"KISS ME"

Author: Yuki park (Yuki)

Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Others Cast: Xi luhan, Oh sehun, Do kyungsoo, Kim Jongin, Wu Yi Fan (jarang muncul)

Rate: T aja

Genre: Romance, school life

Summary: Tentang usaha baekhyun yang ingin menjadi kekasih park chanyeol lelaki cuek dan jarang tersenyum mempunyai wajah tampan dan otak cerdas berada di kelas unggulan berbanding dengan baekhyun. apakah chanyeol akan mau?

Disclaimer : fanfic ini terinspirasi dari drakor NAUGHTY KISS, jalan cerita yang berbeda tapi karakter yang sama dan ada beberapa moment yang sama bisa di bilang NAUGHTY KISS CHANBAEK VERSION.

Warning: This is fanfic Yaoi Boyxboy, Cinta sesama jenis, SEKALI LAGI CINTA SESAMA JENIS If you not fujoshi go away;3

DONT BE PLAGIATOR AND BASH ME

IF YOU DONT LIKE YAOI PLEASE CLOSE THIS FANFIC

"~~~HAPPY READING~~~"

..

..

..

Semua mata terbelalak mendengar penuturan santai yang di lontarkan oleh Yoora. Mata sipit Baekhyun melebar sempurna, mulut nya menganga, sumpit yang di pegang nya terjatuh di dalam piring dengan tidak elitnya. Berbeda dengan Chanyeol, yang hanya memandang kakak nya dengan tatapan datar yang sulit di artikan, pandangan Chanyeol seolah meminta kejelasan tentang apa yang baru saja di ucapkan oleh kakak kandung nya itu.

"apa maksud mu Yoora?" Tuan Park membuka suara.

Yoora berdecak kesal dan memandang kearah arahnya, "aku ingin Chanyeol dan Baekhyun melakukan pertunangan dan mereka menikah" dan untuk ucapan Yoora kali ini sukses membuat Chanyeol terbatuk karena ludah nya sendiri. Chanyeol menatap kakak nya dengan pandangan tak percaya. Mengelap sisa air minum di area bibir nya – karena saat terbatuk Chanyeol dengan cepat meminum air mineral yang ada di sisi kirinya – dan kembali menatap bingung kearah Yoora.

"kenapa harus aku?" ucap Chanyeol dengan nada dan raut wajah yang sedatar mungkin. Yoora sebenarnya bergidik ngeri. Tapi, ia mencoba untuk tersenyum manis, dan balik menatap adiknya.

"tentu saja harus kau, memang nya siapa lagi" ucap Yoora santai dan menjulurkan lidah nya kearah Chanyeol. Chanyeol menggeram kesal. Yoora menatap Baekhyun yang sedari tadi hanya diam dengan sejuta pikirannya.

"kau mau kan baek?" Tanya Yoora sembari menatap baekhyun dengan tatapan memohon dan berharap, Baekhyun jadi tidak enak sendiri melihat tatapan Yoora yang begitu berharap. Baekhyun senang, tentu saja. Tapi jika ia melihat kearah Chanyeol, rasa senang Baekhyun hilang seketika, apalagi tatapan datar yang di berikan Chanyeol. Baekhyun tidak ingin dengan adanya pertunangan ini, Chanyeol semakin membencinya. Cukup lah Chanyeol yang membencinya Karena Baekhyun menyukainya.

Baekhyun tersenyum miris, dan menatap Yoora. Yoora tau tatapan baekhyun bukan seperti tatapan 'tidak mau' ataupun 'mau'. Tatapan Baekhyun kepada Yoora seperti tatapan 'sedang patah hati'. Baekhyun memandang Chanyeol sejenak yang masih saja menatap nya datar, kemudian ia menatap Yoora.

"aku tidak bisa, Noona" ucap Baekhyun lembut, agar tidak menyakiti perasaan wanita cantik itu. Yoora hanya menampilkan senyum kecewanya kepada semua orang termasuk Baekhyun.

"apa karena kau tidak menyukai Chanyeol?" tanyanya.

"bisa dikatakan seperti itu noona, dan juga cinta tidak bisa di paksakan" jawab Baekhyun sembari tersenyum manis, menampilkan bulan sabit di matanya. Nyonya Byun hanya bisa tersenyum begitupun dengan Nyonya Park.

"Baekhyun sudah punya orang yang di sukai?" Nyonya Park bertanya dengan senyum di wajahnya, membuat semua orang yang di meja makan menatap Baekhyun. Menunggu jawaban yang akan di lontarkan oleh si mungil Baekhyun.

"Tentu saja punya, iyakan baek?" itu bukan Baekhyun yang menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Nyonya Park, melainkan wanita yang melahirkannya,, siapa lagi kalau bukan ibunya. Nyonya Byun memandang anak nya yang sedang tersenyum canggung.

"whoahh, siapa itu?" Nyonya Park beralih bertanya kepada ibu Baekhyun, semua orang yang di meja makan hanya menatap mereka jengah, Tuan Byun hanya bisa menghela nafas begitupun dengan Tuan Park.

Yoora kembali teringat tentang curhatan Baekhyun tentang orang yang di sukainya, Yoora harus menelan bulat-bulat rasa kekecewaan nya. Harapan untuk menjodohkan Baekhyun dengan Chanyeol gagal total, karena Baekhyun sudah menyukai orang lain. Dan Chanyeol yang tidak jelas, apakah ia tertarik dengan baekhyun atau justru sebaliknya, muka nya saja datar.

