"KISS ME"

Author: Yuki park (Yuki)

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Others Cast: Xi luhan, Oh sehun, Do kyungsoo, Kim Jongin, Wu Yi Fan (jarang muncul)

Rate: T aja

Genre: Romance, school life

Summary: Tentang usaha baekhyun yang ingin menjadi kekasih park chanyeol lelaki cuek dan jarang tersenyum mempunyai wajah tampan dan otak cerdas berada di kelas unggulan berbanding dengan baekhyun. apakah chanyeol akan mau?

Disclaimer : fanfic ini terinspirasi dari drakor NAUGHTY KISS, jalan cerita yang berbeda tapi karakter yang sama dan ada beberapa moment yang sama bisa di bilang NAUGHTY KISS CHANBAEK VERSION.

Warning: This is fanfic Yaoi Boyxboy, Cinta sesama jenis, SEKALI LAGI CINTA SESAMA JENIS If you not fujoshi go away;3

DONT BE PLAGIATOR AND BASH ME

IF YOU DONT LIKE YAOI PLEASE CLOSE THIS FANFIC

"~~~HAPPY READING~~~"

.

.

Sekarang Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di dalam perpustaan dengan duduk bersebelahan membuat keringat dingin baekhyun makin menjadi-jadi dan jangan lupakan jantung nya yang sedang berkonser ria dengan paru-paru, hati, dan lambung sedang menyanyikan lagu 'call me baby'. Oke abaikan kalimat terakhir.

Chanyeol terlihat membuka buku matematika dengan halaman yang akan ia ajarkan kepada baekhyun yang merupakan materi dimana baekhyun tidak mengerti.

"Dengarkan aku menjelaskan"

"N..ne"

Baekhyun nampak konsentrasi mendengar chanyeol menjelaskan materi tersebut tapi matanya tetap saja terfokus oleh wajah tampan yang dimiliki Chanyeol.

'Kau begitu tampan chanyeol-ah'

'Tentu saja'

'Aku ingin memelukmu dan menciummu'

'Cih! Memang nya chanyeol mau?"

'Diamlah, aku tak bicara padamu. Bodoh'

'Yang bodoh itu kau byun baekhyun'

"DIAM"

Baekhyun menutup mulutnya setelah ia berteriak dengan tidak elitnya dikarenakan ia sedang mengalami perang batin dan pikiran makanya ia berteriak demi menenangkan perperangan tersebut.

Jangan tanyakan ekspresi chanyeol hanya memasang wajah datar ditambah dengan kebingungan mata bulat yang mencolok sedikit tajam mungkin.

"Maaf"

Baekhyun menunduk setelah menyadari tatapan tajam dari chanyeol. Sedikit menyesali perbuatan konyolnya yang lagi-lagi di depan pujaan hati. Kkkk~

"Ku lanjutkan"

Hanya itu jawaban chanyeol singkat padat dan jelas sangat jelas malah, baekhyun terus merutukki kebodohan nya yang menyukai lelaki cuek yang jarang tersenyum ini.

Bukankah kau memang bodoh baek?

Chanyeol sepertinya tidak ingin tau mengapa baekhyun berteriak 'diam' tadi dan ia terlihat santai melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda tadi.
Berbeda dengan baekhyun yang terus mengumpat karena kekonyolannya dan kebodohannya.

"Kau mengerti?"

Baekhyun mendongak menatap si penanya - chanyeol - yang telah selesai menjelaskan materi tersebut.
Ekspresi baekhyun sungguh seperti orang idiot bagaimana tidak dari tadi pikirannya hanya chanyeol, chanyeol dan chanyeol dan di akhiri dengan tindakan konyol nya.

Mungkin dalam pikiran baekhyun hanya seperti ini. Chanyeol dulu, chanyeol lagi, chanyeol terus. Yah seperti itu.

"Kau mengerti?"

"Nghh"

"Ku ulangi"

Chanyeol tau kalau jawaban baekhyun itu artinya ia belum mengerti makanya ia berinisiatif mengulang penjelasannya.

Setelah mengulang dan hasilnya tetap sama baekhyun tidak mengerti, bukankah baekhyun sudah menduga dari awal kalau ia pasti tidak akan belajar dan berujung menatap si penjelas seperti sekarang ini. Ini sudah 5 kali chanyeol menjelaskan materi berulang-ulang tapi tetap saja hanya gelengan dan gumamam yang keluar dari mulut baekhyun.

