19! An Affair chapter 7

"Things Began To Improve?"

~Happy Reading~

Keesokkan harinya yunho mencoba menghubungi sang appa yang tengah berada di London. Melihat Situasi dirumahnya, Yunho berharap agar permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan terutama dengan niat sang umma yang sepertinya ingin mendekatkan dirinya dengan wanita lain di hadapan sang istri tercinta.

" Dasar JUNG YOOCHUN!" Teriak yunho sambil membanting hanphone ditangannya kelantai dengan kesal.

" Yunnie? Ada apa? Bagaimana keadaan abeonim?" tanya jaejoong yang baru saja keluar dari kamar mandi. Jaejoong yang tengah membersihkan diri terkejut mendengar teriakkan yunho hingga membuatnya bergegas keluar untuk melihat keadaan sang beruang kesayangannya itu.

" Appa bilang dia senang umma bersama kita. Appa bilang dia menitipkan umma kepadaku. Dia berkata jangan terlalu keras dengan umma karena memang umma sedang banyak pikiran. Keterlaluan! Apa sih yang appa pikirkan!" ujar yunho gusar.

" Tapi, eommonim serius ingin bercari dari abeonim. Hari ini eommonim ingin mendaftar kekantor pemerintah daerah agar proses perceraian cepat selesai."

" MWO?"

" eommonim juga berkata jika nanti mereka telah bercerai, eommonim akan tinggal bersama kita." Jelas Jaejoong sambil menghela nafas panjang. Jaejoong tidak tahu harus bagaimana jika semua itu benar-benar terjadi.

" kalau begitu, umma seharusnya jaga sikap! Umma sendiri punya masalah dalam rumah tangganya, tetapi malah ikut campur dalam rumah tangga anaknya sendiri. Benar-benar kekanak-kanakkan! Padahal sudah tua." Ujar yunho sambil menghela nafas. " Aku tidak melihat umma seharian ini, kemana umma pergi?"

" eommonim pergi ke kantor pemerintahan daerah. Sepulangnya dari sana, umma berkata ada janji makan malam dengan temannya. Mungkin dia tidak ingin mengganggu kita"

" Sepertinya sikapnya lebih baik dari pada yang kemarin" ujar yunho.

Keesokkan harinya terdengar suara bel masuk pertanda ada tamu yang datang berkunjung. Jaejoong yang tengah berada di dapur bergegas pergi untuk melihat siapa tamu yang datang sore itu.

" Selamat sore" Sapa seorang gadis sambil tersenyum

Betapa syoknya Jaejoong begitu melihat tamu yang datang saat itu, seorang gadis berdiri dihadapan Jaejoongg dalam balutan seragang SMA-nya dulu. Dia memberi salam sambil sedikit mengangguk kepada Jaejoong. Dia adalah Seo Yeji! Jaejoong termenung sambil memandangi wajahnya dengan tatapan menyelidik.

" Apakah Junsu ahjumma ada?" tanyanya dangan sopan.

" Ah, ne" jawab jaejoong

" Yeji~ah!" terdengar suara umma Jung dari belakang Jaejoong yang langsung di sambut dengan hangat olehnya. " Kajja Yeji~ah. Silahkan masuk."

" Kedatangan saya kesini ingin mengucapkan terimakasih karena anda mengajak makan malam kemarin. Makanannya sangat lezat dan berkelas, selera ahjumma benar-benar tinggi."

" Sudahlah, tidak perlu berlebihan seperti itu. Kebetulan aku memang sedang ingin makan dengan mu Yeji~ah" Ujar umma Jung dengan sedikit keras. Dan Jaejoong langsung Terfikir bahwa yang disebut teman oleh sang mertua kemarin adalah Yeji.

" Sebagai ucapan terima kasih, saya membuat Pie buah untuk anda." Kata Yeji sambil menyerahkan sebuah kotak putih kepada umma Jung.

" Aduh Yeji~ah jadi merepotkan, kau memang tahu tata krama. Orang tuamu telah mendidikmu dengan baik." Puji umma jung sambil melirik Jaejoong. " Jaejoong, tolong buatkan teh untuk tamu kita" perintah umma Jung dengan dingin.

