The Prince's Cactus ©Xu Ci
Rate : T+
Genre : Comedy, Drama, Romance
Cast : EXO Member and Other
Summary : The Prince's Cactus KrisTao ver
KRIS
Membuatku kehilangan muka saat bertemu untuk pertama kalinya, dia hanya rakyat biasa! Berani-beraninya ia memberitahu apa yang harus ku lakukan? Mengapa ia tidak bisa menjadi seperti perempuan lain di sekitar yang manis, lugu dan menggemaskan. Tapi kenapa harus seperti kaktus, penuh duri, menusuk-nusuk orang lain?
TAO
Aku tidak bisa mengerti mengapa ia membutuhkan pelayan untuk membantunya. Menyuruhku seenaknya seperti mengenakan pakaian, meskipun fakta mengatakan bahwa ia memiliki tangan dan kaki!
WARNING!
GS, TYPO BERTEBARAN, BAHASA KACAU+ANCUR.
Diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama. Akan ada beberapa yang ditambah dalam fict ini dikarekan keterbatasan author dalam masalah translate~~
PS : bold dan italic adalah flashback
Enjoy this fict ^^
The Prince's Cactus Xu Ci
dragonpeach
.
.
.
.
Pagi itu, Kris tengah sibuk membaca Koran di ruang tengah. Tak lupa, secangkir teh menemani acara membaca korannya. Ia tak sendirian, dia ditemani oleh seorang maid yang tengah membereskan ruangan tersebut.
CKLEK
Terdengar suara pintu yang terbuka. Merasa terganggu, Kris pun mengalihkan matanya menuju asal suara tersebut. Oh tidak, Tao datang dengan gaya yang, berbeda. Tao sepertinya baru selesai mandi. Yang mengganjal dari penampilan Tao adalah ia hanya mengenakan kemeja putih yang kebesaran ditubuh langsingnya dan yang lebih parahnya itu menampilkan paha mulus Tao.
Kris bisa melihat rambut basah Tao, bagian dada Tao yang hampir terekspos semuanya. Bahkan bra yang Tao kenakan bisa terlihat oleh Kris. Kaki mulus nan jenjang milik Tao terlihat jelas tanpa ada yang menutupinya. Memang tidak seputih kulit Kris, namun itu sangat menggoda iman Kris. Ok, Tao sukses membuat kacau pagi Kris. Apa ia sedang menggoda Kris? Atau bagaimana?
"Tao, tidakkah kau bisa melihat ku sedang membaca Koran, bukan?" Kris berusaha untuk bisa sebiasa mungkin menghadapi kealkuan aneh Tao pagi ini. Ok, ia berjuang mati-matian agar tidak tergoda oleh Tao.
Tanpa mengiyakan Kris, Tao berjalan dengan anggunnya kearah gorden dan membukanya. Ia tak tahu bagaimana Kris tengah berusaha menahan diri untuk tidak menerkamnya. Ayolah, siapa yang tidak akan tahan melihat Tao dengan pakaian seperti itu.
WUSH
Cahaya matahari pagi menyinari ruangan itu. Tao tampak makin menggoda ketika tubuhnya disinari cahaya matahari. Ia tampak berkilau, bagiakan berlian yang sangat mahal harganya. Sang maid pun yang notabene nyan tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Tao mampu tergoda. Sepertinya maid tersebut membutuhkan tisu untuk menyumpel hidungnya. You know what I mean, rite? Mata Kris tak bisa beralih dari Tao. Ia berusaha untuk mengalihkannya, namun ia gagal. Tao, you are trouble maker for this morning.
"Hey, cukup posisikan matamu didepan koranmu! Bukankah kau sedang membaca koran? Seharusnya matamu itu melihat ke Koran, bukan padaku. Lanjutkan saja acara membaca Koranmu itu." Ucap Tao acuh seakan tidak ada yang aneh dengan keadaan sekitar.
'Apa yang dia lakukan? Tao, apakah kau sedang mengujiku?'
"Apa maumu dengan berpakaian seperti ini, Tao?"
