A Super Junior's Fanfiction
~My Love, My Dongsaeng~
Pair :: KyuMin,HaeHyuk and other Couple
Warning :: Genderswitch, Typo, tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar. All ukes as Girl.
.
.
.
a/n :: di bagian awal Chapter ini akan melanjutkan tentang pertengkaran Zhouhyuk di chapter kemarin.
.
.
~My Love, My Dongsaeng~
Zhoumi bangun dari duduknya, dia berjalan kearah balkon kamarnya yang berhadapan langsung dengan taman belakang rumah keluarga Lee tersebut.
Dia menumpuk tangannya dipagar pembatas balkon itu dan menyandarkan badannya dengan pandangan lurus kedepan. Sekelebat memori tentang masa lalu yang ingin dia buang jauh-jauh kembali muncul dalam ingatannya.
-flashback-
"ayo Zhou." Ucap seorang yeoja manis dengan pipi seperti kue mochi. Dia menggandeng lengan kanan Zhoumi manja dan mengajaknya ke stand gulali kapas. Mereka sekarang sedang disebuah pasar malam yang diadakan di sekolah mereka.
"iya Xiannie," Ucap Zhoumi sabar, dia tersenyum dan mengikuti kemanapun Xian-yeoja berpipi seperti kue mochi—pacarnya.
.
.
"Zhou," Panggil Xian.
Mereka sekarang sedang ada ditaman tepat dibawah pohon maple, Xian duduk berselonjoran dan bersandar di pohon sedangkan Zhoumi menaruh kepalanya dipaha Xian sembari memejamkan mata. Menikmati sentuhan Xian yang mengelus rambut merahnya.
Zhoumi hanya bergumam sebagai jawaban, bahwa dia mendengar panggilan kekasihnya tersebut.
"aku sayang kamu," Ucapnya sambil tersenyum.
Zhoumi membuka matanya dan langsung bertatapan langsung dengan mata Xian. Mereka sama-sama tersenyum, Zhoumi mengisyaratkan Xian agar mendekat dengan jari telunjuknya dan Xian pun mengikutinya.
Jarak mereka sangat dekat, lalu Zhoumi langsung menaikkan badannya dan langsung mencium tepat di bibir Xian. Sementara Xian hanya melebarkan matanya, tetapi dia berangsur menutup matanya dan membalas ciuman Zhoumi.
.
.
"Xian kamu gak papa?" Tanya Zhoumi khawatir.
Gimana enggak? Wajah yeoja yang dihadapannya ini sekarang putih pucat, tidak seperti biasanya.
"gak kenapa-kenapa," Jawab Xian cepat lalu menutupi mulut dengan sapu tangannya, dia terbatuk kecil.
"gak kenapa-kenapa gimana! Muka kamu pucet Xian, aku anter pulang yah." Tawar Zhoumi lembut.
"enggak! aku dijemput supir,dah Zhou." Pamit Xian sambil berlari dan meninggalkan Zhoumi di depan gerbang sendirian.
.
Zhoumi baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih bertengger di lehernya. Kemudian dia berjalan ke meja yang ada disamping tempat tidurnya. Dia meraih Ponselnya yang bergetar pelan—menandakan sebuah pesan masuk.
From : Mylovely Xiannie
Text : Zhou, kurasa kita putus aja! Dan jangan hubungi aku lagi.
Zhoumi terdiam membaca sms yang baru saja dikirim Xian, dengan cepat dia menekan tombol speedial 1 dihandponenya—nomor Xian. Tetapi yang didapatkannya hanya suara operator telepon.
Dengan segera dia menyambar jaket dan kunci motornya kemudian keluar kamar dengan setengah berlari.
"Ma, aku kerumah Xian dulu." Teriak Zhoumi dari anak tangga.
dia menuruni tangga sambil berlari kecil dan langsung berlari keluar rumah tanpa mendengar ucapan Mamanya.
Setelah menemukan motornya yang terpakir di garasi, dia menggas motornya kencang dan dalam waktu 5 menit dia sudah sampai disebuah perumahan dan berhenti disebuah rumah bergaya classic Eropa.
Zhoumi menyerengitkan dahinya. Rumah ini sepi dan gelap, dia mencoba memencet bel berkali-kali dan kemudian pintu gerbang tersebut terbuka.
Munculah Pak Jung—penjaga rumah keluarga tersebut. "tuan Zhoumi? Ah ada apa tuan malam-malam kesini?" Tanya Pak Jung.
