12 Days of Akafuri
Disclaimer: Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi-sensei. Ru hanya meminjam chara buatannya untuk kesenangan sendiri tanpa meraup keuntungan materi sedikitpun
Warning: many describe, Typo, OOC, Crossplay!Furi, Cosplayer!Akashi
Chapter 7 : Didn't Recognize
.
.
Sungguh, Akashi mengutuk mantan anggota Kisedai dengan kemampuan perfect copy itu. Jika bukan karena permainan truth or dare yang mereka lakukan dan Akashi mendapatkan dare seperti ini, sungguh, sampai kapanpun ia tidak akan berdandan menjadi orang aneh dengan wig berwarna silver seperti ini, dan juga blazer sekolah, juga sebuah salib yang menggantung kecil hampir tidak terlihat di dekat dasi yang ia kenakan.
"Aku mau Akashicchi cosplay jadi Iori dari otoge Brothers Conflict-ssu! Harus in character dan turun di event yang akan diadakan dua minggu lagi!"
Ucapan terkutuk tersebut kembali terngiang di pikirannya. Sungguh, Akashi tidak tau apa yang ada dipikiran salah satu teman – coret budak coret – dan anggota Kiseki no Sedai itu. Entah dapat ide dari mana, atau mungkin ia ingin mati cepat hingga memberikan dare seperti itu ke Akashi.
Selama dua minggu tersebut, Akashi meluangkan waktunya untuk mendalami character tersebut. Caranya? Mudah... sudah ada teknologi yang bernama internet yang memudahkannya. Menonton anime, browsing, bahkan menyempatkan waktu untuk memainkan game yang ditujukan untuk perempuan yang ingin merasakan simulasi menjalin hubungan dengan saudara tirinya. Hasilnya? Oh lihatlah, penampilan Akashi sangat sempurna. Cara menatap, gesture, penampilannya, semuanya sangat mirip dengan karakter yang diajukan oleh ace Kaijou itu.
Click...
"Kagami-kun, ingatkan aku untuk menjadikan ini bahan ancaman untuk Akashi-kun nanti." Bayangan dari Seirin yang akhirnya mengalahkan Akashi tersebut berbicara dengan cahaya barunya. Kagami hanya bisa menahan tawanya hingga menangis, sedangkan Kise terlihat sangat senang dan tidak berhenti memotret Akashi dengan smartphone terbaru miliknya.
"Aku kira kau tidak akan melakukan hal ini, Akashi." Aomine mengelap air mata yang muncul karena ia tidak menyangka kaptennya akan melakukan dare hina macam ini.
"Aku tidak akan mundur dari tantangan yang diberikan, Daiki." Di dalam otak yang cerdasnya itu sudah berputar berbagai rencana bals dendam untuk Kise.
"K-ka-kakak... b-boleh minta foto b-bareng?" seorang gadis dengan rambut hitam sepunggung ikal dibagian bawah, berkacamata dengan frame hitam tipis takut-takut mendekati Akashi. Akashi sempat mengernyitkan dahinya sebelum mengangguk menyetujui permintaan gadis itu.
Gadis itu meminta izin untuk merangkul lengan Akashi dan Akashi menyetujui. Mereka berfoto tiga kali dengan berbagai pose dan Akashi yang tersenyum menyerupai Iori.
"Kyaaaaaaa! Terima Kasih Iori-san! Aaaaaa! Ema-chaaaaan~ Kamu harus foto OTP ku!" Gadis itu segera berlari menarik seseorang yang bercosplay menjadi Ema – heroine Brothers Conflict – ke arah Akashi.
"E-eh... S-sagara-san p-pelan pelan. I-ini aku mau memasang kontak lens dulu." Akashi dan Kiseki no Sedai yang lain serta Kuroko dan Kagami terpana melihat penampilan gadis itu. Ia bagaikan Ema dalam wujud nyata, 3 dimensi, bukan 2 dimensi.
Akashi melihat pupil bagaikan biji semangka tersebut. Entah mengapa ia merasa sangat dekat dengan sosok ini.
"Ergh... sudah aku bilang kan untuk memasang kontak lensnya dulu baru make up! Kou-chan gimana sih." Gadis yang diperkirakan berumur dua tahun diatas Akashi menggerutu kesal sambil menatap gadis tersebut.
"T-tapi aku kan tidak setuju untuk berdandan seperti ini!" perdebatan mulai terjadi di antara mereka.
"Ehm.." Akashi berpura-pura batuk untuk menarik perhatian kedua orang yang hampir terlibat perdebatan sengit itu. "Jadi?"
"T-tunggu sebentar, Iori-san! Aku dan Kou- ah, maksudku Ema akan segera kembali! Mohon tunggu sebentar ya!" gadis yang diketahui bernama Sagara itu menarik cosplayer Ema menuju salah satu pojok terdekat. Dari tempat Akashi, ia masih bisa mengawasi kedua orang yang entah mengapa menurutnya menarik. Ia bisa melihat bagaimana tangan terampil Sagara mendandani Ema – Akashi akan menyebutnya begitu hingga ia tau nama aslinya – dengan dandanan yang natural namun tetap terlihat cantik. Ema menggunakan sebuah chiffon dress berwarna peach dengan kepangan kecil di rambut dan hiasan bunga di baju dan rambutnya. Entah apa yang rusak dengan Akashi, ia merasa melihat Kouki-sensei yang sedang bercrossdress saat melihat gadis itu. Namun segera ia tepis pemikiran itu. Mana mungkin hal itu bisa terjadi, kan?
