19! An Affair chapter 6
"Fight"
~Happy Reading~
"Anak-anak yang datang hari minggu itu cantik-cantik ya" kata umma jung sambil tersenyum puas.
Saat ini keluarga Jung minus appa jung sedang makan malam, kejadian hari minggu baru saja berlalu beberapa hari yang lalu. Apakah umma Jung masih menyarankan anaknya sendiri untuk berselingkuh? Jaejoong yang mendengarnya hanya bisa menggerak-gerakan sumpit dengan kesal.
"Umma tolong jangan bertindak sesukanya seperti itu" ujar yunho dengan dingin.
" kenapa Yun?" tanya umma Jung kaget.
" kelakuan umma benar-benar kekanak-kanakkan dan menyusahkan"
" tapi umma hanya mengundang murid-muridmu datang. Dimana letak kesalahan umma, yun?"
" Tentu saja itu sebuah kesalahan. Hanya mengundang anak-anak murid sekolah kerumah saja sudah termasuk sebuah kesalahan. Umma, aku ini seorang pendidik "
" Tetapi yang mengundang mereka umma, bukan kamu. Umma akan bilang bahwa ini semua tidak ada hubungannya denganmu, yun. Itu pun jika pihak sekolah atau orang tua murid yang kemarin mempertanyakan kedatangan anak-anak itu kerumah ini"
" Bukan hanya itu saja yang jadi masalah. Kedatangan mereka cukup menyusahkan Boojae. Apa ibu tidak lihat bagaimana terlukanya dia saat umma menyuruh aku untuk berselingkuh"
" Benarkah seperti itu Jaejoongie? Bukankah kau terlihat senang kemarin? "
" Eh! Ye.. ne" Jawab jaejoong terkejut. Yang di maksud merasa senang disini itu siapa? Jaejoong justru merasa merana dan tersakiti. Apalagi ketika melihat dan mendengar semua murid itu terkejut begitu melihat jaejoong dan berkata dengan nada sinis " Mwo? Orang seperti itu jadi istrinya songsaenim?"
Jaejoong begitu terluka mendengar ucapan mereka semua. Apalagi ketika umma jung bertanya kepada Yeji apakah dia mau berkencan dengan yunnie. Tapi apa yang bisa jaejoong lakukan? Dia hanya bisa diam dan tak bisa berkutik.
" Pemilik rumah ini adalah aku, bukan umma. pokoknya Lain kali umma harus bilang dulu sebelum melakukan sesuatu." Tegas yunho kepada sang ibu. Jaejoong bisa melihat betapa kesalnya sang suami melihat perilaku ibunya yang menurutnya terlalu kekanakkan.
" Pemilik rumah yah! Kau sekarang sudah dewasa ya. Umma senang" sepertinya umma jung tidak melihat raut kesal anaknya hingga membuat kekesalan yunho semakin menjadi.
" Keterlaluan! Umma benar-benar sudah sangat keterlaluan" Teriak Yunho sambil menggebrak meja di hadapannya. Suasana makan malam yang dari awal sudah tidak nyaman semakin tidak nyaman ketika kemarahan yunho yang sepertinya di anggap angin lalu oleh sang ibu, jung Junsu.
" Yun, umma hanya ingin tahu seperti apa anak-anak muridmu. Umma kan tidak banyak waktu, makanya umma menyuruh mereka untuk datang. Ibu tidak bermaksud apa-apa" jawab sang umma dengan wajah tanpa dosanya.
" ya..yaa.. sekarang umma puas!" tanya yunho dengan kesalnya.
" Aku sudah selesai" ucap jaejoong tiba-tiba. Jaejoong yang sudah tidak tahan dengan pertengkaran ibu dan anak yang tidak ada habisnya memilih beranjak dari meja makan. " Aku akan membuat teh" sambungnya sambil bangkit dari kursi.
Jaejoong meninggalkan meja makan dan berniat membuat teh, namun ketika sedang menyiapkan teh, jaejoong mendengar sang mertua berkata dengan lirih.
" Yun, umma pikir, ada yang cantik di antara murid-murid mu " Mendengar ucapan sang ibu, yunho hanya diam. Sementara Jaejoong hanya mendengar suara sumpit yang beradu dengan mangkuk. " Namanya Seo Yeji. Dia sangat anggung seperti wanita keluarga Chaebol korea asli. Umma sudah berbincang-bincang dengannya, dan ternyata dia pernah belajar membuat keramik traditional dan upacara minum teh traditional. Umma sangat menyukainya" lanjut sang umma dengan mata berbinar-binar. Sedang yunho hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan malas. " yun, Kau tidak mendengarkan ku?"
" Aku dengar. Lalu kenapa memangnya jika dia cantik. Tidak ada hubungannya denganku kan?" tegas yunho dengan nada kesal.
" Tentu saja ada hubungannya. Apa kau suka gadis seperti Yeji?"
" apa-apaan sih! Dari tadi yang umma bahas hanya Yeji. Sebenarnya apa maksud umma?"
" Umma hanya merasa jika Yeji jauh lebih cocok denganmu, yun. Umma jadi ingat ketika dulu ada seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu. Ku pikir tidak ada salahnya jika kau memiliki istri lebih dari satu". Ucapan umma jung barusan membuat jaejoong mau pun yunho terkejut bukan main.
JJ PON ON
Aku terkejut begitupun suamiku, yunho. Tiba-tiba aku merasa jantungku berhenti berdetak. Menikah lagi?! Berarti eommonim bukan hanya menyarankan anaknya untuk berselingkuh tetapi juga untuk menikah lagi. Dia menyarankan agar yunho mencampakkan ku dan menikah lagi dengan Yeji!
