A Super Junior Fanfiction

~My Love, My Dongsaeng~

Pair : Kyumin, Haehyuk and Other Couple

Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. All uke as Girl.

.

.

Previous chapter.

"aku… melihat kalian hiks sedang berciuman, hiks didepan kedai es krim."

Kyuhyun sedikit shock mendengar saat mendengar ucapan Sungmin. Jadi ini yang menyebabkan Sungmin kecelakaan? Karena dirinya. Dia merengkuh Sungmin kedalam dekapannya dan mengelus punggungnya dengan lembut.

"hatiku sakit melihat dia menciummu, hiks." Dia menangis di bahu Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit tertegun saat sebuah fakta yang diucapkan oleh Sungmin. Ada sebuah angin segar untuknya kala Sungmin berujar demikian. Berarti selama ini Sungmin juga merasakan hal yang sama dengannya kan?

.

.

Chapter 8.

"apa maksudmu berkata seperti itu Min? aku sungguh-sungguh tidak mengerti." Ucap Kyuhyun.

Sungmin menggelengkan kepalanya dalam dekapan Kyuhyun. "aku juga gak ngerti, kenapa aku bisa seperti ini. hiks." Ucapnya.

Kyuhyun terus mengelus rambut Sungmin dengan lembut. "apa… apa kau menyukaiku?" Tanya Kyuhyun to the point.

Tangis Sungmin seketika itu juga terhenti saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir Kyuhyun. "a.. apa maksud kak Kyu bicara seperti itu?" Ucap Sungmin berusaha melepaskan pelukannya terhadap Kyuhyun.

"kau cemburu saat melihat Seohyun menciumku bukan?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin ingin menggelengkan kepalanya. Namun sedikit pernyataan Kyuhyun ada benarnya juga, dia cemburu, ah bahkan marah dan kecewa pada Kyuhyun saat namja itu hanya diam saat Seohyun menciumnya.

Jadi benarkah dia cemburu?

Kyuhyun menangkup wajah Sungmin dengan kedua tangannya. Memaksa yeojya itu untuk menatapnya secara intens. "tatap aku, apa benar kau menyukaiku?" Tanya Kyuhyun dengan lembut. Tanpa ada paksaan didalamnya.

Sungmin terus memandangi wajah Kyuhyun yang sangat dikaguminya itu. Kagum? tentu, siapa yang tidak terpesona dengan wajah tampan sekaligus evil milik Kyuhyun. Namja yang bisa membuat semua yeojya bertekuk lutut terhadapnya.

Kaya, tampan, populer dan pintar. Itulah Kyuhyun.

Sungmin menganggukan kepalanya dengan pelan lalu menutup matanya. Dia takut setelah ini Kyuhyun menjauhinya dan memandang jijik kepadanya.

Berbeda dengan pemikiran Sungmin, ternyata Kyuhyun tersenyum setelah melihat Sungmin menganggukan kepalanya. Dia merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapannya kembali. "aku juga menyukaimu, bahkan lebih, aku mencintaimu." Ucapnya.

Sungmin membuka matanya dalam dekapan hangat Kyuhyun. Dia tersenyum. "aku sudah tau." Ucapnya.

Kyuhyun menyerengitkan dahinya. "dari mana kau tau?" Tanyanya.

"saat aku pingsan ditaman, saat kita berjalan-jalan sama kak Siwon dan juga si yeojya centil itu." Kyuhyun terkekeh pelan saat mendengar sebutan Sungmin untuk Seohyun.

"benarkah? Kau mendengar semuanya?" Tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin menganggukan kepalanya. "bahkan aku merasakan kak Kyu menciumku pada saat akan tidur, tepat dibibirku bukan?" Tanyanya sedikit tersipu.

Kyuhyun melepaskan pelukannya terhadap tubuh Sungmin dan memandang adik atau yeojyachingu-nya itu dengan tatapan tidak percaya. "kau menyadarinya?" Tanya Kyuhyun.

"heem." Jawab Sungmin.

Kyuhyun langsung menarik kedua sisi pipi chubby Sungmin dan membuat sang empunya pipi meringis kesakitan. "kak Kyu~ sakit," Ujarnya.

Kyuhyun menghentikan menarik pipi Sungmin, dan sekarang dia mengelus pipi yang kemerahan tersebut. "oke, sekarang kamu istirahat. Nanti waktu makan malam aku akan membangunkanmu." Ucapnya sambil bangkit dari ranjang Sungmin.

Dia merebahkan tubuh Sungmin dan menyelimutinya dengan bedcover berwarna merah mudanya. Dia mengecup dahi Sungmin sebelum benar-benar keluar dari kamar tersebut.

.

.

