Forever with Love

~On the Phone~

Genre: Romance

Pairing: Athrun x Cagalli


Hey guys! Udah lama banget gak apdet! sekitar.. 2 tahun maybe! Yup! Hina-chan sekarang udah 1 smp! Hina-chan bertapa parah-parahan supaya bisa apdet cerita-ceritaku.. dan juga berjuang untuk mengingat password yang telah dilupakan agar dapat membuka account ini, makanya gak pernah apdet(Ternyata passwordnya hanya nama pairing kesukaanku waktu kecil.. -_-'')! Well, ini apdet pertamaku setelah 2 tahun vacuum.. Hope you like it! =D


Kriiing..! Kriiing..! Kriiing..!

"Egghh.. Telepon sialan..." gerutu seorang gadis berambut kuning, membuka matanya walau ia enggan. Ia membuka korden putihnya. Matanya kembali terpejam ketika sinar matahari masuk melalui jendela.

Kriiing..! Kriiing..!

"Iya! Iya! Sabar sedikit bisa gak sih?" dengan kesal ia mengangkat telepon tersebut.

"Halo?" bentaknya.

"Wahh.. Pagi-pagi kok, udah marah-marah, sih? Cepet tua loh..." terdengar suara laki-laki yang sangat familiar.

"Kau mau apa, Kira? Menggangu saja,"

"Tidak banyak, hanya ingin tahu kabar adikku, Cagalli," ujar Kira dengan nada mengejek. Cagalli mendengus.

"Siapa bilang aku adikmu?" terdengar tawaan di seberang sana.

"Baiklah, jangan basa-basi. Aku telepon karena ingin mengabarkan kamu bahwa aku akan ke Orb, dan nanti malam kamu harus ikut makan malam bersama kita," umum Kira.

"Ke sini? Kapan? Dengan siapa saja?" tanya Cagalli sedikit antusias. Ia memang sudah lama sekali tidak bertemu dengan saudara kembarnya itu. Tak hanya Kira, ia juga sangat merindukan teman-temannya yang berada di luar angkasa sana. Khususnya untuk seorang lelaki bermabut bluenette

"Hmm.. Kira-kira nanti sore. Bukan hanya aku saja, sih. Justru semua yang ada Archangel akan pulang. Toh, sebentar lagi natal, kan? Sudah pasti seluruh pekerja akan diliburkan," jelas Kira. Deg! Jantung Cagalli berdetak cepat. Semua? Berarti..

"Ya, Cagalli, Athrun pasti akan datang. Tenang saja.."ujar Kira seolah-olah ia mengetahui apa yang dipikirkan Cagalli. Cagalli hanya tertawa kecil, sebelum ia berkata lagi.

"Baiklah, nanti sore aku akan datang ke pelabuhan," pesannya seraya menggulung-gulung kabel telepon dengan jemari-jemari kecilnya.

"Beneran? Makasih ya..! Eh, ini, Athrun ingin bicara," ujar Kira. Cagalli mendadak menjadi gugup. Athrun, adalah kekasihnya. Mereka udah 2 tahun bersama. Namun, sudah 3 bulan mereka tak bertemu. Dan mereka pun jarang berkomunikasi. keduanya sangat sibuk. Cagalli sibuk pada Orb sedangkan Athrun sibuk dengan PLANT.

"Halo?" suara Athrun menggema di telinga Cagalli. Suaranya yang sangat ia rindukan itu membuat pipinya semakin memerah. Ia mendekap bantalnya erat, mencoba menghilangkan rasa gugupnya.

"H-Halo.." jawab Cagalli pelan. Terdengar Athrun tertawa.

"Masih merasa gugup saat berbicara denganku, eh?" goda Athrun. Cagalli mendengus.

"Kau juga masih berlagak sombong, seperti biasa," balas Cagalli kesal. Athrun kembali tertawa.

"Yahh.. Tidak juga. Aku cukup berubah 3 bulan ini," ujar Athrun sok. Mereka berdua lalu tertawa. Saling menikmati suara pasangannya masing-masing. Seketika Cagalli merasa tidak gugup lagi berbicara dengan Athrun. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamar Cagalli.

"Sebentar, aku ingin membuka pintu dulu. Sepertinya itu kertas-kertas permintaan yang harus aku tandatangani," kata Cagalli. Ia pun memencet tombol 'loudspeaker' di teleponnya dan bergegas turun dari tempat tidur.

"Apa kabar denganmu, Athrun?" tanya Cagalli seraya berjalan menuju pintu kamar. Ia membuka pintu dan menemukan salah satu pelayannya, membawa tumpukan kertas yang akan diberikan kepadanya. Cagalli menatap tumpukan kertas itu dengan tatapan tak percaya sebelum mengambil tumpukan kertas tersebut dan berbisik 'terima kasih' kepada pelayan tersebut sebelum kembali menutup pintu kamarnya.

"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"

"Seperti biasa.. Stress. Kau harus lihat betapa banyaknya kertas yang harus aku tandatangani hari ini. Dan nanti siang aku ada rapat dengan Perdana Menteri. Mungkin dari rapat aku akan langung ke pelabuhan untuk menjemput kalian. Lalu nanti malam aku harus mengikuti acara makan malam dengan kalian semua. Arrggh.. Aku tidak punya waktu untuk istirahat!" gerutu Cagalli seraya menandatangani kertas-kertas yang udah diambilnya.

"Tenang saja, nanti malam kamu pasti lebih semangat setelah ketemu kita..."

"Ya.. aku bisa menjamin itu,"

"...apalagi saat bertemu aku,"

"Apaan, sih! Dasar genit!" seru Cagalli. Ia mendengar Athrun menghela nafas.

"Asal kamu tahu, aku sangat merindukan kamu," Athrun mengaku. Cagalli terdiam, terhenti dari pekerjaanya. Pipinya memanas.

"A-a.. Aku juga," bisiknya pelan. Cagalli bisa merasakan Athrun tersenyum mendengarnya. Suasana hening. Tidak ada yang memulai diantara mereka. Cagalli mengambil keuntungan itu dengan melihat ke jam dindingnya yang terletak di atas meja kerjanya. Pukul 09.00

"Sial! Jam 9! Aku telat untuk rapat!" seru Cagalli tiba-tiba. Ia segera mengambil handuknya yang terjemur di balkon kamarnya.

"Bukannya tadi kamu bilang kamu rapatnya siang?" tanya Athrun.

"Rapatku mulai jam 11! Dan perjalanan menuju tempat rapat butuh 1,5 jam! Sedangkan aku belum makan, mandi, dan sebagainya!" jelas Cagalli dengan terburu-buru.

"Ya sudah, aku tutup dulu, ya. Sampai ketemu nanti sore. Bye," ujar Athrun. "Tunggu!" seru Cagalli, menghentikan Athrun untuk menutup telepon.

"Apa?"

"Eh-ehhmmm... I-I.. I love you," bisik Cagalli dengan wajahnya yang sudah memerah. Terdengar suara tawaan yang ditahan dari Athrun. Ia berani bersumpah bahwa saat itu juga Athrun sudah mengeluarkan seringai khasnya.

"Iya. Aku tahu. I love you too," balas Athrun penuh kasih sayang. Cagalli tersenyum.

Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya sore ini.

END


Well, that's it! Gaje, kan? I know.. Hasil bertapanya tidak membuahkan hasil.. Hwaaa..! DX

Yahh.. one last thing, R&R!

You'll get virtual cookies! (hope so)