The Prince's Cactus ©Xu Ci

Rate : T+

Genre : Comedy, Drama, Romance

Cast : EXO Member and Other

Summary : The Prince's Cactus KrisTao ver

KRIS

Membuatku kehilangan muka saat bertemu untuk pertama kalinya, dia hanya rakyat biasa! Berani-beraninya ia memberitahu apa yang harus ku lakukan? Mengapa ia tidak bisa menjadi seperti perempuan lain di sekitar yang manis, lugu dan menggemaskan. Tapi kenapa harus seperti kaktus, penuh duri, menusuk-nusuk orang lain?

TAO
Aku tidak bisa mengerti mengapa ia membutuhkan pelayan untuk membantunya. Menyuruhku seenaknya seperti mengenakan pakaian, meskipun fakta mengatakan bahwa ia memiliki tangan dan kaki!

WARNING!

GS, TYPO BERTEBARAN, BAHASA KACAU+ANCUR.

Diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama. Akan ada beberapa yang ditambah dalam fict ini dikarekan keterbatasan author dalam masalah translate~~

PS : bold dan italic adalah flashback

Enjoy this fict ^^

The Prince's Cactus © Xu Ci

dragonpeach

.

.

.

.

Mereka menjadi pusat perhatian semua orang dipesta itu. Jessica berjalan mendekati Tao, namun langkahnya secepat mungkin dihentikan oleh Kris. Jessica memberontak, ia ingin Kris melepaskan cengkraman Kris ditangannya. Tao yang berdiri didepan Jessica hanya memandang santai wanita yang sedang mengamuk didepannya.

"Kau! Kau wanita penggoda! Kau menggoda kekasih orang lain!" bentak Jessica penuh amarah.

"Jessica!" bentak Kris tak kalah keras.

"Kris! Wanita seperti dia tidak pantas berada disini! Ia tak pantas berada dikalanagan atas seperti kita! Dia hanya wanita rendahan, hanya orang biasa!"

"Jessica, apa kau gila?"

Tao memperhatikan pertengkaran didepannya. Ia mengetuk-ngetukkan telunjuknya didagunya layaknya sedang berpikir.

"Ah, Nyonya Jessica benar. Aku hanyalah orang biasa yang rambutnya dipotong tanpa alasan olehnya." Ucap Tao santai. Jessica langsung membalikkan badannya menghadap Tao. Ia memandang Tao penuh amarah dan benci.

"KEMBALI LAH KAU KE CHINA!" bentaknya keras. "Tidakkah pelajaran kemarin mengajarkan kau untuk bisa menjadi seorang manusia? Dasar wanita China!" ia benar-benar dalam emosi yang buruk. Jessica yang emosi ingin menampar Tao, ia sakit hati dengan ucapan Tao.

GREP

Tangan seseorang menghentikannya untuk menampar Tao. tangannya ditahan oleh tangan orang lain yang tidak lain adalah tangan Kris.

"Jadi kau pelaku kejadian kemarin?" tanya kris dingin. Tatapan matanya yang tajam seakan mengkuliti Jessica sehingga ia tak bisa berkutik sama sekali.

"K-Kris"

"JAWAB AKU!" bentak Kris keras. Semua orang disana takut melihat Kris yang benar-benar marah saat itu. Tao yang tadinya tidak santai sekarang menjadi tegang. Ia lumayan ketakutan melihat Kris yang marah dan membentak Jessica seperti itu.

"Aku hanya ingin mengajarinya saja." Jawab Jessica tak bersalah.

Kris melepaskan cengkramannya dari Jessica dengan keras. Jessica terjatuh, dan dengan sigap kedua temannya menyambutnya. Suasana menjaddi kacau, tak ada satupun yang berani berbicara. Semua terdiam memperhatikan kejadian tersebut.

"Aku selalu memberi toleransi atas kelakuanmu selama ini karena ayahmu adalah teman lama ayahku. Namun sekarang, semenjak kau mengganggu Tao, sama saja kau menggangguku! Kau pikir aku tahan dengan dengan semua kelakuanmu? Tinggalkan pesta ini. SEKARANG!"

Tao terkejut dengan apa yang Kris ucapkan. Ia tidak salah dengar bukan? Musuh nya mengakatakan seperti itu? Kris memanggil salah satu maidnya untuk mengusir Jessica. Jessica masih terdiam dengan ucapan Kris tadi, baru kali ini dalam hidupnya ia dibentak seperti itu. Kedua teman Jessica membantu Jessica untuk berdiri, namun, seakan tulangnya terbuat dari jelly, ia tak sanggup untuk berdiri.