Kedua insan itu masih berpandangan dengan tatapan tidak percaya, sedangkan satu yeojya lagi memandang penuh ketidaktahuan.

Eunhyuk, yeojya yang menatap Zhoumi dan yeojya penolongnya tadi dengan pandangan ingin tahu.

Zhoumi langsung memutuskan kontak mata dengan yeojya bernama Xian tersebut. Dia langsung menoleh kearah Eunhyuk dan membantu adiknya tersebut untuk berdiri. "kau bisa berjalan?" Tanyanya.

Xian memandang Zhoumi dengan pandangan banyak arti. Entah itu rindu, penyesalan, kekecewaan dan masih banyak lagi. Entah mana yang lebih mendominasi.

"Zhou, aku…"

"terima kasih sudah membantu adikku. Sampai jumpa." Zhoumi membungkukan badannya kearah Xian. Tindakan namja itu membuat Xian sedikit kecewa.

Zhoumi merangkul Eunhyuk dan membantunya berjalan. Dia meninggalkan Xian sendirian disana yang memandangi mereka dengan tatapan kecewa. "Zhou, maafin aku." Setetes airmata mengalir dari sudut matanya.

.

.

Keluarga Lee heboh. Tentu saja karena melihat anak perempuan mereka pulang dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Wajah lebam bekas tamparan dan rambut serta baju yang berantakan membuat Nyonya Lee terpekik histeris.

"siapa yang membuatmu seperti ini sayang? Katakan pada Mama?" Tanyanya.

Zhoumi yang duduk disamping Eunhyuk membuka suaranya. "dia dikeroyok oleh segerombolan yeojya Ma, benar bukan?" Tanya Zhoumi pada Eunhyuk. Anggukan kepala sebagai jawabannya.

"siapa yang berani menyeroyokmu seperti ini? Apa kau berbuat salah pada mereka?" Tanya Mrs. Lee lagi.

Eunhyuk yang sedari tadi menunduk kini mengangkat kepalanya. "aku tidak tau kenapa mereka berbuat seperti itu kepadaku. Aku tidak mengenal mereka semua, hanya satu wajah yang aku kenali." Ucapnya.

"siapa?" Tanya Zhoumi cepat. Sepertinya dia mengetahui siapa yang berani membullying adiknya itu.

"mantan pacarnya kak Hae."

"Jessica?" Tanya Zhoumi lagi. Eunhyuk menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

Zhoumi berdiri saat itu juga, Eunhyuk mendongak dan memperhatikan raut wajah Zhoumi. Dan dia melihat kilatan kemarahan di mata kakak laki-lakinya itu.

"Zhou! Kau mau kemana?" Zhoumi tidak menghiraukan teriakan Mrs. Lee, dia terus melangkahkan kakinya keluar dari kediaman keluarga Lee dan memacu mobil Porsche Carrera GT merah miliknya dengan kecepatan cukup tinggi.

Eunhyuk yang takut Zhoumi melakukan sesuatu terhadap Jessica, segera menghubungi Donghae untuk mencegah tindakan nekat kakaknya itu.

~Donghae side~

Donghae sedang mengendarai Luxury White Audi A1-nya dengan kecepatan santai di jalan raya. Dia meraih ponsel yang diletakan disamping bangku penumpang. Dia tersenyum senang saat melihat id call number atas nama 'Hyukie chagi' tertera dilayar iPhonenya.

"yeoboseo? Chagi wae?" Tanyanya.

.

.

Donghae menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang sebuah rumah besar dengan design klasik tersebut. Ternyata didepannya, Eunhyuk sudah menunggunya.

Eunhyuk segera masuk kedalam mobil Donghae tanpa menatap sang pengemudinya itu. "cepat kak Hae, kita harus menemukan Jessica." Ucapnya.

Donghae menyerengitkan dahinya mendengar perintah Eunhyuk. Menemukan Jessica? Memangnya ada apa. Tanyanya dalam hati.

Eunhyuk menghela nafas dan menoleh kearah Donghae. "cepat kak Hae," Perintahnya lagi.

Bukannya segera menjalankan perintah yeojachingu-nya itu. Donghae terkaget-kaget saat melihat wajah Eunhyuk yang lebam. "Hyukie, kenapa wajahmu seperti ini?"Ucapnya khawatir.

"nanti saja aku jelaskan, yang terpenting sekarang kita harus menemukan dimana Jessica berada,"

Donghae menatap Eunhyuk lama. Sepertinya dia sedikit berfikir. "Jessica yang berbuat seperti ini?" Tanyanya sambil mengelus pipi Eunhyuk yang samar membiru.

Degup jantung Eunhyuk sedikit berpacu (?) saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Donghae. Namun dia langsung tersadar. "kak Hae, cepat kita harus menemukan Jessica sebelum kak Zhou yang menemukannya."

