A Super Junior Fanfiction

~My Love, My Dongsaeng~

Pair : KyuMin/Haehyuk and other couple

Warning : Genderswitch, Typo, tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar. All uke as Girl!

.

.

Kyuhyun baru saja masuk kedalam kelasnya. Dia langsung duduk ditempatnya, kemudian dia mengeluarkan iPadnya dari dalam tas. Tiba-tiba seorang yeojya menghampiri Kyuhyun.

"Kyuhyun," Panggilnya.

Merasa dirinya terpanggil, Kyuhyun mengadah kearah yeojya yang memanggilnya tadi. "ada apa Seo?" Tanya Kyuhyun.

Seohyun tersenyum dan duduk persis disamping bangku Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri langsung menggeser sedikit bangkunya agar lebih jauh dari yeojya tersebut saat dirasa posisi mereka terlalu dekat.

"kerja kelompok kita bagaimana? Lusa harus dikumpul bukan?" Tanya Seohyun.

Kyuhyun mengangguk sekilas. "gimana ngerjainnya sehabis kelas selesai?"

"boleh, gimana kalo ngerjainnya dirumah kamu aja Kyu?" Usul Seohyun. Kyuhyun berfikir sejenak dan kemudian menganggukan kepalanya. Seohyun langsung bangkit dari duduknya dan kembali ke bangkunya setelah melihat dosen yang mengajar sudah datang.

.

.

Bel tanda pulang sekolah sudah berlalu 10 menit yang lalu, tetapi Sungmin masih saja berdiri didepan gerbang sekolahnya. Sesekali dia mengecek jam yang ada diponselnya sambil berdecak sebal.

"kak Kyu kemana sih? Kok belum jemput!"

Dia langsung mengangkat ponselnya setelah tanda pesan masuk kedalam ponselnya. Dia menyentuh ponselnya, setelah membaca pesan singkat tersebut dia makin cemberut. "dasar! Dari tadi ke bilang gak bisa jemput! Udah ditinggal sama Hyukie lagi." Decaknya.

Tin… Tin

Sungmin menoreh dan mendapati sebuah mobil Honda Jazz hitam berhenti tepat didepannya. Sang pengemudi mobil tersebut langsung menurunkan kaca mobilnya.

Ternyata itu si Henry. "belum pulang Min? gak dijemput emang?" Tanyanya.

Sungmin mempoutkan bibirnya sambil menggelengkan kepalanya. Henry yang ada dihadapannya langsung mengerjapkan matanya berkali-kali melihat tingkah aegyo Sungmin barusan. Damn! Cute. Batinya.

Henry langsung menoleh setelah mendengar pintu mobil disebelahnya tertutup dan disana sudah ada Sungmin yang sudah duduk dengan tenang. "heh? Ngapain lo?" Tanya Henry.

"anterin gue pulang." Titah Sungmin seenak jidatnya, dia langsung menyetel tape dan membesarkan volumenya.

"bayar!" Ucap Henry sambil mengadahkan tangannya kearah Sungmin sambil nyengir. Sungmin langsung menoleh dan menatap Henry malas. "jayus tau gak." Ucapnya.

Henry terkekeh mendengar ucapan ketus Sungmin dan dengan segera dia menyalahkan mobilnya kemudian menjalankan kearah rumah Sungmin.

.

Sungmin langsung masuk kedalam rumahnya setelah mengucapkan terima kasih terlebih dulu pada Henry yang sudah mengantarnya pulang. Sungmin masuk kedalan rumahnya dan berhenti didepan rak penyimpanan sepatu untuk menganti sepatunya dengan sandal rumah.

Tetapi gerakannya yang sedang melepas tali sepatunya langsung berhenti setelah matanya melihat sebuah high heels berwarna merah yang tersusun rapih disana. Dia mengerutkan keningnya. Perasaan Bundanya gak punya sepatu kaya gitu, apalagi dirinya sendiri. Begitulah kira-kira fikiran Sungmin.

Dia langsung bergegas masuk kedalam. "Minnie pulang." Teriaknya sambil berlari kedalam.