Yoora terkadang sangat kesal dengan wajah datar milik adiknya, ia rasanya ingin sekali mengganti wajah adiknya dengan wajah orang yang selalu ceria. Tapi, apalah boleh buat selain berusaha sabar menghadapi muka datar sang adik. Yoora mendengus kesal, dan memakan makan malam nya dengan tergsa-gesa. Baekhyun yang melihat Yoora seperti itu hanya bisa membatin minta maaf yang sebesar-besarnya.

"Baek siapa nama pujaan hatimu itu? Nyonya Park ingin tahu" Nyonya Byun berbicara dengan nada yang tak bisa di bilang pelan, Baekhyun hanya menggeleng kecil yang berarti ia tak ingin memberitahukannya. Nyonya Byun & Park mendesah kecewa. Berbeda dengan Chanyeol yang menatap Baekhyun sejenak dan focus kembali pada makanan nya.

"kenapa kau tidak mau member tahu kami, baek?" Tuan Byun angkat bicara, setelah berdiam diri dari tadi.

"karena…." Baekhyun menggantung perkataannya dan menatap Chanyeol yang sibuk dengan makan malamnya. 'aku memang tak terlihat dimatamu, Chanyeol-ah' kemudian ia tersenyum miris dan beralih menatap ayahnya. "…aku sudah tidak lagi menyukainya" ucap Baekhyun pelan dan tersenyum manis. Yoora menghentikan acara makan nya yang tergesa-gesa dan menatap Baekhyun dengan mata sedikit melebar. Sedangkan, Chanyeol langsung menghentikan suapannya sehingga mengambang di udara dan menatap Baekhyun yang sedang menyeruput jus stoberi nya.

'apa itu benar? Bukan kah sudah ku bilang kau jangan menyerah'

"aku selesai, boleh aku ke taman yang ada dirumah ini?" Baekhyun baru saja menyelesaikan acara makan nya, dan ia ingin pergi ketaman yang berada di samping rumah kediaman Tuan Park.

"tetaplah duduk baek, ada yang ingin ayah bicarakan" ucap ayah Baekhyun sehingga menghentikan pergerakkan Baekhyun yang akan berdiri jadi terduduk kembali. Baekhyun hanya mengangguk-anggukan kepalanya lucu, dan menunggu sampai semua anggota keluarga menyelesaikan makan nya.

5 menit berlalu dan semuanya sudah menyelesaikan acara makannya. Sekarang 2 anggota keluarga itu berada di ruang tamu kediaman Tuan Park. Semua mendudukkan diri di sofa yang tersedia, begitupun dengan Baekhyun maupun Chanyeol. Yoora tampak diam sedari tadi, ia tidak ingin lagi banyak bicara, sekalinya ia bicara ia akan kecewa. Jadi, ia memilih diam dan mengikuti alur saja.

"kalian tau kenapa kita makan malam bersama?" Tuan Park memulai pembicaraannya, diikuti angggukan dari Tuan Byun. Dan anggota keluarga yang lain hanya menggeleng tidak tau.

"karena, aku dan Tuan Byun akan menjodohkan kalian" untuk yang sekian kalinya mata mereka terbelalak sempurna.

"siapa yang akan di jodohkan?" Chanyeol bertanya dengan nada datar andalannya.

"tentu saja kau" jawab Tuan Park santai, dan menyunggingkan senyumnya.

"kalau aku tidak mau?"

"kau harus mau"

"terserah kalian, aku tidak perduli" final Chanyeol dan menyenderkan punggung nya di senderan sofa, ia memijit pelipisnya sebentar kemudian ia menatap datar Baekhyun yang masih setia menundukkan kepalanya.

"Baek, apa kau mau?" Baekhyun mengangkat cepat kepalanya saat mendengar pertanyaan yang berasal dari suara ayahnya. Baekhyun lagi-lagi hanya bisa tersenyum miris, tidak tau untuk yang keberapa kalinya.

"bukankah tadi aku bilang tidak bisa, ayah?" Ucapnya terdengar lirih, semua yang ada disana menatap bingung baekhyun yang kini tengah terkekeh hambar.

"kami tidak saling mencintai, Chanyeol tidak mencintaiku bahkan ia tidak mengenalku dan begitupun juga aku…" Baekhyun ragu mengatakan nya, karena sejujurnya ia sangat mencintai laki-laki yang akan di jodohkan dengan nya ini. Baekhyun ingin menangis sekarang juga, ia tersiksa sungguh.

"aku apa?" Tanya ayahnya.

"aku tidak mencintai Chanyeol dan juga tidak mengenal Chanyeol" ujar nya pelan. Kemudian ia beranjak dari duduk nya, ia tersenyum manis kepada Tuan Park dan ayahnya.

"aku menolak perjodohan ini, maaf" Baekhyun membungkuk dan melangkah kan kaki nya menjauh dari ruang tamu. Baekhyun berjalan kearah taman di samping rumah Tuan park. Sesampai di taman ia menangis, air mata nya tidak bisa di ajak kompromi lagi. Baekhyun mengerang frustasi, ia ingin berteriak tapi jika ia berteriak pasti semua orang akan mendengarnya.