Donghae menyerengitkan dahi kembali saat mendengar ucapan Eunhyuk. "Zhoumi? Apa maksudmu Hyukie?"

"kak Zhou tau jika Jessica yang membuat aku seperti ini. Sepertinya dia akan memberikan balasan pada yeoja itu." Jawabnya.

Mata Donghae melotot setelah mendengar ucapan Eunhyuk. Dia bisa membayangkan bagaimana menyeramkannya Zhoumi saat marah, apalagi itu menyangkut adik perempuannya. Bahkan dia juga pernah 'hampir' dihajar oleh Zhoumi jika Kyuhyun dan Hangeng tidak menahannya.

"ayo kita cari mereka." Ucapnya sambil menyalakan mobilnya. Dia segera tancap gas menjalankan mobilnya ketempat-tempat dimana biasa Jessica berada.

.

.

Zhoumi menghentikan mobilnya disebuah café bleu—basecamp dimana Jessica dan teman-temannya berkumpul.

Dia segera masuk kedalam dengan amarah yang meledak-ledak. Mata memicing tajam saat matanya membidik sosok Jessica yang sedang tertawa-tawa dipojok ruang café tersebut bersama teman-temannya.

"sial, coba kalau tidak ada yeoja sok pahlawan itu. Pasti dia sudah masuk ICU sekarang." Ucap yeoja pendek bernama Sunny itu.

Jessica tersenyum mendengarkan ucapan Sunny. "haha, setidaknya aku sudah puas menyiksa yeoja itu." Ucapnya sambil mengangkat gelas jus miliknya.

Zhoumi berjalan kearah Jessica dan menarik gelas jus yeoja itu, membuat sedikit isinya tumpah ke dress yang dipakainya. "apa yang kau lakukan hah?" Pekik Jessica.

Zhoumi menarik lengan yeoja itu dengan kencang, hingga membuat Jessica meringis kesakitan. "Zhoumi, ada apa denganmu? Hah? Lepaskan tanganku." Pinta Jessica.

"apa yang kau lakukan pada adikku hah?" Desisnya.

Jessica menyerengitkan dahinya sambil berusaha melepaskan cekalan Zhoumi pada tangannya. "adikmu? Siapa, bahkan aku tidak mengenalnya." Ucapnya berusaha tenang. Namun tidak bisa menghilangkan nada ketakutan didalamnya.

Jessica kenal betul Zhoumi (mereka pernah satu sekolah saat tingkat atas), namja itu sangat mengerikan jika marah.

"Eunhyuk, Lee Eunhyuk. Yeoja yang baru saja kau dan teman-temanmu bully ." Jessica melotot mendengar ucapan Zhoumi. Jadi yeoja yang di siksanya tadi adiknya Zhoumi?

"akh! Sakit." Rintih kesakitan keluar dari bibir Jessica saat Zhoumi mencengkram rahangnya dengan erat.

Teman-teman Jessica hanya memperhatikan, tidak membantunya sama sekali. Mereka semua mungkin takut dengan amarah yang menguar disekitar namja berambut merah itu.

"kau harus merasakan apa yang Hyukie rasakan." Zhoumi berniat menampar wajah Jessica, namun sebuah suara berhasil menginterupsi perbuatannya.

"kak Zhou! Berhenti," Pekik Eunhyuk sambil berlari kearah ZhouSica. Donghae yang ada dibelakang Eunhyuk berdiri diantara mereka berdua.

Jessica sedikit menghela nafas lega. "Hae, tolong aku~" Rengeknya. Bulu tangan Donghae meremang mendengar rengekan Jessica.

Zhoumi langsung melepaskan cengkramannya pada rahang Jessica dengan keras hingga membuat yeoja itu terjatuh diatas kursinya. Setelah itu, dia berjalan keluar dari café tersebut tanpa menghiraukan teriakan Eunhyuk yang memanggil-manggil namanya.

Donghae segera menarik lengan Eunhyuk untuk keluar dari café itu. Dia tidak membawa Eunhyuk kembali ke mobilnya, melainkan ke taman yang berada beberapa blok dari café bleu tersebut.

"kenapa kak Hae bawa aku kesini?" Tanya Eunhyuk bingung.

Donghae menyuruh Eunhyuk duduk dibangku taman. Bukannya menjawab, dia malah mengelus pipi Eunhyuk yang lebam dan sedikit membiru tersebut. "maafkan aku Hyukie, kamu kaya gini karena aku." Sesalnya.