Sungmin langsung menghentikan langkahnya diruang tamu setelah matanya menangkap sesosok yeojya yang duduk bersebelahan dengan kakaknya. Mereka terlihat akrab, berbincang sesekali tertawa sambil mengetik sesuatu diatas laptop hitam yang Sungmin yakini milik Kyuhyun.

Mereka berdua langsung mendongak setelah mendengar deheman Sungmin. Kyuhyun langsung tersenyum dan melambaikan tangannya. "baru pulang?" Tanyanya.

Sedangkan yeojya disamping Kyuhyun—Seohyun tersenyum kearah Sungmin dan melambaikan tangannya. "hai, kamu Sungmin adiknya Kyuhyun?" Tanya nya ramah.

Merasa tidak enak, Sungmin hanya mengangguk malas dan berlalu dari ruangan tersebut kemudian menaiki tangga untuk ke kamarnya yang ada dilantai dua. Kyuhyun yang melihat tingkah Sungmin hanya memandang adiknya itu sebentar lalu menaikan kedua pundaknya. Mungkin dia ngambek. Batin Kyuhyun.

Mereka berdua kembali larut dalam kegiatan mereka tadi.

Sungmin turun keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Teuki yang sedang sibuk memasak untuk makan malam di dapur. Dia duduk di bar yang memisahkan ruang makan dengan dapur.

Sungmin menyanggah dagunya dengan kedua lengannya dan memperhatikan Teuki. "Bunda masak apa?" Tanyanya.

Teuki langsung menoleh dan tersenyum kepada Sungmin. "sup ayam jamur, kamu kapan pulang?" Tanyanya.

"baru aja. Bund, aku lapar ih."

Teuki menoleh kearah Sungmin, kemudian dia mengambil sepiring besar cookies dan meletakannya di hadapan Sungmin. "ini."

Sungmin mengambil kue tersebut dan memakannya pelan. Dia melirik sebentar kearah Kyuhyun dan teman wanitanya tersebut. "Bunda, itu siapa sih?" Tanyanya kurang suka.

Teuki menjawab sambil melanjutkan masakannya. "itu Seohyun, teman kampus kakakmu. Dia cantik bukan?" Tanya Teuki meminta pendapat.

Sungmin memperhatikan Teuki lama. "cantikan aku kemana-mana lah." Ujarnya narsis.

Teuki berjalan kearah Sungmin sambil membawa nampan yang terdapat sepiring cake dan jus jeruk. "iya, anak Bunda ini emang cantik. Kan Bundanya juga cantik." Ucapnya juga. Hadeh, ibu anak ini emang narsis—

"nah, sekarang kamu bawa nampan ini kesana oke?" Suruh Teuki. Sungmin dengan enggan menarik nampan tersebut dan berjalan kearah ruang tamu. Sebelum menaruh nampan tersebut, dia memandangi kedua orang dihapannya ini. Dia juga cukup jengah melihat yeojya itu berusaha dekat-dekat dengan Kyuhyun.

Sungmin meletakan nampan itu dibelakang laptop Kyuhyun dan otomatis membuat keduanya mengangkat wajah mereka.

"terima kasih Minnie." Ucap Seohyun sok manis.

Sungmin membalasnya dengan tersenyum datar. Dia kembali memutuskan untuk kembali kedapur dan duduk ditempat semula.

"Bunda suka loh sama Seohyun. Bunda harap Seohyun nantinya akan menjadi pendamping kakakmu, kamu setuju sama Bunda Min?" Tanya Teuki.

Sungmin menggeleng sebagai jawaban.

Teuki menyerengitkan alisnya, "emangnya kenapa?" Tanya nya lagi. Dan Sungmin hanya mengangkat bahunya kali ini.

"Bunda." Panggilnya pelan.

Teuki yang sedang mencuci piring hanya bergumam menandakan dia mendengarkan panggilan Sungmin barusan. "aku keluar yah! Mau cari udara segar."

"oke, tapi jam makan malam kamu harus sudah sampai dirumah oke?"

