Chapter 2

.

.

Pagi ini Chanyeol sangat sibuk. Banyak dokumen yang harus dia tanda tangani. Ditambah lagi sekretaris lamanya yang sedang cuti hamil. Chanyeol benar-benar frustasi.

Tok tok tok

"Permisi Tuan sajangnim"

"Masuk", ucap Chanyeol tanpa mengalihkan penglihatan dari dokumen pentingnya.

Tiba-tiba saja seorang pria paruh baya dan wanita seksi nan montok memasuki ruangan Chanyeol. Wanita itu membawa sebuah map dan berjalan ke arah Chanyeol.

Pandangan Chanyeol masih tertuju di dokumen pentingnya. Setelah Pak Kim- asisten kepercayaan ayahnya berdehem Chanyeol kemudian mendongakkan kepalanya.

Betapa terkejutnya Chanyeol melihat seorang wanita bak bidadari ada di hadapannya. Chanyeol pernah mengenal wanita ini. Diva saat masih di kampusnya dahulu.

"Baiklah Pak Kim, ada urusan apa? Apa sekretaris pengganti sudah ada?", tanya Chanyeol to the point sembari menatap Pak Kim.

"Tepat sekali Sajangnim. Perkenalkan dia yang akan menjadi sekretaris baru anda. Namanya Eunsol, dia adalah manajer pemasaran kantor cabang di Incheon. Saya yakin dia cocok menjadi sekretaris anda, Sajangnim", jelas Pak Kim. Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

"Ehm.. Senang bertemu dengan anda Park Sajangnim. Perkenalkan nama saya Eunsol.", Eunsol membungkukkan badannya.

Bahkan di situasi seperti ini Chanyeol sempat melihat belahan dada Eunsol begitu jelas mengundang semua tatapan pria. Tapi Chanyeol seakan tidak peduli.

"Ah iya Eunsol, selama ini saya tidak pernah meragukan kinerja anda karena menurut laporan Pak Kim, anda benar-benar manajer yang profesional. Mulai hari anda resmi diterima menjadi sekretaris pribadi saya. Bekerjalah dengan baik", Chanyeol menyunggingkan senyum tipisnya. Dia sangat tidak suka basa-basi.

Mata Eunsol berbinar-binar. Sebenarnya Eunsol begitu mengagumi Chanyeol sejak dulu.

"Baiklah terimakasih Park sajangnim atas kepercayaan anda.", kembali Eunsol membungkukkan badannya.

Bukannya terpengaruh dengan tubuh seksi Eunsol, Chanyeol malah teringat pada Baekhyun-istrinya. Baekhyun lebih seksi, pikirnya.

.

.

Mata bulat Chanyeol menatap laptop kerjanya dengan serius. Chanyeol sangat lelah. Tapi dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Chanyeol selalu melakukan hal itu bila dia merindukan istri dan anak-anaknya.

Tok tok tok..

Terlihat sekretaris baru Chanyeol memasuki ruangan Chanyeol dengan membawa secangkir kopi panas ditangannya.

"Maaf Park sajangnim saya mengganggu anda. Saya lihat anda begitu sibuk, saya membawakan kopi untuk anda.", Eunsol melangkahkan kakinya ke arah Chanyeol.

"Ehmm tidak apa-apa. Terimakasih untuk kopinya, Eunsol. Tapi saya tidak bisa minum kopi", jujur Chanyeol sembari menyunggingkan senyum tipisnya mencoba menghargai Eunsol. Setelah itu dia kembali berkutat dengan laptopnya.

"Maaf Park sajangnim saya sungguh tidak tahu. Apa sajangnim ingin saya buatkan teh saja? Bagaimana?",Eunsol memasang wajah bersalahnya.

"Ya.. boleh.. terimakasih", jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

Belum sempat Eunsol keluar, tiba-tiba saja gebrakan pintu membuat mereka terkejut. Di depan sana Baekhyun berteriak sambil berlari kecil ke arah Chanyeol.

"Yeob-!" , Baekhyun mengentikan teriakannya melihat wanita seksi-Eunsol sedang berdiri dengan anggunnya.

Eunsol bingung. Dia sama sekali tidak mengenal Baekhyun. Eunsol memperhatikan mata Baekhyun yang seakan ingin menerkamnya.

"Yeobo siapa wanita ini? Jelakan padaku!", ujar Baekhyun dengan wajah juteknya. Baekhyun sudah menduga wanita ini selingkuhan Chanyeol.