"Kenapa? Aku berpakaian seperti ini untuk Rosemary. Cepat panggil dia dan suruh dia kesini!"
"Dia sedang berada di pesta besar yang diadakan para petinggi di Yunani, dan mungkin dia akan pulang telat." Jawab maid tersebut sambil menyumbat hidungnya yang tak berhenti mengeluarkan darah.
"Tao! Cepat kau pergi kekamarmu dan pakailah celana!" perintah Kris dengan penuh tatapan tajam. Salahkan Tao, yang memang tidak bisa membaca arti tersembunyo dari perintah Kris tadi.
"Ayolah Kris, aku memakainya kok." Tao pun membuka sedikit kemeja yang tadinya menutup sedikit paha mulusnya. Ia memperlihatkan celana dalam yang ia maksud. Di belakang, sang maid yang menyaksikannya tambah mimisan karena ulah Tao. Ia pun segera keluar untuk meninggalkan mereka berdua. Ia sudah tak tahan melihat Tao. Underware berwarna hitam itu sangat mencolok dengan warna kulit Tao yang eksotis itu. Apa maksudnya ini?
Sedangkan Kris? Tentu saja ia juga ikut terkejut. Bukan Kris namanya jika ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Sekali lagi, ia pura-pura menyibukan diri dengan korannya. Bersikap layaknya Koran ditangannya lebih menarik dari Tao.
"Tao, tidakkah kau sadar dengan yang kau lakukan sekarang? Berpakaian seperti ini dan berjalan didepan seorang lelaki dewasa? Ini namanya kau sedang menggodaku, Tao!"
"Apa? Jika kau tak suka, kau tinggal menutup matamu. Lagian kau kan sudah dewasa, untuk apa kau bersikap layaknya seorang remaja yang masih puber?" jawab Tao acuh tak mau kalah. Malahan sekarang Tao makin mendekatkan dirinya dengan duduk disamping Kris.
"Enyahlah kau dari kursiku dan pergi ke kamarmu, Tao!" bentak Kris sekuat mungkin menahan godaan dari Tao. Nafasnya memburu, jantungnya kebat-kebut, oksigen seakan-akan sedikit diruangan itu, entah karena marah atau apa.
"Hey, aku tak meminta kau bicara padaku. Kau hanya harus mendengarkanku. Ingat, aku ini bibimu!" Tao pun duduk sambil menyelakan kakinya di kursi tersebut. Jarak mereka sangat dekat, bahkan lutut Tao bersenggolan dengan paha Kris.
"Jangan berbicara dengan ku dalam keadaan seperti ini!" Ucap Kris menegaskan kembali.
"Ayolah, aku hanya bicara seperti biasa saja. Ada yang salah?" Tao mengambil remote tv dan mulai mengacak siaran yang menurutnya menarik. Ia sangat bosan, tercetak jelas diwajahnya yang cantik itu.
"Aku hanya ingin mengingatkanmu. Selagi kakak ku menjadi istri dari ayahmu, itu tak akan mungkin untuk kita menjadi sepasang kekasih." Ucap Tao bosan.
"Apa kau ingin aku membuat mereka bercerai?" tanya Kris tajam.
"Apa kau ingin melihat Siwon menangis sampai mati?" Tao tak mau kalah malah bertanya balik kepada Kris.
"Tentu saja aku akan tetap melakukannya."
"Aku rasa, walaupun kau sukses membuat mereka bercerai, itu semua tidak akan merubah hubungan antara kita berdua. Selama aku tidak menyukaimu dan walaupun kau menyukai ku, itu tidak akan mengubah perasanku padamu. Dilain kata, itu artinya aku menolakmu Kris!"
"CUKUP!"
Kris merebut remote di tangan Tao dan membuangnya kesembarang arah. Iapun menghempaskan tubuh Tao di sofa tempat mereka duduk tadi. Sekarang tubuh Tao telah dikunci oleh Kris. Posisi yang tidak menguntungkan untuk Tao, karena ia berada dibawah kurungan Kris. Tak banyak yang ia bisa lakukan. Ia benar-benar bingung dan cemas disaat yang bersamaan.