"aku menyedihkan sekali" monolognya. Dan menghapus air mata yang sempat membasahi pipi chubby nya, kemudian Baekhyun tertawa hambar. Membayangkan ia yang begitu bodoh mencintai seseorang sampai seperti.

"aish, aku bodoh sekali" erang frustasi baekhyun sambil mengacak rambutnya.

"kau memang bodoh". Baekhyun berbalik dan menatap orang yang mengatainya bodoh, Baekhyun membeku dan menegang. Sejak kapan Chanyeol berada disini, di taman ini dan tepatnya di belakangnya, pikir Baekhyun.

"ke..kenapa ka..kau disini?" Baekhyun tergagap.

"memang nya kenapa?" chanyeol mendekat tepat berada di hadapan Baekhyun. Baekhyun semakin gugup dengan jarak sedekat ini dengan Chanyeol. Baekhyun mencoba tersenyum, jarak nya dengan Chanyeol hanya sekitar 1 meter. Baekhyun menarik nafas pelan dan tersenyum kepada Chanyeol, senyum yang sangat manis.

"tentu saja kau ada disini, ini kan rumahmu" kemudian Baekhyun tertawa hambar, berbeda dengan Chanyeol yang hanya diam menatap Baekhyun. Baekhyun yang di tatap seperti itu, menghentikan tawa hambar nya sambil berdehem pelan dan menetralkan degupan jantungnya.

"Ahh, sepertinya aku harus pulang, annyeong" ucap Baekhyun setelah ia melirik arloji yang melingkar manis di tangan kirinya. Baekhyun mulai melangkah pelan, saat ia akan melewati Chanyeol tiba-tiba langkah nya terhenti, karena Chanyeol mencekal pergelangan tangan kanan Baekhyun. Jantung Baekhyun berdetak tak normal, saat ia merasakan hangat nya tangan Chanyeol mengenggam pergelangan tangannya.

"kenapa kau tak menerimanya?" ucap Chanyeol datar.

"menerima apa?" bingung Baekhyun. Chanyeol yang terlihat kesal langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun, membuat Baekhyun tertarik dan punggung nya menubruk tembok yang berada disamping Chanyeol. Baekhyun meringis pelan karena punggung bertubrukan dengan tembok.

Chanyeol menatapnya intens, membuat Baekhyun semakin gugup. Jantung nya berdetak dengan kencang, Baekhyun mengalihkan pandangan matanya kearah lain menghindari tatapan mata Chanyeol.

"aish, kau ini kenapa?" ucap Baekhyun sambil melepaskan genggaman tangan Chanyeol di pergelangan tangannya. Chanyeol mundur selangkah ketika genggaman tangan nya pada pergelangan tangan Baekhyun terlepas. Chanyeol memasukkan kedua tangannya di saku celana, berpose cool yang bisa membuat seorang Byun Baekhyun semakin mati kutu.

"perjodohan itu, kenapa kau tak menerimanya?" ujar Chanyeol masih dengan tatapan dan nada datar.

"bukan kah sudah ku katakana alasannya" Baekhyun menjawab dengan santai meski jantung nya berdegup kencang.

"alasan konyol" Chanyeol tersenyum miring tanda meremehkan.

"konyol? Aku memang tidak menyukaimu lagi dan aku juga akan melupakanmu " nada suara Baekhyun cukup meninggi menjawab ucapan Chanyeol. Bagaimana tidak meninggi, kalau ucapan Chanyeol seolah memainkan perasaan nya. Baekhyun sudah cukup dengan semua ini, ia akan menyerah untuk semuanya. Baekhyun tidak akan lagi menyukai Chanyeol, ia akan berusaha agar dapat melupakan Chanyeol, bagaimanapun caranya.

Chanyeol terdiam sejenak, kemudian ia tersenyum miring lagi, lebih pantasnya ia tersenyum menyeringai. Baekhyun yang melihat itu hanya bisa meneguk ludah nya kasar.

"kau ingin melupakanku?" ucapnya diirngi seringaian yang demi apapun itu terlihat sangat tampan bagi Baekhyun. Ya ampun Baek, masih sempat-sempat nya kau memuji pria datar itu.

"tentu saja, kau pikir menyenangkan menyukai orang yang tidak pernah memandang kita, hah?" nada suara Baekhyun masih meninggi. Bahkan, sekarang ia mengangkat dagunya bersikap angkuh kepada Chanyeol. Memandang Chanyeol dengan tatapan tajam nya. Chanyeol balas memandang Baekhyun. Lama mata itu saling menatap, satu menit kemudian Baekhyun berdehem canggung.

"aku mau pergi" ucap Baekhyun, saat baekhyun melakukan pergerakan ingin pergi dari tempat nya saat ini. Terhentikan karena tangan Chanyeol yang kembali menggenggam pergelangan tangannya.

"aku yakin kau tidak bisa melupakanku setelah ini"

"mana mung – hmmpttt

Perkataan Baekhyun terhenti dengan menempelnya bibir Chanyeol di atas permukaan bibir nya. Mata Baekhyun melebar sempurna, ketika ia menyadari bahwa sekarang ini Chanyeol tengah mengecup bibirnya. Baekhyun membeku, menegang di saat yang bersamaan.