Sungmin mengangguk dan langsung berdiri. Dia berjalan keluar rumah, dia memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar daerah rumahnya yang memang asri tersebut. Setelah berjalan berkeliling sebentar, rasanya dia bosan juga. "ah, mending ke taman kota aja sekalian." Gumamnya.

Sungmin berjalan kearah gerbang keluar perumahan tersebut dan duduk di depan halte bis yang akan membawanya ketaman kota. Tak lama kemudian bis yang dimaksud datang, Sungmin bergegas masuk kedalam bis tersebut.

.

Eunhyuk memperhatikan wajahnya dari cermin. make up? Pakaian? dan rambut? Oke. Sore ini dia bersama dengan Donghae akan pergi berkencan. Tanpa disadari Eunhyuk, sedari tadi kakaknya—Zhoumi memperhatikannya dari pintu kamar Eunhyuk sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

"mau kemana?" Tanya Zhoumi sambil masuk kedalam kamar Eunhyuk dan duduk dikasur.

Yang dipanggil menoleh. "hehe, mau pergi sama kak Hae," Jawabnya.

Zhoumi mengangguk.

"Hyukie, ini Donghae udah dateng sayang!" Suara tersebut adalah teriakan . Zhoumi langsung berdiri dan menarik Eunhyuk keluar dari kamarnya, dia merangkul Eunhyuk untuk turun bersama kebawah.

Donghae yang sedang berbincang dengan Mr. dan Mrs. Lee mengalihkan pandangannya kearah tangga setelah mendengar derap kaki dari arah tangga. Donghae tersenyum kearah Eunhyuk yang sedang melambaikan tangan kearah nya.

"mau ngajak adik gue kemana ikan?" Tanya Zhoumi.

Donghae berdiri dari duduknya, "mau jalan keluar sebentar." Jawabnya. Setelah itu dia mengalihkan pandangannya kearah orangtua Zhouhyuk yang sedang duduk di sofa. "om, tante aku izin keluar sama Hyukie." Ucapnya sopan.

Kedua orangtua tersebut mengangguk.

"Ma, Pa aku pergi dulu yah." Pamit Eunhyuk.

"hati-hati dijalan Hyukie, Hae!" Teriak Mrs. Lee saat melihat kedua orang tersebut agak menjauh.

Zhoumi langsung duduk dihadapan kedua orangtuanya sambil membaca majalah otomotif yang baru saja diambil dari laci bawah meja. Kegiatan tangannya membolak balik majalah tersebut berhenti ketika mendengar ucapan .

"kamu gak keluar sama pacar kamu Zhou?" Tanya Mr. Lee. Zhoumi mengalihkan pandangannya kearah Mr. Lee, dia menggelengkan kepalanya.

Dia kembali membaca dan membolak-balik majalahnya kembali, namun kali ini tanpa minat. Matanya pun menyiratkan sesuatu yang tidak author mengerti.

.

.

Mobil Donghae berhenti di depan sebuah arena ski resort. Donghae pertama kali keluar dari sisi kemudi kemudian memutar arah ke kursi sebelah penumpang dan membukanya bak seorang pangeran.

Eunhyuk tersenyum manis dengan wajah memerah dan meraih tangan Donghae. Dia memeluk lengan kanan Donghae manja. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam arena ice skating tersebut.

Setelah mengurus administrasi dan menggunakan perlengkapan untuk bermain ski. Donghae menuntun Eunhyuk diatas lantai ski yang licin tersebut. Dengan sabar dia mengajari Eunhyuk yang memang tidak begitu ahli dalam ber ski.

"kak Hae jangan lepasin aku." Ucap Eunhyuk sambil menggengam tangan Donghae kencang.

Donghae tetap menarik Eunhyuk ketengah arena sambil melangkah mundur. "gak aku lepasin, ini kan aku pegangin." Ucapnya.