'Apa yang terjadi?'
"Hey Kris, apa kau tidak berpikir dulu sebelum melakukan ini?"
Bukannya menjawab, Kris malah tambah mendekatkan wajahnya ke wajah Tao. Tao dapat merasakan hembusan nafas Kris yang menerpa wajahnya.
"Kau ingin aku apa? Aku akan berpikir dua kali jika kesempatan itu memang tidak ada!"
Tatapan tajam Kris membuat mental Tao sedikit menciut. Namun bukan Tao namanya jika ia tidak berani melawan Kris.
"Kris, kau tau bukan aku orang yang bagaimana?" ucap Tao mencoba menekan rasa gugupnya.
"Aku ingin tau, apa yang akan kau lakukan jika aku melakukan ini."
CHUP
Tak lama, Kris pun mencium Tao. Kris memejamkan matanya sembari menikmati bibir ranum Tao yang menurutnya itu manis. Berbeda dengan Tao, ia membelalakan matanya karena kaget dengan yang Kris lakukan. Namun lama kelamaan ciuman Kris menuntut. Tanpa Tao sadari, ia menikmati ciuman Kris dengan memejamkan matanya. Tangan yang tadi ia gunakan untuk menahan tangan Tao sekarang malah menautkan jari-jarinya ke jari-jari Tao. Karena Tao tak kunjung membuka mulutnya, Kris menggigit bibir bawah Tao. Tanpa menyianyiakan kesempatan, ia melesatkan lidahnya mengeksplor mulut Tao. Tao sudah kekurangan oksigen sekarang, ia sangat membutuuhkan oksigen karena pasokan oksigen nya sudah menipis karena ciuman Kris.
BUGH!
Tao 'memberi pelajaran' kepada junior Kris dengan lututnya. Uugh, Kris yang malang. Sontak Kris melepaskan ciumannya dari Tao. Rasa sakit yang tak Kris bayangkan sebelumnya. Wajah Kris memerah, entah karena malu, sakit atau mungkin marah. Sedangkan Tao? smirk kemenangan tercetak jelas diwajah cantiknya. Masih diposisi dimana Kris berada diatas Tao, namun tentu saja ada jarak antara mereka. Memang tidak sedekat tadi, karena Tao telah sukses membuat Kris sedikit memberi jarak antara mereka.
"Beraninya kau melakukan ini, Tao! Kau itu apa benar-benar wanita?"
"Apa kau tidak tau kalau memaksakan seseorang untuk melakukan apa yang tidak mereka lakukan merupakan perbuatan yang tidak baik, Kris?" ucap Tao dengan nada yang dibuat-buat. "Apakah bibimu ini terlihat seperti orang yang mengizinkanmu untuk melakukan sesuatu padanya?" sambung Tao sambil mengelus pipi Kris dengan sebelah tangannya. Namun Kris masih belum mengindahkan apa kata Tao. ia masih terfokus pada rasa sakit di titik sensitive nya. Tao pun bangkit dan kembali duduk disamping Kris.
"Jangan lakukan itu lagi jika kau tak ingin menderita lagi!" Tao pun meletakkan kaki kanannya diatas paha Kris.
Tak lama, salah seorang maid menghampiri mereka.
"Pangeran, nona Jessica ingin menemui anda." Ucap nya sopan.
"Dia tidak akan sering datang –"
"Katakan padanya untuk pergi sekarang juga!" perintah Kris dengan sedikit terbata-bata. Kris, kau tidak sopan memotong pembicaraan bibimu!
Tao pun berjalan menuju pintu. Lantas maid tersebut membukakan pintu. Tao bisa melihat Jessica dengan dandanan yang super feminine. Dengan mini dress berwarna pink dan kedua rambutnya ia kucir. Ia terlihat menunduk saat pintu dibuka.
"Kris, aku minta maaf atas kecerobohanku." Ucapnya malu-malu sambil menunduk. Ia tak tau, kalau yang berada didepannya bukanlah Kirs, melainkan Tao.
