12 Days of Akafuri

Disclaimer: Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi-sensei. Ru hanya meminjam chara buatannya untuk kesenangan sendiri tanpa meraup keuntungan materi sedikitpun

Warning: many describe, Typo, OOC

Chapter 6: What?

.

.

Semua hal yng terjadi hari ini sungguh membuat Akashi lelah. Begitu sampai di kamarnya, ia memutuskan untuk segera tidur.

.

.

"Tuan.. waktunya bangun. Sudah pagi." Suara pelayan utama kediaman Akashi membangunkan Akashi dari mimpinya. Akashi segera bangun, mengerjapkan matanya membiasakan diri dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar. Segera ia meminum teh yang sudah disiapkan oleh pelayannya itu. Kebiasaan seorang Akashi Seijuuro, meminum teh sesaat setelah ia bangun.

"Hari ini setelah pulang sekolah, ayah anda meminta anda untuk datang ke kantornya. Latihan hari ini dengan Kiseki no Sedai sesuai instruksi anda sudah saya atur memakan waktu 1 jam. Ayah anda sudah saya kabarkan jadwal kegiatan tuan hari ini." Akashi hanya mengangguk dan menghabiskan tehnya. Sang pelayan segera mengundurkan diri membawa cangkir yang sudah kosong.

Mata heterokromatik tersebut mengerjap, mengumpulkan kesadaran, dan segera bersiap untuk bersekolah. Kehidupannya sebagai siswa SMA Rakuzan berumur 18 tahun akan dimulai kembali.

.

.

Sungguh, Akashi tidak mengerti apa yang terjadi. Dihadapannya ini ia melihat seorang wanita, berusia mungkin 30 tahun dengan ciri yang teramat sangat mirip dengan senseinya ketika ia masih TK. Terlalu mirip dengan cinta pertamanya itu. Meskipun saat ini bokushi yang mengambil alih tubuh Akashi, namum ia mengetahui bagaimana ciri dari seseorang yang disukai oleh 'kakaknya'. Segera ia tepis pikirannya itu. Mana mungkin senseinya yang jelas laki-laki berubah menjadi perempuan. Tapi tidak mungkin juga ia bermimpi di sore hari, kan?

"Ah, Akashi-kun... selamat sore." Wanita yang menjadi perhatian Akashi mendatanginya. Sungguh ia terkejut dengan panggilan wanita itu, namun segera ia tutupi keterkejutannya. Saat ini ia berada di tempat umum, dan pencitraan adalah hal penting.

"Siapa?" Akashi bertanya dengan nada suara yang terkesan merendahkan.

"E-eh... A-akashi-kun tidak ingat kah? Aku Furihata Kouki, guru sekaligus pengawasmu ketika TK dulu." Perempuan itu mencondongkan tubuhnya ke arah Akashi. Dadanya yang mungkin berukuran C cup hampir mengenai tubuh Akashi.

Sebuah petir imajiner menyambar menjadi background Akashi saat ini. Mana mungkin senseinya itu berubah menjadi perempuan. Ia sangat ingat jika senseinya itu laki-laki.

"Anda bercanda, kan? Kouki-sensei itu laki-laki. Tidak mungkin ia menjadi perempuan."

"I-ini benar aku, Sei-kun." Panggilan itu mengingatkan Akashi dengan senseinya. Bagaimana suara dan cara memanggil itu membuat Akashi sangat terkejut.

"Jangan bilang sensei operasi..." Akashi masih berusaha menjaga ketenangannya. Furihata mengangguk dan membuat Akashi ingin menjedotkan kepala ke rak makanan terdekat.

"B-bagaimana? Sei-kun suka?" wanita itu memutar badannya. Dress berwarna peach selutut itu melambai dengan indah mengikuti pergerakannya. Akashi menelan ludah dengan usaha penuh. Entah mengapa ia merasa senseinya semakin menarik.

"H-huwaaaa..." tersandung oleh kakinya sendiri, Furihata kehilangan keseimbanganya. Ia terjatuh meniban tubuh penerus Akashi Corporation itu. Jarak wajah mereka bahkan kurang dari dua senti saat ini. Akashi menatap mata coklat dengan iris bagaikan biji semangka tersebut, mengeliminasi jarak diantara keduanya.

Kriiing... Kriiing...

Brak.. Sret...

Suara alarm menyadarkan Akashi, mengembalikannya ke kesadaran sepenuhnya. Ia segera duduk saat alarm tersebut berbunyi. Sungguh ia tidak mengerti bisa-bisanya ia bermimpi seperti itu. Bagaiman sosok Furihata dalam tubuh perempuan membuatnya semakin kangen dan ingin bertemu dengan senseinya itu.

Oh, tolong ingatkan Akashi agar tidak mengikuti truth or dare yang diadakan oleh mantan anggota kisedai. Jika bukan karena dare yang diberikan oleh Kise, ia yakin ia tidak akan memimpikan hal sekonyol tadi karena mengikuti salah satu event dan bercosplay.

.

.

Fin

.

.

Yahoo, Ru kembali. Ternyata Ru gak kuat hari ini upload 2 sekaligus.. dan oh iya, ini akan ada berhubungan sama chapter selanjutnya. 2 chapter ini chapter yang paling tenang dan mungkin paling absurd...

Terima kasih bagi yang masih setia mereview :"D oh iya chapter ini mengikuti prompt 'Genderbender'. Semoga memuaskan. Terima kasih. Mind to review?

Sign,

.

.

Hiyuki Ru