Eunhyuk tersenyum mendengar ucapan Donghae. "mungkin ini resiko pacaran sama kak Hae,"

Donghae tersenyum tipis sembari mengelu wajah Eunhyuk. "dan kamu tau apa resikonya kalo kamu pacaran sama aku?" Eunhyuk kelihatan bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan namjachingu-nya itu. "di bully lagi sama Jessica?" Tebaknya.

Donghae menggelengkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk. "alasannya karena…" Dia memenggal kalimatnya sendiri.

CHU~

Eunhyuk melebarkan matanya saat bibir Donghae mendarat diatas bibirnya. Namun, dia ikut memejamkan matanya dan membalas ciuman lembut Donghae.

Dari bagian lain taman tersebut, Zhoumi hanya geleng-geleng kepala melihat teman dan yeodongsaengnya itu. "tsk, dasar pasangan mesum." Ucapnya pelan.

Eunhyuk membuka matanya saat Donghae melepaskan ciuman lembut tersebut. Donghae tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang memerah. "aku ingin terus menciummu." Lanjutnya.

Blush.

Wajah Eunhyuk semakin merona mendengar lanjutan ucapan Donghae. Dia meninju pelan lengan Donghae. "dasar gombal." Ucapnya.

Donghae memeluk tubuh Eunhyuk dari samping dan menyandarkan kepala yeoja itu pada bahunya. Sedangkan Eunhyuk melingkarkan lengannya di pinggang Donghae.

"oh iya,"

Donghae sedikit kaget saat Eunhyuk berseru demikian. "ada apa Hyukie?" Tanyanya.

"aku mau tanya sesuatu, boleh?" Donghae menganggukan kepalanya. "saat aku dikeroyok oleh Jessica dan teman-temannya, ada seorang yeoja yang menolongku." Dia berhenti berbicara sebentar. "hm, saat kak Zhou dateng untuk jemput aku dan ketemu yeoja itu, mereka berdua saling kenal. Tapi waktu itu kak Zhou langsung narik aku untuk pergi." Terangnya.

"kau mengenalnya?"

Eunhyuk menganggukan kepalanya. "kalau aku gak salah denger, namanya Xian."

Donghae melebarkan matanya dan kembali memandang Eunhyuk dengan pandangan apa-kau-yakin?. Eunhyuk menganggukan kepalanya.

"apa yeoja itu bermata sipit dan berpipi chubby?" Eunhyuk menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Donghae. "dia mantan pacarnya Zhoumi, Xian Hua."

Eunhyuk menoleh kearah Donghae dengan pandangan terkejut. Dia tau tentang hubungan percintaan kakak laki-lakinya tersebut, tapi selama mereka pacaran, Zhoumi tidak pernah membawa yeojachingu-nya (baca : Xian Hua) kerumahnya.

"pantas saja mereka sepertinya kaget saat bertemu." Gumam Eunhyuk.

Drt… Drt…

Ponsel dalam saku celana Eunhyuk berdering. Dia mengeluarkan ponsel tersebut dari sakunya lalu mengangkatnya. "iya Ma?"

'…'

"aku lagi sama kak Hae, iya abis ini aku langsung pulang. Bye~" Dia kembali memasukan ponselnya kedalam saku celananya.

"Mama kamu?" Eunhyuk menganggukan kepalanya. "ayo, ini sudah mulai malam." Ucapnya sambil menarik Eunhyuk berdiri.

.

.

Sungmin sudah bersiap untuk makan malam. Dia sudah bangun sejak sejam yang lalu, entah kenapa dia begitu bersemangat sekarang.

Cklek…

"Min?" Bersamaan dengan suara pintu yang terbuka, kepala Kyuhyun yang menyembul kedalam. "kau sudah bangun?" Sungmin menganggukan kepalanya.

"yasudah kalau begitu, ayo." Ajak Kyuhyun sambil masuk kedalam kamar Sungmin dan membantunya bangun dari ranjangnya.

"aku kuat kak Kyu~" Ucap Sungmin sambil mengembungkan kedua pipinya. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin ini.

"tidak, tidak." Ucap Kyuhyun sambil menggeleng. "kau baru sembuh Tuan Putri." Tambahnya.

Akhirnya Sungmin dengan pasrah menuruti langkah Kyuhyun yang menuntunnya keruangan makan.

Sesampainya diruang makan. Mereka berdua sudah disambut dengan Teukie yang tersenyum kearah mereka sembari menata makanan dimeja makan. "malam," Ucapnya.

"malam Bunda," Ucap keduanya berbarengan.

Kyuhyun menarik bangku Sungmin dan mendudukan yeoja itu disana. "aku bisa sendiri kak Kyu~" Ucapnya gemas melihat tingkah Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum dan duduk dikursinya. "Ayah kemana Bund? Kok belum keliatan?" Tanyanya.

