"KISS ME"

Author: Yuki park (Yuki)

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Others Cast: Xi luhan, Oh sehun, Do kyungsoo, Kim Jongin, Wu Yi Fan (jarang muncul)

Rate: T aja

Genre: Romance, school life

Summary: Tentang usaha baekhyun yang ingin menjadi kekasih park chanyeol lelaki cuek dan jarang tersenyum mempunyai wajah tampan dan otak cerdas berada di kelas unggulan berbanding dengan baekhyun. apakah chanyeol akan mau?

Disclaimer : fanfic ini terinspirasi dari drakor NAUGHTY KISS, jalan cerita yang berbeda tapi karakter yang sama dan ada beberapa moment yang sama bisa di bilang NAUGHTY KISS CHANBAEK VERSION.

Warning: This is fanfic Yaoi Boyxboy, Cinta sesama jenis, SEKALI LAGI CINTA SESAMA JENIS If you not fujoshi go away;3

DONT BE PLAGIATOR AND BASH ME

IF YOU DONT LIKE YAOI PLEASE CLOSE THIS FANFIC

"~~~HAPPY READING~~~"

.

.

.

Baekhyun bangun dari tidur panjang nya, tidak panjang sih hanya sekitar satu setengah jam. Dan ia membolos di pelajaran kim botak songsaengnim, guru matematikanya. Baekhyun menegakkan tubuhnya dan merenggangkan semua persendian otot-ototnya. Tertidur selama satu setengah jam dengan posisi terduduk dan kepala terkelungkup di atas meja cukup membuat tubuhnya pegal. Baekhyun menguap selebar-lebarnya, mengabaikan seseorang yang tengah menatap nya datar. Setelah nyawanya telah kembali berkumpul di dalam dirinya, baekhyun perlahan memegang bibirnya dan tersenyum simpul.

"seperti sangat nyata, tapi hanya mimpi" monolognya, baekhyun kembali membayangkan mimpinya, yang dimana ia mendapatkan ciuman pertamanya dan itu bersama chanyeol. Baekhyun senang bukan main, sampai-sampai ia tersenyum dalam tidurnya.

Padahal itu adalah nyata baekhyun-ah – ucap salah satu readers.

Baekhyun mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru perpustakaan, seketika pandangan baekhyun terhenti ketika ada yang menatap nya datar. Tubuh baekhyun menegang, ketika matanya dan mata orang itu bertubrukkan. Baekhyun berdehem untuk menormalkan detak jantungan.

"se..sedang a..apa kau disini?" Tanyanya dengan nada yang bergetar karena gugup.

"semua orang tau, perpustaan untuk belajar bukan tidur" baekhyun terasa tersindir ketika kata-kata itu meluncur dari bibir pujaan hatinya, yeah orang yang sedari tadi memandang nya datar adalah park chanyeol. Dan juga, orang yang mencium baekhyun saat tidur tadi juga park chanyeol. Apa maunya lelaki ini?

Baekhyun berdecih pelan dan beranjak dari tempat duduknya, mengangkat sedikit dagunya dan berjalan angkuh dengan bibir yang mengrucut lucu. Saat ia berjalan melewati chanyeol, pergelangan tangannya di cekal oleh chanyeol. Dan saat itu juga jantung baekhyun ber konser ria, apalagi mendengar kata yang di ucapkan chanyeol…

"kau sangat jelek ketika tidur" setelah itu ia melenggang pergi, mengabaikan baekhyun yang menganga dengan tidak elitnya serta jantung yang berdegup tak karuan.

"apa yang harus aku lakukan agar kau mencintaiku?" teriaknya hingga membuat langkah chanyeol menuju pintu perpustakaan terhenti, ia berdiam diri enggan menoleh kepada baekhyun. Sedangkan baekhyun, ia sedang mengutuk bibirnya yang dengan tidak elitnya terceplos mengucapkan itu. Baekhyun mengambil seribu langkah melewati chanyeol dan menuju pintu perpustakaan.

Baekhyun sedikit berlari menuju kelasnya, yang saat ini tengah di ajar oleh park sonsaengnim – guru kimia - . baekhyun sampai di depan pintu kelas nya, dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan tentunya. Dengan pelan baekhyun membuka pintu kelasnya, menimbulkan sedikit kepalanya dan nyengir kuda ketika melihat park sonsaengnim menatap nya datar. Baekhyun menimbulkan seluruh tubuhnya kedalam kelas. Mengabaikan semua temannya yang menahan tawa karena tingkah lucunya.

"maaf saem, tadi saya sedikit tidak enak badan" ucapnya, tentu saja dengan penuh kebohongan. Baekhyun masih sayang tenaga untuk dibuang sia-sia hanya karena membersihkan toilet siswa yang baunya minta ampun. Baekhyun merinding sendiri membayangkannya.

