A Super Junior Fanfiction
~My Love, My Dongsaeng~
Pair :: Kyumin/ Haehyuk And Other Couple
Warning : Gendeswitch, Typo, Tidak meggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, All uke as Girl.
.
.
.
Kyuhyun dan para suster mendorong stretcher yang terdapat Sungmin diatasnya di lorong rumah sakit menuju ruang ICU. Salah satu suster disana menahan Kyuhyun untuk masuk. Dia mengisyaratkan Kyuhyun untuk menunggu diluar.
"maaf, anda tunggu disini." Ucapnya sambil membungkukan badannya dan masuk kedalam ruang ICU dihadapannya.
Kyuhyun menghela nafas dan duduk lunglai di bangku tunggu didepan ruang ICU. Dia merapatkan jarinya dan memposisikannya dibawah dagu. Dia menumpukan kedua siku kepahanya sambil memejamkan mata seraya mengucapkan rangkaian doa.
"Kyuhyun!" Suara Teukie masuk kedalam telinga Kyuhyun,yang membuatnya mendongak dan membuka matanya. Kemudian dia berdiri dan memeluk Teukie dengan erat. "Bundaa." Kyuhyun bersuara lirih.
Teukie tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Dia juga ikut menangis dan balas memeluk Kyuhyun, tangannya pun mengelus surai kecoklatan milik Kyuhyun dengan lembut.
"Bunda… Minnie…" Kyuhyun tercekat saat menyebutkan nama Sungmin. Dia semakin membenamkan wajahnya kebahu Teukie.
Teukie bisa merasakan bahunya basah. Dia yakin pasti Kyuhyun menangis, walaupun tidak mengeluarkan suara sekalipun.
Kangin menepuk punggung Kyuhyun dengan lembut. Berusaha menenangkan anak bungsunya itu.
Cklek…
Kangin menoleh dan menghampiri sang dokter yang barusaja keluar dari ruangan ICU tersebut. Kyuteuk pun melepaskan pelukan mereka satu sama lain dan ikut menghampiri sang dokter itu.
"bagaimana keadaan anak saya dokter?" Tanya Kangin to the point.
Sang dokter membuka masker yang menutupi mulutnya. "pendarahan yang terjadi cukup banyak. Kebetulan stock golongan darah yang cocok dengan Sungmin-sshi sedang kosong. Adakah dari anda sekalian yang bersedia mendonorkan darah?" Tanya Dokter itu.
Kyuhyun langsung maju. "saya bersedia dokter." Ucapnya.
Sang dokter mengangguk. "mari ikut saya untuk melakukan test terlebih dahulu." Ucap Dokter tersebut. "kami juga ikut dokter." Sela Kangin.
Dokter tersebut memandangi ketiganya dan kemudian mengangguk. "mari." Ajak Dokter itu membimbing mereka bertiga untuk mengikutinya dan masuk kesebuah ruangan tang tidak terlalu jauh dari ICU tadi.
.
Sang dokter keluar dari ruangan tersebut. Kangteukyu yang menunggu didepannya langsung berdiri dan mengerubungi dokter itu.
"bagaimana? Apakah kami bisa melakukan donor?" Tanya Kyuhyun.
Dokter tersebut membaca kertas yang ada digenggamannya, kemudian mengalihkan pandangannya kearah tiga orang tersebut. "dari hasil pemeriksaan anda semua, tidak ada satupun yang cocok dengan Sungmin-sshi. Anda bertiga bergolongan darah A, sedangkan Sungmin-sshi bergolongan darah O." Terangnya.
(maaf ya, untuk keperluan cerita, golongan darah Kangin dan Sungmin aku ubah.)
Derap langkah kaki yang cepat mendekat kearah mereka bertiga. Ternyata itu adalah seorang suster. "Dokter, kami sudah mendapatkan pasokan darah yang sama dengan pasien." Ucapnya.
"baiklah, Tuan dan Nyonya Cho. Saya permisi." Ucap Dokter itu sambil menyerahkan kertas yang tadi ada digenggamannya kepada Kyuhyun yang tepat berada dihadapannya. Kemudian meninggalkan keluarga tersebut untuk kembali masuk kedalam ICU bersama dengan sang Suster.
Kyuhyun membaca kertas yang tadi diserahkan oleh sang Dokter. Disana tertera hasil lab. Dirinya dan kedua orangtuanya. "ini, gak mungkin kan? Minnie?" Ucap Kyuhyun shock.
"Minnie bukan anak kita?" Gumam Kangin.