Teukie menengok kebelakang—kearah dimana ruang kerja suaminya itu berada. "mungkin Ayah kalian sedang sibuk, Bunda panggil Ayah dulu, kalian duluan makannya." Ucapnya sambil berlalu.

"Ayah belakangan ini sibuk ya?" Tanya Sungmin. Kyuhyun hanya mengendikan bahunya, tanda dia tidak tau.

Tak selang beberapa lama, Kangteuk keluar dari ruang kerja Kangin dan duduk dikursi mereka masing-masing.

"malam Ayah," Sapa Sungmin dengan nada ceria jangan lupakan gigi kelincinya yang terlihat saat dia tersenyum.

"malam," Kangin membalas ucapan Sungmin, tapi tidak memandangnya.

Sungmin mengerutkan dahinya melihat sikap Kangin yang berbeda dari biasanya itu. Biasanya Ayahnya itu membalasnya dengan senyuman hangat miliknya.

Mereka memulai makan malam itu dalam diam.

Setelah selesai, Kangin langsung berdiri dan kembali masuk kedalam ruang kerjanya. Teukie hanya menghela nafas melihatnya.

"Ayah kenapa? kan aku belum ucapin selamat malam seperti biasanya." Gumam Sungmin sambil melihat kepergian Kangin.

Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin. "Ayah sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ayo, kembali ke kamarmu." Ucapnya sambil membantu Sungmin berdiri dari duduknya.

0o0o0o0o0o0o0o0

Setelah beberapa hari beristirahat dirumah, Sungmin sudah diizinkan bersekolah kembali. Kini, hanya dirinya dan Kyuhyun beserta Teukie yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.

"belakangan ini Ayah jarang banget sarapan bareng kita, memangnya ada apa sih?" Tanya Sungmin pada Kyuhyun sambil mengolesi rotinya dengan selai strawberry kesukaannya.

Kyuhyun memandang Sungmin. "Ayah mungkin sedang ada proyek besar. Makanya dia berangkat pagi-pagi sekali." Jawabnya.

Sungmin menganggukan kepalanya mengerti.

Kemudian Teukie masuk kedalam ruangan makan sambil membawa nampan berisi 2 gelas susu dan satu cangkir coffee.

"makasih Bundaa~" Ucap Sungmin sambil menerima susu coklat miliknya. Teukie tersenyum dan menganggukan kepalanya.

"kau sudah selesai? Ayo cepat berangkat." Ucap Kyuhyun sambil membereskan peralatan yang akan dibawanya untuk ke kampus. Sungmin menganggukan kepala sembari menengguk susu coklatnya hingga habis.

Setelah itu dia berdiri dan memakai tasnya lalu berjalan untuk mencium pipi Teukie. "aku berangkat Bunda." Ucapnya.

Teukie balik mencium pipi Sungmin. "hati-hati dijalan. Kyu, jangan ngebut." Katanya.

Kyuhyun mengancungkan ibu jarinya dan mengecup pipi Teukie. "kami berangkat Bunda," Setelah itu dia menarik lengan Sungmin untuk keluar dari rumah bersama-sama.

.

.

Kyuhyun menghentikan Ferrari F50 biru metaliknya di depan gedung SM High School. Dia menoleh kearah Sungmin yang juga sedang menatapnya.

"aku masuk dulu," Ucapnya sambil mengecup pipi Kyuhyun. Ritual pagi harinya.

"eits," Kyuhyun menahan lengan Sungmin yang baru saja akan keluar dari dalam mobilnya. Sungmin memandang Kyuhyun dengan bingung. "ada apa Kak?" Tanyanya.

"masa ciumnya di pipi sih?" Godanya. Wajah Sungmin memerah mendengar ucapan Kyuhyun. "lalu?" Tanyanya balik.

Kyuhyun tersenyum jahil melihat wajah Sungmin yang memerah. Dia mendekatkan wajahnya kearah Sungmin. "karena kau adik sekaligus yeojachingu-ku, jadi harusnya di…"

CUP.

Kyuhyun langsung mencium tepat dibibir plump milik Sungmin. Sedangkan Sungmin, dia sedikit terkaget saat Kyuhyun mencium bibirnya. Namun dia langsung menutup matanya dan membalas ciuman lembut Kyuhyun.

Kyuhyun yang terlebih dahulu melepaskan ciuman itu. Dia tersenyum memandang wajah Sungmin yang memerah. Dia mengelus pipi chubby itu dengan lembut. "saranghae," Ucapnya.

Sungmin membalas senyuman Kyuhyun. "nado saranghae," Balasnya.