"baiklah, segeralah duduk" ucap park sonsaengnim dan kembali melanjutkan penjelasannya tentang pelajaran kimia. Baekhyun berjalan kearah tempat duduknya. Ketika ia sudah mendudukan diri di tempat duduk nya, luhan dan kyungsoo mendekatnya kepala mereka hanya untuk memberikan baekhyun seribu pertanyaan.

"kau pasti bohong tentang tidak enak badan itu?" ucap kyungsoo dengan penuh selidik, luhan mengangguk.

"aku tertidur di perpustakaan" jawab baekhyun seadanya. Luhan dan kyungsoo hanya bisa menggeleng tak percaya dan kembali menegakkan tubuh mereka, kembali memperhatikan guru yang mengajar, berbeda dengan baekhyun. Ia terlihat melamun.

Baekhyun membayangkan bagaimana bisa chanyeol berada di perpustakaan sedangkan jam sedang berlangsung nya pelajaran, apa chanyeol membolos? Tapi sejak kapan chanyeol berada di sana?. Baekhyun mengerang frustasi dan mengacak rambutnya, sehingga ia terlihat seperti orang gila.

.

.

.

Bel pulang sekolah sudah di bunyikan hingga banyak siswa-siswi yang berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Tapi, dikelas XII-D masih ada siswa yang terlihat mengobrol didalam kelas.

"kenapa kau tadi bisa tertidur di perpustakaan?" luhan bertanya kepada baekhyun yang terlihat sangat tidak bersemangat sama sekali. Biasanya kalau jam pulang sekolah ia yang lebih dulu bersemangat.

Baekhyun menghela nafasnya dan menyenderkan punggungnya di kursi tempat duduknya. Mencoba mengulang kejadian sebelum ia tertidur tadi. Luhan dan kyungsoo menatap nya jengah. Kyungsoo memutar matanya malas.

"baek jawab, kau tidak mau cerita kepada kami sahabatmu?"

"bukan seperti itu, kyung" ucap baekhyun lirih.

"oke, sekarang ceritakan" tuntut kyungsoo. Baekhyun menarik nafas panjang sebelum menceritakan semua kejadian yang terjadi pada dirinya hari ini. Dimulai dari ia bertemu chanyeol kantin dan berakhir menangis di dalam perpustakaan. Dan juga ia menceritakan ia bermimpi berciuman dengan chanyeol, itu membuat baekhyun sedikit tersenyum ketika mengingat kembali mimpinya.

Luhan dan kyungsoo hanya tersenyum simpul mendengarkan cerita baekhyun, apalagi tentang mimpi baekhyun. Mereka tersenyum misterius.

Flashback on

Luhan dan kyungsoo menatap baekhyun yang beranjak dari kursi kantin, mereka ingin bertanya kepada baekhyun kemana ia akan pergi tapi di urungkan saat dilihatnya baekhyun sedang berhadapan dengan chanyeol. Luhan dan kyungsoo tersenyum karena tinngkah menggemaskan baekhyun saat di hadapan chanyeol.

Mereka berdua langsung beranjak dari posisi duduk nya ketika mendapati baekhyun berlari dari hadapan chanyeol. Saat hendak melewati chanyeol, mereka ditahan oleh chanyeol dan berkata…

"biar aku saja" seperti terhipnotis, luhan dan kyungsoo mengangguk lucu, membiarkan chanyeol menyusul baekhyun dengan cara berjalan santai.

"kyung" luhan menyenggol kyungsoo dan mendekatkan bibirnya ke telinga kyungsoo.

"kita ikuti chanyeol, bagaimana?" ajak luhan sambil berbisik, mengabaikan kekasih mereka yang memandang nya aneh. Kyungsoo mengangguk cepat dan menyeringai.

"setuju, jja" kyungsoo langsung menarik tangan luhan, tapi luhan menahannya dan menuju kekasihnya – sehun – yang sedang duduk dikursi kantin tempat mereka tadi.

"aku pergi dulu, sayang" ucap luhan pada sehun dengan sedikit mengecup bibir sehun singkat. Sehun tersenyum tampan dan mengusak puncak kepala luhan. Jongin yang menatap nya mereka langsung beranjak dari posisinya dan menuju kyungsoo.

"baby, kau mau kemana?" Tanya jongin kepada kyungsoo. Kyungsoo hanya tersenyum.

"ada misi yang harus ku selesaikan" jawabnya dan mengecup singkat bibir jongin. Setelah itu, mereka berdua pergi dari hadapan kekasih-kekaish mereka. Untung mereka berlari dengan cepat sehingga tak kehilangan jejak chanyeol.

