19! An Affair chapter 3
Eomonim
~Happy Reading~
Saat waktu menunjukkan pukul 7 malam saat mobil yunho tiba sampai di rumahnya. Dia memarkirkan mobilnya di bagasi kemudian bergegas masuk kedalam rumah tak sabar untuk segera menemui istri tercintanya itu.
" aku pulang!" seru yunho dengan semangat 45. Mendengar teriakkan yunho , jaejoong segera berlari menghampirinya , mengambil tas dan jas yang di bawa oleh suaminya itu.
" MWO?! Umma datang?" seru yunho terkejut dengan laporan bahwa sang umma tercintanya telah ada di rumah mereka sekarang.
" ne, beliau sedang berendam air panas sekarang. Dan kecilkan suaramu beruang kutub" jawab jaejoong sambil menjitak kepala suaminya kemudian menariknya kekamar dan menceritakkan tentang kedatangan umma jung serta kenapa umma jung sampai pergi dari gwangju ke seoul.
~di kamar Yunjae~
" MWO?! Appa berselingkuh? Itu mustahil" kata yunho sambil tertawa terbahak-bahak mendengar penjalasan dari sang istri tentang kedatangan umma jung ke rumah mereka.
" yunnie .. jangan tertawa seperti itu" seru jaejoong dengan gusar , takut jika ibu mertuanya mendengar percakapan mereka. " eomonim kabur dari gwangju dan membawa banyak barang berarti masalahnya sangat serius" lanjutnya sambil mendeathglare yunho.
" aku tidak percaya orang tuaku bertengkar seperti itu" ujar yunho santai sambil membuka lemari bermaksud mengambil pakaian ganti.
" yunnie~" protes jaejoong begitu melihat reaksi yunho yang biasa saja menanggapi pertengkaran kedua orang tuanya. " bukankah perceraian itu bisa terjadi pada siapa saja? Entah pada rumah tangga kita sendiri atau rumah tangga siapa saja termasuk orang tuamu" lanjut jaejoong dengan suara memelas.
" my boojaejoongie" panggil yunho sambil memegang pundak jaejoong lembut sambil tersenyum lembut kearah jaejoong " kau tidak perlu cemas sayang"
" habis, yunnie begitu" pout jaejoong lucu sambil menolehkan kepalanya kearah lain.
" sudahlah. Tenang saja sayang. Semua pasti baik-baik saja" ucap yunho menenangkan sambil menarik tubuh mungil jaejoong kedalam dekapannya.
" jinja?" jaejoong memejamkan matanya sambil mendekap erat tubuh kekar yunho
" neee chagiya" jawab yunho sambil mencium puncak kepala istrinya dengan lembut. " umma memang keras kepala. Tetapi seberapa besarpun dia bertengkar dengan appa, nanti juga akan tenang kembali setelah beberapa hari. Umma pasti pada akhirnya akan menyesal telah pergi dari gwangju"
" ku harap kau benar yunnie~ah" mendengar perkataan jaejoong barusan membuat yunho langsung melepaskan pelukkannya kemudian meraup wajah sang istri dengan kedua telapak tangannya yang hangat hingga mau tak mau jaejoong langsung bertatapan dengan mata musang sang suami.
" my boojae masih cemas rupanya eoh?"
"ne" jawab jaejoong lemah, begitu mendengarnya yunho hanya tersenyum lembut di bibir hatinya kemudian kembali membawa jaejoong kedalam pelukkannya lagi.
" mianhae, umma tiba-tiba datang. Dia pasti akan merepotkanmu untuk beberapa hari"
" gwenchana"
" nanti aku akan menelpon appa agar menjemput umma secepatnya gmn?"
" ne"
" mereka kadang memang bertengkar, tapi itu tidak akan lama yah seperti kita"
" yunnie benar, pasangan suami istri itu memang kadang kala bertengkar"
" kita biarkan umma menenangkan diri 2-3 hari disini, nanti pasti setelahnya dia akan merindukkan appa" kata yunho sambil tertawa menenangkan jaejoong. " maafkan umma bila nanti membuatmu bingung dan repot , ne!" lanjutnya lagi.
