"KISS ME"

Author: Yuki park (Yuki)

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Others Cast: Xi luhan, Oh sehun, Do kyungsoo, Kim Jongin, Wu Yi Fan (jarang muncul)

Rate: T aja

Genre: Romance, school life

Summary: Tentang usaha baekhyun yang ingin menjadi kekasih park chanyeol lelaki cuek dan jarang tersenyum mempunyai wajah tampan dan otak cerdas berada di kelas unggulan berbanding dengan baekhyun. apakah chanyeol akan mau?

Disclaimer : fanfic ini terinspirasi dari drakor NAUGHTY KISS, jalan cerita yang berbeda tapi karakter yang sama dan ada beberapa moment yang sama bisa di bilang NAUGHTY KISS CHANBAEK VERSION.

Warning: This is fanfic Yaoi Boyxboy, Cinta sesama jenis, SEKALI LAGI CINTA SESAMA JENIS If you not fujoshi go away;3

DONT BE PLAGIATOR AND BASH ME

IF YOU DONT LIKE YAOI PLEASE CLOSE THIS FANFIC

"~~~HAPPY READING~~~"

.

.

.

Baekhyun masih tercengang dan mata sipitnya masih melebar sempurna. Perlahan tapi pasti baekhyun berdiri dari tempat duduk nya dengan gerakan slow motion. Siswa-siswi yang ada di kelas nya terdiam dan sesekali melihat kearah baekhyun dan melihat kearah sumber suara yang mencari baekhyun termasuk luhan dan kyungsoo. Baekhyun melangkah pelan menuju seseorang yang mencarinya di depan pintu kelas. Mata sipit itu enggan berkedip dan masih setia memandangi wajah si pencari dirinya.

"kau byun baekhyun?"

Sebenarnya si pencari ini sudah sangat tau jika orang yang sekarang ada di hadapan nya adalah byun baekhyun. Tentu saja ia tau Karena laki-laki yang bernama byun baekhyun ini adalah laki-laki yang menyatakan perasaan nya tadi malam tapi di tolak sama si pencari. Yups kalian sudah tau kan siapa yang mencari baekhyun? Tentu saja park chanyeol.

"yeah, aku byun baekhyun" jawab baekhyun dengan sedikit nada angkuh. Mengangkat dagunya menatap sang pujaan hati. Baekhyun gugup tentu saja bahkan ia sangat gugup tapi ia berusaha menutupi kegugupannya dan mempertahankan keangkuhan nya.

"aku menemukan ini saat kau melarikan diri" ujar chanyeol sambil mengacungkan sebuah buku kecil yang bisa di genggam dan untuk sekian kalinya mata sipit melebar sempurna. Bagaimana tidak itu buku diary nya yang isinya dari awal hingga ahkir semua tentang chanyeol, pujaan hati.

"ba..baga..bagaimana bi...bisa" baekhyun tergagap. Dengan cepat ia mengambil buku yang di acungkan oleh chanyeol. Chanyeol tersenyum sinis dan kembali memasukkan tangannya kedalam saku celananya.

Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan wajah baekhyun hingga baekhyun otomatis memundurkan wajahnya. Chanyeol tersenyum sinis lagi dan berkata.

"aku tak menyangka jika diarymu dipenuhi namaku" chanyeol tersenyum miring bermaksud mengejek baekhyun dan kembalikkan menegakkan tubuhnya setelah itu ia melenggang pergi tak memperdulikan wajah merah padam milik baekhyun. Tidak tau wajah itu merah padam karena menahan malu karena semua teman-temannya yang ada di kelas tertawa terbahak karena kejadian ini atau karena ia marah karena chanyeol yang seenak nya sendiri memainkan perasaannya.

"YAK! KAU TIANG LISTRIK" baekhyun berteriak dan segera berlari menuju taman sekolah nya. Tempat ini adalah tempat ia menenangkan dirinya ketika ia sedang ada masalah atau yang lainnya.