Terlihat chanyeol sedang memasuki perpustakaan, kyungsoo dan luhan mengendap-ngendap persis seperti penguntit,. Mereka berdua bersembunyi di salah satu rak buku yang tidak terlihat oleh baekhyun maupun chanyeol. Saat ini pun chanyeol sedang berdiri di salah satu rak yang tidak dapat terlihat oleh siapapun termasuk baekhyun. Tapi, luhan dan kyungsoo melihatnya. Mata mereka sudah seperti teropong kalau sudah begini.

"apakah aku begitu bodoh?"

"apakah aku begitu tak menarik?"

"apakah aku begitu jelek?"

Mereka semua mendengarnya celotehan baekhyun dan kemudian mereka melihat baekhyun mengerang frustasi. Kyungsoo dan luhan terkikik geli melihat baekhyun seperti itu. Sedangkan chanyeol, masih saja menatap nya datar.

"apakah aku begitu menyedihkan?

"kau tidak menyedihkan baekhyun-ah" ucap luhan, diikuti kekehan kecil. Tentu saja itu tidak dapat di dengar baekhyun, apalagi chanyeol. Kyungsoo tertawa kecil tapi jauh di lubuk hatinya ia ikut sedih melihat baekhyun yang seperti itu.

"berhentilah tertawa luhan" ucap kyungsoo, luhan diam dan mempoutkan bibir nya. Ia mencibir tanpa suara kearah kyungsoo dan menjulurkan lidahnya bermaksud mengejek kyungsoo.

"OMO!" teriak kyungsoo sambil memukul-mukul lengan luhan, luhan mengaduh kesakitan dan kembali menatap kearah baekhyun. Seketika mata luhan melebar tak percaya hampir saja ia berteriak heboh kalau saja kyungsoo tidak dengan cepat mendekap mulutnya.

"kyung, cha..chanyeol" tunjuk luhan kearah chanyeol dengan gerakan slow motion dan bergetar, begitupun dengan suaranya.

"sepertinya chanyeol sudah menaruh hati kepada baekhyun" luhan mengangguk cepat mengiyakan ucapan kyungsoo.

"tadi baekhyun berucap 'aku menyerah chanyeol-ah' kemudian ia tertidur, dan chanyeol mendekat serta berkata 'jangan menyerah baekhyun-ah' mereka romantis sekali" kyungsoo berbinar sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan memandang langit-langit perpustakaan, luhan pun ikut melakukan hal sama. Mereka berdua mengabaikan chanyeol yang sudah di hadapan mereka.

Saat kyungsoo kembali menegakkan tubuhnya, ia terbelalak diikuti dengan luhan yang sama persis seperti kyungsoo eskpresinya saat ini.

"kalian melihatnya?" Tanya chanyeol datar.

"eghh, a..anu…i..itu" kyungsoo tergagap sendiri sambil menunjuk-nunjuk tak tentu arah, sedangkan luhan sibuk menunduk dan menyenggol kyungsoo.

"jawablah" chanyeol berkata lagi. Luhan menghembuskan nafasnya kasar, dan mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk. Menatap chanyeol dengan mata rusanya, dagu terangkat sangat angkuh, bisa di bilang. Dan jangan lupakan tangan yang berkacak pinggang.

"ne, kami melihatnya" ucapnya angkuh seraya terus menatap chanyeol tajam.

"aku harap kalian diam saja" final chanyeol dan melenggang pergi, meninggalkan kyungsoo dan luhan yang kini tengah menahan amarah karena kesal kepada chanyeol yang mempermainkan perasaan sahabatnya.

Flashback off

Baekhyun menghela nafas pasrah ketika ia selesai menceritakan semuanya. Ia memandang sahabatnya secara bergantian, luhan dan kyungsoo masih saja mengulum senyum yang baekhyun tidak tahu apa artinya.

"kalian kenapa?" tanyanya pada luhan dan juga kyungsoo, tapi mereka hanya menggeleng, menandakan bahwa tidak terjadi apa-apa. Baekhyun hanya mengangguk mengerti, kemudian Ia beranjak dari duduknya, saat ia akan menyampirkan ranselnya tiba-tiba panggilan menjijikan untuknya menyapa gendang telinganya.

"baby~~" teriak kris dari depan pintu kelas dan menghampiri baekhyun. Baekhyun hanya bisa memutar matanya malas untuk saat ini.

"apa tiang?" tanyanya tak bersemangat.

"kau melupakan ritual sepulang sekolah mu, eum?" kris balik bertanya kepada baekhyun. Baekhyun ingat, benar-benar ingat jika ia harus belajar bersama kris sepulang sekolah di perpustakaan.

