Tiina and The Moomins
Disclaimer: Hidekaz Himaruya and Tove Jansson (Moomins series)
Sweden x femFinland
Warning: genderbent, don't like don't read, AU series, maybe little bit OOC. Adult Berwald x teenage! Tiina
Big No No!
Suatu hari, Tiina menangis tersedu-sedu di tempat tidur karena Berwald berusaha menidurinya ketika ia sedang dalam keadaan lengah. Gadis itu merasa kesal dengan sikap Berwald yang kelewatan terhadapnya. Mulai dari menakut-nakutinya, mengajaknya ke tempat berbahaya dan macam-macam lainnya yang tidak bisa dijelaskan olehnya.
"POKOKNYA AKU MAU PUTUS DARI BER!" Tiina menjerit seperti orang gila yang rumahnya baru saja mengalami kebakaran. "Katanya Ber janji mau sayang aku, tapi Ber malah ingin memperkosaku!"
"T'na, aku t'dak m'mperk'sa!" Berwald menegaskan dengan suara kumur-kumurnya. "Aku t'rlalu c'nta p'damu."
Tiina menatap marah Berwald dan melempar bantal ke wajah Berwald. "Ber pria jahat dan mesum, moi. Pokoknya aku mau putus dari Ber atau aku bunuh diri!"
Berwald hanya bisa bersedih di dalam hatinya. Ia hanya ingin memeluk Tiina di tempat tidur karena Tiina begitu imut dan manis. Bukan karena maksud lainnya.
"Ak'n kubelikan Muumin asal kau t'dak m'mutuskanku," Berwald menawarkan sesuatu pada Tiina dengan tatapan berbahaya. Tentu saja ia tidak akan membelikannya dan itu hanya alasan agar Tiina terus bersamanya. "B'neka Muumin uk'ran satu m'ter."
Mata Tiina langsung berbinar-binar ketika mendengar Moomins alias Muumin. Untuk sementara ia tidak putus terlebih dahulu sebelum Moomins yang Berwald janjikan datang.
Bayangkan jika ada Moomins satu meter di tempat tidurnya, ia akan bermimpi indah dan senang. Tidak akan ada Berwald yang menganggunya setiap malam.
Lie
Dua bulan sejak perjanjian itu, Moomins yang dijanjikan Berwald sama sekali tidak datang dan itu membuat hati Tiina merasa sakit karena Berwald tega menipunya seperti ini.
"S'jak k'pan aku b'rjanji s'perti itu?" tanya Berwald ketika ia ditanyai mengenai Moomins. "M'na mau aku b'likan k'danil j'lek itu padamu!"
Rupanya Moomins yang dijanjikan Berwald sama sekali tidak ada alias ingkar janji. Pria itu tidak mau repot-repot membelikan Tiina benda semacam itu.
Yang penting Berwald tidak putus dari Tiina karena ia cinta mati pada Tiina.
Padahal Tiina ingin cepat-cepat putus dari Berwald karena tidak tahan dengan sifat nafsuan yang dimiliki pria itu. Sebagian hati Tiina memang tidak rela untuk putus dari Berwald tetapi Tiina takut terjadi hal yang tidak diinginkan dan ia menganggap Moomins yang dijanjikan Berwald sebagai kompensasi akibat insiden pengecatan Moomins lamanya yang menjadi warna hitam mengerikan dengan wajah Moomins menjadi seram.
"Hiks, kak Tino—hiks, Ber jahat sama aku," Tiina terisak dan memeluk tubuh kakaknya dengan erat. Tino hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya ini. Ada apa gerangan sehingga Tiina menangis?
"Pria itu ngapain kamu lagi?"
Tiina menceritakan semua yang dialaminya ketika bersama Berwald. Mulai dari pria itu mengecat Moomins kesayangannya hingga tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh Berwald. Mendengar hal itu, Tino langsung naik pitam dan menyiapkan sniper untuk menghajar Berwald saat itu juga.
"Demi Vainamoinen!" geram Tino dan membawa senjata andalannya. "Beraninya dia membuat adikku menangis dan mengecat Moominsnya menjadi warna mengerikan seperti itu, moi!"
Attack
Tiina kaget ketika pulang ia mendapati boneka Moomins raksasa berwarna putih. Tidak setinggi satu meter melainkan satu setengah meter. Tanpa ba-bi-bu lagi, Tiina langsung memeluk Moomins itu dengan riang.
"WAAAAI!" seru Tiina riang. "Lucunya!"
Berwald hanya tersenyum miris di balik gerbang melihat Tiina. Dengan memberikan Moomins pada Tiina otomatis Tiina bebas meminta putus kepadanya. Ia sadar selama ini perbuatannya sangat keterlaluan. Ia menyakiti Tiina mulai dari hal-hal kecil sampai pada akhirnya Tiina tidak tahan lagi dan minta putus padanya.
Dua hari sebelumnya, Tino mendatangi rumahnya dan memakinya karena ia telah melakukan sesuatu yang jahat terhadap Tiina-nya. Berwald heran bahwa kakaknya yang dikenal sangat lembut bisa bersikap yandere seperti ini.
"Kau s'ka?" Berwald mendekati Tiina dan bertanya. "Uk'rannya masih k'rang? K'lau k'rang nanti d'beli y'ng baru."
Tiina tersenyum pada Berwald. "Ini sudah cukup kok!"
Berwald terharu dalam hati melihat senyuman Tiina yang aduh-imut-sekali. Suatu saat nanti, ia akan menyuruh Tiina tidur ke dalam pelukannya.
Mungkin suatu saat bisa.
FIN
Author Notes: GYAAA~Maaf kalau fic Moominsnya tambah pendek dari sebelumnya. Maaf ya : ( Kritik dan saran amat sangat diperlukan tapi NO FLAME karena pair atau apa aja. Makasih yang udah baca ficnya XD