"Iori-san, boleh minta foto kalian yang saling berhadapan dengan menukar tatapan yang intens ala kekasih? Tolong pegang bagian pinggang dan tangan Kou- ah, maksudku Ema!" sagara mendadak menjadi seorang fotografer yang mengarahkan gaya kedua orang tersebut. Mengikuti arahan, mereka berpose sangat baik. Flash muncul dari kamera yang digunakan oleh Sagara.
"GYAAAAAAA! INI INDAH!" lagi-lagi Sagara menjerit. Sungguh, bahan fangirlingan bertambah adalah sebuah anugerah.
"Sagara-chan, Sagara-chan. Boleh aku ikutan?" Kise membuka kacamata dan topinya sebentar. Membuat gadis tersebut tidak menyangka jika dihadapannya berdiri Kise Ryouta sang atlet juga model terkenal.
"B-baik... S-selanjutnya, foto yang lain ya!" setelah itu, mereka bergerak mengikuti langkah kaki Sagara.
.
.
.
Sungguh, Akashi tidak tau jika bercosplay akan semelelahkan itu. Ia terus berusaha in chara sebagai pembuktian jika ia mampu. Dan entah sejak kapan ia masuk ke sesi foto bersama dengan Ema, juga Sagara sebagai fotografer. Akashi yakin jika gadis bernama Sagara itu memiliki cadangan energi yang sama seperti Kise. Ia terus melompat dari satu ide ke ide lainnya. Membuat berbagai macam pose untuk diarahkan dan dipotret dalam waktu singkat.
Sialnya, ia tidak tau jika koper yang dibawa oleh Sagara berisi berbagai macam kostum. Beruntung ia hanya perlu berganti kostum dengan sebuah tuxedo putih dan melakukan foto bak pre wedding. Akashi hampir menolak, namun ketika ia melihat Ema, semburat merah tipis hadir di pipinya. Sungguh, ia merasakan debaran anomali di jantungnya saat melihat gadis itu. Ia begitu mengingatkan dirinya dengan sosok Furihata Kouki. Selama photo session bak pre wedding itu Akashi terus menahan dirinya untuk tetap berperilaku sopan dan tidak melanggar asusila. Sungguh, lekukan tubuh Ema begitu menggoda dirinya, membuatnya ingin menyentuh tubuh itu lagi dan lagi.
Ah, mungkin Akashi butuh tidur untuk mengistirahatkan kembali jiwa dan raganya. Serta menghapus ingatan mengenai Ema... Hei! Ia tidak akan pernah yang namanya berpaling dari Furihata Kouki, meskipun akhirnya ada seorang gadis yang sangat mirip dengan senseinya itu.
.
.
.
"Otsukaresamadeshita Kou-chaaan~" Sagara berlari dan memeluk sepupu tercintanya yang membantunya seharian ini.
"A-aku masih kesal.. dan jangan menunjukan tatapan seperti anak kucing terbuang begitu, Sagara!" seorang laki-laki dengan rambut brunnete menatap kesal sepupu yang sedang memeluknya erat itu.
"Kenapa?" suatu pertanyaan retoris. "Kan Kou-chan sendiri yang bilang akan membantuku menyelesaikan portofolioku kali ini, kan? Jadi aku memanfaatkan bantuan yang sudah kau berikan~" Seseorang yang dipanggil Kou-chan tersebut hanya bisa mendengus. Sagara hanya tertawa melihat reaksi sepupu tercintanya.
"Oh, ayolah Furihata Kouki~ jangan ngambek seperti itu! Kau harus membantu sepupumu, ingat? Kan kau yang berjanji. Ah sudahlah, aku ingin tidur. Oyasumi." Sebuah kecupan mendarat di pipi Furihata Kouki.
Sungguh, ia tidak menyangka akan menjadi bahan untuk menambah portofolio gadis tersebut. Sepupu jauhnya itu merupakan keluarga yang masih berhubungan dengan Furihata selain kakaknya. Saat ini gadis itu sedang menginap di apartemen sederhananya untuk menyelesaikan portofolio miliknya.
"Hahh..." sebuah helaan nafas keluar dari mulut Kouki. Hari ini sungguh melelahkan untuknya. Ia berdandan atau mungkin bisa dibilang bercosplay menjadi Ema Hinata dari otoge Brothers Conflict. Entah mengapa saat berfoto dengan Iori tadi, ia sempat merasakan jika Iori tersebut memiliki aura yang sama dengan mantan murid dan mungkin seseorang yang ia cintai itu. Menjambak rambut frustasi, Kouki memutuskan untuk segera tidur. Ia tidak mau menginat saat-saat memalukan itu. Apalagi jika mengingat foto pre wedding dadakan dan hampir berciuman dengan orang itu. Sungguh, jantung Kouki tidak kuat mengingatnya.
.
.
Fin
.
.
Halo~ Ru kembali hadir—dan aaaaa Ru takut ini gak akan kelar tepat waktu /bergulng/ nyicil nyicil tetep aja masih ada 3 fic lagi harus selesai masa ._. oh well, makasih untuk yang review. Chapter kali ini berhubungan dengan chapter sebelumnya. Semoga kalian suka :") makasih banyak buat yang review, kalian menambah semangat Ru. Tidak berlama-lama, Mind to review?
Sign
.
.
Hiyuki Ru
