The Prince's Cactus ©Xu Ci

Rate : T+

Genre : Comedy, Drama, Romance

Cast : EXO Member and Other

Summary : The Prince's Cactus KrisTao ver

KRIS

Membuatku kehilangan muka saat bertemu untuk pertama kalinya, dia hanya rakyat biasa! Berani-beraninya ia memberitahu apa yang harus ku lakukan? Mengapa ia tidak bisa menjadi seperti perempuan lain di sekitar yang manis, lugu dan menggemaskan. Tapi kenapa harus seperti kaktus, penuh duri, menusuk-nusuk orang lain?

TAO
Aku tidak bisa mengerti mengapa ia membutuhkan pelayan untuk membantunya. Menyuruhku seenaknya seperti mengenakan pakaian, meskipun fakta mengatakan bahwa ia memiliki tangan dan kaki!

WARNING!

GS, TYPO BERTEBARAN, BAHASA KACAU+ANCUR.

Diadaptasi dari Manga dengan judul yang sama. Akan ada beberapa yang ditambah dalam fict ini dikarekan keterbatasan author dalam masalah translate~~

PS : bold dan italic adalah flashback

Enjoy this fict ^^

The Prince's Cactus Xu Ci
dragonpeach

.

.

.

.

Kris sudah siap dengan jas hitam dan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya. Ia berdiri didepan mobil menunggu Tao yang masih belum keluar dari kamarnya. Kris tampak begitu tampan dengan balutan black suit yang begitu pas ditubuh indahnya. Dengan sabar ia menunggu Tao. tak lama, Tao muncul dengan pakaian yang bisa dibilang casual. Celana skiny Jeans, baju kemeja kotak-kotak dengan warna peach, dan tak lupa memakai topi kesayangannya. Tak lupa, sepatu kets yang selalu setia menemani Tao.

"Masuklah kedalam mobil!" perintah Kris setibanya Tao disana.

"Kita mau kemana?" tanya Tao sambil melipat kedua tangannya didada.

"kita akan pergi jauh! Bukankah kau marah padaku karena aku telah mengganggu privacy mu?" ucap Kris sarkastik.

"Siwon dan Kibum sudah pulang kerumah. Sekarang manusia satu ini mau membawa aku kabur. Orang gila ini mau apa? Jangan bilang kalau ia akan membawaku pergi kesuatu tempat, lalu ia mencoba melakukan hal yang tidak senonoh kepadaku! Oh tidaaaaaaakk!" jerit Tao dalam hati. Otaknya sudah berpikir yang tidak-tidak. Ia juga sangat kesal dengan Siwon dan Kibum yang seenaknya berkata 'Selamat jalan Tao, nikmati liburanmu!'

Tao masih berperang melawan pemikiran-pemikiran aneh yang berkeliaran diotaknya. Sedangkan Kris masih setia memperhatikan Tao yang sedang berpikir. Sungguh, melihat bagaimana Tao member reaksi setiap pemikirannya menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Kris. Tak ingin membuang waktu lama, Kris segera memanggil Tao.

"Hey Tao. Pemikrian aneh apa lagi yang ada diotakmu? Tidakkah kau lihat aku membawa banyak bodyguards untuk perjalanan kali ini?" ucap Kris seakan tau apa yang sedang ada dipikiran Tao. Sadar akan yang dikatakan Kris, Tao kaget melihat ada beberapa bodyguards Kris yang berbaris didepan pintu mobil.

"Baiklah! Sekarang, tolong kau sediakan satu mobil lagi untukku!" perintah Tao seraya menormalkan gayanya. Sungguh, ucapan Kris tadi sangat memalukan bagi Tao.

"Kenapa?"

"Karena aku tak ingin duduk disampingmu!"

"Tao! Aku sudah merencanakan ini dari jauh-jauh hari. Jangan coba-coba mengetes kesabaranaku!" geram Kris tak tahan melihat bagaimana sikap ketus Tao kepadanya.

"Ini bukan sebuah tantangan, Tao. ini berkaitan dengan masalah interpersonal! Hanya dengan melihat rambut pirangnya itu membuatku alergi. Aarrghh! Perusak moodku saja! Ia juga merusak hari-hari indahku untuk bersantai! Tak harusnya ia berlagak sok-sok kritis dengan diriku!" omel Tao dalam hati. Ia benar-benar kesal dengan Kris. "Aku hanya tidak ingin duduk didekatmu, Kris!"

