"KISS ME"

Author: Yuki park (Yuki)

Cast: Park Chanyeol Byun Baekhyun

Others Cast: Xi luhan, Oh sehun, Do kyungsoo, Kim Jongin, Wu Yi Fan (jarang muncul)

Rate: T aja

Genre: Romance, school life

Summary: Tentang usaha baekhyun yang ingin menjadi kekasih park chanyeol lelaki cuek dan jarang tersenyum mempunyai wajah tampan dan otak cerdas berada di kelas unggulan berbanding dengan baekhyun. apakah chanyeol akan mau?

Disclaimer : fanfic ini terinspirasi dari drakor NAUGHTY KISS, jalan cerita yang berbeda tapi karakter yang sama dan ada beberapa moment yang sama bisa di bilang NAUGHTY KISS CHANBAEK VERSION.

Warning: This is fanfic Yaoi Boyxboy Cinta sesama jenis SEKALI LAGI CINTA SESAMA JENIS If you not fujoshi go away;3

DONT BE PLAGIATOR AND BASH ME

IF YOU DONT LIKE YAOI PLEASE CLOSE THIS FANFIC

"~~~HAPPY READING~~~"

Chanyeol memasuki kelas baekhyun tepat nya kelas XII-D yang pasti bukan kelas unggulan seperti kelasnya.

"Permisi saem saya disuruh kim songsaengnim memanggil siswa yang bernama byun baekhyun"
Ucap chanyeol sesopan mungkin dan jangan lupakan wajah datar nya tidak ada senyum sedikit pun ketika ia mengucapkan kata itu.

Sungguh mahal kah senyum mu park chanyeol?

Jung songsaengnim yang lagi mengajar kelas baekhyun berhenti menjelaskan ketika melihat chanyeol dengan wajah datar berbicara padanya dan memanggil satu siswa.

"Apakah kau melihat lelaki yang diluar sana?"
Jung songsaengnim berkata sambil melirik pintu masuk yang kebetulan ada kepala baekhyun sedikit dan langsung hilang seketika saat chanyeol menoleh mengikuti arah tunjuk jung songsaengnim. Kata kasar nya baekhyun sedang mengintip apa yang di tanyakan pangeran nya itu.

Baekhyun gelapan sendiri ketika ketahuan mengintip apalagi tadi chanyeol pasti melihat nya ketika ia menarik kepala nya menjauh dari celah pintu secara cepat.

Sibuk menormalkan detak jantung baekhyun tak menyadari jika pangeran yang sedari tadi sudah berada di samping nya dan menghadap kearahnya.

Chanyeol hanya menatap datar kearah baekhyun yang sedang sibuk mengelus dada nya karena jantung yang sedari tadi berdegup kencang.

"Apa kau bernama baekhyun"

Baekhyun terlonjak kaget ketika mendengar suara ini bagaimana tidak dia hafal betul suara orang yang mencuri hatinya suara orang yang di idam-idamkan nya selama suara orang yang di sebutnya pangeran.

Dengan gerakan slow motion baekhyun membuka mata dan menoleh kearah sumber suara yang ada di samping nya.

"N-Ne"

"Kau di panggil oleh kim songsaengnim diruangannya"

Raut wajah baekhyun berubah seketika yang tadi terlihat sangat gugup seperti orang bodoh sekarang malah terlihat wajah membingungkan yang sangat menggemaskan tapi tidak bagi chanyeol, baginya itu terlihat biasa saja.

"Kenapa si botak memanggilku"
Gumam baekhyun kepada dirinya sendiri bukan kepada chanyeol, ia terlihat berpikir.

"Pergilah sekarang"

Setelah mengatakan itu chanyeol berlalu melewati baekhyun yang masih bergumam tak jelas.

Seolah sadar dengan semua gumamannya baekhyun melihat kesamping tempat chanyeol berdiri tadi tapi ia tak menemukannya sampai ia melihat kearah koridor dan terlihat chanyeol sedang berjalan dengan santai nya dan jangan lupakan tangan yang berada di kedua saku celananya terlihat dari punggungnya bahwa ia sedang memasang wajah andalannya yaitu datar.

"Tunggu"
Teriak baekhyun sambil mengejar chanyeol yang masih berjalan dan tak menghiraukan teriakan menggelegar baekhyun.