Tak berapa lama terdengar suara-suara dari dapur.

" Kau ternyata pindar dalam urusan dapur ya, Yeji~ah"

" Orang tua saya bilang, saya harus menjadi istri serta ibu yang baik. makanya sejak kecil saya sudah dibiasakan untuk memasak."

" Wah.. aku juga ingin memiliki anak perempuan seperti kamu" Kata umma Jung dengan lantang, sedang Yeji hanya tertawa dan tersipu malu di puji seperti itu oleh umma dari guru terfavouritnya di sekolah.

'Kenapa jadi begini?' pikir Jaejoong. Padahal yunho sudah berkata dengan tegas kemarin. Dan sejak pertengkarannya dengan yunho, umma Jung tidak ingin berbicara dengannya. Dan sekarang, umma Jung dengan sengaja mengundang Yeji datang kerumah ini. Melihat itu semua , Jaejoong hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian keluar menuju taman belakang rumah.

Sebelum beranjak pergi, Jaejoong melihat Yeji memakai celemek yang bisa ia gunakan untuk memasak. Dia sedang menyiapkan makan malam di dapur bersama sang mertua, Seolah-olah terlihat bahwa dialah sang menantu Keluarga Jung di rumah itu. Umma Jung dan Yeji tampak sangat akrab satu sama lain. Sepertinya umma Jung benar-benar membenci Jaejoong dan ingin mengusir Jaejoong dari rumah itu kemudian menjadikan Seo Yeji menjadi menantunya dan menjadi istri baru Yunhonya.

Seo Yeji memang cantik dan anggun. Dia juga tampak pintar mengurus rumah tangga, cerdas dan bersahaja. Orang tua manapun pasti senang memiliki anak perempuan seperti itu. Jaejoong merasa kedudukkannya sebagai istri Yunho tersisihkan karena kehadiran Yeji. Jaejoong duduk di tepi taman bunga sambil melamun dan menatap langit.

Sebentar lagi matahari terbenam. Langit berwarna kelabu. Bunga matahari di musim panas kini mulai layu. Daunnya pun sudah tidak ada lagi. Yang tertinggal hanyalah tangkainya yang berwarna kecoklatan. Angin bulan september terasa dingin. Musim panas telah berakhir dan musim gugur telah terasa. Jaejoong dapat melihat gumpalan asap putih keluar ketika ia bernafas. Udara yang dingin di taman tersebut seolah-olah tengah mengejeknya atas sikap mertuanya yang tak kalah dingin.

Jaejoong merasa sedih. Dari arah dapur Jaejoong dapat mendengar suara umma Jung dan Yeji tengah tertawa riang bersama.

JJ PON ON

Hatiku pedih, ujung mataku mulai menghangat.

" Aku pulang!"

Yunho sudah pulang! Tiba-tiba aku merasa tenang dengan kepulangannya. Kemudian aku beranjak masuk kedalam rumah.

" Wah tampaknya makan malam kali ini lezat sekali" puji Yunho begitu melihat beberapa makanan sudah siap tersaji di meja makan dengan indah.

Mendengar pujian Yunho, aku langsung menghentikan langkah dan dengan reflek bersembunyi di balik pintu sambil mengintip ke dalam dapur. Dapat kulihat, di meja makan terdapat beberapa masakkan ala Korea. Seolah-olah sedang ada acara pameran makanan saja.

" ada apa? Apakah kita sedang merayakan sesuatu?" tanya Yunho dengan penuh kekaguman. " Boojae hebat," lanjutnya.

" Bukan Jaejoong yang memasak tetapi Yeji yang memasak semua itu." Ujar eommonim dengan dingin.

" Yeji?"

" Selamat malam Songsaenim." Yeji membalikkan badannya dari tempat mencuci sambil membungkuk kearah Yunho.

" Oh, ada tamu rupanya" kata yunho. Sepertinya dia baru menyadari kehadiran Yeji di ruangan itu.

