~Pervert, but Why Is He Very Cool?~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : T+ (untuk bagian hentainya )
Author : Ivy-chan9 and Mari-chan(virdaus nurul/ Vira)
Pair: KaruFem!Nagi / Karma x Fem!Nagisa
Genre : Romance, Humor, etc.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam tokohnya saja.
Warning:
Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silakan lambaikan tangan ke kamera. Ralat, silahkan menekan tombol back. Memang tertulis bahwa genre fic ini Romance dan Humor, namun jika tidak berkenan di hati Anda, saya minta maaf. Jika anda tidak suka fic saya, sekali lagi silahkan menekan tombol back. Apalagi sepertinya Karma dan Nagisa disini udah kelewat OOC, apalagi Koro-sensei dan berbagai typo bertebaran~
Chapter 6 – Chapter 3 Part 4
" Sudah dimulai kah?"
Karma melirik ke arah belakang dan menggeleng pelan. "Tidak,Karasuma-sensei. Kami akan memulainya nanti. Pada pukul lima sore."
Karasuma mengerutkan dahi. "Apa? Kenapa harus pada waktu segitu?" Karma tersenyum tipis. "Kami melakukan pemanasan dulu,Sensei~"
Karasuma menatap Karma curiga, namun karena mendapat anggukan kepala dari Isogai, maka Karasuma menyanggupinya.
"Baiklah, sebelum jam tersebut aku akan melatih kalian kembali."
"Baik..."
~PBWIHVC~
"C-Chotto, Sensei mau main juga!"
"Sensei hidoii~ Tolong temani kami dong~" Fuwa mendekati Koro-sensei. Kelompok satu dibagi menjadi dua tim. Tim pertama Karma dan Isogai mempersiapkan area pembunuhan sedangkan sisanya diperintahkan oleh ketua—yang sebenarnya disuruh Karma— untuk menahan gurita, target pembunuhan tersebut.
"Sensei tahu! Kalian ingin menahan Sensei untuk tidak mengawasi pembunuhan hari ini kan? Ini termasuk rencana kalian kah?"
Kurahashi sukses menggelengkan kepala. "Sebenarnya Sensei … Aku ingin mengatakan sesuatu..." Kurahashi sedikit tertunduk. "A-Ada apa?! Apa ada masalah?! Ayolah, kau bisa bicara dengan Sensei! Sensei bisa membantumu! Hai',Sensei ada permen,mau?"
Memangnya Sensei sedang berhadapan dengan anak SD?
"G-Gimana kalau Nagisa yang bilang? Aku tak sanggup!" Kurahashi berlari bersembunyi di belakang Fuwa. Fuwa menghela napas. "Itu saja tak berani?"
"Siapa bilang tak berani?" Kurahashi menatapnya datar.
Nagisa muncul dengan sebuah buku yang dia pegang. Bergaya moe-moe di depan Koro-sensei dengan sedikit rona di bawah mata.
"Waifumu … lacur,Mas~"
Zttaaarrr! Koro-sensei bak disambar petir ketika Nagisa berpose moe ala Nao Tomori yang sedang trend sambil menyebut kata-kata tersebut sambil menunjukkan sebuah majalah seksi dengan model berparas cantik dengan dadanya seksi yang bertuliskan di atasnya "Mai-chan~"
Wajah kuning Koro-sensei sukses berubah menjadi warna merah jambu. Dengan ekspresi mesumnya, dia melupakan pose Nagisa dan mengambil majalah yang dipegang Nagisa.
Fuwa mengetik pesan yang segera dikirimkan kepada ketua mereka. "Rencana pengalihan — SUKSES!" sambil tersenyum licik melihat Koro-sensei.
"Sugoi yo,Nagisa! Tapi … itu kan majalahnya sembarangan kita ambil... Masa sudah jadi waifu Sensei?"
Nagisa menghela napas lega."Tak apa, yang penting menggoda."
~PBWIHVC~
Semuanya sudah berkumpul di lapangan luas yang berukuran 50x50 meter ini. Lapangan ini berada cukup jauh dari hotel, jadi mereka tak perlu terlalu panik jika dilihat oleh orang lain.
Sebuah lingkaran besar berada tepat di tengah lapangan yang berdiameter 10 m ini. Di dalam lingkaran yang dibatasi dengan pagar cukup tinggi tersebut, terdapat anggota kelompok satu dan juga si target pembunuhan. Koro-sensei... Sedangkan anggota kelas yang lain termasuk Karasuma dan Irina yang menjadi penonton hadiah ini.