Teukie langsung memandang Kangin tajam. "tidak, Minnie tetap anakku. Mungkin dokter bodoh itu yang salah." Jawab Teukie.
Kangin balas memandang Teukie. Namun beberapa detik setelahnya Kangin memutuskan kontak mata itu dan berjalan meninggalkan istri dan anaknya disana menuju lift.
"Youngwoon! Kamu mau kemana?" Panggil Teukie.
Kangin membalikan badannya, namun tidak sepenuhnya. "aku ingin menenangkan fikiranku." Jawabnya dan kembali melanjutkan perjalanannya hingga hilang di lift ujung lorong itu.
"ayo Bunda, kita tunggu Minnie disana." Ajak Kyuhyun sambil merangkul Teukie untuk berjalan kedepan ruang ICU dan mendudukan ibunya disana.
.
.
Kangin berjalan perlahan tanpa arah. Tak disadarinya, dia sekarang berjalan kearah halte bus dekat taman kota. Dia memutuskan untuk duduk dikursi panjang yang ada disana.
Kangin duduk dan menyanggah dagunya dengan tangannya yang menyatu, menopang kedua sikunya dengan paha. "bagaimana ini bisa terjadi? Sudah 17 tahun aku menganggapnya putriku, dan sekarang dia bukan putriku? Lalu dimana putriku yang sebenarnya?" Gumamnya.
Tiba-tiba tangan seseorang dari arah samping kanan menyodorkan sebatang coklat kearah Kangin. Kangin pun menoleh kearah samping dan menemukan seorang yeojya muda yang sedang tersenyum kearahnya.
"ini, untuk Adjussi." Ucapnya.
Kangin masih memandangi coklat tersebut tanpa mengambilnya. Sang yeojya tadi menghela nafas pelan. "coklat bisa mengurangi kegundahan hati Adjussi, ini ambilah! Untuk adjussi." Ucapnya lagi sambil mengambil tangan Kangin dan menaruhnya disana.
"terima kasih." Ucap Kangin. Sang yeojya hanya menganggukan kepalanya dan memandang lurus kedepan. Kangin memperhatikan yeojya itu, ternyata dia memakai seragam yang sama dengan sekolah Sungmin.
"kau bersekolah di SM High School?" Tanya Kangin. Si yeojya tadi menoleh dengan pandangan terkejut. "darimana Adjussi tau?" Tanyanya.
Kangin tersenyum. "anakku juga bersekolah disana. Dan apakah aku boleh tau namamu?" Kangin menyodorkan lengan kanannya kepada yeojya tersebut dan disambut baik oleh yeojya tadi. "aku, Kim Kibum. Kalau boleh tau, nama anak Adjussi siapa? Mungkin saja aku mengenalnya?"
"namanya Sungmin, Cho Sungmin." Jawab Kangin.
Yeojya tadi—Kibum menatap Kangin dengan pandangan tidak percaya. Dihadapannya kini adalah ayah dari orang yang sangat dibencinya disekolah? Ayahnya seorang Cho Sungmin.
.
.
Teukie dan Kyuhyun langsung berdiri saat pintu ruangan ICU terbuka lebar. Dari dalam sana, dua orang suster mendorong stretcher yang terdapat Sungmin yang tengah menutup matanya dan dengan perban putih yang melilit kepalanya. Tak lupa juga masker oksigen yang membantu pernafasannya.
"kami akan memindahkan Nona Sungmin keruang rawat." Ucap Dokter itu.
Sekarang Kyuhyun sedang berada dikamar rawat Sungmin. Sedangkan Teukie tadi keluar untuk mencari makanan dikantin rumah sakit dan mencarikan baju untuk Kyuhyun (baju putih yang dikenakan Kyuhyun bagian depan terdapat darah Sungmin yang mengering).
Kyuhyun menggenggam lengan Sungmin yang tidak dipasang jarum infuse. Mengarahkan tangan dingin itu kepipinya dan menempelkannya disana. "bagaimana bisa kau yang menjadi adikku selama 17 tahun, sekarang bukan adikku lagi?" Gumamnya.
Sungmin masih betah memejamkan matanya.
"aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri, menyayangimu sebagai adikku, orang yang paling berharga dalam hidupku. Namun kenyataannya sekarang? Kau bukan adik kandungku." Ucapnya sambil meneteskan airmata.
"bolehkah aku mencintaimu sebagai seorang namja terhadap yeojya dewasa?" Gumamnya. Sungmin masih diam.