Tao semakin membuat Kris menjadi hilang kesabaran. Ia menarik tangan Tao untuk masuk kedalam mobil. Ia tidak memperdulikan teriakan Tao yang memintanya untuk melepaskan cengkraman tangan Kris ditangannya.

"JALAN!" perintah Kris terhadap supirnya. Sang supir menjawab perintah Kris dan menjalankan mobilnya sesuai dengan perintah kris.

"Apa-apaan kau ini! Apa masalahmu? Kenapa kau kasar seperti ini? Tolong hargai perasaan orang lain juga dong!" maki Tao karena tidak terima dengan perlakuan kasar yang dilakukan Kris.

"Aku rasa yang punya masalah lebih besar dariku itu adalah kamu! Tidak tahukah kau kalau terkadang kau bersikap so loveable, terkadang kau bersikap jauh berbeda dengan sebelumnya. "

"Itu karena kau sombong, membosankan, tidak pernah respect kepadaku, juga karena matamu yang indah itu dan rambut pirangmu itu!"

"Lalu?"

"Lalu? Lalu? Apa lagi? Apa dia tidak tahu kalau dia itu menyebalkan?" Tao berpikir senejak. Ucapin Kris tadi memang membuatnya berhenti mengoceh. "Untuk saat ini, itu saja yang ada dipikiranku. Tapi, jika kau beri aku banyak waktu, aku akan memberitahumu semuanya sampai kau benar-benar puas dengan semua yang ku katakan" ucap Tao sambil melipat kakinya dan menumpukan tanganna dengan memasang tampang malas.

"Jika itu alasanmu, hanya alasan pertama, kedua dan ketiga yang masuk akal. Tapi untuk alasan yang terakhir itu aneh. . ." "Atau, jangan-jangan Tao ingin aku melakukan operasi plastic?"

"Matahari!"

"Matahari?"

"Aku benci segala hal yang menyangkut dengan matahari. Warna rambutmu mengingatku kepada matahari! Matamu, menginatkan aku kepada lautan. Itulah kenapa aku mengkategorikanmu sebagai orang yang harus di blacklist dalam hidupku! Kau tidak memenuhi katergoriku!"

Penjelasan Tao membuat Kris terkejut. Begitu kah rasa bancinya Tao kepada Matahari? Atau begitu bencikah Tao kepadanya?

"Aku tahu apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan alergimu!" mendengar ucapan Kris tadi membuat Tao yang tadinya memalingkan wajahnya dari pandangan Kris jadi langsung menatap Kris dengan pandangan berbinar-binar.

"Kemaren aku menemui dokter untuk konsultasi masalah alergimu. Dia mengatakan bahwa alergimu bisa dikatakan sebuah penyakit. Juga setelah mendengarkan semua penjelasanmu, dokter tersebut mengatakan bahwa kau tidak bisa diselamatkan. Kau itu punya sikap yang sangat kasar, dan itu hanya padaku!"

"Selama itu bukan berlian ataupun bunga. Jika kita berbicara tentang keduanya, aku tidak pernah menemukan titik temu yang mengatakan keduanya adalah sama. Mereka tidak sama. Aku hanya tidak menyukainya. "

"Lalu apa yang kau sukai?"

"Tuan Kris yang terhormat, I am a biologist. Jadi yang dikatakan sebuah hubungan adalah hasil dari hormone dan pheromone yang menggila."

"Benarkah? Kalau begitu, aku akan memberikanmu kodok dan harimau putih, lalu kau bandingkan. Bagaimana?"

"Kris, I am going to kill you!"

Mobil itu terus melaju seakan hendak membelah jalanan. Tak lama, mereka tiba ditempat yang ingin mereka tuju. Mereka tiba disebuha bangunan mewah nan megah. Sebuah hotel bintang lima yang menjadi tempat tujuan mereka. Sang supirpun membukakan pintu untuk Tao.

"Ayo cepat keluar!" hardik Kris.

"Orang ini maunya apa?" sekarang Tao sudah berada basement hotel bersama Kris.

"Ayo cepat kesini!" perintah Kris yang ternyata sudah menunggu didalam elevator.

"Kau lebih baik tidak melakukan apa-apa kepadaku!" teriak Tao. Dengan segera dan terpaksa Tao berlari menuju Kris.

"Relax" ujar Kris seraya menggoda Tao sambil memberikan smirk yang membuat Tao ngeri sendiri.