5 detik bibir mereka menempel tanpa pergerakan dan lumatan apapun. Bibir Chanyeol hanya diam di permukaan atas bibir Baekhyun. Ketika bibir itu terlepas, mata Baekhyun masih saja melebar dan mengerjap lucu. Pikiran Baekhyun mendadak kosong dengan kejadian tiba-tiba ini. Belum lagi pipi nya yang bersemu merah seperti tomat busuk.

"lihatlah ekspresi mu saat ini" ucap Chanyeol kemudian melenggang pergi meninggalkan Baekhyun dengan masih posisi terbengong nya. Ketika Chanyeol sudah hilang di balik tembok, Baekhyun menggerakan tangannya perlahan memegang bibir nya.

Baekhyun memegang bibir nya perlahan, matanya mengerjap lucu. Tak lama kemudian, Baekhyun jatuh terduduk. Pandangan Baekhyun tiba-tiba menjadi gelap, beberapa menit kemudian, ia tidak dapat melihat apapun. Atau lebih tepatnya Baekhyun pingsan sekarang.

. .

. KISS ME .

. .

Pagi menjelang, sinar matahari yang bersinar memasuki celah jendela membuat tidur pemuda mungil itu terusik. Baekhyun – pemuda mungil tadi – menggeliat dalam tidur nya karena mata sipitnya terkena pancaran sinar matahari.

Baekhyun mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya dan menyamankan posisi tidurnya. Ia mengendus dalam tidurnya, karena ia mencium bau sedap yang memasuki indra penciumannya. Baekhyun terus mengendus hingga ia terduduk dan membuka matanya perlahan. Ketika ia sudah sepenuh nya sadar, Baekhyun terkejut ketika mendapati kamar yang ia tiduri bukan kamar nya.

Baekhyun mengedarkan pandangan nya kearah semua penjuru kamar, kamar ini sangat rapi dan wangi. Tapi, siapa pemilik kamar ini. Baekhyun dibuat terkejut lagi ketika ada yang menekan kenop pintu dan pintu perlahan terbuka, menampilkan sesosok wanita paruh baya yang Baekhyun kenal adalah Nyonya Park.

"hai Baekhyunee, kau sudah bangun" ucap Nyonya Park sambil berjalan mendekat kearah ranjang yang tadi malam di tiduri Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk canggung menjawab pertanyaan dari Nyonya Park.

"apakah kamar Chanyeol membuat tidur mu nyenyak?" Tanya Nyonya Park. Pertanyaan Nyonya Park sukses membuat mata Baekhyun terbelalak dengan tidak elitnya, ibu Chanyeol yang menyadari perubahan raut wajah Baekhyun hanya mengulum senyum.

"i..ini ka..mar Cha..Chanyeol?" Baekhyun tergagap.

"hei, kenapa kau gugup begitu, eum?" ibu Chanyeol mencoba menggoda Baekhyun, membuat Baekhyun semakin gugup. Baekhyun mencoba menetralkan kegugupannya. Yang membuatnya gugup bukan godaan ibu Chanyeol ataupun ia baru mengetahui kamar ini milik Chanyeol, tapi yang membuatnya gugup adalah apakah tadi malam ia tidur satu ranjang dengan Chanyeol atau bagaimana, Baekhyun terlalu malu jika memang itu terjadi. Baekhyun tersenyum canggung kepada ibu Chanyeol dan dibalas senyuman manis oleh ibu Chanyeol.

"Chan –

"ah Chanyeol tidur di sofa ruang tamu tadi malam" ucap ibu Chanyeol, seakan mengetahui apa yang akan di tanyakan oleh Baekhyun. Baekhyun sebenernya sedikit sedih saat mengetahui fakta bahwa ia tidak tidur satu ranjang dengan Chanyeol. Baekhyun tersenyum miris kepada ibu Chanyeol.

"turunlah, kita sarapan bersama" ucap ibu Chanyeol kemudian beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Baekhyun yang kini merenung di kamar Chanyeol. Baekhyun baru menyadari satu hal, kalau tadi malam ia pingsan saat setelah di cium Chanyeol. Apa ini juga alasan kenapa ia bisa tertidur disini.

Argghh, Baekhyun semakin malu, di cium saja sudah pingsan bagaimana kalau ia di masuki, bisa-bisa tewas sebelum orgasme, kkkkkk~

Baekhyun beranjak dari posisi duduk nya, menyelingkap selimut yang sedari tadi menutupi kaki nya. Baekhyun membuka pintu kamar Chanyeol, sekita ia menegang dan membeku mendapati dada telanjang seseorang yang tepat berada di depan matanya. Mata Baekhyun membesar apalagi saat ia mengetahui siapa pemilik dada itu, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol.

Baekhyun berdehem canggung dan memberi celah untuk Chanyeol masuk. Chanyeol ternyata baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan kain handuk saja demi menutupi daerah privasinya. Setelah Chanyeol masuk kedalam kamar dan berada di depan lemari, Chanyeol memandang Baekhyun yang masih saja berada di posisi sama, di dekat pintu tanpa berniat keluar kamar.

"kau akan terus disitu sampai aku memakai baju ku?" ucap Chanyeol. Baekhyun yang tersadar pun langsung salah tingkah dan dengan seribu langkah ia keluar dari kamar itu. Wajah baekhyun merah padam, kemudian ia tersenyum kecil.

.

.