"Astaga sayang.. kau ini baru datang sudah berburuk sangka, perkenalkan dia Eunsol sekretarisku", Chanyeol menghampiri Baekhyun.

Seakan mengerti Eunsol kemudian membungkukkan badannya. "Senang bertemu dengan anda Nyonya. Saya Eunsol", ucap Eunsol sopan.

Baekhyun menatap Eunsol geram. Siapa yang tidak geram dengan wanita itu? Bahkan dadanya terlihat jelas saat membungkuk. Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar.

"Ah iya.. saya Baekhyun, ISTRI CHANYEOL!", ucap Baekhyun lantang membuat Chanyeol yang berada di sampinya terkekeh.

"Ah maaf Nyonya Park saya tidak tahu. Kalau begitu sebaiknya saya keluar saja.", Dengan wajah merasa bersalahnya, Eunsol kemudian berlalu dari hadapan Baekhyun.

.

.

Setelah pulang dari kantor Baekhyun terlihat uring-uringan. Chanyeol yang sudah mengerti pun mencoba membujuk Baekhyun.

"Sayang jangan cemberut seperti itu. Eunsol itu hanya sekretaris baruku. Pengganti Minseok nuna", Chanyeol mencoba menjelaskan.

Tapi sekaan tidak peduli, Baekhyun asyik bermain dengan kedua buah hatinya. Tidak memperdulikan Chanyeol yang sedari tadi merengek tidak jelas.

"Sayang..", Dengan hati-hati Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang. Chanyeol tidak bisa diabaikan seperti ini.

"Hmm.. Pecat dia! atau aku tidak akan bicara padamu!", ujar Baekhyun acuh.

"Sayang.. jangan seperti ini. Eunsol adalah pegawai terbaikku. Apa salahnya?", Chanyeol mencoba bertanya karena dia begitu bingung kenapa Baekhyun berkata seperti itu.

"Kau ini tidak peka sama sekali? Dia itu wanita penggoda. Kau lihat saja pakaiannya seperti kurang bahan. Dan tatapannya itu.. dia terlihat menyukaimu, Chanyeol", Baekhyun mencoba menjelaskan kepada Chanyeol. Tapi Chanyeol malah tertawa. Baekhyun semakin kesal.

"Ohh.. jadi karena itu kau ngambek seperti ini? Kalau cemburu ya bilang saja sayang. Jangan gengsi seperti itu", bisik Chanyeol mengeratkan pelukannya. Chanhyun dan Chanhee yang sibuk bermain puzzle pun terlihat acuh dengan perlakuan orang tuanya.

"Siapa juga yang cemburu. Pokoknya aku tidak mau tahu! Sekarang pecat dia!", Baekhyun kembali mengeluarkan suara nyaringnya.

"Oke oke tapi ada syaratnya, bagaimana?", Chanyeol mulai menghembuskan nafasnya di sekitar leher Baekhyun. Membuat Baekhyun menahan desahannya.

"Apa?"

.

.

Ntah apa yang terjadi tiba-tiba esoknya penyakit mesum Chanyeol muncul. Dia menyuruh Baekhyun untuk memakai baju maid yang sangat sexy. awalnya Baekhyun menolak, tapi karena paksaan dan ancaman Chanyeol akhirnya Baekhyun rela memakai baju itu.

Tubuh mungil Baekhyun pun dibalut dengan baju maid yang begitu seksi, menampakkan belahan dada Baekhyun yang berisi disertai paha mulusnya.

"Astaga aku jadi seperti wanita penggoda jika seperti ini. Dasar Park bodoh. Dia kira aku ini apa", racau Bakhyun sambil mengancingkan baju ketatnya yang sedari tadi terlepas karena terlalu sempit. Bahkan dadanya terlihat mencuat.

Belum sempat Baekhyun mengancingkan bajunya tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri, Park Chanyeol.

"Nghh sayang kau membangkitkan gairahku", bisik Chanyeol. Bisa Baekhyun rasakan milik Chanyeol yang menempel padanya begitu keras.

"Hmm", Baekhyun berdehem pelan. Ntah kenapa Baekhyun tidak rela memakai pakaian seperti itu walaupun di depan suaminya sendiri.

"Ingat Chanyeol.. hanya 1 jam. Setelah ini aku akan mengganti pakaianku seperti semula", lirih Baekhyun dengan wajah kesalnya.