"Ini orang kenapa sih? Tadi dia seperti mengatakan sesuatu. Sekarang dia malah tetap aja masang seringai aneh layaknya psikopat dan itu aneh sekali." Kembali otak Tao memproses pemikiran-pemikiran aneh. Dan sekarang bayangan yang ada dibenak Tao adalah Kris maju kedekatnya sambil membuka bajunya. Kemudian ia membuka baju Tao. "Ia sedang tidak ingin melakukannya kan? Ayolah, ini elevator. Apa dia sengaja memilih elevator supaya tidak ketahuan orang-orang?"

"HEY!" teriak Kris penuh kesal. "Kau itu bodoh atau apa? Jelas-jelas ini elevator, sudah pasti ada CCTV lah. Tidak mungkin aku melakukan hal aneh padamu!

Dengan segera Tao celingak-celinguk mencari posisi CCTV tersebut, dan ia menemukannya berada disudut kiri elevator. "Eh, ternyata benar."

"Aku tidak tertarik dengan hal seperti itu ditempat umum!"

"Oww, rasanya seperti dipatuk ular saja."

Kemudian mereka terdiam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing.

TING!

Pintu elevator terbuka dan mereka segera keluar. "Matilah kau!" maki keduanya dalam hati.

"Mari kita sambut, the Wu Enterprisses's Asina Branch CEO and Vice President". Tao kaget melihat apa yang ada didepannya. Semua maids membungkuk memberikan hormat kepada mereka. Tak hanya itu, lampu flash dari kamera para paparazzi yang menyilaukan mata Tao. ia juga bisa melihat begitu banyak para undangan lain yang mengenakan pakaian yang indah dan tentunya mahal.

"Apa yang terjadi?" tanya Tao kikuk dengan pandangan didepannya.

"Ini acara pembukaan cabang perusahaan Wu untuk wilayah China. Hari ini diadakan acara press conference untuk membuat banyak investor dan relasi Wu untuk mau menginvestasikan ke cabang di China." Ucap Kris dengan masih tersenyum kearah para tamu undangan.

"Bukan itu, maksudku itu pembukaan tadi."

"Oh itu, ayahku sudah sepakat untuk membuka cabang dan memberikanmu bagian atas perusahaan itu kepadamu, Tao."

"Tidakkah aku sudah mengatakan kepadamu kalau aku mendengar apa yang ayahmu ucapkan?" bentak Tao dan menarik kerah kemeja Kris.

"Tao, aku tahu kau itu manis dan lucu. Tapi tidakkah kau berpikir kita berada dihadapan banyak orang. Semua orang memperhatikan kita!" dengan segera Tao melepaskan cengkramannya dan merutuki kebodohannya. Semua orang disana memandangnya dengan tatapan dan raut wajah yang beragam. Dimulai dari tatapan kaget, marah, menghina dan semacamnya. Bahkan Tao juga bisa melihat ada beberapa wanita yang berbisik sambil menatapnya sinis.

"Tahan dulu, pangeran. Aku sibuk! Aku tak punya waktu bermain denganmu."

"Ayolah, ini bukanlah masalah yang besar. Kau hanya perlu relax dan beristirahat. Tak usah mencemaskan apapun."

"Kado apaan ini?"

"Tidak, ini hanyalah makanan pembuka saja." Ucap Kris dengan senyum yang ia harap bisa meluluhkan hati Tao.

"Hah?"

"Sesuai dengan permintaan anda, kami terlah mencari perusahaan asal China, 'Huang Corp'. Ujar salah satu assistant Kris. Sekarang Huang Corp bergerak dibidang konstruksi dan mesin. Boss dari perusahaan ini adalah Huang Zhoumi." Mendengar nama itu membuat Tao kaget dan jantungnya mulai berdetak tak karuan.

"Kami telah lama mengundangnya untuk bekerja sama dengan perusahaan kami. Namun, semenjak tuan Zhoumi masuk rumah sakit karena kecelakaan, sekarang perusahaan itu dipegang oleh istrinya, nyonya Xi Yufen. Namun, tiga tahun kebelakangan, perusahaan itu dipimpin oleh putranya, yaitu tuan Xi Shixun yang juga merupakan saudara anda." Tak lama, Shixun berjalan mendekati mereka. "Shixun tampak begitu tampan dengan balutan black suitnya. Ia tak kalah menawannya dengan Kris. Rambut yang berwarna dark brown dan wajah yang menawan. Tao benar-benar terpana dengan Shixun dan tak lupa sebuah kabar yang sangat mengejutkan yang ia dengar barusan masih sulit untuk bisa dicernanya.