Saat sudah merasa dekat dengan chanyeol baekhyun menghentikan larianya dan berjalan di belakang chanyeol dengan jarak 5 langkah di belakang chanyeol.

'Bagaimana bisa aku menyukai manusia se cuek ini'- batin baekhyun

"Kenapa botak memanngil ku?"

"Apa ia ingin minta rekomendasi shampo agar rambutnya tumbuh"

"Ahh atau jangan-jangan ia mau mencukur rambutku agar botak sama sep- Aww"

Baekhyun memekik sakit ketika kepalanya menabrak punggung seseorang.

"Bisakah kau diam"

Ucap si pemilik punggung sambil membalikkan tubuhnya dan menatap baekhyun yang tengah menggosok puncak kepalanya.

"Kenapa kau berhenti tiba-tiba eoh? Kau tau kepala ku sangat sa-

Perkataan baekhyun terhenti itu karena chanyeol mengapit bibir baekhyun dengan jari-jari tangan nya hingga jadilah bibir baekhyun maju beberapa centi akibat jepitan itu.

"Kau bisa diam?"
Chanyeol berkata dengan semua kata yang penuh penekanan saat ia mengatakannya.

Baekhyun hanya menunduk dan menepis pelan tangan chanyeol untuk mejauh dari bibir nya bukannya baekhyun kesal karena bibir nya di jepit dengan tidak elitnya tapi yang membuat baekhyun ciut adalah gerakan spontan chanyeol yang menyentuh bibir nya membuat darahya berdesir dan mengalir dengan cepat.

'Lebih baik kau bungkam bibir ku dengan bibir sexymu dari pada jari itu'-batin baekhyun

"Maaf"

"Kau jalan duluan"

"Memangnya kenapa?"

"Karena kau pendek"

Baekhyun mendongak seketika saat mendengar kata itu keluar dari mulut chanyeol. Baekhyun melongo tak percaya dengan mulut menganga lebar menatap chanyeol dan menatap kedua kakinya.

Oke kau memang pendek byun

"Kau benar, lelaki berwajah datar"
Baekhyun berujar dengan cetus dan mulai melangkah mendahului chanyeol dengan kaki di hentak-hentakkan seperti anak gadis.

Chanyeol hanya tersenyum tipis melihat tingkah baekhyun yang seperti anak gadis beumur 11 tahunan. Ya seperti itulah mungkin.

.

.

Baekhyun memasuki ruangan kim songsaengnim yang tadi memanggilnya di ikuti chanyeol di belakang nya.

"Baby baek apa yang kau lakukan disini?"

Baekhyun menghela nafas dan memutar matanya malas Ia tau siapa pemilik suara itu ia adalah wu yi fan atau kris yang selama ini selalu mengejar-ngejar nya tapi baekhyun tak berminat.

Kris selalu saja memberi kata-kata cheesy untuk baekhyun padahal kris tak jauh beda dengan chanyeol, ia juga tampan dan tinggi dan otak nya juga cerdas dan satu kelas dengan chanyeol. Kris dan chanyeol berada di kelas unggulan tapi sayang nya hati baekhyun hanya untuk chanyeol bukan kris.

Poor kris.

"Kau kenapa disini tiang?"
Ucap ketus baekhyun setelah menduduki kursi yang berhadapan langsung dengan meja kim songsaengnim.

"Dimana botak itu?"

Baru saja kris ingin membuka mulutnya ingin menjawab pertanyaan baekhyun tapi baekhyun sudah memberi nya pertanyaan lagi dan itu menghina ayah nya yang memang berkepala botak.

"Dia appaku baek walaupun memang botak"

"Aku tau kris"

Ketika baekhyun berada di dekat kris baekhyun seolah melupakan sosok chanyeol padahal dari tadi ada chanyeol yang memandang datar keduanya.

CLEK

Pintu ruangan terbuka dan muncullah seseorang yang ditunggu dengan kepala botak nya berjalan menuju meja nya yang berhadapan langsung dengan baekhyun.

"Langsung ke inti saja baekhyun"
Ucap kim songsaengnim dengan wajah seriusnya dan membolak balikkan kertas. Seperti kertas ulangan.

"Baekhyun kau tau berapa nilai ulanganmu di mata pelajaranku?"

Baekhyun hanya nyengir mendengar pertanyaan dari guru matematika ini ia pasti tau berapa nilai yang ia dapatkan pasti tidak jauh dari 40,50 bahkan 30.

