~Pervert, but Why Is He Very Cool?~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : T+ (untuk bagian hentainya )
Pair: KaruFem!Nagi / Karma x Fem!Nagisa
Genre : Romance, Humor, etc.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam tokohnya saja.
Warning:
Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silakan lambaikan tangan ke kamera. Ralat, silahkan menekan tombol back. Memang tertulis bahwa genre fic ini Romance dan Humor, namun jika tidak berkenan di hati Anda, saya minta maaf. Jika anda tidak suka fic saya, sekali lagi silahkan menekan tombol back. Apalagi sepertinya Karma dan Nagisa disini udah kelewat OOC, apalagi Koro-sensei dan berbagai typo bertebaran~
Summary :
Nagisa Shiota adalah seorang pembunuh yang diakui disewa untuk membunuh Koro-sensei. Namun, misi pembunuhannya terganggu akibat perbuatan mesum dari Pangeran Hentai dari kelas 3-E. Kali ini bukan Okajima yang menjabat status tersebut, melainkan Akabane Karma. Nagisa bersumpah akan membunuh Koro-sensei bersama dengan Akabane Karma!
Chapter Satu ...
Lorong ini gelap. Hanya ada beberapa lampu kecil di kedua sisi jalan. Lorong ini sedikit menakutkan bagi orang biasa, namun tidak bagi pria ini. Pria yang baru saja mendapat status sebagai guru olahraga di sebuah sekolah.
Dia terus berjalan masuk ke dalam lorong. Dia pergi ke sini bukannya bermain-main. Ini demi pekerjaannya. Melindungi dunia yang akan hancur tahun depan ...
"Disini... ya?" gumamnya ketika menemukan jalan buntu, tepatnya sebuah ruangan. Disinilah dia akan bertemu 'pembunuh' baru yang akan menjadi muridnya.
Menurut yang dia dengar, pembunuh ini memiliki hawa membunuh yang sangat kuat, namun dia mampu mengendalikannya dengan baik. Dia pembunuh berbakat yang sudah banyak membunuh penjahat dunia. Walaupun masih muda, namun kemampuan membunuhnya mendapat acungan jempol dari para pembunuh professional.
Untungnya, pembunuh kali ini sebaya dengan murid-muridnya. Jadi, dia tak perlu mengawasinya terlalu ketat karena dia pasti bisa cepat akrab dengan muridnya yang lain...
Tok,tok,tok!
"Saya Karasuma. Saya ke sini untuk menjemput Anda ke kelas 3-E SMP Kunugigaoka."
Bruk! Suara kecil terdengar dari dalam ruangan. Karasuma mengerutkan dahi. Ruangan gelap ini bukan penjara bukan?
"Maaf..." Pintu itu sedikit terbuka. "Ma... af?" Karasuma mengulangi perkataan orang yang ada di dalam ruangan kecil ini.
"Toilet pria di sebelah sana. Disini toilet wanita."
.
.
.
Oh... Perlu kita ambil kesimpulan. Pria bernama Karasuma ini yang melindungi dunia ini ingin bertemu dengan seorang pembunuh dan sekarang nyasar ke toilet wanita? Ah, betapa malunya guru olahraga itu sekarang. Sudah dia mengatakan tujuan kedatangannya lagi...
"Maaf, saya salah orang dan salah ruangan."
~PBWIHVC~
"Pftt... Apa? Kau salah ruangan? Hahahaaa...! Karasuma-san... Kau ini ada-ada saja...!"
Karasuma diam. Membiarkan murid barunya ini tertawa sepuasnya akibat keteledorannya.
Tapi, dia tampak seperti manusia biasa...
Seorang gadis dengan rambut berwarna biru muda dengan pakaian normal seperti gadis lainnya dan juga berekspersi layaknya gadis normal seperti biasanya...
"Kau tentu tahu tujuanmu datang kemari, bukan?" Karasuma berekspresi serius. Dengan menggerakan tangan kirinya saja, sang asisten langsung menghilang. Ralat, langsung memberikan sebuah koper yang tampaknya seperti barang berharga.