"aku mengingatnya"

"yasudah, ayo kita ke perpustakaan tunggu apa lagi" ucap kris lalu merangkul bahu sempit baekhyun dan menyeret nya menuju perpustakaan. Mengabaikan luhan dan kyungsoo yang berteriak 'jangan berbuat aneh pada baekhyun'.

Di perjalanan menuju perpustakaan, tangan kris masih saja bertengger di bahu sempit baekhyun. Baekhyun mengabaikannya, ia terlalu malas untuk berdebat dengan kris saat ini, jadi ia perbolehkan kris merangkulnya hari ini.

Dari kejauhan baekhyun melihat siluet chanyeol yang berjalan kearahnya, baekhyun melirik tangan kris yang bertengger manis di bahunya kemudian ia melirik chanyeol lagi. Jarak Ia dan chanyeol sekitar 10 meter. Dengan cepat baekhyun melingkarkan tangan di pinggang kris, kris menoleh dan berteriak heboh ketika merasakan tangan baekhyun. Baekhyun tersenyum paksa dan mencubit pinggang kris sehingga kris mengaduh sakit tapi teredam ketika melihat tatapan baekhyun.

Mereka berpapasan, tanpa melihat satu sama lain. Chanyeol terlihat biasa saja bahkan snagat datar dari sebelum nya, sedangkan baekhyun ia harus berusaha mati-matian menahan mual karena terpaksa memeluk kris. Ketika ia menoleh dan mendapati chanyeol sudah berbelok di ujung koridor dengan cepat baekhyun melepaskan tangannya dari pinggang kris dan juga tangan kris yang merangkul bahunya.

"kenapa di lepas baby? Perpustakaan masih disana" ucap kris seraya menunjuk pintu perpustakaan yang berada sekita 5 meter dari tempat mereka berdiri. Baekhyun memutar matanya malas.

"makan tu babi" ucapnya ketus dan berjalan cepat menuju perpustakaan.

"ba-by sayang~, bukan babi. Kau ini bodoh sekali" kris berucap santai dan berjalan berdampingan dengan baekhyun. Baekhyun memandang nya sengit tapi kris hanya mengidikkan bahu tak perduli.

.

.

.

Sekitar 2 jam belajar akhirnya Baekhyun selesai belajar dengan kris dan itu berhasil membuat kris terus mengerang frustasi karena sudah yang ke 20 kali ia menjelaskan kepada baekhyun tapi baekhyun tak mengerti sama sekali. Baekhyun hanya menyengir ketika di Tanya apakah ia mengerti apa belum.

Kris keluar dari perpustakaan dengan rambut acak-acakan dan raut wajah yang terbilang sangat jelek khas orang frustasi pokoknya.

Baekhyun hanya tertawa memandang wajah kusut milik kris, seharusnya yang di posisi kris saat ini adalah baekhyun kenapa jadi malah kris. Hmmzzz sungguh aneh tapi nyata.

"kau seperti orang gila, hahaha" tawa baekhyun pecah menyuar di seluruh koridor sekolah, kris mencibir kesal dan mulai merapikan rambutnya.

"kau susah sekali di ajarkan, dimana otakmu baek?" Tanya kris setelah selesai merapikan rambutnya.

"ku tinggal dirumah, aku malas membawanya" kemudian ia tertawa lagi meninggalkan kris yang menatap nya tak percaya, kemudian ia menggeleng kecil.

Baekhyun berjalan melewati gerbang sekolahnya, jam menunjukkan pukul 4 sore. Baekhyun mulai menyusuri jalanan kota seoul, baekhyun sengaja berjalan kaki menuju rumahnya karena ia akan mampir ke kedai es krim untuk membasahi tenggorokannya yang tampak kering.

10 menit berjalan akhirnya baekhyun sampai di salah satu kedai es krim yang di tuju. Kedai ini adalah tempat favorite nya, pemilik kedai ini pun masih terbilang muda dan sangat cantik tentu saja. Pemilik kedai ini sudah kenal dekat dengan baekhyun bahkan ia hafal betul apa es krim kesukaan baekhyun.

"hai noona yang cantik" sapanya riang, saat ia melihat pemilik kedai sedang berada di tempat kasir.

"hai baek" sapa wanita itu dan tersenyum sangat cantik kepada baekhyun.

"noona terlihat senang hari ini, ada apa?" baekhyun yang melihat wajah berbinar dari wanita itu akhirnya bertanya karena penasaran, biasanya wanita ini akan terlihat kesal sepanjang hari.

"ne, noona sedang senang" ucapnya sumringgah.

"whoah, ada apa noona?"

"karena, adik noona hari ini mau membantu noona, itu orang nya" ucapnya berbinar dan menunjuk salah satu kursi pengunjung, seperti nya laki-laki itu sedang melayani pelanggan, karena posisi nya saat ini sedang memunggunggi baekhyun ketika baekhyun menoleh kearahnya.