"Hai Jessica, senang bisa bertemu denganmu." Sapa Tao dengan senyumannya dan melambaikan tangannya seakan benar-benar bertemu teman lama. Teman lama? "Aku hampir saja mati karena kecerobohanmu."
Jessica kaget. Bagaimana tidak, ia sudah melenyapkan Tao dengan mendorongnya ke laut. Ekspresi Jessica sangatlah tidak elit, layaknya melihat hantu di depan matanya.
"Ba –bagaimana, bagaimana kau ada disini? Bukankah ratu telah mengirimmu kembali ke Asia?"
"Kau pikir dengan aku mati lantas ratu akan mengirimku kembali ke China?"
"DIMANA KRIS?"
"Kris sedang tidak enak badan, jadi lebih baik kau –" dan lagi, ucapan Tao dipotong oleh seseorang. Jessica pun tanpa basa basi langsung menerobos masuk keruangan itu. Ia sengaja menyenggol Tao dan membuat wanita itu sedikit terhoyong oleh dorongan Jessica.
"KRIS!" Jessica berlari menuju ke tempat dimana Kris sekarang. Kris masih ditempat tadi. Benar apa kata Tao, ia sedang tidak enak badan. Apa mungkin karena perlakuan Tao tadi?
"Aku pikir dia telah kembali ke China, namun kenapa ia masih disini?" Jessica tidak duduk disamping Kris, namun ia bersimpuh dihadapan Kris. Layaknya seorang yang berharga bagi Kris, ia memasang tampang mengiba berharap Kris melihatnya dan langsung simpati kepadanya.
Sia-sia, Kris hanya diam tanpa berniat mendengarkan Jessica.
"Pangeran, kau terlihat tidak sehat." dengan berani, Jessica ingin menyentuh Kris. Namun sayang, keinginannya terhenti karena Kris terlebih dahulu membuat Jessica mati kutu.
"Apa yang kau lakukan disini?Aku tidak memberimu izin kesini. Keluar dan kembalilah kerumahmu!" perintah Kris dengan tatapan menusuknya.
"Tapi pangeran, hanya kau yang aku miliki. Apa yang bisa aku lakukan tanpamu!" ucap Jessica sedikit terisak.
"Kau bertanya padaku tentang apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kondisi keluargamu sekarang? Kau tau, aku sudah kehilangan jutaan dollar karena perusahaan ayahmu. Dan kau masih menyakiti yang aku sukai?"
"Pangeran, hati-hati dengan ucapanmu. Aku juga manusia." Ucap Tao dari depan jendela. Ia hanya menatap dua orang itu dengan malas sambil melipat kedua tanganya didada.
"Aku begini karena aku mencintaimu, pangeran. Tidakkah kau mengerti itu?" ucap Jessica sambil terisak didepan Kris.
"Enyahlah kau dari hadapanku dan keluar!" Kris yang tak peduli dengan Jessica semakin membentak wanita itu. Ia masih saja sempat melirik Tao yang menyaksikan adegan drama antara Kris dan Jessica.
"It's like a watching drama." Ucap Tao sarkastik.
"Ah, kalian berdua, lanjutkanlah adegan drama kalian. Aku ingin makan terlebih dahulu." Ucap Tao sambil meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Kris menatap Tao dengan tatapan tak percaya. Ia kesal karena Tao tidak mengindahkannya sama sekali.
"Apa-apaan dia, kenapa dia masih saja tidak memperhatikanku?" ia pun masih sibuk dengan menghadapi Jessica. Entah apa yang dilakukan Kris sehingga ia bisa membuat Jessica meninggalkannya.
.
.
.
.
Tao sudah berada didapur. Dengan segera ia memasak mi instant cup karena ia kelaparan. Dengan sigap ia membuka bungkus mi terebut dan mencampurkan semua bumbu pelengkap. Tak butuh waktu lama, mie instantnya sudah matang.
"Terima kasih tuhan, aku merasa lega sekarang."