Chanyeol semakin mempererat pelukannya di tubuh mungil Baekhyun. "Kau pasti tidak ingin kan aku melirik wanita lain selain dirimu? Jadi turuti permintaanku sayang"

Baekhyun mendengus sebal mendengar penuturan Chanyeol. Ya benar, Baekhyun memohon pada Chanyeol untuk segera menggantikan posisi Eunsol, sekretaris baru Chanyeol. Sungguh Baekhyun tidak rela wanita sexy itu berada di dekat suaminya. Bisa-bisa Chanyeol tergoda.

"Iya iya aku turuti asal Eunsol tidak menjadi sekretarismu. Nghhh", Baekhyun mendesah di kala Chanyeol kini meremas payudaranya pelan.

Tangan Chanyeol tak henti-hentinya meremas payudara kencang Baekhyun. Baekhyun pun mendesah. Rasanya Chanyeol semakin tidak sabaran.

Dengan sigap Chanyeol pun memutar tubuh Baekhyun ke hadapannya. Alangkah terkejutnya Chanyeol melihat Baekhyun memakai pakaian yang dibelinya. Dua kata yang keluar dari mulut Chanyeol "Too hot", membuat pipi Baekhyun bersemu.

Kembali tangan Chanyeol menelusuri tubuh Baekhyun, merasakan setiap inchi kulit bersih Baekhyun membuat Baekhyun mengerang menahan gairah.

"Nghhh yeoboohhh", desah Baekhyun ketika Chanyeol menyentuh pusat kenikmatannya.

"Ya baekki? Kau sudah basah sayang", Chanyeol menelusupkan tangannya ke dalam underwear Baekhyun. Baekhyun mendesah kuat saat Chanyeol mulai menekan klitoris Baekhyun.

"Akhh Chanyeol ahh.. touch me sayangg", Baekhyun kembali mendesah. Moodnya yang jelek kini berubah menjadi nafsu yang menggebu-gebu. Sungguh Chanyeol memang pintar mempermainkannya.

Tanpa mendengar ocehan Baekhyun, kini Chanyeol sudah mendorong pelan tubuh Baekhyun ke ranjang. Ditindihnya tubuh mungil itu. Baekhyun kini berada di kungkungan Chanyeol.

Segera Chanyeol mencium bibir Baekhyun dengan kasar. Melumat dan memberikan gigitan kecil di bibir mungil Baekhyun. Baekhyun pun kemudian membalas ciuman Chanyeol.

Tak tinggal diam, tangan Chanyeol kini sibuk meremas payudara Baekhyun dengan gemas. Baekhyun semakin mabuk kepayang.

Baekhyun yang mulai sulit bernafas pun mendorong dada Chanyeol untuk menyudahi ciuman mereka. Ciuman itu terlepas, tapi Chanyeol segera mengarahkan kepalanya ke dada Baekhyun.

Chanyeol menghirup dada Baekhyun dengan sensual membuat Baekhyun merasa geli. Chanyeol menangkup kedua dada Baekhyun sehingga dada Baekhyun terlihat semakin membesar. Hal itu membuat Chanyeol semakin bersemangat melaksanakan tugasnya.

Dijilatinya belahan dada Baekhyun dengan cepat membuat sang empunya mendesah. "Ahh chanyeolhh gelii ahhkk"

Tangan Baekhyun kini terulur meremas rambut Chanyeol. Baekhyun kemudian mendorong kepala Chanyeol semakin dalam. Tanpa sadar Baekhyun merasakan dadanya begitu dingin.

Chanyeol sudah membuka kancing bajunya hingga payudara Baekhyun terlihat jelas karena Baekhyun memang tidak memakai bra.

Nafsu Baekhyun semakin memuncak dikala Chanyeol kini asyik mengulum putingnya dan mengemutnya seperti bayi yang kehausan. Sungguh Baekhyun benar-benar basah.

Tak sabaran kini Baekhyun menghentakkan badannya. Menempelkan vaginanya yang masih tertutup underwear ke arah selangkangan Chanyeol.

"Ahh", desah Chanyeol merasakan pergerakan Baekhyun. Chanyeol tau Baekhyun tidak sabar, tapi Chanyeol sengaja mengulur waktu untuk membuat Baekhyun meminta dimasukinya.

Kemudian Chanyeol semakin memperkuat hisapannya di puting Baekhyun. Membiarkan Baekhyun semakin bergairah.

"Ahh mmphhhh ngggghhhh", Baekhyun tidak bisa berhenti mendesah. Jujur dia begitu bernafsu saat ini. Tak sabar ingin merasakan penis Chanyeol. Tapi salahkan saja gengsinya yang begitu tinggi. Dia malu meminta.