"seperti nya ia tampan, terlihat dari postur tubuhnya yang tinggi" ucap baekhyun dan kembali membalikkan tubuhnya menghadap wanita tersebut.

"pesan seperti biasa?" Tanya wanita itu. Baekhyun mengangguk semangat dan tersenyum.

"yoora noona tau saja kesukaanku"

"noona aku selesai dan aku mau pulang" bukan baekhyun yang mengatakan itu melainkan seseorang yang tadi di tunjuk yoora sebagai adiknya, dan baekhyun sukses menegang dan membeku di tempat. Ia mencoba menolehkan pandangannya kearah samping dimana sumber suara bersalah dari sebelah kanannya, dengan gerakan slow motion.

Mata sipit itu sukses melebar ketika mengetahui siapa pemilik suara itu, mata nya dan mata pemilik suara bertubrukkan saling menatap satu sama lain. Yang satu menatap nya dengan tatapan tegang dan gugup, sedangkan yang satunya menatap dengan tatapan yang sangat datar tanpa ekspresi apupun.

"chan—

"baekhyun, ini eskrim mu" ucapan baekhyun terpotong karena yoora sudah membawakan eskrim nya, baekhyun dengan cepat menyerahkan uang kepada yoora.

"noona, terimakasih, aku pulang" ucap baekhyun, dan melenggang pergi meninggalkan yoora dengan pandangan bingung nya dan juga chanyeol yang masih menatap nya datar.

"hei, kau kenal dia?" yoora bertanya karena bingung melihat tatapan chanyeol kepada baekhyun yang sangat sulit di artikan yoora.

"tidak" jawabnya singkat dan mengambil ranselnya yang berada di dekat meja kasir kakaknya. "aku pulang" ucapnya dan pergi dari kedai milik kakaknya tersebut. Yoora hanya menghela nafas kasar melihat kedataran sang adik.

"aha" ucap yoora dan menjetikkan jarinya ketika chanyeol sudah hilang dari balik pintu kedai. "aku jodohkan saja baekhyun dengan chanyeol, pasti seru. Satu berwajah ceria satu lagi berwajah datar, jadi apa rumah tangga mereka" yoora bermonolog ria, mengabaikan semua pengunjung yang melirik aneh padanya. Ketika ia menyadari semua pandang mata tertuju padanya ia hanya tersenyum dan membungkuk kecil.

.

.

.

Baekhyun terus melangkah menuju kerumahnya, ia sesekali menarik nafas panjang karena berhadapan dengan chanyeol tadi. Es krim di tangan nya sudah habis tak tersisa, padahal tadi ia mau curhat sebentar dengan yoora noona tapi di gagalkan karena chanyeol yang merupakan adik yoora. Baekhyun menceritakan kepada yoora tentang ia menyukai seseorang di sekolahnya, dan baekhyun bersyukur setiap kali yoora menanyakan siapa orang itu, ia tidak memberitahunya jika yoora tau, habislah ia.

Baekhyun terus merutuk dalam hati sampai-sampai ia tidak menyadari kalau ia sudah sampai di depan rumah nya. Baekhyun masuk kedalam rumah di sambut senyum hangat oleh sang ibu.

"kau sudah pulang?" Tanya ibunya, saat melihat baekhyun berjalan kearah sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya. Baekhyun bergumam tak jelas menanggapi pertanyaan ibunya, ia merasa lelah saat ini.

"baek, nanti malam ayah mu mengajak kita makan malam dirumah temannya" ibunya berujar sambil mendudukan dirinya di sofa lainnya. Ibu baekhyun memandang baekhyun dengan tatapan bingung, karena baekhyun tak memberikan jawaban apapun.

"kau kenapa? Ada masalah lagi dengan pujaan hatimu?" goda ibunya, karena baekhyun tak kunjung menjawab perkataannya.

"pujaan hati apasih bu?" baekhyun terlihat geram kepada ibunya dan beranjak dari sofa melangkah menuju kamar tidurnya.

"yang di buku diary mu, park yeolchan, eh park cheon yeol, hmm park chan hyun? Ah ibu lupa namanya siapa" ibunya sedikit berteriak karena baekhyun mulai menjauh dari posisinya. Baekhyun melambai-lambaikan tangannya tanpa menoleh bermaksud untuk menyuruh ibunya diam tapi ibunya tetap saja mengoceh.

"ibu berisik" teriak baekhyun diikuti dengan bantingan pintu kamar yang cukup keras. Sedangkan ibunya hanya menggeleng-geleng sembari tersenyum.