" sudahlah, gwenchana. Aku tidak pernah merasa di repotkan oleh eomonim kok"
" selama umma berada di rumah kita tolong bersabar yah"
" ne, arraso"
" mungkin dia agak keras kepala dan juga cerewet, tapi yah begitulah ummaku"
Jaejoong mengangguk mengerti, namun tiba-tiba terdengar suara gerutuan dari kamar mandi yang ada di kamar tamu dekat dengan kamar mereka. Mendengar gerutuan orang tersebut yunho hanya bisa terawa geli.
" umma memang selalu begitu jika bertengkar dengan appa" canda yunho yang hanya dibalas anggukan olah jejoong. Rasanya jaejoong sedikit tidak percaya jika mertuanya akan bertengkar.
" joongie~ah, apa kau mau mandi bersamaku" jaejoong tertegun mendengar ajakan yunho, dia tersadar jika kini dirinya masih berada dalam rengkuhan hangat yunho yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi di kamar mereka. Wajah jaejoong bersemu merah dan langsung mendorong yunho hingga pelukkan mereka pun terlepas membuat yunho semakin tersenyum lebar melihat tingkah lucu istri cantiknya itu.
" dasar beruang mesum" sungut jaejoong yang di balas tawa renyah yunho.
~in the morning~
Keesokan harinya, saat jaejoong sedang menyiapkan makan siang, umma jung berkata " jaejoong, kamu ini benar-benar tidak sabaran yah"
"ye?" ujar jaejoong bingung langsung menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengupas kentang.
" mengupas kentang bukan begitu caranya jaejoong, kulitnya terlalu tebal"
"mian"
" lihatlah, akan kutunjukkan cara mengupas kentang yang benar" kata umma jung sambil mengambil kentang dan pisau dari tangan jaejoong. " begini cara mengupas kentang yang benar" lanjutnya hingga membuat jaejoong merasa tidak enak dan malu.
Tadinya jaejoong bersyukur karena sikap mertuanya itu dari kemarin malam hingga tadi pagi masik baik-baik saja, namun setelah Yunho berangkat kerja sikapnya mulai berubah.
" apa menu makan siang hari ini?" Tanya umma jung sambil terus mengupas kentang dengan cekatan.
" apakah ada masakan yang eomonim sukai?"
" kebetulan, eomonin ingin sekali mencicipi masakan specialmu."
" masakan specialku?"
" ne, kamu pasti memiliki masakan andalankan? Dan eomonim ingin merasakan masakanmu itu" mendengar permintaan umma jung tersebut, jatung jaejoong berdetak tidak karuan. Jaejoong terus berfikir tentang masakan andalan, apa yang harus ia masak?
Tak lama kemudian,jaejoong pun memakai taplak meja berwarna putih yang paling bagus yang dia miliki di meja dan menghiasinya dengan bunga segar. Jaejoong mengangguk setelah urusan menata meja makan telah selesai.
Namun, saat umma jung mencicipi pie kentang isi daging buatan jaejoong, beliau langsung member komentar " Ah! Kurang asin. Kulitnya masih setengah matang. Dan kamu sepertinya salah menyetel timer saat memanggangnya"
" mianhae eomonim"
" masa anakku makan masakan seperti ini setiap hari?!"
" tidak, bukan begitu…." Hati jaejoong menciut mendengar ucapan umma jung barusan. Biasanya jaejoong selalu bisa membuat pie kentang yang lezat bahkan yunho sangat menyukai buatannya. Tetapi kali ini jaejoong gagal membuat pie kentang seperti biasanya? Jaejoong berfikir mungkinkah ini karena umma jung terus saja mengawasinya memasak sejak tadi hingga membuat jaejoong tegang dengan berakhir pie kentang buatannya gagal total.