"Hai Tao, senang bertemu denganmu." Ucapnya dengan tulus. Kris yang melihat adegan tersebut hanya bisa tersenyum karena ia sukses member Tao kejutan yang luar biasa. Tao masih terdiam tanpa menjawab salam dari Shixun.

[FLASHBACK]

Siang itu Tao dan pengasuhnya sedang berjalan menuju perusahaan milik Zhoumi. Namun di tengah jalan, ia dan pengasuhnya berhenti disebuah telepon umum. Si pengasuh tadi mulai menekan beberapa digit nomor yang tersambung dengan Zhoumi. Si pengasuh tadi dengan wajahnya yang tampak kesal mulai mengatakan hal yang mengejutkannya. Ia menyatakan berhenti dari pekerjaannya karena gajinya selama 3 bulan belum dibayar oleh Zhoumi karena perusahaan miliknya sedang berada dalam keadaan kritis. Zhoumi hampir saja bangkrut, dan sekarang ia sedang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan yang dibangunnya dari nol. Pengasuh Tao tadi juga marah karena Zhoumi tidak merawat Tao dan lebih mementingkan perusahaannya.

"Tuan, saya tinggalkan Tao di telepon umum tak jauh dari perusahaan anda. Jika memang anda peduli dengan Tao, jemput ia sekarang. Jika anda tidak peduli dengannya, tinggalkan saja dia dan biarkan dia menjaga dirinya sendiri." Pengasuh tadi menyelesaikan teleponnya sepihak.

"Semenjak ia tidak mengasuhmu, kau bisa saja akan mati!kau harusnya mengerti, Tao setelah ayahmu menjemputmu. Jika kau bukan anak baik-baik, sebaiknya kau berhati-hati! Bisa saja ayahmu meninggalkanmu sendirian." Ia pun meninggalkan Tao di duduk dan terdiam. Ia hanya menundukkan wajahnya kebawah, seakan-akan aspal lebih menarik daripada hiruk pikuk jalanan ibu kota. Kata-kata pengasuhnya tadi masih terngiang-ngiang ditelinganya.

"Tao, my sweetheart! Kenapa kau kelihatannya murung, nak?" ucap Zhoumi ketika melihat Tao. Tao mengalihkan pandangannya ke ayahnya. Tao masih memilih untuk diam.

"Bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan?" tanya Zhoumi sambil menggendong putri semata wayangnya. Tao hanya menurut dengan apa yang dilakukan ayahnya. Setelah mereka masuk kedalam mobil, mobil itu berjalan menuju sebuah taman bermain yang tak jauh dari pusat kota.

'Aku selalu takut naik komedi putar, karena setiap putaran itu membuatku takut jika saja ayah akan meninggalkanku seperti nenek dulu. Aku tidak mau memakan ice creamku karena aku ingin konsentrasi melihat ayah.'

Setelah selesai bermain komedi putar, tiba-tiba saja ponsel Zhoumi berbunyi. Sebuah berita penting baru saja disampaikan oleh sekretarisnya. Tao masih berdiri disana, Zhoumi berjongkok mensejajarkan dirinya dengan tinggi Tao.

"Sayang, kenapa kau tidak memakan ice cream mu? Kenapa seharian ini kau tidak makan?" Zhoumi masih setia menunggu anaknya untuk berbicara. Namun Tao masih memilih diam.

"Tao, ayah kedatangan tamu penting. Mereka meminta ayah untuk kembali ke perusahaan dan melakukan sesuatu. Kau mau kan bersabar menunggu ayah? Tao kembali teringat dengan ucapan pengasuhnya yang mengatakan ayahnya akan meninggalkannya jika ia tidak bisa menjadi anak yang baik. Tao pun mengangguk sebagai tanda setuju dengan apa yang diucapkan Zhoumi tadi. Zhoumi berjalan meninggalkan Tao. Sesekali ia menoleh kebelakan dan tersenyum kepada Tao. Cahaya matahari sangat terik dan panas dan itu membakar tubuh Tao.

.

.

.

.

'Ayah… Kau tak pernah kembali lagi' lirih Tao memandang keluar jendela. Tak lama, iapun menatap cangkir tehnya dan menyeruputnya sedikit.

"Aku dengar kau membenci matahari." Tanya Shixun ramah dan tanpa canggung.

"It's okay."

"Kami tak tahu kalau ayah begitu memiliki dampak padamu. Ayah tak ingin kehilanganmu."

