The Prince's Cactus ©Xu Ci

Rate : T+

Genre : Comedy, Drama, Romance

Cast : EXO Member and Other

Summary : The Prince's Cactus KrisTao ver

KRIS

Membuatku kehilangan muka saat bertemu untuk pertama kalinya, dia hanya rakyat biasa! Berani-beraninya ia memberitahu apa yang harus ku lakukan? Mengapa ia tidak bisa menjadi seperti perempuan lain di sekitar yang manis, lugu dan menggemaskan. Tapi kenapa harus seperti kaktus, penuh duri, menusuk-nusuk orang lain?

TAO
Aku tidak bisa mengerti mengapa ia membutuhkan pelayan untuk membantunya. Menyuruhku seenaknya seperti mengenakan pakaian, meskipun fakta mengatakan bahwa ia memiliki tangan dan kaki!

WARNING!

GS, TYPO BERTEBARAN, BAHASA KACAU+ANCUR.

Diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama. Akan ada beberapa yang ditambah dalam fict ini dikarekan keterbatasan author dalam masalah translate~~

PS : bold dan italic adalah flashback

Enjoy this fict ^^

The Prince's Cactus Xu Ci
dragonpeach

.

.

.

.

Kini Tao sudah berada didalam kamarnya. Kibum sangat terkejut ketika melihat keadaan Tao yang seperti itu. Dengan cepat ia membuka baju Tao dan menelungkupkan tubuh Tao untuk member obat untuk luka bakar. Kibum tau, kulit mulus Tao terbakar karena paparan sinar matahari yang lama mengenai kulitnya.

"Bagaimana mungkin berakhir seperti ini? Tao membenci matahari dan malah ia mendapat pengalaman seperti ini." Ucap Kibum sedih melihat adik kesayangannya yang masih tertidur.

"Dia sudah aman sekarang, dan kau tak usah mencemaskannya." Ucap Siwon mencoba menenangkan

"Tapi, aku sangat sedih melihat keadaannya yang buruk seperti sekarang."

"Itu hanya karena terbakar cahaya matahari."

"Dokter juga mengatakan Tao hanya butuh waktu untuk istirahat. Kau tak usah mencemaskannya. Aku ingin tau kenapa Tao benci dengan matahari." Tanya Kris yang dari tadi hanya duduk didekat jendela kamar Tao.

"Apa kau bisa melihat bahwa aku dan Tao tidaklah mirip?" Tanya Kibum lirih.

"Tidak, aku pikir tidak"

"Sejujurnya, Tao dan aku itu bukanlah saudara kandung. Dia adalah anak yang diadopsi ayahku."

"APA?" teriak Kris dan Siwon yang kaget dengan pernyataan Kibum.

"Ketika Tao berumur 11 tahun, ayahku menemukannya disebuah taman bemain. Dia berdiri ditengah terik matahari menunggu ayahnya yang belum juga datang. Lama menunggu, ayahnya tak kunjung datang. Ia tetap percaya kalau ayahnya akan datang untuk menjemutnya."

Siwon dan Kris masih betah untuk menunggu kelanjutan cerita Kibum. Mereka menyimak setiap yang diucapkan Kibum.

"Akhirnya, ayahku membawanya kerumah sakit. Ia dalam keadaan tak sadarkan diri. Dan ketika ia sadar, ia mencoba untuk kabur dan memberontak kepada para perawat yang hendak menghalanginya. Sekuat mungkin ia mencoba kabur, sampai akhirnya ia bisa kabur dan kembali pergi ketaman bermain hanya untuk menunggu ayahnya. Ia masih berharap ayahnya akan datang untuk menjemputnya."

Kris terdiam mendengar cerita Kibum. Ia mengerti mengapa Tao selama ini membenci matahari. Ia menatap tubuh yang kini tertelungkup itu. Ia menatap punggung Tao yang penuh dengan obat luka bakar.

'Wanita ini, kondisi psikologisnya yang terganggu membuatnya membenci matahari. Baginya, matahari hanya meninggalkan kenangan buruk dan itu sangat membuatnya jengah.'

'Karena kerapuhannya, membuatnya berusaha kuat untuk hidup. Jadi, apa itu artinya dia yang mengatur semua untuk kehiupannya?'