"seperti apa pujaanmu itu, hmm sampai segitunya" monolog ibunya, dan kembali melakukan aktivitasnya yang tertunda karena menggoda anaknya.

Kegiatan ibu baekhyun yang sedang menonton tv terhenti lagi ketika mendengar ada bel berbunyi, dengan cepat ia menuju pintu dan membukakannya. Ternyata yang datang suami tercinta, kkkk~.

Jam memang menunjukkan jam 5 sore, dan di jam sekarang memang suami nya akan pulang bekerja. Dibantunya suaminya membukakan jas kerja dan membawakan tas kerjanya.

"istirahatlah kau pasti lelah" ucap ibu baekhyun kepada suaminya. Suaminya hanya tersenyum dan mengecup bibir istrinya singkat.

"cih, sudah tua masih saja sok mesra" itu bukan istrinya yang berbicara, melainkan seonggok pemuda kecil yang tergila-gila dengan laki-laki tampan dan pintar, ia juga merupakan anak dari pasangan yang sedang bermesraan itu, yups siapa lagi kalau bukan, byun baekhyun.

Tuan byun hanya terkekeh kecil ketika ketauan anak nya sedang bermesraan dengan istrinya apalagi terlihat sedang mengecup bibir istrinya. Sedangkan ibu baekhyun hanya nyengir kuda.

Baekhyun mengidikkan bahu dan berlalu menuju dapur untuk mencari makanan, tapi apa yang ia dapat, hanya meja makan yang kosong.

"ibu tidak masak?" teriaknya dari arah dapur.

"tidak sayang, kita akan makan malam dirumah teman ayah mu" jawab ibunya tak kalah berteriak. Ayah baekhyun menutup telinga ketika anak dan istrinya sudah berteriak seperti sekarang ini.

Baekhyun mendengus kesal melangkah menuju ibu dan ayah nya berada, ayah nya tersenyum melihat wajah cemberut baekhyun.

"siap-siap lah kita akan pergi kesana sebelum malam tiba" ucap ayahnya.

"omo! Baekhyun segeralah mandi" ucap ibunya dengan menyeret baekhyun menuju kamar mandi. Baekhyun memutar matanya malas dan memasuki kamar mandi.

.

Semua sudah siap, baekhyun dengan balutan pakaian casual nya serta ayah dan ibunya. mereka memasuki mobil untuk melakukan perjalanan kerumah teman ayah nya, bisa di katakana sahabat sebenarnya, mengingat ayah nya yang berteman sejak mereka masih kecil. Bibir baekhyun terus saja manyun karena bosan selama di perjalanan.

Sekitar 15 menit mereka sampai di rumah teman ayahnya, baekhyun turun dari mobil yang terakhir, ia terlalu malas untuk pertemuan yang seperti ini. Dan ia berharap ini cepat berakhir dan ia akan cepat pulang kerumahnya.

Pintu utama terbuka lebar, ayahnya tertawa ceria bersama temannya, saling berpelukan dan menjabat tangan, begitupun dengan ibu dan istri teman ayahnya ini. Untuk yang kesekian kalinya baekhyun mendengus dan memutar matanya malas.

"OMO! Apa ini anakmu?" teriak wanita paruh baya itu, yang di kenal baekhyun sebagai istri dari teman ayahnya. Baekhyun tersenyum kaku dan mengangguk.

"dia manis sekali~~" di cubitnya kedua pipi baekhyun, mengabaikan wajah baekhyun yang meringis, kemudian ia memeluk baekhyun dengan sangat erat. Baekhyun terbatuk-batuk tapi semua yang ada di sana hanya tertawa geli.

Semua sudah mendudukan diri di meja makan untuk makan malam mereka, terlihat dua kursi kosong membuat baekhyun kebingungan kenapa kursi itu kosong.

"kemana anak-anakmu, park?" Tanya ayah baekhyun kepada temannya, Tuan park menoleh kepada istrinya mencoba mencari kemana anak-anak mereka.

"yang perempuan masih di kedainya, sedangkan yang laki-laki mungkin masih di kamarnya" ucap nyonya park, ia bangkit dari duduk nya dan berjalan kea rah anak tangga pertama.

"anakku cepat lah turun, teman ayahmu sudah menunggu" teriak nyonya park dari bawah sedikit mendongak ke atas arah kamar anaknya. Nyonya park kembali lagi ketempat duduk di meja makan saat mendapati anak nya menjawab 'iya' .

Langkah kaki memenuhi ruangan, baekhyun menoleh dan membeku ketika matanya melihat siapa pemilik langkah kaki itu.

"annyeong, park chanyeol imnida" chanyeol mengenalkan dirinya kepada ibu dan ayah baekhyun. Ibu dan ayahnya tersenyum begitupun dengan ibu dan ayah baekhyun. Sedangkan baekhyun saat ini sedang mengalami jantung yang berdegub kencang.