"Souka. Jadi,lingkaran ini adalah area pembunuhan,ya?"
Isogai dengan senapan anti-sensei itu maju ke depan membawa sebuah kertas. "Aku akan membacakan pengumuman yang akan menjadi peraturan dalam hadiah ini!"
[Pertama, di hadiah ini juga dilaksanakan pertaruhan Karma dan Nagisa.]
"Masih ingat dengan pertaruhan Karma dan Nagisa-san? Kami akan melakukan itu disini."
"Oh... Yang rusuh hari itu?"
Isogai mengangguk. "Siapapun yang membunuh Koro-sensei, harus menuruti permintaannya."
Karma melirik sekilas Nagisa. Nagisa tampak serius. Dia sudah memegang pisau dan senapan anti sensei itu.
"Aku benar-benar membencimu!"
Karma menggelengkan kepala. Berusaha fokus, walau perkataan Nagisa sudah memukul telak hatinya.
"Tapi, kalau menang bisa apa?"
[Kedua, sebelum misi pembunuhan dimulai, akan ada pengecekan pada Koro-sensei.]
"Untuk antisipasi jika Sensei membawa benda tajam yang akan melukai murid, kami melakukan pemeriksaan tubuh."
"Itu tidak mungkin-desu... Sebagai seorang guru,Sensei tak boleh melukai murid!"
Isogai tersenyum tipis. "Ya, kami juga percaya kepada Sensei. Mana tahu Sensei memiliki alat untuk kabur."
Koro-sensei tertawa. "Nurufufufu~ Itu tidak mungkin desu. Karena Sensei sangat menantikan ini-desu!"
Isogai melakukan pengecekan tubuh. Memeriksa barang bawaan apa saja yang dibawa oleh si sensei gurita ini.
"Tissue? Hng... Dompet? Tapi, kosong. Sensei kere kali." Guru mana coba yang tidak sakit hati? "Hngg... Mai... chan?"
Bruk! Isogai sukses melempar majalah bokep yang ada di balik baju Sensei. Memperlihatkan seorang perempuan seksi dengan pakaian terbuka dan wow~
"Are... Itu kan majalahku..." Karma berkata tanpa dosa. Koro-sensei langsung mendekati Karma dengan kecepatan supernya. "Benarkah?! Karma-kun, dadanya besar sekali! Apa kau membawanya edisi yang lain?!"
"Banyak,Sensei! Aku tak menyangka dari sekian banyak majalah yang kubawa, mereka mengambil majalah Mai-chan kepadamu,Sensei. Bagaimana? Dadanya keren kan~?"
Koro-sensei bersemangat. "Ya! Pinjamkan Sensei itu!"
"Mai-chan? Ahhh! Itu?! Aku ada yang limited editionnyaa!" Okajima berteriak dari luar lingkaran.
"PINJAM WOIY!"
"PINJAM,OKAJIMA-KUN!"
"EKHM!"
Karma dan Koro-sensei sukses terdiam.
[Ketiga, Koro-sensei tidak boleh melewati batas pagar ini. Jika keluar, berarti mati. Maupun melalui udara]
"Aku mengerti-desu... Jadi Sensei tidak boleh keluar dari sini dengan loncat, 'kan?" Isogai menganggukkan kepalanya.
[Keempat, Kelompok lain boleh membunuh Koro-sensei dari luar. Dengan menembakan atau melempari pisau]
"A-Apa?! Ini tak adil! Kan hanya kelompok satu yang membunuh Sensei!"
"Hanya? Tidak~ Kami tidak bilang itu kok~" Karma kini bersuara. "Habis... Karasuma-sensei bilang kami yang mengatur bagaimana membunuhnya. Jadi, kami, kelompok satu meminta seluruh orang untuk ikut membunuh juga... Siapa suruh Sensei tak mau lihat dan mempersiapkannya dan asyik baca bokep?"
Koro-sensei mengeluh lagi. Namun tidak dihiraukan oleh yang lainnya. Semua kelas 3-E sudah menyiapkan senjata mereka.
[Kelima, kelompok satu dikatakan kalah jika Koro-sensei bisa kabur.]
