A Super Junior Fanfiction
~My Love, My Dongsaeng~
Pair : KyuMin, Haehyuk and Other official pair.
Warning : Genderswitch, Gaje, Typo, tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
.
.
.
~Previous Chapter~
"aku sangat sangat mencintaimu. Sekarang atau pun nanti, aku akan selalu mencintaimu." Ucap Kyuhyun penuh kesungguhan.
Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya. "aku juga, aku begitu mencintaimu."
Kyuhyun meminimalisir jarak diantara mereka berdua. Sungmin refleks memejamkan matanya saat terpaan nafas Kyuhyun menari-nari diwajahnya.
Bibir lembut Kyuhyun mendarat diatas bibir plump itu dan melumatnya dengan lembut. Sungmin pun membalasnya tak kalah lembut.
Biarkan untuk kali ini desiran ombak dan matahari yang terbenam menjadi saksi cinta kedua insan muda itu.
.
.
≈Chapter 10
Kyuhyun yang memulai ciuman lembut itu, dia juga lah yang mengakhirinya. Dia mengusap saliva di bibir Sungmin dengan ibu jarinya. "kau cantik sekali Min," Ucap Kyuhyun.
Wajah Sungmin tambah memerah setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Begitu juga dengan jarak mereka yang hanya dibatasi oleh hidung masing-masing.
Sungmin memilih memundurkan wajahnya dan kembali bersandar di bahu Kyuhyun, mata kelincinya memandangi bias cahaya matahari yang mulai terbenam. Kyuhyun tersenyum dan menaruh kepalanya diatas kepala Sungmin dan ikut melihat matahari terbenam dihadapan mereka.
Mereka berharap hari ini tidak segera berakhir.
Haehyuk side.
Mereka berdua mengayuh(?) perahu berwarna kuning itu hingga ke tengah laut yang tidak jauh dari bibir pantai.
"woah, bagus banget ya kak Hae pemandangannya!" Eunhyuk terkagum-kagum dengan pemandangan matahari tenggelam apalagi dirinya kini berada ditengah laut.
Donghae mengangguk dan tersenyum kearah Eunhyuk yang nampak semakin terlihat cantik dibawah sinar matahari yang hampir tenggelam itu. Donghae mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk seraya masih tersenyum.
Sadar akan posisi seseorang yang ada didekatnya, Eunhyuk pun menoleh. Dia sempat terkejut saat melihat wajah Donghae yang begitu dekat dengannya, bahkan jaraknya tidak lebih dari 5 cm.
"Err… kak Hae bisa menjauh sedikit?" Ucap Eunhyuk.
Donghae tersenyum amat sangat tampan. "tidak, karena aku mau menciummu." Ucapnya sambil meminimalisir jarak diantara mereka berdua.
CHU~
Eunhyuk membulatkan matanya lucu. Walaupun ini bukan ciuman pertama mereka, tetap saja Eunhyuk masih belum terbiasa dengan ciuman kilat(?) Donghae. Tetapi selanjutnya dia memejamkan matanya dan ikut terhanyut dalam ciuman maut Raja ikan(?) ditengah laut.
.
.
Zhoumi baru saja selesai latihan boxing nya. Dia sedang merapihkan peralatannya setelah mandi dan memasukkannya kedalam sportbag hitamnya.
"Mi, kami duluan ya!" Seseorang namja tinggi menepuk bahu Zhoumi dari belakang dan membuat sang empunya nama menoleh.
"Yo!"
Setelah acara mari-memasukan-peralatannya- selesai, Zhoumi menyusul teman-temannya yang sudah berjalan didepannya. Langkahnya terlihat bersemangat karena dia membayangkan ranjang king size nya untuk beristirahat. Hingga sebuah suara mengganggu fikirannya(?).
"Zhoumi,"
Suara itu, suara yang amat sangat dirindukannya. Tetapi juga yang paling tidak ingin dia dengar saat ini juga.