"please~ bangun Minnie, buka matamu." Pintanya sambil mengecup lengan Sungmin yang ada didalam genggamannya.
Setetes airmata keluar dari ujung kedua mata Sungmin yang terpejam.
"aku mencintaimu… sungguh." Ucap Kyuhyun.
Kyuhyun terkejut saat tangan Sungmin dan digenggamnya bergerak sedikit. Kemudian dia memandang Sungmin. Bisa dilihat, bola mata Sungmin bergerak dibalik matanya yang masih terpejam.
Tak lama kemudian, mata Sungmin perlahan-lahan terbuka dan menatap Kyuhyun walaupun dengan pandangan yang sayu.
"syukurlah Min, akhirnya kau sadar." Ucap Kyuhyun lalu mengelus pipi Sungmin.
Sungmin hanya memperhatikan dan membiarkan Kyuhyun mengelus pipinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Min! Kenapa menangis? Ada yang sakit?" Kyuhyun berujar demikian saat matanya menangkap lelehan airmata yang berasal dari kedua mata Sungmin. Dengan segera, dia menyekanya.
"ada apa?" Tanyanya lagi.
Sungmin menggelengkan kepalanya kemudian menutup kedua matanya. Bayangan akan Seokyu yang berciuman tadi masih berbekas jelas diingatannya.
Cklek…
Sungmin membuka matanya dan melihat Teukie yang berjalan menghampirinya. Teukie langsung mencium dahi Sungmin lembut. "sayang, kamu udah merasa baikkan? Kenapa kamu bisa kecelakaan begini?" Tanya Teukie.
Sungmin tersenyum dibalik masker oksigen yang membantu pernafasannya. "aku kurang hati-hati Bunda." Jawabnya pelan.
Teukie menganggukan kepalanya dan membelai rambut Sungmin dengan lembut. "yaudah, kamu istirahat aja sekarang ya sayang!" Perintahnya dengan nada lembut.
"Ayah kemana Bunda? Kok gak ada?" Pertanyaan yang dilontarkan Sungmin membuat Teukie terdiam sebentar, namun dia tersenyum dan menjawab. "Ayahmu masih ada pekerjaan dikantor."
Sungmin tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mulai memejamkan matanya, dan tak lama kemudian dia terlelap.
"Bunda, kenapa Ayah belum juga kembali?" Tanya Kyuhyun.
Teukie menengok kearah Kyuhyun kemudian menghela nafas. "Bunda juga gak tau Kyu, ponselnya juga tidak aktif." Jawabnya. "Kyu ganti dulu pakaian mu, ini sudah Bunda belikan baju." Tambah Teukie sambil memberikan sebuah bag kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menerimanya dan kemudian dia masuk kedalam kamar mandi yang berada diruangan tersebut.
Tak lama kemudian, pintu ruangan rawat Sungmin terbuka. Teukie langsung menoleh dan mendapati suaminya ada disana. "kamu darimana Youngwoon-ah?" Tanya Teukie sambil berdiri dan berjalan menghampiri suaminya itu.
"berjalan sekitar sini." Jawabnya. "bagaimana keadaannya?" Tambah Kangin sambil melirik kearah Sungmin yang sedang terlelap.
"Minnie sudah sadar tadi, sekarang dia sedang beristirahat. Dia juga mencarimu." Jawab Teukie.
"aku pulang kerumah."
Cklek…
Kyuhyun keluar dari kamar mandi itu dengan baju yang sudah berganti. Dia berjalan menghampiri kedua orangtuanya. "Ayah menginap disini bukan?" Tanyanya.
Kangin memandang Kyuhyun. "Ayah mau pulang." Jawabnya.
"Kangin-ah, Minnie dari tadi mencarimu. Setidaknya tunggu sampai dia bangun besok pagi." Ucap Teukie.
Kangin menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Teukie. "aku banyak kerjaan yang harus segera aku urus secepatnya." Ucapnya sambil berbalik dan keluar dari ruang rawat inap Sungmin itu.
0o0o0o0o0o0o0o0
Sungmin sedang berbincang dengan Eunhyuk dan Henry yang baru saja datang sehabis pulang sekolah. Sedangkan Teukie sedang membeli makanan untuk kedua teman Sungmin itu.
"kamu kenapa bisa kecelakaan kaya gini Min? Apa yang kau fikirkan hah?" Tanya Eunhyuk yang duduk disebelah kanan Sungmin.
Sungmin melirik memandang Eunhyuk. "aku hanya kurang berhati-hati saat menyebrang jalan kemarin. Bagaimana hubunganmu dengan kak Hae?" Tanya Sungmin mengalihkan pembicaraan.