Dengan sabar, Donghae mengajari Eunhyuk bermain ski dan berkeliling arena tersebut. dan dia mulai melepaskan pegangannya pada Eunhyuk dan berjalan mundur. Eunhyuk yang merasa Donghae melepaskan tangannya langsung panic. "kak Hae, jangan dilepas!" Serunya panik.

Donghae menggeleng dan mundul teratur, dirasa cukup jauh dari yeojachingunya tersebut. dia merentangkan tangannya dan berkata. "ayo kesini Hyukie baby~"

Eunhyuk menggeleng pelan.

"ayo! Kamu bisa Hyukie,"

Dengan perlahan, Eunhyuk memberanikan diri melangkahkan sedikit kakinya langkahnya sedikit kaku. Takut terjatuh. Setelah tinggal beberapa langkah lagi sampai ditempat Donghae berdiri. Entah kenapa keseimbangannya agak goyah.

Dari tempatnya berdiri, Donghae bisa melihat badan Eunhyuk yang sedikit tidak seimbang. Dia menggerakan sepatu ski nya kearah Eunhyuk.

Bruk…

Donghae berhasil memegang pinggang Eunhyuk, namun naas dia juga ikut terjatuh dan menimpah Eunhyuk yang ada dibawahnya. Mereka berdua meringis pelan. Donghae membuka matanya dan langsung menatap wajah Eunhyuk yang terlihat lebih cantik menurutnya.

Donghae meniadakan jarak diantara mereka dan CHU~ bibirnya mendarat sempurna diatas bibir kissable Eunhyuk.

Ehem…

Eunhyuk segera mendorong bahu Donghae saat mendengar deheman dari orang-orang disekitarnya. Wajahnya memerah sempurna saat melihat orang-orang disekitarnya memperhatikannya dan Donghae.

Dia langsung menundukan kepalanya—tanda minta maaf. Dia langsung menalihkan pandangannya saat sebuah tangan terjulur kearahnya, Eunhyuk langsung menyambut uluran tangan tersebut—tangan Donghae. Dan membantunya berdiri.

Mereka berdua langsung bergegas keluar dari arena tersebut setelah menaruh segala peralatan yang dipakai tadi. Setelah itu mereka berjalan kearah parkiran namun naas, Eunhyuk menabrak bahu seseorang.

"auch…" Keluh Eunhyuk.

"bodoh!" Decak orang yang ditabrak Eunhyuk barusan, dia mengelus tangannya dan melempar pandangan kearah Eunhyuk tapi orang tersebut langsung terpaku saat melihat Donghae.

"Hae?" Panggilnya.

Donghae yang sedang mengusap bahu Eunhyuk langsung menoleh saat dipanggil. Dia berjingkat kaget. "Sica?" Gumamnya.

.

.

Sungmin duduk disebuah bangku yang terdapat di taman tersebut, dia memperhatikan sekelilingnya. Lampu-lampu taman yang berkelap-kelip dan banyak muda-mudi atau bahkan pelajar yang berlalu lalang didepannya.

Dia tersenyum melihat sekelilingnya. Tapi senyumannya pudar setelah mengingat penyakit yang menyerangnya. Leukemia. Dia berfikir apakah nantinya dia akan sembuh?

Tak terelakan lagi saat airmata turun dari kedua matanya yang selalu memancarkan kebahagiaan. Dia menangis dalam diam, tidak ada isakan yang keluar dari bibir plump nya.

.

Siwon baru saja pulang dari kampus, dia memutuskan turun di halte taman kota yang tidak jauh dari rumahnya. Dia mengedarkan pandangan kesegala arah, namun matanya terhenti saat melihat seorang yeoja yang sepertinya sedang menangis dan duduk sendirian.

Perlahan dia berjalan mendekati yeoja tersebut. "hei! Kau baik-baik saja?" Tanyanya.

Yeoja tersebut mendongak dan menghampus airmatanya menggunakan punggung tangannya. Dia langsung tersenyum kearah Siwon. "aku gak kenapa-kenapa." Jawabnynya.

"boleh aku duduk disini?" Tunjuk Siwon pada bangku disebelah yeojya tadi. Dan sang yeojya hanya menganggukan kepalanya.