"Pangeran Kris?" tanya maid tersebut sambil membungkuk hormat.

"Bawa Jessica keluar dari sini." Perintahnya dingin. Maid itu mematuhi perintah Kris dan menyuruh Jessica untuk keluar.

"Kris, kau tidak bisa membentakku seperti ini!" teriak Jessica tak terima dengan perlakuan Kris.

"Nyonya Jessica, sebaiknya anda keluar sebelum kami memanggil security kesini." Ucap maid tersebut sesopan mungkin.

'Damn, wanita ini tak akan kulepaskan! Keliatannya kebenciannya semakin dalam dan dalam.' Ucap Kris dalam hati.

Tao benar-benar bingung dengan keadaan sekitar. Ia tak berkomentar seperti biasanya, terlalu takutkah? Atau ia tak tau harus berkomentar apa. Ia hanya diam memandangi kejadian tersebut. Kris berjalan mendekati Tao yang masih cengo melihat Jessica.

"Tao, maaf. Kau menjadi ketakutan karena kejadian ini." suara Kris melunak. "Kejadian ini sama sekali tidak ada maksud apa-apanya." Ucapnya. Ia kembali teringat saat ia mencium Tao tadi. Kejadian tersebut tidak bisa hilang dari ingatannya.

Tao tampak berpikir, 'setelah semuanya, tak ada hal baik yang terjadi pada lelaki ini'

"Aku tau, maafkan aku. Tapi, apa itu waktu pertamamu . . ?" ucap Kris hati-hati.

"Pangeran!" Tao memerah, ia malu. Sesegera mungkin ia menepisnya. Ia memberi deathglare nya kepada Kris. "Jika kau ada waktu, lebih baik kau pergi kerumah sakit untuk checkup, setelahnya, biar aku lihat hasilnya. Banyak virus yang ada pada dirimu. Orang-orang akan bisa terinfeksi dengan mudah olehmu." Ucap Tao penuh rasa kesal pada Kris.

"Kau benar-benar wanita bodah yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk."

"Terima kasih, aku sangat tersanjung."

.

.

.

.

.

Sesuatu yang luarbiasa didunia itu adalah "Tak masalah seberapa banyak hal mengejutkan kemarin, hari esok akan terisi dengan hal yang baik dengan sambutan dari matahari"

.

.

.

.

Pagi itu para maid sibuk membereskan semuanya. Mereka membersihkan tempat pesta semalam. Kibum tampak membantu para maid membersikan tempat tersebut. Tanpa mereka sadari, Tao sudah berdiri disana dengan mengenakan t-shirt dan celana jeans selutut. Ia masih mengantuk, tapi ia merasa bosan dikamarna. Makana ia memutuskan untuk menemui Kibum.

"Jie~" panggil Tao, Kibum pun menoleh kearah Tao. "Kenapa kau memakai dress sepanjang hari? Apa kau tidak kepanasan?" tanya Tao yang heran kenapa Kibum betah memakai dress setiap saatnya.

"Tidak sayang. Hari ini adalah pesta terakhir. Jadi hari ini ada acara minum teh pada sore hari dan acara makan malam nantinya."

"OH GOD! Apa kau tidak capek, jie?"

GREP

Kibum memegang tangan Tao seperti ingin memohon.

"Tao, semalam kau tampak cantik. Maukah kau datang lagi nanti?" Kibum ternyata memohon agar Tao mau berdandan secantik semalam. Semalam Tao benar-benar sudah menghipnotis semua yang hadir diacara tersebut, termasuk Kris. Sepertinya.

"Tidak, aku tak mau." Tolak Tao.

"Lihat, aku membelikanmu gaun baru yang indah. Bukankah ini indah." Ucap Kibum sambil memperlihatkan gaun yang ia belikan.

"Aku bilang aku tak mau!" tolak Tao sekali lagi. 'Apa dia tidak mendengarkan apa yang ku ucapkan?' kesal Tao dalam hati.

Kibum menunjukan kotak perhiasan yang berisi perhiasan yang indah dan tentunya mahal untuk membujuk Tao.

"Lihatlah Tao, perhiasan indah ini. Kau bisa memperlihatkan kecantikanmu seperti semalam. Aku sangat ingin kau tampil secantik semalam."

BLAM

Tao menutup pintu dengan keras. Ia kesal dengan Kibum yang tidak mengerti keinginannya. Kibum berteriak memanggil Tao berharap anak itu mendengarkannya.