Luhan dan kyungsoo mengikuti kemana baekhyun pergi dan ternyata benar tebakan mereka baekhyun sedang berada di taman sekolah. Baekhyun terdiam dengan buku diary yang di genggam nya. Luhan dan kyungsoo menatap iba terhadap baekhyun tapi apa boleh buat mereka berdua tak dapat berbuat apa-apa selain mendukung baekhyun.

"jangan menangis baek" kyungsoo mencoba menenangkan sahabatnya itu mengelus punggung baekhyun.

"sudahlah baek, kau seperti bukan baekhyun yang ku kenal saja" luhan pun ikut menenangkan baekhyun. Baekhyun mengangkat kepala nya dan tersenyum miris menatap kedua sahabatnya itu. Mata sipit itu di genangi liquid bening tapi tak sampai jatuh.

"aku tidak menangis lihat aku tersenyum" baekhyun mencoba tersenyum lebar memamerkan gigi putihnya. Tapi, semua itu percuma karena luhan dan kyungsoo tau apa yang di rasakan olehnya. Menyadari raut wajah kedua sahabatnya itu, baekhyun berdiri dan menggandeng kedua lengan sahabatnya.

"jja, kita harus berganti baju bukankah ini jam olahraga" baekhyun berseru dan menyeret kedua temannya itu.

.

Dengan tidak beruntungnya jam olahraga kelas baekhyun kali ini adalah harus di gabung dengan jam olahraga kelas unggulan yang berarti harus berbagi lapangan dengan kelas chanyeol. Baekhyun berapa mendengus kesal dengan keputusan yang diambil oleh gurunya ini. Bagaimana mungkin kelas harus di gabung seperti ini, sangat memalukan bagi baekhyun apalagi tadi ada insiden tidak mengenakan antara dirinya dan chanyeol.

Baekhyun tak masalah kalau teman sekolah nya tau jika ia menyukai chanyeol dan sangat mengharapkan menjadi kekasih chanyeol. Tapi, yang menjadi masalah baekhyun adalah dimana diarynya telah dibaca oleh chanyeol dan itu berarti chanyeol membaca kata-katanya yang ini 'aku ingin ciuman pertamaku adalah chanyeol' dan itu sangat memalukan bagi baekhyun apalagi kata-kata itu terdapat di lembar pertama yang merupakan biodata baekhyun. Di bagian cita-cita baekhyun menulis itu. Sungguh cita-cita yang bagus bukan? #samakayakyuki :D

Baekhyun berjalan kearah lapangan dimana teman-temannya sudah membuat banyak barisan. Baekhyun tak memperhatikan teman-temannya dan asal berdiri di salah satu barisan.

"byun baekhyun" baekhyun mengangkat kepalanya dan melihat kwon songsaengnim – guru olahraga – memanggilnya.

"Ne saem?"

"sejak kapan kau berada di kelas unggulan eoh? Kembali kekelas mu di sebelah sana" usir kwon songsaengnim. Baekhyun langsung menoleh kearah samping depan belakang yang ternyata semua adalah anak dari kelas unggulan. Semua anak siswa yang berada di kelas unggulan sibuk menahan tawa melihat baekhyun yang seperti anak hilang.

"hai baby kau ingin berada di kelas ku ya?" itu kris yang datang dari arah samping dan langsung merangkul bahu sempit milik baekhyun. Baekhyun risih dan kembali menunduk serta melepaskan rangkulan kris pada bahu nya.

"maaf saem"

Setelah meminta maaf baekhyun langsung melangkah menuju dimana kelasnya berada dan memasuki salah satu barisan yang dibuat kelas nya.