Zhoumi berusaha menulikan pendengarannya dan terus berjalan melewati objek sumber suara tersebut, sampai sebuah lengan halus menggenggam lengan kanannya. "Zhou, kita perlu bicara." Ucap yeoja berpipi bulat itu. Xian Hua.
Zhoumi tetap bertahan pada posisinya, walaupun sebenarnya dia ingin sekali memeluk sosok yeoja yang mengurung lengannya. Tetapi sekali lagi, luka yang ditorehkan olehnya begitu membekas dihatinya.
"tidak ada yang perlu dibicarakan, semuanya sudah jelas bukan." Ucapnya dingin. Bahkan ekspresi jahil dan senyum sejuta watt-nya tidak nampak sedikitpun diwajah tampannya.
Tes…
Airmata yang sudah ditahannya sejak tadi akhirnya menetes juga. Xian Hua mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Zhoumi, sedikit berharap agar namja super tinggi(?) itu tidak meninggalkannya.
"aku akan menjelaskan semuanya. Aku—
"sudah kubilang tidak ada yang perlu dijelaskan." Zhoumi memotong ucapan Xian Hua. "lagipula, bukannya kau sudah bertunangan? Jadi untuk apa kau menjelaskannya padaku. Dan aku ucapkan selamat atas pertunangan kalian."
"Zhou, please! Sekali saja kita bicara dan setelah itu aku janji tidak akan menganggumu lagi."
Zhoumi mengalihkan pandangannya kearah Xian Hua. "baiklah, ini untuk yang terakhir kalinya." Xian Hua merasakan tubuhnya amat lemas saat Zhoumi berujar demikian, tapi sepertinya ini lebih baik daripada tidak sama sekali.
Dan disinilah mereka sekarang, disebuah kedai coffee yang tidak jauh dari tempat Zhoumi berlatih boxing tadi. Mereka duduk saling berhadapan dan dibatasi oleh sebuah meja.
Hening. Keduanya tidak ada yang memulai pembicaraan itu.
Zhoumi menghela nafas gusar. "baiklah, sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Apakah hanya duduk dan diam disini hingga esok hari? Perlu kau tau saja, badanku sangat letih hari ini. aku butuh istirahat untuk—
"hiks… Zhou, mianhae." Ucapan Zhoumi terputus saat mendengar isakan yang dikeluarkan oleh yeoja berpipi bulat yang ada dihadapannya ini.
Zhoumi mengalihkan pandangannya kearah lain. Kemanapun, asalkan tidak melihat yeoja itu menangis dihadapannya. Dia paling membenci melihat seorang yeoja menangis, karena baginya hanya orang brengsek lah yang membuat seorang wanita menangis. Dan dia tidak ingin di cap seperti itu.
"apa lagi yang perlu kau sampaikan? Bukannya sudah jelas semuanya?"
"aku minta maaf karena telah meninggalkanmu waktu itu, tanpa kabar apapun." Ucap Xianhua.
Zhoumi tersenyum lirih saat mengingat kejadian itu. "yeah, dan setelahnya kau mengirimkan undangan pertunanganmu dengan namja China, ah aku juga berdoa semoga kalian sampai meni—
"aku berbohong soal itu!" Potong Xianhua.
"mwo?"
Xianhua menurunkan pandangannya. "aku berbohong soal pertunangan itu, aku merekayasa semuanya seolah-olah pertunangan itu ada. Tapi, nyatanya pertunangan itu tidak sama sekali terjadi." Jelasnya.
"kau ingin mempermainkanku? Huh?"
Xianhua kembali menengakkan wajahnya dan langsung menatap wajah Zhoumi yang sudah dipenuhi oleh guratan emosi yang siap meledak kapan saja. "aku punya alasan yang tidak bisa kujelaskan sekarang."
"aku tidak mengerti dengan jalan fikiranmu." Ucap Zhoumi. "kau dulu meninggalkanku tanpa sebab dan kabar, lalu mengirimkan undangan pertunanganmu yang palsu itu. Dan sekarang kau menjelaskan semuanya dan berniat kembali padaku begitu?"
