19! An Affair chapter 9
"An Affair Is A Crime!"
~Happy Reading~
" Appa?! Jadi appa sudah kembali dari London? Dan apa yang sedang appa lakukan disini?" tanya Yunho dengan keras sambil menatap sinis sang appa.
" Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mengunjungi kalian saja. " ujar Mr. Jung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Tetapi, Pitinganmu tadi sangat keras. Yun, Kau benar-benar kuat!" lanjutnya sambil memijat lengannya yang di piting Yunho tadi. Sedangkan Yunho hanya bisa menatap malas Mr Jung. Dirinya tak habis pikir dengan kelakuan kekanakkan dengan tingkah kedua orang tuanya yang sama-sama terlihat seperti Pencuri ketika mereka berkunjung kerumah anak mereka satu-satunya.
" Aku tidak memerlukan pujian sekarang," sahut Yunho dengan kesal. " Akhir-akhir ini banyak pencuri di daerah sini. Jika appa seperti itu lagi, orang lain akan salah paham dan langsung memanggil polisi."
" Ha ha ha ... sekarang aku bukan di tangkap polisi, tetapi di bekuk oleh anakku sendiri" canda Mr. Jung
" Apakah appa baik-baik saja? Apakah ada yang sakit?" tanya Yunho cemas sambil memeriksa tubuh Mr Jung yang kena pitingannya tadi.
" Gwenchana, tidak terlalu sakit" jawab Mr. Jung kemudian tertawa lagi.
"Tadi aku benar-benar mengira appa pencuri. Makanya tanpa pikir panjang aku langsung menyergap appa." Ujar Yunho dengan penuh penyesalan.
" Sudahlah, tidak perlu cemas"
" Benarkah abeonim tidak apa-apa?" tanya Jaejoong sambil mendekati mereka.
" Ne, Gwenchana. Apa kabar, Jaejoongie? Apakah kamu sehat-sehat saja?" tanyanya sambil tersenyum. Kontras sekali hubungan Jaejoong dengan kedua mertuanya. Jika dengan umma Jung , Jaejoong tidak terlalu akur bahkan terlihat seperti tikus dan kucing. Lain halnya dengan sang appa mertuanya, hubungan mereka cukup baik.
" Apa kabar abeonim? Lama kita tak berjumpa." Kata jaejoong memberi salam sambil membungkukkan badan.
" Ye, Aku baik-baik saja. Maaf jika Junsuie sudah merepotkanmu"
" Ah ye, Gwenchana! Kudengar abeonim ada dinas di London?"
" Ne, rencananya aku harus berada disana selama dua minggu lagi. Tetapi berhubung semua pekerjaan sudah selesai, aku langsung balik ke korea. Dan begitu tiba di bandara, aku langsung terpikir untuk langsung kesini."
" Oh, ya? Benarkah? Appa benar-benar tidak bertanggung jawab." Sindir yunho. " paling tidak appa menghubungiku, aku bisa menjemput appa di bandara jika appa ingin berkunjung kerumah kami dan tidak muncul dengan gerak-gerik mencurigakan seperti ini" lanjutnya
" Aku mengintip lewat jendela untuk melihat situasi rumah kalian. Tetapi ternyata kalian tidak ada dirumah. Perilaku appa tadi terkesan tidak terhormat, ya?" ujar Mr. Jung kemudian tertawa renyah tanpa melihat raut wajah kesal sang anak.
" Apakah ayah benar-benar selingkuh?" Tanya Yunho dengan langsung.
" Junsuie salah paham terhadapku"
" Kupikir sebaiknya kita masuk kedalam. Diluar sangat dingin, lagi pula kita tidak bisa membicarakan masalah pribadi yang sangat sensitif di tengah jalan seperti ini" sela Jaejoong.
" Benar apa yang dikatakan menantu cantikku ha ha ha... Jaejoongie memang benar-benar perhatian" kata mertua Jaejoong sambil tertawa terbahak-bahak yang di sambut ringisan dari Yunho.
" Kami pulang" kata Yunho dengan semangat sambil membuka pintu.
Jaejoong dapat mendengar suara tawa umma Jung dan Yeji dari dapur. Ternyata Yeji masih ada di rumah mereka hingga malam seperti ini. Waktu mendengar suara Yeji, Mr Jung mengerutkan keningnya.
" Kalian sedang ada tamu?" tanyanya dengan ekspresi kurang baik.
" Ne, ada muridku yang datang berkunjung."
" Muridmu? Ku pikir aku tidak bisa bertemu dengan umma mu di depan muridmu," kata Mr Jung dengan pucat " Appa pergi saja, ne!" lanjutnya sambil bergerak seolah-oleh ingin melarikan diri.