"Pa Jung. Kok rumah gelap begini? Dimana Xian?".
"loh? Tuan,Nyonya,dan Nona Xian sudah berangkat ke China tadi sore." .
"China?" Gumam Zhoumi bingung. Dia langsung mengeluarkan handponenya dan menghubungi Xian kembali, namun hasilnya sama saja tidak ada jawaban dari seberang.
Zhoumi kembali menaiki motornya setelah berpamitan dengan Pak Jung. Dia kembali kerumah.
.
.
Semenjak Xian pergi ke China, Zhoumi semakin murung. Eunhyuk sering menemukan kakaknya yang biasanya jahil dan usil itu melamun dan sesekali mengumamkan nama Xian berkali-kali.
Zhoumi terus menantikan kehadiran Xian kembali, namun penantiannya kandas setelah menerima kabar bahwa Xian—Liu Xian Hua, kekasihnya sudah bertunangan dengan seorang namja asal negeri Tirai Bambu tersebut.
Zhoumi tertawa hambar tetapi jelas airmata keluar dari kedua sudut matanya. Sejak kejadian itu, Zhoumi tidak pernah berhubungan dan serius terhadap wanita. Dia takut kembali disakiti lagi seperti dahulu.
-flashback end-
Zhoumi menghapus airmata yang meluncur seenaknya dari sudut matanya. Dia menghela nafas sebentar dan masuk kedalam kamarnya lalu mengunci jendela kaca yang menghubungkan kamarnya dengan balkon.
Zhoumi merebahkan dirinya di kasurnya lalu dia memejamkan mata dan tak lama dia tertidur.
Mr dan serta Eunhyuk sudah berada dimeja makan dan duduk ditempat mereka masing-masing.
Eunhyuk masih mengaduk-ngaduk makanannya tidak semangat.
Mrs. Lee yang memang duduk disamping Eunhyuk langsung menegur putrinya tersebut. "makanan jangan dimainin begitu dong sayang!".
Eunhyuk mendongak lalu menganggukan kepalanya. Dan dengan tidak semangat menyendokan makanan tersebut ke mulutnya.
Tak lama kemudian Zhoumi bergabung dengan mereka dan duduk dikursi sebelah kiri . Eunhyuk mendongak dan memperhatikan kakaknya itu. Dia merasa bersalah kepada Zhoumi karena membuatnya ingat akan kenangan pahitnya.
"kak?"Panggil Eunhyuk dengan suara pelan.
Tetapi Zhoumi tidak menghiraukannya. Dia tetap berkonsentrasi pada makanannya.
"kak Zhou." Panggilnya lagi—kali ini agak keras.
Dan berhasil, Zhoumi mendongak dan memandang Eunhyuk datar. Ingin rasanya Eunhyuk menangis karena Zhoumi memandangnya seperti itu. Apa karena ucapannya tadi?
Walaupun mereka sering berantem dan saling mengejek—Zhoumi tidak pernah memandangnya sebegitu dinginnya.
"aku minta maaf." Ucap Eunhyuk sambil menundukan kepalanya.
yang ada disamping Eunhyuk pun menghela nafas dan mengelus pundak Eunhyuk. Sedangkan Mr. Lee kebingungan melihat kedua anaknya yang terlihat canggung ini.
"ada apa Hyuk?" Tanya .
"gak ada apa-apa Pa! Cuma tadi aku kelewatan ngomong sama kak Zhou," Jawabnya.
"aku selesai!" Zhoumi berdiri dari duduknya dan melenggang santai tanpa menghiraukan ucapan Eunhyuk barusan,dia langsung menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Eunhyuk menggigit bibir bawahnya. Dia merasa bersalah karena telah membuat kakaknya itu down kembali saat mengingat nama Xian—mantan pacarnya Zhoumi.
Kemudian dia berdiri, berpamitan dengan kedua orangtuanya untuk kembali ke kamarnya. Dia tidak langsung masuk kedalam kamarnya. Melainkan ke kamar sebelahnya—kamar Zhoumi.
Tok Tok Tok…
"kak Zhou, Aku masuk yah." Ucap Eunhyuk sambil mengetuk pintu bercat putih tersebut.
Dia menunggu sebentar, tetapi tidak ada jawaban. Dengan perlahan dia membuka pintu tersebut dan melongokkan kepalanya. Dia melihat Zhoumi sedang berdiri di balkon.