Kabur seper
"Ayo kita mulai..." Isogai memberi instruksi. Dia, Fuwa dan Kurahashi menjaga bagian belakang, sedangkan Karma dan Nagisa maju kedepan mendekati Koro-sensei sebagai orang yang menyerang jarak dekat.
"Sou desu ka? Karma-kun dan Nagisa-san menyerangku sekaligus untuk hadiah taruhan ya? Sedangkan yang lain menyerang jarak jauh. Boleh juga... Ayo kita liat kemampuan membunuh kalian..."
Karma menyiapkan pisau dan pistol kecil. Sedangkan Nagisa menyerahkan beberapa pisau.
"3..." Aba-aba sudah dimulai.
"2..." Semuanya sudah mengangkat senjatanya.
"1...!"
Bruak!
Bahkan Karasuma sedikit terkejut. Begitu aba-aba selesai diucapkan, serangan langsung dilancarkan oleh Nagisa. Tendangan lincah, namun bisa dihindari oleh Koro-sensei. Gagal. Melancarkan serangan kedua.
Koro-sensei panik. Seluruh murid kelas 3-E lain sudah menembakinya dengan senapan. Nagisa menghela napas sejenak dan kembali melancarkan serangan berupa beberapa tinjuan dan tendangan gesit. Koro-sensei terbang menjauh dan akhirnya...
JRAAASSS!
Tentakel. Hancur. Dua. Di kaki.
Koro-sensei berteriak "Huaaa!" Seluruh murid kelas 3-E terkejut, termasuk Nagisa. Wut? Nagisa?
"Bagaimana ranjau daratnya,Sensei~?" Karma berdiri tepat di samping Sensei. Melancarkan serangan berupa beberapa ayunan pisau dengan sangat cepat. Mungkin ini berlebihan, tapi kecepatan Karma hampir setara dengan kecepatan Nagisa tadi.
"C-Chotto! Karma-kun!"
"Aku sudah menebar peluru BB di titik-titik di area ini. Jika kau menginjaknya, itu seperti ranjau darat bagimu,Sensei~"
Karma memojokkan Koro-sensei sampai ke pagar pembatas.
Jraaasss! Again...
Tentakel. Hancur. Satu. Di tangan.
"Apaaa?!"
Karma memandangnya datar dan melirik ke arah Nagisa. Nagisa tersenyum tipis. "Sensei. Sebaiknya kau menjauhi pagar pembatas area kita karena pagar itu dilapisi anti-sensei yang kubeli." Nagisa tersenyum manis.
"Kalian benar-benar membuatku terpojok."
Karma mengangkat tangannya membentuk huruf "C". Koro-sensei mengerutkan dahi(walau tidak nampak). "Rencana C,Kurahashii!" teriaknya.
"Ha'i!"
Byuaarr!
"Huuuyaaa!?"
Banjir. Bukan,bukan,bukan. Banjir darah. Kurahashi melempari lembaran-lembaran majalah bokep milik Karma. Menampakkan berpuluh-puluh foto wanita seksi dengan pakaian terbuka. Itu membuat konsentrasi Koro-sensei memudar. Matanya yang fokus ke arah senapan malah terkecoh oleh seksinya wanita cantik.
"Ritsu!" Nagisa sedikit berteriak. "Ha'i!" Ritsu muncul sambil menembakkan senjata-senjatanya.
"Dua senapan untuk membingungkannya dan duanya lagi untuk menyerangnya." ujar Nagisa yang mendapat anggukan kepala dari Ritsu.
Nagisa memandang anak laki-laki seluruh kelasnya datar ketika fokus mereka ikut buyar.
"Sudah kubilang, rencana C ini kurang bagus,Bakarma."
Karma tersenyum tipis melihat Nagisa. "Tenang,Nagisa-chan... Lihat itu."
Nagisa mendongakkan kepala, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Sou desu ka..."
~PBWIHVC~
Dia mengunyah cemilan pelan. Menguap ngantuk. Berbagai macam kertas ada di depan mata. Membuka TV dengan suara perlahan. Takut membangunkan teman-temannya yang terlelap.
Dia lelah dan mengantuk. Tubuhnya memerlukan istirahat, sedangkan jiwanya sedang tidak ingin tidur. Menatap TV sambil menunggu beberapa menit lagi sebelum matahari terbit.
"Berita pagi ini..." Pembawa berita mengucapkan selamat pagi dan berbagai macam basa-basi.