" Appa! Jangan melarikan diri!" Ujar Yunho sambil menatap tajam sang Appa. Terpikir semua ide terlintas di kepalanya, " Umma! Tolong ke sini sebentar saja! Aku membawa oleh-oleh!" lanjutnya sambil berteriak
" Yunho-ku sudah pulang? Benarkah kau membawa oleh-oleh untukku, nak? Ah, senangnya! Tapi tadi umma mendengar ada suara ribut diluar. Ada apa?" umma jung muncul dari dapur dengan tergesa. Namun ketika dia menyadari kehadiran sang suami,ekspresinya berubah menjadi kaku.
" Ini dia oleh-oleh dari London!" ucap Yunho sambil mendorong bahu Mr. Jung agar langsung berhadapan dengan umma Jung. Begitu melihat wajah Umma jung Mr Jung hanya bisa berdiri kaku tak berkutik.
" Yoochunnie?" gummam umma Jung dengan lembut. Tetapi detik berikutnya ekspresinya berubah dingin dan keras lagi. Dia memandang Mr Jung dengan tajam. " aku tidak ingin melihat wajahmu!" seru umma Jung. Dia membalikkan badannya memunggungi mereka. Tetapi dengan cepat, Mr Jung menggenggam lengan Umma Jung.
" Dengarkan dulu penjelasanku! Kamu sudah salah paham, suie! Aku benar-benar tidak selingkuh! Percayalah!"
" Aku tidak percaya!"
" Ini benar-benar kesalahpahaman! Wanita itu adalah klien ku. Kantorku ada hubungan kerja sama dengannya. Kami makan siang bersama untuk membahas kerjasama bisnis. Percayalah!"
" Jika dia memang klienmu kenapa sampai menelpon kerumah?"
" Dia menelpon kerumah karena ada yang ingin dibicarakan sehubungan dengan keberangkataku ke London!"
" Tetapi Chunnie tampak senang ketika menerima telpon dari wanita itu!"
" Suie, kau benar-benar salah paham" kata Mr Jung meyakinkan umma Jung bahwa semua itu salah paham.
" chunnie selalu bekerja dan selalu pulang malam. Aku selalu berusaha bersabar. Padahal aku kesepian."
" Junsuie!"
" Aku mau kita cerai! Setelah itu aku ingin tinggal disini sama Yunho!"
" Jangan bicara seperti itu! Aku mencemaskan keadaanmu, makanya aku langsung terbang dari London ke sini!"
" oh ya? Kau memang selalu saja seenaknya sendiri. Ketika aku kabur dari rumah, kenapa kau tidak langsung menyusulku? Dan kau malah memilih pergi ke London. Pokoknya aku tidak percaya dengan playboy chap jidat sepertimu!"
" Aku sengaja memperpendek masa dinasku di London agar aku dapat langsung bertemu dengamu, suie."
" Aku sudah tidak ingin tahu lagi! Pulang sana ke gwangju!"
" Tetapi ini rumah Yunho. Suie, kau tidak berhak mengusirku dari sini!"
" Wae?!" seru umma Jung dengan suara melengking. Kemudian pertengkaran hebat pun tak terelakkan lagi. Suara saling menyalahkan satu sama lain.
" Maaf, saenim." Tanpa mereka sadari Yeji muncul dan membuat mereka menoleh kearahnya yang tampak terkejut dengan pertengkaran orang tua Yunho. " Maaf jika terkesan tidak sopan, tetapi saya hanya ingin pamit pulang" lanjutnya
" Ah, Mianhae. Saya baru ingat jika kau masih disini Yeji~ssi" Ujar Yunho
" Ah ye, Gwenchana. Baiklah, sampai jumpa disekolah saenim." Kemudian Yeji mengangguk ringan ke arah Yunho.
" Yeji~ah, chamkkaman-yo!" pinta Umma Jung menghentikan Yeji yang mulai melangkah keluar dari ruang itu.
" Ye?" Yeji yang baru saja melangkah menghentikan langkahnya kemudia berpaling menatap heran Umma Jung.
" Hei. Jung Yoochun, pertengkaran ini kita tunda sebentar." Kata umma jung
" Mwo?" tanya Mr Jung sambil ternganga tidak percaya, dia heran atas perubahan sikap sang istri yang mendadak aneh seperti itu.
" Aku hanya ingin memperkenalkan anak ini pada mu. Namanya Seo Yeji. Dia anak yang cantik, kan?"
" N-Ne." Jawab Mr Jung keheranan.