Eunhyuk berjalan menghampiri Zhoumi dan berdiri tepat disebelah kakaknya yang sedang memdongakan kepalanya—memandangi langit luas diatas sana. Eunhyuk melirik kakaknya tersebut. "aku minta maaf yah kak Zhou." .
"untuk?" Zhoumi menjawab singkat tanpa mengalihkan pandangannya ke Eunhyuk.
Mendengar ucapan Zhoumi yang begitu singkat. Eunhyuk mengigit bibir bawahnya, rasanya dia ingin menangis sekarang.
"ka.. karena aku udah hiks nyebu.. hiks.. nyebutin nama kak Xian." Ucapnya sambil terisak, dia menunduk dan mengusap airmata dengan punggung tangannya.
Zhoumi menurunkan pandangannya dari langit luas dan mengalihkan kearah Eunhyuk. Dia mendekati Eunhyuk dan menganggkat wajah adiknya yang telah basah dengan airmata. Diusapnya dengan ibu jarinya airmata yang jatuh di pipi adiknya tersebut.
"udah ah jangan nangis! Jelek tau," Ledeknya.
"abisnya kak Zhou diemin aku hiks." Ucap Eunhyuk masih sesengukan.
"iya,aku kan udah gak diemin kamu lagi sekarang! Udah jangan nangis lagi." Mendengar ucapan Zhoumi tersebut, Eunhyuk pun tersenyum.
.
.
"gimana hubungan kamu sama Hae?" tanya Zhoumi, mereka berdua sedang duduk dilantai balkon kamar Zhoumi. Eunhyuk menyenderkan kepalanya di bahu Zhoumi sambil memandangi hamparan bintang yang menghiasi langit Seoul malam itu.
Eunhyuk melirik Zhoumi sekilas. "baik, tapi aku harap kak Zhou gak musuhin kak Hae ya!" pintanya dengan mata berbinar dan berkedip lucu—kebiasaan Eunhyuk jika ada maunya.
Zhoumi terkekeh melihat tingkah Eunhyuk yang menurutnya sangat jarang ditunjukkan lagi kepadanya. Rasanya Zhoumi sedikit beruntung dengan kejadian tadi, hingga dia bisa memperbaiki hubungan kekerabatan dengan adiknya itu.
"aku gak ngelarang kamu pacaran sama Hae, tapi aku gak mau kamu pacaran terlalu serius. Aku gak mau kamu nantinya kaya aku! Jelas?" ucapnya sambil melotot seram.
Eunhyuk memonyongkan bibirnya mendengar ucapan Zhoumi barusan.
"kak Hae baik kok! Kan kak Zhou udah kenal sama dia dari SMA iya kan?" tanya Eunhyuk.
Zhoumi menganggukan kepalanya. "aku cuma takut nanti kamu gak lagi peduli sama aku kalo kamu punya pacar. Aku mau kita akrab kaya dulu lagi. Kamu selalu manja dan bergantung sama aku, Makan es krim berdua, bercanda. Aku cuma pengen kita kaya Kyu dan Minnie! mereka tetap akrab hingga dewasa. Kamu ngerti?" terang Zhoumi sambil melihat kearah Eunhyuk.
"iya aku ngerti," jawab Eunhyuk pelan sambil tersenyum.
Drtt… Drtt…
Ponsel Eunhyuk bergetar pelan tanda sms masuk, dia merogoh kantung celananya dan melihat layar handphone putih dengan list kuning. Ada sebuah pesan.
From : Prince Fishy~
Text : gimana udah baikan sama Zhoumi? Kalo belum besok aku ngomong sama dia ok? Jangan sedih lagi. Nanti aku ikutan sedih Baby Monkey~ saranghae
Eunhyuk tertawa pelan membaca pesan Donghae, Zhoumi mengambil ponsel Eunhyuk dan membaca pesan dari Donghae, dia tersenyum tipis membaca pesan tersebut.
"liat, baikkan dia?" .
Zhoumi mengangguk. "ia Hae orangnya baik kok. Aku setuju kamu sama dia, tapi inget jangan lupain aku." Ucapnya sambil mencubit hidung Eunhyuk.
"aaahh~ sakit kak!" erang Eunhyuk dan melepaskan tangan Zhoumi dari hidungnya yang memerah."iya aku gak bakalan ngelupain kak Zhou kok! Besok anterin aku sekolah!" Titahnya.