Siwon duduk dibangku tersebut dan mengeluarkan sebatang coklat dari dalam hoodies yang digunakannya lalu menyodorkannya kepada yeojya tersebut.

Si yeojya mengerutkan dahinya. "untukku?" Tanyanya.

Siwon mengangguk. "tenang saja, coklat ini tidak kuberi racun kok!" Candanya. Si yeojya terkekeh mendengar ucapan Siwon barusan. Dia menerima coklat yang disodorkan Siwon.

"sepertinya tidak enak kita duduk bersama seperti ini tapi tidak mengetahui nama masing-masing, Siwon." Ucap Siwon sambil menyodorkan telapak tangannya.

Si yeojya tersenyum dan menjabat tangan Siwon. "Sungmin." Jawabnya.

"kamu masih SMP yah?" Tanya Siwon.

Sungmin langsung mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Siwon barusan. "kenapa setiap orang yang baru kenal aku nganggep aku ini masih SMP sih? Aku kan udah SMA." Ucapnya jengkel. Dia mendekapkan tangannya di dada sambil tetap mempoutkan bibirnya.

Tangan Siwon terulur untuk mengacak-ngacak rambut halus Sungmin. "maaf, aku gak tau."

Sungmin hanya tersenyum mendengar jawaban Siwon. "kak Siwon? Boleh aku panggil begitu?"

Siwon menganggukan kepalanya.

"kakak udah kuliah yah? Dimana?" Tanyanya lagi.

"iya, aku udah kuliah. Aku kuliah di Kyunghee University." Jawaban Siwon membuat Sungmin tersentak kaget. "bener? Kakak ku juga kuliah disana! Kak Siwon jurusan apa?"

"jinja? Aku jurusan kedokteran, kakak kamu jurusan apa emangnya? Namanya? Kali aja aku tau."

"namanya Cho Kyuhyun, jurusan management bisnis. Kenal?"

Siwon langsung melotot mendengar jawaban Sungmin. "kamu adiknya Cho Kyuhyun?" Tanyanya. Sungmin hanya menganggukan kepalanya.

Mereka terus berbincang tanpa memperhatikan sekitar, tak terasa matahari sudah hampir tenggelam di ufuk barat. Sungmin langsung teringat ucapan Teuki saat dia pamit untuk keluar sebentar.

"kak, kayaknya aku pulang sekarang. Takut dicariin Bunda," Ucapnya sambil berdiri tapi dia langsung duduk lagi saat merasakan kepalanya berdenyut kencang. Siwon langsung memegangi Sungmin.

"kamu kenapa?" Tanya Siwon panic.

Sungmin menggeleng namun masih memegangi kepalanya yang masih berdenyut, sesekali dia meringis pelan.

"aku anterin pulang oke?" Tawarnya. Dia langsung memapah Sungmin berjalan perlahan hingga pinggir jalan dan menyetop sebuah taksi.

.

Kangin barusaja pulang dari kantornya dan sampai dirumah tepat pukul 6 sore. Diteras rumah dia sudah mendapati istrinya sedang duduk menunggunya pulang—kebiasaan sedari dulu—.

"aku pulang," Ucapnya.

Teuki tersenyum lalu bangkit dari duduknya. Dia mendapatkan sebuah ciuman di keningnya, lalu dia mengambil alih tas kerja Kangin dan membawanya kedalam.

Kyuhyun dan Seohyun yang masih mengerjakan tugasnya langsung mendongak saat mendengar langkah kaki dari arah depan. Seohyun langsung bangun dari duduknya dan membungkuk sopan sambil tersenyum. "sore om," Ucapnya.

Kangin hanya tersenyum dan mengangguk. Namun dia langsung menyadari sesuatu yang janggal disana. "dimana Minnie?" Tanyanya pada Teuki. Biasanya saat dia pulang seperti ini Sungmin sudah mengunggunya sambil bersantai diruang keluarga hingga menunggu waktu makan malam tiba.

"dia keluar sebentar, katanya mau cari udara segar." Jawab Teuki.