Xianhua hanya menganggukan kepalanya perlahan.
Zhoumi menarik ujung bibirnya hingga membentuk sebuah seringai sempurna. "apa kau pernah berfikir jika berada diposisiku? Apa kau akan menerima dengan mudah orang yang meninggalkanmu sesukanya?"
Xianhua menatap Zhoumi. "karena aku tau kau masih punya cinta." Jawabnya.
"Haha, lucu sekali Nona Xian." Zhoumi tertawa mengejek mendengar ucapan Xianhua barusan. "kau berfikir aku masih mencintaimu, begitu?"
"kamu sendiri yang bisa menjawabnya."
Zhoumi bangkit dari duduknya dan menyambar sportbag miliknya. Mata tajamnya masih terus memperhatikan yeoja dihadapannya itu. "setelah ini kau akan tau jawabanku Nona Liu Xianhua." Setelah berucap demikian, Zhoumi benar-benar melangkahkan kakinya menjauh dari meja tadi dan keluar dari dalam café. Meninggalkan Xianhua yang masih tertunduk dimejanya.
"aku yakin betul kau masih punya cinta untukku Zhou," Gumamnya.
Tes…
Cairan kental berwarna kemerahan menetes tepat dipunggung tangan yeoja itu. "Damn it!"
.
.
Eunhyuk melambaikan tangannya saat mobil Donghae keluar dari gerbang rumahnya. Dia berjalan riang kearah pintu utama, matanya sedikit melirik kebalkon yang ada disayap kiri rumah lantai 2.
"ngapain dia ngelamun kaya gitu?" Eunhyuk menggumam keheranan kala melihat Zhoumi sedang termenung sambil menatap langit malam.
Karena penasaran, dia mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam rumah dan sesegera mungkin menemui saudara laki-lakinya itu.
"kamu udah pulang sayang." Eunhyuk menoleh dan tersenyum kearah Mrs. Lee yang berada di dapur. "iya Ma, aku keatas dulu ya." Pamitnya.
Eunhyuk sedikit berlari menaiki anak tangga dan berbelok kearah kiri dimana kamar Zhoumi berada. Sedikit ragu, dia mendorong pintu bercat putih itu perlahan. Dia berjalan mendekat kearah Zhoumi dan memeluknya dari belakang.
"eh?" Zhoumi terkaget karena tiba-tiba ada sebuah lengan memeluknya.
"ada masalah?" Tanya Eunhyuk.
Zhoumi tersenyum dan melepaskan pelukan Eunhyuk ditubuhnya, lalu dia berbalik. "jangan sok tau deh."
Eunhyuk mempoutkan bibirnya lucu. "aku ngeliat kak Zhou ngelamun, terus mukanya sedih gitu dari bawah sana. Ada masalah sama Papa? Kampus? Atau sama yeoja-yeoja kecentilan dikampus?"
Zhoumi menjitak dahi Eunhyuk dengan pelan. "sok tau!"
Eunhyuk memegangi dahinya dan mengusapnya. Berasa juga ternyata. "ya aku kan cuma tanya. Kalau ada masalah bisa cerita ke aku deh. Tapi bayar!" Ucapannya diiringi oleh senyum jahil khas Eunhyuk.
"apaan sih kamu."
Eunhyuk menghela nafas. "yaudah kalau gak mau cerita sekarang, kamar aku selalu terbuka untuk dengerin curhatan kak Zhou. Aku balik kekamar dulu, mau istirahat. Bye kak Zhou!" Ucapnya diakhiri dengan kecupan singkat dipipi namja yang dikenal dengan senyuman sejuta wattnya itu.
"belum saatnya kau tau Hyukie," Gumam Zhoumi pelan.
.
.