Setelah membalas ucapan Kyuhyun, Sungmin segera keluar dari dalam mobil tersebut dan berlari kedalam halaman sekolahnya. Tampaknya dia malu dengan kejadian tadi.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin tersebut. Dia berniat menyalakan mobilnya dan pergi dari sana, tapi gerakan tangannya terhenti saat melihat sebuah mobil yang sangat dikenalinya itu berhenti tidak jauh darinya.

"Ayah," Gumamnya.

Di sana, Kyuhyun bisa melihat Kangin dari kaca mobilnya yang transparan, dan kemudian seorang yeoja keluar dari bagian penumpang.

"siapa yeoja itu?" Tanyanya lagi sambil memperhatikan yeoja yang baru saja turun dari mobil Mazda hitam itu.

.

.

Sungmin memelankan langkahnya ketika dirinya sudah sampai di lorong sekolah. Dia berjalan perlahan dan tesenyum pada semua orang yang menyapanya. Rona kebahagiaan terus bertengger di wajah cantiknya.

"hey! Kau gila ya? Senyum-senyum seperti itu?" Suara yang sangat Sungmin kenali itu membuatnya menoleh.

Sungmin tersenyum dan melambaikan tangannya kearah yeoja bersurai blonde tersebut. "Hyukie!" Panggilnya.

Senyuman di bibir Sungmin luntur setelah melihat wajah Eunhyuk yang sedikit lebam tersebut. "Hyukie? wajahmu kenapa seperti ini?" Tanyanya khawatir.

Eunhyuk mengelus pipinya yang lebam samar tersebut. "ini, sedikit insiden beberapa hari yang lalu." Jawabnya.

"memangnya apa yang terjadi?" Tanya Sungmin.

Eunhyuk memutar kedua bola matanya. Berfikir. "hmm… sudahlah, yang terpenting dengan adanya insiden ini aku udah baikan dong sama kak Hae." Ucapnya.

"insiden seperti apa itu Hyukie?" Tanya Sungmin lagi. Sepertinya dia tidak terlalu puas dengan jawaban sahabatnya itu.

"MINNIE! MONKEY!" Teriakan suara tersebut membuat HyukMin menoleh ke sumber suara. Dan ternyata diujung lorong ada Henry, namja berkebangsaan China itu berlari kearah mereka sambil melambaikan tangannya.

"aish, kebiasaan deh manggil aku monkey." Gerutu Eunhyuk. Sungmin hanya terkekeh geli mendengar ucapan Eunhyuk.

Henry berhenti berlari dihadapan mereka berdua. "Min, akhirnya kamu masuk juga. Aku kangen!" Ucapnya sambil memeluk Sungmin.

Sungmin sedikit terkejut saat Henry memeluknya, tapi dia kembali terlihat santai beberapa detik kemudian dan membalas pelukan Henry.

"dasar kekanak-kanakan." Sindiran itu membuat Henmin melepaskan pelukan mereka satu sama lain.

Ternyata disana ada kumpulan yeoja yang dipimpin oleh Kim Kibum.

"cih, persahabatan kalian mejijikan." Eunhyuk maju satu langkah guna untuk menampar mulut yeoja itu, namun tangannya ditahan oleh Sungmin.

Sungmin dan Henry berusaha menarik Eunhyuk agar tidak terjadi perdebatan panjang dengan yeoja dingin itu. Sedangkan Eunhyuk masih terus berontak dalam kungkungan Henmin.

"aish! Dasar yeoja menyebalkan." Decak Eunhyuk setelah Henmin melepaskannya.

Sungmin mengelus punggung belakang Eunhyuk dengan lembut. "udahlah Hyukie, kalau tadi kau meladeni mereka itu akan jadi kesenangan sendiri untuk mereka." Ucapnya menasehati.

Henry yang berdiri sebelah kiri Eunhyuk menganggukan kepalanya. "bener. Lagian apa gak sayang sama muka Key? Masih biru-biru gitu nanti tambah parah kalo berurusan sama Kibum." Ucapnya.

Eunhyuk mencubit pipi tembam Henry dengan gemas. Yang membuat sang empunya pipi meringis kesakitan. "berhenti memanggilku monkey, mochi! Atau aku akan mencubitmu hingga pingsan huh?" Ancam Eunhyuk.

Henry menganggukan kepalanya dan mengangkat jari tengah dan telunjuknya. Pertanda damai. Dia mengelus pipinya yang memerah setelah Eunhyuk melepaskan tangannya. "aduh, sakit Hyukie," Desisnya.

Sedangkan Sungmin hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Dia begitu merindukan mereka berdua selama dia beristirahat dirumah.

Bel tanda masuk berbunyi membuat ketiga sekawan itu bergerak dan duduk dibangku mereka masing-masing.

.

.

Kyuhyun bersandar pada mobilnya didepan SM High School. Dia sesekali melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Sudah lebih dari 10 menit bel berbunyi, tapi Sungmin entah kenapa belum terlihat juga.