BLAM
Belum sempat Tao menyuapi mie kemulutnya, Kris sudah membuatnya terkejut dengan membuka pintu dengan keras. Tentu saja, itu membuat Tao kesal, Kris mengganggu acara makannya.
"Hey pangeran, apakah kau tidak diajarkan jika kau ingin masuk harus mengetuk pintu dulu?" Kris tak mengubris ucapan Tao. Ia tetap berjalan mendekati Tao. Sebisa mungkin Tao bersikap biasa saja walau dalam hati entah rasanya ingin mencincang tubuh Kris.
"Bagaimana dengan 'milikmu' tadi? Mendingan?" ucap Tao dengan mulut penuh mie. Ada tidaknya Kris disana, ia tetap melanjutkan acara makannya. Kris tak menyerah. Sekarang gilirannya berbicara. Setelah dari tadi didominasi oleh Tao. Tao tetap cuek dengan keberadaan Kris. Masa bodo dengan tatapan tajam Kris, toh dia tidak akan mati karena tatapan tajam Kris layaknya pedang yang siap menghunus jantung Tao.
"Aku rasa hubungan kita sudah jelas semenjak kejadian tadi." Tak peduli dengan Tao yang tidak mau mendengarkannya sama sekali. Ia tetap berjalan mendekati meja Tao.
"Enak~" lanjut Tao ketika menyuapkan mie ke mulutnya.
"Kalau saja kau tidak bertingkah seperti Jessica, semua sudah pasti jelas. Ya, tentang hubungan kita." Tao masih melanjutkan acara makan mienya. "Aku bahkan mengikuti kau kemana saja! Aku jarang mencintai seseorang layaknya aku mencintaimu! Hanya kau seorang Tao! itu karena kau sangat menawan!" ungkap Kris dengan suara meninggi. Emosi sudah menguasainya.
UHUK UHUK!
Tao tersedak mie nya ketika mendengar pengakuan Kris. Sunggguh diluar dugaan. Ia tak menyangka Kris akan menyatakan perasaannya seperti itu.
"Beraninya kau bicara seperti itu! Kau ketiban apa sih? Dapat ilham darimana?" bentak Tao tak terima. Kris membuatnya hampir mati karena tersedak. "Aku harus memproteksi diriku jika kau masih saja bicara seperti itu!"
"TAO! AKU SERIUS!"teriak Kris frustasi. Bagaimana mungkin wanita ini menolak pesonanya?
"Ayolah Kris, jangan mencoba untuk menakuti-nakutiku seperti itu!" Tao dapat melihat perubahan wajah Kris yang tadi keras menjadi tatapan yang, sendu? Ada apa dengan Kris? "Apa aku menyakitimu lagi Kris? Aku minta maaf." Apa lagi ini Tao? ia benar-benar mencoba mengejerjai Kris. Minta maaf hanya untuk menggoda Kris. Ckck
"Tak apa. Aku tak apa. Jikapun itu benar. . . " Tatapan Kris tak berubah. Ia menghembuskan nafasnya dengan berat. "Aku masih mencintaimu."
Ok, Tao sekarang benar-benar bingung dengan Kris. Kejutan apa lagi ini? Anak itu kenapa? Apa ada yang salah?. Tak tau harus berbuat apa, Tao hanya diam dengan tampang bingungnya yang masih memperhatikan apa yang akan dilakukan Kris selanjutnya.
"Tau kah kau kalau aku sangat menginginkanmu menjadi milikku? Menjadi kekasihku? Aku percaya aku berusaha dengan keras untuk mendapatkanmu. . ." Tao masih terperangah dengan ucapan Kris. "Tapi aku tak tau, apa yang salah sehingga kau masih saja menolakku." Ucapnya lirih.
Speechless
Itulah kata yang dapat menggambarkan Tao sekarang ini. Ia tak tau harus menjawab apa ungkapan Kris tadi. Kris benar-benar membuatnya mati kutu. Kau kenapa Tao?
'Perasaan apa ini?'