"Nilaimu 40"

Baekhyun tersenyum sedangkan kris tertawa dan chanyeol hanya diam. Baekhyun sudah biasa mendapat nilai seperti itu dan berakhir di ruangan guru seperti sekarang ini.

"Baby baek mengapa kau begitu bodoh?"

Ucap kris di sela tawanya baekhyun menoleh dengan tatapan membunuh seketika tawa kris berhenti.

"Kris anakku berhentilah mengejar baekhyun"

"Appa, aku menyukainya"

"Appa tau"

"Apa aku boleh keluar saem?"

Itu chanyeol yang berbicara karena mendengar semua ini membuat telinga nya panas dan membuang waktu saja.

"Tetaplah duduk chanyeol"
Jawab kim songsaengnim.

Diperjelas lagi kris itu hanya anak angkat dari keluarga kim marganya berbeda karena kris keturunan china kanada dan di angkat oleh keluarga kim sejak umur kris 10th saat itu ibu dan ayah kris meninggal karena kecelakaan dan tuan kim yang merupakan kerabat dekat keluarga wu makanya ia mengangkat kris sebagai anak nya sendiri begitu pun dengan kris.

Back to story

"Baiklah"

Baekhyun yang mendengar suara chanyeol baru menyadari jika sedari tadi ada chanyeol disini dan ia merutuki kebodohannya yang sekian kalinya karena hari ini ia ketauan sangat bodoh mendapat 40 di mata pelajaran matematika.

'Aku malu, bisakah aku mati sekarang ku mohon" - batin baekhyun.

Baekhyun terus menunduk merutuki kebodohan nya dan sekarang ia sangat malu karena kebodohan nya di ketahui oleh pangeran hatinya.
Baekhyun terus mengepalkan tangan dan memukul-mukul pahanya yang tidar bersalah.

"Byun baekhyun"

Baekhyun mengangkat kepalanya dan melihat kim songsaengnim yang menatap nya penuh dengan tanda tanya. Ntahlah ekspresi guru ini susah di tebak.

"Kau liat kebelakang di sofa itu sudah ada chanyeol dan kris. Sekarang kau pilih siapa yang akan menjadi tutor mu agar tidak remidi di pelajaran ku lagi"

"Hah?"

"Aku tidak butuh Hah byun baekhyun"

Baekhyun menoleh kebelakang dan melihat chanyeol dan kris dengan perbedaan raut wajah yang drastis. Satu berwajah datar satu nya lagi berwajah ceria seperti baru dapat hadiah mobil dan liburan bersama bias.

"Pilih aku baby aku akan mengajari otak bodoh mu itu"

"Yak! Kau tiang jelek"

Kris memang menyukai baekhyun tapi lihatlah dia berbicara tak terkontrol dan asal ceplos. Baekhyun yang mendengar kris mengatakan otak bodohnya tentu saja marah apa lagi di depan si pujaan hati kan baekhyun malu. Kkkk~

"Jadi bagaimana byun"

"Aku akan belajar bersama luhan dan kyungsoo"

"Kau pikir aku percaya, kau, luhan, dan kyungsoo sama saja"

"Kami berbeda saem"

"Apa bedanya? Kyungsoo mengisi jawaban ulangan dengan resep masakannya sedangkan luhan mengisi dengan nama-nama pemain yang ada di novel nya dan kau mengisi dengan nama Cha-

"SAEM"

baekhyun terpaksa berteriak karena jika guru itu melanjutkan bicaranya mau di letakkan dimana mukanya di saku celananya? Itu tidak mungkin. Memang beberapa soal ulangan di jawab dengan 'chanyeol si tampan' dan 'chanyeol pacarku in my dream' 'chanyeol pangeran es' tapi ada juga yang diisi dengan benar jika ia tahu jawabannya dan alhasilnya 40.

"Siapa yang menyuruhmu berteriak eoh?"

PLETAK

Geram kim songsaengnim yang mendengar baekhyun berteriak dan memukul pelan kepala baekhyun.

Baekhyun hanya menggerutu sebal ia berteriak juga karena menyelamatkan nyawanya.