Baekhyun menuju ruang makan, setelah ia membasuh muka dan menggosok gigi nya. Di ruang makan sudah ada Yoora dan Orang tua Chanyeol. Baekhyun mengambil posisi duduk di depan Yoora, ia tersenyum manis kepada Yoora dan Nyonya Park.

"tidurmu nyenyak adik ipar?" Yoora langsung bertanya begitu Baekhyun sudah menduduki dirinya di kursi makan, Baekhyun hanya mengangguk dan tersenyum canggung. Tapi, Baekhyun terkejut dengan panggilan yang yang Yoora lontarkan untuk dirinya, apa maksud dengan Adik ipar?

"hai Chan" sapa riang Yoora kepada sang adiknya. Baekhyun tersadar dari lamunannya ketika suara decitan kursi dan juga suara Yoora. Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang mengambil posisi duduk di sampingnya, jantung Baekhyun berdegup kencang lagi ketika indram penciumannya mencium aroma khas Chanyeol, yang berarti ia saat ini sangat dekat dengan Chanyeol.

"oh ya Baek, kau suka cincin nya?" ucapan Yoora otomatis membuat kepala Baekhyun yang tadinya menoleh kearah Chanyeol kini menoleh kearah nya. Baekhyun terlihat bingung dengan ucapan Yoora yang membicarakn cincin. Cincin apa maksudnya?

"Ne?" bingung Baekhyun.

"itu cincin tunangan kalian" jawab Yoora sambil menunjuk tangan kiri Baekhyun atau lebih tepat nya jari manis Baekhyun. Di jari manis nya bertengger Cincin yang begitu indah, mata Baekhyun melotot dan langsung melihat lebih jelas cinicin yang ada di jarinya.

Setelah puas melihat cincin nya, Baekhyun beralih melihat jari tangan Chanyeol yang juga mengunakan cincin yang sama. Baekhyun melihat Yoora, memberinya tatapan seolah meminta penjelasan, Yoora yang seolah tau tatapan Baekhyun langsung menyenggol lengan ayah nya. Ayah nya berdehem pelan, sehingga Baekhyun menoleh ke Tuan Park. Tuan Park tersenyum kearah Baekhyun, ia menarik nafas pelan kemudian membenarkan posisi duduk nya.

"begini Baek, tadi malam kami semua tetap menjalankan perjodohan itu" Tuan Park menjeda ucapannya. "kau pingsan tadi malam, jadi kami langsung saja memasangkan cincin nya di jarimu, kami harap kau mau menerima ini semua" Tuan Park tersenyum, Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar.

"Tapi Chan –

"Chanyeol tadi malam tidak bicara apapun, jadi kami putuskan bahwa Chanyeol mau. Dan kalian akan menikah ketika kalian sudah lulus kuliah" potong Tuan Park dengan cepat. Ia tau pasti ia akan menanyakan prihal Chanyeol yang mau atau tidak.

"Dan kau akan tinggal disini selama 1 bulan kedepan" ucap Yoora terlalu senang diiringi senyuman Nyonya Park. Baekhyun kembali terbelalak mengetahui fakta lainnya, padahal ia berharap setelah sarapan ia akan terbebas dari sini dan pulang kerumahnya. Tapi, harapan hanyalah tinggal harapan.

"tinggal disini?" Tanya Baekhyun dengan penuh kebingungan.

"iya Baek, orang tua mu pergi ke jepang untuk bisnis mereka, jadi kau tinggal disini bersama kami" Nyonya Park menjawab. Baekhyun tambah dibuat melongo, memakai cincin pertunangan, tinggal dirumah Chanyeol, dan sekarang ia di tinggalkan ibu dan ayah nya ke jepang. Baekhyun hanya bisa menghela nafas sabar.

"cepatlah habiskan sarapan mu dan segeralah mandi, kau harus sekolah" Yoora berbicara kepada Baekhyun. Baekhyun melotot, ia baru ingat bahwa ia harus sekolah dan sekarang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Baekhyun tak mengindahkan panggilan dari Yoora dan kedua orang tua Chanyeol. Ia berlari menuju kamar Chanyeol untuk mengambil handuk, kemudian ia melesat ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Baekhyun selesai mandi hanya dalam lima menit, ia memasuki kamar Chanyeol untuk melihat apakah baju sekolah nya sudah di antarkan atau belum, ternyata baju nya sudah terletak rapi di meja nakas sebelah ranjang Chanyeol. Baekhyun dengan cepat memakai seragam nya, setelah selesai ia kembali keruang makan untuk berpamitan ke sekolah.

"ahjumma, ahjussi aku pergi sekolah dulu, Ne" pamit Baekhyun kemudian berbalik, setelah berbalik Baekhyun teringat sesuatu lantas ia membalikkan dirinya lagi menghadap ruang makan.

"jalan kesekolah kearah mana ya?" Tanya Baekhyun kikuk, karena ia sama sekali tidak tahu jalan kearah sekolah nya dari rumah Chanyeol. Jadi, wajar saja jika ia bertanya bukan karena dia bodoh, kkkk~

"Berangkat lah bersama Chanyeol, dia sudah menunggu di depan" ujar Ny. Park sembari tersenyum. Baekhyun tersenyum canggung dan memutar posisi nya menuju pintu utama dengan kikuk.

. .

. KISS ME .

. .