Setelah selesai pemanasan dengan berlari mengelilingi lapangan semua siswa baik kelas unggulan maupun tidak di perintahkan untuk melakukan olahraga sendiri seperti bermain basket, bola kaki, ataupun voly. tapi, tidak dengan baekhyun ia masih setia berlari mengelilingi lapangan tidak tau sudah berapa putaran yang di dapatnya mungkin sudah mencapai 20 atau bahkan 30. Luhan sudah kelelahan mengejar baekhyun menyuruh baekhyun agar berhenti dari acara larinya tapi tetap saja ia tidak mendengarkan.

Keringat membasahi rambut dan bajunya tapi tetap saja baekhyun tak menghentikkan lari nya. Baekhyuh sebenarnya sudah lelah, ia lelah berlari, ia juga lelah mengejar chanyeol apalagi chanyeol yang sangat tidak peduli terhadapnya. Baekhyun menangis di sela-sela berlarinya ia menangis dalam diam mengingat betapa banyak kebodohan yang ia lakukan demi mendekati chanyeol dan semua itu berujung dengan memalukan diri sendiri. Dimulai dengan belajar di perpus kemudian mengakui chanyeol sebagai kekasihnya di depan orang gila terus menyatakan cinta berujung di tolak mentah-mentah dan hari ini lebih mengenaskan dengan diary kecilnya terbaca oleh chanyeol.

Baekhyun berhenti dengan tangan yang memegangi lututnya dan mengambil nafas secara terburu-buru. Satu botol air mineral datang dari arah depan, baekhyun mendongak mendapati kyungsoo yang tersenyum padanya sambil menyodorkan air mineral itu di depan wajah baekhyun.

"kau lelah, minumlah dan segeralah istirahat" ucap kyungsoo.

"terimakasih kyungsoo-ya" baekhyun mengambil dan meminum habis air itu dan kembali menyodorkan kepada kyungsoo. "aku akan berhenti ketika aku sudah benar-benar lelah" ucap baekhyun. Kemudian ia tersenyum manis kepada kyungsoo dan segera melanjutkan larinya.

"istirahatlah jika kau lelah" kyungsoo sedikit berteriak kepada baekhyun yang sudah mulai menjauh. Hanya dibalas dengan acungan jempol dari baekhyun.

"kau kenapa baby?" kyungsoo tersentak ketika seseorang dengan tiba-tiba merangkul pinggangnya posesif. Kyungsoo tau siapa pemilik suara dan tangan itu, orang itu adalah kekasih tercintanya walaupun sedikit mesum.

"kasihan baekhyun" ujar kyungsoo lirih sambil menatap nanar kearah baekhyun yang masih sibuk dengan berlari nya.

"jangan sedih, aku lapar dan aku harus makan, ayo kekantin" jongin menarik pinggang kyungsoo agar menjauh dari sisi lapangan. "yak kau ini, kasihan baekhyun sendiri di lapangan" teriak kyungsoo dan menjitak kepala kekasihnya itu. Jongin sibuk mengaduh kesakitan sedangkan kyungsoo sibuk melihat kearah baekhyun yang sesekali berhenti karena menarik nafas.

"kau lihat disatu" tunjuk jongin kepada seseorang laki-laki jangkung yang berada di salah satu bangku penonton. Mata laki-laki itu tak berhenti menatap baekhyun yang sedang berlari. Kyungsoo menatap bingung kepada laki-laki itu apa yang ia lakukan dan kenapa ia menatap baekhyun terus apa belum puas membuat temannya itu patah hati.

"disana ada chanyeol, jadi jika baekhyun kenapa-kenapa ada chanyeol yang menolongnya"

"kalau chanyeol tidak mau menolongnya, bagaimana?"

"tidak mungkin dia sejahat itu, baby"

"baiklah"

Dan kyungsoo hanya menurut ketika jongin kembali menarik pinggangnya agar menjauh. Perutnya sudah meraung-raung minta di isi.

.

Bel istirahat sudah berbunyi, semua siswa berhamburan menuju kantin sedangkan siswa yang seharusnya berolahraga sudah sedari tadi berada di kantin termasuk kyungsoo dan luhan yang di paksa oleh kekasih-kekasih mereka. Sedangkan baekhyun tidak memperdulikan bel tersebut ia masih berlari mengabaikan fakta bahwa kaki nya tak bisa di ajak kompromi lagi.

