Tiina and The Moomins

Disclaimer: Hidekaz Himaruya and Tove Jansson (Moomins series)

Sweden x femFinland

Warning: genderbent, don't like don't read, AU series, maybe little bit OOC. Adult Berwald x teenage! Tiina

.

.

.

Hate

"Aku ingin tidur dipeluk sama Om Moomins," gumam Tiina jengkel karena teringat kejadian beberapa kasus dimana Berwald mengecat boneka Moomins kesayangannya menjadi warna mengerikan. "Dipeluk Ber seram, moi!"

Berwald tertohok mendengar perkataan Tiina yang seperti itu. Dalam hati ia menangis karena bagi Tiina, Berwald adalah nomor kesekian. Selama ini ia menyangka bahwa dirinya selalu menjadi nomor satu bagi Tiina.

Bisa dilihat dengan caranya Tiina bermanja-manja kepadanya. Bagi Berwald, Tiina adalah gadis terimut. Sejak kecil Tiina memang menjengkelkan karena sifat polosnya tetapi anehnya ia tidak bisa berhenti memperhatikannya sedikitpun.

Sedangkan Moomins adalah penganggu hubungan mereka sampai kapan pun. Karena Moomins, Berwald selalu saja dilupakan olehnya sehingga di balik wajah Berwald yang seram, hati Berwald selalu menangis merana karenanya.

Akan tetapi, Berwald sudah tidak tahan lagi dan merasa kesal sehingga pada akhirnya ia harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatian Tiina dengan cara berhadapan dengan sesuatu yang paling ia benci.

Yaitu Moomins dan teman-teman.


Hot

Demi Tiina, Berwald rela berpanas-panasan dengan cara memakai kostum Moomins putih kesayangan Tiina. Hal itu ia lakukan dengan satu tujuan agar Tiina memeluknya dengan erat. Ini merupakan ide yang sangat bagus karena jika ia berhasil, Tiina akan jatuh ke dalam pelukannya.

Sengaja ia mengajak Tiina pergi ke taman ria bersamanya dan kabur secepat kilat untuk berganti pakaian menjadi kostum Moomins dan kembali ke posisi semula.

"Ja! Tiina!"

Tiina tidak mempedulikannya karena ia mengira Berwald sedang memanggilnya untuk mengatakan sesuatu seperti permintaan maaf karena pria itu meninggalkannya tiba-tiba barusan.

"Lihat ke belakang, ini Om Moomins!"

Gadis itu menoleh ke belakang dan memang bukan Berwald—anehnya itu adalah suara Berwald—lebih tepatnya itu adalah Moomins besar seukuran manusia yang bergerak-gerak. Mata Tiina sempat berbinar-binar untuk sementara waktu tetapi ia segera menyadari aura-aura seram dari kostum Moomins tersebut. Tanpa pikir panjang, Tiina langsung menendang-nendang Moomins gadungan tersebut.

"Ouch," gerutu Moomins tersebut. "Sakit, min karlek!"

Para pengunjung akhirnya melihat Tiina dan Moomins yang malang tersebut. Heran mengapa Tiina memukul Moomins yang malang tersebut dan anak-anak yang lain juga ikut memukuli Moomins tersebut.

Kostum Moomins yang berisi Berwald tersebut hanya bisa menahan pasrah dan kecewa karena ternyata upayanya tidak membuat Tiina senang sedikitpun. Semua usahanya sia-sia bagaikan lagu ST12 yang berjudul Aku Terjatuh.


Costume

Masih lanjutan dari yang tadi. Karena kesal, Tiina membuka kepala sang Moomins tersebut dan ternyata memang benar dugaan Tiina. Moomins tersebut ternyata Berwald sendiri.

Anak-anak yang tadinya semangat menghajar sang Moomins langsung lari terbirit-birit alih-alih puas telah mengalahkan sang Moomins tersebut. Ternyata oh ternyata, luarnya lucu dan di dalam seram. Wajah Berwald sudah bercampur antara marah dan malu.

Tiina berusaha kabur dari tempat itu bersama anak-anak tersebut tetapi gagal karena Berwald sudah menahan Tiina dengan erat. Dengan perasaan marah ia melepas kostum Moominsnya dan memukul pantat Tiina dengan kencang di depan umum.

"AMPUN, MOI!" Tiina menjerit. "AMPUN OM BER!"

Berwald menggeram dan memberikan death glare maut pada Tiina seseram mungkin asalkan Tiina kapok melakukannya dan rela menyerahkan diri ke dalam pelukannya. "Tidak ada ampun bagimu, kecuali ke hot—"

"TOLONG, ADA RAPIST!" Tiina berseru kencang sehingga menarik pengunjung yang lewat dan menatap Berwald dengan tatapan berbahaya.

Untuk kesekian kalinya, Berwald harus patah hati. Tidak ada harapan lagi bagaikan lagu ST 12, Aku Tak Sanggup Lagi.

Tak sanggup menahan rasa cemburunya karena Moomins sialan itu dan teman-temannya. Semua yang disukai Tiina dengan penuh obsesi membuat Berwald cemburu buta.

Itu de facto—bukan de jure.


Hug

Ketika Tiina tidur, diam-diam Berwald menyusup ke dalam tempat tidurnya dengan kostum Moomins. Masih dengan tujuan yang sama—agar Tiina memeluknya dengan erat. Baginya dipeluk oleh Tiina merupakan keuntungan baginya.

Ketika Tiina terbangun, hatinya merasa senang dan seolah-olah di alam mimpi tetapi seperti yang sudah diduga sebelumnya bahwa ternyata ia sadar bahwa Moomins itu berisi Berwald.

Dan ia menendang Moomins malang tepat di bagian vitalnya sehingga Moomins itu kesakitan.

Ia memang menyukai Moomins dan teman-temannya, bisa dibilang ia tergila-gila pada Moomins tetapi jika Moomins itu ada unsur Berwald di dalamnya—

"Sakit, Tiina sayang!"

—Tiina menjadi tidak suka karenanya. Lebih baik ia tidak dipeluk ketimbang di dalamnya adalah Berwald. Ia bukannya membenci pria itu dan sebenarnya ia memiliki perasaan khusus, tetapi ia merasakan aura berbahaya dari pria itu sehingga membuat Tiina mundur selangkah demi selangkah.

TBC


A/N Makasih ya atas review ficnya :3 Tinggal 3 drabble lagi nih XD yeah! Tiina-nya agak tsun-tsun kayaknya =_=v soalnya mau gimana juga, Tiina terlalu polos minta ampun deh jadi minta gw cubitin, syalalala~

Read and Review, please no flame