Jaejoong merasa gagal lagi, padahal ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan dirinya adalah istri yang baik dan pantas bersanding dengan yunho. Selain itu, jaejoong juga ingin hubungan mereka menjadi lebih dekat.
" jaejoong apa kau pernah belajar memasak?" Tanya umma jung sambil mendelik
" tidak pernah eomonim"
" hmm, begitu. Benar juga. Kau menikah saat masih kelas 2 SMA, mana sempat belajar memasak dan mengurus rumah tangga" ujar umma jung dingin.
"n-ne.."
" kamu terlalu cepat menikah" jaejoong tidak menjawab, dia hanya bisa mendengarkan umma jung yang masih terus saja berbicara.
" tapi kamu sekarang sudah lulu SMA. Mulai sekarang eomonim ingin agar kamu lebih berusaha dalam mengurus rumah tangga dan juga yunho. Paling tidak, kamu harus belajar masak"
" ne"
" sekarang kamu hanya ibu rumah tangga biasakan? Kamu punya waktu banyak untuk khursus memasak"
" ne, aku akan melakukan yang terbaik eomonim"
" kamu tidak perlu menjawab pertanyaanku, jaejoong" kata umma jung dengan mendelik kesal kearah jaejoong yang tengah menundukkan kepalanya. Mendengar semua ocehan ibu mertua 'tersayangnya' itu membuat jaejoong serba salah bagaimana harus bersikap.
Jaejoong POV ON
" astaga! jaejoong, bukan seperti itu caranya menyetrika"
" ne, mianhae"
" ya ampuun! Ventilasinya kotor sekali? Apa tidak tidak pernah di bersihkan?"
" akan kubersihkan sekarang"
" jaejoong, aku akan ikut kau berbelanja makan malam, nanti akan ku ajari cara memilih sayuran dan ikan yang segar"
"ne, gomawo eomonim" jawabku pasrah. Aku hanya bisa menghela nafas saat mendengar eomonim terus berbicara, rasanya seperti sedang ikut kursus cara-cara mengurus rumah tangga. Sudah satu hari penuh aku menghadapi suasana seperti itu, eomonim terus saja mengeluh dengan semua jerih payahku saat membersihkan rumahku sendiri. Rasanya sangat melelahkan, dan ingin segera yunnie cepat pulang dan memeluknya mencium aroma tubuhnya agar pikiranku dapat kembali tenang. Eomonim selalu saja mengritikku dan setiap dia memanggil namaku, jantungku pasti langsung berdetak dengan kencang.
Jaejoong POV OFF
TBC
Taraaaa… kembali dengan lanjutan ff ku ini /
Antisipasi jika ff ini di apus langsung ajah ke blog aku yah : nyanill . wordpress . com ( hilangkan spasi )
Terima kasih kalian mw meluangkan waktu untuk membaca, khusus ff ku yang berada di blog sebagai informasi tidak akan pernah aku password karena aku sayang pada semua reader yang ingin membaca, siapa pun, kapanpun, kalian bisa membaca ff ku ini ^^
Dan khusus yang udah meluang kan waktu untuk review aku benar-benar mengucapkan terima kasih dan akan kupeluk dengan penuh sayang moga bias kalian selalu datang dalam mimpi deh setiap mereview ff ku ini / , aku benar-benar sayang kalian, dukungan kalian serta saran dan kritik kalian akan sangat membantu aku untuk kemajuan ff ku yang selanjutnya,.
Special Thanx ^^
Vic89, adindapranatha, doki doki, guest, nunoel31, lovehenry, dan shawon20
Review next chap :
" berarti umma akan tinggal selama dua minggu di sini "
" dari awal umma menentang pernikahan kita, makanya aku sangat cemas dengan hubungan kalian"
" KYAAAA!" Tiba-tiba terdengar suara yang melengking dari arah dapur. Jaejoong dan yunho terkejut hingga membuat wajah mereka saling bertabrakan dan membuat mereka mengaduh kesakitan.
" ada apa?"
" itu seperti suara umma" ujar yunho dengan wajah terkejut.