.

.

Sialnya hari ini cuaca panas. Tao memutuskan untuk keluar dari istana tersebut untuk berkeliling kota sendirian. Melihat bagaimana matahari menerangi cahaya dan banyak makhluk hidup membutuhkannya. Tapi tidak dengan Tao, ia berharap bisa melenyapkan cahaya matahari. Sebisa mungkin bagaimana matahari itu tidak menyinari bumi. Tapi ia tak bisa menghilangkan bayangan itu.

Juga bagaimana warna bright golden itu terlihat seperti warna rambut orang yang sangat ia benci, warna rambut pangeran bodoh yang bukan lain musuhnya sekaligus keponakannya. Entah kenapa jika mengingat lelaki itu ia kembali teringat dengan insiden semalam, dimana sang pangeran bodoh itu menciumnya. Padahal itu adalah ciuman pertama yang kelak akan ia berikan kepada lelaki yang menjadi kekasihnya.

Tao menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba melupakan kejadian itu. 'aku harus membersihkan pikiranku! Harus! Otak ku harus bersih!' ucap Tao mencoba melupakan kejadian tersebut.

Ciuman pertama yang sama sekali tidak mengenakkan, dan betapa tidak beruntungnya saat itu. Namun, beruntungnya Tao bisa menggunakan uang lelaki tersebut untuk belanja. Setidaknya itu lumayan bisa mengobati rasa kesal dan bencinya kepada Kris.

'Aku tak akan pernah melihat laki-laki itu lagi! Kemudian aku akan kembali ke China!'

.

.

Ia terus melangkah dan sampai disebuah gereja besar dikota itu. Bangunan eropa kuno. Ia sangat terpana dengan gereja tersebut.

"WOW, luar biasa. Sangat indah, sedikit membuatku terpana." Ucap Tao masih memuji gereja tersebut.

"Lihat, sepertinya kau menemukan tempat yang bagus." Tao dikejutkan dengan suara seorang wanita yang seperti ia kenal. Tao menoleh kebelakang dan melihat Jessica berdiri dipintu bersama 3 orang bodyguard nya.

"Hey!" teriaknya.

"Oh, Hey, barber lady" sapa Tao ramah.

"Siapa yang kau bilang barber lady? Kau wanita tak tau aturan!" Jessica tampak kesal karena Tao seenaknya mengejeknya. "Kau pikir karena Kris melindungimu kau bisa berbuat apapun sesukamu? Kau bukan apa-apa, kau hanya mainan. Setelah ia berkuasa, dia akan bosan denganmu dan akan menikahi ku!" ucap Jessica dengan sombongnya.

"Kau serius? Kris akan menikahi wanita dengan keribadian buruk yang memotong rambut seseorang seenaknya?" tanya Tao remeh.

Jessica tampak marah, wajahnya memerah menahan amarahnya. Ia memanggil bodyguard nya dan menyuruhnya untuk memegang Tao. Ia tak ingin melepaskan Tao.

"Aku tidak merasa kau beik kesesama." Ucap Tao santai walaupun ia sudah ditahan oleh para bodyguard Jessica.

"Bawa ia! Aku ingin dia menghilang dari Kris!"

Para bodyguard Jessica menyeret Tao menuju sebuah kapal boat pribadi milik keluarga Jessica. Mereka sudah jauh dari bibir pantai, sepertinya mereka ingin menuju sebuah pulau diseberang sana.

"Katakan, kau tidak akan mendorongku kelaut dan menjadikan ku umpan para ikan."

"Hahaha, kau takut? Sekarang kau akan jauh dari Kris selamanya!"

"Maaf, tapi aku pikir kau salah orang. Orang yang dekat dengan Kris itu adalah aku!" jawab Tao enteng tanpa memperdulikan bagaimana raut wajah Jessica sekarang.

"DIAM KAU! Jika bukan karena kau menggodanya, ia tidak akan meneriaki ku seperti itu. Keluargaku sudah lama berhubungan dengan keluarga Wu. Kami berdua adalah keluarga kaya. Hanya aku yang pantas untuk bersama Kris. jadi kau berhentilah bermimpi, orang biasa!" kata-kata Jessica sangatlah menyakitkan.

Ia teringat dengan kata-kata temannya dulu yang mengatakannya anak haram, anak yang tak dinginkan oleh kedua orang tuanya, anak sialan dan yang lain. 'Jadi, aku tidak memiliki latar belakang keluargaku yang jelas? Jika adapun orang yang membenciku, aku masih bisa hidup dengan caraku.'