"ok deh Baby Monkey," Jawab Zhoumi sambil tersenyum menggoda.
"ah~ jangan panggil baby monkey kak! Itu panggilan buat kak Hae! Cari yang lain dong gak kreatif banget sih!" Ucap Eunhyuk sambil cemberut, dan Zhoumi hanya tersenyum.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
"Minnie turun yuk! Makan malem dulu baru tidur." Panggil Kyuhyun sambil mengetuk pintu kamar Sungmin.
Sebenarnya Kyuhyun juga bingung, sejak sepulang sekolah Sungmin tidak pernah keluar kamarnya. Kyuhyun yang memang ada tugas dari kampus hanya mendiamkannya saja.
"Minnie?" panggilnya lagi.
Hening
Kyuhyun mulai panic—gak biasanya Sungmin bersikap kaya begini. Dia langsung membuka pintu kamar Sungmin. Dia langsung tercengang kemudian berlari kencang dan mengangkat tubuh Sungmin yang rebahan di lantai disamping tempat tidurnya.
"Minnie? hei Minnie! bangun!" Kyuhyun terus menyebutkan nama adiknya tersebut sambil menepuk-nepuk pipi adiknya.
Kyuhyun langsung melotot melihat darah segar yang keluar dari hidung Sungmin. dia langsung mengendong Sungmin dan membawa nya turun lalu menjalankan mobilnya kearah rumah sakit.
.Seoul Hospital.
"gimana keadaan adik saya Dok?" Tanya Kyuhyun pada dokter yang baru saja memeriksa Sungmin masih ada diruangan sebelah.
Dokter tersebut menghela nafas dan mengambil kertas hasil pemeriksaan atas Sungmin. "adik anda menderita penyakit Leukimia stadium 3." Ucap dokter tersebut.
Kyuhyun langsung duduk tegap mendengar ucapan dokter tersebut. "Le.. Leukimia? Tapi bagaimana bisa dok? Minnie kelihatan baik-baik aja kok." Ucapnya tidak percaya.
Dan dokter tersebut dengan detail menjelaskan tentang penyebab dan bagaimana keadaan Minnie sekarang. Setelah berbincang-bincang dengan dokter tersebut, Kyuhyun langsung berdiri dan menjabat tangan sang dokter dan keluar dari ruangan dokter tersebut.
Setelah menutup ruangan pintu,Kyuhyun berbalik dan dia langsung mematung melihat Sungmin ada dihadapannya sambil menangis tanpa suara.
"Mi.. Minnie?".
"Leukimia?" Tanyanya dengan suara serak sambil tersenyum sedih, bahkan airmata ikut turun dari mata indahnya.
"Minnie." Panggil Kyuhyun lagi, dia langsung memeluk Sungmin yang menangis dalam diam. "kita bisa lewati ini Minnie,aku akan bilang sama Ayah sama Bun—
"jangan kak! Jangan kasih tau tentang ini ke Ayah sama Bunda, aku gak mau mereka sedih." Sungmin memotong ucapan Kyuhyun.
"tapi—
"please kak Kyu?" Sungmin langsung melepaskan pelukan Kyuhyun dan memandang kakaknya langsung.
Kyuhyun memandang Sungmin sebentar dan kemudian mengangguk. Setelah itu mereka memutuskan untuk kembali kerumah untuk beristirahat karena malam sudah cukup larut.
.
.
Kyuhyun memarkirkan mobilnya di bagasi, setelah mematikan mesin mobil dia melirik Sungmin yang duduk tepat di sampingnya. Dia tertidur.
Kyuhyun membuka pintu mobil dibagian kemudi, lalu memutar dan membuka pintu bagian penumpang yang di duduki Sungmin. Dia mengarahkan tangannya kebelakang tengkuk Sungmin dan lututnya. Kemudian mengangkatnya dengan gerakan perlahan, takut Sungmin terbangun.
Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin yang masih pucat, walaupun tidak separah saat dia menemukan Sungmin pingsan tadi.
Dia masuk kedalam kamar Sungmin dan meletakan adiknya tersebut di atas kasur, menyelimutinya dengan selimut berwarna pink lembut dengan motif kelinci. Kyuhyun ikut merebahkan tubuhnya disebelah kanan Sungmin.
"please, jangan bikin aku khawatir Minnie." Ucapnya pelan.