"bukannya ada Kyu hyung ada bersamamu? Kenapa kau bisa tertabrak seperti ini?" Tanya Henry yang sepertinya kurang puas mendengar jawaban Sungmin. Lagipula dia sedikit curiga, kenapa Sungmin langsung mengalihkan pembicaraan.
"ya, aku kurang hati-hati melangkah saat menyebrang jalan saat menuju mobil kak Kyu." Jawabnya.
Drrtt… Drrtt…
Baru saja Henry akan melontarkan pertanyaan kepada Sungmin kembali, dia merasakan ponsel dari saku jas nya bergetar. Dia berdecak sebal dan merogoh kantung jasnya dan menekan tombol answer dan mengarahkan ponsel itu ke telinganya. "what?" Tanyanya.
Henry memutar kedua bola matanya sambil mengerucutkan bibirnya. "yayaya, tunggu 10 menit disana." Decaknya.
Setelah menutup line telpon itu, dia mengembalikan kembali ponselnya ke tempat tadi dan memandang kedua sahabat yang sedang memandanginya. "ada apa?" Tanya Eunhyuk.
"aku harus kembali kesekolah, Mr. Jay(pelatih basketnya) menyuruh kami latihan ekstra untuk turnamen selanjutnya. Aish! Padahal kan turnamennya semester depan." Decak Henry.
"terus kamu mau balik kesekolah?" Tanya Sungmin. Henry mengangguk sebagai jawaban.
"terus aku pulang sama siapa?" Tanya Eunhyuk sambil menunjuk dirinya sendiri.
Henry menoleh kearah Eunhyuk. "duh sorry monkey sayang, kamu bisakan pulang sendiri? Ah, minta jemput sama Donghae aja!" Ujarnya.
Eunhyuk cemberut mendengar ucapan Henry. "iya udah sana cepet pergi!" Ucapnya sambil mengibaskan kedua tangannya. Sungmin tersenyum geli melihatnya.
Henry nyengir kearah mereka berdua. "bye Sungmin, semoga cepat sembuh." Sungmin menganggukan kepalanya saat Henry berujar demikian. "bye monkey!" Henry langsung berlari keluar kamar inap Sungmin saat Eunhyuk dengan tulus dan senang hati akan melemparnya dengan tas yang berada dipangkuannya.
"hei, jawab pertanyaanku dulu. Bagaimana hubunganmu dengan kak Hae? Sudah baikankah?" Eunhyuk menaikan bahunya saat mendengar pertanyaan Sungmin.
Cklek…
Dari arah pintu Teukie muncul dengan sebuah plastic ditangannya. Dia mendekat kearah Eunmin. "loh? Dimana Henry?" Tanyanya.
"dia harus latihan basket Bunda," Jawab Sungmin.
Eunhyuk bangkit dari duduknya. "em, Min sepertinya aku harus pulang. Ini sudah hampir jam 5, takut dicariin Mama sama Papa." Ucapnya.
Sungmin menganggukan kepalanya. "tapi, kamu bisa pulang sendiri? Tunggu saja kak Kyu pulang, nanti aku akan menyuruhnya untuk mengantarmu." Teukie mengangguk mendengar ucapan Sungmin.
"gak usah deh, aku naik taksi aja." Ucapnya. Dia mendekat kearah Sungmin, memeluknya sekilas. "aku pulang yah, cepet sembuh." Tambahnya.
Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Lalu Eunhyuk berjalan kearah Teukie dan memeluknya juga. "aku pulang tante," Ucapnya.
Setelah berpamitan dengan keduanya, Eunhyuk keluar dari ruangan tersebut dan berjalan sendirian dilorong rumah sakit.
.
.
Eunhyuk berjalan disekitar pertokoan di pinggir jalan, entah kenapa sedari tadi dia tidak mendapatkan taksi satu pun. Dia berjalan sedikit memingirkan badannya saat dari arah depan ada segerombolan yeojya berjalan kearahnya.
Salah satu dari yeojya itu yang melihat Eunhyuk berjalan sendirian sembari menyeringai. "berhenti!" Titahnya kepada teman-temannya yang berjumlah sekitar 4 orang itu.
Mereka semua berhenti dan memandangi yeojya yang menginterupsi mereka tadi. "ada apa Jess?" Tanya salah satu dari mereka.
Yeojya tadi, dia Jessica menoleh dan tersenyum licik. "dia pacarnya Donghae sekarang." Ucapnya sambil menunjuk punggung Eunhyuk.