" Izinkan aku untuk mengatakan sesuatu padamu. Untuk memiliki seoarng lelaki tak harus kau melakukan hal seperti itu. semakin kau mencoba untuk mendapat perhatiannya, ia kan tertarik. Semakin kau mencintainya, ia seperti tidak mendapatkan sebuah tantangan."

"Kris mencintaiku! Ia sangat mencintaiku!"

"Lelaki seperti dia tidak terobsesi dengan cinta, ia tidak mencintai siapapun." Jessica terkejut dengan ucapan Tao.

"KAU BOHONG!" teriaknya dan kemudian ia mendorong Tao kebelakang dan membuat wanita itu jatuh kelaut. Tao kaget, dan iapun terjatuh kelaut.

'Aku tidak berpikir tentang asuransiku ataupun yang lainnya. Juga bukan karena bagaimana reaksi Kibum jie ketika ia tahu aku tenggelam. Itu karena –"

"Hey, disana ada hiu putih besar yang ganas!"

"Aku tak ingin meninggal dengan cara menyedihkan dan meninggal dengan cara ini tidaklah mengenakan. Lelaki itu akan menertawakan cara ku meninggal tentunya!"

"Mengapa aku peduli dengan reaksi dia ketika dia tau aku meninggal?"

.

.

.

.

.

.

.

Acara pesta pun telah dimulai dari tadi, tetapi Tao belum terlihat juga terlihat. Kris yang sedang sibuk dengan wine ditangannya mendadak memikirkan Tao yang belum terlihat sama sekali. Terlihat Kibum berlari dengan tergesa-gesa menuju Kris. Air mukanya tampak cemas, sepertinya ada yang tidak beres.

"Kris, apa kau melihat Tao?" Tanya Kibum dengan nafas terengah-engah dan penuh kecemasan.

"Tao? Aku piker dia bersamamu." Jawab Kris yang semakin membuat Kibum cemas.

"Aku pikir suasana sekarang ini jadi diam karena ini, karena 'seseorang' yang tidak ada disini untuk melawanku" ucap Kris dalam hati.

"Tao biasanya keluar pada malam hari karena ia alergi terhadap sinar matahari. Makanya ia tidak ingin keluar." Kris yang mendengar penjelasan Kibum menjadi kaget. 'Alergi terhadap matahari? Penyakit macam apa itu?' Kris bingung dengan alergi yang diderita Tao.

"Kris, bisakah kau menyuruh seseorang untuk mencarinya? Aku sangat mengkhawatirkannya."

"Tak masalah." Balas Kris kepada Kibum. Kris langsung memanggil para bodyguard nya untuk mencari Tao."Kalian semua, tolong temukan Ms. Tao!" perintahnya.

"Baiklah, Tuan." Jawab para bodyguard Kris secara bersamaan.

"Kris, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana jika terjadi apa-apa pada Tao?" Tanya Kibum. Ia semakin khawatir mengingat Tao yang memiliki alergi terhadap matahari dan ia juga orang baru disana. Berbagai pemikiran buruk mulai mengganggu Kibum.

"Jangan terlalu cemas. Bias saja dia tersesat." Jawab Kris. 'Karena ia alergi matahari, makanya setiap kemana saja ia selalu memakai topi dan juga wajahnya terlihat pucat. Untuk orang seperti dia, kemana ia akan pergi?' Kris berpikir keras tentang Tao. Otak nya tak berhenti memikirkan Tao.

Mereka sekarang sedang berada diruang keluarga membahas tentang Tao. Kibum dari tadi tak berhenti menanyakan kepada Kris tentang keberadaan Tao. Siwon tampak berusaha menenangkan istrinya tersebut. Para bodyguard suruhan Kris juga berada disana. Sepertinya mereka telah berusaha mencari keberadaan Tao.

"Apa yang harus kita lakukan? Tao pasti dalam masalah!" ucap Kibum sambil terisak. Hatinya masih tidak tenang. Ia benar-benar cemas dan takut.

"Disini begitu banyak orang sayang." Ucap Siwon berusaha menenangkan Kibum.

"Bagaimana jika seseorang menculiknya sementara kita tidak memperhatikannya?"

"Kau tenanglah sayang. Tao bukanlah anak kecil."

Sedangkan Kris dari tadi berusaha menghubungi nomor telepon Tao. Namun sayang, telepon Tao tidak aktif. Ia terus mencoba menelepon Tao, hatinya sekarang benar-benar kacau. Pasalnya hilangnya Tao membuatnya sangat khawatir, Tao memanglah musuh baginya. Tapi untuk sekarang? Entahlah, hanya Kris yang tahu itu.