Kyuhyun menghentikan laju mobilnya saat dirinya sudah tiba dikediaman keluarga Cho. Dia melirik ke kanan dimana sosok Sungmin masih betah memejamkan matanya. Ya karena kelelahan berlarian dipantai dengan Eunhyuk tadi. Senyum tipis mengembang dibibirnya saat mengingat senyuman Sungmin. Senyum yang bisa membuat dia tenang dan nyaman sekaligus, dia bersumpah dalam hati tidak akan pernah membiarkan senyuman itu hilang dari bibir Sungmin.
Kyuhyun melepas seatbeltnya dan membuka pintu mobil, lalu berjalan kearah kursi penumpang. Dia tidak tega membangunkan Sungmin yang sepertinya kelelahan. Baru saja dia membuka seatbelt yang melindungi Sungmin, tetapi yeoja itu sudah mengeluarkan suara lenguhan dan perlahan kedua mata kelincinya terbuka.
"udah sampai ya Kak Kyu?"
Kyuhyun mengangguk dan berniat mengendong Sungmin, tetapi lengan yeoja itu menepisnya dengan pelan. "aku bisa sendiri."
"kau kelelahan Minnie, biarkan aku menggendongmu." Kyuhyun tetap pada keinginannya.
Sungmin menggeleng dan mendorong Kyuhyun untuk mundur sedikit agar memberinya jalan. Kyuhyun hanya pasrah dan memundurkan sedikit tubuhnya kebelakang. Entah karena memang baru bangun tidur, langkah Sungmin sedikit limbung.
Beruntung Kyuhyun langsung menangkapnya, jika tidak Sungmin benar-benar jatuh ke lantai. "kubilang apa, kau kelelahan kan?" Ujar Kyuhyun dengan nada tegas.
Sungmin hanya pasrah dan menganggukan kepalanya. Sebenarnya bukan hanya badannya yang terasa lelah, tetapi juga karena vertigo yang tiba-tiba menyerangnya.
Kyuhyun berniat menggendong Sungmin dengan bridal style tetapi Sungmin menolak dan malah memutar badan Kyuhyun dan memeluknya dari belakang. Piggy bag.
"pegangan yang kuat," Ujar Kyuhyun ketika kedua lengannya menyanggah belakang lutut yeoja itu.
Sungmin hanya mengangguk lemah dan melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun agar dia tidak terjatuh nantinya. Sungguh vertigo kali ini benar-benar terasa sakit dari sebelumnya.
"kalian darimana saja?" Baru selangkah Kyuhyun dan Sungmin masuk kedalam ruang keluarga, Teukie sudah melayangkan pertanyaan pada mereka.
"maaf bunda, kami tidak izin sebelumnya. Aku dan Minnie pergi kepantai bersama Donghae dan Eunhyuk." Ucap Kyuhyun.
Teukie menghembuskan nafas lega. "Bunda khawatir karena kalian tidak mengirimi pesan apapun sebelumnya. Yasudah kalau begitu. Minnie, kenapa wajahmu pucat begitu nak?" Teukie langsung mendekat dan mengelus wajah Sungmin yang yah memang terlihat pucat.
"aku kelelahan Bunda berlarian dipantai tadi bersama Hyukie." Jawabnya pelan.
Teukie dengan perhatiannya menghapus keringat yang membanjiri dahi putrinya itu. "kau baru saja sembuh sayang, jangan terlalu kelelahan seperti ini lagi ya? Lihat kau bahkan berkeringat dingin dan pucat seperti ini." Nasihatnya.
Sungmin menganggukan kepalanya pelan.
"yaudah Bunda, aku bawa Minnie keatas dulu ya." Ucap Kyuhyun.
Teukie mengangguk dan mundur selangkah guna memberikan jalan untuk Kyuhyun.
"Kyuhyun sudah kembali?" Teukie menoleh kearah suara. Disana suaminya baru saja keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri dirinya ada diruang keluarga.
"ya, mereka barusaja kembali. Tapi sepertinya Minnie kelelahan, wajahnya begitu pucat tadi. Seperti sedang menahan sakit." Ucap Teukie.