Dia membelai rambut hitam Sungmin dengan gerakan perlahan. Kemudian dia mencium dahi Sungmin, turun ke mata dan mengecup mata kanan dan kirinya, kedua pipinya yang chubby.
Dan tanpa sadar Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke bibir Sungmin dan mengecupnya sekilas.
Deg…
Kyuhyun langsung menjauhkan badannya dari Sungmin dan meraba jantungnya yang berdegup kencang. Apa ini? . Batinnya. Dia langsung bangkit dan duduk diatas kasur dan melirik Sungmin yang tertidur.
Lalu Kyuhyun menggelengkan kepalanya seraya mengacak-ngacak rambut coklatnya. Dia segera turun dari kasur Sungmin dan masuk kedalam kamarnya.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Sungmin masih tertidur dengan lelapnya, bagaikan seorang putri yang belum akan terbangun jika seorang pangeran belum menciumnya—oke abaikan—.
Sungmin membuka perlahan mata karena terganggu dengan sinar matahari yang berasal dari jendela kamarnya yang terbuka lebar. Dia mengerjapkan matanya dan duduk diatas kasurnya sambil menguap.
Dia turun dari ranjangnya berniat membuatkan sarapan untuk dirinya dan Kyuhyun nanti. Dia membuka pintu kamarnya dan berjalan pelan kearah tangga, hingga sebuah suara menghentikan langkahnya.
"pagi Minnie." sapa seseorang dari arah ruang makan.
"Ayah!" pekik Sungmin histeris, dia berjalan cepat menuruni anak tangga dan memeluk Kangin yang sedang duduk dikursinya.
Kangin hanya terkekeh melihat tingkah putrinya tersebut.
"jadi cuma Ayah aja yang dipeluk? Bunda enggak nih?" Ucapan Teuki yang baru bergabung di meja makan sambil membawa setumpuk roti panggang mengalihkan pandangan Sungmin.
"aaa~ Bunda! Minnie kangeeen~" Ucap Sungmin, dia langsung memeluk Teuki.
"dasar anak Bunda yang satu ini emang manja!" Gumam Teuki dari balik punggung Sungmin.
Sungmin hanya tersenyum dibalik Punggung Teuki, tapi setelah beberapa detik kemudian senyum itu hilang dari wajahnya.
'maafin Minnie Bunda.' Ucapnya dalam hati.
"Ayah? Bunda? Kapan sampe?" Tanya seseorang dari arah tangga. Sungmin langsung melepaskan pelukannya terhadap Teuki dan menoreh kearah Kyuhyun.
"pagi Kak Kyu~" Sapa Sungmin sambil tersenyum manis.
"eh? Iya pagi Minnie." Jawabnya gelagapan. Entah kenapa bayangan 'insiden' semalam masih melekat di ingatannya, dimana dia mencium adiknya tersebut.
"Ayah sama Bunda kok udah pulang? Emang urusannya udah selesai? Katanya seminggu disana?" Tanya Sungmin memecahkan kesunyian.
Teuki langsung mendongak mendengar pertanyaan Sungmin. "urusan disana sudah di handle sama bawahan Ayahmu," Jawab Teuki.
Sedangkan Sungmin hanya menganggukan kepalanya saja.
Sungmin membalikan sendok dan garpu nya—tanda dia sudah selesai makan. Dia langsung berdiri dan mengambil tas dan memakai jasnya. "kak Kyu ayo buruan!" Ucapnya.
Kyuhyun meminum susunya dengan santai tanpa menghiraukan ucapan Sungmin barusan. "iya-iya." Jawabnya. Dia bangkit dari duduknya dan merapihkan file-filenya dan memasukkannya kedalam tas.
"Ayah, bunda. Aku sama kak Kyu berangkat yah! Bye~" Ucap Sungmin sambil mencium kedua pipi Teuki dan Kangin bergantian.
"aku berangkat." Ucap Kyuhyun sambil berjalan keluar menyusul Sungmin, meninggalkan Teuki dan Kangin yang masih asyik sarapan diruang makan.
.
.
.
Mobil Kyuhyun berhenti didepan gerbang SM High School. Sungmin mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun.
"inget janji semalem ya kak Kyu." Ucap Sungmin.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah Sungmin, dia mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sungmin barusan. "janji apa?" .
"tentang Leukimia aku."
Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Sungmin tersebut.
