~Pervert, but Why Is He Very Cool?~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : T+ (untuk bagian hentainya )

Author : Ivy-chan9 and Mari-chan(virdaus nurul/ Vira)

Pair: KaruFem!Nagi / Karma x Fem!Nagisa

Genre : Romance, Humor, etc.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam tokohnya saja.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silakan lambaikan tangan ke kamera. Ralat, silahkan menekan tombol back. Memang tertulis bahwa genre fic ini Romance dan Humor, namun jika tidak berkenan di hati Anda, saya minta maaf. Jika anda tidak suka fic saya, sekali lagi silahkan menekan tombol back. Apalagi sepertinya Karma dan Nagisa disini udah kelewat OOC, apalagi Koro-sensei dan berbagai typo bertebaran~

Summary :

Nagisa Shiota adalah seorang pembunuh yang diakui disewa untuk membunuh Koro-sensei. Namun, misi pembunuhannya terganggu akibat perbuatan mesum dari Pangeran Hentai dari kelas 3-E. Kali ini bukan Okajima yang menjabat status tersebut, melainkan Akabane Karma. Nagisa bersumpah akan membunuh Koro-sensei bersama dengan Akabane Karma!

Chapter 12

Karyawisata selesai

Kehidupan sekolah berjalan seperti biasa.

Hari ini Hari Monster, berasal dari bahasa Inggris, yaitu 'Monday' dengan kepanjangan 'MONster DAY' yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti hari Monster yaitu pada hari Senin.

Hari sialan bagi Akabane Karma dan Nagisa Shiota.

Pertama, Akabane Karma ...

Dia baru saja membeli kotak jus strowberri di dekat sekolah khusus untuk kelas 3-E. Berjalan sambil meminumnya sebagai sarapan pagi. Baru muncul dari balik semak-semak, dia sudah diserbu oleh perempuan berambut pirang yang dijuluki Ratu Iblis 3-E ini ...

"K-Karmaa!"

Karma menyipitkan mata mendengar teriakan tersebut. "Nakamura-san, ada apa,hah?"

"N-Nagisa ...!" Wajah Nakamura tampak panik ketika dia selesai mengatur nafas akibat berlari. Itu sukses membuat Karma –

"Apa ... yang terjadi pada Nagisa?"

.

.

.

.

"Hah?"

Karma sweatdrop. Berkat perkataan Nakamura, dia sangat khawatir layaknya ibu menunggu anaknya pulang. Walau dia juga menjaga imej dengan berjalan tetap tenang.

Tapi, keadaan Nagisa itu baik-baik saja. Sehat walafiat! Tanpa ada cacat sedikitpun! Masih putih, masih mulus, masih seksi, walau dadanya tidak ada perubahan maupun perkembangan

Ok,tolong abaikan tadi.

"Karma-kun, kenapa menatapku seperti itu?"

Karma yang masih menyandang tasnya menghela napas lega. Dia langsung merebahkan kepalanya di atas meja Nagisa.

"Nakamura itu ... Apa yang terjadi,hah? Dia mengejarku sambil meneriakkan namamu."

"Hah? Oh, tadi itu ..."

-FLASHBACK-

"Nagisa! PJ! PJ!"

Nagisa barusaja masuk ke dalam kelas langsung diserbu oleh dua huruf, yaitu P dan J

"P ... J?" Dengan polosnya, dia bertanya. Nakamura yang paling keras suaranya tadi menepuk jidatnya sendiri.

"PJ lho! PJ!"

"PJ ... itu apa?"

"Pajak Jadian, kau tak tahu?"

"Eh?" Nagisa celingak-celinguk melihat teman-teman yang menatapnya. "Siapa yang jadian?"

"Astaga, Nagisa! Kau dan Karma, lho!"

"Eh?"

"Kau amnesia ya,Nagisa? Mana si Karma? Dia apakan si Nagisa?!" Kayano mulai heboh.

"Eh, dengan Karma?"

"Iya,Nagisa!"

"Jadian itu pacaran, 'kan?"

"Iyaa,Sayangg! Kucipok kau nanti!"

"Eh, kapan?"

"Cukup kata 'Eh'nya, Nagisa ...," Nakamura menepuk kedua pundak Nagisa. "Kau dan Karma jadian saat malam sebelum kita pulang karyawisata. Ingat? Kau yang menerimanya, 'kan?"

Nagisa terdiam, kemudian memiringkan kepala.

"Eh, kan aku hanya bilang aku menyukainya..."

"Berarti, kau menerimanya, 'kan?!"

