19! an affair Chapter 2

~Happy Reading~

" Hati-hati di jalan" seru jaejoong sambil melambaikan tangan dengan semangat kearah yunho yang telah memasuki mobil audi hitamnya. Yunho menoleh sambil terkekeh geli melihat tingkah manja jaejoong yang tengah kumat.

" joongie~ah, hari ini hanya ada pembukaan semester baru sebisa mungkin aku akan pulang cepat" ujar yunho sambil tersenyum lembut

" ne! nanti akan ku masakkan makanan kesukaanmu saat makan siang" yunho hanya melambaikan tangan sebagai jawaban.

Sekarang bulan September. Semester yang baru dimulai. Liburan musim panas yang baru saja berlalu benar-benar menyenangkan, hingga jaejoong merasa seperti mimpi. Karena libur musim panas pertengahan bulan juli yunho selalu disamping jaejoong dan setiap hari selalu berada di rumah. Rasanya jaejoong merasa beruntung memiliki suami yang bekerja sebagai guru SMA.

Tetapi, sekarang yunho sudah mulai sibuk kembali dengan pekerjaannya. Yunho merupakan guru favorit di SMA tempatnya mengajar. Kadang jaejoong merasa cemas jika ada murid yeoja yang menyukainya. Jaejoong mengenang kembali saat liburan musim panas yang lalu hingga merasa sedih karena tidak akan mengalami liburan musim panas lagi sejak lulus SMA. Jaejoong merindukan saat-saat SMA. Semua kenangan yang manis, sedih, suram dan yang lain menyatu di benak jaejoong. Jaejoong bisa mengingat dalam satu waktu. Semua itu seolah-olah sebuah film pendek yang berputar di depan matanya.

Jaejoong POV ON

Aku kembali kedapur dan menghabiskan secangkir kopi yang masih tersisa di cangkir. Setelah itu aku membereskan kan bekas-bekas makan pagi. Seperti itulah tugas seorang istri. Setelah membereskan sarapan, aku harus segera menyiapkan makan siang karena waktu antara makan pagi dan siang itu agak pendek.

Aku mencampurkan sabun dengan air di dalam wastafel dapur dan mulai mencuci cangkir, mangkuk dan lain-lain. Sesaat setelah aku selesai menyapu lantai, sinar matahari menerobos masuk ke sela-sela dapur. Sinar matahari itu menyinari seisi dapur hingga nampak berkilauan.

Hari ini cuaca cukup cerah, aku memandangi dapur yang baru saja kurapikan dengan bangga. Kalau dapat membereskan isi rumah dengan baik, aku merasa bangga.

" berikutnya merapikan ruang tamu" ujarku kepada diriku sendiri. Aku mengikat rambut kemudian bersenandung kecil sambil memegang pipa vacuum cleaner. Aku menatap keluar jendela, langit biru di luar tampak sangat cerah.. kemudian melanjutkan acara bersih-bersih rumahnya.

Aku begitu asik dengan pekerjaanku, hingga tanpa sadar hari sudah beranjak siang. Karena begitu banyak pekerjaan yang ku lakukan membuat cacing di perutku meronta minta di isi. Di bandingkan dengan 3 tahun lalu, sekarang aku lebih pintar memasak. Koleksi resep makananku juga semakin banyak karena kebetulan aku juga suka makan.

Jaejoong POV END

Semetara memikirkan mau makan apa, tanpa terasa perut jaejoong terus berbunyi. Jaejoong berlari kearah dapur namun ketika hendak membuka lemari es terdengar erangan dari pintu dapur.

"Meooong"

Seekor anak kucing sudah berdiri di dekat kaki jaejoong. Kucing itu merupakan peliharahaan tetangga mereka yang sering sekali muncul. Jaejoong tertawa sendiri jika mengingat tadi pagi saat yunho yang tengah tertidur mengira kucing itulah yang datang. Dia berlutut dan menggendong kucing berbulu lembut dan hangat tersebut.

" apa kau juga mau makan siang bersama denganku?"

" Meong"

" baiklah. Kamu sangat lucu. Aku jadi ingin memiliki peliharaan sepertimu. Tapi yunnie lebih suka anjing"

Selepas berkata seperti itu, jaejoong teringat sesuatu. Yunho tidak keberatan memelihara hewan, tapi mungkin lebih baik kalau mereka memiliki seorang aegya mungil yang lucu. Jaejoong tersipu malu sendiri, rasanya pipinya memanas mengingatnya.