"Kak Kyu~" Suara yang amat sangat dikenalinya itu membuat Kyuhyun menoleh. Dari arah gerbang Sungmin berlari kecil kearahnya dengan Eunhyuk yang ikutan berlari dibelakangnya.

"hai, kok lama banget?" Tanyanya.

"iya, tadi ada ulangan mendadak ya jadi telat deh keluarnya." Jawab Sungmin.

Tin… tin…

Sebuah mobil Luxury White Audi A1 berhenti tepat dibelakang mobil Kyuhyun. Dari bagian kemudi, Donghae keluar dari sana sambil melepaskan kacamata hitam yang bertengger dihidungnya. "hei chagi," Ucapnya sambil melambai kearah Eunhyuk.

"kak Hae~ hari ini jadi kan?" Donghae menganggukan kepalanya dan mengacak-ngacak rambut Eunhyuk dengan gemas karena melihat tingkah manja yeojachingu-nya itu.

"kalian mau kemana?" Tanya Sungmin.

Haehyuk menoleh kearah Kyumin. "kita mau ke pantai, kamu mau ikut Minnie?" Tawar Eunhyuk.

"mau…"

"gak boleh." Ucap Kyumin berbarengan.

Sungmin menoleh kearah Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya. "aku mau ikut Hyukie ke pantai kak Kyu, boleh yaaa? Please?" Rengeknya. Tak juga mengeluarkan tatapan rabbit eyes nya.

Kyuhyun membuang pandangannya kesamping guna menghindari tatapan andalan Sungmin tersebut.

"kak Kyu~" Rengeknya lagi.

"udahlah Kyu, ikut aja. Kayaknya Minnie juga butuh udara segar karena belakangan ini selalu dirumah." Sungmin tersenyum penuh rasa terima kasih saat Donghae berujar demikian.

Akhirnya Kyuhyun pun menganggukan kepalanya dan membuat Sungmin yang kegirangan langsung memeluknya. "makasih kak Kyu,"

"ayo buruan, keburu sore." Ucap Donghae. Dia membuka bagian penumpang mobilnya dan menyuruh Eunhyuk untuk masuk terlebih dahulu. Kyumin pun menyusul dan mengikuti dari belakang mobil Donghae yang berjalan didepannya.

.

.

20 menit kemudian mereka sampai disebuah pantai yang tidak jauh dari Seoul. Sungmin dan Eunhyuk segera keluar dari mobil masing-masing lalu berlari kearah pantai sambil bergandengan dan berteriak kegirangan.

Untung saja pantai tersebut agak sepi. Kyuhae yang berada dibelakang mereka hanya menggelengkan kepalanya.

"kak Hae~ cepetan kesini!" Pekik Eunhyuk.

Donghae berlari terlebih dahulu dan berhenti didepan Eunhyuk, "wae, chagi?" Tanyanya.

Eunhyuk menunjuk sebuah perahu (bayangi perahu yang dipake SoEun ama Kimbum di BBF yang mereka lagi di Caledonia).

Donghae mengangguk dan menarik lengan Eunhyuk untuk mendekat kearah perahu tersebut dan menyewanya. Mereka berdua menjalankan perahu tersebut perlahan meninggalkan bibir pantai.

"hei! Jangan lama-lama, ini sudah hampir malam." Teriak Kyuhyun pada Haehyuk. Donghae mengangkat ibu jarinya tanda meng-iya-kan teriakan Kyuhyun tersebut.

"jadi, kita mau ngapain disini kak Kyu?" Tanya Sungmin.

Kyuhyun menoleh kearah Sungmin. "bagaimana kalau kita kencan saja sekarang? Anggap saja ini adalah kencan pertama kita." Ucapnya.

Blush,

Pipi Sungmin langsung merona mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum dan menarik Sungmin untuk mendekat kearahnya lalu menyuruhnya duduk diatas pasir.

Kyuhyun merangkul bahu Sungmin untuk lebih dekat kearahnya lalu menyenderkan kepala yeoja itu dibahunya. "kau tau? Ini adalah saat terindah yang aku alami selama hidupku. Duduk berdua denganmu disini, memandangi hamparan laut yang luas sambil menunggu matahari terbenam, tidakkah itu sangat indah?" Sungmin menganggukan kepalanya mendengar ucapan Kyuhyun.

"kau tau?" Sungmin mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun dan memandang pemuda itu seolah bertanya ada-apa?.

"aku sangat sangat mencintaimu. Sekarang atau pun nanti, aku akan selalu mencintaimu." Ucapnya penuh kesungguhan.

Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya. "aku juga, aku begitu mencintaimu."