Di sekolah terlihat sudah ramai, banyak murid-murid sudah berdatangan, seperti dua pemuda cantik ini, yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang di depan kelas mereka. Sebenarnya, mereka malas untuk menunggu seperti ini, tapi mereka bingung kenapa si ceroboh itu belum datang juga, padahal ia akan datang terlebih dahulu di bandingkan 2 pemuda cantik ini.

Dua pemuda cantik ini bernama Xi Luhan dan Do Kyungsoo, si ceroboh yang mereka sebut itu adalah Byun Baekhyun, mengapa mereka memberi julukan seperti itu? Karena Baekhyun selalu saja ceroboh dalam melakukan sesuatu apalagi sesuatu tersebut berhubungan dengan pujaan hati. Kalau mengingat itu Luhan hanya bisa memutar matanya malas, begitupun juga Kyungoo.

"Kyung, lihat itu?" Luhan menepuk pundak Kyungsoo, menyuruh Kyungsoo untuk melihat apa yang ia lihat. Kyungsoo yang risih akibat tepukan Luhan di pundak nya, akhirnya menoleh. Mata Kyungsoo langsung melebar bak bola basket, menakuti orang setiap melewati depan kelas nya.

"Bagaimana mungkin Baekhyun bersama Chanyeol?"

Yeah, saat ini mereka tengah melihat Baekhyun yang berjalan berdampingan dengan Chanyeol di gerbang sekolah, kebetulan sekali kelas yang Baekhyun tempati bersama Luhan dan Kyungsoo dapat melihat jelas gerbang sekolah. Luhan dan Kyungsoo masih saja melongo melihat pemandangan langka itu.

Chanyeol lebih dulu memasuki kelasnya. Jadilah Baekhyun berjalan sendiri menuju kelas nya, selama berjalanan Baekhyun dan Chanyeol tak berbicara sedikit pun. Baekhyun memasuki kelas nya, mengabaikan kedua sahabatnya yang menghujam nya dengan beberapa pertanyaan. Baekhyun terlalu malas untuk membicarakan Chanyeol untuk saat ini.

"Baek, jawab kami" paksa Luhan. Baekhyun mendengus dan menatap jengah kedua temannya.

"apa?" jawab nya dengan nada malas.

"Kenapa kau bisa pergi bersama Chanyeol?" Kyungsoo bertanya dengan pelan, takut akan di dengar oleh fans fanatic Chanyeol. Tau lah sendiri, orang seperti Chanyeol banyak yang menggilai nya.

"bisa kalian tidak menyebut nama Chanyeol untuk hari ini?" ucap Baekhyun sembari menyenderkan punggung nya di sandaran kursi, tempat duduknya. Luhan dan Kyungsoo hanya geleng-geleng dan mengidikkan bahu.

"biasa nya juga kau paling bersemangat jika menyangkut Chanyeol" ujar Luhan lalu menduduki dirinya di kursi tempat duduknya yang berada di sebelah Baekhyun. Baekhyun menghela nafas kemudian ia menidurkan kepalanya di atas meja belajarnya menghadap kearah Luhan dan Kyungsoo.

"Sakit Lu" ucap Baekhyun sembari meremas baju bagian dada nya, menandakan bahwa ia sedang merasakan sakit di hatinya. Luhan dan Kyungsoo terdiam melihat Baekhyun yang seperti ini, seperti sangat rapuh.

"Apa yang kau bicarakan Baek?" Tanya Kyungsoo.

"Sakit Kyung, ketika kita mencintai seseorang yang tak menganggap kita ada" jawab Baekhyun. Baekhyun terkekeh hambar, tak sadar air matanya mengalir melalui hidung dan kembali memasuki mata kiri Baekhyun – karena posisi kepala Baekhyun yang miring – barulah air mata itu membasahi meja yang di tidurinya.

Luhan tanpa aba-aba lagi langsung memeluk Baekhyun begitupun dengan Kyungsoo. Mereka cukup tau apa yang di rasakan oleh Baekhyun saat ini dan 2 tahun kebelakang. Semenjak hari pengenalan siswa baru, saat itu lah hati dan batin Baekhyun sering tersiksa. Di tambah lagi seperti ini ketika Chanyeol sudah mengetahui semuanya, mengetahui bahwa Baekhyun menyukainya bahkan mencintainya. Tapi, Chanyeol tak pernah memandang nya ada, melainkan saat ia melihat Baekhyun ia seperti melihat angin, lewat begitu saja.

"sudah lah Baek, jangan menangis" Ucap lirih Luhan sambil terus mengelus-elus punggung Baekhyun. Baekhyun tersenyum dan merenggangkan pelukan mereka.

"sepertinya aku harus keruang kesehatan, kepalaku tiba-tiba pusing" ucap Baekhyun, kemudian ia beranjak dari tempat duduk nya melangkah menuju pintu kelas. Baekhyun mengabaikan sahabat nya yang ingin mengantarkan ia keruang kesehatan. Untuk saat ini, ia hanya perlu sendiri.

Baekhyun berjalan keruang kesehatan, hanya beberapa ia mengambil langkah bel sekolah berbunyi, menandakan pelajaran pertama akan di mulai. Baekhyun berjalan menunduk menelusuri koridor menuju ruang kesehatan.

BRUUKK

Tak sengaja Baekhyun menabrak seseorang, tak heran jika ia menabrak. Bukankah, Baekhyun memang seperti itu selalu saja ceroboh. Apalagi sekarang ia berjalan menunduk dan pikiran nya kacau.