"Ramalan cuaca hari ini … "
Karma menguap. Menggaruk bagian belakang kepalanya dan memyandarkannya ke sofa. Mempersiapkan rencana pembunuhan memerlukan banyak tenaga. Apalagi terjadi pro kontra di dalam kelompok tadi, termasuk dirinya dan Nagisa.
"Aku sama sekali tidak setuju!" Karma ingat dengan nada tinggi yang dikeluarkannya. "Jangan libatkan hobi pribadi dengan pembunuhan ini! Kita sedang serius! Bukannya bercanda!"
Karma tidak tahu kalau Nagisa sedang 'bloodly month' atau apa. Yang jelas ... Tadi Nagisa sering membentaknya.
"Dia membenciku?" gumamnya pelan. "Mungkin aku memang keterlaluan, tapi..." Karma menghela napas. Tak bersemangat menjalani pembunuhan ini...
"Akan terjadi hujan di wilayah Wakayama... "
Karma menatap TV sebentar kemudian menutup mata perlahan. Membiarkan TV terbuka, memakai baju tipis, udara dingin AC, makanan dan kertas berserakan di sana-sini...
"Panas."
~PBWIHVC~
Dor! Dor! Ptas! Dor!
Suara senapan muncul beberapa kali. Dirinya harus memutar otak untuk tidak mati disini. Membuat musuh bingung dengan kelemahan, di kelilingi oleh pagar yang tak boleh dilewati, ranjau darat di sekitar tanah yang bisa menghabisi nyawa, serangan bertubi-tubi dari jauh maupun dekat ditambah lagi...
Langit mendung.
"Minna-san... Apa bisa ini ditunda karena hujan?" Koro-sensei mencari-cari alasan.
"Justru, kami mengincar saat ini,Sensei..."
Hujan mulai turun dimulai dengan gerimis. Ini membuat Koro-sensei panik.
"Menurut catatan dari Ritsu, setiap kali hujan, kepalamu akan membesar 33% dari biasanya … Karena itu, beberapa hari sebelum karyawisata ini, aku menyelidikimu,Sensei... Memang benar, setiap kali hujan, kau langsung panik. Jadi, aku mengasumsikan bahwa kelemahanmu adalah air."
"Nyan..." Koro-sensei memandang Karma dengan beberapa tetes keringat turun menuju pipinya. "Luar biasa, Karma-kun. Kau mempersiapkannya semaksimal mungkin … Apa karena hadiah taruhanmu dengan Nagisa-san karena kau ingin menggodanya?"
Karma tak menjawab, Nagisa mendengarnya. Karma menghela napas dan melancarkan serangan lagi. "Tidak,Sensei~ Aku serius ingin membunuh Sensei kok..."
Nagisa terdiam dan melanjutkan serangan. "Hoya? Bukannya kau menyukai Nagisa-san?" tanya Koro-sensei di sela-sela serangan. Karma tertawa. Namun tawanya terasa hambar dan datar.
"Kenapa Sensei berkata seperti itu?"
Nagisa merasa nafasnya tercekat. Apa ini … ?
"Oya,oya~? Kau tidak menyukainya,Karma-kun? Menurut hasil pengamatan Sensei, kalian pernah berdua di hotel cukup lama dengan hasil Nagisa keluar menggunakan jaketmu. Kemudian, kau juga sering menggoda Nagisa. Lalu, di saat sebelum kita berangkat karyawisata, kalian bermesra-mesraan di bukit belakang."
Sesaat, kumerasa bahwa memiliki guru seperti Koro-sensei harus membuat kita tebal muka akibat seluruh rahasia kita yang diketahui olehnya!
"Jadi hanya karena itu, Sensei menganggapku menyukai Nagisa? Jangan bercanda,Sensei. Sensei kan tak tahu bagaimana perasaanku... "
Wut? Karma curhat. Koro-sensei menganga.
"Itu hanya dugaan, Karma-kun. Sensei maklumi, pasti kalian ada masalah saat di onsen itu,ya? Sensei bisa mendengar teriakan Nagisa-san waktu itu..."
Wajah Nagisa memerah, Karma terdiam. "Hoo...? Sensei melihat kami?" Serangan selanjutnya. Koro-sensei semakin menghindar. Satu serangan lagi, Koro-sensei akan menyentuh ranjau darat.
Bruakk!
"..."
"B-Bohong... kan?"
