~Pervert, but Why Is He Very Cool?~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : T+ (untuk bagian hentainya )
Author : Ivy-chan9 and Mari-chan(virdaus nurul/ Vira)
Pair: KaruFem!Nagi / Karma x Fem!Nagisa
Genre : Romance, Humor, etc.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam tokohnya saja.
Warning:
Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silakan lambaikan tangan ke kamera. Ralat, silahkan menekan tombol back. Memang tertulis bahwa genre fic ini Romance dan Humor, namun jika tidak berkenan di hati Anda, saya minta maaf. Jika anda tidak suka fic saya, sekali lagi silahkan menekan tombol back. Apalagi sepertinya Karma dan Nagisa disini udah kelewat OOC, apalagi Koro-sensei dan berbagai typo bertebaran~
Summary :
Nagisa Shiota adalah seorang pembunuh yang diakui disewa untuk membunuh Koro-sensei. Namun, misi pembunuhannya terganggu akibat perbuatan mesum dari Pangeran Hentai dari kelas 3-E. Kali ini bukan Okajima yang menjabat status tersebut, melainkan Akabane Karma. Nagisa bersumpah akan membunuh Koro-sensei bersama dengan Akabane Karma!
Chapter 3 part 1
Setelah insiden 'kemesuman Karma di kamar hotel' hari - hari sekolah yang dijalani Nagisa tampak normal.
.
.
ah iya! kecuali kejahilan Karma dan keanehan Koro-sensei.
Seperti biasanya, Nagisa dan yang lainnya berusaha membunuh guru gurita aneh itu. Walau sebenarnya usaha itu tidak membuahkan hasil yang baik. Sampai suatu hari, Karasuma-sensei memberi sebuah kabar 'gembira' bagi seluruh kelas 3-E yang entah mengapa bahkan Koro-sensei juga bersemangat.
"Semuanya mohon perhatiannya." Karasuma berdiri gagah di depan kelas 3-E bersama dengan guru gurita yang dari tadi berkata "Nurusususu(?)"
"Dua minggu lagi sekolah akan mengadakan karyawisata ke Kisyu Shirahama" Karasuma-sensei memberikan pengumuman yang langsung disambut teriakan bahagia oleh Kelas 3-E.
"Aku belum selesai bicara." Karasuma berdehem pelan. "Tujuan karyawisata ini hanyalah khusus bah=gi murid kelas 3-E. Karena kita sudah kedatangan murid-murid pembunuh baru, seperti Ritsu dan Nagisa, maka pemerintahan Jepang memberikan kalian kesempatan untuk fokus untuk membunuh gurita ini di wilayah Kisyu Shirahama."
"Dan, kami, para guru juga memberikan kesempatan ini untuk kalian bisa bekerja sama lebih baik. Kalian akan dibagi menjadi lima kelompok, satu kelompok bersisi 5 orang tapi ada dua kelompok yang berisi 6 orang." Karasuma-sensei menjelaskan cara pembagian kelompoknya
"Baiklah semuanya, sekarang ambil nomor undian untuk menentukan kelompok karyawisata dan kelompok pembunuhan kalian" Koro-sensei meletakkan kotak undian di meja guru yang entah dapat dari mana.
~Skip Time~
Semuanya berekspresi tegang, bukan karena tegang karena sesak buang air kecil, sedang atau besar(?). Namun, tegang karena entah siapalah yang akan menjadi anggota kelompok mengingat bahwa orang-orang di kelas 3-E rada-rada bego semua.
"Nah semuanya sekarang buka kertas undian bersama-sama"
'Ukh.. aku punya firasat buruk tentang nomor undianku' batin Nagisa menatap horor pada kertas undiannya
Sret. Jantung Nagisa sudah dag-dig-dug tidak karuan melihat nomor horror yang ada di kertasnya. Walau di kertas itu hanya tertulis sebuah angka. Entah kenapa angka itu mengeluarkan aura pembunuh yang kalah dari hawa pembunuh Nagisa.
"Sekarang setelah kalian membuka kertasnya, berkumpul sesuai kelompok kalian masing-masing" ujar Koro-sensei
'Kelompok 1' batin Nagisa
Sedangkan itu, ekspresi datar ditunjukan oleh pemuda bersurai merah ini. Datar melihat angka yang ada di ekrtas yang dia dapat dan menghela napas. Karena merasa tak ada teman yang menanyakan kelompoknya, dia mendekati gadis bersurai biru tersebut. Mulutnya terasa di tarik ketika melihat angka di kertas Nagisa. Tentu kalian tahu,maksud dari tingkah Akabane Karma. Bahkan dia sudah tertawa nista di dalam hati. "BWUAHAHAHAHA!" Ingat,ini di dalam hati.