Chanyeol berjalan kearah sisi kursi yang masih kosong, yang sangat kebetulan berhadapan langsung dengan baekhyun. Baekhyun terus merutuki tentang kebetulan apa lagi ini, baekhyun tak henti-hentinya meremas celana jeans yang di pakainya, sesekali ia meremas ujung kemeja nya.

Mereka memulai acara makannya, baekhyun makan dengan tidak tenang. Tak hanya sekali ia melirik chanyeol yang makan dengan tenang di hadapannya. Saat ia ingin melihat chanyeol lagi, ia terbatuk karena mendapati chanyeol yang juga menatap kearah nya. Ibunya jadi kesusahan sendiri memberikan ia air minum.

"ohya baekhyun, bukannya kau satu sekolah dengan chanyeol?" nyonya park mencoba membuka suara di sela-sela acara makannya. Baekhyun mengangguk mengiyakan walaupun sedikit kaku.

"chanyeol kau mengenal baekhyun?" nyonya park mencoba bertanya kepada anaknya sendiri, chanyeol menoleh kepada ibunya dan melihat juga kearah baekhyun.

"tidak" jawabnya singkat. Baekhyun hanya tersenyum miris ketika mendengar ucapan chanyeol. Apakah aku benar-benar tak terlihat oleh mata indahmu sampai-sampai kau tidak mengenaliku, batinnya miris.

Mata baekhyun berkaca-kaca, tapi ia berusaha mata itu tidak mengeluarkan liquid bening yang menghiasi matanya sejak tadi. Untuk sekian kalinya baekhyun mencoba tersenyum ketika ia melihat kearah nyonya park yang tersenyum kearahnya.

"aku juga tidak mengenal chanyeol, ahjumma" ucap baekhyun, nyonya park menatap baekhyun dengan pandangan bingung. Begitu pun juga chanyeol.

"aku berada di kelas biasa, mungkin Chanyeol di kelas unggulan" Baekhyun berbohong demi perasaan nya yang semakin lama semakin tersakiti, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang selain mengakui kalau ia juga tidak mengenal chanyeol. Ibu baekhyun menoleh vepat kearah baekhyun, karena ia baru saja mengingat sesuatu.

"baekhyun-ah bukankah nama pujaan hatimu itu Pa—

"ibu boleh aku minta itu" Baekhyun dengan cepat memotong perkataan ibunya kalau tidak segera di potong, tamatlah riwayatnya. Baekhyun menunjuk salah satu makanan yang ada di meja makan mengundang tatapan aneh dari semua pasang mata yang berada di meja tersebut. Ibu nya langsung mengambil apa yang di inginkan anak nya itu.

Chanyeol menatap Baekhyun intens, tatapan dalam Chanyeol membuat Baekhyun memakan makanannya dengan lamban. Ia juga sesekali melihat kearah Chanyeol yang masih saja menatap nya tajam. Bisa dikatakan seperti silet. Baekhyun meneguk ludah nya kasar saat matanya beradu tatap dengan mata Chanyeol. Baekhyun gugup, tentu saja. Tatapan Chanyeol teralihkan karena ada suara melengking seorang wanita daria arah pintu utama.

"aku pulang~" teriak melengking seorang wanita membuat semua yang ada di meja makan menoleh kearah pintu utama. Tuan Park dan Nyonya Park sudah tau suara siapa itu, pasti anak perempuannya. Sedangkan, Tuan Byun dan Nyonya hanya bisa menatap bingung satu sama lain.

Park Yoora – wanita yang berteriak tadi – tersenyum saat sudah berada di meja makan dan duduk disisi yang kosong di samping Chanyeol. Tak lupa pula ia membungkuk hormat kepada orang tua Baekhyun. Yoora masih tak menyadari keberadaan baekhyun yang masih setia menundukkan kepalanya.

Yoora menatap bingung lelaki manis yang berada di hadapan adiknya itu, sesekali Yoora mencari celah untuk melihat wajah lelaki itu dengan jelas, Yoora menyenggol adiknya – yang berada di samping nya. Chanyeol menoleh dan menatap kakak perempuannya dengan penuh Tanya.

"siapa dia?" Tanya Yoora sedikit berbisik kepada Chanyeol, sehingga tidak ada yang dapat mendengar kecuali Chanyeol sendiri tentunya.

"Baekhyun" ucap Chanyeol santai, sehingga membuat pemilik nama mengangkat kepala nya cepat. Bukan hanya Baekhyun tapi semua yang ada di meja makan juga melihat Chanyeol dengan tatapan bingung.