"aku percaya kak Kyu bukan orang yang ingkar janji." Ucapnya sambil tersenyum. Sungmin mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun. Sontak Kyuhyun langsung memundurkan badannya kebelakang.
Sungmin menaikan sebelah alisnya melihat tingkah laku kakak laki-laki nya ini. "kok ngejauh? Gak mau dicium?" Tanya Sungmin.
"eh? i… iya. Hehe~" Jawabnya sambil menggaruk tengkuk belakangnya.
Sungmin langsung mencium pipi Kyuhyun dan langsung keluar dari mobil tanpa melihat wajah Kyuhyun yang entah mengapa tiba-tiba memerah walaupun samar terlihat.
Setelah Sungmin melambaikan tangan nya, dia langsung berbalik dan masuk kedalam area sekolah bersama dengan Eunhyuk sepertinya baru saja sampai.
Kyuhyun memandangi punggung Sungmin yang menjauh. "Aish! Inget Kyu, dia ade lo!" Peringatnya pada dirinya sendiri. Setelah itu menyalahkan mesin mobilnya dan bertolak ke kampusnya.
.To Be Continue.
.
.
Mianhae Readers, updatenya kurang lama yah? #plak. Sebenernya ini udah siap dipublish beberapa minggu yang lalu, tapi karena pulsa modemnya abis jadi ketahan deh *curhat. Dan juga maaf, chapter ini kurang panjang—bener kehabisan ide.
Dan mungkin Chapter selanjutnya juga aku gak bisa update cepet. Ini aja curi-curi waktu senggah waktu UAS, doain yah biar nilai aku nya memuaskan hehe^^
Terakhir, aku ucapin TERIMA KASIH banyak buat yang udah sempetin baca dan Review FF aku ini. Review dari kalian memberikan aku semangat untuk melanjutkan ff ini.
Saran dan Kritik diterima! Tapi yang membangun oke?
.tania Lee.
~Reply Review Area~
Reyza Apriliyani : udah tau maksud aku si Xian disini siapa Chingu? ^^.
Cho Hyun Jin : iya makasih onnie ^^. Ini udah dilanjutin. Mian chapt kemarin pendek, semoga ini gak pendek yah XD,
Ayuki : Mianhae~ Ayuki-sshi. Aku berusaha banyakin KyuMin momentnya deh. Terima kasih udah baca dan review ^^
Minyu : makasih udah nunggu Minyu-sshi. Semoga gak bosen yah ^^.
MegaKyu : iya, aku berusaha buat panjangin ceritanya. Pertanyaan chingu udah dijawab di Chapter ini. Terima kasih udah baca ^^
uthyRyeosomnia : iya semoga suka sama KyuMin moment diatas deh. Terima kasih semangatnya ^^.
Lee Eunhee : iya, aku juga merasa di chapter kemarin kurang, Mianhae~ iya ini Kyumin kok chingu. ^^
HaEHyuk : *peluk chingu* #plak. Iya akhirnya mereka jadian. Ini udah dilanjutin. Dan makasih untuk semangatnya ^^
hana : aku juga mau ^^. Iya ini udah dilanjutin, semoga suka^^.
drak 038 : terima kasih udah mengoreksi tulisan aku. Ini udah dilanjutin. Terima kasih udah baca ^^
oktaputrie : ini udah dilanjutin, terima kasih udah baca.
Chikyumin : iya, secepatnya. Ini udah dilanjutin.^^
Auliayyg : iya terima kasih udah suka ^^. Iya samaan,aku juga pengeeen banget punya kakak cowo'. Pertanyaan Chingu udah dijawab di Chapter ini. Gpp kok, ini udah dilanjutin.
chagyumin : tentang Xian, udah terjawab di chapter ini. Ini udah dilanjut.^^
Matsuka99 : jawaban atas pertanyaan chingu ada di chapter ini, ini udah dilanjut ^^
ressijewelll : iya kan mereka pasangan yadong *dirajamHaehyuk*. Ini udah dilanjut semoga suka ^^.
Cho Sungmel : ini udah dilanjutin, apakah di Chapter ini KyuMin momentnya kurang? Terima kasih udah baca.
Author : 'Tentang Xian yang aku maksud itu bukan Kyuhyun atau Victoria loh. Xian yang aku maksud disini itu Henry, bener gak sih nama China nya Henry itu Liu Xian Hua? Kalo salah, maaf deh *ngeles*.'