Apakah sampai sebegitu bencinya kah eommonim kepadaku? Aku begitu syok, dan merasa lantai yang kupijak bergoyang. Aku bertumpu pada wastafel dapur. Yunho berdiri dari kursi dengan kasar dan aku berpaling ke arah mereka.
" Jangan bicara sembarang seperti itu. Umma tidak lihat disini ada Jaejoong !" bentak yunho kasar
" Yun?" mata eommonim terbelalak mendengar ucapan yunho yang tajam.
" Seumur hidupku istriku hanya satu, yaitu Jaejoong, Kim JAEJOONG! Jadi berhentilah ikut campur dalam kehidupanku" ucap yunho dengan penuh penekanan
" yun, kamu..."
" Aku tahu semuanya, selama ini umma tidak pernah memperlakukan Jaejoongku dengan baik bukan? umma mengerti perkataankukan? Sebenarnya apa yang sedang umma pikirkan?! Berhentilah menyuruhku menceraikan Jaejoong. Dan berhentilah ikut campur dalam urusan rumah tanggaku. Aku tidak akan memaafkan umma jika masih menjelek-jelekkan jaejoongku".
" Yun, kenapa kau berkata kasar seperti itu kepada orang yang telah melahirkanmu ini? Jadi kau lebih membela jaejoong dari pada ibumu sendiri?" mendengar nada bicara eommonim, sepertinya beliau tidak terima dengan ucapan pembelaan anak kandungnya tersebut. " Yun, kau berubah. Dulu kau selalu menuruti perkataan ibumu ini" ujar eomminim dengan suaranya yang berubah menjadi tajam.
" Geurae, aku memang sudah berubah. Sampai kapan pun aku selalu mendengarkan orang tuaku, tapi sekarang aku bukan anak-anak lagi" jawab yunho
Beberapa saat ibu mertuaku terdiam. Kemudian ku dengar eommonim bangkit dari kursinya dengan kasar dan bergegas pergi kelantai dua rumah kami. Aku melangkah mendekati suamiku, mengelus lengannya dengan lembut untuk menenangkan perasaannya yang sedikit tak tenang.
" Yun" panggilku. " Yunnie, seharusnya tidak boleh seperti itu. Jung Yunho yang kukenal tidak mungkin berkata kasar kepada ibunya"
" boojae" lirih yunho yang langsung memelukku. " tetapi ibu sudah sangat keterlaluan tadi"
" Ku pikir eommonim terkejut dengan sikapmu tadi, yun. Sudahlah. Aku tidak apa-apa. Kajja, susul eommonim!" yunho nampak terkejut mendengar ucapanku, dia hanya diam sambil menatapku. Namun entah kenapa hatiku terasa sakit dan sesak nafas. Mataku mulai memanas, pandanganku mulai mengabur. Aku sendiri baru tahu, jika ibu mertuaku begitu membenciku dan menyarankan yunho untuk menceraikanku. Tetapi jika mengingat ucapan yunho tadi
'Seumur hidupku istriku hanya satu, yaitu Jaejoong, Kim JAEJOONG!'
Ucapa yunho barusan terus terngiang di benakku. Yunho berkata seperti itu untuk melindungiku. Aku merasa senang, tetapi aku tidak ingin jika perkataan yunho tadi membuat eommonim marah dan menganggap yunho anak yang pembangkang.
" Yun ... Aku.."
" Boojae..."
Baik aku maupun yunho tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kami hanya bisa saling menatap. Air mataku mengalir deras di kedua pipiku. Sepertinya pertahananku runtuh dan aku pun menangis tersedu.
" Boojae.." lirik yunho sambil memeluk erat diriku." Boojaejoongie, mianhae. Maafkan semua ucapan umma tadi!" kata yunho dengan sedih.
Mendengar suara yunho yang begitu sedih, aku semakin sakit. Dan air mataku tidak berhenti mengalir.
" Boojae... mianhae.. aku benar-benar tidak berguna"
" Tidak .. yun..."
" Boojae"
" Aku senang Yunnie membela dan melindungiku. Tapi.."
" Tapi?"
" Tetapi jangan sampai bertengkar dengan eommonim. Eommonim pasti terluka mendengar perkataanmu tadi" mendengar ucapanku yang masih membela ibunya, yunho malah semakin memper erat pelukkannya.
" boojae, kamu satu-satunya istriku didunia ini"
Aku merasa tenang dengan ucapan yunho, tetapi entah kenapa airmataku bukanya berhenti malah semakin deras mengalir. Aku menangis terisak-isak didalam pelukkannya. Sedangkan yunho terus saja memelukku sampai aku berhenti menangis.
JJ POV OFF
TBC
Aaahhh begitu melihat banyak yg memfollow dan menfav ff ini aku jadi semangat tulis
Tapi menulis ff ini benar-benar membutuhkan waktu lebih, soalnya di serial cantiknya ( novel pendek jepang) sendiri memakai kosa kata campuran antara formal dan informal dan kebanyakan dialog.. aku sudah menambahkan beberapa plot agar terlihat lebih real saat membacanya.. yeaaah meski kurang memuaskan bagiku heheheheh
Mianhae jika banyak typo disana sini.. entahlah aku udh ngecek berulang-ulang tetapi tetap saja ada yg salah, aku sendiri ngg punya editor, sebenarnya ada temanku yang suka ngecek cm skrng dia sudah berkeluarga, dan rasanya tidak enak jika meminta tolong dia.
Sekali lagi gomawo...
Special thanks for review chap 5
JonginDO ^^
Salam nyanil_joongie
