19! An Affair chapter 5

"Unexpected Events"

~Happy Reading~

Kejadian tadi malam benar-benar membuat yunjae terkejut. Tadinya mereka mengira ada pencuri atau sejenisnya. Setelah kejadian itu pasangan yunjae pun segera mengembalikan anak kucing tersebut kepemiliknya yang ternyata tetangganya sendiri dan tak lupa berpesan agar anak kucing tersebut dijaga baik-baik, dan jangan sampai berkeliaran di jalan apa lagi masuk kerumah mereka karena mertua jaejoong tersebut sangat tidak menyukai kucing.

JJ POV ON

" Ah, tidak merepotkan kok!"

Saat aku membawa keranjang baju-baju yang telah kering keruang tengah, aku mendengar Umma Jung sedang berbicara dengan seseorang di telephone dengan ceria. Aku tidak tahu siapa teman bicaranya. Sambil menyiapkan perlangkapan menyetrika, aku menatap sosoknya dari belakang.

"Ne. Datanglah hari minggu ini. Aku dan yunho akan senang menanti kedatangan kalian di rumah ini" ucap Umma Jung menyudahi pembicaraannya. " Jae lagi sibuk ya?" tanyanya sambil menatapku.

Wajah Umma Jung sangat bahagia sekali. Aku tak dapat mengira siapa yang di undang hari minggu ini di rumah kami. Apakah teman keluarga Jung?

" Jaejoong!" panggil Umma Jung dengan riang. "Hari minggu ini umma ingin mengadakan home party di sini. Bolehkah?"

" Ee..eh! Tentu saja boleh eommonim"

" Yang datang sekitar sepuluh orang, kamu bantu umma membuat masakan ya?"

" Ne, tentu"

" Waktu masih di London, umma sering membuat home party seperti ini. Ah, sudah lama sekali. Umma sangat suka menyambut orang"

Kebetulan sekali hari ini Umma Jung bersikap ramah kepadaku. Syukurlah! Aku merasa lega. Jika aku di minta membantunya memasak untuk home party hari minggu nanti, apakah aku akan di perkanalkan dengan teman-temannya? Mungkinkah aku mendapatkan pengakuan sebagai menantu keluarga jung. Baiklah, aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku senang sekali akhirnya aku di perkenalkan kepada teman-teman umma jung.

JJ POV OFF

Hari minggu yang di tunggu-tunggu pun tiba. Home party akan diadakan jam 3 sore, sesuai dengan ke inginan Umma Jung acara sore ini adalah aftenoon tea ala inggris. Dari pagi jaejoong memanggang Scone ( semacam English Muffin). Setelah itu jaejoong membuat sandwich mentimun. Jaejoong juga sudah mengatur tea-set dan serbet dia atas meja, bahkan mengeluarkan peralatan perak yang jarang mereka pakai.

" Jaejoong, kamu sudah membuat krim yang akan di pakai untuk melapisi scone?"

" Ne, eommonim. Aku membuatnya dari krim segar, akan kubuat sebanyak dua macam. Satu rasa strawberry dan satu lagi rasa blueberry. Aku juga sudah menyiapkan selai."

" Hari ini kau cekatanya. Segera susun semua itu di atas meja, ne"

"Ne eommonim"

Sedikit senyum tersunging di bibir cerry jaejoong saat Umma Jung memberikan sedikit pujian atas kerja kerasnya hari ini. Jaejoong merasa Umma Jung tampak lain dari biasanya hari ini. Dia berdandan dengan cantik dan bersikap baik sejak tadi pagi, sama sekali tidak marah bahkan berbicara lembut.

"Boojae, yang giat ne" ujar yunho memberi semangat ketika masuk ke dapur dan melihat sang istri tercinta. " Wah, sepertinya scone-nya enak" lanjutnya yang langsung disambut dengan senyuman hangat jaejoong.