Chanyeol menghela nafasnya kasar mendapati otak seperti baekhyun yang tidak mengerti sama sekali walaupun sudah di jelaskan berkali-kali.

"Bodoh"

Kata-kata itu keluar dari mulut chanyeol yang sedang memijit pelipisnya.

"Belajarlah sendiri"

"Ne?"

"Aku lelah mengajari orang bodoh seperti mu"

Setelah mengatakan itu, chanyeol beranjak dari tempat duduk nya dan menyampirkan tas sekolahnya di punggungnya mengabaikan baekhyun yang menundukkan kepalanya dan tak berhenti mengucapkan kata 'maaf' berulang-ulang kali.

BLAM

Pintu di tutup di iringi hilangnya punggung chanyeol seperti di telan pintu barulah baekhyun menatap pintu dengan tatapan sendu dan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.

"Gomawo chanyeol-ah"

Baekhyun bergumam sendiri dengan mata yang masih menatap pintu.
Setelah itu baekhyun melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 4 sore.

Baekhyun tadinya ingin pulang tapi di urungkannya karena ucapan chanyeol tadi yang menyuruhnya belajar sendiri. Jadilah sekarang baekhyun berkutat dengan buku matematika yang terbuka lebar serta-serta angka-angka yang membuat baekhyun meringis.

Setelah 3 jam memahami isi buku tersebut baekhyun bisa mengerjakan salah satu contoh yang ada di buku tersebut dan sekarang ia terlihat seperti anak kecil yang mendapat lollipop atau balon dan semacam nya. Sangat senang sepertinya.

"Omo! Sudah jam 7"

Pekik baekhyun saat menyadari jam telah menunjukkan pukul 7 malam dan itu artinya ia harus segera pulang pasti ibunya khawatir. Setelah membereskan buku yang berserakan di atas meja perpustakaan baekhyun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan perpustakaan dan bergelung di atas tempat tidur nya sembari berkhayal tentang Chanyeol.

Baekhyun berjalan menuju rumah nya karena bus tidak mungkin memasuki daerah rumah nya yang jauh dari jalan raya tersebut.

Jam menunjukkan jam 9 dan itu membuat baekhyun merutukki bus yang terlambat datang dan berujung terjebak macet karena ada kecelakaan. Dan, disinilah ia berjalan sendirian di jalanan yang sepi hanya terdengar sesekali suara jangkrik dan yang lainnya.

Langkah baekhyun terhenti karena ada yang menghadang jalan nya dan otomatis lelaki yang sedari tadi mengikuti baekhyun dari sekolah juga berhenti menjaga jarak setidak nya 10 meter dan baekhyun tidak menyadari itu sama sekali.

"Mau apa kau?"
Pekik baekhyun ketika orang yang menghadang nya menyengir kuda seperti orang gila atau memang orang gila.

"Hanya menyuruhmu melihat punyaku"
Ucap orang itu kelewat santai dengan cengiran yang tidak hilang dari wajahnya.

Baekhyun memiringkan kepalanya mencoba mencerna maksud dari kata 'punyaku' tapi baekhyun yang memang sejak lahir lemot tetap saja lemot sampai sekarang.

"Punyamu? Apa itu?"

Tanya baekhyun dengan raut wajah yang menggemaskan dengan kepala dimiringkan dan sedikit bibir bawah maju kedepan. Imutnyaa.

Orang itu berdecak kesal dan menunjuk selangkangannya dengan cengiran itu lagi.
Baekhyun melotot tak percaya mata sipit itu menjadi bulat seketika dan mulut kecil itu menganga lebar.

"Yak! Kau orang gila"
Tunjuk baekhyun kepada orang itu menggunakan jari lentiknya dan suara yang melengking siapa pun pasti mendengarnya termasuk lelaki yang mengikutinya dari tadi.

"Memang benar"
Jawabnya santai dan cengiran itu lagi serta kekehan geli.

"Cih! Untuk apa aku melihat punyamu lebih baik melihat punya chanyeol"

"Chanyeol?"