"Wah Nagisa-chan, kita satu kelompok~" Karma tampak semangat sambil memperlihatkan kertas undiannya. Sama. Sama. Sama angka,sama tulisan, sama hancurnya.
Nagisa membatu setelah melihat tulisan di kertas undian Karma
',KAMI-SAMA! KAMI SAMA-SAMA KELOMPOK SATUUU !?' teriak Nagisa dalam hati. Sebenarnya,dia ingin berteriak kencang namun mengingat imejnya di kelas 3-E sudah seperti gadis moe-moe (?).
Nah ini kelompok pembagiannya...
Kelompok 1 :
- Isogai Yuuma
- Kurahashi Hinano
- Fuwa Yuzuki
- Akabane Karma
- Shiota Nagisa
Kelompok 2 :
- Kataoka Megu
- Kayano Kaede
- Maehara Hiroto
- Sugino Tomohito
- Chiba Ryuunosuke
Kelompok 3 :
- Okano Hinata
- OkudaManami
- Hayami Rinka
- Okajima Taiga
- Mimura Kouki
- Kanzaki Yukiko
Kelompok 4 :
- Nakamura Rio
- Sugaya Sousuke
- YadaTouka
- Kimura Masayoshi
- Hara Sumire
- Ritsu
Kelompok 5 :
- Hazama Kirara
- Takebayashi Koutarou
- Yoshida Taisei
- Muramatsu Takuya
- Terasaka Ryouma
"Sepulang sekolah, kita akan mengadakan diskusi kelompok bagaimana cara kalian untuk membunuhnya."
Daripada bosan, mending kita skip tima dan sorot dulu kelompok pertama.
"Semua, apa ada ide untuk rencana pembunuhan ini?" Isogai selaku ketua kelompok membuka 'rapat pembunuhan kelompok 1'
Bisa dibilang kelompok 1 saat ini keadaannya sangat absurd.
Karma yang seperti biasa dengan otak jahilnya yang kelewatan jenius itu, mejahili Nagisa dengan meraba pahanya saat Nagisa lengah dan langsung dibalas dengan hadiah 'penuh kasih sayang' berupa pisau 'sungguhan' yang terus ditusukkan ke arah Karma (dan tentu saja dapat dihindari dengan mudah olehnya)
Sedangkan Fuwa yang sedari tadi memotret 'adegan' mereka berdua dengan antusias(?)
Dan Kurahashi yang berusaha menenangkan Nagisa, sepertinya Isogai dikacangin di kelompok ini...
kita beralih ke kelompok 2...
"Apa kalian punya usul untuk acara pembunuhan ini?" Kataoka memulai pembicaraan kelompok 2
"Aku mau puding..." bisa ditebak suara siapa ini
"...Kanzaki-san... aku tidak sekelompok dengan Kanzaki-san..." suara yang ini juga ketahuan banget pemiliknya siapa
"Gimana kalau sebagian dari kita mengalihkan perhatian Koro-sensei dan Chiba berusaha menembaknya ketika ia lengah" entah mengapa rencana ini terdengar seperti Deja vu
"Rencana itu terlalu umum" sepertinya ada seorang lagi selain author yang merasa pernah menjalankan(?) rencana ini
Ayo kita lihat kelompok 3...
"Kita harus memancing Koro-sensei ke tempat yang membuatnya sulit untuk melarikan diri dan menyerangnya bersama-sama" Okano tampak bersemangat
"Tapi bagaimana kita akan 'memancingnya'?"
"Hehe aku tahu apa yang bisa kita gunakan untuk memancing nya..." Okajima mengeluarkan sesuatu
Seketika kelompok 3 tampak menyeramkan karena seringaian dan tawa seram mereka
Beralih ke kelompok 4...
"Aku akan merayunya dengan penyamaran, begitu aku bisa mendekatinya aku akan langsung menusuknya" Nakamura menyuarkan idenya yang tak bermutu /ditendang
"Aku akan membantu untuk penyamarannya" Sugaya tampak siap dengan peralatannya
"Aku akan memberitahu waktu yang tepat untuk mudur dan menyerangnya" Ritsu sekarang sudah 'bertengger'(?) di ponsel Nakamura
Pindah ke kelompok 5...