Di putaran kedua baekhyun terjatuh dan mengerang sakit sambil memegangi lututnya. Memang tidak berdarah tapi terbentur dengan lantai lapangan cukup sakit bagi baekhyun.

"dasar bodoh" chanyeol muncul dihadapan baekhyun yang sedang mengaduh sakit. Mendengar seseorang mengatainya 'bodoh' membuat baekhyun mendongak menatap langsung kedua mata chanyeol. Baekhyun melepas tangannya yang sedari tadi memegangi lututnya dan mencoba berdiri, alhasil baekhyun terduduk lagi.

Tanpa berkata apa-apa lagi chanyeol merunduk mensejajarkan tubuhnya dengan baekhyun. Meletakkan kedua tangannya di bahu dan dibawah lutut baekhyun, saat chanyeol mengangkat tubuh baekhyun – ala bridal style - otomatis baekhyun mengalungkan tangannya di leher chanyeol. Baekhyun terlihat pasrah ia tidak tau apa yang membuatnya bungkam seperti ini yang baekhyun tau tubuhnya sangat lelah dan lutut nya sakit.

Baekhyun mengeratkan kedua tangan nya di leher chanyeol dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher chanyeol. Baekhyun memejamkan matanya meresapi kenyaman yang sangat tidak ingin cepat berakhir.

Semua yang ada di koridor sekolah menganga tak percaya, 2 jam yang lalu pertunjukkan dimana chanyeol membuat baekhyun malu belum terlupakan oleh mereka dan sekarang di kejutkan lagi oleh pertunjukkan dimana chanyeol menggendong baekhyhun ala bridal style dan baekhyun yang menenggelamkan kepalanya di ceruk leher chanyeol.

'mereka romantis sekali'

'aku akan menjadi fans mereka, mereka sangat cocok'

'baekhyun-ah beruntungnya dirimu'

'aku juga mau seperti baekhyun'

Seperti itulah komentar-komentar yang di dengar oleh chanyeol tapi tidak tau di dengar oleh baekhyun atau tidak karena seperti nya baekhyun tertidur mungkin terlalu nyaman. Kkkk~~

.

.

.

Sudah 3 hari semenjak insiden, baekhyun terjatuh dan di gendong chanyeol - bridal style - menuju ruang kesehatan. Semenjak hari itu baekhyun jatuh sakit. Demam tinggi menyerang tubuhnya, dan juga ia mengalami pegal di area kaki nya akibat terlalu banyak berlari tanpa istirahat sedikit pun. Sebenarnya, ia hanya mengalami sakit seperti itu hanya sehari. Hanya saja, dua harinya ia gunakan untuk mengurung diri di dalam kamarnya.

Itu semua karena, ia baru saja menyadari kalau chanyeol yang menggendong nya, dan lebih parah lagi ia tertidur di dalam gendongan itu. Baekhyun malu sekali, karena chanyeol harus melihat muka jelek nya saat tertidur. Selama dua hari itupun ia gunakan untuk merutuki kebodohannya yang dengan mudah tertidur di gendongan chanyeol. Baekhyun tak dapat membayangkan, bagaimana kalau ia meninggalkan jejak di baju chanyeol. Seperti liur yang menjijikan mungkin.

Baekhyun mengerang frustasi saat membayangkan itu semua. Dan ia sangat malu jika harus bertemu chanyeol. Makanya, ia mengurung diri selama dua hari di dalam kamar. Dan ini hari terakhirnya karena hari ini ia harus kembali ke sekolah.

"akhirnya, anak ibu mau sekolah juga" ujar ibu baekhyun, saat melirik anak nya menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan. Baekhyun masih bungkam tak ingin menjawab perkataan ibunya. Ia masih terlalu malas untuk sekolah apalagi bertemu dua sahabat gilanya. Dan juga bertemu chanyeol. Mau di taruh dimana mukanya?