"Kau tak perlu menyiapkan senjata untuk membunuh gurumu nanti. Senjata yang digunakan hanyalah pisau karet dan pistol peluru BB. Walau ini tak bisa membunuh manusia, tapi 'makhluk' itu pasti akan mati."
"Eh,benarkah ...? Hua... Tubuhnya lain dari kita. Aku jadi penasaran tentangnya~"
"Kau akan masuk ke kelas 3-E besok. Di koper tersebut, kami sudah menyiapkan beberapa buku pelajaran, tas dan pakaian seragam sekolah."
Gadis itu membuka koper. Benar saja, seluruh perlengkapan sekolah serta alat membunuh sudah tersimpan rapi di dalamnya.
"Wuaa... Arigatou gozaimasu,Karasuma-san!"
"Mulai besok, aku akan menjadi gurumu. Jangan memanggilku seperti itu."
Gadis itu tertawa pelan. "Hai',Karasuma-sensei!"
Seketika itu, Karasuma menjadi sedikit ragu dengan kemampuan membunuh gadis ini. "Aku akan mengawasinya seharian ini. Jika dia tak bisa, maka aku harus segera melaporkannya ke pusat," ucap Karasuma dalam hati.
Gadis itu tersenyum ceria, sangat senang ketika melihat pemandangan kota Tokyo, ibukota dari negara Jepang. Sudah lama dia tidak ke Jepang, tanah kelahirannya semenjak menjadi seorang pembunuh. Dia sangat senang sekali...
Tapi, tak menyangka bahwa hari pertama sekolahnya akan seburuk ini ...
~PBWIHVC~
Pagi ini, kelas 3-E sudah ribut. Ya, pasalnya Karasuma-sensei, guru olahraga mereka mengirimkan e-mail kepada mereka bahwa mereka akan mendapat teman baru.
"Ne,ne! Seperti apa anak baru itu?!"
"Katanya dia perempuan,lho~ Sama seperti Ritsu dong?"
Ritsu,muncul tiba-tiba di layar monitor. "Hai'! Aku pernah mendengar tentangnya. Dia diakui oleh pembunuh professional."
"Hmm... Aku jadi penasaran bagaimana dia..."
"Kalau dia mengerikan, tak seru... "
Brukk! Pintu kelas terbuka,menampakan seorang gurita yang tersenyum mania sambil berjalan(Ah, entah bisa disebut berjalan atau melata) menuju ruang guru.
"Hai',Minna-san. Tolong tenang sebentar... " Koro-sensei meletakan daftar absensi di atas meja. "Seperti yang kalian tahu, kita kedatangan murid baru. Sensei harap kalian mengerti situasi..."
Seluruh orang terdiam. Mendengarkan penjelasan Koro-sensei walau sebenarnya mereka sudah tidak sabar akan kehadiran murid baru tersebut.
"Baiklah, silahkan masuk, Nagisa-san... "
Krekk... Pintu kelas terbuka. Menampakan seorang gadis imut berambut biru menggunakan seragam sekolah SMP Kunugigaoka dengan bajunya sedikit kebesaran dan rok lebih pendek...
"H-Hajimemashite! Namaku Nagisa Shiota... Yoroshiku onegaishimasu!"
.
.
.
"E-Eto... Kau tak salah memakai seragam bukan?" Kataoka, sang perwakilan kelas perempuan berkomentar. Wajah gadis yang diketahui bernama Nagisa itu langsung merona.
"S-Seragam ini... diberikan oleh Karasuma-sensei... Karena tidak tahu ukurannya, mungkin rok ini pendek sekali dan bajunya sedikit besar. Sumimasen..." Wajah Nagisa memerah sambil memegangi roknya.
Mendengar nama 'Karasuma',seluruh murid perempuan menatap tajam Karasuma yang berada di luar kelas seolah mengatakan:"Ini pelecehan seksuall!" Sedangkan seluruh murid laki-laki, terutama Okajima menatap Karasuma dengan mata terbinar-binar, seolah mengatakan terimakasih.
Sedangkan sang guru yang berada di depan terdiam.