"Ne, park chanyeol dia kekasih ku dan jauh lebih tampan dari mu"

"Benarkah?"

"Tentu saja"

Orang gila itu mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
Baekhyun memasang wajah angkuhnya dengan melipat kedua tangannya di depan dada.

Baekhyun-ah tak tau kau kalau orang yang kau akui sebagai kekasihmu sekarang ia ada di belakang mu dengan jarak 10 meter. Heum?

"Apa kau pernah melihat punya chanyeol?"
Tanya orang gila yang banyak tanya itu.

"Tentu saja, dia kekasihku"
Ucapan angkuh keluar dari mulut baekhyun.

"Apa punya nya bagus?"

"Tentu saja, dan ku yakin punya chanyeol jauh lebih bagus dari punyamu"

"Kalau begitu lihatlah punyaku dulu baru kau bandingkan"
Ucap orang gila itu penuh harap.

"Tidak ma-

"Kau siapa?"

Ucapan baekhyun terpotong oleh orang itu, baekhyun menatap nya dengan penuh tanya sebab orang gila itu bertanya dia siapa tapi matanya mengarah kebelakang baekhyun jadi baekhyun mengikuti arah pandang orang gila itu dengan membalikkan tubuhnya.

Baekhyun menegang seketika saat matanya bertubrukkan langsung dengan lelaki yang mengikutinya dari sekolah tadi.

Lelaki itu melangkah mendekati baekhyun dan orang gila itu. Tatapan baekhyun tidak lepas dari lelaki itu hingga lelaki itu berada disampingnya.

"Aku park chanyeol"
Ucap lelaki itu yang ternyata adalah chanyeol.

"Jadi kau kekasihnya?"
Tanya orang gila itu.

"Dia bukan kekasihku"

"Benarkah?"

"Apa dia terlihat seperti kekasihku?"

"Tidak sih"

Baekhyun hanya menunduk mendengar percakapan orang gila dan waras ini.
Baekhyun malu karena lagi-lagi ia bertindak konyol dan sekarang adalah terkonyol.

"Kau menyukai orang ini? Dengan mengatakan bahwa dia kekasihmu. Hahah malang sekali"

"YAAKKK"

Baekhyun berteriak tidak diterima di permalukan seperti ini wajah nya sudah memerah menahan malu dan juga marah. Tapi apa mau dikata menghadapi orang gila hanya membuat ikut tertular gila.

Baekhyun berlari dengan menahan malu dan marah ia tidak sanggup lagi menahan air mata yang ingin jatuh. Jika baekhyun kelewat malu atau marah maka ia akan menangis seperti sekarang ini.

Saat baekhyun sudah menghilang diantara perbelokan. Chanyeol hanya menatap datar orang gila itu yang juga menatap nya.

"Kau pergilah dan jangan ganggu dia lagi"
Ucap chanyeol penuh penekanan.

"Memangnya kenapa? Dia bukan kekasihmu"

"Dia istriku, tentu saja bukan kekasihku"

"Mwo?"

"Itu benar, jadi pergilah"

"Oke aku pergi, tenangkan lah istrimu itu dia menangis"

Setelah mengucapkan itu orang gila itu pergi melewati chanyeol yang hanya menatap datar jalan di mana ia melihat baekhyun berbelok kearah situ. Dan juga ia merutukki kebodohan mulutnya yang mengatakan bahwa baekhyun istrinya. Sumpah demi apapun itu terucap tiba-tiba tanpa konfirmasi dulu. Dan itu hanya ucapan refleks agar orang itu tidak menganggu baekhyun. Yeah hanya itu.

.

.

.

Baekhyun masih menangis dengan menyandarkan tubuhnya di tembok yang berada di perbelokan jalan itu ia menenggelamkan wajah manis itu di kedua lututnya.

Baekhyun menangis karena ia merutuki otak bodohnya andai saja tadi ia tidak bilang kalau chanyeol adalah kekasihnya, andai saja tadi ia tak meladeni orang gila itu dan andai saja ia tidak bodoh.

Yeah semua itu hanya 'andai saja'.

Derap langkah kaki mendekati posisi baekhyun yang sekarang dimana posisi nya sedang meringkuk menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang kehilangan eomma nya dan lupa jalan pulang.

