Selamanya, Sehun menyukai Jongin.

Selamanya, Sehun mengagumi Jongin.

Selamanya, Sehun mengingat senyum Jongin.

Selamanya, hati Sehun tidak akan berubah untuk jongin.

Selamanya, Jongin akan tetap menjadi malaikat Sehun.

Dan Selamanya, Sehun mencintai Jongin.

Tapi,

Apakah Sehun akan berada di sisi Jongin untuk selamanya?

.

.


.

.

Title : Forever?

Main cast : oh sehun (yeoja) , kim jongin, xi luhan, kris wu and other exo member

Genre : drama, romance, angst (?)

Disclaimer : semua cast adalah milik tuhan dan dirinya sendiri tetapi ff ini dan oh sehun adalah milik saya #plakk

Warning : OOC, Genderswitch, typo(s), dll

.


.

Saat ini adalah jam istirahat kedua di kyunghee HS. Hampir semua murid berjalan dengan santai di koridor, ada yang menuju ke kantin untuk mengisi perut, ada yang ke toilet dan ada yang ke perpustakaan –untuk tidur-. Tapi tidak dengan sehun. Sehun terus berlari menerobos kerumunan murid yang sedang berjalan dan sesekali meminta maaf saat tubuhnya tidak sengaja menubruk murid lain.

"JONGIN! ... KIM JONG IN!"

Orang yang diteriakan namanya oleh sehun itu terus berjalan seakan tidak mendengar teriakan sehun. Dan itu membuat sehun mendengus.

"KIM JONGIN!" . Sehun menambah frekuensi (?) berjalannya sehingga ia berada tepat disamping jongin. "hay jongin!" ,sehun tersenyum lebar walaupun jongin tidak meliriknya. "jongin, ayo ke kantin bersama!", sehun tersenyum sehingga menampilkan eyesmilenya.

Jongin melirik sehun sebentar. "nugu?"

"kau.. tidak mengingatku?"

"memangnya kau siapa sehingga aku harus mengingatmu?!"

Dahi sehun berkerut, " Kau... tidak mengingatku?! Aku sehun... ah, ani! Aku oh thehun". sehun menunjuk-nunjuk rambutnya sendiri, berharap jongin mengingat sehun dari gaya rambutnya.

Jongin melirik sehun sebentar lalu membuang mukanya ke arah depan. "aku tidak mengenalmu, rambut aneh!"

Sehun menarik-narik lengan jongin yang terlapisi oleh baju seragam. "kkamjongie, jangan bercanda! Aku ini sehun.. masa kau tidak kenal aku?"

"jangan sok akrab denganku!" . jongin menepis tangan sehun yang berada di lengannya.

Sehun tersentak. Sambil menahan air mata yang akan keluar Sehun berdiri tepat di depan jongin, membuat jongin menghentikan jalannya. "a-apa? Jongin, apa kepalamu pernah terbentur pintu? atau pelajaran di sekolah ini terlalu menguras otakmu sehingga kau melupakanku?!"

"kau menghalangi jalanku" jongin berbicara dengan nada datar dan menerobos (?) sehun, membuat yeoja itu terhuyung.

Sehun terdiam dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Jadi, ini bukan lelucon? Jongin benar-benar tidak mengenalinya? Jongin benar-benar melupakannya? Apa sehun sangat mudah untuk di lupakan?

Dengan suara bergetar sehun memanggil jongin. "j-jongin, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu setelah kepergianku. Tapi, semudah itukah kau melupakanku? Apa aku sangat mudah untuk dilupakan? Padahal sedetikpun aku tidak pernah tidak mengingatmu, jongin!"

Jongin mendengar ucapan sehun barusan, tetapi ia terus berjalan tanpa memerdulikan sehun.

Sehun menghapus dengan kasar sebutir air mata yang menuruni pipinya. "JONGIN! JIKA KAU MEMANG MELUPAKANKU, AKU BERJANJI AKAN MEMBUATMU MENGINGATKU LAGI, APAPUN YANG TERJADI! KITA AKAN SEPERTI DULU LAGI ,JONGIN ! AKU BERJANJI AKAN MEMBUATMU INGAT KEPADAKU, JONGIN! AKU BERJANJI!"

Sehun berteriak, tidak perduli jika ia menjadi pusat perhatian seluruh murid yang berada di koridor saat ini. Setelah itu Sehun berbalik arah dan pergi menuju kantin untuk menyusul xiumin dan chen.