Salah satu dari mereka yang paling pendek itu seakan mengerti dengan senyuman licik Jessica. "ayo kita 'bermain' dengannya!" Pekiknya.
Jessica menoleh kearah yeojya tadi. "benar sekali Sunny-ah. Let's go girls!" Ucapnya sambil berjalan kearah Eunhyuk.
Eunhyuk sedikit terkaget saat beberapa yeojya tiba-tiba mengepungnya. Dia memandangi wajah mereka semua satu persatu dengan pandangan takut, jelas saja mereka semua menyeringai kearahnya. "mau apa kalian?" Tanyanya.
Jessica berjalan dan berhenti dihadapan Eunhyuk lalu tersenyum jahat saat melihat wajah Eunhyuk yang memucat. "tarik dia!" Perintahnya.
Mereka menyeret Eunhyuk kesebuah gang sempit diantara pertokoan itu. Eunhyuk berusaha memberontak, namun tidak mempengaruhi apapun, tetapi malah membuat mereka mencengrkam erat tangannya.
Bruk
Punggung Eunhyuk terbentur dengan tembok yang ada dibelakangnya saat mereka mendorongnya kebelakang. Ringisan kecil keluar dari bibirnya.
Plak…
Tangan Jessica menampar pipi kanan Eunhyuk yang membuat pipi tersebut memerah. Eunhyuk hanya diam dan menangis, berteriak pun tidak ada gunanya, karena posisinya yang jauh dari keramaian.
"makanya jangan pernah berurusan denganku, ini akibatnya." Ucapnya sambil tersenyum meremehkan kearah Eunhyuk. "Terserah kalian mau apakan dia." Setelah Jessica mengucapkan demikian, teman-temannya yang lain mendekat kearah Eunhyuk. Mereka mulai menampar, menarik rambut ataupun baju Eunhyuk.
Jessica tersenyum sinis melihat Eunhyuk yang hanya pasrah dan sekarang Eunhyuk sudah merosot duduk diatas aspal. "bodoh!" Ucapnya.
"hei, apa yang kalian lakukan?" Jessica menoleh dan matanya mendapati seorang yeojya berambut hitam dengan jas dokter yang dipakainya.
Jessica dan yang lainnya berlari keluar dari gang tersebut menyisahkan Eunhyuk yang masih duduk pasrah disana. Yeojya tadi berlari kearah Eunhyuk dan berjongkok didepannya. "astaga!" Pekiknya saat melihat wajah Eunhyuk sudah acak-acakan serta lebam dikedua pipinya. Bahkan darah segar keluar dari sudut bibirnya yang robek.
Yeojya tadi membantu Eunhyuk berdiri dan memapahnya keluar dari gang tersebut. Yeojya itu mendudukan Eunhyuk disebuah bangku yang berada disekitar taman itu. Dia mengeluarkan kotak P3K dari dalam tasnya.
Yeojya itu mengeluarkan botol antiseptic dan sebuah kapas untuk membersihkan darah disudut bibir Eunhyuk.
"aw…" Eunhyuk meringis kala kapas itu menyentuh lukanya.
"tahan sebentar." Ucap yeojya itu. Setelah membersihkan luka itu, dia mengeluarkan sebuah plester dan menutup luka tersebut. "sebentar, aku akan mencari batu es untuk mengompres lebammu. Lebih baik kamu menghubungi keluargamu untuk menjemputmu disini." Tambahnya sambil berdiri.
Setelah yeojya yang menolongnya itu masuk kedalam toko yang berada didepannya. Eunhyuk mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mengirim pesan singkat kepada Zhoumi untuk menjemputnya.
.Zhoumi side.
Zhoumi dan yang lainnya sedang mengunjungi Sungmin di rumah sakit. Dia berhenti tertawa saat ponsel dalam saku celananya bergetar. Dia membuka pesan singkat tersebut dan langsung mengambil tasnya yang ditaruh diatas sofa.
"mau kemana Zhou?" Tanya Hankyung yang juga berada disana.
"aku harus pulang, ada urusan. Bye!" Setelah berucap demikian, Zhoumi langsung keluar dan meninggalkan rumah sakit. Dia sedikit berlari di pertokoan yang berada tidak beberapa jauh dari rumah sakit.
Zhoumi langsung menghembuskan nafas lega saat melihat siluet tubuh adiknya yang sedang duduk dibangku yang berada disana. Tapi dia menyerengitkan dahinya saat melihat seorang yeojya yang membelakanginya.