"Ayo, kita keluar. Biarkan Tao istirahat. Tubuhnya masih lelah." Ujar Kibum memecah keheningan dikamar Tao.

"Kau saja duluan, aku masih ingin disini." Balas Kris tanpa mengalihkan perhatiannya.

"Kau, kau mau menemani Tao disini?" Tanya Siwon memastikan.

"Tapi –"

"Sayang,biarkan dia disini."

Seakan mengerti, Kibum membereskan semua barang-barang dan membawanya keluar. Kibum dan Siwon meninggalkan Kris diruangan itu.

BLAM

"Sayang, bukankah bagus kau melihat perubahan pada dirinya?"ucap Siwon antusias. "Lagian, anakku tak pernah peduli kepada orang lain."

.

.

.

.

.

"Kelakukan mu sama seperti orang biasa!" Mungkin Jessica benar. Bagaimanapun, Tao dan aku hidup dilingkungan yang berbeda, tentu saja kepribadian kami pun berbeda. Kris mengusap rambut hitam pekat milik Tao. 'Karena kau hanya dingin kepadaku, membuatku tertarik padamu.' Kris bisa melihat wajah cantik Tao yang tengah tertidur nyenyak. Kris yang terhanyut suasana tak sadar kalau Tao sudah terbangun dari tadi.

"Sudah puas memandangi wajahku?" ucap Tao tiba-tiba, membuat Kris terkejut. Bukan Kris namanya jika tidak bisa menutup keterkejutannya dengan tampang dinginnya.

"Aku sedang berpikir!." Jawab Kris dingin.

"Apa kau selalu berpikir dengan emosi yang selalu terlihat jelas dimatamu?"

"Aku selalu seperti itu."

"Jadi kau benar-benar orang yang emosional kepada siapapun yang kau sayangi."

"Salah satu dari semua orang yang kau cintai saja yang akan menyelamatkanmu. Tapi kau malah tidak menghargainya sama sekali. Dan kau masih saja mengucapkannya." Lawan Kris atas ucapan Tao yang menurutnya menjengkelkan itu.

"Aku memanglah orang seperti itu." Jawab Tao enteng. Kris kesal mendengar jawaban Tao yang diluar dugaannya. Sebisa mungkin ia menjaga image dinginnya didepan Tao.

'Dia ini, benar-benar tidak berubah!'

"Sebaiknya aku pergi dulu supaya aku tidak tersakiti oleh kata-katamu itu. Semoga kau cepat sembuh sehingga kau bisa memperbaiki ucapanmu itu." Ucap Kris sambil berdiri, ia berjalan meninggalkan Tao dikamarnya. Melihat Kris yang beranjak meninggalkannya membuat Tao memiliki suatu pemikiran yang, entahlah.

"Tunggu!" pergerakan Kris terhenti tatkala mendengar teriakan Tao.

"Apa?"

"Aku membutuhkanmu untuk melakukan sesuatu. Punggungku terasa gatal."

"Lalu?"

"Kemarilah, dan tolong bibimu ini untuk menggaruknya." Kris tak menyadari smirk kemenangan Tao untuk mengerjainya. Kris yang kaget, namun ia masih juga tetap bisa bersikap biasa-biasa saja.

'Menggaruk punggungmu? Dasar wanita gila! Dia ingin aku, seorang pangeran, untuk menggarukkan punggungnya? Tidakkah ia bisa mengerti posisiku sekarang? Itu tidaklah mudah untuk melakukannya.' Umpat Kris dalam hati. Ia kaget dengan permintaan Tao untuk menggarukkan punggungnya.

"Krim ini membuat seluruh punggungkku gatal. Aku tidak bisa bergerak. Kris, maaf merepotkanmu." Ucap Tao tanpa dosa. Bisa Tao lihat bagaimana kikuknya Kris ketika ia meminta Kris. Bagaimana tidak, Tao tidur tertelungkup tanpa busana dan hanya ditutupi selimut saja. Dan selimut itupun hanya menutupi bagian pinggang ke bawah. Dan Kris bisa melihat punggung polos Tao yang dilumuri krim obat luka.