Sementara jongin terus melanjutkan jalannya. Jongin mendengar teriakan sehun, bahkan sangat jelas. Jongin tersenyum miring tanpa menghentikan jalannya. Dan menggumam-

"Janji? Cih, kau bahkan tidak menepati janjimu waktu itu, sehun!"

.

.

.

.

.

Jongin terus melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga yang membawanya ke atap sekolah. Setelah sampai, jongin membuka pintu yang yang menghubungkan tangga dengan atap sekolah itu dengan kasar. Lalu jongin berjalan ke arah meja yang tak terpakai yang berada di atap sekolah itu dan mendudukinya.

Jongin menjambak kepalanya frustasi.

Mengapa yeoja itu kembali ke kehidupan jongin?. Oh sehun atau yang lebih tepat adalah mantan sahabatnya yang sekarang sangat jongin benci.

Jongin menggeram dan berteriak dengan keras

"MENGAPA KAU KEMBALIII?! ARGGHHH..."

.

.

Flashback

Jongin kecil sedang duduk ditepi danau tempat biasa ia bermain. Kali ini wajah cerianya tergantikan dengan wajah -tiba tangan kanannya diangkat sedikit oleh seorang yeoja dengan tatanan rambut lucu.

Jongin menatap sehun bingung saat yeoja itu memasangkan sebuah gelang bertuliskan '1004' ke tangan kanan jongin. Setelah selesai, sehun melepaskan tangan jongin dan tersenyum kepada jongin yang sedang menatap sehun dengan ekspresi bingung itu.

"gelang itu pemberian terakhir dari eommaku, kkamjongie. Gelang itu thangat berharga untukku.-"

Jongin masih memasang wajah bingung.

Sehun kecil tertawa melihat ekspresi jongin yang kebingungan. "-berjanjilah untuk menjaga gelang itu thampai aku kembali, kkamjongie."

"thehunna, jangan pergi! Ulang tahun kita hanya tinggal tiga hari lagi". jongin merengek pada sehun seperti anak yang meminta di belikan permen kepada eommanya.

Ulang tahun sehun dan jongin memang sama. Maka, setelah mereka merayakan ulang tahun mereka dengan keluarga masing-masing, sehun dan jongin akan merayakan ulang tahun mereka di tepi danau dengan sebuah kue kecil dan dua lilin di atasnya. Hanya berdua.

"ich, thudah kubilang berapa kali thih, namaku itu thehun (sehun), bukan thehun!" sehun mempoutkan bibirnya lucu.

Jongin memang suka menggoda sehun, karna sehun terlihat lucu saat sedang marah.

"tidak bitha kkamjongie, thehun haruth ikut appa ke jepang. Kata appa ada thethuatu yang penting yang haruth dia kerjakan."

Jongin menundukan wajahnya, "apa itu artinya kita tidak bisa merayakan ulang tahun kita bersama kali ini?"

"ani! Kata appa, kami hanya pergi thebentar. Thehunna janji, nanti pada thaat ulang tahun kita, thehunna akan berada dithini. Dithamping kkamjongie. Dan kkamjongie haruth janji untuk menunggu thehunna bila thehunna belum datang. Oke?"

jongin berfikir sebentar. "yakso?"

"yaktho!" . lalu anak kelas dua sd itu menautkan jari kelingking mereka masing-masing.

.

.

.

Waktu terus berganti. Sekarang adalah hari ulang tahun jongin dan sehun.

Seperti janjinya pada sehun, jongin menunggu sehun di bawah sebuah pohon di dekat tepian danau. Jongin membawa sebuah kue tart kecil berwarna putih bertuliskan 'Happy birthday'.

Jongin melihat jam tangan hitam dengan gambar batman itu. Jarum yang kecil menunjuk ke angka lima, berarti sudah lima jam jongin menunggu. Tapi jongin yakin sehun pasti datang.

Sehun pasti menepati janjinya.

Detik berganti menit, dan menit berganti jam. Hari sudah gelap jarum pendek yang berada di jam tangan jongin sudah menunjukan pukul 8 malam, tetapi jongin masih duduk di bawah pohon menunggu sehun.