"Hm, awalnya dia menyatakan cinta padaku walau absurd sih, tapi kutolak. Lalu, kemarin aku bilang suka padanya ..."

"Berarti kalian jadian, 'kan?"

"Hm, kan aku hanya bilang suka padanya, bukannya minta jadian."

.

.

.

.

"Itu termasuk jadian,ya?" tanyanya dengan tampang polosnya.

"Nagisa ... kau ..." Nakamura melirik ke arah jendela dan menemukan pemuda yang menjadi bahan pembicaraan. Dia berteriak, "K-Karmaaa!"

-END OF FLASHBACK-

Karma sweatdrop. "A-Ah ya ... K-Kau – " Jujur, Karma tak mampu berkata-kata.

"Kan aku hanya bilang menyukaimu, 'kan? Jadi, itu termasuk jadian,ya? Bukannya kalau jadian itu bilangnya 'Maukah kau menjadi pacarku?' begitu?"

"E-Eto ... Nagisa. Yah, bisa juga sih jadian ..." Cie, Karma mau tapi malu

"Kan aku hanya bilang 'suka'. Eh, jadi Karma siapaku yah sekarang? Eh, Karma-kun kenapa?"

"Maafkan aku,Nagisa. Aku tak sanggup melanjutkan perbincangan ini," ujarnya sambil berlalu. Nagisa menatapnya keheranan, kemudian terdiam.

Ingat chapter sebelumnya? Nagisa ingin hubungan mereka semakin jelas, makanya dia menyatakan cinta.

"Eh, tapi kan aku tak ada nanya 'Maukah kau menjadi pacarku?' gitu ...," gumamnya pelan sambil menatap Karma.

"Karma-kun marah,ya?" tanyanya setengah berteriak. Karma hanya menggerakan tangannya tak jelas sambil meletakkan kepalanya di atas meja.

"Ya ampun, Gusti. Salah hamba apa coba? Hamba tak kuat mendengarnya ..."

E-Eh, Karma ... *sweatdrop* Tenang,Nak...

Nakamura dan para cewek lainnya juga ikutan sweatdrop kemudian tertawa terbahak-bahak.

Makanya, cari pacar itu jangan terlalu polos. Karena terlalu polos menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin jika Anda tak sanggup melihat wajah polos nan bingungnya pacar Anda jika Anda mengucapkan kata-kata yang salah ataupun hal yang membuatnya bingung dan tidak dimengerti oleh kalangan polos.

"Oh iya, kalau gitu, Karma jadi siapaku dong? Teman saja? Nggak mau..."

Karma diam.

Kelas 3-E diam.

Oke, aku ikutan diam.

"OHOK!" Semuanya tertohok. Nagisa anakku tercinta ... SUARAMU KEKENCANGAN!

Karma sudah pakai acara-acara 'blush-blush' dengar ucapanmu itu! Hoiy,hoiy, kamera! Sorot si Karma!

Tuhan tolong ...

~PBWIHVC~

Kedua, Nagisa Shiota

Nagisa dilema. Betapa polosnya dia. Kalau dia berbicara seperti itu, hubungan mereka jadi tak jelas, 'kan?

"Tujuanmu menyatakan suka itu karena ingin hubungan kalian jelas, 'kan? Setelah menyatakan suka, seharusnya kalian pacaran karena Karma memang suka denganmu dari awal. Bukankah itu seharusnya? Kenapa kau malah berkata seperti itu? Kau menyakiti hati Karma,Nagisa ... Masa kau menyatakan cinta, lalu menjadikannya teman? Kan nggak lucu."

"Aku memang tidak bercanda,Kayano ..."

Nagisa sweatdrop berat. Jadi, dia mau Karma jadi siapanya?

Pacar?

Srek,srek

Nagisa terhenti ketika mendengar suara misterius dari semak-semak. Dia langsung bersiaga. Siapa tahu Koro-sensei sedang berbuat mesum atau si Karma(?)?

"Siapa itu?" tanyanya sambil mengacungkan pisaunya. Mungkin Nagisa tak menyadari bahwa sekarang dia berada di tengah lapangan sekolah dan pisau yang ada dipegangnya adalah privasi negara saking dilemanya ...

"Long time no see you,Nagisa."

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Lama tidak melihatmu,Nagisa."

Nagisa sontak terkejut dan menurunkan pisaunya. Eh, dia mengenal dengan baik suara ini.

"L-Lovro-sensei?!"

Lelaki dengan wajah petak itu menampakkan diri sambil tersenyum.