Berbeda dengan Yoora yang langsung menorehkan kepalanya cepat melihat kearah Baekhyun, Yoora melihat jelas wajah imut Baekhyun sehingga ia mendatangi kursi yang diduduki Baekhyun dan memeluk nya erat.

"ibu, ayah, aku menyukainya~" ucap Yoora sambil terus memeluk Baekhyun dengan erat mengabaikan tatapan bingung semua yang ada di meja makan. Kecuali, Chanyeol yang menatapnya datar.

"apa maksudmu Yoora?" Nyonya Park bertanya diikuti anggukan dari suaminya. Tn & Ny. Byun masih diam tanpa kata, Yoora memutar matanya malas dan kembali ketempat duduk nya semula. Tak lupa ia meninggalkan kecupan sayang di pipi chubby milik Baekhyun membuat si pemilik pipi hanya bisa tersenyum getir. Chanyeol yang melihat itu semua semakin memasang ekspresi yang sangat datar, mata bulatnya menatap tajam kearah Baekhyun.

"aku menyukai baekhyun, ibu" ucap Yoora sambil menekankan kata 'ibu' dalam ucapannya, ibu nya semakin bingung begitupun dengan yang lainnya apalagi Baekhyun sendiri. Yoora menatap jengah semua orang yang ada di meja makan, Ia menghela nafas panjang dan menoleh kepada Chanyeol yang kembali memakan makan malam nya, kemudian ia menyeringai.

"aku menyukai Baekhyun dan aku ingin Baekhyun menjadi adik iparku"

"MWO?"

TBC [Tentang Baekhyun Chanyeol]

Haiii apa kabar?

rencana nya yuki mau update besok pas hari natal tapi karena besok yuki ada kegiatan mendadak jadi update nya hari ini heheh, maaf deh kalo chapter ini sangat sangat sangat ngebosenin, lain kali gak bakal lagi (?)

yuki mau sedikit curhat boleh?

jadi gini, yuki kehilangan ide untuk ff just married, jadi jika ada yang berniat mau membantu yuki, yuki sangat berterimakasih sama yang mau bantu itu;( adakah yang mau bantu yuki? kalo ada hub CP di bio ne;3

oke yuki mau jawab'in review kalian.

Huhun : iya, baek pas kasih kado ke loker nya ceye buku diary kecil nya di bawa karena ketauan ceye dan langsung kabur jadi tu buku jatuh dan ceye yang nemuin nya, emang gak di ceritain sih hehe.

HoshinoChanB : gak tau ceye suka gak sama baek, soalnya ceye belum kasih info sama yuki wkwkw, yuki juga gak tau atas dasar apa ceye bersikap seenak jidatnya ke baek, bukankah jidat ceye emang bangsadt? hmmmzzz -_-

dittaardaniputri : cerita kehidupanmu? tjieeee, doinya cuek tjieeee;3 gak papa cuek kalo romantis kek Baek Seung Jo, kkkkk~

yousee : ada kan yang liat, duo tjabe wkwkwk

Wakwaw414 : jan nangis berjama'ah yeth, wkwkwk

Meydita : ngakak baca komenan nih adek satu, yaampun pen liat gimana salto nya hahah, videoin cobak? wkwk. greget sama baek, wihh kita sama hmmm apa kita di takdirkan bersama (?) abaikan.

yehetohorat794 : udah tau kan siapa yang nyium? wkwkwk

chanmeeh : belum tau kapan, ceye belum konfirm(?) ditunggu aja kapan nyatunya kek nunggu mereka confirm lah hahah.

septianaditya1997 : yukk kita ondel-ondelan bareng chanbaek hahaha

chanbaekssi : tunggu ceye confirm sama yuki kalo dia sudah mulai suka sama baek baru deh ntar mereka nyatu, bukan hanya hati yang nyatu tapi tubuh mereka juga nyatu (?)

Chanbaek Numero Uno : ceye sok2an jaga image, berusaha agar wajah datar nya tetap terjaga /plak/

yayahunnie : ceye sok tamvan, sok jaim, sok cool, sok tinggi walaupun emang benar sih /wkwkw/

segitu aja deh yang di balesin review nya hahaa, makasih juga buat yang udah review tapi bukan nya yuki gak mau balesin tapi yuki cuma balesin review yang lucu-lucu, pen ketawa kalo baca reviewnya, hehehe. tapi review kalian tetap yuki baca kok. makasih juga buat yang udah suka sama ff ini, hehe review kalian buat semangat yuki nulis.

di tunggu review kalian;3

gomawo, mianhae, saranghae;3

.

MAAF KALO PENULISAN GAK SESUAI DENGAN EYD.

MAKASIH JUGA BUAT YANG SILENT READERS.

.

YukiCBHS