Angin terus berhembus, sepertinya akan hujan malam ini. Jongin kedinginan, sesekali ia menggosokkan telapak tangannya lalu menempelkannya ke pipinya sendiri untuk mengurangi rasa dingin.

air mulai jatuh sedikit-sedikit dari langit membasahi bumi. Tapi jongin masih bertahan. Dan hujan gerimis itu berubah perlahan menjadi hujan lebat. Tapi jongin masih tetap bertahan sambil melindungi kue yang ia bawa agar tidak terkena air hujan.

"jonginie! Aigoo ternyata kau disini?!" .

jongin menoleh ke arah sumber suara. Jongin melihat chanyeol –hyung yang hanya berbeda satu tahun darinya- sedang menghampiri jongin dengan sebuah payung berwarna pink melindungi tubuhnya sendiri dari air hujan.

Chanyeol menyerahkan sebuah payung berwarna oranye kepada jongin. "sedang apa kau disini?! Kau tahu? Eomma sangat mengkhawatirkanmu! Kajja kita pulang, sebelum appa pulang dari kantor!"

Jongin bimbang.

Bagaimana bila sehun datang tetapi jongin tidak ada di sini? Tetapi ini sudah terlalu malam, lagipula tubuh jongin sudah menggigil kedinginan.

Jongin meletakkan kue yang ia bawa di tanah lalu berdiri dan membuka payung oranye itu. Dan jongin pergi bersama chanyeol dengan perasaan sedih.

Jongin berbalik dan menatap sendu ke arah kue yang ia tinggalkan di bawah pohon. Kue yang dia beli dari hasil tabungannya bersama sehun. tapi kini, kue itu hancur terkena air hujan, sama hancurnya dengan hati jongin.

Jongin kecewa.

jongin bertanya dalam hati ' mengapa? mengapa sehun tidak datang? Mengapa sehun tidak menempati janjinya?'

.

.

.

Hari terus berganti minggu, mingu terus berganti bulan, bulan terus berganti tahun.

Tiga tahun sudah berlalu. Tiga tahun sehun dan jongin tidak merayakan ulang tahun mereka bersama. Dan Tiga tahun jongin menunggu sehun, berharap sehun kembali.

Hari ini adalah hari ulang tahun sehun dan jongin.

jongin menunggu sehun di bawah pohon yang berada di tepi danau, seperti tahun-tahun sebelumnya. jongin selalu menunggu sehun di tempat biasa, berharap sehun akan datang menepati janjinya.

Tapi sehun tidak datang.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Jongin menghembuskan nafasnya, Ia harus pulang sekarang. Jongin sadar diri, ia masih kecil untuk pulang lebih larut dari ini. Jongin berdiri dan meninggalkan kue tart yang tadi dia bawa di bawah pohon.

Jongin kecewa lagi, sehun tidak menepati janjinya.

Jongin terus melangkah pulang menuju ke rumahnya. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, ia bingung ketika pekarangan rumahnya terlihat ramai. Bahkan ada mobil polisi.

Jongin terus berlari ke dalam rumah dan menemukan chanyeol yang sedang menangis tersedu-sedu.

Dengan ekspresi bingung, Jongin menghampiri chanyeol "hyung? Ada apa?"

Wajah chanyeol yang sedari tadi menunduk kini menatap lurus jongin. Senyuman yang biasanya melekat di wajah hyungnya itu kini tergantikan dengan wajah terluka dan amarah.

chanyeol mendorong jongin sehingga jongin tersungkur.

"hyung..."

"diam kau sialan!" . dengan mata yang masih mengeluarkan liquid bening, chanyeol meraih kerah baju jongin dan sedikit mengangkatnya sehingga membuat jongin agak susah bernafas.

"INI SEMUA GARA-GARA KAU! BRENGSEK!"

"Hyung... a-ada apa dengan mu? Apa salahku?"

Chanyeol semakin geram. "KAU TAHU?! APPA MENINGGAL, JONGIN! MENINGGAL!-"

Jongin terbelalak. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Tidak mungkin! tadi appanya masih baik-baik saja! Appa nya tidak mungkin meninggalkannya.

"- DAN ITU SEMUA KARNA KAU! APPA JADI KORBAN TABRAK LARI, ITU KARNA KAU ! TADI APPA KELUAR UNTUK MENCARIMU! SEANDAINYA KAU TIDAK PERGI, SEANDAINYA APPA TIDAK MENCARIMU, MAKA APPA MASIH TETAP BERSAMA KITA! KAU PENYEBABNYA JONGIN, KAU PENYEBABNYAA! Hiks.." chanyeol melepaskan tangannya yang berada di kerah baju jongin dan jatuh terduduk dengan tangis yang semakin kencang.