" Ne. Mianhae jika kedatanganku mengganggu. Bahkan aku menggunakan dapur." Ucap Yeji. Sedang Yunho yang tidak tahu harus menjawab apa hanya bisa terdiam.

" Tampaknya lezat, kan? Semua ini Yeji yang memasak. Dia memang pintar memasak, apa lagi kau suka masakan traditional Korea." Kata eommonim.

" Umma, Boojae eodie? " tanya Yunho tanpa mengindahkan pujian sang umma sambil melirik kesana-sini mencari keberadaanku.

" Entahlah. Tadi dia keluar rumah tanpa bicara sepatah katapun." Jawab eommonim dengan ketus. " dia bahkan tidak membatu memasak sama sekali. Yeji yang memasak semua makan malam ini. Umma kan sudah bilang, Jaejoong itu memang begitu. Sepertinya dia tidak suka kepadaku, sikapnya dingin." Lanjutnya, aku yang memang mendengar pembicaraan mereka hanya membelalakkan mata tidak percaya.

Ucapan eommonim barusan menusuk perasaanku. Darahku seperti berhenti mengalir. Keterlaluan! Kenapa eommonim berbicara seperti itu. Eommonim yang mengundang Yeji kesini, aku tidak ingin mengganggu sehingga aku memilih keluar. Aku tidak berdaya dan tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba aku mendengar Yunho berbicara

" Eoh, Begitu. Yeji~ssi, mianhae dan gomawo sudah merepotkanmu sampai membuat makan malam seperti ini "

" Tidak masalah. Aku senang bisa membuat makan malam untuk saenim."

Mendengar semua itu membuat kepalaku terasa berputar. Kenapa Yunho seperti terlihat sedang memuji Yeji? Yunnie kejam! Kenapa dia mengucapkan terima kasih kepada kepada Yeji? Aku hanya bisa menggigit bibirku. Hatiku terasa pedih.

" Aku ingin memasak untuk saenim setiap hari." Ujar Yeji kembali.

" Aku senang mendengarnya" sambut eommonim dengan riang.

'Kenapa jadi begini...' Pikirku

JJ POV OFF

TBC

Di awal chap aku sempat bingung, soalnya tanggal dan bulan lahir berbeda antara tokoh utama cewe dengan jaejoong , tetapi aku ngg mau merubah jalan cerita agar tidak ada tumpang tindih tetapi malah membuat bingung. Tetapi di chap ini aku udh buat sereal mungkin agar lebih masuk di jalan ceritanya. Mianhae jika bingung, aku sendiri bingung... remark ulang itu agak sulit, apalagi jika bahasa yang digunain berbeda dan tentunya hanya dialog yang banyak. Klo dari komik kita bs menerka dari gambar, tetapi klo serial pendek aku hanya bisa menerka-nerka sendiri.

Mianhae jika banyak typo, aku membuatnya dalam satu malam, itu pun di sela-sela belajarku yang udh harus mulai membuat skripsi.

Tetapi...

Huaaaa... aku benar-benar terharu ketika membuka email ternyata banyak sekali yang memfollow, apa lagi ketika aku liat review di ffn dan ternyata banyak yang review... yang hanya membaca juga banyak jika diliat dr grafiknya... ommo daebakkk...

Aku benar-benar berterima kasih atas aprisiasi kalian untuk terus membaca ff baal buatanku, hehehe

Yang bertanya apakah changminnie anak yunjae disini? Jawabnya Tidak, hehe

Tapi tenang changmin tetap nongol kok nnti XD

Ada yang bertanya changmin jadi apa di ff ini? Aku hanya bisa jawab secret hehehe

Yunpa kencan sm yeji? Jawabanku dibaca saja yaaahh hehehe biar kalian pensaran gitu ceritanya XD

Next dua chap lagi tamat.

Special Thanks :

. 1272, shipper89, azahra88, kimRyan2124, , cherry bloosom, autumn panda, mimikaze, blueeberry, nona liani, starr, persia, mahakarya, boonchery

( mian jika salah tulis pen name kalian)

Salam nyanil_joongie