"How are you?"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Bagaimana kabarmu?"

Nagisa tersenyum manis. Sudah lama dia tidak bertemu dengan senseinya semenjak masuk 3E

"I'm fine,Sensei. No what-what. Sensei?"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Aku baik,Sensei. Tidak apa-apa. Sensei?"

"I'm fine too. How your class?"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Aku baik juga. Bagaimana kelasmu?"

"Funny and happy! Everybody good in 3E!"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Seru dan senang! Semuanya baik di 3E!"

"Ohh... Hm! Be a girl good-good, My Beloved Student..."

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Ohh... Hm! Jadilah gadis yang baik-baik, Muridku Tercinta."

"Yes,Sensei! What are you doing in here?"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Iya,Sensei! Apa yang kau lakukan disini?"

"I want to see-see your school."

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Aku ingin melihat-lihat sekolahmu."

"Oh, i very happy Sensei come to my school!"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Oh, aku sangat senang Sensei datang ke sekolahku!"

"Yes, my student... Ah, you are so cute! I want to pinch-pinch your cheeks!"

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Iya,Muridku ... Ah, kau sangat imut! Aku ingin cubit-cubit pipimu!"

"Ahh~ Sensei can just."

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "Ahh~ Sensei ini bisa saja."

PLIS STOP THIS CONVERSATION! I DON'T STRONG TO NEXT THIS CONVERSATION!

Berasal dari Bahasa Inggris yang berarti, "TOLONG HENTIKAN PERCAKAPAN INI! AKU TIDAK KUAT UNTUK MELANJUTKAN PERCAKAPAN INI!"

Ok,stop.

"Jadi, Sensei pasti ada maksud tertentu di sini, 'kan?"

"Hm, kenapa kau berpikir seperti itu?"

"Habis, Sensei pasti ke sini dengan ada alasan. Kudengar, pekerjaan sedang banyak-banyaknya."

"Kau tahu saja ... Benar, aku ingin," Lovro menatap tajam Nagisa. "menjemputmu."

Whusshh ...

Biar ada scene alay(?), angin sengaja dihembuskan kencang oleh sang Dewa.

"Huaa...! Sensei baik sekali ingin menjemput pulang. Ayo, kebetulan apartemen – "

"Maksudku, menjemputmu pulang kembali ke dunia pembunuhan."

Nagisa terdiam, 'dia' juga terdiam

"E-Eh, tapi aku belum selesai membunuh Koro-sensei ...!" Nagisa tak terima. Ini terlalu tiba-tiba!

"Menurut pengawasanku, kau lebih banyak bermain-main daripada fokus ke pembunuhan. Kau lebih sering menunjukkan mode moe-mu daripada mode pembunuhmu. Ketika kita bertemu saja, kau memberikan senyum, bukan tatapan membunuh seperti biasanya."

Nagisa terdiam walau hatinya masih belum menerimanya.

"Sensei, Koro-sensei sulit dibunuh. Aku butuh waktu – "

"Kita serahkan misi ini kepada pembunuh yang lebih handal. Namanya Hirobe Itona. Dia memiliki kemampuan untuk membunuh si gurita lebih cepat. Tujuanmu disini adalah MEMBUNUH, bukannya menjadi gadis normal seperti biasa. Takdirmu adalah menjadi seorang pembunuh, bukannya menjadi manusia biasa!"

Nagisa terdiam. Untuk pertama kalinya, hatinya hancur berkat gurunya tersebut.

"Disini malah membuat hawa pembunuhmu yang terkenal itu semakin menipis. Kau harus pulang! Di sana masih banyak pekerjaan! Jangan membuang-buang waktu!"

"Tapi – "

"Tak ada tapi-tapian!"

"Kalau pembunuh yang bernama Hirobe Itona itu juga tak bisa membunuh Koro-sensei, aku masih bisa bertahan di kelas ini, 'kan?!"

Nagisa setengah berteriak. "Jadi, jika aku lebih kuat darinya, aku tetap berada di kelas ini, 'kan?!"

"Kenapa kau bersikeras,Nagisa? Di sana masih banyak yang membutuhkanmu daripada di kelas bobrok ini."

Kelas 3-E pun merasakan keributan kecil yang disebabkan oleh kedua orang tersebut. Karasuma dan Irina pun sedikit terkejut melihat kehadiran pembunuh handal di depan matanya. "L-Lho, S-Sensei?" Apalagi si Bitch ini

"Apa yang terjadi pada Nagisa?"

"Hei, siapa om-om tua itu?"

"Om-om mesum kali ..."