" Aku terpikir untuk menjadikannya istri Yunho-ku"
" Mwoya?/Mwo? " Teriak Mr Jung dan Yeji berbarengan. Terlihat jelas wajah merah padam Yeji ketika Umma jung berkata bahwa ia ingin memjadinya dirinya menantu dikeluarga Jung. " I-Itu, Anu, Saya... Soal itu..." ucap Yeji kebingungan.
Mr jung yang keheranan menatap dalam sang istri, " Suie, Yunho sudah memiliki istri, yaitu Jaejoongie." Katanya. Dia heran dengan permintaan umma Jung yang menurutnya sudah sangat terlalu.
" Makanya, akan ada dua perceraian disini. Aku akan bercerai dari Chunnie dan Yunho Akan bercerai dari Jaejoong. Lalu..."
" Tunggu dulu!" Potong Yunho Tajam. " aku hanya ingin berkata sekali lagi dengan jelas! Aku tidak akan pernah menceraikan Boojae. Dan aku juga tidak berminat menikah lagi selain dengan Boojae-Ku" Lajutnya dengan tegas.
" Tapi Yun, Umma memikirkanmu! Ini demi kebahagiaanmu."
" Umma, Kumohon jangan melampaui batas!" ucap yunho dengan suara meninggi.
" Suie, Kamu sudah sudah keterlaluan!" sambung Mr Jung kepada Umma Jung dengan suara yang tak kalah kerasnya dari Yunho. " Apakah karena kamu ibunya makanya kamu bisa berbicara seenaknya seperti itu."
" Kalau kamu dulu keras, Pasti Yunho tidak akan pernah menikah dengan Jaejoong!" teriak Umma Jung tidak mau kalah.
Melihat situasi yang semakin memanas, Yeji tiba-tiba menengani pertengkaran mereka. " Ahjumma, Sudahlah. Saya memang sangat menyukai Jung Songsaenim. Tetapi sejak awal saya tidak berniat menikah dengannya."
" Yeji~ah. Kenapa kamu menyerah begitu saja?!" tanya umma Jung kecewa.
" Lihatlah dirimu! Mana ada seorang ibu menyarankan anaknya untuk bercerai?!" Ujar Mr Jung dengan muka merah padam menahan amarah yang siap meledak.
Sementara di satu sisi, jaejoong yang sejak awal hanya bisa melihat pertengkaran orang tua dan anak itu hanya bisa melihat dan tak bisa menengahi. Karena begitu mereka pulang kerumah. Kedua orang tua dan anak itu bertengkar dengan hebat. Bahkan sampai melibatkan Yeji. Jaejoong hanya bisa menatap mereka dengan bengong sambil mendengar suara-suara yang saling membentak. Dan yang terakhir Jaejoong dengar adalah suara Yeji yang berkata.
" Tetapi sajak awal saya tidak berniat menikah dengannya."
Ditelinga Jaejoong, Suara Yeji terdengar seperti ingin menangis. Suara itu terus terngiang ditelinganya. Tiba-tiba kepala Jaejoong terasa berat dan pening, seperti ada ribuan jarum yang menancap dikepalanya. Ini bukan hanya sekedar perasaanya saja. Perutnya pun terasa mual. Jaejoong hanya bisa memohon agar mereka menghentikan pertengkaran ini dan berdamai satu sama lain. Kemudian pandangan Jaejoong menjadi gelap, dan badannya pun terhuyung kebawah tidak mampu menahan bobot badannya sendiri.
" Jung Songsaenim! Istri Saenim Pingsan!" Teriak Yeji khawatir begitu melihat Jaejoong yang tiba-tiba jatuh kebawah sambil memegangi mulut dan perutnya.
" JOONGIEEE!"
Sementara Jaejoong hanya bisa mendengar ketiga orang yang sedang bertengkar itu memanggil-manggil namanya tanpa bisa menjawab karena lemas. 'Apakah aku sudah mati' pikir Jaejoong ketika merasa suara teriakan itu semakin lama semakin menjauh.
" Panggil Ambulance!" Teriak Yunho sambil memanggil memeluk Jaejoong. " Joongie, kumohon bertahanlah!" lanjutnya sambil menitikkan air mata begitu melihat sang istri tercinta nampak tak berdaya di dalam pelukkannya.
TBC
Satu chap lagi tamat
Apa yang akan terjadi sama Jaejoong?
Yuk atuh di tunggu chap selanjutnya ^^
Maaf ada satu kesalahan fatal yang sudah aku perbuat, dan aku baru menyadarinya sekarang.. tapi syukurnya sekarang sudah aku selesaikan. Mudah2an di ff selanjutnya aku tidak melakukan kesalahan seperti ini
Special thanks buat semuanya yang udh memfollow, mereview, mem fav dan membaca
Salam hangat Nyanil_joongie