"Hyukie," Panggilan Zhoumi sontak membuat Eunhyuk dan yeojya itu menoleh. Dan betapa terkejutnya Zhoumi saat melihat wajah yeojya yang sama terkejut dengannya.
"Xian."
"Zhou," Gumam keduanya hampir berbarengan.
.
.
Setelah Donghae dan Hanchul berpamitan untuk pulang beberapa menit yang lalu, kini ruang inap Sungmin begitu sepi. Hanya ada Sungmin dan Kyuhyun, sedangkan Teukie sedang pulang kerumah untuk mengambil beberapa keperluan dan baju untuk Sungmin.
Kyuhyun berdehem untuk memecahkan suasana yang entah kenapa terasa canggung diantara mereka berdua. Biasanya Kyuhyun maupun Sungmin bisa saling bercanda atau menggoda satu sama lain. Namun sepertinya kali ini tampak berbeda.
"Min? Kau butuh sesuatu?" Tanya Kyuhyun.
Sungmin menggelengkan kepalanya dan kembali memejamkan kedua matanya. Sungguh, dia tidak ingin melihat wajah Kyuhyun saat ini. Saat melihat wajah Kyuhyun, Sungmin kembali diingatkan dengan kejadian yang menyebabkan dirinya berbaring dirumah sakit sekarang.
Dia kesal, marah dan sedikit kecewa pada Kyuhyun.
"kenapa aku merasa kau menghindar dariku Min?" Kyuhyun berujar dengan nada yang terdengar lirih.
Sungmin yang mendengarnya Sungguh ingin menangis, tapi dia terus memejamkan matanya dan berpura-pura tertidur. Walaupun dia masih dapat mendengar ucapan Kyuhyun.
0o0o0o0o0o0o0o0
Hari ini Sungmin sudah di izinkan untuk kembali kerumah. Dia membantu Teukie yang sedang memasukan pakaiannya kedalam sebuah tas sedang. "Bunda, ayah kemana sih? kok selama aku ada disini, Ayah gak pernah sekalipun jenguk aku." Ucapan Sungmin membuat tangan Teukie yang sedang merapihkan baju terhenti.
"Ayahmu kesini pada malam hari, karena banyak pekerjaan yang menumpuk dikantornya." Jawabnya.
Sungmin menganggukan kepalanya dan turun dari ranjangnya lalu berdiri disamping Teukie yang sudah selesai membereskan barang-barangnya.
"ayo Bunda, kita pulang!" Ucap Sungmin semangat sambil mengepalkan tangan kanannya dan menaikannya keudara. Teukie yang berada disampingnya tersenyum geli melihat tingkahnya.
.
.
Sungmin tersenyum senang dikala saat tiba dirumah dia melihat mobil Kangin yang terparkir rapih di garasi. Dia langsung berlari kedalam dan meninggalkan Teukie yang menyusulnya dari belakang sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayah!" Pekiknya saat melihat Kangin yang sedang duduk diatas sofa diruang keluarga. "aku kangen sama Ayah," Tambahnya sambil memeluk Kangin.
Kangin sendiri balik memeluk Sungmin dengan canggung.
Sungmin melepaskan pelukan mereka dan mencium pipi Kangin. "aku keatas dulu ya Ayah, bye~" Ucapnya sambil berdiri dan berlari menaiki anak tangga lalu masuk kedalam kamarnya.
Teukie menghampiri Kangin dan duduk disebelah suaminya itu. "aku sudah mencari data tentang Minnie ditempat kau melahirkannya terdahulu. Tapi, hasilnya baru beberapa hari lagi akan keluar."
Teukie menoleh kearah Kangin dengan pandangan tajam. "Youngwoon-ah! Minnie anak kita. Berhenti melakukan hal itu." Ucapnya.
"dia bukan anak kita Teukie, kau lihat dengan jelas bukan saat pemeriksaan kemarin test darahnya berbeda dengan kita? Apa perlu kita menyangkal hal itu?" Tantang Kangin.
Teukie menggelengkan kepalanya dan terduduk lemas diatas sofa. "tidak Kangin-ah! Jangan katakan hal itu." Ucapnya pelan.
Kangin berdiri dan berjalan kearah Teukie, lalu memposisikan dirinya untuk duduk disamping istrinya itu. "fikirkanlah yeobo! Bagaimana perasaan orangtua kandung Minnie? dan bagaimana juga perasaan anak kandung kita, bagaimana keadaannya diluar sana."