"biarlah."
Teukie sedikit tidak percaya dengan jawaban Kangin yang begitu terkesan tidak perduli lagi terhadap Sungmin. Dia melangkahkan kakinya mendekati Kangin yang sudah duduk terlebih dahulu disofa.
"perduli sedikitlah pada putrimu Kangin -ah!"
Kangin menutup majalah bisnis yang baru saja dibukanya. "dia bukan putriku."
"demi Tuhan Kangin-ah! Jangan berkata seperti itu! Kau bisa menyakiti Minnie," Teukie kini sudah duduk disamping Kangin.
Kangin menoleh kearah Teukie. "berhenti memikirkan orang lain Teuk-ah. Fikirkanlah putrimu, anak kandung kita yang sebenarnya." Ucapnya.
Teukie menggelengkan kepalanya seraya bangkit dari duduknya. "berhenti bergurau Kangin -ah! Sungmin anak kita."
Kangin ikut bangkit dan menangkap lengan Teukie dengan kuat. "baiklah, akan aku tunjukan padamu besok. Kita pergi ketempat semua kekacauan ini berasal." Ucapnya.
-o0o—
Sabtu pagi. Kyuhyun sudah terlihat rapih dengan kaus model V-neck berwarna putih yang terlapisi jaket kulit berwarna hitam. Begitu juga dengan celana jeans hitam ngepas dan sepatu kets hitam.
Dia membuka pintu kamar Sungmin dengan perlahan, ternyata sang empunya kamar masih terlelap dengan manisnya diatas ranjang.
Kyuhyun mendudukan dirinya disisi kosong yang ada disamping Sungmin. Senyum merekah dibibirnya saat melihat raut wajah Sungmin yang begitu cantik saat terlelap. Tangannya mengelus pipi Sungmin yang entah mengapa menurutnya terlihat tirus itu.
"MinniMin~ bangun ayo kita kencan sekarang!" Ujarnya tepat ditelinga Sungmin.
Sungmin mengeliat pelan lalu membuka kedua bola matanya. "Kak Kyu, inikan hari weekend." Gumamnya.
Kyuhyun menarik lengan Sungmin agar dia bangkit duduk. Dengan malas-malasan Sungmin mengikutinya. "Kak Kyu mau pergi kemana?" Tanyanya begitu melihat penampilan Kyuhyun yang sudah rapih.
"bukan aku, tapi kita yang akan pergi."
Sungmin menaikan sebelah alisnya. "kita? Pergi kemana?"
"kencan!"
Rona kemerahan mulai muncul dikedua sisi pipi Sungmin. dan Kyuhyun terkekeh dibuatnya. "udah kamu mandi lalu ganti baju. Aku tunggu dibawah, saranghae!" CUP diakhiri dengan kecupan singkat didahi sebelum Kyuhyun benar-benar keluar dari kamar Sungmin.
Dua puluh menit kemudian Sungmin turun dari lantai dua dan menemukan Kyuhyun sedang menaruh susu hangat diatas meja makan.
"Bunda sama Ayah kemana?"
Kyuhyun menaikan kedua bahunya. "dari aku turun mereka udah gak ada. Tapi mereka perginya sampai malam sepertinya, itu ada memo ditempel di kulkas." Ucapnya.
Sungmin menganggukan kepalanya dan meminum susu vanilla miliknya. "kita mau pergi kemana sih kak Kyu?" Tanyanya lagi.
"kan sudah aku bilang tadi. Kita pergi kencan."
Burrrr…
Susu yang baru saja akan ditenggak Sungmin menyembur keluar karena mendengar jawaban Kyuhyun barusan. "uhuk…"
Kyuhyun bangkit dari kursinya lalu menghampiri Sungmin dan mengusap bahunya. "pelan-pelan saja minumnya, aku tidak memintanya kok."
Sungmin mendelik kearah Kyuhyun. "ini karena Kak Kyu tau!"