Sekarang baekhyun berpikir siapa yang harus di pilih nya. Jika ia memilih chanyeol ia yakin 1000000% bahwa ia pasti tidak memperhatikan apa yang di jelaskan tapi memperhatikan wajah si penjelas. Dan jika ia memilih kris pasti ia akan susah membedakan mana penjelasan pelajaran dan mana penjelasan tentang sukanya kepada baekhyun.

Baekhyun menghela nafas dan ia sudah bertekad untuk memilih -

"Park chanyeol saem"

- Chanyeol. Karena baekhyun akan melancarkan rencana nya menaklukan si pangeran es yang telah menghuni hatinya selama 2 th belakangan ini.

"Aku tidak bisa saem"

Baekhyun seketika menoleh mendengar jawaban penolakan yang di lontarkan chanyeol membuat raut kebingungan dari kim songsaengnim dan raut wajah bahagia dari kris yang tadi sempat sedih dan kecewa.

"Waeyo chanyeol?"

"Tidak bisa mengajarkan orang yang terlalu bodoh"

Singkat padat dan jelas jawaban yang di lontarkan chanyeol dan itu membuat baekhyun menundukan kepalanya dalam-dalam. Ia sangat malu sekarang dan juga sedih karena chanyeol tidak ingin mengajari nya.

"Yasudah saem kris saja mengajariku"

Ucap baekhyun sedikit lirih di hadapan kim songsaengnim dan hanya anggukan yang di balas oleh kim songsaengnim.

Kris melompat-lompat kegirangan dengan keputusan baekhyun yang akhirnya memilih dia.

Kris tau dan sangat tau jika selama ini baekhyun hanya menyukai chanyeol. Setiap kali ia mengatakan 'baek aku menyukaimu, jadilah kekasihku ne?' Pasti di jawab baekhyun seperti ini 'kau taukan aku menyukai siapa?' Dan hanya anggukan di balas kris.

Kris memang kecewa sedih tapi dia harus apa. Kris sudah kebal dengan itu semua, dia juga tidak marah dan kesal kepada chanyeol. Katanya 'cinta tak dapat di paksakan' jadi ia menerima saja jika pada akhirnya ia akan kehilangan baekhyun seutuhnya.

Dan seperti nya dewi fortuna sedang berada di pihak nya dengan bersama baekhyun setiap pulang sekolah pasti akan membuat hati baekhyun beralih padanya.

Semangat kris.

"Kembalilah ke kelas kalian masing-masing"

Semua yang ada di sana mengangguk dan berjalan menuju pintu, saat baekhyun memegang gagang pintu ia juga menyentuh tangan lain disana baekhyun mendongak untuk melihat siapa pemilik tangan dan ternyata itu tangan si pemilik hatinya siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol.

Buru-buru baekhyun melepaskan tangan dari gagang pintu atau lebih tepatnya dari tangan chanyeol dan menunduk. Chanyeol hanya berwajah datar dan membuka pintu berjalan keluar dan memasukan tangan nya kedua saku celananya.

Baekhyun berjalan ceoat menuju kelasnya tak ia hiraukan panggilan kris yang mengatakan 'hari ini sepulang sekolah aku tunggu di perpus baby' baekhyun terus mengumpat kesal mendengar kris memanggil nya seperti itu.

.

.

Semua anak berhamburan keluar kelas saat mendengar bel istirahat susah berbunyi.

Seperti biasa baekhyun, luhan, dan kyungsoo menghabiskan waktu mereka di taman sekolah bukan di kantin.

"Tadi pangeranmu masuk kelas kita baek"

"Aku tau lu"

"Dia menciummu di depan kelas?"

Pletak

Luhan pun mendapat ciuman sayang dari tangan baekhyun tepat di pucuk kepalanya.

"Sakit baek"

"Itu untuk pikiran mustahilmu"

Luhan terus mencibir dan meliha-lihat taman tak sengaja matanya melihat siluet pria jangkung yang sedang berjalan kearah nya atau lebih tepatnya ingin melewati area taman yang otomatis melewati mereka. Luhan menyeringai, baekhyun dan kyungsoo tidak tau arti seringaian itu.
Saat lelaki itu sudah semakin dekat dengan punggung baekhyun yang sedang membelakangi lelaki itu tentu saja karena saat ini baekhyun menghadap ke arah luhan dan kyungsoo yang sedang duduk di bangku taman.

"Kapan kau akan mengakui perasaanmu?"