'Dalam pikiranku sekarang, masa depanku akan berantakan jika aku tinggal dengan wanita ini.'

"Jangan lupa, punggungku masih terluka. Jika kau terlalu kuat menggaruknya, itu hanya membuat punggungku terluka untuk yang kedua kalinya." Pasrah, Kris pun melakukan sesuai dengan perintah Tao. Dengan penuh kekesalan, ia melakukannya, menggaruk punggung Tao .

"Hey, jangan terlalu kuat. Lakukan dengan baik!" perintah Tao yang tanpa ada komentar dari pangeran Wu tersebut.

.

.

.

.

Setengah bulan setelah itu, tubuh Tao sudah sembuh. Entah karena obatnya yang manjur atau memang Tao memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik. Sekarang ia pun bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Siang itu, Tao, Kibum dan Siwon sedang berkumpul dihalaman belakang istana.

'Tentu saja, aku bisa meninggalkan tempat ini.' Batin Tao.

"APA? KEMBALI KE CINA?" teriakan dari Kibum dan Siwon bergema ditempat itu.

"Apa kalian berdua sedang beracting? Aku tidak bisa tinggal di Yunani."ucap Tao sambil menyeruput coca-cola yang ia minum.

"Tidak! Tapi, kenapa? Apa karena aku tidak bisa menjagamu?" Siwon panic dengan pernyataan Tao tadi.

"Tidak bisa! Tapi Tao, kau baru saja sembuh."

"Aku bisa menjaga Tao." Jawab Kris yang tengah berjalan menuju mereka. "Kau tak usah bekerja terlalu keras, ini hanya tentang bagian dari keluarga Wu "

"Apa kau lupa kejadian credit card yang lalu? Credit card mu sudah habis limit? Harusnya kau belajar dari kejadian itu!"

"Laki-laki yang sukses itu tidak butuh hanya satu kartu kredit. Apa kau mau aku menjadikan kartu kreditku menjadi unlimited untukmu?"

Atmosfer disekitar berubah menjadi gelap. Kibum dan Siwon hanya terdiam memperhatikan perdebatan mereka.

"DASAR GILA! AKU TIDAK MEMBUTUHKAN KARTU KREDITMU!" teriak Tao penuh emosi. Iapun berdiri dan meniggalkan mereka.

"Mau kemana kau?"

"Tidur." Dan Tao pun sudah menghilang dari pandangan mereka.

"Kris?"

"Tao selalu membuatmu marah-marah setiap saat. Apa itu yang membuatmu tak menyukainya?" Tanya Kibum hati-hati.

"Bisakah kau mengatakan tentang kopi ini?" Tanya Kris sambil memperlihatkan Kibum serbuk kopi yang terdapat dalam cangkir yang tadinya Kris minum.

"Tidak, aku tidak bisa."

"Hampir semua wanita di Yunani bisa membacanya. Dari serbuk kopi yang tersisa, seseorang bisa membaca keberuntungannya."

"Kenapa kau menanyakan ini padaku?"

"Aku hanya meningatkan keadamu. Kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini, dan aku tak pernah meminta atau bertanya apapun kepadamu, bukan?" ucap Kris dengan sinis.

"KRIS!" bentak Siwon tak senang dengan kelakuan Kris barusan.

"Jadi, jangan pernah ikut campur urusanku!"

Kris meninggalkan pasangan yang sekarang hanya menatap Kris dengan tatapan bersalah. Kibum merasa bersalah karena telah membuat Kris marah. Sedangkan Siwon berusaha untuk menenangkan Kibum.

'Aku tidak berharap Tao memiliki masalah denganku. Aku menjadi seperti ini karena kau ingin kembali ke Cina. Aku sangat peduli kepadamu, dan aku akan melakukan apapun agar kau tetap bersamaku! Dan tak akan ku biarkan kau lari dariku!' Ucap Kris sebelum masuk kedalam kamar Tao. Sejujurnya ia sedikit ragu-ragu untuk masuk kamar Tao. Dengan tekad yang kuat, ia pun membuka pintu kamar Tao.

Kosong..

"Hey Tao, Dimana kau?" Tao tak ada disana. Kris mencari Tao kesana kemari. 'Dimana anak itu? Mungkinkah dia. . ?' .