"aku izin lagi ya, bu?" mohon baekhyun dengan tatapan memelas seperti seekor puppy. Ibu baekhyun menggeleng cepat.

"No No No, baekhyun" tegas ibunya.

"ibu, Pink Panda?" Tanya baekhyun dengan raut wajah yang sedikit aneh.

"pink panda?" bingung ibunya.

"fans nya A pink" jawab baekhyun santai dan memasukan sarapan nya kedalam mulut kecilnya.

"mana mungkin, Ha Ha Ha" ibunya tertawa hambar, sedangkan baekhyun mengedikkan bahu tak perduli. Bagaimana mungkin ibunya tidak tertawa hambar, yang di bicarakan anak nya ini saja ia tak tahu, apa itu A pink? Apakah makanan? Atau seekor anjing? Ahh, jangan-jangan nama girlband pikir ibunya.

"aku selesai, ibu" baekhyun beranjak dari duduk nya, menuju pintu utama dan tak lupa mengambil ransel nya yang berada di sofa ruang tv. Ibu baekhyun mengikuti baekhyun hingga sampai kedepan pintu.

"aku berangkat bu"

"hati-hati, belajar lah yang rajin" setelah mendengarkan ucapan ibunya, baekhyun melenggang pergi menuju halte bus yang biasa membawanya kesekolah.

Selama melakukan perjalanan selama 15 menit didalam bus yang cukup panas bagi baekhyun, akhirnya ia sampai di depan gerbang sekolah nya. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke semua penjuru sekolah. Setelah dikiranya aman ia langsung cepat melesat kearah kelasnya. Ia harus cepat sampai kekelasnya dan tidak ingin bertemu dengan chanyeol.

BRUUKK

Baekhyun tau ia menabrak punggung seseorang, tapi ia tidak tahu siapa orang itu. Ia hanya menundukkan kepalanya dan meminta maaf kepada orang itu dan segera melesat pergi tanpa ingin mendengar jawaban dari orang tersebut. Lagi-lagi ia meruntukki dirinya karena ceroboh dalam berjalan sampai-sampai menabrak punggung seseorang.

BRUKK

Untuk kedua kalinya baekhyun menabrak seseorang, tapi kali ini ia menabrak seseorang yang berhadapan dengannya.

"Ma-

"baby baek, Kau sudah sembuh dari sakit mu? Syukurlah" tidak perlu ditanya lagi siapa pemilik suara dan panggilan yang begitu menggelikan bagi baekhyun. Siapa lagi kalau bukan, Wu Yi Fan anak dari Kim botak songsaengnim. Begitu panggilan sayang baekhyun untuk guru matematika nya. Dengan tidak tau malunya, kris - wu yifan - memeluk baekhyun dengan sangat erat. Hingga baekhyun kesusahan bernafas sampai terbatuk-batuk. Buru-buru kris langsung melepaskan pelukan yang dapat mendatangkan sakaratul maut seorang byun baekhyun.

"dasar! Tiang tak punya otak" maki baekhyun saat dirinya telah terlepas dari pelukan kris. Kris hanya nyengir kuda saat di maki baekhyun seperti itu.

"tiang memang tak punya otak, baby~" ujar kris mencoba membenarkan ucapan baekhyun. Baekhyun mendengus kesal dan menatap tajam kris yang masih tersenyum dengan wajah watados.

"terserah" baekhyun melenggang pergi melewati kris yang masih tersenyum 5 jari. Mereka berdua mengabaikan fakta bahwa sedari tadi ada sepasang mata menatap mereka. Tepat nya itu laki-laki yang tadi punggung nya di tabrak oleh baekhyun. Dan ia hanya tersenyum tipis.

.

.

