Ryuzaki.
Ryuzaki membuka tutup toples yang dibawanya.
"Kau mau?" Ryuzaki menunjuk gula-gula yang tersusun rapi di dalam toples. Near menggeleng.
Near mengamati Ryuzaki yang memasukkan gula-gulanya ke dalam gelas berisi cokelat yang Near yakin, pasti sudah dingin.
Setelah yakin tumpukkan gulanya sudah cukup tinggi, Ryuzaki menghentikan aktifitasnya.
"Saya menyimpan gula-gula itu untukmu. Saya tak akan mengambilnya lagi." Ryuzaki menunjuk toplesnya yang masih berisi beberapa gula.
"Terima kasih."
Near melanjutkan permainan puzzle-nya dibantu oleh Ryuzaki. Mereka menikmati keheningan yang tercipta.
Sampai kepingan terakhir ditaruh oleh Near.
Near mengamati puzzle-nya yang telah selesai.
"Saya baru menyadari ada huruf L di pojok puzzle ini," ucap Ryuzaki.
"Ya, memang ada." Near menatap Ryuzaki.
Ryuzaki menghabiskan tetes terakhir dari minuman cokelatnya. Tentu saja gula-gula yang menumpuk itu ikut habis juga.
"Kapan Ryuzaki akan pergi lagi ke Jepang?" tanya Near. Jika biasanya ia langsung menumpahkan seluruh kepingan-kepingan puzzle setelah menyelesaikannya, kali ini tidak. Ia menyimpan puzzle itu ke rak yang penuh mainan miliknya. Untuk sehari ini saja.
"Besok," jawab Ryuzaki.
"Kapan Ryuzaki akan kembali ke sini?"
"Saat kasus Kira telah selesai."
Hening.
"Saya akan merindukan Ryuzaki."
Ryuzaki tersenyum.
"Terima kasih telah menyusun puzzle dengan saya."
Chapter 2
The End
Semoga fic ini bisa meramaikan fandom Death Note! :D
Aneh? Gak jelas? Feel ga kerasa?
Tumpahkan semua unek-unek anda lewat review ._.