Terkadang, kebesaran hati seorang pria membuat wanita menjadi terkesan. Ini terjadi kepada Tao. ia tak tau apa yang terjadi pada dirinya. Ia bingung dengan sikap Kris. Kris berjalan mendekati Tao yang masih membisu.
"Tao. . . aku mencintaimu." Ucapannya terasa tulus terdengar ditelinga Tao. Tangannya mulai mendekap pipi Tao. Tao tidak berontak, ia masih bergelut dengan pemikirannya tanpa memperdulikan Kris yang semakin mendekatkan wajahnya kembali.
"Tao. . ." ucapnya dengan suara serak dan berat. Sungguh menggoda iman Tao.
'TIDAAAK! Aku tidak boleh mengubah pendirianku!'
Hidung mereka bahkan sudah bersentuhan. Bahkan sekarang, bibir atas Kris sudah mengenai bibir atas Tao.
"Kris sayang, aku sudah katakana kalau aku bukanlah pasanganmu, tapi kau tidak mendengarkanku!" ucap Tao pelan.
Tanpa mereka sadari, Rosemarry sudah berdiri di pintu masuk ruangan itu. Ok, sepertinya Kris lupa menguncinya.
"Seharusnya kau mengerti bahwa kau akan mewarisi semua asset keluarga Wu! Wanita didepanmu tidak akan cocok denganmu!" ucapnya dingin. Ia memasang tampang dinginnya. Bahkan ia seperti ingin menghabisi Tao saat itu juga. Tatapan penuh amarah.
Mendengar itu, sontak mereka berdua berjauhan dengan muka yang sama-sama merah padam. 'Aku selamat! Berbahaya!' ucap Tao dalam hati. 'DAMN! Padahal hampir saja.' Umpat Kris dalam hati.
"Rosemarry, ini semua tidak ada urusannya dengan mu. Bisakah kau pergi sekarang?"
"Urusanmu adalah urusanku juga!" ucap Rosemarry tegas. "Kau itu kan cucu ku. Aku sangat menyayangimu lebih dari siapapun." Wajahnya kembali melembut kalau sudah berhadapan dengan cucu kesayangannya. Ia mengelus pipi cucunya itu. "Gelarku akan jatuh ketanganmu nantinya." Ucapnya bersemangat.
"Kau tak harus mengurusi urusan pribadiku!" ucap Kris dingin.
"Kau akan menjadi seorang raja, dan aku akan mencarikanmu seorang istri yang cantik. Dan kau akan melahirkan anak yang berkualitas!" ucapnya bersemangat. "Wanita ini, yang hanya menyukai mie instan, hanya akan merendahkan statusmu!" tunjuknya pada Tao dengan tatapan membunuh. Sedangkan yang ditatap benar-benar menampakan wajah sangarnya karena acara makannya diganggu dengan perkataan Rosemarry. "Kapan aku mengatakan akan 'mewariskan' tahtaku dan menjadikannya seorang raja?"
"Semenjak ibuku memilih untuk meninggalkan lelaki pilihanmu dan menikah di Yunani, harusnya kau sadar kalau Ibuku ingin anaknya jauh dari pengaruhmu!" ucap Kris datar namun terdengar sangat dingin. Ia menatap dengan tatapan datarnya kearah Rosemarry. "Tidakkah kau takut kalau aku mungkin saja mengambil kekuasaanmu dan menjadikan kau orang biasa?" ucap Kris sambil berkacak pinggang. "Lakukan apa saja yang mau kau lakukan!" ucap Kris acuh.
"Kau pikir kau akan bisa hidup tanpa dukungan dari keluarga bangsawan lainnya?"
"Peningkatan nilai bisnis keluarga Wu itu menigkat 10 kali pada saat dibawah kekuasaanku. Uang yang kumiliki bisa untuk menunjang kehidupan keluarga ku sampai aku meninggal. Walau keluarga Salishiya adalah keluarga yang kaya, keluarga Wu tidaklah serendah itu!"