.
.
Kelompok ini tampak sepi seperti tidak ada nyawa di dalamnya /ditebas
Beginilah kira-kira keadaan masing-masing kelompok, saya dari perwakilan kelas 3-E melaporkan.
Kembali ke kelompok 1... Yang rasanya, paling heboh berkat dua pasang kontras ini
"Berhenti bergerak dari sana, Bakarma no hentai." Mulus. Tanpa sedikit sensor pun. Mungkin author harus membeli alat sensor dulu.
"Are,are... Kau kan pembunuh. Seharusnya,kau tahu bagaimana cara membunuhku. Atau ... karena kau takut dilaporkan karena membunuh seorang siswa,ya? Sasuga desu~" Entah kenapa Karma disini seperti tukang penggoda dari anime DRRR! Sedangkan anggota kelompok satu yang lainnya hanya menonton dengan kacamata hitam dengan soda di mulut serta popcorn di tangan masing-masing.
"Isogai-kun! Kenapa kau tidak menghentikan mereka berdua!?" Si kuning sudah muncul sambil melihat adegan KaruNagi LIVE dengan keadaan saling melempari pisau dan ejekan.
"Saya sudah lelah,Sensei. Saya tahu kalau kacang sekarang harganya mahal walau itu sangat gurih. Entah kenapa saya merasa kacang yang saya terima terasa perih..."
.
.
Entah apa yang membuat Ikemen pantang menyerah ini menjadi seperti ini, mungkin sudah lelah melihat KaruNagi yang memberikan kacang gratis kepada Isogai, Fuwa dan Kurahashi.
"Diam kau,Karma hentai! Kau dari tadi menghindariku terus!"
"Kalau aku menghindar, hajar balek dong~" BRUAK!
Di saat lengahnya Akabane Karma, Nagisa Shiota melancarkan tinjunya. Sontak mendapat backsound "WOW!" dari anggota kelas yang lain.
"Kau pikir kau lebih hebati dariku,heh?"
"Tentu saja" jawab Karma sambil mengusap pelan pipinya yang baru saja terkena serangan manis dari Nagisa. (Itu kau bilang manis?)
"Kalau begitu, buktikan!" Nagisa mengayunkan pisaunya lagi dan langsung ditepis oleh Karma
"Bagaimana kalau kita taruhan?" Nagisa menghentikan gerakan ayunan pisaunya. "Yang berhasil membunuh Koro-sensei dinyatakan pembunuh yang paling hebat."
"Dan yang kalah?"
Seringaian muncul di wajah Karma "Akan menuruti permintaan yang menang. Bagaimana? Kau tidak ingin reputasi pembunuhmu jatuh di depanku, bukan? Tapi, aku yakin aku pasti menang."
TBC
HAI~ Mari desu, mari di sini sebagai author ke-2/pengganti sekaligus sebagai perequest fic ini, mari minta maaf jika (hampir) tidak ada unsur humor dalam fic ini karena mari tidak humoris.
HAI~ Ivy desu, ivy disini sebagai author ke-1/ penulis fic ini /lha? Bersama dengan surat ini, saya kabur dulu... Saya menyerahkan isi cerita kepada mari sementara karena saya ada masa hiatus akibat Tryout dan ujian hiks-ssu :3
Yang balas repiuw disini adalah mari.
Oke balas review :
CyberYume : Haha mari kira juga bakal dir*ape,
PBWIHVC tanya saja pada pemiliknya
Ivy : Aku disini! Itu singkatan dari judul fic ini. :3
menurut mari gak ada deh kayaknya.
dada Nagisa gak kecil2 amat kok, B cup itu gk kecil soalnya.
CrimsonBlue Akita-desu : ini dah apdet, pasti dibanyakin dong /plak
tapi kayaknya chap ini belom ada hentainya deh..
chap depan kayaknya lebih banyak
Nagisa emang sengaja dibuat kayak gitu. Karena dia adalah seorang pembunuh kan?
Wako : mari juga gak bakalan nolak /plak
arigatou reviewnya
.9 : karena mari kebetulan mencoba membayangkan Karma jadi mesum dan mari berpikir bagus juga kalau dijadikan fic
Sekian dulu ficnya~ RnR please~
Salam,
Ivy-chan9 dan Mari-chan