Jongin shock. Ia tidak percaya ini terjadi. Perlahan air mata mengalir dengan deras di pipi jongin. Seandainya ia tidak menunggu sehun, seandainya sehun menepati janjinya, maka tidak akan seperti ini kejadiannya.

Suara sirine ambulance masuk ke pendengaran jongin. Pintu belakang ambulance terbuka dan para perawat mengeluarkan ranjang dorong (?) yang terdapat tubuh appa jongin diatasnya.

Jongin berjalan dengan gontai menghampiri tubuh appanya yang sudah tak bernyawa.

"hiks.. appa... kajima appa, jangan tinggalkan jongin.. mianhae.. ini semua karna jongin hiks.. appa kajima hiks..." jongin menangis tersedu-sedu disamping jenazah ayahnya. Jongin memeluk tubuh appanya itu seakan tak ingin kehilangannya. "appa hiks.. bangun appa! K-kalau appa bangun.. Jongin janji tidak akan nakal lagi.. hiks.. jong-jongin janji tidak akan keluar malam lagi, appa! Bangun appa hiks... hiks kajima.."

Perlahan eomma jongin mendekati jongin dan mendekap jongin sambil menangis, lalu berkata dengan lembut. "ini semua bukan salah jongin hiks, ini takdir tuhan"

Jongin menggeleng dalam pelukan eommanya itu. Jelas-jelas ini salah jongin dan... sehun.

seandainya sehun tidak menyuruh jongin berjanji untuk menunggunya, seandainya sehun menepati janjinya itu, maka semua ini tidak akan terjadi. Ya, ini karna sehun.. sehun dan dirinya lah yang bersalah.

Perlahan mata dan hati jongin terisi oleh kebencian. Jongin berucap di dalam hati-

'AKU MEMBENCIMU, OH SEHUN!'

.

.

.

.

Flashback off


Sehun terus melempar lempar kertas kecil kearah jongin. Tetapi jongin hanya diam mengacuhkan sehun. Sehun tidak menyerah, terus-menerus sehun melempari jongin dengan gumpalan kertas kecil.

Berkali-kali xiumin menasihati teman sebangkunya itu agar berhenti meneror jongin dengan cara menimpukinya menggunakan kertas. Akhirnya Xiumin menyerah saat omongannya tidak di dengar, dan xiumin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman sebangkunya itu.

Padahal di depan kelas mereka ada guru yang sedang menulis rumus fisika di papan tulis.

Sehun sudah mengangkat tangannya, bersiap untuk menimpuki jongin entah yang keberapa kalinya, tapi-

"Ya! Oh sehun! Apa yang sedang kau lakukan?!"

Sehun tersentak, masih dengan tangan yang terangkat ke atas, sehun menoleh ke arah guru yang tadi menegur sehun.

"a-anu... err...a-aku... a-ku"

"kau tidak memperhatikan pelajaran ku rupanya eoh? Sekarang keluar dari kelas ini!"

"t-tapi sonsaeng-"

"ya! Aku bilang keluar!"

Sehun tidak bisa beralibi lagi, terpaksa ia harus menuruti guru yang menurut sehun mirip dengan sooman –artis terkenal- itu untuk keluar kelas.

.

.

.

Sehun terus melangkahkan kaki keliling sekolah. Untung saja guru itu hanya menyuruh sehun keluar dan tidak memberi hukuman lain. Sekolah sangat sepi dikarenakan para murid dan guru sedang berada di dalam kelas.

Sehun melangkahkan kakinya menuju ke belakang sekolah. Mungkin saja ada yang menarik.

Setelah beberapa menit, akhirnya Sehun sampai ke belakang sekolah. Di sini banyak pohon dan terlihat nyaman walaupun kelihatannya tidak terurus. Sehun mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.

Lalu mata sehun menyipit karna melihat orang lain selain dirinya sedang duduk bersender pada sebuah pohon. Sehun menghampiri orang itu.

Sehun kaget.

Bukan, bukan karna orang yang ia lihat sekarang adalah sunbae yang waktu itu menempernya dengan bola, tetapi karna sesuatu yang sedang dihisap namja itu.

Rokok.

Sehun duduk disamping namja itu, dan namja itu menyadari kehadiran sehun.