"Kau pikir aku hanya bermain di sekitar Yunani cuma beberapa tahun?" Rosemarry kesal dengan pernyataan Kris barusan. Apa-apaan itu? Ia sungguh tak terima.
"Aku tak peduli jika tidak ataupun harus kehilangan gelar itu."
"KAU! BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU?"
"Hey kalian berdua itu kan berhubungan keluarga, kenapa saling marah memarahi dan berusaha saling bunuh membunuh?" Tao yang dari tadi sibuk dengan mie instannya mulai tertarik dengan pertikaian mereka. Ucapan Tao barusan membuat Rosemarry mati kutu. Ia sangat geram dengan Tao yang seenaknya 'ikut campur' urusan mereka.
"Dia bukanlah wanita yang lahir dari keluarga yang berada. Identitas keluarganya adalah kelemahannya! Aku tak mau nantinya Negara ini menertawakan kita. Jadi sekali lagi aku katakana, TINGGALKAN DIA!" emosi Rosemarry sudah di ubun-ubun. Tao tersedak dengan ucapan keras Rosemarry tadi. Kris sangat terkejut dengan ucapan Rosemarry yang menurutnya merendahkan Tao.
BAM!
Tao menggebrak meja didepannya penuh emosi. Ia menatap Rosemarry dengan penuh emosi. Rosemary pun menciut dan takut melihat perubahan sikap Tao.
" Apa, a-apa yang kau lakukan? Tak ada gunanya!" ucap Rosemarry dengan nada ketakutan.
"Apa kau menyelidiki diriku?" ucap Tao dengan tatapan membunuh. Sungguh, Rosemarry terpojokan saat ini.
"Aku tak punya waktu untuk menyelidiki identitas keluargamu. Aku hanya melihat berkas investigasi itu dari orang suruhan Kris."
'Sialan'
Jika tadi Rosemarry yang mati kutu, kini Kris pun ikutan mati kutu karena pengakuan Rosemarry tadi. Tao pun member death glare menakutkannya kepada kedua orang kerajaan itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Seperti orang rendahan saja!" ucapnya datar
"I-i-tu, itu. . ." Kris gelagapan menjawab pertanyaan Tao. Otaknya tidak bisa bekerja normal saat ini.
"KAU TIDAK BERHAK MENATAP RAJA KAMI SEPERTI ITU! AKU PERINTAHKAN KAU UNTUK MENINGGALKAN PULAU INI SECEPATNYA!" perintahnya kepada Tao. " Kau saja tidak tau siapa ayahmu. Kau tidak akan pernah bisa menjadi ratu disini!"
Tao hanya diam dan menunduk setelah mendengar apa yang dikatakan Rosemarry taid. Cukup sudah! Ini sudah keterlaluan. Tao sungguh tak terima dengan pernyataan Rosemarry yang membawa-bawa nama ayahnya. Sungguh, itu sangat menyakitkan bagi Tao. sudah cukup ia bersabar menghadapi Rosemarry.
"Nyonya. . ." seketika keadaan diam sesaat setelah Tao mengeluarkan suaranya. "Sepertinya ada yang kesalahan disini." Ucapnya sambil memamerkan senyum manisnya. Sontak membuat Kris dan Rosemarry keheranan melihat perubahan Tao. Anak ini memang ajaib dan susah ditebak. "Tempat ini milik keluarga Wu." Ucapnya berjalan mendekati mereka berdua. "Tempat yang tidak aku temukan jika aku cari pada peta dengan kelas tinggi." Kemudia tao mendekati figura besar disana yang berisi foto pernikahan Siwon dan Kibum. "Dan kakakku. . . sudah menjadi pemiliknya juga." lanjutnya sambil menunjuk foto tersebut. "Sekarang Wu Siwon, suami kakakku, adalah kepala keluarga dikeluarga ini. Dan anak semata wayang Siwon, Kris Wu, adalah orang yang sangat mencintaiku setengah mati. Jadi, jika Siwon dan istrinya tidak ada dirumah, akulah yang memiliki posisi tertinggi disini. Bahkan lebih tinggi dari Kris. Mungkin kau bisa memanggilku 'Wanita yang paling luar biasa di pulau ini." Ucapan Tao membuat Kris dan Rosemarry melongo. Tao tampak bersemangat mengucapkannya. Itu adalah caranya untuk membalas perkataan Rosemarry tadi.