"Siapa diantara kalian yang terkahir melihat Tao ?" Tanya Kris

"Saya tuan. Saya melihat Ms. Tao keluar dan berjalan menuju ke gereja. Namun setelah itu, aku tak melihatnya lagi." Ucap salah satu dari para bodyguard kris.

"Dan siapa yang meninggalkan pesta sebelum pesta berakhir?"

"Ms. Jessica tuan."

Kris tampak geram mendengar jawaban tersebut. Bias ia tebak bahwa dalang dibalik semua ini adalah Jessica. Ia pun menekan beberapa nomor untuk menghubungi kediaman Jessica.

"…"

"Ini aku, Kris."

"…"

"Katakan pada Jessica untuk mengangkat teleponku."

"….."

"AKU TAK PEDULI SEBERAPA LAMA DIA TIDUR! SEBERAPA NYENYAKNYA IA TIDUR! BANGUNKAN IA SEKARANG JUGA! ADA HAL PENTING YANG INGIN AKU BICARAKAN PADANYA!" ucap Kris dengan nada tinggi. Kibum dan Siwon yang melihat Kris dalam emosi yang sangat buruk itu langsung berpelukan ketakutan. Mereka kaget dengan sikap Kris yang mendadak jadi pemarah seperti itu.

"Aku tak pernah melihat Kris semarah itu." Ucap Siwon yang menatap punggung anaknya tersebut.

"Sangat menakutkan." Balas Kibum sambil melihat kearah objek yang dilihat suaminya tersebut.

"Jessica, kemana kau bawa Tao?"

"…."

"Kau tak mau mengatakannya?"

"…."

"Ku peringatkan kepadamu untuk tidak pernah menyentuh Tao. Tetapi kau keras kepala dan membuat kesabaranku habis. Apa semuanya sudah jelas? Atau kau itu tuli dan tidak mengerti?"

"…."

Kesal karena tak ada satupun jawaban yang Kris inginkan dari Jessica, ia memutuskan teleponnya secara sepihak.

"Kris benar-benar marah." Komentar Siwon terhadap tingkah anaknya yang tak biasa seperti ini.

"Mulai sekarang, batalkan semua janji dengan Jung Corp. ! Juga hentikan semua hubungan bisnis dengan mereka! Dan juga, cabut semua investasiku di Jung Corp.! Aku tak peduli jika harus kehilangan 10 juta dollar. Lakukan saja apa yang aku perintahkan!"

"Apa Jessica yang membawa Tao?" Tanya Siwon hati-hati. Ia tau Kris sekarang dalam keadaan yang tidak baik.

"Dia tidak mau menjawabnya." Ucap Kris dingin.

"Bagaimana bisa kau mencabut semua dukungan keuangan kepada Jung Corp.? Keluarganya akan bangkrut!" Siwon mencoba menjelaskan dan membuat Kris bias berpikir jernih akan tindakannya barusan. Namun sayang, usaha Siwon gagal.

"Aku punya caraku sendiri untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Kris dingin dan meninggalkan Siwon disana.

BLAM

Terdengar suara pintu dibanting keras. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kris. Siwon hanya menatap nanar pintu tersebut. Kris menghempaskan tubuhnya keatas kasurnya. Pikirannya melayang, ia menghembuskan keras napasnya.

"Apa yang terjadi padaku?" ucapnya gusar. "Apa karena aku berpikir ia kesakitan? Kenapa rasanya seakan aku berhenti bernapas? Perasaan macam apa ini?"

.

.

.

.

Pagi itu Kris sedang menyantap sarapannya, tiba-tiba ia dikagetkan dengan kedatangan Jessica secara mendadak. Jessica terlihat tergesa-gesa saat itu. Ia langsung menghampiri Kris yang sedang menyantap sarapannya.

"KRIS! Kenapa kau lakukan ini?"

"Memangnya aku melakukan apa?"

" Kau mencabut semua kerjasama dengan keluargaku! Tidakkah kau tau bahwa perusahaan keluargaku akan hancur?" ucap Jessica sedikit terisak.

"Benarkah? Jika begitu, aku minta maaf." Ucapnya santai tanpa memperhatikan bagaimana Jessica sekarang.

"Kenapa kau lakukan ini kepadaku? Kris, aku sangat mencintaimu!"