Luhan melepaskan rokok dari mulutnya, dan menyapa sehun sambil tersenyum "kita bertemu lagi pucca!"

"ya! Aku bukan pucca! Namaku oh sehun"

"pucca juga bukan panggilan yang buruk kok. Namaku luhan" ,luhan menghisap lagi rokok yang berada di tangannya itu.

Entah mengapa sehun jadi kesal sendiri melihat sunbaenya itu merokok. "sunbae, kau membolos pelajaran hanya untuk merokok? Ckckck.. sunbae, kau tahu? Merokok dapat merusak paru-parumu dan rokok akan membunuhmu secara perlahan. Rokok itu tidak ada gunanya! Dengan merokok, kau hanya membuang uang saja. Daripada membeli rokok lebih baik uang itu kau tabung!"

"mengapa kau bawel sekali? Kau juga membolos pelajaran"

"aku kan hanya mengingatkanmu. Dan aku juga tidak membolos! Err.. aku dihukum"

"woah hebat sekali dirimu. jadi murid baru tetapi langsung kena hukum. ckckck" ,Luhan menggelengkan kepalanya.

Sehun memukul lengan luhan dengan pelan. "YA! Hey sunbae, Merokok dapat merusak tubuhmu lho! Apa kau tidak menyayangi tubuhmu sendiri?"

"aku lebih menyayangimu" . luhan mengucapkannya dengan santai.

Sehun memutar bola matanya malas "sunbae, kalau kau menggodaku lagi, maka tanganku akan ku letakkan dengan keras ke pipimu!"

"jika kau melakukannya, maka aku akan meletakkan bibirku dengan keras ke bibirmu!". Luhan tertawa melihat wajah kesal sehun, karna terlihat sangat lucu.

Perlahan sehun mengambil lolipop yang berada di saku blazernya lalu membuka bungkusnya.

Tiba-tiba sehun mengambil paksa rokok yang sedang luhan hisap dan membuangnya, dan hal itu tentu saja mendapat protesan dari luhan.

Dan tiba-tiba lagi, sehun memasukkan lolipop tanpa aba-aba ke mulut luhan, membuat luhan agak tersedak. Luhan menatap tajam sehun.

sehun mengambil satu lagi lolipop dari saku blazzernya lalu membuka bungkusnya, setelah itu ia memasukan lolipop itu ke mulutnya sendiri. "mengapa menatapku seperti itu? Tenang saja, yang aku masukan ke mulutmu itu bukan racun kok, tapi sesuatu yang paling manis di dunia"

luhan menatap sehun datar. "sesuatu yang paling manis di dunia?". luhan lalu mengeluarkan lolipop dari mulutnya dan mencium pipi sehun dengan cepat, membuat sang empunya membelalakan mata.

"ternyata teorimu salah sehun! Ada yang lebih manis dari lolipop dan itu dirimu!"

Setelah mengatakan itu, luhan terpaksa harus merelakan pinggangnya menerima cubitan pedas dari sehun.

.

.

.

.

Teretteretterettt (suara bel /?)

Murid-murid kyunghee HS bersorak gembira saat terdengar bunyi bel pertanda kelas sudah berakhir. Begitu juga sehun.

Sehun merapikan tasnya dan berjalan keluar kelas setelah mengucapkan kata 'selamat tinggal dan hati-hati di jalan' kepada xiumin.

Sehun berjalan agak cepat ketika mengetahui ada jongin yang berjarak beberapa langkah darinya. Sehun tersenyum lebar dan menyapa pemuda berkulit tan itu dengan ceria. "Hay jongin!"

Bukannya menjawab jongin malah melangkahkan kakinya semakin cepat. Sehun juga melangkahkan kakinya agar tak tertinggal oleh jongin.

"jongin, sebelum pulang ayo makan es krim bersama! Kau masih menyukai es krim rasa melon kan? Ah, aku tahu seleramu pasti belum berubah dari dulu, Iyakan iyakan?". Sehun terus membuntuti jongin, "Kalau bicara soal es krim aku jadi ingat kejadian waktu dulu. Saat itu kita akan ke kedai bibi jung tetapi saat di jalan kau tidak sengaja menendang batu sehingga batu itu mengenai anjing bulldog milik paman kang yang terkenal sangat galak itu. Bukannya mendapatkan es krim yang manis, tapi kita malah di kejar-kejar oleh anjing galak itu. Aku masih mengingat wajahmu yang hampir menangis saat itu hahaha"

"bisakah kau berhenti mengoceh? Kau ini cerewet sekali!" jongin melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.