"Maaf" ucap Baekhyun dan membungkuk. Tanda ia benar-benar merasa bersalah.

"tidak apa-apa Baby" tau kan siapa pemilik nama panggilan menjijikan itu – bagi Baekhyun – yups, kris siapa lagi kalau bukan kris. Baekhyun mendongak mencoba melihat si pemberi nama panggilan menjijikan itu, saat Baekhyun sudah sepenuh nya menatap kris, ia cukup terkejut karena kris tidak sendiri melainkan bersama Chanyeol.

"kalau begitu aku permisi, Kris" ucap Baekhyun sopan kemudian kembali menunduk. Saat kaki nya akan melangkah terhenti karena panggilan Kris.

"hei, kau sakit?" Tanya Kris sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Baekhyun. Baekhyun hanya diam tak menanggapi.

"kau sakit, kenapa kau masuk sekolah?" perkataan Kris cukup meninggi, membuat Baekhyun sedikit terkejut. Kris menggenggam tangan Baekhyun, "ku antar ke UKS" ucap Kris. Chanyeol yang berada di antara keduanya hanya diam, menganggap tak terjadi apapun. ketiak Kris akan menarik nya, Baekhyun melepas genggaman tangan Kris di tangan nya.

"kau masuk lah kelas, pelajaran sudah di mulai" ucap Baekhyun sopan. "aku bisa sendiri ke UKS" sambungnya lagi kemudian tersenyum manis yang tidak pernah ia lontarkan kepada siapapun selain sahabatnya. Chanyeol yang melihat Baekhyun tersenyum seperti itu sempat tertegun tapi kemudian ia berdehem pelan.

"Kris kesini sebentar bantu Appa" teriak Kim songsaengnim yang merupakan ayah angkat Kris. Kris berdecak kesal karena teriakan Appa nya disaat-saat ia ingin menjadi pahlawan sang pujaan hati.

"Kau yakin?" Tanya Kris mencoba memastikan. Baekhyun berdecih pelan kemudian tersenyum lagi. "aku yakin, pergilah Kris, kasihan si botak *upss Maksudku Appamu" setelah ia terkekeh geli, apalagi melihat wajah Kris yang terlihat kesal karena telah mengejek Appa nya.

"Chanyeol, aku menitipkan Baekhyun. Antarkan dia ke UKS, Oke" ucap Kris, stelah nya ia berlalu menyusul Appa nya. Tinggalah sekarang hanya Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol berdehem supaya tidak ada keadaan canggung seperti ini.

"kau masuklah, aku akan ke UKS sendiri" Baekhyun berucap sopan tapi tanpa menatap Chanyeol, seperti ketika ia berucap sopan kepada Kris. Sungguh, Chanyeol sedikit kesal ketika Baekhyun berbicara dengannya tanpa menatap dirinya. Baekhyun mulai melangkah melewati Chanyeol, yang tidak Baekhyun ketahui ekspresi nya seperti apa.

Setelah mengambil dua langkah melewati Chanyeol, tiba-tiba tangannya di genggam oleh seseorang – yang pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Park Chanyeol – . Baekhyun mengadah menatap Chanyeol yang menggenggam tangannya, kemudian ia menatap tangannya yang sedang terpaut di sela-sela jari Chanyeol. Tangan kedua serasa pas saat sedang berpautan seperti ini.

Baekhyun hanya diam mengeikuti langkah Chanyeol yang tak lain adalah menuju ruang kesehatan. Karena terlalu terlena oleh genggaman tangan Chanyeol, Baekhyun tak menyadari jika ia sudah berada di dalam UKS. Chanyeol menyenggol lengan Baekhyun dengan lengannya sendiri, mengingat jika tangan mereka masih menggenggam satu sama lain.

Baekhyun yang tersadar pun langsung melepaskan genggaman itu, walaupun ia sedikit tidak rela. Bukan sedikit sih malah banyak, kkkkkk~.

Chanyeol berjalan kearah kotak obat, sedangkan Baekhyun berjalan kearah ranjang UKS untuk mengistirahatkan tubuhnya, tapi seperti nya pening di kepala itu telah menghilang karena genggaman tadi.

Setelah selesai mencari obat yang sesuai dengan yang di butuhkan Baekhyun, Chanyeol mendekat kearah Baekhyun yang menduduki bibir ranjang. Ia berdiri di hadapan Baekhyun yang masih setia menundukkan kepalanya. Chanyeol menyodorkan obat nya yang langsung di terima oleh Baekhyun. Ketika Chanyeol ingin berbalik meninggalkan Baekhyun, tiba-tiba terhenti karena tangan nya di tahan oleh Baekhyun.

"Bisakah…" masih dalam keadaan menunduk, kemudian ia memberanikan diri untuk menatap Chanyeol. Mata itu saling menatap, genggaman Baekhyun pada tangan Chanyeol semakin erat. "…Aku mendapatkan cintamu?" satu tetesan air mata berhasil keluar dari mata sipit itu. Chanyeol menghapus jejak air mata menggunakan tangan nya yang terbebas, kemudian mengelus pucuk kepala Baekhyun .

"Istirahatlah" ucap nya, setelah itu ia melenggang pergi, meninggalkan Baekhyun yang terisak semakin menjadi-jadi.

.

