The Prince's Cactus ©Xu Ci
Rate : T+
Genre : Comedy, Drama, Romance
Cast : EXO Member and Other
Summary : The Prince's Cactus KrisTao ver
KRIS
Membuatku kehilangan muka saat bertemu untuk pertama kalinya, dia hanya rakyat biasa! Berani-beraninya ia memberitahu apa yang harus ku lakukan? Mengapa ia tidak bisa menjadi seperti perempuan lain di sekitar yang manis, lugu dan menggemaskan. Tapi kenapa harus seperti kaktus, penuh duri, menusuk-nusuk orang lain?
TAO
Aku tidak bisa mengerti mengapa ia membutuhkan pelayan untuk membantunya. Menyuruhku seenaknya seperti mengenakan pakaian, meskipun fakta mengatakan bahwa ia memiliki tangan dan kaki!
WARNING!
GS, TYPO BERTEBARAN, BAHASA KACAU+ANCUR.
Diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama. Akan ada beberapa yang ditambah dalam fict ini dikarekan keterbatasan author dalam masalah translate~~
PS : bold dan italic adalah flashback
Enjoy this fict ^^
The Prince's Cactus Xu Ci
dragonpeach
.
.
.
.
Pagi itu, Tao, Kibum dan Siwon –kakak ipar Tao– sedang berada diruang tengah. Siwon dan Kibum duduk berdua didepan Tao. sedangkan Tao hanya duduk sendirian. Mereka terkejut dengan keputusan Tao yang ingin tinggal disana.
"Apa kau akan tinggal disini?" tanya Kibum memastikan apa benar Tao ingin tinggal disana atau tidak.
"Itu benar. Berikan kembali kartu kredit ku! Aku ingin membeli beberapa pakaian." Pinta Tao. bukannya Tao tidak memiliki baju, tetapi semua baju Tao dicuci dan Tao hanya memiliki baju (yang bisa dipakai) hanya satu, dan itu adalah pakaian yang sedang ia pakai.
"Tapi Tao, kenapa kau ingin tinggal disini? Kedengarannya mendadak sekali. Apa lagi semenjak kau menolak permintaanku dan tidak mendengarkan nasihatku."
'Apa artinya dia tidak sepenuhnya membenciku?' tanya Siwon dalam hati.
Mereka tidak menyadari kedatangan Kris yang mulai mendekat kearah mereka.
"Mungkin keponakan yang baik akan menjaga baik bibinya. Dan dia begitu tersentuh ketika dia memutuskan untuk tinggal." Ucap Kris yang turun dari tangga.
"Berhentilah kau untuk bersikap manis kepadaku! Aku memiliki tangan dan kaki dan aku juga bisa menjaga diriku sendiri!" bantah Tao yang tak mau kalah dari Kris.
"Tao, kau kenapa selalu menolak kebaikan orang lain?"
"Kris, itu bagus kau sudah mau keluar. Dan Tao, dia akan pergi berbelanja dimusim panas ini. Kau mau menemaninya?" tanya Kibum yang sebenarnya secara tidak langsung melerai perdebatan mereka berdua.
"Aku bisa pergi sendiri! Aku hanya membutuhkan kartu kreditku!" bantah Tao. Ia benar-benar tidak ingin pergi berbelanja dengan musuhnya itu.
"Tidak masalah, aku akan pergi bersamanya."
'Benar-benar memuakan! Aku tak akan melepaskanmu!' batin Tao tidak terima dengan Kris.
"Apa menakutkan jika pergi sendirian daripada bersamaku?"
"Aku hanya memikirkan pertama aku harus pergi kemana? Armani? Gucci? Prada? Oh tidak!" ucap Tao.
"Chanel kelihatannya tidak buruk juga." Siwon mencoba memberi solusi kepada Tao.
"NO! Itu kedengarannya kuno sekali!" bantah Tao. Poor Siwon.
.
.
.