Seluruh murid kelas 3-E terkejut. Bagaimana bisa?
Koro-sensei menghilang.
"Karma! Nagisa! Apa yang kalian lakukan?!"
Seluruh murid kelas 3-E sukses masuk ke dalam area mendekati Karma dan Nagisa.
"Dia sudah mati?"
Nagisa menggeleng. "Disana."
Seluruh murid kelas 3-E sukses menoleh ke arah lubang besar yang berada tepat di depan matanya.
"Sejak kapan lubang itu ada di sana?!"
Karma pun menatapnya kaget. Seingatnya, dia tidak pernah ingat kalau ada lubang besar di area pembunuhan ini.
"Lihat di dalam!"
Karma dan Nagisa menunduk bersamaan melihat isi lubang tersebut. Lubang itu buntu, dengan sesuatu kuning muda di sana.
"Are?" Nagisa sweatdrop. Karma langsung menembaki sesuatu yang kuning tersebut.
"Nyannn!"
Lubang itu terhubung keluar, dimana Koro-sensei menunjukkan kepalanya yang sudah membesar akibat hujan berbentuk huruf X.
"Kalian kalah-desuuu! Sensei berhasil kaburrr!"
Seluruh murid kelas 3-E sweatdrop. "Sensei curangg!"
"Dari peraturannya, Sensei tak boleh kabur melalui udara-desu. Berarti boleh dari bawah tanah kan? Nurufufufu~"
"Hehh... Tak adil,Sensei!"
"Padahal tadi sudah tiga tentakel..."
Koro-sensei bangun dan sudah melakukan regenerasi pada tentakelnya. Terbang cepat membawa seluruh orang di sana kembali ke hotel.
"Karena hujan, hari ini sekian saja-desu... Berarti, kalian kalah!"
Yang lain menghela napas pasrah. Padahal mereka sudah sejauh ini …
"Jadi, taruhan Karma dan Nagisa bagaimana?"
Kayano sukses mendapat berbagai tatapan tajam. Nagisa tersadar akan itu dan melirik ke arah Karma.
"Bagaimana,Bakarma?"
Karma yang berada sedikit jauh dari kerumunan itu tidak menatap Nagisa. Tangannya menopang tubuhnya yang bercucuran keringat. Mengatur napas yang tampak berantakan.
"Karma... kun?" Nagisa ingin mendekati Karma, tapi …
"Entahlah... Mungkin dibatalkan saja." jawabnya tanpa menoleh ke arah Nagisa. Nagisa terlonjak kaget melihat Karma.
"P-Perasaan apa ini?" gumamnya dalam hati ketika Karma sama sekali tak menatapnya. Tak tenang, sedikit sakit. Apa yang terjadi …?
"Bagaimana jika kalian menuruti permintaan masing-masing? Biar adil?" Nagisa menoleh ke arah Koro-sensei.
"Yah, begitu sajalah."
"Hm,hm! Agak kurang seru kalau taruhannya dibatalkan..."
Nagisa meneguk ludah. Melirik ke arah Karma yang ….
~TBC~
Balasan review:
Alacrite: Bejat? Wkwkwkk... Nggak kok. Kan ada adegan pembunuhan Koro-senseinya. Mungkin sih... Mungkin. Ch 7 nya akan ada bejat. Sedikit. Just little. Maksud spice penulisan Jepang apa yah? Iya, omakenya bukan saya yang buat. Tapi author satu lagi. Arigatou gozaimasu.
Rianti: Aku kan hobi buat Karma tersiksa. Dia galau beneran! ←_←
Guest: Benarkah?! Padahal kata temenku, ketika aku muncul, dunia ini menjadi hitam putih(?)
catturner7007 : Arigatou~ Aku kan yang kawai? /plakk
Guest: Romancenya akan naik di chapter selanjutnya~
CrimsonBlue Akita-desu: Aku tak bertanggung jawab jika Anda penasaran dengan foto-foto Karma. *angkat tangan*
Wuakakakaaaa...! *ngakak guling"*
YUPS, mereka kerjasama. Tapi … You know lah.
Megane Gals: Terlalu vulgar? Maaf,maaf. Ntar dikurangin. Gak tega naikin rate.
Sekian dlu. Author sibukkkk bangettt! Ch 7 minggu depan yahhh~~
Arigatou gozaimasu~
Salam,
Ivy-chan dan Mari-chan