Hey baek kau laki-laki atau perempuan eoh?

baekhyun tak menghiraukan derap langkah kaki itu pikir baekhyun pasti itu hanya orang yang akan lewat jalan itu dan tak memperdulikannya.

"Berhentilah menangis"

Baekhyun mendongak seketika saat mendengar suara ini, suara yang membuatnya selalu bertingkah bodoh suara yang selalu saja di rindukan nya.

Cepat-cepat ia langsung menghapus jejak-jejak air mata yang mengalir di pipinya serta membenahi penampilan yang terlihat sangat menyedihkan.

"Aku tidak menangis" serkanya.

Dan hanya senyuman tak mengasikkan yang di berikan oleh park chanyeol - pemilik suara itu -.

"Pulanglah" ucap chanyeol. Setelah ia mengucapkan itu ia mulai melangkah tapi langkah nya terhenti ketika baekhyun merentangkan kedua tangannya demi menghalang chanyeol.

Baekhyun teringat surat nya yang dibuatnya saat di sekolah tadi dan karena itu juga dia dihukum dan di panggil oleh kim songsaengnim karena nilai ulangan nya jelek.
Baekhyun memberanikan diri menyatakan perasaannya saat ini juga kalaupun ia nantinya di tolak ia sudah siap.

Baekhyun menyerahkan selembar kertas pink yang di lipat dua itu di hadapan chanyeol sambil menundukan kepalanya, tidak ingin melihat reaksi chanyeol.

"Apa itu?" Tanya chanyeol tanpa memegang surat itu, ia hanya memandang surat itu dengan wajah datar nya.

Baekhyun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, bagaimanapun juga ia harus menyatakan perasaannya diterima atau tidak nya itu urusan belakang.

"Aku mencintaimu"
Baekhyun berucap dengan nada yang bergetar dan cepat tapi chanyeol mendengarnya.
Setelah mengatakan itu baekhyun kembali menundukan kepalanya karena malu sekaligus takut akan jawaban chanyeol yang -

"Aku tidak suka orang bodoh"

- sudah pasti menolaknya.

Chanyeol berlalu begitu saja melewati baekhyun dan sedikit menyenggol tangan baekhyun hingga surat yang sedari tadi di acungkan baekhyun terjatuh dan terinjak oleh chanyeol. Baekhyun hanya tersenyum miris melihat semua itu. Apa yang harus dilakukan bukankah ia sudah siap menerima semua nya.

Perlahan baekhyun mengambil surat itu dan meremas nya kuat di depan dadanya membalikkan badannya hanya sekedar melihat punggung orang tersayang nya pergi menjauh.

Bukankah tadi chanyeol bilang ia tidak suka orang bodoh? Itu berarti ada kemungkinan chanyeol akan menyukaiku jika aku pintar. Yeah aku harus pintar. Kemudian baekhyun mengangguk semangat dan mengepalkan tangannya di atas udara.

Semangat byun;3

.

.

.

Hari ini tanggal 27 November yang artinya orang tercinta byun baekhyun berulang tahun. Baekhyun sudah menyiapkan kado special untuk orang tercintanya.

"Semoga dia suka" celoteh baekhyun kepada dirinya sendiri.

Baekhyun berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya. Saat sudah sampai di kelas ia bertemu dengan sahabatnya luhan dan kyungsoo.

"Hai lulu, hai kyungsoo~~"

"Kau terlihat senang baek"

"Tentu saja"

Luhan dan kyungsoo tentu saja penasaran apa yang membuat baekhyun sangat senang seperti ini padahal tadi malam kan ia baru saja di tolak tapi hari ini ia kembali tersenyum seperti orang gila.

"Apa yang membuatmu senang?" Tanya kyungsoo dengan nada penasaran.

"Karena... Chanyeolku ulang tahun" jawab baekhyun dengan wajah yang kelewat senang serta mata yang berbinar.

"Hmm sudah kuduga" itu luhan yang berbicara.

"Chanyeolku? Memang nya ia menerima mu bukannya tadi malam kau di tolak?" Ejek kyungsoo menahan tawanya.

"Hpffftttt hahahah" tawa luhan pecah mendengar ucapan ejek dari kyungsoo sambil memegangi perutnya dan menunjuk-nunjuk raut wajah baekhyun yang cemberut lucu.