Teukie menggelengkan kepalanya dan berdiri dari duduknya. "aku tidak mau dengar itu Kangin-ah! Minnie anakku, anak kita." Ucapnya sambil berjalan kearah kamar mereka sambil menangis.
Kangin menghela nafas dan ikutan berdiri, lalu mengikuti langkah Teukie yang sudah terlebih dahulu untuk masuk kedalam kamarnya.
Tak lama setelah itu, pintu depan terbuka dan nampaklah sosok Kyuhyun disana. Dan ternyata dia tidak sendirian, dibelakangnya ada Seohyun yang membawa sebuah parsel berisi buah-buahan.
"ayo masuk Seo," Seohyun tersenyum sok manis dan menganggukan kepalanya.
Kyuhyun menyerengitkan dahinya saat melihat rumahnya yang terlihat sepi. Dimana orang-orang rumahnya? Tanyanya dalam hati.
"sepi sekali rumahmu Kyu," Ucap Seohyun.
"mungkin Ayah sama Bunda sedang dikamar mereka. Ayo ikut keatas, kamar Minnie ada dilantai 2." Ajaknya sambil menaiki anak tangga. Seohyun pun mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang.
Kyuhyun mengetuk sebuah pintu bercat putih dengan stiker kelinci berwarna pink dihadapannya. Setelah mendapatkan jawaban dari dalam, dia membuka pintu tersebut.
Sungmin mendongakan kepalanya dari atas kasur saat melihat pintu ruangan itu terbuka. Namun matanya terasa memanas saat sosok Kyuhyun muncul dengan yeojya itu.
"hai Sungmin, bagaimana kabarmu? Apa sudah baikan?" Tanya Seohyun sambil berjalan kearah kasur Sungmin. Dia menaruh parsel yang dibawanya tadi disamping meja nakas samping ranjang.
Sungmin tersenyum amat sangat tipis kearah Seohyun. "baik," Jawabnya pelan.
"aku dengar dari Kyu kau tertabrak mobil? Kenapa itu bisa terjadi?" Tanyanya.
Ingin sekali rasanya Sungmin melempar parsel bawaan yeojya tadi kemuka Seohyun, tidak taukah dia yang menyebabkan dirinya sampai seperti ini?
"aku lelah, bisakah kau keluar dari kamarku? Kepalaku pusing!" Ucapan Sungmin membuat Kyuhyun sedikit tersentak saat mendengar suara Sungmin yang begitu datar. Ada apa dengan adiknya itu.
Seohyun tersenyum dan menganggukan kepalanya. "baiklah, aku akan keluar. Maaf jika aku menganggu waktu istirahatmu. Aku pamit dulu ya, semoga cepat sembuh." Setelah berujar demikian dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu.
Kyuhyun memandang Sungmin dengan pandangan tidak percaya. Sedangkan Sungmin mengedarkan pandangannya kearah lain saat Kyuhyun memandangnya dengan intens.
"Kyu," Panggilan Seohyun membuat Kyuhyun tersentak dan menoleh kearah yeojya itu. "ada apa?" Tanyanya.
"aku ingin pulang," Ucapnya.
Kyuhyun menganggukan kepalanya dan berjalan keluar dari kamar Sungmin dengan Seohyun yang mengikutinya dari belakang.
Sungmin meneteskan airmata saat pintu kamarnya tertutup. Entah kenapa dia menangis saat itu.
Brak…
Sungmin menoleh kesumber suara. Pintu kamarnya dibuka dengan keras oleh Kyuhyun. Dia sedikit bingung karena pandangan Kyuhyun yang terlihat sedikit tajam memandangnya.
"kenapa kamu mengusir Seohyun seperti itu?" Tanyanya.
"siapa yang mengusirnya?" Tanya Sungmin sambil mengalihkan pandangannya kearah samping. Kemanapun, asal tidak memandang kearah Kyuhyun.
Kyuhyun berjalan kearah Sungmin dan duduk dihadapan adiknya itu. "kenapa kau jadi berubah seperti ini?"
"berubah seperti apa? Apa maksudmu?" Tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun mencengkram bahu Sungmin dan membuat yang empunya bahu menoleh kearahnya. Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat wajah Sungmin yang sudah basah dengan airmata.
"Min? kenapa kau menangis?" Tanya Kyuhyun panic sambil menghapus airmata di pipi Sungmin.
"aku membencinya."
Kyuhyun menghentikan gerakan menghapus airmata Sungmin. Dia memandang dengan pandangan bingung. "siapa yang kau benci?"