"AKU MENUNGGUNYA 2 TAHUN. JIKA MEMANG IA TAK INGIN KEHILANGANKU, KATAKAN PADANYA UNTUK DATANG MENEMUIKU!" teriak Tao penuh emosi, ia meletakkan kembali cangkirnya dengan kasar.

"Ayah pergi untuk menjemputmu! Namun ditengah perjalanan, mobilnya dihantam oleh sebuah truk dan ia terluka parah. Ia lama berada dirumah sakit." Shixun mencoba menjelaskan dengan tenang supaya Tao tidak salah sangka kepada ayahnya. Tao hanya terpana mendengar penjelasan Shixun.

"Kecelakaan itu menyebabkan ayah geger otak ringan, sehingga ia tidak bisa mengingat apa-apa setelah kecelakaan itu terjadi. Ingatannya hanya ada pada saat musim panas sebelum kejadian itu, tepatnya sebelum ia kecelakaan. Ia tidak bisa mengingat hal-hal yang baru. Ayah bisa mengingat hal yang terjadi 5 menit yang lalu. Dia mengatakannya dan akan kembali lupa apa yang terjadi pada 5 menit yang lalu. Setelah kejadi an itu, ia juga lupa bahwa kau menunggunya, Tao."

Tao terhenyak dengan semua fakta yang baru saja ia ketahui. Seakan ada batu besar yang menghimpit dadanya, semua terasak sesak.

"Ayah begitu lihai menutupi rahasianya. Ia tak mengizinkan ibu untuk mengetahuinya. Bahkan aku tidak tahu bahwa aku memiliki saudara perempuan. Setelah kecelakaan itu, tak ada satupun orang yang bisa menemukanmu."

"Dia melupakanku!" Tao mulai terisak, sudah cukup ia memendam semuanya.

Shixun mengatur nafasnya.

"Suatu hari, aku memperlihatkan foto keluarga kami. Itulah saat dimana kami sadar bahwa kau ada. Aku pun bertanya, apa dia ingat dengan foto ini atau tidak. Ayah melihatnya dengan seksama. Ia pun menanyakanmu. 'Tao menghilang!' Aku sungguh kaget ketika ayah menyebut namamu. Ayah terisak ketika menyadari kau tak ada difoto itu. Ayah jadi susah tidur karena terus-terusan memikirkanmu. Aku sangat yakin ia sangat menyayangimu, karena ayah masih ingat namamu."

Tao memalingkan wajahnya, ia tak mau Shixun mengetahui bahwa ia sedang menangis. Shixun tidak bodoh, ia tahu Tao menangis. Namun ia berpura-pura tidak menyadarinya. Ia hanya ingin Tao melampiaskan segala kesedihannya.

"Sebelumnya, aku benar-benar tidak tahu kalau kau itu nyata. Aku berpikir kau adalah khayalan ayah atau sebagainya. " Shixun tersenyum mengingat bagaimana bodohnya ia yang tidak mengetahui bahwa ia memiliki saudara tiri.

"Kau tahu bagaimana aku bisa menemukanmu?" tanya Shixun membuat Tao memalingkan wajahnya menghadap Shixun.

"Sekretarisku memberikanku informasi bahwa aku memiliki saudara yang bernama Huang Zitao. Ia mengatakan bahwa ia tidak menemukan info lainnya karena kecelakaan ayah." Tao masih betah menyimak penjelasan Shixun.

"Sekretarisku memang gila, ia mengatakan mencarimu keseluruh penjuru kota Qingdao dan ia mengatakan bahwa ia tak bisa membiarkan anggota keluarga untuk pergi."

"Sekretarismu berkata seperti itu?"

"Kemudian Kris menghabiskan waktunya hanya untukmu. Aku merasa seperti diperalat saja." Shixun mengambil cangkir tehnya dan kembali berbicara. "Jika ia benar-benar melakukannya, dia tidak mungkin mengganggumu. Dia menghabiskan banyak waktunya untukmu, dan aku rasa kau tahu itu lebih dariku!"

Oh apa lagi ini? Tao semakin kaget dengan apa yang dijelaskan oleh Shixun. Semua info yang ia sama sekali tidak ketahui. Terlalu banyak yang tidak ia ketahui sehingga membuatnya benar-benar bingung. Pangeran yang sombong itu telah mempersiapkan segalanya untuk Tao. Sebuah kado yang sama sekali tidak pernah Tao bayangkan.