Jam istirahat tiba, Baekhyun dan kedua sahabat nya melangkah menuju kantin. Saat dikantin, mereka mengambil kursi di pojok agar leluasa untuk bergosip. Tapi, sepertinya baekhyun sedang malas bergosip apalagi tentang pujaan hati. Ia merasa sangat malu ketika ia mengingat kembali kejadian 3 hari lalu. Jadi, hanya luhan dan kyungsoo yang bergosip ria yang tentu saja tentang kekasih mereka.

"oh ya baek, kenapa kau baru masuk hari ini?" Tanya luhan kepada baekhyun diikuti anggukan oleh kyungsoo. Baekhyun mengalihkan pandangan kearah kedua sahabatnya itu.

"bukankah, kata ibumu kau hanya sakit sehari? Kenapa kau baru masuk hari ini? Sambung kyungsoo. Baekhyun menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya ini.

"Kalian tau kan insiden yang menimpa ku 3 hari lalu?" Tanya baekhyun dengan menatap wajah kedua sahabatnya. Kyungsoo dan luhan mengangguk mengiyakan bahwa mereka tau apa yang menimpa baekhyun 3 hari lalu.

"Yang kau terjatuh karena terlalu lelah berlari dan berakhir tertidur di gendongan chanyeol?" Tanya luhan memastikan dan baekhyun menganggukan kepalanya lucu.

"Lalu hubungannya?" Bingung kyungsoo.

"Aku malu kyung" baekhyun berkata lirih serta menundukkan kepalanya. Ia jadi kembali mengingat kejadian memalukan itu. Ia tidak tau bagaimana jadinya ketika nanti ia bertemu dengan pujaan hatinya, yang mungkin ia tinggalkan jejak. Jangan tanya jejak apa, karena kalian pasti tau jejak orang tidur.

"Babysoo~~" oh si hitam datang, erang batin frustasi baekhyun.

"Luhanniee" ditambah si cadel, batin baekhyun berteriak lagi.

"Hai baekhyun, lama tak melihatmu" sapa sehun dan jongin yang di balas hanya senyuman malas dari baekhyun. Sehun dan jongin mengambil posisi duduk di samping kekasih-kekasih mereka yang sedang tersenyum manis menyambut kekasihnya. Baekhyun yang melihat nya hanya membuat pose ingin muntah dan kembali memakan makanan nya secara brutal.

"Pelan-pelan baek" ujar kyungsoo mencoba untuk memberitahu akan tak tersedak. Tapi, sepertinya baekhyun tak perduli ia masih saja makan dengan brutal dan tergesa-gesa. Tak berapa lama kemudian, ia terbatuk-batuk dengan kyungsoo dan luhan yang kewalahan memberikan air minum padanya.

"Apa ku bilang" ucap kyungsoo.

"Maaf" cicit baekhyun pelan hampir tak terdengar.

"Baby, suapkan aku itu~~" jongin berkata manja kepada kekasihnya - kyungsoo - . Baekhyun berdecih melihat kemanjaan jongin.

"Manja sekali, seperti perempuan" setelah mengatakan itu baekhyun beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari area kantin. Ia ingin muntah jika berlama-lama melihat dua pasangan itu yang saling suap menyuap.

Baekhyun kau muak atau iri?

Langkah baekhyun terhenti ketika ia telah melangkah menjauh dari kursi makan nya. Tubuh baekhyun menegang. Bagaimana tidak, di hadapannya sekarang berdiri laki-laki yang ingin ia hindari hari ini dan hari-hari selanjutnya. baekhyun berdiri dengan kikuk, menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal. Baekhyun bergeser ke kiri dan chanyeol juga bergeser ke kiri. Baekhyun bergeser ke kanan dan chanyeol juga bergeser ke kanan. Baekhyun mendongak mencoba menatap chanyeol yang kini sedang menatapnya datar.