"Ne, baru saja selesai di panggang, apakah yunnie mau mencobanya?" tawar jaejoong sambil menyodorkan sepotong scone ke arah yunho.

" Ommo, daebakk.. ini benar-benar lezat"

"Jinjja?"

"Ne" puji yunho sambil makan dengan lahapnya.

"Ah! Syukurlah" ucap jaejoong lega

" Boo, memang siapa saja nanti yang akan datang" tanya yunho sambil berbisik ketelinga istrinya, takut jika ketahuan oleh sang ibu

" Memangnya yunnie juga tidak tahu?" tanya balik jaejoong dengan heran.

"Belum, kira-kira siapa ya?"

" Joongie rasa itu teman-teman eommonim"

"Ada orang yang ingin ku kenalkan padamu yun" sahut Umma Jung sambil memeriksa meja dengan teliti kemudian menepuk-nepuk pundak yunho hingga membuat sang anak keheranan kemudian menatap jaejoong yang di balas dengan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.

" Apa? siapa yang ingin umma kenalkan kepadaku"

Kemudian di saat jaejoong tengah memikirkan kira-kira siapa tamu itu, terdengar bel berbunyi. Jaejoong melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Itu berarti tamu-tamu sang mertua sudah datang.

" Sepertinya tamu eommonim sudah datang. Aku akan melihatnya"

"Jaejoong, biar umma saja yang membukakan pintu"

Umma Jung bergegas pergi dari dapur. Jaejoong mendengar suara pintu di buka kemudian detik berikunya terdengar suara ramai di sana.

JJ POV ON

"Selamat datang! Salam kenal saya Jung Junsu, ibunya Jung Yunho"

'Salam kenal?' bisikku dalam hati dan kenapa eomonim menyambut tamunya seperti itu? Aku dan yunho pun saling berpandang. Kami begitu penasaran dengan tamu yang di undang ibu.

" Ayo silahkan masuk! Yunho ada di dalam." Kata eomonim dengan riangnya.

Detik berikutnya aku mendengar suara-suara wanita muda menggema didalam rumahku, seperti suara ledakkan popcorn yang sedang dimasak.

"Wah benarkah kami bisa bertemu dengan Jung songsaenim?"

"Terima kasih atas undangannya ahjumma"

Aku terdiam sepersekian detik hingga akhirnya melirik curiga ke arah suamiku yang langsung berubah pucat pasi. Jangan-jangan...

"yunnie?"

" boo, mereka itu..."

Mereka tadi memanggil yunnie dengan sebutan " Jung songsaenim". Jangan- jangan tamu yang datang itu adalah murid yunnie. Dan jangan-jangan mereka juga merupakan anggota yunho fans club di sekolah?. Aku dan yunho betul-betul terkejut dan hanya bisa saling menatap miris.

"Jung songsaenim"

" Baru kali ini kami melihat saenim tidak memakai jas"

" Kami sangat merindukan saenim"

Tiba-tiba saja para gadis belia tersebut menyerbu ke arah dapur dan langsung mengerubungi yunho suamiku. Dengan antusias mereka mengerubungi yunho sampai-sampai aku sedikit terjungkal ke samping. Apa-apaan ini? Kenape mereka bisa datang kesini?

" Tunggu dulu, kenapa kalian bisa datang ke sini?" tanya yunho-ku sambil sedikit menghindar dari pelukan anak-anak tersebut.

"Beberapa hari yang lalu aku menelfon saenim untuk menanyakan pelajaran, tetapi yang mengangkat Junsu ahjumma , kemudian ahjumma mengundang kami untuk datang hari minggu ini karena itu aku mengajak teman-teman yang lain untuk datang" ujar salah satu dari mereka menjelaskan.

" ne, betul saenim" ujar yang lain serempak. Sedang yunnie hanya bisa memegang kepalanya sendiri dengan bingung. Jadi yang di undang umma jung adalah murid yunnie sendiri.