Mereka pun langsung pergi menuju pusat kota. Mencari pakaian yang ingin dibeli oleh Tao. Tao tak sendirian, ditemani oleh Kris dan tiga orang bodyguard yang setia mengekori mereka berdua. Mobil van mewah berwarna hitam berhenti tepat didepan toko Gucci. Mereka keluar dari mobil dan memasuki toko tersebut. Tao hanya memakai baju kaos dan celana jeans dengan topi yang setia bertengger dikepalanya.
"Selamat datang, Pangeran Kris." sambut para pegawai disana sambil membungkukan tubuh mereka. tao terkagum-kagum melihat koleksi yang ada didalamnya. Mulai dari tas, baju, sepatu, kaca mata, topi, dan lain-lain.
*TAO POV*
Aku hanya ingin membeli beberapa pakaian untuk ku pakai. Aku benar-benar tak percaya dia akan membawaku ke Gucci. Benar-benar diluar dugaan. Aku melihat banyak koleksi Gucci yang bena-benar menggodaku.
"Tuan Kris, boleh kah kami tahu apa yang kau butuhkan?" tanya pemilik toko itu ramah. Aku tak begitu peduli dengan keadaan sekitar.
"Tao, kau pilihlah apa yang kau mau." Perintah Kris padaku.
Sejak kau menjadi sangat baik kepadaku, aku akan meminta semua yang ada di toko ini. Jangan salahkan aku yang menginginkannya. Kau yang memintaku menyebutkan semua yang ku mau, bukan?
Akupun menunjuk semua koleksi yang ada disana. Mulai dari baju, sepatu, dress, kaca mata, dompet. Semuanya, sampai –sampai seisi toko aku pinta. Tokonya jadi kosong karena aku mengambil semua koleksinya.
"Semuanya, semua yang ada disini. Aku menginginkan semuanya." Ucapku final. Aku dapat melihat bagaimana kagetnya semua orang disana karena permintaanku. Masa bodoh, peduli apa aku?
"Pangeran, jangan lupa. Kau yang membayar semua tagihannya!" ucapku santai sambil meninggalkannya disana.
"Tuan Kris,"
"Hey Tao! kembali kau!" teriaknya.
"Semuanya 1,3 milyar, tuan." Ucap pemilik toko tersebut. dan aku benra-benar melenggangkan kaki menjauhi toko itu.
Akupun keluar dari toko tersebut. Lega sekali aku bisa memuaskan hasrat belanjaku tanpa harus mengeluarkan uang ku. Sangat melegakan sekali membeli banyak keperluan seperti ini, terlebih seseorang mau memang memiliki hal yang penting. Saat ini, aku selalu berpikir tentang bagaimana bisa balas dendam kepada pangeran yang memiliki IQ rendah.
Akupun melangkahkan kakiku menuju toko selanjutnya. Hari ini, jika aku melepaskan topikku dibawah terik matahari, bisa-bisa aku tidak jadi menghabiskan uang Kris. Aku melihat 3 orang wanita lokal yang sedang berbincang-bincang sambil membawa barang belanjaan mereka. Mereka berjalan mendekatiku. Dan aku tidak mengetahui itu adalah bahwa bahaya semakin mendekat kepadaku.
SLICE
Salah satu dari 3 orang tersebut memotong rambutku sebelah dan mereka langsung berlari.
"Kembalilah ke China, bitch!" ucap mereka sambil berlari meninggalkanku. Aku hanya bisa diam, terdiam dengan ucapan dan perlakuan mereka. Aku melihat Kris keluar dari toko dan mendekatiku.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanyanya padaku. Aku hanya diam, tak berniat menjawab pertanyaannya.
Terlalu banyak kebahagiaan membawaku kepada kesedihan. Pepatah China yang selalu ku dengar itu ternyata benar.
*NORMAL POV*
"Tao, apa yang terjadi dengan rambutmu?" tanya Kris khawatir. Yang ditanya hanya diam.
"Aku tanya, apa yang terjadi padamu?" tanya Kris sedikit meninggi.
"Skill mereka sangatlah buruk." Ucap Tao cuek.