"Aku sedang dikamar mandi, dan jangan kau ganggu aku!"

'Apa-apaan dia meneriaki ku seperti itu?' Kris mengetuk pintu kamar mandi Tao. 'Apa perasaanku padanya begitu kuat? Aku benar-benar tidak bisa menunggu. . .!"

"Ada apa? Aku sedang sibuk. Jangan menggangguku!" ucap Tao dari dalam kamar mandi. Tao sedang duduk di toilet sambil membaca majalah harus terganggu karena serangan dari Kris. "Kenapa pangeran itu selalu menggangguku?" umpat Tao.

"Tao, aku ingin kau menjadi wanita ku!" ucap Kris dari luar. Tao tidak tuli, ia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh lelaki jangkung tersebut. Kaget? Tentu saja, disaat dia sedang berada dalam keadaan tenang tiba-tiba Kris mengganggu acaranya. Tanpa sadar, Tao menjatuhkan majalahnya karena saking terkejutnya.

"APA?" teriak Tao yang sekarang masih terkaget-kaget karena Kris.

"Tao, perasaanku padamu benar-benar berbeda dengan wanita lainnya. Hanya kau yang bisa membuatku tidak bersikap plin plan. Hanya kau yang bisa membuatku tidak merasa bosan."

'Apa-apaan dia? Permainan apa lagi yang sedang ia mainkan? Dia pikir aku ini boneka?" gumam Tao yang sekarang sedang membetulkan celananya.

"Tao, ku mohon, berilah respon atas pernyatanku tadi! Kau tau, aku selalu mengkhawatirkanmu ketika kau tidak ada."

"Ayolah, semua orang juga cemas!" jawab Tao malas

"Tak ada yang pernah ada orang sepertimu bisa mengubah bahkan mengganggu pikiranku!"

"Aku adalah orang yang buruk dalam berkata baik kepada orang-orang!"

Tao, aku serius. Disaat kondisi seperti itu, aku ingin kau menjadi istriku."

"APA KAU GILA, KRIS?" teriak Tao sambil ia membuka pintu toiletnya dengan keras. "KAU TIDAK BISA MEMBELI SESEORANG DENGAN UANGMU!"

"Tao!"

"DIA GILA!" ucap Tao berlari meninggalkan Kris disana. "Tak peduli dia seorang pangeran, dia memang berbeda dari lelaki biasa. Dia mengungkapkan perasaannya didepan toilet. Cepat atau lambat, aku akan ketakutkan karenanya! Sialan kau Kris!" dan tinggallah Kris disana dengan semua kebingungannya.

.

.

.

.

.

Cinta membuat orang bisa gila!

.

.

Kris sepertinya memang tidak main-main dengan ucapannya. Ada-ada saja hal yang ia lakukan untuk menarik perhatian Tao. Contohnya saja pagi ini, ketika Tao baru bangun ia dikejutkan dengan adanya bucket bunga mawar yang besar yang tergeletak didepan ranjang Tao. Ia benar-benar dibuat terkaget-kaget oleh Kris. Ia tak mengindahkan bucket berisi mawar tersebut. Ia beranjak menuju kamar mandi. Sejenak ia ingin membuat tubuhnya kembali fresh setelah tidur semalaman. Selesai mandi pun Tao dibuat bingung oleh Kris. Betapa tidak, semua koleksi baju terbaru keluaran brand ternama, Channel, sudah menanti untuk dikenakan oleh Tao.

Ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran lelaki yang satu ini. Tak sampai disitu, ketika Tao hendak keluar, ia di kagetkan dengan seseorang yang memberikannya sebuah cincin berlian. Orang itu tak lain adalah maid yang disuruh oleh Kris. Sempat Tao menolak, Kris tak hentinya membuat Tao merasa jengkel dengan kelakuan keponakannya itu. Tak lama, dikamar Tao sudah ada beberapa pemain music klasik yang memainkan music yang Tao tidak suka dengan genre nya. Jujur saja, Tao benar-benar muak sekarang.

Disinilah mereka sekarang, diruang tamu. Hanya Tao dan Kris saja. Mereka sedang menikmati acara minum teh.

"Oh Pangeran!"

"Apa?"