"K..kau ke ki..kiri dan a..aku ke ka..ka..kanan" baekhyun berujar dengan tergagap. ia menunduk dan berusaha menormalkan detak jantungnya. Ayolah seperti apa wajah nya sekarang, ia sangat malu.

"Kenapa harus aku?" Baekhyun mendongak ketika mendengar suara chanyeol. Yang ntah mengapa bertambah sexy bagi baekhyun.

"Eung, maaf" baekhyun langsung melesat pergi tak memperdulikan lagi apa yang akan chanyeol katakan. Ia juga tak memperdulikan bahwa banyak pasang mata yang menatap aneh pada mereka.

.

.

Baekhyun berlari menuju perpustakaan. Karena hanya perpustakaan yang akan sepi disaat-saat seperti ini. Yang baekhyun inginkan saat ini hanya menangis di tempat yang menenangkan terjauh dari orang-orang yang akan menanyakan hal-hal aneh padanya.

"Apakah aku begitu tak menarik?"

"Apakah aku begitu bodoh?"

"Apakah aku begitu jelek?" Baekhyun berbondong-bondong memberikan pertanyaan pada dirinya yang berakhir dengan erangan frustasi dari bibir kecilnya.

Baekhyun menangis karena dirinya yang begitu tak menarik, bodoh bahkan jelek yang tak bisa membuat chanyeol sedikit pun menoleh padanya. Baekhyun membaringkan kepalanya di meja yang ada di perpustakaan. Mencoba memejamkan matanya tapi gagal ketika kenangan saat ia belajar bersama chanyeol muncul begitu saja. Baekhyun membuka Matanya dan tersenyum miris.

"Apakah aku begitu menyedihkan?" Gumam baekhyun sembari menghapus jejak air matanya.

"Aku tak menyangka jika aku sangat menyedihkan" baekhyun berujar lirih diikuti dengan kekehan hambar diri bibir kecil itu.

"Aku menyerah chanyeol-ah" setelah mengatakan itu baekhyun tertidur. Terdengar dari Deru nafas nya yang teratur.

Baekhyun belum melakukan usaha apapun setelah ia mengatakan perasaan nya pada chanyeol tapi ia sudah ingin menyerah. Ia ingin menyerah karena ia sudah banyak melakukan kesalahan dan berakhir memalukan diri sendiri. Ia sudah putus asa saat melihat chanyeol yang sama sekali tak seperti menganggap nya ada. Bahkan sekarang chanyeol menatap nya dengan sangat datar dan jauh lebih datar dari sebelum nya.

Baekhyun terhanyut dalam mimpinya sampai ia tak menyadari jika seseorang sedang mengambil posisi duduk disampingnya. Orang itu tersenyum mendapati wajah tidur baekhyun untuk kedua kalinya. Dengan bibir tipis yang sedikit terbuka serta suara dengkuran halus yang terdengar.

"Jangan menyerah baekhyun-ah"

Chu~

Dikecupnya bibir tipis yang sedikit terbuka itu yang sedari tadi mengeluarkan suara dengkuran halus. Selama 3 detik di lepasnya kecupan bibir itu dan tersenyum ketika melihat baekhyun tersenyum di sela tidurnya.

TBC

haaiiii, Yuki kembali nihhh *gak peduli*

ada yang merindukan yuki, eum? /pasti nihil/

karena banyak yang minta fast update, yaudah nihh yuki fast update;3

review nya yuki tunggu.

PS : yuki kan udah bilang jan panggil yuki dengan sebutan 'author, thor' dan semacamnya, panggil aja 'yuki' atau gak 'kakak' 'adek' yuki yakin dan masih inget kalo yuki berojol ke dunia tahun 97 wkwkwk. jadi kalo masih mau panggil yuki dengan sebutan 'author' mending "CALL ME BABY" hahaha.

paaiii

.

.

yuki pamit;3 gomawo, mianhae, saranghae

matane #ketjupbibir

maaf atas kebingunan nya dalam membaca fanfic ini hehehe