Sudah sedari tadi vagina Baekyun berkedut-kedut. Mereka sudah melakukan foreplay sejak tadi, bahkan sebelum Chanyeol menyruhnya memakai pakaian maid.

"Hoekkkkkkkk", suara Chanhyun membuat Baekhyun langsung sadar. Baekhyun mendorong dada Chanyeol pelan.

"Chanhyun menangis sayang, pasti sudah terbangun dari tidur siangnya", bisik Baekhyun sembari mengecup bibir Chanyeol sekilas.

Helaan nafas Chanyeol terdengar sangat panjang. Sepertinya Chanyeol benar-benar bernafsu. Ingin sekali dia melanjutkan tetapi Baekhyun malah memilih pergi.

"Akhh mengganggu saja", Chanyeol merengut kesal karena anaknya selalu menggangu 'aktivitas' mereka.

.

.

"Sayang Chanhyun sepertinya lapar. Bisa kau suapin? Aku ingin menidurkan Chanhee. Dia terbangun", ucap Baekhyun.

Chanyeol yang sudah kehilangan mood mengangguk. Aktivitas weekend mereka memang selalu berakhir seperti ini. Kapan ada waktu berdua?

"Hmm", Chanyeol kemudian mengambil bubur yang disediakan Baekhyun dan mulai menyuapi Chanhyun yang terlihat rewel.

"Appapppa", ucap Chanhyun dengan suara khas bayinya.

"Baek", Chanyeol mengalihkan pandangannya ke arah Baekhyun yang sudah berpakaian normal. Baekhyun menoleh.

"Kenapa yeobo? pelankan suaramu. Aku takut Chanhee bangun.", Baekhyun mengingatkan.

"Itu.. karna kau sudah menghentikan aktivitas kita secara tiba-tiba, jadi kau harus mendapat hukuman", Chanyeol kembali menyuapi Chanhyun dan menanti jawaban Baekhyun.

"Jangan salahkan aku. Chanhyun menangis yeobo. Kita sebagai orang tua hidup mengurusi anak. Bukan hanya berbuat mesum setiap hari", Baekhyun melirik Chanyeol yang hanya mengangguk mengerti.

"Ya ya ya yeobo.. Baekhyunku sayang.. tapi tadi masih tahap awal."

Dahi Baekhyun mengernyit. "Hah? Tahap awal bagaimana? Aku sudah memakai pakaian maid. Emangnya apa lagi?", Baekhyun memutar bola matanya malas. Suaminya ini selalu memiliki ide-ide gila.

Senyum tercetak di wajah Chanyeol, tepatnya seringaian. "Setelah ini pakai pakaian suster seksi. Aku sudah membelinya. Bagaimana? Kita bermain dokter-dokteran sayang", Chanyeol menaikkan alisnya membuat Baekhyun tiba-tiba geram.

Kalau bukan karena Eunsol, semua ini pasti tidak akan terjadi. Mau ditaruh di mana muka polos Baekhyun. Hal-hal gila seperti ini bukanlah tipe Baekhyun.

"Yeobo, kau ini sakit atau apa? Aku tidak mau", tegas Baekhyun dengan suara lantang.

"Sstt nanti Chanhee bangun bagaimana? Sayang.. ini sudah kesepakatan kita. Kau harus menuruti permintaanku. Jadi lakukanlah. Apa salahnya melakukan hal itu?", Chanyeol kembali menaikkan alisnya.

Baekhyun bungkam. Sebenarnya dia ingin berontak. Tapi ini memang sudah kesepakatan mereka dari awal. Apa boleh buat.

"Emmm"

"Nah begitu dong! Yeaahhh!", teriak Chanyeol semangat membuat Baekhyun mempelototinya.

"Sssstt"

Chanyeol terdiam dan mulai melihat anaknya yang mengantuk.

"Chanhyun tidur ne sayang, jaga adikmu jangan sampai terbangun. Appa kan mau buat adik dengan ummamu.", bisik Chanyeol pelan. Takut Baekhyun mendengar kata-kata gilanya.

"Yakk Chanyeol kau bilang apa? Jangan racuni pikiran bersih Chanhyun dengan kata-kata kotormu!", Tiba-tiba saja Baekhyun sudah berada di dekat Chanyeol.

.

.

TBC

.

.

Gaje bingit nih cerita wkakakak. Lagi gada kerjaan nih jadinya pengen ngelanjutin ni FF. yuk mari diriview biar chan makin semangat buat lanjut. heheheh :D