"Koro-sensei, kenapa kau ... berekspresi datar seperti itu?!" Kayano sweatdrop dengan ekspresi wajah datar dan putih dari Koro-sensei...
"Sebenarnya, Sensei sedikit senang karena baju Nagisa-san kebesaran. Mungkin dengan bajunya yang kebesaran, maka Sensei bisa melihat 'itu'nya, tapi ternyata dadanya rata."
Krik,krik,krik,krik.
Koro-sensei. Guru paling jujur yang ada di dunia.
Whuush!
Jika Koro-sensei tidak cepat menghindar, maka kepalanya mungkin sudah tidak ada. Pisau itu bergerak sangat cepat keluar dari tangan Nagisa. Serangan pertama tak berhasil, Nagisa mengeluarkan serangan kedua dan juga ketiga. Koro-sensei panik, segera terbang menuju belakang kelas.
"Kecepatan 20 Mach... bukan cuma isu,he?" Ekspresi wajah Nagisa berubah. Sangat dingin dan tajam,bahkan rona merah yang daritadi ada di bawah matanya sudah tidak nampak.
"Hee...? Saking seriusnya, kau tidak sadar kalau celana dalammu kelihatan,heh?"
Tunggu... Suara siapa itu?
"Kyaaa!" Seluruh murid sweatdrop. Perubahaan sifat Nagisa yang menyerang Koro-sensei dengan yang sekarang beda jauh. Wajahnya merona kemerahan melihat seseorang yang 'berhasil' melihat celana dalamnya.
"K-Karma, bagaimana penilaianmu terhadapnya!?" Okajima berteriak kegirangan. Pemuda berambut merah itu menggaruk dagunya pelan sambil tersenyum. "Tunggu, sejak kapan kau disana?"
"Aku terlambat. Saat aku mengetuk pintu, tak ada yang menyahut karena fokus ke Nagisa-san..." Karma mendekati Nagisa. "Berkat angin akibat Koro-sensei, roknya berkibar dan menampakan..."
"W-Warnanya apa,Karma-kun?" Kau tahu siapa yang bertanya. Si guru serba kuning bagaikan tailah yang ngomong.
"Tunggu,tunggu. Biarkan aku berpikir kata-kata untuk mendiskripsikannya..." Karma menatap tajam Nagisa. Nagisa mulai risih. "A-Apa lihat-lihat?"
Karma terdiam, kemudian tersenyum...
"Satu kalimat untuk mendiskripsikannya, Okajima-kunn..." Karma sengaja menjeda kalimatnya.
"Dadanya rata, namun pahanya seksi..."
"HUOOOOO!"
"Kenapa kalian malah membahas ini,sih?!" Kataoka berusaha menenangkan kelas, bersama dengan Isogai yang masih normal dan tahu akan keadaan.
"Lalu,lalu! Pertanyaanku belum dijawab!" Koro-sensei berteriak kegirangan di belakang kelas membuat murid-murid perempuan sweatdrop.
"Ukhh ... Yamate ..." Nagisa sedikit kesal dengan wajah merah padam. Dia menundukan kepalanya, mengetahui bahwa dirinya sudah tidak suci lagi akibat pemuda merah di sampingnya.
"Warna ... merah ... polkadot ... campur putih." Darah keluar dari hidung si surai merah ini. Mimisan. Entah apa yang sedang dibayangkan olehnya.
"Huooo!" Okajima berteriak. "Itu pasti pemandangan terindah yang pernah kau lihat! Sayang kau tidak membawa kamera!"
"I-Itu benar, Okajima-kun ..." Karma mengambil secarik tissue yang entah datang darimana. "Itu pemandangan terindah dengan pahanya yang putih mulus nan seksi."
Darah yang keluar semakin banyak.
"U-Ukh ..." Wajah Nagisa memerah. Memang memerah, namun beberapa orang yang berada di sekitarnya bisa merasakan aura gelap keluar dari tubuh mungil nan imut Nagisa Shiota.
"Bunuh ..."
Koro-sensei berdecik ngeri. "Karma-kun,awas!"