" Songsaenim! SongSaenim! Kami senang dapat bertemu saenim hari ini!"

" Rumah saening sangat nyaman, kami sedang dapat berkunjung kerumah saenim!"

Semua murid itu sibuk berceloteh dengan semangat. Dapur kami menjadi sangat ramai sedang aku hanya bisa menyaksikan keributan itu dari sudut dapur. Aku tahu jika yunnie sangat terkenal di sekolah tempatnya mengajar. Terkadang ada sedikit rasa cemas namun aku tetap percaya kepadanya. Meski begitu rasa cemburu tetaplah ada, apalagi ketika mereka suka memberi kue buatan mereka sendiri atau surat cinta kepada yunnie bahkan hingga sekarang semua itu masih terjadi. Meskipun demikian, yunnie sama sekali tidak menanggapi semua telpon tersebut kecuali benar-benar penting dan berhubungan dengan mata pelajaran. Namun akhir-akhir ini umma jung sering sekali menggangkat telpon di rumah kami hingga pesta ini pun terjadi.

" Jung Saenim, bekal makan siang yang kubuat kemarin, enak tidak?" tanya salah satu siswa yang terlihat sedikit mencolok diantara yang lain.

" waahh.. benar saenim, semalam bahkan Seo Yeji tidak bisa tidur karena ingin kerumah saenim hari ini, benarkan Yeji~ah" seru siswa lainnya sambil menepuk pelan punggung sang gadis yang mecolok tadi.

" Yeji sampai panas dingin"

" Yeji benar-benar suka bapak"

Ucapan riuh para gadis yang dengan membicarakan gadis bernama Yeji itu membuatku sedikit terusik. Sedangkan yang dibicarakan tersebut hanya bisa tersipu malu. Gadis yang bernama Seo Yeji tersebut nampak mencolok dibandingkan dengan para gadis lainnya yang berdandan habis-habisan hanya untuk mengunjungi rumah guru mereka. Yeji nampak sederhana namun terlihat Anggun dan lebih dewasa. Dia menggunakan kemeja dan rok yang berkualitas tinggi. Dia terlihat seperti seorang putri dengan rambut panjang yang indah. Tiba-tiba aku merasa sedih karena sudah jelas aku kalah darinya.

" Oh ya, dimana istri saenim?"

" Kami ingin melihatnya"

" Seperti apa orangnya ?"

" Ku dengar dia lulusan SMA kami kan saenim?"

Mereka semua menoleh ke seluruh sudut dapur dengan pandangan sinis. Mereka semua seolah tak melihat ku, hei aku disini! Disudut sini, tetapi mereka semua tidak menyadari keberadaanku. Apakah aku tidak pantas berdampingan dengan yunnie?

Kemudian saat aku melihat ibu mertua ku, kulihat dia sedikit menyeringai. Dia tampak puas melihat semua itu. Sejak kemarin aku tidak membaca gelagatnya dan dari tadi pun aku tidak menyadari bahwa dia sengaja mengundang fans Yunnie karena ingin menunjukkan kelebihan mereka kepadaku. Dan yang lebih membuat ku terkejut adalah ketika umma jung mendekati Yeji dan bertanya " Apakah kamu ingin berkencan dengan Yunho anakku?"

TBC

Mianhae baru bisa update sekarang, terlalu banyak kesibukan heheheh #alasan

Mianhae typo bertebaran dimana-mana

Pasti ada yang bertanya kenapa aku pakai nama seo yeji eonni, karena go ahra dan boa udh sering. Dan ini request dr sahabat aku, dia bilang bosen klo pke nama ahra sm boa mending pake nama yang baru-baru ini digosipkan sm yunppa, jadilah aku pakai nama yeji eoni hehehe

Terima kasih yang udah review sm yang udh baca dan yang udh memfollow dan memfav ff aku

Sekali lagi gomawo ^^