Kangin mengangguk. Kemudian dia menatap Seohyun, "kamu kekasihnya Kyuhyun?" Tanyanya.

Kyuhyun langsung melotot dan melambaikan tangannya. "bukan Ayah, dia teman Kyu dikampus." Jawabnya cepat, takut salah paham. Sedangkan Seohyun yang sebelumnya tersenyum karena Kangin mengira dia adalah yeojyachingunya langsung muram.

"oh, Ayah kira sudah punya pacar." Ujar Kangin. Kyuhyun menggeleng.

"yasudah, mending Ayah bersih-bersih dahulu. Setelah itu kita ngobrol lagi disini." Saran Teuki. Kangin mengangguk dan mengikuti Teuki yang terlebih dahulu berjalan kearah kamar mereka.

"mereka serasi deh," Gumam Seohyun.

Kyuhyun yang mendengar gumaman Seohyun menoleh, "iya, Ayah sama Bunda memang romantic."

Tet… Tet…

Kyuhyun langsung berdiri dan meminta izin untuk membuka pintu terlebih dahulu.

Cklek…

"Minnie," Panggilnya panic. Dia langsung mengambil alih tubuh Sungmin yang dipapah oleh Siwon (Kyuhyun belum menyadarinya karena dia begitu panik). "kamu gak papa?" Tanyanya lagi. Dia begitu khawatir melihat wajah Sungmin yang pucat dan sedikit menggigil.

"aku gak kenapa-kenapa." Jawabnya pelan.

Kyuhyun menghela nafas mendengar jawaban Sungmin. Dia tau adiknya itu gak mau orang disekitarnya khawatir dengan keadaannya.

"ayo masuk." Kyuhyun langsung menarik Sungmin masuk kedalam rumah, tetapi dia berhenti saat Sungmin masih belum beranjak dari posisinya. "ada apa?"

"sebentar," Sungmin langsung berbalik dan menatap Siwon. "makasih udah nganterin aku ya kak Siwon." Ucapnya.

Kyuhyun juga menoleh. "Siwon? Makasih udah nganterin Minnie pulang." Ucapnya.

Siwon mengangguk. "aku pulang dulu, Sungmin! cepat sembuh ne?" Ujarnya. Sungmin tersenyum sebagai jawaban.

Setelah Siwon keluar dari halaman rumah dan masuk kembali kedalam taksi yang mengantarnya. Kyuhyun kembali memapah Sungmin untuk masuk kedalam rumah.

"kamu kenapa bisa begini sih Min? kamu tau kan Leu—

Sungmin langsung memotong ucapan Kyuhyun. "jangan ngomongin itu dirumah kak."

Kyuhyun menghela nafas dan mengangguk, dia langsung membawa Sungmin keruang makan. Ternyata disana sudah ada Kangin, Teuki dan Seohyun yang sudah duduk dibangku masing-masing.

"Minnie, kamu baru pulang?" Tanya Teuki.

"iya Bunda," Jawabnya. Kangin menyerengitkan dahinya saat melihat Kyuhyun yang memapah Sungmin untuk duduk dikursinya.

"kamu kenapa Minnie?"

"hm? Kenapa apanya yah?" Tanyanya sambil memandang Kangin.

"kenapa kamu? Wajah kamu pucat? Kamu sakit?"

Sungmin menggeleng dan tersenyum. "mungkin aku cuma kedinginan terlalu lama diluar."

Kangin mengangguk, Sungmin bisa melihat Seohyun dan Teuki terlihat cukup akrab satu sama lain. Entah kenapa perasaan tidak suka muncul dibenaknya kini—dia tidak suka melihat Seohyun ada ditengah keluarganya, apalagi disamping Kyuhyun.

Cemburu? Eh? …

Sungmin langsung menggelengkan kepalanya, mengusir fikiran-fikiran aneh yang mengusiknya. Kyuhyun yang duduk disampingnya pun memperhatikan tingkah adiknya tersebut. "kenapa?" Tanya Kyuhyun.