Kris menghentikan acara sarapannya. Ia menyudahi semua dan berdiri, lalu berjalan kearah Jessica yang berdiri didekatnya.

"Kris." Ucapnya lemah

"Aku akan bertanya kepadamu sekali lagi, DIMANA TAO?"

"Kenapa kau berpikir perusahaan ayahmi yang bermutu rendah itu kelihatan seperti perusahaan besar?"

"Itu karena ayahku berpikir bahwa karena keluarga kita berteman sejak lama, dia tidak menginginkan perusahaan keluargamu itu bangkrut. Karena itulah ia member dukungan kepada keluargamu."

"….."

"Dan sekarang, semuanya ada ditanganku. Aku tak akan pernah membairkanmu di sampingku!"

Jessica sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh Kris tadi. Sungguh ia tak ingin semua itu terjadi.

"Aku tak sengaja mendorongnya ke laut. Tapi sungguh, aku tak sengaja." Kris yang mendengarkannya tampak sedang menahan emosinya. Ia mengepalkan tangannya sampai memucat.

"Katakan padaku tempatnya!" ucap Kris dingin dengan tatapan menusuk. 'Tao terluka, dan aku tak akan memaafkan wanita itu!'

.

.

.

.

.

Diatas pasir putih yang bersih, terdampar seorang wanita disana. Ia tergeletak disana dan berada dibawah paparan sinar matahari.

'Apakah aku mati? Tapi kenapa sangat panas? Aku berenang dengan sekuat tenaga kepulau ini, tapi ternyata bahwa ini hanyalah sebuah pulau terpencil. Aku, aku memanglah ditakdirkan untuk ditinggalkan oleh orang-orang.'

Tao mulai memejamkan matanya. Ia lelah, ia menangis. Ia kembali merasakan sakit yang dulu pernah ia rasakan 10 tahun yang lalu. Kenangan buruk itu kembali berputar di otaknya.

'Tao, Tao, kau tunggu ayah disini, ok?'

'Ayah akan menjemputmu secepatnya.'

'benar-benar secepatnya.'

"Semuanya bohong! Bahkan diakhir hidupku, tak ada satupun yang menyelamatkanku!"

"Tak ada satupun yang menginginkan ku."

"Siapa?"

SWISH SWISH

Sebuah kapal boat bergerak kearah pulau itu dengan kecepatan yang tinggi. Secepat mungkin boat itu bergerak kesana.

"TAO!"

'Kris?'

Setibanya dibibir pantai, dua orang berlari dengan tergesa-gesa menuju Tao. Kris dan seorang dokter berlari kesana. Kris berlari sambil membawa handuk ditangannya, sedangkan dokter itu membawa kotak P3K. Dengan sigap Kris membalutkan handuk itu ketubuh rapuh Tao.

"Air!" perintah Kris kepada dokter tersebut. Patuh, dokter itu memberikan sebotol air mineral kepada Kris. Dan Kris memberikannya kepada Tao.

"Minumlah, kau pasti kehausan." Tao meneguk air tersebut. Benar, ia kehausan. Kris pun menggendong Tao ala bridal style kearah

"Kau lambat sekali. " ucap Tao lemah, namun masih bias didedngar Kris.

"Aku bekerja keras untuk bias menemukanmu. Tapi kau tidak menghargainya." Ucap Kris kesal.

Saat ini..

"Sangat lamban." Rutuk Tao.

"Jangan protes!"

Aku melihat raut kecemasan diwajahnya

"Terima kasih."

"Apa?"

"Terima kasih."

Terima kasih

Telah menemukanku

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Do you miss me guys? *enggak*

Aah, akhirnya aku bias post chapt ini. Maaf untuk keterlambatannya. Aku rencananya memang ingiin post setelah UN. Namun karena kesalahan teknis yang diawali semua dataku hilang ke format waktu nge-instal ulang dan juga ada data yang corrupt di leppy ku dan kepaksa install ulang (lagi). Makanya aku baru bisa post sekarang.

Buat Into My World, Promise You dan Place in Your Heart masih dalam pengerjaan. Aku kepaksa ulang bikin karena file nya ilang TTTTTTT

Buat yang udah review, terima kasih banget. Udah bersedia ninggalin jejak disini. Maaf gak aku tulis disini. Buat yang belum, di tunggu. Karena kelanjutan fict ini ada pada reviewpara readers. Semakin banyak yang review, semakin cepat aku bikinnya.

Tengkyuuu udah Fav/Follow fict aku.

Mari review demi keselamatan fict ini (?)

dragonpeach_