"Yak! KALIAN AISHH" final baekhyun dan pergi begitu saja setelah meletakkan tas punggung nya di atas meje belajar.

Baekhyun melangkah menuju loker siswa saat telah sampai di loker semua siswa baekhyun mencari-cari nama orang yang ingin kasih kado.

"Dapat" pekik baekhyun saat matanya melihat nama 'Park Chanyeol" terpampang di salah satu pintu loker siswa yang ada di sana.

Dewi fortuna sedang berada di pihak baekhyun karena dengan sangat-sangat kebetulan pintu loker chanyeol tidak di kunci tidak tau chanyeol lupa atau memang sengaja.

"Selesai" baekhyun berucap saat kadonya sudah tertata rapi di dalam loker tersebut.

"Sedang apa kau?"

Baekhyun berbalik dan dengan cepat menutup pintu loker itu. Matanya terbelalak saat melihat siapa yang yang bertanya.

"A..ni, a..aku ti..tidak me..lakukan apa-apa, Ne aku tidak melakukan apa-apa" jawab baekhyun dengan cengiran kudanya dan wajah watados.

"Lalu ?"

"I..ituu, a..nu a..ku"

"Apa?"

"Sepertinya aku harus pergi, Annyeong"

Dan setelah itu baekhyun lari terbirit-birit tak sedikit orang yang di tabrak nya.

Sedangkan chanyeol hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah baekhyun dan segera membuka pintu loker nya.

"Huh tidak terkunci" bingung chanyeol mendapati pintuk loker nya yang tidak terkunci.

"Apa ini?" Tanya nya pada diri sendiri ketika mendapati sebuah kotak dengan lapisan kertas kado dan sebuah pita pink. Girly sekali.

Dibukanya perlahan kotak itu dan dapat dilihat isinya sebuah kotak musik yang berbentuk gitar dan rillakuma kecil di belakang gitar dan ada notes kecil.

'Selamat ulang tahun chanyeollie yang tampan, panjang umur yeollie semoga jodoh mu adalah aku.'

BBH

Chanyeol tentu tau siapa itu BBH ia tidak bodoh bukan kah ia jenius semua orang tau itu jadi mudah saja ia menebak siapa itu BBH.

Chanyeol hanya tersenyum membaca notes itu dan kembali memasukkannya. Senyum kali ini tak pernah ia tunjukkan kepada siapapun senyum nya kali sungguh sangat terlihat tampan.

.

.

.

"Kau kenapa baekhyun-ah seperti habis di kejar hantu saja" tanya luhan ketika melihat baekhyun yang memasuki kelasnya dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlari.

Hosh hosh hosh

Baekhyun menormalkan nafasnya akibat berlarian karena tertangkap basah menaruh kado di loker chanyeol.

"Aku..hhh ketauan lu"

"Ketahuan?" Bingung luhan.

"Jangan bilang kau ketahuan chanyeol saat meletakkan kado nya?" Tanya kyungsoo dengan raut wajah penasaran.

Dan baekhyun mengangguk cepat sambil masih menormalkan nafasnya.

Luhan dan kyungsoo hanya memasang wajah melongo karena mereka tau kalau baekhyun sangat ceroboh.

"Seharusnya kau hati-hati baekhyun-ah"

"Sudah lah kyung bukankah baekhyun memang ceroboh kalau ia tidak ketahuan bukan baekhyun namanya"

"Ah terserah kalian" final baekhyun dan menenggelamkan kepalanya diatas meja di kedua lengannya.

"Ada byun baekhyun?"

Baekhyun mendongak ketika nama nya dipanggil atau lebih tepat mencarinya. Dan untuk kesekian kalinya mata baekhyun terbelalak dengan tidak elitnya.

TBC

Review juseyoo;3

fast update karena banyak yang minta cepet dilanjutin, heheh

review kalian bikin yuki semangat nulis biar fast update lagi. gomawo;3

sorry for typos

Big Thanks For

[Yeni yan],[Ervyanaca],[yuuyo],[yousee],[Kiss you],[yayahunnie],[Bbyunbee],[tiayusniaelf],[exindira],[chanbaekssi],[HyunBee],[LuXiaoLu],[deux22],[ShaXY]