"Mana si Karma?"

... Karena aku –

Nagisa menghirup napas dalam-dalam.

"Karena aku ... menyukai k – "

"KARMA!"

Sepatu Nagisa sebelah kiri sukses terlempar ke arah jendela.

Ok, adegan diulang.

"Karena ... aku menyukai kelas ini! Di kelas ini, aku bisa merasakan pentingnya teman dalam membunuh Koro-sensei!"

"Alah, alasan tuh. Paling-paling sampai dia berpacaran beneran dengan Karma."

Sepatu sebelah kanan Nagisa terlempar lagi ke arah jendela.

Lovro diam. Nagisa serius...

Dia bersungguh-sungguh dengan mempertahankan kehadirannya di kelas 3E.

"Baiklah ...," dia terdiam sejenak. "permintaanmu akan kupertimbangkan. Tapi – " Lovro menatap serius Nagisa. "kemungkinan besar, kau akan pulang,Nagisa. Pembunuh yang dikirim adalah partener asli dari Senjata Artileri yang diciptakan dengan kemampuan berpikir otomatis itu. Dia jauh lebih kuat daripadamu, dari yang kudengar. Semua orang disana membutuhkanmu. Aku pun ingin mengambil Irina ..."

"Jangan,Om! Masa semua cewek manis diambil? Bitch-sensei itu milik Karasuma-sensei!"

High heels Irina sukses menancap ke mulut Okajima.

"Aku ... tidak akan kalah darinya,Sensei! Aku pasti menang dari orang yang bernama Itona itu!" Nagisa serius. Laki-laki itu tersenyum tipis. Baru pertama kali, dia merasakan keseriusan dari Nagisa selain masalah pembunuhan.

~PBWIHVC~

Lovro pergi berbicara dengan Karasuma dan Irina untuk membahas anak baru yang katanya akan dikirimkan. Nagisa berlalu. Ingin melampiaskan bad mood.

Dia berjalan lesu masuk ke bukit belakang sekolah, dia memerlukan istirahat otak. Astaga, dia sudah terlanjur menyukai kelas 3E.

Dia tak ingin meninggalkan mereka ...

Apalagi Karma ...

Dia menggigit bagian bawah bibirnya. Dia meninju habis-habisan salah satu pohon yang berada di dekatnya. "Sialann!" teriaknya kencang. Ah, Nagisa OOC.

BRUAAKK!

Bersamaan dengan pohon tumbang itu, mata biru Nagisa menemukan sesosok pria yang dicintainya, azek. Pemuda dengan surai merah terang yang menatap datar pohon yang tumbang itu.

"Lagi PMS,Nagisa-chan?" tanyanya sambil tersenyum jahil.

"Nggak kok,Bakarma Hentai!" Karma terkekeh mendengar panggilan yang diucapkan oleh Nagisa. "Seperti sudah lama aku tidak mendengar panggilan itu."

Kemudian, dia duduk di atas pohon yang sudah tumbang itu. "Lumayan untuk tempat duduk. Tapi, kau harus menggantinya dengan satu bibit pohon, lho..."

Nagisa menatap Karma kemudian mengikutinya duduk di samping. Hening terjadi beberapa saat sampai Nagisa bertanya,

"Kau ... mendengar 'hal' itu?"

Karma mengangguk. Nagisa menjadi semakin galau. "Kau ... Kh," Nagisa berdecik kesal. "Aku tak mau meninggalkan 3E."

"Begitu ... Berjuanglah."

Nagisa manyun. Kesal dengan Karma. Bukannya memberikan semagat atau dukungan kek, yah walau kata 'Berjuanglah' tadi juga termasuk memberikan semangat.

"Kasih hiburan atau semangat kek ...," ujar Nagisa lesu. Karma menatap Nagisa yang tengah depresi itu kemudian memalingkan wajahnya.

"Hubungan kita saja tak jelas,Nagisa-chan ...," katanya murung. Aih, duo murung. Nagisa baru saja tersadar. Dia melupakan itu!

"I-Itu ..." Nagisa semakin dilema. Ah, hari ini hari terburuk yang pernah dia alami!

"Kau ... ingin jadi apa aku,hm?" Pertanyaan Karma sukses membuat Nagisa tertohok. "A-Aku ..." Wajahnya memerah. "I-Ingin sih jadi pa – "

Ucapan Nagisa terpotong. Terpotong karena mulutnya ditutup oleh mulut yang lain. Ya, Karma mengecup bibir Nagisa. Dan itu membuat wajah Nagisa semakin memerah.