Tiba-tiba jaejoong mendengar suara dari ruang depan, seperti ada sebuah barang besar yang jatuh. Jaejoong menaruh anak kucing itu di lantai dan bergegas langsung ke ruang depan. Ada apa? Apakah ada tamu? Atau mungkin pencuri? Jaejoong mulai berfikir yang tidak-tidak karena akhir-akhir ini sering terjadi pencurian di kompek perumahan mereka. Apa lagi tadi pagi yunho sempat memperingatkan jaejoong " boojae, hati-hati jangan lupa kunci pintu. Aku sedikit khawatir kamu sendirian di rumah"

Pukk

" Astaga! Aku lupa mengunci pintu depan" ujar jaejoong sambil menepuk jidatnya sendiri. Kemudian jaejoong pun berlari di ikutin anak kucing tersebut. Jaejoong merasa kesal kenapa sampai lupa mengunci pintu depan. Baru saja akan mencoba buka pintu, tiba-tiba pintu di buka dari luar. Dengan sekuat tenaga jaejoong menahan pintu itu dengan kedua tangannya. Tetapi ada seseorang yang berusaha membukannya dari luar. Orang itu mendorong pintu dengan kuat sehingga saat pintu terbuka jaejoong menabrak orang itu.

" siapa?" bentak jaejoong dengan sedikit emosi sambil memegang kening nya yang terasa berputar. Jika orang itu tamu, kenapa tidak membunyikan bel tetapi malah langsung masuk. 'jangan-jangan memang maling' batin jaejoong.

" Jung jaejoong!" orang itu malah balas membentak. Suara itu terasa tak asing di telinga jaejoong. Tiba-tiba jaejoong merasa jantungnya berhenti berdetak. Wanita yang baru saja jaejoong bentak dan sedang mengusap-usap pinggulnya itu adalah umma yunho yang tinggal di gwangju.

" eom..eomonim?!" ucap jaejoong sambil membungkuk meminta maaf. " mi..mianhamnida eomonim. Eomonim gwanchana?" Tanya jaejoong sambil membantu umma jung berdiri.

" sudahlah. Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya umma jung sambil berusaha berdiri. "tenagamu kuat juga yah. Kenapa kau tidak mengunci pintu? Itu sangat berbahaya." Kata umma jung sambil mengerutkan keningnya.

" meong" tiba-tiba anak kucing tadi mendekati kaki umma jung.

" KYAAA!" ekspresi umma jung saat berteriak mirip dengan topeng-topeng aneh yang di pajang di museum. Mertua jaejoong itu menjerit dengan sekuat tenaga karena selain takut, umma jung juga alergi terhadap mahluk lucu tersebut. Sementara jaejoong hanya bisa melongo melihat tingkah ajaib mertuanya itu.

" jaejoong, itu kucing tetangga kan?!" Tanya umma jung sambil menatap tajam jaejoong.

" ne,, eomonim" jawab jaejoong sambil berjalan kearaah pintu kemudian menutupnya dengan meninggalkan kucing berbulu abu-abu tersebut di halaman rumahnya.

" kucing itu membuatku jantungan., kukira kalian memelihara kucing" tak lama kemudian situasi menjadi tenang, umma jung duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati secangkir the yang baru saja jaejoong sajikan di meja .

" an..aniyo" sanggah jaejoong sambil tersenyum miris karena biar bagaimana pun jaejoong ingin sekali memelihara kucing..

" yunhoku baik-baik saja kan?" Tanya umma jung dengan wajah sedikit lebih tenang.

" ne, dia sehat-sehat saja. Sekarang ada di sekolah, karena ini awal semester baru"

" aku tahu. Sekarang sudah bulan September bukan" ujar umma jung sambil menatap sinis jaejoong. Jaejoong merasa tegang di tatap seperti itu.

" jaejoong"

" ne, eomonim"

" teh ini terlalu kental" ucap umma jung dingin.

" mi..mianhae. akan kubuatkan yang baru"

" sudahlah, tidak perlu. Tapi tolong tambah krim yang banyak yah" katanya lagi sambil memberikan cangkir teh nya kepada jaejoong " maaf yah, tapi kau tahu sendiri eominom tinggal lama di London jadi cukup cerewet soal teh"

" ne"

" eomonim jadi ingat saat di London dulu, yunnie masih sangat kecil" kata umma jung sambil menerawang " sekarang yunhoku itu sudah dewasa, sudah 25 tahun dan aku sendiri sudah tua" lanjutnya sambil menghela nafas sedih.

" tapi eomonim masih muda dan cantik kok" puji jaejoong sambil menatap tulus mertuanya.

" Ah! Jika di bandingkan dengan kau , jaejoong. Aku tetap saja sudah tua dan keriput" jaejoong hanya tersipu malu mendengarnya. " oh! Bagaimana jika aku mengajarimu cara membuat teh?" sambung umma jung

" ne eomonim, dengan senang hati" kata jaejoong sambil mengangguk lucu.