"Apa tidak ada hal buruk terjadi padamu?" Tao tidak menjawab.
GREB
Kris memegang pundak Tao. Ia mentap Tao intens, tepat dimata Tao.
"Apa kau sudah cukup bermain-main disekitar?" tanyannya sambil menatap Tao. Tao mendongakkan kepalanya keatas melihat Kris yang notabennya lebih tinggi darinya. Matanya indah, sangat indah dan berkilau. Oh Kris, apa yang kau lihat?
"Kau menyakiti ku, Pangeran. Dan kita belum menyelesaikan belanjanya." Lama mereka saling menatap, Tao melepaskan tangan Kris yang tadinya bertengger dipundaknya. Ia membalikkan badannya dan masuk ke toko yang tadinya ingin ia masuki.
Kris menatap Tao yang meninggalkannya begitu saja. Entah tatapan apa yang ia layangkan, tapi Tao tidak melihatnya.
'Apa karena dia orang Asia? Karena matanya yang hitam indah? Aku tidak bisa membayangkan apa yang dipikirkannya' ucap Kris dalam hati. Akhirnya, iapun mengikuti Tao memasuki toko tersebut. didepan pintu, ia dapat melihat Tao sedang memegang sebuah gaun hitam. Tao sedang bertanya-tanya kepada pegawainya tentang gaun tersebut.
"Kenapa kau tidak marah? Bukankah katamu, 'rambut adalah nyawa bagi wanita' ?"
"Marah bukanlah caranya membalas kesalahan orang lain kepada diri kita sendiri. Bagaimanapun, aku bukanlah orang yang harus membalasnya." Ucap Tao membalas pertanyaan Kris tadi.
"Apa maksudmu? Apa kau menemukan orang yang telah memotong rambutmu?"
Bukannya menjawab, Tao malah membalikkan diri dan memberikan senyuman manisnya kepada Kris.
"Kau akan tau secepatnya." Jawabnya singkat
.
.
The Prince's Cactus Xu Ci
dragonpeach
.
.
.
PESTA MAKAN MALAM
Semua undangan telah berdatangan. Semuanya memakai dress code sesuai dengan yang tertera diundangan. Cantik dan tampan, begitu lah penampilan semuanya pada acara malam itu. Semua telah berkumpul, terkecuali Tao.
"Dimana Tao?" tanya Kris kepada Kibum.
"Dia tidak datang, mungkin dia tertidur. Kau butuh sesuatu?"
"Tidak."
Semua orang yang ada disana dibuat terkejut dengan kedatangan seorang wanita cantik. Seorang wanita yang turun dari tangga dengan elegannya. Ia memakai gaun hitam yang sexy, belahan dadanya yang sangat rendah memperlihatkan dada Tao yang montok. Rambutnya yang hitam bagaikan arang dengan potongan pendek. Sangat cantik sekali dan sexy.
Kris dan Kibum sangat terkejut dengan penampilan Tao yang sangat cantik. Kris benar-benar tidak menyangka kalau wanita yang selalu ia anggap pembawa sial itu tampil cantik dengan gaun dan dandanan yang berbeda.
"Oh tuhan, Tao, kau benar-benar terlihat sangat cantik malam ini." Ucap Kibum yang terkagum-kagum melihat Tao. sedangkan Kris? Kembali memasang wajah datarnya seakan-akan tidak tertarik dengan penampilan Tao kali ini.
"Benarkah?" tanya Tao memastikan. "Ketika aku bekerja part-time menjadi model, aku selalu mengatakan kalau aku hanya bisa memperlihatkan punggungku. Makanya aku memilih gaun malam ini." Jelas Tao. Tao pun memutar tubuuhnya bagaikan seorang peragawati. Entah mengapa membuat wajah Kris merah melihatnya. Ada apa dengan Kris?
"Apa yang membuatmu berpikiran untuk berpakaian seperti ini?" tanya Kris pada Tao.
"Jadi, apa kau menyukai gaya ku sekarang?" tanya Tao sambil mendekati Kris. wajah mereka benar-benar dekat. Bahkan Kris bisa mencium bau parfume yang Tao gunakan.