Luhan memulai rencananya

"Tidak tau"

"Apa kau sangat menyukai chanyeol?"

"Tentu saja aku menyukai chanyeol"

Pria jangkung itu berhenti ketika namanya terpanggil saat ia berjalan di area taman. Ia pria itu chanyeol.

"Kau memanggilku?"

Baekhyun menegang mendengar suara itu dan ia berbalik dengan gerakan slow motion.

Setelah berbalik dengan gerakan yang sangat lambaatt kini baekhyun makin mengalami jantungan yang begitu kencang. Bagaimana tidak sekarang di hadapannya berdiri sosok Chanyeol dengan wajah datar dan tangan yang berada di kedua sisi saku celananya.

Bukan hanya itu yang membuat nya gugup setengah mati seperti ini melainkan adalah ucapan yang tidak dapat di bilang pelan tadi dan ia yakin 1000% kalau chanyeol mendengarnya dimana ia berteriak menjawab pertanyaan luhan yang mengatakan kau ia menyukai chanyeol dan sekarang mau di letakkan dimana mukanya. Apa mungkin di saku celana chanyeol? Oh tidak itu terlalu mainstream.

"Kau memanggilku?"

Ulang chanyeol bertanya dengan baekhyun yang sedari tadi hanya diam.

"Tid-

"Luhaannie"

Ohh itu suara si cadel Oh sehun yang berteriak memanggil nama kekasih nya itu.
Baekhyun bernafas lega setidaknya dia ada alasan untuk mengalihkan perhatian chanyeol dengan pengakuan tak sengajanya yang sangat konyol itu.

"Yak! Cadel bisakah kau tak berteriak?"

"Eoh disini ada park baekhyun?"

"Yak!"

Baekhyun naik pitam mendengar nama impian nya di sebut di depan di pemilik marga aslinya.
Bagaimana tidak nama itu hanya di elu-elukan baekhyun ketika bersama dua sahabatnya beserta kekasih sahabatnya yang selalu menempel seperti sekarang ini.

"Chan-

Saat baekhyun berbalik menghadap chanyeol lagi ternyata chanyeol sudah menghilang dari sana. Baekhyun melihat sekitar tapi tak menemukan sosok pangerannya.

"Yak! kau cadel gara-gara kau pangeran ku pergi"

"Bukan kah baik? Karena kau tadi terlihat sangat gugup"

Itu si hitam yang berbicara yang dari tadi sibuk mencium kekasih nya.

Dasar mesum.

"Ah sudahlah,, kalian membuat ku pusing"

Baekhyun melangkah menjauh dari pasangan-pasangan yang yang sedang berlovey dovey itu. Kan baekhyun juga mau.

"Yak! Byun baekhyun mau kemana kau?"

"Kau lupa nama ku hitam?"

Ucap baekhyun sambil membalikkan tubuhnya menghadap jongin - kekasih kyungsoo - yang duduk disebelah kekasih dengan tatapan 'bukan kah memang benar'

"Ck, namaku PARK - BAEK - HYUN"

Kedua pasangan itu hanya memutar matanya malas mendengar ucapan baekhyun yang sehari akan ia ucapkan seribu kali.

Hanya mimpi baek margamu berubah. Kkkkkk~~

"Cih giliran di depan chanyeol seperti orang bisu saja bahkan wajahmu terlihat seperti orang idiot"

Gelak tawa memenuhi area taman mengabaikan baekhyun yang terlihat sangat marah dan berlalu sambil menghentak-hentakkan kaki nya.

Mereka semua mengabaikan fakta bahwa sedari tadi ada lelaki yang mendengar semua pembicaraan mereka hingga membuat lekaki yang mendengar itu tersenyum tipis yang sangat tampan.

.

.

"Baby baek~"

Baekhyun menghela nafasnya mendengar suara ini memanggilnya dengan sangat err menjijikan bagi baekhyun.

"Apa tiang?"

"Jangan begitu dengan tiang tampan sepertiku"

Baekhyun membuat gerakan muntah ketika mendengar ucapan kris yang terlalu narsis.

"Baby, siang ini aku tak bisa mengajarimu kar-

"Serius? Aku senang sekali~"

Kris sudah pasti tau kalau baekhyun akan kesenangan seperti ini.
Sepertinya ia memang tak di harapkan. Tapi kris tetap berusaha pantang menyerah.

Semangat kris.