"Seohyun!"
"kenapa kau membencinya Min? dia orang yang baik." Kata Kyuhyun tidak mengerti.
Mendengar pembelaan(?) dari Kyuhyun tentang yeojya itu membuat Sungmin mengendus sebal. "dia yang menyebabkan aku kecelakaan seperti ini."
"apa maksudmu Min? Aku benar-benar tidak mengerti dengan ucapanmu."
"aku… melihat kalian hiks sedang berciuman, hiks didepan kedai es krim."
Kyuhyun sedikit shock mendengar saat mendengar ucapan Sungmin. Jadi ini yang menyebabkan Sungmin kecelakaan? Karena dirinya. Dia merengkuh Sungmin kedalam dekapannya dan mengelus punggungnya dengan lembut.
"hatiku sakit melihat dia menciummu, hiks." Dia menangis di bahu Kyuhyun.
Kyuhyun sedikit tertegun saat sebuah fakta yang diucapkan oleh Sungmin. Ada sebuah angin segar untuknya kala Sungmin berujar demikian. Berarti selama ini Sungmin juga merasakan hal yang sama dengannya kan?
.To Be Continue.
.
.
.
Aku gak pernah bosan untuk bilang TERIMA KASIH untuk Readers sekalian yang udah sempetin baca dan Review. Gimana sama Chapter ini? ngebosenin kah? Atau gimana? Butuh kritik dan saran dari Readers sekalian untuk membuat cerita ini lebih baik lagi.
Oh iya, dan yang mau temenan sama aku *halah* atau mau tanya tentang ff ini, just follow my Twitter (at) Mirakyumin. Mention me, and I'll follow back you ^^
~Balesan Review~
choi wonsa : maaf buat kamu nunggu lama. Ini udah update ^^
HyunMing joo : aku belum pernah nonton Endless Love . Endingnya bakalan happy ending kok^^
Cho Kyuri Mappanyukki : iya, aku dibelakang kamu buat bunuh yeojya itu *penghasut* . terima kasih udah review^^
MegaKyu : ini udah dilanjut^^
UthyDianRyeosomnia : terima kasih semangatnya ya^^ ini udah lanjut.
Cho Hyun Jin : yak! Eon bisa baca fikiran eoh? Iya, eon aku udah ikhlas kok. Hehe~
Cho Miku : oke, setelah ini bakalan selesain masalah mereka satu persatu. Terima kasih sarannya, ini udah update maaf lama T_T
Cha SungminWife : ini udah dilanjut chingu ^^
Matsuka99 : menurut chingu? XD. Ini udah dilanjut^^
RizkaIwanda : itu permintaan Ming, supaya Kyu gak kasih tau penyakitnya ke orangtua mereka. Ini udah update ^^.
rikha-chan : di Chapter ini udah aku munculkan mantannya Mimi-ge? Sepertinya mereka hanya akan jadi adik-kakak untuk FF ini. aku seneng malahan kalo banyak yang nanya. .
Hana : ini udah update^^
Fujiwara Roronoa : Henry dan Liu Xian itu sosok yang berbeda chingu, Henry namja dan Liu Xian itu yeojya. Terima kasih udah review ^^
farchanie01 : pertanyaan kamu udah terjawab di Chapter ini.
SparKyuMin : oke, gapapa. Ini udah update ^^. Terima kasih semangatnya
Ryeee15 : hehe terima kasih ^^. Ini udah update .
anchofishy : Hae udah berusaha ngejar, tapi ditahan Jess dan waktu udah ngejar ternyata taksi yang bawa Hyuk udah jauh dan dia gak berani nyamperin kerumah Hyuk karena takut ada Mimi-ge. ^^
Reyza Apriliyani : annyeong do~ ini udah dilanjut chingu ^^
cho soo ah : salam kenal cho soo ah! Ini udah diusahain update cepat. Good luck untuk test nya ^^.
Desysaranghaesuju : iya, salam kenal juga. Untuk Ending, ini bakalan happy kok tenang aja. dan untuk pertanyaan yang lainnya, bakalan ada di Chapter ini atau mungkin di Chapter-Chapter depan. Ini udah dilanjut ^^
EllaWiffe : ini udah update^^
ressijewelll : mereka gak putus kok, hanya ka nada sedikit 'trouble' sama hubungan mereka. Ini udah lanjut ^^.
anakKyuMin : iya, ini udah dilanjut, terima kasih sudah review^^
.
.
Read and Review, Again?
.Tania Lee.