"ya! Bahkan kau dulu lebih cerewet dariku"

Jongin terus berjalan tanpa menghiraukan sehun yang sekarang sedang mengoceh panjang lebar tentang masa lalu mereka.

"jongin, apa kau masih sering tertidur di sembarang tempat? kkk~ dulu kau sering sekali tertidur di danau saat bermain denganku, dan aku akan mengerjaimu dengan mencoret-coret waja-"

Omongan sehun terhenti saat jongin berbelok kearah kiri. "O, kau mau ke parkiran ya? Selamat tinggal jongin! Hati-hati di jalan ya" sehun melambai-lambaikan tangannya dengan ceria walaupun jongin terus berjalan dan tak menanggapi omongannya.

Setelah itu sehun menghampiri Ahn ahjussi –supir keluarga sehun- yang telah menunggu di gerbang.

.

.


Donghae dan daehyun sedang berada di ruang keluarga saat ini. Keduanya sedang tidak lembur sehingga mereka bisa bersantai.

Sesekali donghae mengelus surai kecoklatan milik daehyun yang sekarang sedang bersandar di dadanya yang bidang.

"chagi terkadang aku heran, mengapa kau setiap hari bertambah cantik ya? Heumm, Apa setiap pagi kau selalu mengkonsumsi peralatan make up?"

Daehyun mencubit hidung donghae pelan, tetapi donghae meringis berpura-pura kesakitan. "ya! Gombalan macam apa itu?!"

Donghae terkekeh. Baru saja ia ingin menggombali istrinya itu tetapi sebuah teriakan mengganggunya-

"aku pulaaaanggg!" sehun berlari dari arah pintu dan membuang tasnya asal. Setelah itu sehun merebahkan dirinya dengan paha daehyun sebagai bantalan.

Daehyun tersenyum dan mengelus surai sehun dengan sayang. Donghae juga tersenyum kecil ketika melihat sehun menceritakan hari pertamanya di sekolah, dan daehyun menanggapinya dengan antusias.

Donghae berfikir, mungkin membiarkan sehun sekolah di tempat umum bukan sesuatu yang salah. Perlahan memorinya mem-flashback kejadian saat sehun meminta untuk bersekolah.

.

.

.

Flashback on

.

.

.

Donghae menghentikan kegiatan mengetik proposalnya saat terdengar ketukan pintu.

"masuk"

Donghae tersenyum ketika putri saljunya –sehun- masuk ke ruang kerjanya dengan membawa sebuah nampan dengan secangkir teh hangat diatasnya.

Sehun memeluk donghae yang masih duduk dikursi kerjanya itu dari belakang.

"ada apa putri salju menemui sang pangeran tampan ini, heum?" donghae pun terkekeh.

"putri salju merindukanmu pangeran, apa pangeran tidak merindukan putri salju?" sehun mempoutkan bibirnya masih dengan memeluk appanya itu.

Donghae terkekeh "tentu saja aku merindukan mu sayang". Sehun tersenyum menampilkan eyesmilenya.

Donghae memutar kursi kerjanya hingga berhadapan langsung dengan putri bungsunya itu. Perlahan sehun mulai berlutut dan menidurkan kepalanya di kedua paha donghae. Donghae tersenyum dan mengelus rambut anaknya itu.

"Appa, aku ingin sekolah!" ungkapan sehun itu membuat tangan donghae yang sedang mengelus surai kecoklatan anaknya itu berhenti.

"sekolah?" donghae mengerutkan dahinya.

"iya, sekolah ditempat umum seperti dulu, bukan bersekolah dirumah"

"tetapi kau yang sekarang dengan kau yang dulu itu berbeda, sayang"

Sehun berdiri di hadapan donghae. "aku masih sama appa, apa yang berbeda denganku?"

"sehun-"

"appa.. jebal! aku janji ini adalah permintaanku yang terakhir"

Donghae berdiri dari kursi kerjanya dan menatap tajam sehun. "apa maksudmu sehun?!"