Kyuhyun memandang Sungmin heran. "karenaku? Memang aku berbuat apa?"
"karena… kak Kyu bilang kita akan pergi kencan." Ucapan Sungmin semakin lama terdengar semakin lirih. Jelas saja gadis itu menahan malu mengucapkan kalimat tersebut.
Senyum Kyuhyun melebar setelah mendengar ucapan Sungmin. Dia berdehem sebentar untuk meredam tawanya yang akan meledak. "kenapa? bukannya sepasang kekasih biasa melakukan itu?" Godanya.
Sungmin bisa menangkap sinyal-sinyal godaan dari ucapan Kyuhyun barusan. Dia berbalik dan menepuk tangan Kyuhyun yang bertengger dibahunya. "ngeledek ya?" Ucapnya sebal.
"haha… abisnya kamu lucu kalo lagi malu-malu gitu."
"Kak Kyu!"
Hahaha… Kyuhyun berlari keluar setelah sebelumnya mengambil kunci mobil miliknya. Sedangkan Sungmin berlari mengejarnya dari belakang.
-o0o-
Sungmin terpana melihat pemandangan dihadapannya. Setelah menempuh perjalanan darat selama satu setengah jam kemudian menaiki kapal feri menyebrangi sungai Han. Dan tibalah mereka kini di Nami Island.
Pulau yang dikenal Sungmin melalui drama Winter Sonata itu begitu cantik jika dilihat langsung. Dia merasakan sebuah lengan hangat mengenggam tangan kanannya. Tanpa menolehpun Sungmin tau bahwa itu adalah Kyuhyun.
"cantik sekali." Gumam Sungmin.
Kyuhyun menoleh kearah Sungmin, senyuman puas terlihat diwajahnya. Sudah lama sekali pria itu ingin mengajak Sungmin ke pulau romantic ini. "kau suka?"
Sungmin tersenyum kearah Kyuhyun dan menganggukan kepalanya dengan semangat. "sangat suka sekali."
"ayo jalan."
Sungmin hanya mengikuti Kyuhyun yang kini beralih memeluk bahunya erat. Mereka berdua berjalan di jalan panjang berpasir ditepi danau yang dinaungi pohon-pohon birch.
Sungmin ingat keadaan ini. Di drama itu, ditempat yang sama, adegan Jun-Sang yang mengendarai sepeda sambil membonceng Yujin yang merentangkan kedua tangannya sembari memejamkan mata menikmati moment.
Drama itu. Sangat mirip dengan keadaannya sekarang. Hanya saja, dia adalah adik kandung Kyuhyun, putri keluarga Cho. Sedangkan Yunji tidak demikian. Fikir Sungmin.
.
Dua jam lebih mereka berkeliling pulau, dan kini mereka memutuskan untuk kembali ke Seoul.
"mau kemana lagi sekarang?" Tanya Kyuhyun sambil menyetir mobilnya.
Sungmin memajukan bibirnya sambil berfikir. Pose yang membuat Kyuhyun ingin membenturkan kepalanya ke setir kemudi karena tidak kuat dengan pesona imutnya. (lebay lo Kyu :p).
"bagaimana kalau Myeong-dong?"
"Myeong-dong?" Ulang Kyuhyun. Sungmin menganggukan kepalanya. "baiklah."
Sesampainya mereka disana, Sungmin langsung menarik Kyuhyun masuk ke kedai eskrim yang menjadi favoritnya. Ya, seharian itu mereka habisnya keluar masuk toko. Entah itu toko pakaian, accecoris, game center. Hingga tidak terasa matahari mulai condong dibarat.
Kyuhyun menuntun Sungmin agar tidak tersesat ditengah kerumunan orang yang sudah mulai memadati kawasan tersebut. Setibanya mereka dimobil, Kyuhyun melajukan kendaraannya menuju N Seoul Tower.