"engga." Jawabnya.

Setelah acara makan malam itu selesai. Teuki dan Kangin mengantarkan Seohyun hingga kedepan rumah, Kyuhyun yang akan mengantarkannya pulang. Sedangkan Sungmin, dia memilih kembali ke kamarnya dilantai 2.

Sungmin mendekat kearah jendela kamarnya yang menghadap langsung ke halaman depan dimana dia bisa melihat Seohyun yang melambaikan tangannya kearah kedua orangtuanya dan kemudian masuk kedalam mobil yang Kyuhyun kendarai.

Pandangannya terus mengikuti mobil Kyuhyun hingga mobil tersebut menghilang dari pandangannya. Dia meraba dada sebelah kirinya—entah kenapa rasa nya begitu? Sakit dan sesak.

.To Be Continue.

.

.

Akhirnya bisa update fanfict ini, ini udah termasuk cepet belum? Maaf deh kalo masih lama. Dan untuk Chapter depan, mungkin aku update setelah UN-ku selesai. Tapi kalo misalnya aku sempet dan gak stuck ide, aku janji lanjutin kok. ^^

Dan adakah readers sekalian yang beruntung nonton SS4INA? Wah pasti seneng banget deh. Tolong sampein yah sama Oppadeul, khususnya KyuMin oppa nih—suruh bikin banyak moment yah ^^. Maaf juga Kyumin momentnya di chap ini sedikit, atau mungkin gak ada?

Terakhir, aku gak pernah bosen-bosen ngucapin TERIMA KASIH sebanyak-banyaknya buat yang sempetin baca dan Review FF aku ini. Review dari kalian memberikan aku semangat untuk melanjutkan ff ini.

~Reply Review Area~

Reyza Apriliyani : iya, sama-sama berdoa deh semoga nilainya memuaskan. Amin ^^ . ini udah dilanjut.

RizkaIwanda : terima kasih Rizka, boleh panggil begitu? Ini udah dilanjut, semoga suka ^^

Cho Hyun Jin : iya onnie, makasih semangatnya ^^. Gak kok tenang aja, berakhir bahagia tentunya. Kyu suka ama Ming? Tanya deh sama orangnya #plak. Ini udah dilanjut onnie, semoga suka ^^

Auliayyg : maaf deh kalo nunggunya terlalu lama, semoga chapter ini gak terlalu lama deh. Iya mereka bikin iri T^T . iya semoga kamu juga sukses deh UAS nya. ^^

MegaKyu : jangan dijambak rambutnya chingu, hehe~ . hmm~. Terima kasih udah baca dan review^^

chagyumin : iya, rasanya strawberry #eh? tenang aja,ini happy ending kok. Terima kasih udah baca dan review ^^

Cho Miku : ini udah dilanjut, semoga suka ^^

genzo : annyeong do~ genzo-sshi. Terima kasih udah suka ff aku ini hehe~ . maksud aku Xian disini itu Henry bukan Vic. Ini udah dilanjutin, semoga suka ^^

D-biefishy185 : maaf buat chingu nunggu lama, ini udah dilanjutin. Semoga suka sama Haehyuk momentnya di chapter ini. ^^

Park Min Ri : iya gapapa ^^. Dan terima kasih udah sika ff aku ini. Semoga kita sama-sama lancar buat ngadepin ujian-ujiannya 6 nya datang~ semoga suka ^^

uthyRyeosomnia : loh, bingung jadinya. Iya nanti Xian atau Henry bakalan aku munculin lagi. Terima kasih udah baca dan review ^^

hana : gak kok, gak bakalan ada Deathchara disini. Maaf udah nungguin lama, semoga yang ini juga gak lama yah^^

shkyu13 : ini udah lanjut, terima kasih udah baca dan review^^

Cho Yooae : iya, Zhoumi emang sayang sama Eunhyuk. Cuma caranya nunjukin kasih sayangnya yaaa emang begitu. Terima kasih udah baca dan Review^^

.

.

Terima kasih untuk yang udah baca dan Review…

.tania Lee.