"Aku benar-benar merasa terganggu dengan semua pemberianmu itu."

"Apa keliatannya semua itu tidak cocok denganmu?"

"Kau punya banyak uang, seharusnya kau bisa menyumbangkannya untuk kegiatan amal. Asal kau tau saja pangeran, aku alergi dengan bunga mawarmu itu!" ujar Tao ketus. Sedangkan Kris hanya menanggapinya dengan santai.

"Aku hanya ingin tau apa yang kau suka. Karena normalnya, wanita itu suka berlian. Tapi kau satu-satunya wanita yang meletakkan 5 berlian yang aku berikan ke garasi. Aah, itu mungkin menyilaukan untukmu."

"Sebisa mungkin aku akan membuang mu ke garasi." Tao kesal dengan semua yang Kris lakukan. Aah, ia hanya membuang-buang waktu untuk melawan Kris.

"Aku benar-benar tertarik dengan kepribadianmu."

"Yang benar saja?" bentak Tao karena sudah tak tahan dengan ucapan Kris yang seperti mempermainkannya.

BRAK

Tao yang terbawa emosi menampar meja didepannya. Kris yang tadi nyengir gak karuan langsung dibuat kaget oleh Tao.

DRRRTTT

Tak berselang lama, smartphone Tao yang terletak diatas meja bergetar. Sontak mereka berdua mengalihkan perhatian ke smartphone tersebut. Saat Tao hendak mengambilnya, Kris terlebih dahulu mengambilnya dan menjawab panggilan dari smartphone Tao.

"Siapa ini?"

"Tao? Ini nomor telepon Tao kan?'

"Ayah?"

"Oh, Kris, ayolah! Aku dan Kibum memutuskan untuk menginap di pulau ben untuk menyelesaikan segala bisnis kita. Jadi kami tidak akan pulang."

"Aku biasanya mengurus perusahan. Ayah, bisakah kau mengelolanya sendiri?"

"Ok, ok. Asalkan ada banyak pengunjung yang datang. Kau harus ingat, harus melayani mereka dengan baik. Itu saja. Bye Kris~". Kris memutuskan panggilan dari ayahnya.

'Tamu? Apa yang terjadi?' Tao tengah berpikir tentang apa yang Siwon katakan.

Setelah memutus panggilannya, dengan segera Kris menyimpan smartphone Tao tersebut. Tentu saja itu membuat sang empunya mengamuk.

"Hey Kris! Handphone ku!" teriak Tao tak terima dengan perlakuan Kris.

"Tidak lagi!"

"APA?"

"Aku tak ingin membiarkan satu orangpun mengganggu kita, aku akan menyita handphone mu untuk sementara waktu!"

"Dalam mimpimu, Kris! Kembalikan handphoneku!"

"Hey Tao, apa yang kau lakukan?" Tao berdiri di depan Kris dan berusaha menjangkau tangan Kris. Kris mencegah Tao untuk mengambilnya. Mereka begitu dekat. Tao tak sadar kalau ia begitu dekat dengan Kris. Tangan Tao mulai beraksi menggeledah saku celana Kris.

"DAMN IT! Ini namanya pelecehan seksual! Kau menyentuhku dan menggerakan tanganmu disekitar!" teriak Kris frustasi.

"Benarkah? Untuk apa aku harus sopan dengan orang sepertimu?"

"Kau! Berhentilah menyentuhku!"

"Lalu kembalikan handphoneku!"

Mereka terlalu sibuk berdebat sampai-sampai tak menyadari kedatangan seseorang disana.

"Dasar, anak muda zaman sekarang!"

Mereka berdua benar-benar dalam posisi yang tidak baik. Mungkin orang akan salah paham. Bagaimana tidak, kedua tangan Tao ditahan oleh Kris. Mereka bisa melihat seorang wanita tua yang berdiri dipintu ruang tengah. Dengan banyak pengawal, ia berdiri diatas red carpet yang sebelumnya di sediakan oleh salah satu pengawalnya.

"Tidak kah jalan pikiranmu itu terbuka?" Tanya wanita tua itu.

"Mereka terlalu cepat!" ucap Tao spontan

"Oh, tentu saja. Mereka adalah para pengawal yang sudah terdidik." Wanita itu kini beralih memandang Kris.