Mereka menyelesaikan acara minum tehnya. Tak lama, mereka beranjak berjalan menuju elevator.

"Oh ya Tao, ayah juga ikut kesini. Ia menikmati waktu nya dan juga beberapa perusahaannya. Jika ia pulang, apakah kau akan menemuinya?"

"Aku belum siap." Ujar Tao lemah.

"Baiklah, kami akan masih disini selama dua minggu. Kau akan selalu kami terima, Tao." ujar Shixun melangkah duluan menuju elevator. "Aku akan menunggumu!" dan disaat bersamaan, pintu elevator itu tertutup. Tao memandang kepergian Shixun dengan tatapan hampa.

"Ayah, apa benar aku bisa melihatmu?" Tao mengepalkan tangannya menahan emosinya. Ia tidak meyadari kedatangan Kris yang tiba-tiba menggenggam tangannya dan menariknya kedalam elevator. Kris masih menggenggam tangan Tao tanpa berniat melepaskannya.

"Apa yang terjadi? Apa kau menikmati kadoku? Hey, matamu merah. Ada apa?"

"Apa pedulimu? Lepaskan!" teriak Tao parau. Ia menangis, ini terasa begitu menyesakkan.

"Jangan menghindar!"

'Damn! Apa yang aku lakukan? Apa yang kulakukan hanya membuat air mata ini kembali jatuh!'

Kris menarik tangan Tao dan membuat wanita itu terhuyung kebelakang. Dengan sigap Kris merangkul pundak wanita itu. Membuat tao semakin berontak meminta Kris melepaskan rangkulannya.

"Ayo kita pergi." Ucap Kris tanpa ada niat melepaskan rangkulannya.

"Apa?"

Kris mendadak memeluk Tao dengan erat, seakan Tao akan meninggalkannya.

"Kau orang yang ingin aku datang dan juga yang ingin aku pergi. Apa maksudmu?" ucap Kris lirih. Tao membelalakkan matanya mendengar ucapan Kris. Pelukan Kris begitu hangat dan membuatnya merasa nyaman.

"Lepaskan, Kris. Apa yang kau lakukan?"

"Menangislah. Tidak ada yang akan melihatnya. Kau bebas menangis sepuasmu." Kris mengusap kepala Tao lembut. Tangan besar itu memberi desiran aneh ditubuh Tao. Membuat jantung Tao marathon.

"Kau bilang tempat ini diawasi."

"Ini elevator milikku. Tak ada apa-apa disini."

"Kau membohongiku!" teriak Tao sambil memukul-mukul dada Kris.

"Memang, tapi aku melakukannya hanya terpikir saja." Tao semakin terisak. Kris dengan sabar menenangkan Tao dengan mengusap punggung Tao.

"HUUUAAAAAAA."

'Hari ini, aku tak pernah menangis sekencang ini daripada sebelumnya setelah aku lahir. Kris hanya memeluk dan mengusap punggungku. Aku yakin, Kris belum pernah berada disituasi seperti ini. Setiap wanita berada disituasi seperti ini dan itu membuat wanita terlihat cengeng.'

"Aku… Aku ingin bertemu ayahku." Tao mendongakkan kepadalnya menatap wajah Kris.

"Aku sudah menyiapkannya. Kita bisa pergi kapanpun kau siap."

'Ketika seorang lelaki menatap seorang wanita dengan penuh harap, dan wanita itu melakukan hal yang sama, maka kau bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka memiliki rasa yang besar. Dan sejak itu Tao sadar…

"Terima kasih Kris." Dan hal yang sama sekali membuat Kris kaget adalah bibir kucing milik Tao sekarang sudah mendarat dibibir tebal Kris.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

YUHUUU~~
I AM BACK!

I'M SORRY EVERYBODY!

Aku hiatusnya kelamaan banget. Jujur, aku sempat down buat nulis. Idk why, but. . . yaah aku sempat stuck di tugas kuliah dan juga jadwal kuliah aku yang padet banget. Maaf juga kalo fict ini gak maksimal menurut readers sekalian. Aku berharap banget revuew dari teman-teman. Karena semangatku berada di review kalian semua. Ini aku gak edit fictnya, jadi maklum aja kalo typonya berserakan.

.

.

.

TINGGALKAN JEJAK KALIAN JIKA INGIN FF INI BERLANJUT! BUAHAHAHAHAHA *ketawa bareng Rosemarry* eh salah *Ketawa bareng TAO*