"Tapi chanyeol akan mengajarimu"

Jika baekhyun sedang menimum atau memakan makanannya maka sekarang sudah pasti ia akan tersedak dan kris akan kewalahan memberikan ia air putih.

Tapi untungnya tidak hanya saja matanya yang melotot dan mulut kecilnya yang menganga tak percaya.

"Ba..baga..imana bi..bisa?"

Baekhyun tergugup sendiri membayangkan chanyeol yang akan mengajari nya.

"Siang ini aku harus ikut ayah ku makan siang bersama keluarga tadi ayah ku baru ingat dan ia menyuruh chanyeol dan chanyeol mau"

"Tapi kris...

"Bukankah kau senang?"

"Tidak tau kris"

.

Chanyeol tau semua nya chanyeol tau kalau baekhyun menyukainya chanyeol awalnya tidak percaya dengan ucapan kris yang terus mengatakan 'dia menyukaimu chan bukan aku' dan kris terus saja mengiming-imingi akan merebut baekhyun jika chanyeol terus cuek kepada baekhyun tapi kembali lagi chanyeol tidak perduli.

Dan sekarang dia percaya kalau baekhyun benar menyukai nya ketika baekhyun berteriak tadi ia mendengarnya dan mendengar sehun memanggilnya dengan nama 'park baekhyun' dan setelah ia pergi dan berdiri di salah satu pohon yang ada di taman bukan niat ingin menguping tapi langkah nya terhenti ketika mendengar teriakan baekhyun lagi yang mengatakan kalau ia pangeran baekhyun.

Dan yang membuat nya tersenyum begitu tampan adalah mendengar baekhyun yang mengatakan namanya adalah 'park baekhyun'
Dan juga bagaimana cara baekhyun marah ketika teman-teman nya mengejek baekhyun dengan mengatakan kalau baekhyun seperti orang bisu dan juga wajah seperti orang idiot.

.

Saat bel pulang sekolah di bunyikan baekhyun sangat pucat dan berkeringat dingin bukan karena ia sakit tapi ia sangat gugup karena ia akan belajar atau lebih tepatnya di ajar oleh chanyeol.

Baekhyun berjalan menyusuri koridor yang perlahan terlihat sepi walau masih ada siswa siswi yang berbincang di depan kelas mereka.

Selama perjalanan ke perpustakaan baekhyun terus menepuki dada kirinya yang tidak mau berhenti berdetak dengan keras.

"Berhentilah apa kau tidak lelah eoh?"
Baekhyun berbicara sambil menatap dada kirinya dengan tangan yang terus menepuk-nepuk dada itu.

"Jangan berhenti, kalau berhenti aku akan mati"
Gumam nya lagi seakan sadar dengan ucapan nya tadi kalau jantung nya berhenti maka ia akan mati dan pupus lah harapan mendapatkan chanyeol.

Baekhyun sampai di depan pintu perpustakaan. Lama ia berdiri di depan pintu perpustakaan itu setelah sekian menit baekhyun menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan berharap detak jantung selesai menggelar konser.

Menyembulkan sedikit kepalanya dan melihat-lihat apakah chanyeol sudah datang atau belum.
Dan ia bersyukur karena tidak ada tanda-tanda chanyeol di dalam perpustakaan dan tentu saja ini menjadi kesempatan baekhyun untuk pulang kerumah nya dan bersembunyi di bawah selimut kesayangannya demi menenangkan detak jantungnya.

Setelah selesai menyelusuri tiap sisi ruangan hanya dengan menggunakan dua mata sipitnya dan sedikit menyembulkan kepalanya. Baekhyun menarik kembali kepalanya dan menutup kembali pintu perpustakaan tapi saat ia berbalik baekhyun terkejutnya setengah mati karena...

"Ingin kabur Byun Baekhyun?"

...ada chanyeol dihadapannya sekarang dengan wajah yang sangat datar dari wajah-wajah sebelumnya.

"A..ani"

"Masuk"

"N..ne"

.

TBC

Acara belajar chanbaek di tunda dulu. Kkkkk~~

Yuki tunggu reviewnya

P.S Jangan panggil author. yuki masih belum pantes. Panggil aja 'kakak' 'kak' 'yuki' 'ki' atau 'adek' biar yuki agak lebih muda:*

Yuki 97L

gomawo, mianhae, saranghae.