© crownacre, 2015
DIFFERENTIATED STEPS
meski langkahku dibedakan aku akan tetap melangkah
(sad)omance, hurt/comfort, fantasy | T to M rated | Chaptered
everything in the story is mine except the cast
don't like one or all of the story? don't read.
.
What Jihoon Think?
Sekolah? Maksudmu—tempat untuk belajar itu, 'kan?
Tidak, tidak ada tempat bertemu teman. Aku tidak memiliki teman di sana—tidak ingin, tidak berniat untuk memiliki teman walaupun hanya satu di sana. Teman… buatku berarti seseorang yang akan bertemu dengan intensitas enam kali dalam tujuh hari. Sungguhan enam kali karena aku tidak berniat untuk bertemu dengan mereka di akhir pekan meski mereka meminta. Oh, lagi pula tidak ada yang mau memintaku melakukan itu.
Hey, jangan menasihatiku. Aku tahu, aku tidak seharusnya begini, tapi bagaimana lagi? Aku sudah bosan dengan mereka yang berlebihan, menendangku menjauh seolah aku adalah kesalahan padahal aku tidak pernah sedikitpun berniat menyakiti. Mereka selalu menilaiku si jahat, itu yang membuatku tidak ingin berdekatan dengan mereka. Jadi—memutuskan untuk bersekolah dan hanya menjadi siswa diam yang tidak berniat berteman adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranku.
Mereka bilang aku terlalu dingin dengan wajah manis yang menarik—oh, pendengaranku memang cukup baik—, tapi aku tidak peduli. Aku akan tetap menjadi diriku yang dingin meski mereka berharap aku menjadi seseorang yang hangat dan penuh senyuman. Seperti anak kecil yang lugu dan selalu membawa energi positif karena tingkah menyenangkannya.
Alasanku seperti ini? Apa kurang jelas? Aku tidak suka mereka yang sangat ingin menghabisi vampir, padahal kami tidak pernah berniat menyakiti mereka. Kami bahkan menggunakan darah hewan untuk makanan, bukan darah manusia. Kami mengikir gigi taring kami tiap bulan meski rasanya sakit. Kami membiarkan hormon kami berubah sedikit demi sedikit, membuat mata merah berubah menjadi ungu karena kekuatan darah hewan yang tidak sehebat darah manusia. Kami mengorbankan banyak hal untuk mereka, tapi kenapa mereka tetap ingin mendorong kami menjauh? Itu menyakitiku—sungguh.
Sekarang aku berada di sekolah baru, setelah aku mengalami banyak cobaan, dikucilkan dan diberi tatapan tidak suka bercampur takut, aku memilih untuk pindah. Pindah bersama keluargaku ke tempat yang lebih baik, lebih dekat dengan banyak teman-teman vampir ayah yang kata mereka tempatnya cukup aman dibanding tempatku tinggal sebelumnya—sejujurnya aku tidak yakin apa makna aman itu. Tapi aku sungguhan berharap bahwa tempatku tinggal kali ini sungguhan aman.
Sekarang, di tingkat dua sekolah menengah atas di sekolah baruku, aku memutuskan untuk tidak berteman. Jika sebelumnya aku memiliki satu teman di sekolah lama dan ia menerimaku, aku pikir tidak lagi untuk saat ini. Aku akan membiarkan diriku hanya menjadi si misterius yang dingin agar tidak ada yang mau mengorek apapun tentang diriku.
Ah, ya, sepertinya alarmku baru saja berbunyi. Itu alarm berangkat sekolah. Aku perlu berangkat sekarang, semoga aku bisa menjalani hari pertamaku dengan baik di sekolah baruku. Kali ini aku akan melakukan yang terbaik, aku tidak akan di keluarkan lagi dari sekolahku. Semangat, Lee Jihoon!
tbc.