Sebenarnya Yunho adalah anak tunggal di keluarganya. Ayahnya merupakan pemilik perusahaan besar yang mengimpor perabotan dari Inggris dan waktu kecil Jung sekeluarga tinggal di London. Mereka tinggal Di korea saat Yunho sekolah di universitas. Sekarang keluarga Jung tinggal Di Gwangju karena ayah Yunho, Jung yoochun harus mengurus cabang perusaan yang tengah bermasalah di sana. Umma jung, Jung Junsu, sangat cantik, berkesan intelektual dan penuh tata krama. Beliau hanya mau memakai barang-barang bermerk yang bermutu tinggi. Karena terbiasa hidup di kalangan atas membuat mertua jaejoong itu sedikit cerewet dan penuh tata krama.

Wanita yang telah melahirkan yunho itu sangat mirip dengan yunho. awalnya umma jung menentang pernikahan antara jaejoong dan yunho. Sebagai anak tunggal yang tampan, cerdas, dan masih kuliah apa lagi calon istrinya itu berbeda 6 tahun yang baru berusia 16 tahun dan baru masuk di bangku kelas 2 SMA tidak heran jika umma jung menentangnya dan jaejoong memaklumi itu.

Umma jung hanya ingin yunho menyelesaikan masa kuliahnya dan bekerja membantu ayahnya di perusahaan barulah dia di ijinkan menikah. Apa lagi criteria yang di idamkan oleh umma jung tersebut jauh dari jaejoong yang memiliki prestasi biasa saja, tidak pandai menjahit, dan manja meski wajah kelewat cantik, sedangkan yang umma jung inginkan sebagai menantu adalah gadis yang cerdas, cantik, berpendidikan, tahu tata krama, dan tahu cara mengurus rumah tangga.

Setelah menikah 3 tahun, umma jung tetap bersikap dingin dengannya. Meski pada akhirnya pernikahan mereka di setujui, tetapi tetap saja umma jung terus bersikap seolah jaejoong telah merebut anak laki-lakinya. Jaejoong ingin sekali dekat dengannya seperti ibu kandung sendiri dan bisa melakukan apapun bersama seperti berbelanja, memasak tetapi sepertinya itu hanya mimpi jaejoong belaka , sikap umma jung tetap saja dingin. Jaejoong tidak tahu harus berbuat apa untuk menarik perhatian mertua yang telah disayanginya bagai ibu sendiri itu.

Tiba-tiba jaejoong teringat akan sesuatu. Mertuanya itu tadi membawa tas yang sangat besar, kemudian jaejoong merilik k etas lain yang berada di sudut ruangan. Umma jung membawa banyak sekali barang, seolah-olah akan pergi jauh keluar negeri.

" eomonim, apakah aboji sehat?" Tanya jaejoong hati-hati karena jaejoong berfikir jika membicarakan ayah yunho akan membuat suasana menjadi lebih cerah. Tetapi dugaan jaejoong salah, pernyataan itu malah berakibat buru. Umma jung malah menunjukkan ekspresi geram.

" entahlah, aku tidak tahu dan tidak mau tahu" sahutnya dengan acuh. Jaejoong membelakkan matanya karena terkejut. " aku sedang bertengkar dengannya, tadi pagi aku langsung mengepak barang dan langsung ke sini dari gwangju"

" mwo!?"

" untuk sementara aku akan tinggal disini" ujarnya sesuka hati. Sedang jaejoong yang masih dalam keterkejutan hanya bisa terdiam.

" eomonim bertengkar dengan aboji? Ada masalah apa?" Tanya jaejoong hati-hati

" mertua lelakimu itu selingkuh"

" selingkuh?!" jaejoong menautkan sedikit alisnya heran karena setahu jaejoong kedua orang tua yunho selalu terlihat mesra.

" ne. dan mungkin kami akan segera bercerai. Dan jika itu terjadi, aku akan tinggal dengan kalian" katanya dengan tenang, sedang jaejoong yang benar-benar terkejut hampir saja menyemburkan teh yang baru saja ia teguk.

TBC

Mianhae baru Update, Kemarin ada acara Tahlillan Adik aku yang 40 hari soalnya. Lagi sibuk-sibuknya. Mudah-mudahan kedepannya aku bakal sering update.^^

Thanx yang udah review, maaf tidak bisa bales reviewnya tapi aku berterima kasih atas doa kalian untuk adikku, jika kalian ingin profil adikku –engga pentih deh kayanya- silahkan mampir ke blog ku

.com

Review Next chap :

" mengupas kentang bukan begitu caranya jaejoong, kulitnya terlalu tebal"

"mian"

" masa anakku makan masakan seperti ini setiap hari?!"

" tidak, bukan begitu.."

" astaga! Jaejoong bukan begitu caranya menyetrika"

" ya ampuun! Ventilasinya kotor sekali? Apa tidak tidak pernah di bersihkan?"