Kyuhyun meminimalisir jarak diantara mereka berdua. Sungmin refleks memejamkan matanya saat terpaan nafas Kyuhyun menari-nari diwajahnya.

Bibir lembut Kyuhyun mendarat diatas bibir plump itu dan melumatnya dengan lembut. Sungmin pun membalasnya tak kalah lembut.

Biarkan untuk kali ini desiran ombak dan matahari yang terbenam menjadi saksi cinta kedua insan muda itu.

. To Be Continue.

.

.

.

Hai hai *lambai tangan sambil nyengir*. MIAN, nih fanfic updatenya kurang lama ^/\^. Gimana sama Chapter ini? makin ngeboseninkah? Makin gaje kah? Miannn! Butuh kritik dan saran readers sekalian untuk memperbaiki tulisan aku yang amburadul ini.

Dan aku juga ucapin terima kasih sama kalian yang udah sempetin baca dan review~. Untuk yang belum punya akun, harap cantumin namanya yaaa! Biar akunya gak bingung kalo balesin reviewnya ^^.

Sampai ketemu di Chapter selanjutnya. *lambai tangan*

Balesan Review~

farchanie01 : iya, semoga ini termasuk cepet yaaa^^.

Cho Kyuri Mappanyukkie : iya, ini udah lanjut. Semoga gak lama ya^^.

HyunMing joo : hem? Pertanyaan chingu akan terjawab di Chapter selanjutnya^^.

Cha GyuMin : kan Hyukienya gak tau Mimi-ge mau kesana juga. Mereka gak ada apa-apa kok, cuma si Seo-nya aja yang .

Fujiwara Roronoa : iya, aku juga merasa kurang greget di adegan itu. Hub. Mimi-ge sama Liu Xian akan berkembang sesuai cerita #plak. Iya, semoga mereka cepet bersatu ^^.

ressijewelll : iya, Ming belum tau sebelumnya kalo mereka bukan saudara kandung. Ini udah lanjut ^^

choshikyumin : huaa, seneng kalo chingu merasa begitu^^. Aku gak tau ini akan berapa chapter. Lanjutan cerita bergantung akan ide yang muncul. Terima kasih sudah baca dan review ^^.

Matsuka99 : iya, ini udah dilanjutin. Semoga ini gak termasuk lama yaa^^.

Keys47 : pertanyaan kamu pasti akan terjawab dengan sendirinya ^^.

MegaKyu : hua, kenapa pada nyangka Kibum yang anaknya Kangteuk sih? XD.

choi wonsa : bisa gak ya #plak. Iya, ini udah dilanjut, semoga gak lama ya^^.

hana : terima kasih hana ^^. Ini udah update .

eunhae25 : aku cuma senyam-senyum baca review dari kamu^^. Udah di folback ya, oke ini udah lanjut .

UthyDianRyeosomnia : iya, terima kasih semangatnya yaa^^.

Kyuminyewook : oke udah dilanjut^^.

Cho Miku : oke, udah dilanjut ^^.

Pipin : aku bener-bener gak tau drama Endless Love itu kaya apa, beneran deh. Terima kasih udah baca dan review~

Malidaminne : pertanyaan kamu pasti akan terjawab dengan sendirinya^^.

Cha SungminWife : iya, ini udah dilanjut ^^.

anheekyu : gak ada death chara kok di fict ini. aku jamin endingnya bakalan happy^^. Ini udah update.

SparKyuMin : pertanyaan kamu akan terjawab jika kamu ngikutin terus ff ini. XD. Ini udah lanjut^^.

Cho Yooae : hem? Pertanyaan kamu akan terjawab dengan sendirinya XD.

kyumin forever : happy ending kok, ini udah lanjut^^.

Reyza Apriliyani : iya, ini udah lanjut^^.

naya : itu sih sinetron banget chingu XD. Hehe, terima kasih udah baca dan review^^.

aejeongcho : iya, ini udah dilanjutin. ^^

lee kyuzha : kita liat aja nanti #plak. Hehe, iya salam kenal juga kyuzha.^^

KitsuneNoUsagi : benerkah teman kamu ketuker begitu #plak. Terimakasih semangatnya ya^^

jaman : kyaaa~ aku dipanggil nuna, hehe~. Kan biar readersnya penasaran, nyehehe~

Guest : benarkah? Maaf kalo begitu, akunya bego berarti. Hehe. Moment yang ditunggu? Yang mana itu? *author kepo*. Ini udah dilanjutin.

Guest : oke ini udah dilanjut^^.

Hyo Bin KyuminShipperShawol : iya ini udah lanjut, benarkah? Kita liat aja nanti. *evilsmirk*

Kinan Lee : ini udah diupdate^^.

.

.

Read and Review, Again?

.Thania Lee.