"Lama tak bertemu denganmu, yang mulia." Ucap Kris sopan. Bahkan saking sopannya, Kris mencium tangan wanita tua itu.

"Ah, Kris~ Aku merindukanmu sayang." Ucap wanita itu sambil memeluk Kris.

"Aku sudah mengatakannya bukan, panggil aku Rosemary. Kenapa kau begitu sopan sekali?" wanita tua itu berbicara dengan manja sambil mengelus pipi Kris.

"Ini adalah bentuk aku menghormatimu, Ratu ku."

Tao yang melihat wanita itu dibuatnya terperangah. Bagaiaman tidak, mulai dari rambut sampai ujung kaki, semuanya merupakan milik brand ternama. Kacamata merk Channel, dress bermerk Prada, Gucci, Louis Vuitton, dan Bvlgary. Ayolah, itu semua incaran Tao.

"Ngomong-ngomong, siapa wanita ini? Tolong kau perkenalkan kepadaku!"

"Dia ini Tao, adik dari ibu tiriku."

"Apa? Jadi ini dia, yang membuat semua orang heboh?"

Tao tampak bingung dengan pernyataan Rosemary. Ia hanya diam dan mengamati apa yang akan dilakukan Rosemary selanjutnya.

"Kris, kau berada dalam posisi yang sangat bergengsi seperti ini. Bagaimana bisa kau menyukai wanita seperti ini?" Tao masih tetap diam dan memasang tampang masamnya.

"Lihatlah dia, dadanya datar, pinggulnya kecil dan juga orang Asia. Kalaupun ia kita kirimkan untuk melakukan operasi plastik, aku yakin. Para dokter akan kesusahan untuk mengubahnya menjadi wanita yang cocok untukmu! Lihatlah, ukuran dadanya saja A!" telusur Rosemary.

"Aku rasa, wanita ini adalah ratu yang sering disebut-sebut banyak orang, neneknya Kris!" ucap Tao jengkel

"Tao!"

"Bahkan kau mengetahui siapa aku." Ucap Rosemary dengan sombongnya.

"Tentu saja, kalian berdua terlihat sama. Kau terlihat seperti wanita-wanita bergengsi tinggi pada zaman revolusi Perancis."

"Apa maksudmu?"

"Tipe orang yang akan menjadi orang pertama yang akan dipenggal kepalanya dan mayatnya dipukuli."

"APAAA?" Tao benar-benar keterlaluan, membuat seorang Rosemary kehabisan kata-kata dan naik pitam.

"Kris, kenapa dengan wanita itu? Kenapa dia kasar sekali?" Tanya Rosemary yang tak terima dengan perlakuan Tao.

"Rosemry, tenanglah dulu. Kau akan terbiasa untuk itu."

"Ahh, aku mau tidur dulu." Ucap Tao santai sambil meninggalkan Kris dan Rosemary yang tengah berada dalam emosi yang buruk.

"AKU TIDAK AKAN MERESTUI ORANG SEPERTI ITU MENJADI ISTRIMU, KRIS!"

Baiklah, sepertinya perang yang sebenarnya akan dimulai.!

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Maaf untuk keterlambatan updatenya. Sudah sangat lama aku hiatus, sampe-sampe pas kemaren buka PM langsung banyak yang nanyain kapan update.

Saya pribadi minta maaf atas keterlamaan updatenya. Terlalu banyak alasannya, ini bukannya aku ngelak atau gimana, tapi keadaan yang buat aku jadi hiatus untuk sekian lama.

Mohon pengertiannya yah.

.

.

Balik kecerita, untuk mengenai ukuran tubuh Tao, aku bener-bener minta maaf kalau bikinnya panda semok itu gak sekseeh. Soalnya di cerita aslinya gitu. Mohon pengertiannya yah.

.

.

Untuk kelangsungan ff ini, saya minta reviewnya. Bukan apanya, review kalian itu lah yang membuat para author tetap melanjutkan ceritanya. Jangan jadi hantu dong (SIDERS).

Ok, buat yang udah review, makasih banget. Dan yang belum review, monggo atuh di review..

Kkkkk

Ok, see next chapt~

dragonpeach_