12 Days of AkaFuri

disclaimer: milik siapa lagi Kurobasu kalau bukan milik Fujimaki-sensei?
warning: Pedo!Kouki, Kindergarten!Akashi, OOC, drabble

Chapter 2: Flower Crown


"Bagaimana? Apa kalian sudah selesai?" Furihata bertanya sambil memperhatikan satu persatu anak-anak yang dijaganya. Seperti biasa, setiap sore Furihata bekerja sambilan di sebuah Taman Kanak-kanak sekaligus tempat penitipan anak di daerah Tokyo.

"Sudah sensei!" teriak anak-anak itu serempak sambil memperlihatkan hasil prakarya mereka.

"Wah... flower crown yang bagus Ogiwara-kun, kamu pintar sekali." Furihata mengacak pelan rambut red brown muridnya dan dibalas dengan cengiran lebar khas anak-anak.

"Sensei, punyaku lebih bagus." Seorang anak menyerahkan flower crown buatannya yang tidak terlihat seperti flower crown. Furihata mengernyitkan dahinya melihat hasil karya tersebut.

"Sei-kun, kenapa hanya membuat mahkota daun? Bunganya kenapa tidak Sei-kun pasang?"

"Aku tidak mau menggunakan mahkota dengan bunga seperti itu sensei! Aku mau menggunakan mahkota dengan daun saja, seperti yang dipakai para dewa yang pernah kaa-san tunjukan dulu!"

"ah... baiklah... padahal sensei ingin Sei-kun membuatnya dengan bunga.."

"Aku juga buat yang dengan bunga! Yang ini untuk sensei!" Akashi Seijuuro menarik kursinya, dan berdiri di atasnya. Berusaha memakaikan flower crown buatannya ke kepala Furihata. Mengetahui maksud muridnya tersebut, Furihata merendahkan tubuhnya sehingga Akashi dengan mudah memasangkan flower crownnya itu.

"Sensei! Tolong pasang flower crown buatanku!" Akashi meminta – atau lebih tepat disebut memerintah – Furihata untuk memasangkan mahkota daun yang ia genggam. Furihata segera memasangkan mahkota dauntersebut dan mengelus rambut murid kesayangannya itu.

"Terima kasih sensei! Sensei cantik pakai mahkota buatanku!" akashi tersenyumbangga dengan hasil karyanya yang ia pakaikan ke Furihata. Sedangkan sang guru hanya bisa memerah malu karena pertama kalinya ia dibilang cantik oleh muridnya, padahal dia itu seorang laki-laki. Furihata memang tidak bisa menebak tingkah laku muridnya yang satu ini.

.

.

Fin

.

.


Makasih yang sudah mau membaca *smile* mohon maaf jika chapter kali ini kurang feels dan lain-lain. Ru terlalu lemas sehabis ujian praktikum dan 'jatuh bebas' di perpustakaan pusat kampusnya. Dan baru sampai rumah jam setengah sebelas malam karena keasyikan main di game centre padahal sebelum berangkat 'terjun bebas' dulu—haha- Sebenernya aslinya gak kayak gini—tapi Ru ubah karena sama kayak salah satu art _(:" *berguling* untuk Brigitta, well.. ikuti saja sampai akhir ya xD nanti akan ketahuan apakah pilihannya Furihata~ apakah akan menikah dengan akashi atau tidak. Ru berterima kasih bagi yang sudi fave ataupun memfollow drabble buatan Ru :) Ru harap chapter selanjutnya tidak mengecewakan dan bisa memasukan lebih banyak feels~

Ah... sekali lagi Ru ingin meminta maaf karena tidak bisa memberikan yang maksimal di chapter ini. So, mind to review, minna?

Sign,

.

.

arumru. kuroi-ru