"Bunuh ... Aku akan membunuhmu ..." Nagisa menatap tajam Karma dengan sebuah pisau lipat berada di tangannya. Pisau. Dilipat. Asli lagi.
Bruk!
"Nagisa-san, tenangkan dirimu! Mereka hanya bercandaa!" Seluruh murid panik. Apa tidak iya? Nagisa tiba-tiba saja menyerang Karma. Untunglah, Karma bisa menghindarinya walau seragammya sedikit sobek karena tajamnya pisau tersebut.
"Oops,oopss ... Sampai segitunya kah kau marah,heh ...?" Karma menatap remeh perempuan di depan matanya. Nagisa menatapnya tajam. "Kau tidak tahu kalau aku ini sudah diakui pembunuh professional,heh ...?" Tatapan matanya dingin ... Dan itu mengerikan.
"Tak ada gunanya pengakuan dari pembunuh professional jika kau tak bisa membunuh guru gurita menyebalkan itu ..." Karma menatap remeh. "Apalagi kau tidak bisa melukaiku,heh? Yang kau inar itu aku, bukan pakaianku ... Dari segi kekuatan fisik, tubuh mungilmu jauh dibawahku ..."
"Cih." Nagisa berdecik ngeri. "Kau meremehkanku,heh?" Nagisa memperkuat genggaman pisaunya.
"Sudah,sudah. Hentikan itu,Nagisa-san ..." Koro-sensei turun tangan. Dia menjauhkan Nagisa dari Karma. "Nagisa-san, ini lingkungan sekolah. Aku tahu kalau profesimu itu adalah seorang pembunuh, tapi di sini tidak saling membunuh kecuali membunuhku. Simpan pisau itu,Nagisa-san ..."
Nagisa menghela napas. "Baiklah,Sensei. Tapi, jika kalian melakukan itu lagi padaku ..." Nagisa tak melanjutkan perkataannya, hanya memberikan tatapan dingin kepada Karma dan juga beberapa orang yang berteriak-teriak tak jelas tadi.
"B-Baiklah ... Kalau begitu, kita mulai pelajarannya! Karma-kun,kau terlambat dan kau akan dihukum!"
"Hee...?" Karma mengeluh kesal. "Terserahlah ..." Karma mulai duduk di tempat duduknya.
"Nagisa-san,kau duduk di samping Karma-kun,ya?" Koro-sensei menunjuk sebuah bangku kosong di samping Karma. "H-Harus di sana,Sensei ...? Aku takut ..."
...
Perubahan sikap Nagisa... Memang berubah drastis.
"Tidak apa-apa. Dia tidak makan orang kok ... Mungkin tadi dia hanya bercanda saja. Silahkan duduk..."
Nagisa berjalan pelan menuju bangku kosong yang ada di samping Karma tanpa melirik sedikit pun Karma.
"Bunuh ... Aku akan membunuhnya ..." gumam Nagisa pelan ketika mengingat kejadian memalukan tadi. Sedangkan Karma? Tanpa merasa bersalah,dia mengatakan :
"Menarik ..."
~TBC~
Fic baru. Cerita gaje. Bayangin lah coba!
Fic ini direquest oleh mari. Lebih tepatnya, Vira Nurul bla bla bla ... (Lupa saya, maap ya,Mari-chan ...) Aku sedikit trauma memanggilmu 'Mari-chan' karena Mari-chan itu panggilan mantanku dariku. /idihauthorjones
Cerita ini aku ambil settingnya hanya saat anime, jadi Itona belum gabung ke kelas 3-E...
Anggap saja Itona itu Nagisa. Tapi, disini fokusnya ke Karma dan Nagisa, bukannya Nagisa dan Koro-sensei dan mereka berdua tak bersaudara.
Maaf ya kalau humornya garing, karena aku buat fic humor kalau sudah baca cerita lucu saja... Sudah lucu tidak ficnya ...? /kabur
Maafkan aku jika ada kesalahan dan terkesan terburu-buru, karena aku sibuk di dunia nyata dan dunia maya. Banyak yang ngejar-ngejar aku /idihgeerbener!
Baiklah, minta repiew please ...?
Salam,
Ivy-chan9