"K-K – " Nagisa terbata di sela ciuman. Karma masih mempertahankan posisi, yatu masih menciumnya. Dia memegang tengkuk Nagisa dan mengangkatnya untuk memperdalam ciuman.

"C-C – " Nagisa (yang sebenarnya cukup menikmatinya) merona, dia berusaha mendorong kuat tubuh Karma, namun ...

BRUK!

Mereka berdua terjatuh. Dengan posisi Karma menindih Nagisa. Nagisa merintih pelan dengan sedikit terkejut dengan ekspresi Karma yang cukup serius.

"Kalau kau ingin jadi pacarku, jangan tinggalkan 3E."

Mata Nagisa membulat sempurna. "A-Apa?"

"Kau menyukaiku, 'kan? Berarti, kita ini pacaran."

Nagisa semakin merona.

"Tapi, belum resmi." Nagisa langsung sweatdrop. Karma terkekeh pelan.

"Aku sedang menyemangatimu,Nagisa-chan," Karma berbisik di telinga Nagisa. "Berjanjilah padaku ..."

"J-Janji?"

Karma menatap Nagisa serius. "Kalahkan pembunuh baru itu. Jangan tinggalkan kelas ini. Jika kau berhasil tetap bertahan di kelas ini, kita akan berpacaran secara resmi." Karma mengangkat tubuh Nagisa dan meletakkannya di pangkuannya, kemudian meletakkan kepalanya di atas bahu Nagisa.

"Aku pun ... sangat menyukaimu, Nagisa-chan."

Nagisa tercengang. Wajahnya sangat memerah sekarang, Jantungnya berdetak cukup kencang. Hatinya membara akibat semangat.

"Cara menyemangatimu ... lain,ya, Bakarma?"

Karma terkekeh mendengar ucapan Nagisa. "Yah, kalau kau memang inign meninggalkan kami, lupakan saja janji itu."

Nagisa langsung menggelengkan kepalanya kuat dan mengelus-elus kepala merah Akabane Karma.

"Aku tak akan meninggalkan kalian,pasti."

~PBWIHVC~

Jpret!

"S-Sensei, dapat fotonya?!"

Koro-sensei baru saja sampai di depan gerbang sekolah dengan mambwa sebuah ponsel.

"Sudah! Aku sudah memotret semua adegannya!" Ritsu mewakili Koro-sensei yang masih mengatur napas. "Sensei sampai terbang-terbang supaya tidak ketahuan."

"Kirimkan ke seluruh kelas 3E,Ritsu!" ujar Nakamura bersemangat, kemudian raut wajahnya berubah menjadi cukup sedih.

"Karena ... ini akan menjadi kenangan Nagisa di kelas 3E."

~TBC~

Ivy-chan come back!

Dua chapter kedepan adalah chapter terakhirr! Ulululuuuu~~~~

Maafkan begitu banyak bold di atas ya~ Sense humorku agak garing semenjak nulis fic "Nagisa itu Laki-laki" :'( (dia promosi)

Nah,nah. Untuk chapter selanjutnya bakal lambat diapdet karena ada pertarungan Nagisa vs. Itona~

Sekian deh~~~

Balasan review :
lydiasimatupang2301 : Arigatou~

Alacrite : Jika itu lucu, aku sangat senang
Udah ,ya? Aku juga ... ini ... agak ... lebay ... romancenya *nangis terhura*
apalagi yang nyesek pas ngetik fic di laptop ...
Datang adekku bilang,
"Lebay banget kalimatnya. Jijik."
Makanya aku khawatir fic ini buruk
Ah,ahh~ arigatouu~~

Yuujin A (Guest) : Ah,ah, review kalian tak pernah telat samaku
Diambil? Iya dong~
Karma akan marah di chapter depan :v

Gery O Donut : Foto? Bosen ah, ntar deh :v Iya, Nagisa itu mau-mau tapi malu :v
Arigatou ~~

Fanny Lim (Guest) : Ohh, dari Duri :v Eh, tahun lalu sekolah kami kedatangan murid Duri lho~ Ada datang ngga? /gak
Salam kenal yaa~ Ah, kamu diabetes? Sini, saya rekomendasikan - /nggak!

Fanny Lim : Yang ini sama dengan yang diatas kan :v ?

keiko miharu : Pekanbaru~~ Pekanbaru~~
Arigatou~~

Sekian dulu deh.

Nah, pertanyaanku pada kalian semua ...
"Chapter ini ... garing,ya?"

Salam,

Ivy-chan9 and Mari-chan