TBC

12 hari update dari yang sebelum nya. kkkk~

berhubung masih tahun baru, jadi Yuki mo ngucapin 'Selamat tahun baru para CBHS' semoga tahun ini menjadi tahun yang menyenangkan buat kita semua terutama para CBHS yang mengharapkan Papih mamih kita confirm, eapsss;3 semoga mereka Confirm wkwkwk, gak confirm juga masih keliatan kok REAL nya hahaha:D

BTW, gimana nihh Chap ini? puas kah atau bosan kah? maaf seribu maaf kalau Chap ini bikin bosan mungkin buat kalian tertidur ketika membaca wkwk, tapi boleh dong minta Review nya walaupun membosan kan hehe. semoga minat yups nulis di kolom review nya :D

mauuuu balesin Review di Chap sebelum nya aahhhh:D

- yayahunnie : sama bree, owe juga penasaran, si ceye datar amat hmmm-_-

- atirahseptiani64 : owe juga kesel bree, untung aja yang jadi baekhyun bukan lu, kalo lu udah jelek dah muka ceye lu gebukin wkwkw :D, udah di lanjut nih

- nadyayesung : mungkin wajah datar nya menambah ketamvanan(?) hahah

- Black Blood BB : 12 hari, udah fast belum ? kalo belum ntar deh gue naik sinkhasen biar cepet wkwkw *bener kagak tuh tulisan*

- brownyeolliebaekkoni : owe pun tak menyangka -_-

- yechan77 : iya si duo macan liat semua wkwkw, gak tau kapan akur, semoga aja tahun ini:D. chan gak benci kok sama baek cuma ada alasan aja kenapa dia bersikap datar sama baek. doain ajalah tu muka datar cepat terbuang, hohoho

- SeiraCBHS : dihitung gak tuh tulisan next nya, wkwkw

- munakyumin137 : suka sama Baek maksudnya? bukan suka sama chanyeol -_-. Yoora sudah punya rencana tersendiri wkwkw

- lightforB : sama, owe juga greget;(, gak lama kan ini update nya? cuma 12 hari hehe

- indrisaputri : jan gitu, gitu-gitu ceye tamvan loh(?) kalo krisbaek owe siap-siap di bacok oleh CBS hahah

- septianaditya1997 : coba gemes sama owe /plak/

- Chanbaek Numero Uno : udah berasa kek nano-nano atau gado-gado ? hayoloh mo yang mana wkwk, kek es Campur yeth di ff haha. udah di update nihh;3

- chanmeeh : memang dikit honornya bree, owe gak kebayar wkwk. makanya karakter ceye si dingin dari goa hantu /plak/ *gak nyambung*. ceye belum mau gak sok dingin sama baek lagi, tapi si baek udah putus asa. ntar baek nikah sama owe dulu /BIM kumat/ *abaikan*

- exindira : Baek jodoh sama owe? udah tau kok /kabur/

- dimpleryeong : kasian beth, chan malu-malu kucing padahal anjing *eh gak sengaja* namanya juga mulut bree wkwkw

- Meydita : sayang banget tu video bree, padahal owe penasaran beth pen liat kek apa, kek ulat bulu kah, kek kucing telanjang kah /yakali kucing pake baju/ jan2 kek cacing kepanasan wkwkw /gakada nyambung nya/ yaudin lah gue ikhlas. owe lebih nyesek lagi kalo lo gak kenal owe -_- ./plak/

- Light-B : iya kasian, padahal kan cabe mahal hmmm

- hunbaekyeoliv : udh dilanjut nih, jan panggil author yups;3 gak enak di denger tetangga /plak/

- limchxn : lucu-lucu kek marmut wkwk, udin di lanjut. jan panggil 'kak author' yups cukup dengan kakak aja;3

- OneKim : udah di lanjut tuhhh~~

- chanbaek fannnsss : gak papa bruuhh, asalkan review daripada siders kan?

- Wakwaw414 : maaf kan daku jika Chap ini baek tersakiti egen bree:(

- BaekkiPark : owe yang ngetik pun baper hmmmm

- Guest : Kyaaaaaaaa /ikut teriak/ seperti nya permintaan mu di kabulkan wkwkw, jadi dapet inspirasi dari review mu beb;3 di Chap depan eapss;)

- yousee : sepertinya mereka memang setuju wkwkwk:D

- dittaardaniputri : tjieeee, uhuh uhuk. mungkin dia emang pemalu daripada gak punya kemaluan wkwk, makanya jadi cuek gitu /cielah kek pakar cinta/ belum tentu juga sih seminggu sekali, buktinya ini 12 hari wkwkw:D ada kok, PIN : 5BA8C94F itu beb.

- Ai : udah dari orok kok mereka jodoh wkwk

- : sedingin es batu yang gak cair-cair walaupun udah di panasin 614 kali hahah :D

- 15 : namanya juga jodoh, apa-apa pasti ketemu, mungkin di dalam kandung mereka ketemu saking jodoh nya wkwkw

- Baka Kiranss : ini udah cepet belommm? wkwk

- zaenexo : udah di next nihhh;3

- Zahranisa351 : iya chanbaek, hmmm

lelah berbi(?) okeee Yuki pamit bree, semoga suka chap absurd ini haha:D maaf jika mengecewakan:*

di tunggu Review nya, oke? okelahhhh;3 #tjivokbibir

.

.

.

YUKI MOOI - CBK