"So, please call me the quen!."
"Apa kau tau, apa itu memiliki kekuasaan yang sebenarnya? Itu artinya. . ." Tao semakin menyudutkan Rosemarry. Ia menjentikkan jarinya memanggil para maid. Tak menunggu waktu lama, para maid segera berdiri dan membungkukan badan mereka dihadapan Tao.
"Apa yang bisa kami bantu, Nyonya Tao?"
"Siapapun yang mencoba melawanku, akan tamat dengan cara yang buruk!"
"Teori bodoh macam apa ini?" sekarang Rosemarry dibuat bingung oleh Tao.
"Tolong kalian bawa wanita ini keluar. Jika ia masih disini, hanya membuatku kehilangan kendali dan membuatku masuk rumah sakit."
"APAAA?"
"Perhatian! Berhubung sekarang sudah hampir jam 9 pm, aku tak ingin menunda makan malamku. Jadi kalian buang saja dia kelaut!" dengan sigap para maid menjalankan perintah Tao dan mendekati Rosemarry hendak membawanya keluar.
"BERANI SEKALI KALIAN! AKULAH RATU SALISHIYA!" mereka tak mengindahkan ucapan Rosemarry dan langsung mengangkat tubuh Rosemarry keluar. "LEPASKAN AKU! AKULAH RATUNYA! RATUNYAAAA! KALIAN BENAR-BENAR ORANG RENDAHAN!" sekarang tak ada lagi Rosemarry diruangan itu. Bahkan diistana itu.
"Dan duniapun kembali damai." Ucap Tao tenang menatap kearah pintu.
"Kau sebenarnya orang yang baik, aku sudah menduganya." Kris tersenyum kearah Tao, walau itu hanya senyuman tipis. Ia benar-benar terhibur dengan 'pertunjukan' didepannya tadi.
Tao menoleh kearah Kris sambil memberikan death glare andalannya. "Kau menguping? Ok, sekarang giliranmu. Kenapa kau menyelidikku?" tanya Tao sambil melipat kedua tangannya didadanya.
"Oh itu ya? Itu karena aku ingin mempersiapkan 'hadiah' untukmu." Tao dapat melihat smirk yang Kris berikan kepadanya. Tak dapat Tao sembunyikan wajah terkejutnya atas ucapan Kris.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
YUHUUU~~
I AM BACK!
Ada yang kangen aku? Ok kayaknya gak ada. Tak apa….
Maafkan atas keterlambatan ini. Terlalu banyak gangguannya. Sekali lagi maaf karena aku hiatusnya kelamaan sekali. Salahkan tugas kuliah yang banyak dan jadwalnya yang benar-benar menyita waktu ku. Lagian, kemaren-kemaren itu aku kehilangan mood buat nulis. Gak tau kenapa, bawaannya pengen baca aja. Dan setelah banyak yang inbox aku, baru deh aku update. Sekali lagi maaaaaaaaaafffffff… *lebaaay*
/back to our topict/
Oh iya, ceritanya bakal abis dalam beberapa chapter kedepan. Akan aku usahakan buat tamatin ini ff sebelum aku mulai kuliah.
Buat yang udah review, thanks a lot. Masih butuh banyak review buat ff ini. Pliiiiis jangan ilangin jejak gitu dong. Baca-Review-Fav, baca-review-fav. Ok ok ok?
Buat yang udah kasih review, makasih banget yaaah. Apa lagi buat yang udah inbox aku, makasih buat ingetin aku buat update lagi.
.
.
.
TINGGALKAN JEJAK KALIAN JIKA INGIN FF INI BERLANJUT! BUAHAHAHAHAHA *ketawa bareng Rosemarry* eh salah *Ketawa bareng TAO*