"Yah, aku hanya bisa mengakatan bahwa aku belum pernah melihatmu secantik ini. Tapi, itu akan lebih baik jika kau senyum walau hanya sedikit."
"Benarkah?" tanya Tao. Kris mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Tao. "Seperti ini?" Tao tersenyum, menampilkan senyuman indahnya. Bibir kucingnya membentuk senyuman yang sangat indah, menambah kadar kecantikan Tao malam itu. Kris yang melihatnya mendadak tidak bisa berkutik, ia jadi salah tingkah karena Tao memberikan senyuman mautnya.
"Akh, musiknya diganti. Mari kita berdansa." Ajak Tao
"A-a-apa yang kau katakan?" tanya Kris gugup.
"Mari kita berdansa bersama." ajak Tao. Tao mengulurkan tangannya sebagai tanda mengajak. Kris yang mengerti dengan kode yang diberikan Tao, langsung menyabut uluran tangan Tao.
Mereka berdansa ditengah para undagan. Semua mata memperhatikan mereka, bagaikan seorang pangeran dengan sang putri. Mereka sangat cocok sekali.
*KRIS POV*
Untuk saat ini, saat aku menggenggam tangannya, aku tak peduli apa yang terjadi padanya. Aku hanya ingin menikmati malam yang indah ini bersamanya. Musik waltz yang lembut senada dengan kulitnya yang halus. Kulit kuning langsatnya yang berkilau terkena cahaya lampu. Mata hitamnya bagaikan bintang yang berkilau yang jatuh dari langit malam. Melihatnya seperti ini, membuatku kehilangan akal sehatku.
Aku benar-benar menikmati malam ini dengan berdansa dengannya. Benar-benar diluar dugaan kalau aku akan berdansa dengannya. Dia jauh berbeda dari sebelumnya, dia benar-benar terlihat cantik dengan dandanannya kali ini. Kenapa tidak dari dulu dia seperti ini?
*NORMAL POV*
Mereka berdua masih asyik berdansa tanpa memperdulikan tatapan penuh amarah dari 3 orang wanita yang berada belakang mereka.
"Dia benar-benar membuatku marah!"
"Wanita itu semakin mendekati pangeran!"
"Tinggalkan pangeran sekarang!"
"Matilah kau!"
" Kau wanita jelek dan tidak sopan!"
Itulah reaksi mereka ketika melihat Kris berdansa dengan Tao. 'Kalian cemburu, bukan? Pangeran kalian sekarang hanya menyukaiku!' seringai Tao dalam hati. Kris melihatnya, melihat Tao yang tengah menyeringai penuh kemenangan.
"Tao, apa yang terjadi?" tanya Kris yang tidak mengerti mengapa Tao menyeringai.
"Tidakkah kau melihat bahwa aku sangat senang?" Kris melihat kearah Tao melihat. Barulah ia mengerti kenapa Tao menyeringai dan senang.
"Apakah diantara mereka orang yang memotong rambutmu tadi sore?"
"Aku tak perlu mengatakannya padamu!" balas Tao jutek.
"Sekarang, ketika kau menggunakanku seperti itu, untuk membuat mereka cemburu, harusnya kau membiarkan aku tau!"
"Tidak ada masalah dengan mereka. dan itu tidak ada hubungannya dengan mu!"
'wanita bisa begitu menyedihkan ketika mereka marah. Betapa bodohnya aku memikirkan itu semua karenaku!'
"Mereka bisa saja memotong rambutmu saat ini. Kemudian mereka akan menancapkan pisau kelehermu!"
"Mereka terlihat menyedihkan itu karenamu! Mereka bisa bersikap normal jika kau tidak terkenal!"
"Tidak ada apa-apa antara aku dengan mereka. Aku tidak pernah menyukai salah satu dari mereka."
"Lalu kenapa kau selalu dengan mereka jika kau tidak menyukai mereka?"
"Kekayaan. Wanita begitu menginginkanku karena aku adalah laki-laki yang sangat berharga."