Sebelum benar-benar sampai ke Tower. Mereka terlebih dahulu menaiki Namsan cable car yang akan membawa mereka ke menara. Walaupun takut akan ketinggian, Sungmin tidak bisa melepaskan pandangannya dari pemandangan kota Seoul yang mulai terlihat bercahaya karena langit sudah mulai gelap.
Kyuhyun berdiri dibelakang Sungmin dengan kedua lengannya bertopang pada besi penyangga, sehingga para pengunjung lain yang melihatnya seperti sedang memeluk Sungmin dari belakang.
Kyuhyun tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Sungmin selama mereka berkeliling di N Seoul Tower.
"kak Kyu,"
Kyuhyun menghampiri Sungmin yang sedang memilih gembok kecil berbentuk hati. "ada apa?"
"kita pasang gembok cinta ini disana yah?"
"lakukan apapun yang kau mau." Ucap Kyuhyun sambil mengacak pelan rambut Sungmin.
"adjumma, boleh aku pinjam pena?" Pinta Sungmin pada yeoja paruh baya yang menjual gembok tersebut.
"ini."
Sungmin menerima pena tersebut lalu menuliskan sesuatu pada kertas kecil berwarna merah muda. Dia langsung menutupi kertas tersebut saat Kyuhyun hendak melihatnya. "jangan ngintip!"
"emangnya kamu nulis apa sih?" Tanya Kyuhyun jengkel. Dia paling tidak suka jika Sungmin main rahasia-rahasiaan kaya gini.
"rahasia." Ucapnya sambil mehrong dan kembali menulis. "selesai." Dia menyerahkan pena tersebut kepada Kyuhyun.
"aku tulis apa?" Tanya Kyuhyun.
Sungmin memutar bola matanya. "terserah. Nanti kertas ini kita kunci didalam gembok ya."
Oke. Kyuhyun hanya menurut saja, daripada si kecil ini nantinya ngambek?
"udah?" Kyuhyun menganggukan kepalanya setelah selesai menulis dikertas tersebut lalu menyerahkannya pada Sungmin.
Sungmin mulai mengotak-atik gembok tersebut setelah sebelumnya menempelkan kertas yang mereka tulis didalamnya. Klik… gembok terpasang sempurna dan berjejer dengan gembok-gembok cinta yang lainnya.
"selesai."
"Minnimin, aku laper ih." Ucap Kyuhyun tiba-tiba.
"kita makan di Resto Italia dibawah oke?" Kyuhyun hanya mengikuti Sungmin yang menariknya ke tempat makan yang diinginkannya.
"kamu pesen apa?" Tanya Kyuhyun sambil membolak-balik menu dihadapannya.
"hmm… aku mau spaghetti Alfredo, Lagasna,Ravioli. Terus minumnya… Strawberry Lemonade aja." Jawab Sungmin. Pelayan yang stand by disana segera mencatat pesanan Sungmin.
"saya Spaghetti Bolognese dan Lime Squash. Ah, Chiantinya satu." Pelayan tersebut kembali mencatat pesanan Kyuhyun.
"baiklah, ditunggu 15 menit." Ucap pelayan tersebut.
"kamu yakin habis semua?" Tanya Kyuhyun pada Sungmin.
"emang kenapa? aku laper banget soalnya." Jawan Sungmin sambil nyengir gaje.
"yaudah, awas aja kalo gak habis."
15 menit kemudian, makanan yang mereka pesan datang. Sungmin dan Kyuhyun yang memang benar-benar lapar langsung melahap makanan mereka tanpa basa-basi.
"abis ini mau kemana lagi?" Tanya Kyuhyun disela-sela makannya.
"ng… aku mau skating di Grand Hyatt Seoul. Hyukie kemarin cerita disana keren banget katanya."
"oke kita kesana setelah ini."
.
.
"wah benar-benar keren!" Sungmin berdecak kagum saat masuk kedalam arena ice skating rink yang lumayan terkenal itu.