Sehun tersenyum sendu. "appa, jangan menyembunyikannya. Aku tahu semuanya. Jika memang hidupku tidak lama lagi, maka biarkan aku menemukan kebahagiaanku appa. biarkan aku 'menemukannya' "

"appa tidak mungkin mengizinkannya sehun!. Dulu appa menuruti kemauanmu untuk tidak kemoterapi. Dan sekarang apa kau berfikir bahwa appa akan mengizinkanmu bersekolah dengan kondisi seperti ini?!"

Sehun mengeluarkan liquid bening dari matanya dan berlutut sambil memeluk kaki appanya. "appa, jika seandainya sisa umurku hanya lima menit, aku tidak apa-apa asalkan aku sudah melihat 'dia' tersenyum untukku. Aku benar-benar tidak apa-apa, appa!"

Donghae mulai mengeluarkan air mata dan berlutut mensejajarkan dirinya dengan putri saljunya itu, lalu donghae membawa sehun kedalam pelukkannya.

"mungkin aku memang banyak merepotkanmu, dan aku tahu kau menghabiskan uangmu untuk biaya pengobatanku. Tapi, aku mohon kabulkan permintaanku kali ini, appa hiks... izinkan aku bersekolah di tempat yang sama dengannya, Hanya lima bulan aku janji hiks.. setelah itu aku akan menuruti semua permintaan appa, jika appa menyuruh ku operasi maka aku akan menuruti appa, apapun resikonya. Hiks.. aku tidak akan meminta apa-apa lagi hiks... aku hanya ingin menemui 'nya', mungkin untuk yang terakhir kali. Appa.. jebal.. hiks jebal"

Donghae menegelus punggung anaknya itu. "sehun, bagiku kau lebih berharga dari apapun bahkan dari nyawaku sendiri. Aku akan mengorbankan segalanya untukmu bukan hanya uang, jika seandainya penyakitmu bisa di pindahkan kepada orang lain, aku rela menggantikanmu. Apapun akan kuberikan padamu, sehun. Kau tahu? Kau adalah belahan jiwaku, maka Jika kau bahagia, aku juga akan bahagia. Dan jika kau terluka, aku akan merasakan luka yang lebih sakit darimu. Jika bersekolah ditempat umum adalah keinginanmu, maka baiklah. Aku mengizinkanmu"

Sehun tersenyum mengeratkan pelukannya "hiks.. kau adalah appa terbaik yang ada di seluruh jagat raya, appa. Aku beruntung sekali karna kau adalah appaku. Aku berterima kasih pada tuhan karna ia menjadikanku sebagai anakmu hiks..."

Donghae tersenyum dalam tangisnya. "dan aku beruntung karna tuhan telah merelakan malaikat kecilnya untuk hidup bersamaku."

.

.

.

TBC


A/N

Huhuhu.. angst nya gagal banget pasti. Sebenernya saya gak bisa bikin angst, tapi malah maksa bikin angst.

Kemungkinan di chapter depan kyungsoo bakal muncul.

Maaf kalo ceritanya membosankan, terlalu kayak sinetron, dll

Saya masih belajar :-D

oh iya, terima kasih untuk yang sudah mereview, memfollow, dan memfaforitkan ff gaje saya..


Balasan review:

Arcan's Girl : kejam tapi cantik hehehe~

Nagisa Kitagawa : jangan di bayangin wkwk. luhan sukanya sama author #plakk. udah tahukan jawabannya?. ini udah lanjut yaa..

Mr. Jongin Albino : iya wkwk.. duh sadis amat..

Kihae forever : kaihun momentnya sedikit karna jongin masih kesel sama sehun... ini udah lanjut yaa

dia luhane : udah tahukan jawabannya? wkwk

urikaihun : mungkin tatapan cinta hhehe. iya ini udah lanjut yaa

izz sweetcity : maapkan diriku :( . kris juga biasku hhehe. seru? makasih yaa^^. yeay jawaban kamu benar! ini udah lanjut yaa

LKCTJ94 : ciyee.. maapkan aku :( . ini udah kebagian tapi sedikit hhehe

daddykaimommysehun : iya kasian yaa. udah tahukan sekarang?

kiky seyeong : iya, maapkan diriku :(

kapel : duh gak bisa bikin angst sebenernya T.T , ini udah lanjut yaa my sekaisistah :* . tengkyu dukungannya

evvkris : udah lanjut yaa..

maaf jika ada kesalahan nama dan maaf juga jika ada yang tak tersebut.

jujur, review dari kalian ngebikin saya semangat ngetik loh hehe makasih :*

so review lagi?

.