"Itulah yang aku benci dari orang kaya!"
Mereka terus berbincang-bincang. Secara tidak sengaja, Tao menginjak kaki Kris. membuat pemuda itu harus menahan rasa sakit karena terinjak sepatu ber hak tinggi milik Tao.
"Tao, jangan kau injak kakiku dengan sepatu barumu itu! Jika pembuatnya tau kalau akan digunakan untuk ini, mereka akan menangis!"
"Bagaimana kau bisa merasakan rasanya melangkah dengan sepatu yang harganya ribuan dollar?"
"Hanya satu kata!"
"Apa itu?"
"SAKIT!"
"Hahaha, iya. Aku tau."
"Kau tertawa? Kaki ku rasanya mau hancur! Apa kau senang?"
Tao melihat kembali kearah 3 orang wanita itu. Ia bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.
"Benar-benar wanita menjijikan!"
"Aku benar-benar muak! Biarkan aku membunuhnya!"
"Tenang saja, itu tidak akan lama lagi!" ucap mereka bertiga. Tao mendengar dengan jelas kata-kata yang mereka ucapkan.
"Ya, aku sangat senang sekali." 'walaupun aku tidak bisa melihat wajah siapa yang memotong rambutku sore tadi, aku baru saja mendengar suaranya!' sambung Tao dalam hati.
'Semakin aku dekat dengan Kris, mereka semakin marah. Dan aku sangat senang melihat mereka marah. Caranya yang sangat sempurna untuk membalas dendam. Aku tak harus kehilangan apapun untuk membuat lawanku kalah dalam pertarungan! Sekarang aku sudah mendapatkan sasaranku, besok akan kembali ku lanjutkan!' ucap Tao dalam hati. Tao senyum-senyum sendiri karena ia sekarang sudah menang. Ia bagaikan seorang pejuang yang baru saja mengalahkan banyak lawannya.
'Sudah cukup. Semuanya cukup! Wanita ini semakin memperalatku, yah, walau aku menikmatinya.' Ucap Kris dalam hati. Kris merendahkan kepalanya sejajar dengan Tao. Tao yang rendah dari Kris tentu saja mengangkat kepalanya keatas untuk bisa melihat Kris.
"Hey, katakan –"
~CHUU
Kris mencium Tao tepat di bibir. Tao membelalakkan matanya karena mendapat ciuman dadakan dari Kris. Semua yang ada disana mengehntikan kegiatan mereka dan melihat Kris yang tengah berciuman. Kibum dan Siwon tak kalah kagetnya. Saking kagetnya, Siwon sampai-sampai menyemburkan air yang tadi ia minum. Sedangkan 3 orang wanita itu? mereka membelalakan matanya tak percaya dengan yang terjadi didepan mereka. hancur sudah hati mereka.
"Kau dasar wanita tak tau malu! Tinggalkan pangeran Kris sekarang juga!" teriak Jessica tak terima dengan kejadian tadi.
"Apakah dia orangnya?"
.
.
.
.
TBC
.
.
Chapter 3 is done!
Yeaay!
Senangnya bisa lanjutin fict ini. Pas baca reviewnya, senang kali ternyata banyak juga yang kasih review. Maaf kalau banyak typo yang bertebaran. Aku gak memeriksa ulang karena aku gak punya banyak waktu untuk check ulang. Maaf juga kalau aku tidak bisa meramu ceritanya menjadi yang menarik. Maaf sekali, aku masih dalam proses belajar. :D
Sedikit catatan. Mungkin aku akan lama buat update 4 fict aku karena aku mau hiatus dulu sampe selesai UN. Senin besok aja aku sudah dihadapkan dengan UAS, Try Out, dan UAMBN. Belum juga laptop mau di sita sampe selesai UN.
Jadi secara pribadi aku minta maaf karena keterlambatan updatenya. Aku harap reviewnya kagak putus Cuma garagara aku hiatus.
Mohon doa dan dukungannya yah! ^^
dragonpeach_