"ayo! Jangan diem aja." Kata Kyuhyun sambil menarik lengan Sungmin dan berseluncur diatas es. Mereka berdua, berpegangan tangan lalu berkeliling spot yang ada disana. Sungmin tersenyum sendiri saat ingatannya kembali memunculkan drama kesukaannya. Boys Before Flowers.
"kenapa senyum-senyum?"
Sungmin menoleh kearah Kyuhyun. "kita seperti sedang syuting BBF ya." Ujarnya.
Dahi Kyuhyun naik sebelah mendengar ucapan Sungmin. "BBF? Game jenis apa tuh?"
Tak…
Sungmin menjitak dahi Kyuhyun. "itu tuh drama kesukaanku. Bukan game!"
Kyuhyun mengaduh pelan sembari mengelus dahinya. "iya iya." Dengusnya.
Ting…
Seakan ada lampu diatas kepalanya. Tiba-tiba sebuah ide muncul diotak Kyuhyun. "Minimin." Panggilnya.
"apa?"
"bagaimana kalau kita membuat syuting versi Kyumin?"
"mwoya?"
Kyuhyun menarik pinggang Sungmin hingga yeoja itu terjatuh kepelukannya. Sungmin terpaku dibuatnya. Sebelah lengan Kyuhyun mengelus pipi Sungmin yang samar memerah itu. "saranghaeyo." Ucapnya sambil meminimalisir jarak diantara mereka.
Sungmin ikut memejamkan matanya dan membalas ciuman lembut Kyuhyun. "nado." Ucap Sungmin setelah tautan bibir mereka terputus.
—o0o—
Teukie dan Kangin baru saja tiba. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. mereka baru saja kembali dari Gyeonggi-do.
"kau sudah mendengar semuanya bukan?" Tanya Kangin pada Teukie yang masih duduk terdiam di meja makan.
"tapi Kangin -ah, aku belum percaya—
"kau harus percaya Teukie, itu kenyataanya."
Tangis Teukie pecah saat itu juga. Kangin yang ada disampingnya memeluk tubuh malaikatnya itu dengan erat. "bagaimana mungkin Minnie yang kita rawat sejak bayi hingga sekarang bukan anak kandung kita Kangin-ah?" Ucap Teukie disela tangisnya.
DEG…
Tak taukah kalian jika dibalik dinding pemisah itu ada yang mendengar pembicaraan kalian? Sungmin. Ya dia ada disana dan mendengar semua pembicaraan Kangteuk secara tidak sengaja. Dia membekap kedua tangannya dimulut guna meredam isakannya. Tak lupa airmata yang mengalir dengan lancar dari kedua bola matanya.
.
.
To Be Continue
Yo semua *lambai tangan sambil nyengir* MIANHAE! Nih FF updatenya kurang lama ^^. Semoga Chapter ini Kyumin momentnya memuaskan ya. Dan untuk penggambaran-penggambaran tempat diatas gak detail, karena kau juga belum pernah kesana sih *curhat*. Oh iya, makasih buat yang udah sempetin baca dan review. Maaf aku gak balesin satu-satu karena aku udah ngantuk banget. Maaf *again* kalo ada typo, ini no edit.
Dah gitu aja, akunya ngantuk! See you in next Chapter~~
Thanks to : vriskaindriany1 | cloudofyesung | Misaki Hiromi | xiang Qi hwa | | FishHae | HyeraJEWELS | Honeyfah Elfsone | SongJiRin1602 | Cho Hyun Joo | chocochoco24 | Kinan Lee | clouds1489 | Aura Afira | ressijewelll | Yewok is real | Hyo Bin KyuminShipperShawol | Fariny | Lia Kyuminelf | hana | Park HyeWoon | eunhae25 | WindaaKyuMin | guest1004 | Cho Kyuri Mappanyukki | Kyumin4ever | kyurin minnie | cherrizka980826 | RaeMin | Matsuka99 | love haehyuk | Ryeee15 | Tika | Keys47 | Cho Miku | MegaKyu | kyukyu | and Guest |
.
.
.
Last, Review?
-Tania Lee-
